Title : Preferential Concubine

Author : Jenny Kim

Disclaimer : Super Junior milik diri mereka sendiri, SMEnt, ELFs dan Tuhan YME. Saia hanya memiliki cerita fiksi ini^^

Warning(s) : Typo(s), OOC akut, Yaoi, MPreg, fantasy berlebihan(?), pairing suka-suka author XD

Rated :T

OC(s) : Cherry Choi, etc

Summary : Yesung terancam tidak bisa mendapatkan Putra Mahkota untuk klannya meski ia telah memiliki dua pendamping lantaran bayi-bayi dari kedua pendampingnya tidak pernah dapat lahir dalam keadaan hidup. Hingga akhirnya Yesung bertemu dengan Ryeowook, pemuda buta dengan keistimewaan yang hanya diketahui oleh orang-orang berkeistimewaan yang Yesung butuhkan dan orang itulah yang selalu Kyuhyun sembunyikan.

.

.

.

.

.

Preferential Concubine, Chapter 9

…Ryeowook mendorong dada Kyuhyun sehingga ciuman mereka terlepas. Ia menunduk dan menyembunyikan airmatanya dari Kyuhyun. Membiarkan derasnya air hujan membasahi tubuhnya.

Kyuhyun diam mematung. Apa yang baru saja dilakukannya?

"Kumohon, Kyu.. Jangan seperti ini… Jangan perlakukan aku seperti ini.." Ryeowook memukul dadanya yang terasa sesak.

"H-hyung.."…

Preferential Concubine, Chapter 10

"Kenapa kau selalu begitu? Aku sudah tidak marah karena sup tadi. Tapi ciuman itu… aku tidak bisa. Jangan lampiaskan padaku, Kyu…" Ryeowook mengangkat wajahnya yang tertunduk. "Aku tahu kau mencintai orang lain tapi jangan melampiaskan perasaanmu padaku. Aku tahu kau hanya menganggapku sebagai kakak tapi caramu menyayangiku itu salah. Aku bukan tempat untuk melampiaskan rasamu."

"Hyung, a-aku…" Kyuhyun menggapai tangan kiri Ryeowook namun segera ditepis oleh namja cantik itu.

"Aku juga punya hati, Kyu. Meski aku tidak mencintaimu, rasanya tetap sakit saat kau memberiku rasa sayang yang palsu," tutur Ryeowook. Ia berbalik dan mulai melangkahkan kakinya menjauh. "Jika kau anggap aku sebagai kakakmu, sayangi aku dari hati. Bukan memberiku kepalsuan."

Kyuhyun kembali menarik Ryeowook kedalam pelukannya. "Maaf, hyung.. A-aku tak pernah sadar jika kau sangat mengerti aku. Maaf karena selalu menyakitimu. Maaf.."

Ryeowook menggeleng dan balas memeluk Kyuhyun. "Aku tidak akan pernah marah pada adikku, Kyuhyunnie. Berjanjilah untuk tidak memperlakukanku seperti itu lagi!"

Kyuhyun mengangguk. "Aku berjanji."

Ryeowook melepaskan pelukannya dan menyunggingkan senyum ceria meski airmata masih mengalir di pipinya. Ia memutar tubuh Kyuhyun sehingga menghadap puri Sungmin dan mendorongnya. "Sekarang, hibur cintamu! Dia sedang tersakiti."

Kyuhyun termangu. Bagaimana Ryeowook bisa tahu kalau ia mencintai Sungmin? "Kau… kenapa bisa… tahu?"

Ryeowook tersenyum bangga dibalik punggung Kyuhyun. "Selir Istimewa sepertiku tahu segalanya, Kyu."

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o

Butir-butir keringat menetes di dahi Sungmin. Tubuhnya terasa panas meski diluar sana tengah hujan deras. Telinganya berdengung sampai ia tidak menyadari jika seseorang masuk ke dalam purinya.

"Min.."

Sungmin menutup telinganya dengan kedua tangannya. Matanya terpejam erat. Sungguh, ia bagai mendengar suara seseorang yang berani membuatnya jadi kacau begini.

"Min.."

Lagi. Suara itu kembali terdengar. Mengusik kegelapan yang dibangunnya. Ia menggeleng lemah. Suara itu hanya sebuah ilusi, Sungmin. Hanya ilusi..

"Sung-Min.."

Kini ia dapat merasakan sosok itu tengah berlutut di depannya. Tangan-tangan pucat orang itu berusaha melepaskan tangan Sungmin yang menutupi telinganya.

"Min.."

Sesuatu yang lembut menyentuh kedua kelopak matanya. Persis seperti yang pernah dilakukan pemuda itu setiap ia akan tidur. Sudah lama ia tidak merasakan kecupan di kedua kelopak matanya. Dan rasanya tetap sama. Kyuhyun-nya tetap tak berubah meski waktu merubah segalanya.

"Minnie hyung, saranghae~"

Suara yang terdengar ceria dan sedikit kekanakkan itu.. Suara Kyuhyun-nya. Cukup sudah, ia tidak kuat lagi. ia membuka matanya perlahan. Dan nirwana seolah menjemputnya. Kyuhyun-nya ada tepat di depan matanya. Menyunggingkan sebuah senyum sempurna dan hanya diperuntukkan baginya.

"Kyu-Hyun.." bisik Sungmin terbata. Ia menjatuhkan dirinya di dada Kyuhyun. Memeluk namja itu dengan segala kekuatannya. "Kyuhyun… Kyuhyun-ku! Kau milikku! Tidak boleh mencium orang lain! Bibirmu milikku! Kasih sayangmu hanya boleh kau berikan untukku! Segala yang ada pada dirimu adalah milikku! Kuharamkan bagimu dimiliki oleh orang lain!"

Kyuhyun tersenyum kecil. Sungmin-nya yang egois, Sungmin-nya yang keras kepala dan Sungmin-nya yang seperti anak kecil telah kembali. "Ne.. aku milikmu. Bibirku milikmu. Kasih sayangku hanya untukmu. Segala yang ada pada diriku adalah milikmu. Dan selamanya hanya kaulah yang akan memilikiku. Kau senang?"

Sungmin mengangguk semangat dalam pelukan Kyuhyun. "Itu memang yang seharusnya!"

Kyuhyun merenggangkan pelukannya dan tertawa geli. Ia menangkup kedua pipi Sungmin yang basah dan berkata, "Saranghae, Lee Sungmin.."

Sungmin ikut menangkup pipi Kyuhyun. "Mulai sekarang, aku tidak akan berpura-pura lagi. Persetan dengan statusku dan Yang Mulia Raja. Aku hanya mencintai Cho Kyuhyun! Na do saranghae, Cho Kyuhyun!" Ia mengecup bibir Kyuhyun sekilas.

"Eh?" Kyuhyun menyentuh permukaan bibirnya dengan tatapan syok.

Sungmin tertawa renyah. Sepertinya ia baru saja lupa kalau sebelumnya menangis karena namja yang lebih muda darinya itu. Ia beranjak bangun dan segera berlari menjauh sebelum Kyuhyun berteriak padanya dan menghukumnya. Meski hukuman dari Kyuhyun pasti akan selalu terasa manis didirinya.

"Yack! Sungmin nakal! Mau kuhukum, ya?" teriak Kyuhyun.

Tuh kan…

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o

Ryeowook telah selesai mengganti bajunya yang basah dengan yang kering. Dan kini ia telah berada di depan kamar Leeteuk dengan semangkuk samgyetang ditangannya. Ia ingin selir berhati malaikat itu mencicipi masakannya.

Kedua alisnya menempel menyadari Donghae tidak ada di depan kamar Leeteuk. "Dimana hyung penjaga itu? Ukh.. Makan gaji buta!" cacinya.

Ctaaaarr! Ryeowook terlonjak kaget dan secara refleks membuka pintu, lalu masuk ke dalam puri Leeteuk saat mendengar suara petir yang menggelegar. Ia kembali menutup pintu dan berbalik sambil menunduk kikuk. Takut Leeteuk marah padanya karena masuk tanpa ijin.

"Err.. maaf, Selir Putih, aku masuk tanpa ijin.." Ryeowook mengangkat kepalanya dan mangkuk sup yang dibawanya pun terjatuh seketika. "Se-Selir Putih?"

Leeteuk duduk di pojok ruangan dengan kaki tertekuk. Ia menangis tersedu-sedu sambil menutup telinganya dengan kedua tangan. Berharap itu bisa membuatnya tidak mendengar suara hujan dan petir yang bergemuruh.

Leeteuk kambuh lagi untuk yang kesekian kalinya. Dan ini pertama kalinya Ryeowook melihatnya. Selain Kangin, tentu saja. Ryeowook berjalan cepat menghampiri Leeteuk dan membantu selir itu berdiri. Matanya menatap miris tubuh Leeteuk yang bergetar dan basah oleh keringat karena ketakutan.

"Selir Putih, kau kenapa?" tanyanya prihatin.

Leeteuk memeluk tubuh kecil Ryeowook dengan erat. "A-aku takut.. Hentikan hujan itu! Suruh petir itu berhenti bergemuruh! A-aku takuutt!"

Ryeowook mengusap lembut punggung Leeteuk dengan jemarinya. Ia tak pernah tahu jika selir cantik dipelukannya itu phobia terhadap hujan dan petir. Bagaimana mungkin Yesung tidak tahu semua itu? Selir Putih 'kan istrinya! Dasar Raja Bodoh!

Cklek! Keduanya menoleh begitu mendengar suara pintu yang dibuka. Kangin datang secepat yang ia bisa ke puri Leeteuk saat tahu Donghae tidak menjaga namja yang dikasihinya. Dalam benaknya, ia mengumpat pemuda ikan itu karena sering meninggalkan Leeteuk sendirian padahal tugasnya adalah menjaga dan menemani Leeteuk.

Mata Kangin membelalak lebar melihat mangkuk sup yang pecah dan samgyetang yang berceceran dimana-mana. Terlebih lagi ada Ryeowook di dalam puri Leeteuk. Sedang memeluk Leeteuk-nya!

Kangin berjalan mendekat dan meraih kerah baju Ryeowook sampai pelukannya pada Leeteuk terlepas. "Apa yang kau lakukan disini, Manusia Rendah?" desisnya tajam.

"Kangin, jangan sakiti dia!" Leeteuk berusaha melepas tangan Kangin yang mencengkeram kerah baju Ryeowook namun Penasehat Istana itu malah menepisnya dengan kasar.

Ryeowook tak dapat berbuat apa-apa. Ia kesulitan bernapas karena Kangin menarik kerah kemejanya sampai mencekik lehernya.

"Argghh! Diam, Jungsoo!" seru Kangin. Ia mendorong Ryeowook sampai tersungkur di lantai dan beberapa kancing bajunya terlepas.

"Wookie!" Leeteuk membantu Ryeowook berdiri sambil menatap Kangin dengan tajam. "Apa-apaan kau? Dia sedang hamil, Kangin!"

Kangin tercekat melihat bandul kalung di leher Ryeowook. "Kau? Ba-bagaimana bisa?"

Dengan bergetar Ryeowook menggenggam kedua permata yang menjadi bandul kalungnya. "I-ini.."

"Kangin begitu mendambakan kedua permata yang kau genggam itu. Namun, dia tidak dapat mengambilnya."

Ucapan Yesung kembali merayap diotaknya. Ryeowook semakin takut jika kemarahan Kangin akan semakin menjadi-jadi.

Kangin mengepalkan tangannya. "Kau! Kau mencuri mata leluhurku!"

Ryeowook menggeleng kuat. "Aku tidak sengaja mengambilnya, lalu Yang Mulia Raja memberikannya padaku, Tuan. Aku tidak mencurinya.."

"Kau dan dia sama saja! Selalu merebut segala yang kusuka! Sekarang pergi dari sini sebelum aku benar-benar menghabisi nyawamu!" Kangin menarik Ryeowook dan mendorongnya dengan kuat sampai tersungkur di depan puri Leeteuk.

"Akh.." Ryeowook memekik kesakitan saat tubuhnya kembali tersungkur ditanah.

"Kangin, kau tega sekali!" Leeteuk mencoba menolong Ryeowook namun Kangin menghalanginya.

"Masuk, Jungsoo!" Kangin mencengkeram pergelangan tangan Leeteuk dan menutup pintu, tak peduli meski Leeteuk terus mencoba berontak dan memanggil-manggil nama Ryeowook.

Ryeowook bangun dan menggedor-gedor pintu kamar Leeteuk. "Selir Putih, buka pintunya! Selir Putih!"

Sementara di dalam, Kangin menjatuhkan tubuh Leeteuk di ranjang putihnya, lalu melepaskan bajunya dan menindih tubuh Leeteuk. "Jungsoo, dengarkan aku!"

Leeteuk memalingkan wajahnya. Matanya terpejam dan dahinya berkedut. Jantungnya berdebar kuat karena rasa takut yang menyelimuti. Ia memang mencintai Kangin. Tapi bukan begini caranya. "Tidak! Aku tidak mau dengar!"

Kangin menangkup pipi Leeteuk dan memutarnya agar menghadapnya. "Jungsoo hyung, jebal.."

Leeteuk mengatur napasnya. Suara Kangin mulai melembut. Perlahan ia membuka matanya dan kedua mata itu melebar seketika begitu melihat mata Kangin yang memerah. Ada dua butir airmata disana. "Kang-Kangin.."

"Aku sudah tidak bisa, hyung. Aku sudah tidak sanggup jika harus kehilanganmu lebih lama dari ini. Tolong hentikan.."

"Kangin," gumam Leeteuk. Ia melingkarkan tangannya di leher Kangin dan menariknya mendekat, lalu menempelkan bibirnya ke bibir Kangin. Tidak apa-apa. Meskipun ia mungkin saja akan dihukum pancung oleh Yesung karena dianggap telah berselingkuh dengan adik Raja Vampire itu. Karena sejak dulu, ia memang milik Kangin dan hanya mencintai pemuda yang emosional itu. Dan ia yakin Kangin akan melindunginya. Selamanya.

Ingatannya dimasa lalu kembali terbesit. Saat dimana semuanya terasa begitu indah.

"Jordan (Kangin) sangat menyayangi Dennis (Leeteuk) hyung!"

"Dennis hyung juga sayang Jordan."

"Apa kita akan bersama selamanya?"

"Ya, tentu saja. Kita akan selalu bersama. Selamanya."

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o

Yesung sedang duduk di kursi perpustakaan sambil membaca buku tuanya. Ia mendongak saat mencium bau selir kesayangannya yang sejak tadi tidak dilihatnya. "Ryeowook? Ada apa denganmu?" tanyanya. Baju istri ketiganya itu basah kuyup dan kotor terkena lumpur disana-sini. Tak sedikit pula luka lecet di tubuh mungil Ryeowook.

Ryeowook hanya dia dengan pandangan kosong. Bahkan saat Yesung berdiri di depannya dan menyentuh luka-lukanya yang perih akibat perlakuan Kangin tadi.

"Kenapa bajumu basah dan kotor? Robek pula, dan kenapa tubuhmu penuh luka begini? Ada yang menyakitimu?"

Ryeowook memeluk Yesung dengan lemas. "Dingin, hyung.. Dingiiinn sekali.."

Yesung tak berniat membahas luka-luka Ryeowook lebih jauh karena sepertinya bocah itu tak mau menceritakannya. Ia pun mendekap tubuh Ryeowook. "Kau kedinginan?"

Ryeowook menyamankan pelukannya dan mengangguk. "Umm~"

"Aku akan menghangatkanmu." Yesung meniupkan cahaya kemerahan ke leher Ryeowook yang terasa begitu hangat.

"Ahh.." Ryeowook mendongakkan kepalanya sambil menutup matanya. Ia merasa nyaman dengan hal ini.

Satu tangan Yesung melingkar di pinggang Ryeowook dan tangannya yang lain mengeluarkan cahaya yang sama. Tangan itu mengusap dada Ryeowook yang terbuka dan menyalurkan rasa hangat serta nyaman.

"Kau suka, Wookie?"

"Nghh.. N-nee.." Ryeowook hanya pasrah saat Yesung menidurkannya di karpet.

Yesung merebahkan dirinya disamping kiri Ryeowook dengan posisi menyamping. "Bagaimana jika kubuat panas sekalian?" tanyanya. Ia menurunkan tangannya tepat di kesejatian Ryeowook dan menyalurkan cahayanya disana. Membuat kejantanan kecil itu merasa hangat sambil meremasnya dengan lembut.

"Anghh…" Rasa hangat itu membuat Ryeowook tanpa sadar melebarkan kakinya dan itu membuat Yesung tak hanya meremas kejantanannya namun juga twinsball-nya. "Ahh.. uhh.. Akkhh… Mmmhh.." desahnya. Ia menggenggam tangan Yesung yang tengah memanja organ intimnya. "Nnh.. Boleh aku minta.. anghh.. sesuatu?"

"Katakanlah," ucap Yesung.

"Ja-jangan ngghh… Jangan turunkan ukh.. hujan la-giihh.. Biarkan matahari akkh… menyinari Istana ini dan angghh.. dan biarkan hujan datang dengan sendirinya!"

"Kenapa?"

Kaki Ryeowook semakin melebar dan dadanya membusung saat Yesung meremasnya lebih kuat. "Arrghh.. I-itu.. Biarkan itu nggh.. menjadi rahasiakuuhh.."

Yesung berpikir sejenak. "Mm.. Baiklah. Asal kau bisa memuaskanku."

Ryeowook meringis kecil. Tadi pagi saja Yesung sudah menyentuhnya dua kali. Dan sekarang ingin lagi? "Anggh.. Ngghh… Kau ituuh tidak pernahh pu-assh berapa kalipun ngghh.. kita haaghh.. melakukannyaahh!" dumelnya setengah mati.

"Terimakasih atas pujiannya, Wookie. Hhh.." Yesung meniupkan napas hangat kedalam telinga Ryeowook.

"Uuuhh.. A-aku sedang mencelamuuhh tahu! Angghh.. aakkkhh.."

"Oh? Begitu, ya? Terimakasih sudah mencelaku. Kau begitu mengenalku. Kau penggemarku, ya?" goda Yesung.

"Ah-ah-ah.. Nghh… Aku korbanmu, bodoh! Uhh.."

"A-a-a… Tidak boleh memanggil Raja-mu dengan sebutan seperti itu, Wookie. Kau harus dihukum!"

"A-apa? AKKHH!"

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o

"Kangin.."

"Hm?" sahut Kangin. Ia membenarkan selimut yang menutupi tubuh telanjang Leeteuk.

"Apa kau menyadarinya?" tanya Leeteuk.

Kangin menatap jam yang telah menunjukkan pukul dua pagi. "Menyadari apa?"

Leeteuk mencubit gemas pipi Kangin. "Hujan telah berhenti!"

"Eh?" Kangin mengarahkan jari telunjuknya ke jendela kamar Leeteuk. Seketika itu pula angin yang cukup kuat membuat tirai jendela itu terbuka. "Kau benar. Kenapa Yesung hyung menghentikan hujannya? Tidak biasanya ini terjadi."

Leeteuk tersenyum. "Ini pasti karena Selir Istimewa!"

"Apa maksudmu?" tanya Kangin. Ia terlihat tidak suka.

Leeteuk menepuk-nepuk dada Kangin agar Penasehat Istana itu tidak emosi. "Berhenti cemburu padanya! Tadi siang dia memelukku karena aku ketakutan. Tanpa sengaja aku memberitahunya tentang ketakutanku pada hujan dan petir. Mungkin saja ia meminta pada Yang Mulia Raja agar menghentikan ulahnya menurunkan hujan. Mulai sekarang, kau harus bersikap baik pada Selir Istimewa!"

Kangin mendekap Leeteuk dengan hangat. Andai namja cantiknya itu tahu jika ia telah membuat kesepakatan dengan Yesung yang melibatkan nyawa Ryeowook, Leeteuk pasti akan sangat membencinya.

"Aishh.. Racconnie! Kau dengar tidak?" tanya Leeteuk sambil mengerucutkan bibirnya.

"Iya-iya aku dengar! Tapi Yesung hyung tidak mungkin menuruti keinginan orang dengan cuma-cuma!"

Leeteuk mengernyit. "Maksudmu?"

"Dia pasti meminta imbalan pada Manusia Ren– maksudku Selir Istimewa untuk pengabulan permintaannya!"

"Hah? Aku jadi merasa bersalah pada Selir Istimewa. Bagaimana kalau dia disakiti?" tanya Leeteuk khawatir.

Kangin mengusap kepala Leeteuk. "Tidak mungkin. Yesung hyung sangat memajakannya. Paling-paling dia meminta Selir Istimewa melayaninya sampai puas. Yesung hyung 'kan lelaki mesum."

"Sama sepertimu," ucap Leeteuk sambil terkekeh pelan.

"Yack! Berani kau bilang begitu, Park Jungsoo?!"

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o

"Apa itu Pangeran Pendamping dan Pangeran Mahkota?"

Yesung yang sedang berlutut di depan Ryeowook sambil menempelkan telinga kanannya di perut besar namja manis itu pun mendongak, lalu menjawab, "Pangeran Pendamping itu seperti Pangeran Heechul dan Pangeran Kangin sedangkan Pangeran Mahkota itu sepertiku."

Ryeowook mengangkat wajahnya dan mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya ke bibirnya yang mengerucut. Pose berpikir yang membuat Yesung gemas setengah mati. "Mm.. Apa perbedaan Pangeran Pendamping dan Pangeran Mahkota?"

Yesung memutar otaknya. "Pangeran Pendamping lahir selayaknya vampire pada umumnya. Namun, mereka memiliki beberapa perbedaan dengan vampire biasa."

"Apa saja?" tanya Ryeowook.

"Mereka mempunyai darah murni, mereka hanya boleh meminum darah dari kolam darah dan mereka memiliki kemampuan khusus yang hanya dimiliki oleh mereka sendiri." Yesung mengambil segelas darah dan memberikannya pada Ryeowook. Namja cantik yang berjuluk Selir Istimewa itupun segera meminumnya. "Heechul hyung bisa melihat gender bayi dalam perut dengan mata amethyst-nya dan Kangin dapat membandingkan segala hal dengan akurat. Karena itulah aku menjadikan bocah itu sebagai Penasehat Istana."

Ryeowook memutar-mutar jari telunjuknya di bibir gelas. "Bagaimana dengan Pangeran Mahkota?"

"Pangeran Mahkota terlahir dengan perbedaan ciri fisik yang kontras," jawab Yesung dengan cepat.

"Hah?" Ryeowook mengerutkan keningnya.

"Seorang Pangeran Mahkota terlahir dengan keistimewaan. Satu-satunya yang berbeda dari semua vampire. Perbedaan itulah yang membuat seluruh bangsa vampire tahu jika dialah calon pengganti Raja," ujar Yesung.

Ryeowook menggeleng. "Aku masih belum mengerti," keluhnya.

Yesung menjitak pelan kepala Ryeowook. "Kau ini! Makanya, kalau di perpustakaan tuh baca buku supaya tahu! Kau diperpustakaan kerjaannya cuma menggodaku!"

Ryeowook balas menjitak kepala Yesung tanpa peduli jika itu adalah kepala seorang Raja Vampire. "Enak saja! Siapa yang menggodamu? Kau tuh memperkosaku dimanapun dan kapanpun! Di perpustakaan, di dapur, di puri, di ruang kerjamu, di kursi kebesaranmu dan di aarrgghh nggak tahu ah! Pusing!"

Yesung sekali lagi menjitak kepala Ryeowook. "Hei! Aku tak akan 'menyentuhmu' jika kau tidak membuatku tergoda dengan aegyo-mu itu!" ucapnya membela diri.

Ryeowook membuang muka. "Alasan! Aegyo-ku dan aegyo Ratu Min 'kan lebih hebat Ratu Min! Tiduri saja dia, bukan aku!"

Yesung menjepit hidung Ryeowook dengan jari telunjuk dan jari tengahnya. "Selirku ini cerewet sekali sih? Jadi tanya tentang Pangeran Mahkota atau tidak?"

Ryeowook menjauhkan tangan Yesung dari hidungnya. "Iya-iya jadi!"

"Mm.. Pernah melihat sayap dan airmata vampire?" tanya Yesung.

Ryeowook memutar memori otaknya. Saat ia ngidam dulu, ia pernah meminta Kyuhyun untuk menggendongnya sambil terbang, jadi ia tahu bentuk dan warna sayap vampire. Dan dulu ia pun pernah memergoki Leeteuk menangis karena phobia hujan dan petir –dan itulah alasan ia meminta Yesung untuk tidak menurunkan hujan deras bercampur petir lagi yang untungnya dikabulkan oleh Raja Mesum itu walau membuatnya kesulitan berjalan selama beberapa hari–, jadi ia juga pernah melihat airmata seorang vampire. Diapun mengangguk kecil.

"Pernah. Sayap vampire berbentuk seperti sayap kelelawar dan berwarna hitam pekat. Kalau airmatanya sama seperti airmata manusia. Bening," jawab Ryeowook.

"Begitukah?" tanya Yesung. Ia menyeringai sambil mengepalkan tangannya dan sedikit membungkukkan badannya. Tiba-tiba saja sepasang sayap kelelawar berwarna merah kehitaman tumbuh dari punggungnya dan terus membesar.

"Eh?" Mata Ryeowook tak berkedip sekalipun. "Warnanya.. berbeda.."

Yesung mengangguk kecil dan menggapai tangan Ryeowook, lalu menyentuhkannya di sayapnya. "Sayap inilah yang menjadi pembeda antara Pangeran Pendamping dan Pangeran Mahkota." Ia mengecup perut besar Ryeowook dengan penuh kasih. "Dan airmata Pangeran Mahkota itu berwarna merah darah, bukan bening," sambungnya.

"Mana? Aku ingin lihat!" ucap Ryeowook.

Yesung menyembunyikan sayapnya lagi. "Tidak bisa.. Aku sudah berhenti menangis sejak berumur dua tahun."

"Memangnya kau tidak menangis saat Ratu Yoona meninggal?"

Yesung menggeleng. "Untuk apa? Tidak penting."

Ryeowook memutar bola matanya. Ya, kalau Yesung menjawab seperti itu sih sudah biasa. Dia 'kan memang orang yang cuek. Bisa-bisanya sama istri bersikap begitu. Dasar Raja Sinting!

Yesung menyingkap baju Ryeowook sebatas dada, lalu menjilati perut Ryeowook layaknya permen kapas. "Ada yang ingin kau tanyakan lagi?"

"Aish… hentikan itu! Kau tidak lihat perutku sudah besar? Kau tidak boleh 'menyentuhku' lagi!" gerutu Ryeowook.

Yesung memanyunkan bibirnya dan menggigit kecil perut Ryeowook. Selir kesayangan Yesung itupun memekik keras dan mengusap perutnya yang baru saja digigit Yesung.

"Baru lima bulan kok. Aku baru akan berhenti jika sudah tujuh bulan, okay?"

Ryeowook menggeleng keras. "Tidak, tidak dan tidak! Sentuh saja pendampingmu yang lain! Jangan aku!" serunya tegas. Ia menurunkan kembali bajunya yang disingkap oleh Yesung.

"Pelit!" dumel Yesung.

"Masa bodoh! Mm.. hyung!"

"Apa?" sahut Yesung.

"Apakah Henly seorang Pangeran Mahkota?"

"Tentu saja tidak," jawab Yesung. "Kalau dia Pangeran Mahkota, aku tak akan mungkin menghamili pemilik Tanda Ratu sepertimu."

"Yack! Jadi, kau hanya memanfaatkanku?" tanya Ryeowook sebal.

"Ssstt.. diamlah! Apa kau tak ingin tahu kemampuan Henry?"

"Memang apa?" tanya Ryeowook penasaran.

"Hm.. Kau jangan dekat-dekat dengannya saat ia sedang memainkan biolanya kecuali suasana hatinya sedang bagus!" ucap Yesung.

"Memang kenapa?"

"Dia bisa menyalurkan energinya lewat alat musik yang ia mainkan. Saat ia sedang iseng atau marah, dia bisa membuat gendang telinga orang-orang disekelilingnya pecah dan melenyapkan mereka dengan permainan biolanya. Kau tidak ingin menjadi tuli ataupun mati muda 'kan, sayang?" Yesung membelai perut Ryeowook dan memeluk calon bayinya dengan sayang. 'Dia tak akan melakukan itu pada orang-orang yang disayanginya sejahat apapun mereka. Apalagi padamu, ibu kesayangannya. Tapi aku tak yakin pada Luna karena Henry tidak menyayanginya meski Luna adalah bibinya,' batin Yesung.

Ryeowook meneguk ludahnya dengan susah payah. "Semengerikan itukah? Bagaimana mungkin anak semanis dia bisa melakukan hal sekejam itu?" tanyanya yang lebih ia tujukan pada dirinya sendiri.

Yesung kembali menyingkap baju Ryeowook. "Karena dia anakku."

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

.

Yesung's Concubine

Jenny Kim