Namanya Kim Taehyung. Seorang lelaki penuh yang sangat menyenangkan. Dia memiliki seorang adik yang bernamai Kim Yerim. Yeri, begitu ia kerap disapa. Taehyung memiliki kekasih yang sangat manis, walaupun pada nyatanya, dia lelaki. Namanya Jeon Jungkook.

Kehidupan Taehyung sangatlah menyenangkan. Orangtua yang saling menyayangi. Lalu, memiliki adik perempuan yang sangat baik. Kekasih yang cantik dan peduli sesama. Namun, itu semua berubah seiringan dengan waktu. Ayahnya selingkuh. Dan hal itu terjadi, saat sang ibu mengandung anak ketiga. Semenjak itu, dia menjadi mudah emosi. Terutama jika menyangkut tentang ayahnya itu. Dia... benci.

Berawal dari saat dia pulang sekolah, wajahnya penuh dengan luka lebam. Ibunya tahu, Taehyung habis berkelahi saat itu. Ibunya berkata, "Sudah berapa kali ibu bilang, kendalikan emosimu!" Tetap saja. Taehyung tidak pernah menggubrisnya.

Pada bulan kedelapan sang adik yang sedang berada didalam kandungan ibunya, Taehyung kembali tidak bisa menahan emosinya. Dia pulang sekolah, habis berkelahi lagi dengan temannya. Dia berjalan cepat kearah tangga. Dan dia tidak sengaja menyandung kaki ibunya yang sedang menuruni tangga. Ibunya langsung terjatuh dari anak tangga teratas sampai anak tangga terbawah. Menimbulkan bunyi 'brak' yang keras dan ibunya keguguran.

Yeri yang mengetahui hal itu langsung menelpon ambulans dan berteriak murka pada Taehyung. "KAU TAHU? CALON ADIK KITA MENINGGAL, KAK! KAU TIDAK BISA MENGENDALIKAN EMOSIMU SAMA SEKALI!"

Dia mengaku, dia merasa sangat bersalah. Apalagi, saat mengetahui Yeri menangis dan tidak mau keluar kamar, bahkan untuk makan. Tetapi, dia masih saja bertingkah buruk seperti itu.

Seminggu setelah Taehyung kehilangan calon adiknya, Taehyung kembali mudah terbawa emosi. Dan itu terjadi pada sahabatnya sendiri. Taehyung berkelahi hebat dengan sahabatnya, yang sebenarnya tidak melakukan perlawanan, kecuali satu pukulan di sudut bibir Taehyung. Taehyung menghajar sahabatnya itu habis-habisan. Hingga, sahabatnya merenggang nyawa.

Satu sahabatnya yang lain merasa kecewa dan sedih. Tentu saja. "Maksud dari semua ini apa? Hiks... kau tidak bisa mengendalikan emosimu samasekali! Hiks... Sahabat kita kehilangan nyawa!"

Dia memang tidak ditahan oleh pihak kepolisian. Tetapi, semua orang seakan mengasingkan dirinya dan menjauhi dirinya. Kecuali, Jungkook dan Yeri, adiknya. Ibunya saja sudah tidak kuat dan memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya.

Sampai pada saat itu, Taehyung kembali tidak bisa menahan emosinya. Dia langsung menyetujui begitu saja tantangan temannya. "Siapa yang meminum wine lebih banyak, dialah yang pantas mendapatkan mobil ini. ya, mobil ini sebagai taruhan. Tetapi, jika kau kalah, mobilmu, menjadi milikku."

Taehyung geram dan terobsesi untuk mendapatkan mobil tersebut. Dia menang karena paling banyak meminum wine dan langsung pergi dari situ seraya membawapergi mobil yang tadi dijadikan taruhan.

Jalanan sepi. Dia sudah pusing dan melajukan mobilnya dengan cepat. Dan saat itulah, dia menabrak seseorang yang baru keluar dari minimarket. Mengejutkannya,

... itu Jungkook.

Taehyung tidak dapat menahan air matanya saat itupula. Orang yang ia cintai terluka karena dirinya sendiri.

Jungkook kehabisan darah dan nafasnya mulai tercekat. Taehyung terus mengatakan, "K-kau pasti bisa, Jungkook! Tahanlah. Jangan tinggalkan aku."

Sia-sia. Jungkook sudah tidak tahan dan mengatakan satu hal terakhir, "Hh~ a-aku b-berpesan padamu. Hh~ k-kendalikanlah e-emosimu. S-semua terjadi, k-karena k-kau t-tidak bisa m-mengendalikan e-emosimu. Selamat t-tinggal. Aku men-mencintaimu. Hh~"

Taehyung menjerit sekeras-kerasnya dan memeluk erat Jungkook yang sudah tidak bernyawa lagi.

Penyesalan memang selalu terjadi pada akhir...

...

Main cast [Kim Joonmyeon. Zhang Yixing. Do Kyungsoo. Kim Jongin]

Rated. Genre [T+. Horror. Tragedy. Adventure. Suspense. Sci-Fi]

Author [CarolineaKim]

Length [Chaptered. Multi-chapter]

Disclaimer© [This storyline is belong to me and always MINE! So, don't copy this storyline without permission]

Warn! [YAOI. AU. Absurd. Typo everywhere. Pure YAOI no GS]

...

CarolineaKim storyline...

Present!

.

.

Happy Reading (~*3*)~

.

Chapter 11

.

Mata Joonmyeon menatap lurus kedepan. Dia tidak tahu akan melakukan apa. Sudah tidak ada keinginan untuk menyentuh bahan-bahan kimia. Apalagi untuk pergi ke kantornya. Beberapa rekan kerjanya mengambil cuti. Termasuk, rekan kerja Joonmyeon yang kemarin ikut hadir pada kejadian mengerikan.

Yixing—yang kembali dari kamarnya, sehabis menina-bobokan Anson—menghela nafas panjang melihat raut kebosanan dari wajah Joonmyeon. Raut bosan, tetapi, juga menyiratkan kekhawatiran. Sejujurnya, hingga sekarang saja, mereka masih shock.

.

"Aku mengerti kau bosan dan kau masih khawatir." Yixing memecah keheningan dan memilih untuk duduk disebelah Joonmyeon.

"Ya. Kau pasti juga, sayang." Balas Joonmyeon seraya menarik Yixing kedalam dekapannya dan sedikit menenangkan dirinya. "Seperti itulah. Aku belum bisa meredakannya." Ucap Yixing.

"Maafkan aku." Joonmyeon mengusakkan hidungnya pada pucuk kepala Yixing. "Untuk?" tanya Yixing bingung. "Andai saja, aku tidak membuat kejutan bodoh pada malam itu, pasti—"

Yixing membungkam bibir suaminya dengan menciumnya lembut. "Sudah, jangan katakan itu. Aku menghargai usahamu. Tidak masalah." Katanya – sesaat setelah melepaskan bibirnya dari bibir Joonmyeon.

"Terimakasih, aku mencintaimu."

"Aku juga."

.

.

.

In other place and world

Taehyung menghempaskan tubuhnya dibawah pohon maple. Gurat emosi dan dendam perlahan sirna dari wajahnya. Tergantikan oleh ekspresi sendu dan menyedihkan. Entah kapan, buliran kristal bening mulai berlomba-lomba turun lewat matanya yang tengah terpejam.

Namun, ada tangan yang menghapus buliran air matanya. Taehyung pikir, itu adiknya – Yeri. Karena, Yeri sering melihatnya menangis dan menenangkannya.

"Yeri, biarkanlah aku sendirian." Tolak Taehyung yang masih memejamkan matanya seraya menepis tangan itu dari wajahnya.

"Aku bukan Yeri. Kau tidak ingin bertemu denganku, kah? Ish, apakah kau sudah melupakanku?" tanya suara itu dan tangannya menjitak Taehyung pelan.

Taehyung mengaduh dan membuka matanya – akan protes pada sosok itu, dan...

"...J-jungkook?!"

Jungkook tersenyum manis dan memeluk Taehyung, lalu, menenggelamkan wajahnya pada bahu Taehyung. "Aku merindukanmu. Sangat merindukanmu." Ucapnya dengan suara yang gemetar menahan tangis.

"Jungkook? Astaga, aku juga merindukanmu, sayang." Taehyung langsung memeluk erat Jungkook dan mengecup berkali-kali pucuk kepalanya. "Ini, ini... seperti ilusi. Astaga, kau bukan hantu 'kan?"

Jungkook mencubit pinggang Taehyung, membuat empunya mengerang sakit. "Kau ini bodoh atau apa, sih? Kau juga hantu 'kan? Kita sama-sama sudah lama mati." Protes Jungkook.

"E-eh, a-anggap saja kita masih hidup." Elak Taehyung dan meringis geli. "T-tapi, serius, ini kau? A-aku masih tidak percaya."

"Tidak, kau harus percaya. Ini aku, kekasihmu, Jeon Jungkook. Kurang apa, hah?" ucapnya. Ucapan Jungkook membuat Taehyung semakin mengeratkan pelukannya dan mulai menangis. "Maafkan aku saat itu. A-aku yang telah membunuhmu karena tidak bisa menahan emosiku. Maaf. Maafkan aku."

Perkataan Taehyung meruntuhkan pertahanan Jungkook untuk tidak menangis. Dia ikut menangis. "J-jangan bahas hal itu lagi. Kau tidak membunuhku. Kau tidak sengaja, bukan?" kata Jungkook. "K-kau mau berjanji padaku untuk selalu menahan emosimu, kah?"

Taehyung mengangguk cepat. "Apapun. Aku mencintaimu."

.

.

Tidak jauh darisana, Yeri tersenyum senang dan berjingkak riang. Usahanya untuk mempertemukan sang kakak dengan kekasih kakaknya tidak sia-sia. Dia harus menemui Kyungsoo sekarang juga!

.

.

.

In obvious dimension

"PERMISI, HYUUUNG!"

.

Joonmyeon hampir saja tersedak karena teriakan sang adik yang tiba-tiba datang, lalu, berteriak heboh dan memeluknya.

"Aku hampir tersedak, Kyungsoo. Kau ini kenapa, sih? Berisik sekali. Anson sedang tidur. Nanti jika dia bangun, bagaimana? Dia lagi rewel!" omel Joonmyeon seraya menarik pelan telinga Kyungsoo.

"A – ah! Sakit, hyung! Aku 'kan, hanya terlalu excited oleh ajakan istri tercintamu~" kata Kyungsoo. Joonmyeon mengerenyitkan dahinya. "Eh? Memangnya ada apa?"

"Dia mengajakku memasak kimchi, lasagna, ramyeon, jajangmyeon, dan masakan lainnya." Jawab Kyungsoo dengan santainya.

"Hah?! Memasak sebanyak itu? Untuk apa?" Joonmyeon menyentil telinga Kyungsoo yang tengah seenaknya memindah-mindah channel televisi.

"Kau ini hobi sekali memainkan telingaku, ya! Sudahlah, aku akan kedapur. Kau tanya untuk apa? Untuk ayah dan ibu. Mengapa? Mereka dari 2 hari yang lalu makan sayur, kadang tidak makan. Masih shock. Maka, aku dan Yixing gege akan memasakkan makanan itu. Kau mau ikut, hyung?"

"Mau!"

.

.

.

|TBC|

.

Annyeonghaseyoooooo~~~~

Cieee... gimana, chapter ini, dear~?

Sorry for very late update, yeah :(
Maaf juga kalau kalian semua pada enggak suka sama chapter kali ini. Terakhir, maaf kalau gak bisa bales review kalian semua ToT, memori kemaren ke format. Untung aja ff pada udah dipindahin ke flashdisk semua.

And last,

HAPPY NEW YEAR, ALL! /peluk readers satu-persatu/

Semoga jadi tahun yang lebih baik dari tahun kemarin, dan ini ff makin menemukan titik terang, wkwk.

Reviewnyaaaa~

Sign,

CarolineaKim