WARNING!
Please dont read if your age under 18, contain adult content! NC scene!
I've warned you, be a wise reader, please!
yang dibawah umur DILARANG BACA! mengandung konten dewasa!, NC scene!
.
.
.
.
.
.
.
Precious
.
.
.
Sore ini Jungkook berada di kamar milik Taehyung menemaninya dan mendengarkan ceritanya. Beruntung sekali Jungkook karena selama seminggu kedepan ia akan berada di rumah lebih awal dan tak harus pulang larut malam mengerjakan part time nya karena Whalien 52 sedang di renovasi. Beruntung karena bisa bersama dengan Taehyung lebih lama dari biasanya, that's what he means.
"eommaaaaaaa, I miss you"
Jungkook tersenyum melihat Taehyung ketika mendapat panggilan telepon dari orang tuanya yang masih berada di Chicago. Ia naik ke ranjang Taehyung dan duduk di sampingnya mendekatkan salah satu telinganya ke arah telinga Taehyung yang dibatasi oleh ponsel, mencoba mendengarkan obrolan ibu dan anak ini.
Melihat hal tersebut Taehyung memutuskan untuk menaruh handphone nya di atas kasur empuk itu dan menghidupkan mode loudspeaker pada handphone nya.
'miss you too TaeTae, bagaimana kabar paman dan bibi Jeon?'
"mereka sehat eomma"
'dan kau bagaimana?, terakhir kau mengirim foto, rahangmu tampak tirus, kau harus makan yang banyak'
"tentu eomma aku akan makan banyak, aku hanya stress terlalu banyak tugas kuliah"
'baru saja eomma akan menanyakan tentang kuliahmu, tapi lebih baik kita ganti pembahasannya' wanita itu sedikit terkekeh dan Jungkook dapat merasakan kekehan itu sangat mirip dengan kekehan Taehyung dan sekarang ia tau darimana Taehyung mendapatkannya
'eomma ingin melihat Jungkook, terakhir kau kirim fotonya ia bertambah tampan'
"eomma. . ." Taehyung berusaha menyela tapi tetap saja nyonya Kim tak berhenti mengoceh
'benar yang kau katakan dia tampan dan sexy'
Taehyung tersenyum kaku pada Jungkook karena eomma nya dengan tidak sengaja membeberkan kelakuannya "eomma. . ." ucap Taehyung lembut
'eomma belum selesai Tae, anyway Tae kenapa selalu mengambil fotonya secara candid, ahh apa kau mengambilnya secara diam-diam? , kau sudah lama di sana apa kau tidak pernah berfoto bersamanya?, kau selalu cerita pada eomma kau dekat dengannya dan dia sangat baik. . ."
Taehyung segera memotong pembicaraan eomma nya sebelum membeberkan seluruh omongannya tentang Jungkook, dan sebenarnya ia sedang menahan rasa malunya di depan Jungkook sekarang "eomma, eomma ingin melihat Jungkook kan, video call saja oke?"
'tentu, ide bagus Tae'
Taehyung segera menyentuh layar handphone nya dan menekan tombol bergambar video di sana.
"hallo eomma, sudah puas sekarang, eomma sudah melihat Jungkook" Taehyung menghembuskan napasnya merasakan sedikit kelegaan karena setidaknya ia bisa mengalihkan pembicaraan mengenai Jungkook
'Tae kau belum jawab pertanyaanku, apa Jungkook punya banyak fans dan tak sembarang orang bisa mengambil fotonya?, kenapa selalu mengambil fotonya secara candid?'
Lagi-lagi Tehyung tak bisa menjawab, harusnya ia tak memperlihatkan foto atau bercerita mengenai Jungkook pada eommanya, jadi beginilah sekarang eomma nya membicarakan semua hal tanpa henti seperti ember bocor. Uups
'ternyata dia lebih tampan dari yang di foto'
"annyeong ahjumeoni" Jungkook memberikan senyuman hangatnya
'annyeon Jungkook, aku ingin berterima kasih padamu karena sudah mau direpotkan oleh Taehyung'
"eomma~ aku tidak merepotkan siapapun"
'aku tak percaya kalau kau tak membuat kesal dengan sikapmu yang manja itu, aku yakin kau merepotkan Jungkook'
"eomma sekarang aku tidak seperti, Jungkook sendiri yang bilang begitu"
'apa itu benar Jungkook?'
"benar, Tae hyung sudah sedikit lebih mandiri dari sebelumnya"
'kalau Jungkook yang mengatakan aku akan percaya'
Taehyung pura-pura terlihat sedih karena ia tahu eommanya ini suka sekali menggodanya dan sangat mirip dengan Jimin, kadang ia berpikir mungkin saja ia dan Jimin tertukar dengannya ketika di lahirkan, ahh tapi mana mungkin mereka lahir di bulan yang berbeda.
'Jungkook kau tahu, kalau Taehyung suka sekali bercerita tentangmu padaku'
Jungkook tersenyum mendengar penuturan itu, ia tak menyangka kalau Taehyung akan menceritakan tentang dirinya pada nyonya Kim, eomma dari Taehyung.
'dia bilang kau sangat romantis, andai saja Taehyung punya adik perempuan pasti akan aku minta putriku untuk di jodohkan denganmu'
Perkataan eomma Taehyung cukup membuat mereka berdua membatu, hey itu hanya pengandaian, ada apa dengan kalian?.
Taehyung berusaha tersenyum tapi senyuman itu terlalu kaku dan ia harap eomma nya tidak menyadari hal tersebut, ia berusaha menarik napas tetapi malah membuatnya tercekat. Jungkook menyadari keadaan sekitarnya sedikit canggung.
Entahlah, ia tak ingin merasakan hal ini, ia ingin sekali mengatakan bahwa ia telah jatuh cinta pada Taehyung dan tak menginginkan siapapun disisinya, tapi itu hal tak mungkin untuk dikatakan. Tangan Jungkook bergerak begitu saja untuk meraih jemari Taehyung yang berada di sampingnya menautkan jari-jari tangan mereka dan menggenggamnya erat, Taehyung terkejut dengan remasan lembut dan hangat di telapak tangannya itu, Taehyung membalas genggaman tangan itu.
"eomma kapan pulang dan menemaniku?"
'oh. . .eomma hampir lupa mengatakannya, eomma dan appa akan ke Korea minggu depan'
"benarkah?"
'tentu Tae, kami sudah mengumpulkan cukup uang jadi sudah seharusnya kembali'
"aku tidak sabar, baiklah eomma sebaiknya tidur sekarang, pasti disana sudah tengah malam"
'okay baby, jaga sikap dan jangan repotkan paman dan bibi Jeon teruma Jungkook, bye Tae, bye Jungkook'
"okay eomma, bye"
Taehyung menunggu eomma nya untuk memutuskan sambungan teleponnya terlebih dahulu.
.
Hening sejenak.
Kamar Taehyung begitu hening.
Tak ada yang ingin mengeluarkan suara sedikitpun.
Jari-jari mereka masih saling bertautan,
tak ada satupun dari mereka yang berinisiatif untuk melepaskan.
Perasaan hangat dan nyaman itu membuat sekilas senyuman muncul dari bibir mereka berdua.
Taehyung memandang telapak tangannya yang menempel pada tangan Jungkook, jari-jari yang saling bertautan yang membuat mereka bersatu. Jungkook menatap namja manis itu di sampingnya, melihat Taehyung yang tersenyum.
"apapun yang terjadi aku akan selalu memilihmu hyung" Jungkook mendekatkan wajahnya pada telinga Taehyung
"karena . . .aku sangat mencintaimu" hembusan napas Jungkook yang panas begitu terasa dan menerpa kulit wajah Taehyung
Suara Jungkook terdengar seperti bisikan lembut yang menenangkan hati Taehyung, tapi ia dapat merasakan kata-kata itu bermakna sangat kuat dan dalam, seolah Jungkook mempunyai sihir ketika mengatakannya menebar mantra-mantra dari setiap kata yang ia ucapkan yang akan mengikat dirinya dengan Jungkook selamanya.
Jungkook mengecup sekilas dahi Taehyung sebelum keluar dari kamar Taehyung, satu hal yang kini menjadi kebiasaan Jungkook dan . . . Taehyung akan selalu menyukainya.
.
.
.
.
.
.
.
Jimin memencet bel apartemen tetangganya beberapa kali, tapi sepertinya tak ada tanda-tanda kehidupan di sana. Tak ada yang membukakan pintu yang tertutup rapat itu. Ia memencetnya lagi, berharap Hoseok atau Yonggi muncul di balik pintu. Ia tak bosan dan memencet lagi tak peduli suara itu akan menimbulkan kegaduhan di dekitarnya.
"Jimin"
Jimin menoleh, ia mendapati sosok tetangganya itu tengah berjalan ke arahnya.
"hyung, kau dari mana?"
"aku membeli cemilan"
"apa Hoseok hyung sudah tidur?, aku memencet bel apartemenmu beberapa kali tapi tak ada jawaban"
"Hoseok sedang di luar, ia ke Haeundae bersama teman temannya, menginap"
Jimin mengangguk mendengar penjelasan namja pucat itu.
"ada apa kau malam-malam begini masih diluar, bukannya tidur" Yoongi memencet password apartemennya
"tidak, aku hanya bosan, Namjoon dan Jin hyung masih belum kembali"
Mereka berdua masuk ke dalam apartemen Yoongi, Jimin duduk di sofa begitu juga dengan Yoongi, tapi salah satu tanganya meraih isi kantong plastik yang baru saja ia bawa dari luar, mengeluarkan sebungkus snack potato di sana dan beberapa botol kecil jus jeruk.
Jimin yang awalnya duduk berseberangan dengan Yoongi sekarang bergerak duduk disampingnya. Menikmati potato chips yang ada di tangan Yoongi.
"memangnya Namjoon hyung kemana?"
"dia ke rumah sakit, salah satu pekerja renovasi mengalami kecelakaan di tempat kerja, dia bilang akan menginap di sana untuk 1 sampai 2 hari, sayangnya Jin hyung terlalu setia dan merengek minta ikut menemani Namjoon hyung"
Yoongi tertawa mendengar penjelasan Jimin.
"aku bosan sendirian di apartemen, tak bisa melakukan apapun, Taehyung bilang tadi siang dia sedang malas keluar, jadi aku tak bisa mengajaknya menginap tapi aku yakin dia sedang ingin bersama Jungkook selama yang ia bisa, bukankah renovasi seminggu ebih pasti Jungkook juga akan di rumah lebih awal"
Lagi lagi Yoongi tertawa dengan penjelasan Jimin "sayang sekali Hoseok juga tak ada untuk menemanimu bermain game"
Pembicaraan mereka tak berlanjut, Yoongi dan Jimin sibuk menatap gambar bergerak di telivisi layar datar itu sambil menikmati potato chips dan jus jeruk. Tiga puluh menit sudah mereka lewati dalam keheningan, hanya suara televisi yang mengisi ruangan itu.
"hyung aku tidur di kamarmu ya malam ini"
"kembali ke sebelah dan tidur di kamarmu "
"aku kesepian dan tak bisa tidur"
"kau . . ." belum sempat Yoongi mengeluarkan kalimatnya Jimin sudah menyela omogannya
"kalau begitu aku tidur di kamar Hoseok saja"
Yoongi hanya mendengus ketika melihat Jimin sudah berjalan ke arah kamar Hoseok. Ia mengambil remote dan mematikan televisi, membuang sisa sampah makanannya ke tempat sampah lalu mematika lampu ruang tengah dan berjalan ke kamarnya.
Ketika memasuki kamar Hoseok satu kata yang bisa ia ucapkan 'berantakan'. Tapi ia menghiraukannya dan menuju ranjang milik Hoseok, merebahkan tubuhnya disana dan bersiap untuk tidur. Jimin terus menatap ke setiap sudut kamar yang terasa asing itu baginya. Banyak sekali foto yang tertempel di dinding kamar Hoseok, foto-foto Hosoek dengan background alam terbuka yang menakjubkan, foto bersama teman temannya dan foto pemandangan yang terlihat sangat cantik. Jimin berpikir, tidak salah Hoseok memilih club fotografi lihat saja semua hasil gambar yang ia ambil sangat bagus. Matanya menangkap salah satu foto dengan sosok yang sangat ia kenal tapi tampak berbeda di sana . . . dia adalah Yoongi, posenya terlihat seperti model model majalah, Jimin terkekeh. Dan di sebelahnya terdapat foto polaroid, terdapat sosok dirinya dan Taehyung dengan tatapan terkejut yang terlihat lucu, ia ingat foto itu di ambil ketika ia dan Taehyung sedang berada di stand club dance untuk meminta form pendaftaran, dan ia ingat persis bagaimana Hoseok mengahampiri mereka dengan dance abstaknya.
Tiga puluh menit mata Jimin masih terbuka lebar, sesekali ia menutup matanya berharap bisa terlelap tapi sama sekali tak membuahkan hasil. Ia duduk di ranjangnya, melihat kamar yang berantakan dengan buku dan kertas yang berserakan di lantai, hal itu sedikit membuatnya gusar. Ia turun dari ranjang dan melangkah keluar, mendapati ruang tengah sudah gelap, ia yakin kalau Yoongi sudah tidur. Ia membuka kenop pintu kamar milik Yoongi, benar. . . Yoongi tengah berbaring di ranjangnya, dengkuran halus dan teratur itu membuat Jimin tersenyum. Ia mendekat, memperhatikan wajah Yoongi yang seperti malaikat ketika sedang tidur, tampak tenang dan tampan. Tapi ia kembali mengingat-ingat kalau Yoongi sangat menyeramkan dalam keadaan bangun, dingin dan tak berperasaan.
Jimin menyelinap ke bawah selimut Yoongi dan tidur di sampingnya. Mereka saling berhadapan sekarang, Jimin terus memandangi lekukan wajah Yoongi, kulitnya begitu pucat tapi bibirnya berwarna merah. Jimin terkejut, ketika tiba-tiba Yoongi membuka matanya. Tatapannya tampak sayu antara menahan kantuk dan ingin terjaga. Ia terus menatap Jimin dengan lembut, hingga Jimin sadar Yoongi menggerakkan salah satu tangannya untuk mengambil lengan Jimin lalu meletakkannya di pinggangnya yang tak berbalut benang sedikitpun, sesaat kemudian tangan itu beralih ke wajah Jimin, telapak tangannya mengelus lembut pipi Jimin. Jimin merasakan sensasi menenangkan hingga ia menutup matanya tanpa sadar, tetapi sekian detik kemudian seolah aliran listrik menyengat tubuhnya ketika merasakan deru napas hangat seseorang tepat berada di atas bibirnya. Jantungnya sekarang seakan meledak karena memompa terlalu cepat ketika ia merasakan sebuah benda kenyal menempel dibibirnya, yang ia yakini pemiliknya adalah Min Yoongi.
Yoongi terus menempelkan bibirnya di atas bibir Jimin, menekannya lalu mengusap lembut dengan lidahnya. Jimin menerima setiap perlakuan yang Yoongi berikan dengan tangan terbuka dan pasrah, merasa tak mendapat penolakan Yoongi beralih ke atas tubuh Jimin, menumpu tubuhnya pada lengan yang berada di kedua sisi tubuh Jimin. Ia perlahan melumat bibir lembut itu, menghisapnya hingga membengkak, menyapu bibir itu dengan lidahnya yang terlatih, hingga Jimin mengeluarkan erangan kecil dan membuat akses mudah bagi Yoongi untuk masuk ke mulut mungil itu. Menikmati rasa manisnya, mengeksplorasi semua yang ada di dalamnya, menyesapnya hingga ia merasa puas. Dan tanpa ia sadari tangan Jimin refleks terangkat ke atas, menyentuh kepalanya, meremas lembut rambutnya, membuat Yoongi tersenyum dan makin bersemangat.
Yoongin melepas tautan bibir mereka, beralih menelusuri rahang Jimin, menciumnya lembut hingga bibirnya sampai pada ceruk leher jenjang itu. Yoongi mulai memberi kecupan pada leher Jimin, kecupan lembut hingga membuat tubuh Jimin bergetar di bawahnya. Sesekali Yoongi menghisapnya dan lagi-lagi Jimin mendesah merdu dibuatnya. Yoongi beralih ke leher sebelahnya mengecupnya, menciumnya lebih intim hingga ia dapat merasakan gairah Jimin mulai memuncak. Salah satu tangannya mulai masuk ke balik t-shirt hitam Jimin, mengusap lembut kulitnya dan kembali mencium bibir Jimin. Tangannya bergerak ke atas untuk melepaskan t-shirt yang di kenakan Jimin. Tak ada yang menutupi tubuh bagian atas mereka sekarang, Yoongi merendahkan ciumannya, membiarkan bibirnya menyentuh tiap inchi tubuh Jimin, tangannya sekarang sudah berada di pinggang Jimin mencoba melepas celana pendek sekaligus celana dalam Jimin. Setelah berhasil Yoongi segera melepas pakaian terakhir yang menutupi tubuhnya, kembali ke atas tubuh mungil itu, ia akan membuat Jimin senyaman mungkin ketika melakukan hal ini, ia akan membuat Jimin mengingat setiap sentuhan lembutnya malam ini. Jimin dapat merasakan tubuh panas Yoongi menempel dengan tubuh telanjangnya. Ciuman lembut memabukkan yang tak henti pada bibirnya serta remasan lembut di setiap tubuhnya membuatnya merasakan sensasi aneh yang baru pertama kali ia rasakan. Yoongi mencoba melebarkan paha Jimin dengan salah satu kakinya, dan ketika merasa akses itu sudah terbuka ia mencoba merendahkan tubuh bagian bawahnya, menempelkan pusat gairah mereka. Setelah merasa Jimin siap menerima dirinya, Yoongi menyatukan tubuh bagian bawahnya dengan Jimin, melakukannya selembut mungkin. Jimin mengerang kesakitan ketika sebuah benda asing memasuki tubuhnya, Yoongi berhenti sesaat ketika melihat Jimin tampak kesakitan di bawahnya, lalu ia mencoba menggerakkan tubuhnya dengan ritme yang lambat hingga sedikit lebih cepat, hal itu membuat Jimin mengerang keras dan mencakar punggungnya. Jimin membiarkan Yoongi membawanya pada kenikmatan luar biasa malam itu.
.
.
Jimin bergerak perlahan dari ranjang, menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya dan Yoongi. Memindahkan lengan Yoongi yang dari semalam memeluknya. Ia turun dari ranjang, memungut pakaiannya dan mengenakannya secepat kilat. Ia melihat wajah Yoongi sekilas, lalu menutupi tubuh telanjang itu dengan selimut. Ia berusaha tak membuat suara sedikitpun dan melangkah khas seperti maling, mengendap-endap. Segera keluar dari apartemen itu dan menghembuskan napas lega. Ia dapat merasakan rasa sakit menyerang tubuh bagian bawahnya, ia mendesis dan berjalan tak seperti orang normal ke apartemennya. Ia terus berusaha mencapai kamarnya, tetapi suara Namjoon membuatnya terkejut.
"kau dari mana? Ahh bukan . . .kau tidur dimana? Dan . . .kenapa kau berjalan seperti itu?" Namjoon tengah duduk di sofa dengan tas kecil berisi pakaian di sampingnya
"Jin hyung mana?"
"dia masih disana, dia kelelahan tak bisa tidur di rumah sakit, dan kau jangan mengalihkan pembicaraan"
"aku tidur di sebelah" ucap Jimin sedikit ketakutan
"kau . . . sudah makan?" bukan itu yang sebenarnya ingin ia tanyakan pada Jimin tapi perihal ketidaknormalan cara berjalan dongsaengnya ini
"belum"
"aku membeli sarapan untukmu, kau bisa lihat di atas meja?" Namjoon menunjuk beberapa kotak makanan disana
Jimin mengangguk.
"segera mandi dan habiskan sarapanmu" raut wajah Namjoon tak berubah masih datar seperti pertama kali Jimin melihtnya pagi ini
"aku akan kembali rumah sakit" Namjoon beranjak dari sofa dan melangkah menuju pintu "kalau masih terasa sakit periksa ke dokter dan ajak Yoongi menemanimu, mengerti?" Namjoon mengusap lembut surai Jimin sebelum meninggalkan apartemen.
.
Namjoon menatap Yoongi yang terlihat berantakan. Mereka bertemu di depan apartemen mereka masing-masing. Namjoon tau sepertinya Yoongi ingin menemui Jimin.
"ia kesakitan, kau bujuk dia ke dokter kalau dia masih merasa sakit"
"ne?" Yoongi berusaha memastikan ucapan yang di keluarkan Namjoon
"kau kira aku tidak tahu kalian melakukannya" wajah Namjoon masih saja terlihat tak bersahabat "jalannya tidak normal dan aroma sperma menguar dari tubuhnya"
Yoongi meneguk salivanya susah payah dengan pernyataan Namjoon yang begitu jelas, sangat jelas pikirnya "ne, aku akan membawanya ke rumah sakit"
Namjoon seketika tersenyum "aku percaya padamu, kau jaga Jimin dengan baik, oke?"
Senyuman itu membuat saraf sarafnya yang menegang sedikit rileks "tentu, aku akan menjaganya"
"baiklah, aku harus kembali ke rumah sakit, untuk saat ini tahan dirimu untuk tidak menyerangnya, aku tak mau ia bertambah sakit karena dia baru pertama kali melakukannya"
.
.
.
Tbc
annyeong annyeong :D
finally 3 member lagi udah muncul di short film bts Wings, udah semua member udah ketujuh member muncul kyaaaaaa, gimme more bighit! plese! . Emang ya akting mereka kerennnnn, aku suka pas liat J-Hope makan Snickers and his smile so so so . . . , makes me melted . . . dan Rapmon aku suka tatoo nya huaaaaa, although its temporary tattoo but looks cool ;), Jin oppaaaa napa tambah ganteng, tambah manis huaaaaa dan suaranya Jin oppa selalu bikin bikin bikin ahhh you know lah, a perfect voice, background music nya keren, btw yg belum liat part Jin oppa di Wings, bisa liat di v live app
makin sayang sama mereka hahahha emang deh videonya dari menit pertama sampe akhir emang keren, suka banget sama konsepnya :D
what's up yoongiena ? thats right, konflik mulai muncul dan hubungan Yuri sama Tae bakal di jelasin di next chapter. And of course bakalan lanjut ampe last chapter, doakan aku biar gk males ngetiknya hahhaha. Dan about Wings setuju banget dh sama kamu THEIR ACTING SO COOL, dan kamu sehati dah sama aku , Thanks :D
halooo RinHyunpark1992 :D Taetae bakal jawab 'kamu harus bertahan' wkwkkwkwk, aku juga sayang jadinya sama readers disini hohoho, btw thanks udah baca, review dan support nya :D , aku bakal selalu semangat kok hahhaha
hei hei vayasyun aku bakalan lanjut tapi gak janji bakalan kookv , whatt ? , tunggu chapter-chapter selanjutnya aja ya :D and cuteee moment nya mohon di tunggu hahaha, thanks :D
heloooo kanataru , senang dh bisa bikin readers senyum senyum sendiri kaya orang gila *peace , emang cocok deh mereka pervert and polos hahaha . thanks dan tunggu next chapter ya ;D
You are right Yessi94esy, love is difficult, but you can make it simple ,not simpler, oke? Hahaha. Thanks :D
Haiii juga Hastin99 thanks udah sempetin baca semua chapternya ;) , mereka emang sengaja bikin kita gemeshhh hahhaha and Kookie emang cowo idaman lah ya. . . penurut lg, bisa nahan diri wkwkwkk, kalo mau tau Yuri ama Tae putus atau gk tunggu chapter selanjutnya ya. dan makasihhhh banyak udah di bilang keren ceritanya. . . aku terharu baca komen kamu TT . thanks :D
Halooo kharisma shima aku seneng kalo kamu seneng wkkwkwk. Kalo penasaran obrolan Tae ama Yuri cukup tunggu next chapter :D dan aku udah kasih Yoonmin moment as your request, gimana? Hahaha , aku kasi nc sekalian :0 . Thanks :D
Aku juga gk nyangka respon aku terlalu panjang bagi VkookKookV hahaha. Btw thanks too
aku setuju kalo kita punya pemikiran yang sama sihiiiiiii wkwkkwk
gakpapa komen panjang2, aku seneng bacanya ;D
wahh klo gitu kamu orang yang suka ngomong dong aku yakin di otak kamu banyak ide-ide brilian biasanya sih begitu hahhaah, dan aku rasa bagus kok apapun yang kamu pikirin langsung kamu ketik, jadi gk lupa hhahah
buat pertemuan Tae ama Yuri itu belum ending ya, tar di next chapter bakal aku jelasin lagi gimana hubungan mereka, Tae bakal mutusin atau enggak, aku bakal bikin flashback nya . wahh bener nih kamu punya ide2 yg gk disangka-sangka wkwkwk, tapi aku udah selesaiin next chapter dimana mereka ketemuan, Cuma aku harus kembangin lagi.
Semoga aja ya mereka bersatu dan saling kuat dan. . . .menguatkan? btw, I give ya a clue hahahha
Aku becanda kok tentang nyoba alur sinetron, aku udah bikin kerangka chapter awal ampe akhir untuk ff Precious ini, Cuma tinggal dikembangin ;D aku udah setting alurnya bakal gimana, jadi kalo misalnya berasa kya sinetron I'm so sorry, aku gk maksud bikin gitu, aku cuma coba nuangin fantasi2 liar yang dateng ke otak aku wkwkwk
I'm so glad that you trust me can give a good story, TT
You're welcome, and always thank to you for supporting me :D
Wowww tae2kyung , kya nya gak sabar liat Kookie nyerang, hahhaha btw belum saatnya dia nyerang, nanti ada waktu yang tepat untuk mereka hahahhah. Thanks :D
Hope you guys can enjoy and be patient to wait next chapter
Gomawo and saranghaeyo :D :D :D :D :D :D :D
Anyway, sorry but it's not too late to say this. . .
.
.
.
Happy Birthday Kim Namjoon a.k.a Rap Monster
The charismatic leader but little childishㄱㄱ
Best wishes for you :D
Love you always and BTS
.
.
.
.
.
.
.
