THE HINTS

.

Naruto (c) Masashi Kishimoto

Warning: Alternative Universe, Out of Character, miss typo(s), etc. Don't Like eh? Don't Read!

.

Chapter 11: Selesai Raimuna dan ... Daftar OSIS?


Normal PoV

"Ya, anak-anak! Ayo, cepat keluarkan barang kalian. Tendanya sudah mau diturunkan ini." Teriak Anko. Semua pada sibuk mengeluarkan barang.

"PLIS SIAPA AJA, TOLONG BANTUIN AKU! LIAT INIII... UDAH MAU JATOH WOYYY!" Ino berteriak membuat mereka semua memutar mata.

Sai mendengus. "Sini, aku bantuin sayang." Kata Sai manis plus little bit modus.

Ino memutar matanya. "Nih. Bantuin ya bantuin aja. Kagak usah pake modus segala." Ketus Ino.

Sai cemberut dan mengangkat barang Ino sebagian. "Entah mengapa aku merasa seperti tidak pacaran. Kami tidak pernah akur." Gumam Sai pelan.

"Aku dengar itu mayat! Bukannya tidak pernah akur, hanya saja tau tempat dan waktu dong!" Ino menatap Sai tajam.

Mereka menatap Ino dan Sai khawatir. "Tolong jangan berantam." Kata Hinata takut-takut.

Anko menatap mereka bingung. Setelah ngeh dia menggeleng-gelengkan kepalanya. "Dasar anak remaja." Gumamnya.

"Sudah-sudah, kalian ini. Sebaiknya cepat bawa barang kalian keluar dan taruh di alas itu. Sebentar lagi pengumuman pemenang lomba." Ucap Anko.

"Iya sensei." Jawab mereka termasuk Ino dan Sai.

Mereka semua meletakkan barang dan pergi ke tempat semua peserta sudah berbaris.

"Yaaa... adik-adik sekalian, MANA SUARANYA?!" Teriak kakak panitia.

"WAAAOOOOOOOOOO..." Macam-macam teriakan membahana terdengar.

"SALAM PRAMUKA!"

"SALAM!"

"Ya, kita umumkan siapa pemenang-pemenang lomba di Raimuna daerah tahun ini." Kata kakak panitia.

"Iya qaqa..."

Kakak panitia membuka kertas yang mungkin isinya nama regu pemenang. "Pertama lomba memasak dulu ya..."

"Yo'e kakk..."

"Juara 3 pemenang lomba memasak adalah... REGU COEG DARI PANGKALAN XXX!"

"YEEEEEE..." Regu COEG berteriak kencang.

"Ya, tepuk tangan untuk regu COEG. Pinru regu COEG dimohonkan untuk maju."

"Prok prok prok prok prok..." Semua bertepuk tangan. Ada juga yang mengejek dengan hanya bertepuk tangan dengan satu jari.

"Juara 2 pemenang lomba memasak... The HINTS DARI PANGKALAN KONOHA HIGHSCHOOL!"

Mereka menatap juri tak percaya. Bagaimana bisa produk gagal seperti makanan mereka memenangkan lomba?!

"Pinru The HINTS maju ya..." Neji maju ke depan dan menerima hadiah.

"Ya, lanjut yaahhh... Juara 1 pemenang lomba memasak adalah... REGU WORTH IT!"

"WWOOOUUUUUU..." Regu WORTH IT bersorak.

Sakura mendekatkan bibirnya ke telinga Ino, dan berbisik. "Kurasa mereka terinspirasi dari lagunya fifth harmony."

Ino mendengus. "Apakah ini saatnya?"

"Kita lanjut ke pemenang kebersihan yaaa..."

"Ya qaqa..."

"SEMANGAT DIKIT DONNGGGGG...!"

"YA QAQA!"

"Okee... juara 3 nya lomba kebersihan adalahhhhhh... REGU COMBLANG!"

.

.

.

Sekarang The HINTS dan BEWAHEM sedang berjalan menuju bus. Setelah pengumumang lomba tadi, The HINTS hanya menyabet 1 kategori. Yaitu juara 2 lomba memasak.

"Ya iyalah, gimana mau menang lomba kebersihan, kalo pembalut aja masih berserak entah dimana-mana." Kata Sai kala mereka tidak masuk 3 besar lomba kebersihan.

Anak BEWAHEM lebih dulu masuk ke bus, diikuti The HINTS dibelakangnya.

"Sensei, dijemput disekolah 'kan?" Tanya Karin.

"Iya."

Sakura yang duduk di sebelah Sasuke mencolek bahu Ino yang berada di depannya.

"Hmm..." Jawab Ino.

Sakura geleng-geleng kepala. "Enggak duduk sama Sai? Kasian tuh Hinata mau duduk sama Naruto engga bisa." Kata Sakura.

"Biarin aja." Ino tak acuh.

Sai menghampiri Ino dan mengisyaratkan Hinata untuk pindah. Hinata mengganguk.

"Hey, masih marah? Sensi banget sih. Gitu aja marah." Kata Sai.

"Nampak lo?" Hmmm... kayaknya Ino emang marah. Sampe pake lo-gue gituu...

Sai menghela nafas, melingkarkan tangannya di bahu Ino dan mengacak rambut Ino. Ino menatap Sai tajam.

"Apaan sih lo?! Sana!" Ino menepis tangan Sai kasar.

Sai tersenyum. "Jangan marah-marah, nanti cepet tua loh!"

Ino cemberut. "Bukan urusan lo!"

Sai mengambil sesuatu dari belakangnya dan memamerkannya di depan mata Ino. "Yakin masih mau marah kalau aku kasih ini?" Tanya Sai.

Pipi Ino blushing dan dengan cepat menyambar coklat di tangan Sai. Namun bukan coklat itulah yang membuat pipi Ino blushing melainkan gambar dirinya saat sedang jelajah, kalau tidak salah. Dan juga satu kelopak bunga yang ia tidak tahu bunga apa itu namanya.

"Kau ambil dari mana bunganya?" Kata Ino pelan.

Sai mengangkat bahu. "Tadi aku petik. Hehehe... di deket tenda kita kan emang ada bunga."

"CIEEE... UDAH BAIKKAN NIH?!" Sorak mereka semua. BEWAHEM menatap The HINTS aneh sekaligus terganggu.

.

.

"Woy, katanya nanti ada festival sekolah kan yak?" Tanya Naruto.

Ino mengangguk. "Iya. Katanya untuk merayakan ulang tahun sekolah."

Tadi setelah bus sampai di sekolah, mereka memutuskan untuk nongkorong di Pizza Hut dan meminta orang tua mereka tuk menjemput mereka disana saja. Jadilah mereka sekarang disini.

"Kalo aku denger-denger sih, setiap kelas harus ada stand yang menjual sesuatu gituuu..." Kata Tenten.

Sakura mengangguk. "Nanti juga akan ada lomba. Tenten, kita basket kan? Nah, nanti ada lomba tuh."

"Pokoknya banyak lomba deh." Lanjut Sakura.

"Kataya juga ada pementasan drama." Tambah Hinata.

Shikamaru mendengus. "Palingan juga anak drama yang main."

Hinata menggeleng cepat. "Engga juga. Semua boleh ikut. Bahkan katanya setiap kelas emang harus menyumbang penampilan mereka."

"Tapi itu engga wajib drama." Koreksi Temari.

"Jadi intinya, kalo drama semua boleh ikut. Dan setiap kelas wajib menyumbang penampilan mereka, tapi engga wajib drama. Misal, nyanyi gitu?" Tanya Ino yang pusing.

"Iya. Seperti itu." Temari mengangguk.

"Ahh... itu pasti merepotkan. Aku dari dulu sangat menghindari acara-acara seperti itu." Celetuk Shikamaru.

"Aku setuju." Sambung Neji.

"Nanti juga ada lomba menghias kelas."

"Dan lomba-lomba lainnya." Finish Sakura yang sudah mudeg mendengar lomba ini lomba itu.

"Shikamaru, kau pasti akan bekerja banyak!" Kata Temari. Sakura dan Ino cekikikan melihat Temari cemberut.

Shikamaru menggeleng malas. "Yang mengurus OSIS." Kata Shikamaru.

"Hah?! Yang bener? Kan belum dilantik." Kata Sai.

"Memangnya kau kira kapan festival sekolahnya?" Tanya Shikamaru malas.

"Emmm... tidak tahu." Sai menggeleng.

"Bukannya, kalau tidak salah ya, festivalnya dua bulan lagi?" Ucap Naruto.

"Hn, itu masih sempat untuk pelantikan." Sahut Sasuke yang sedari tadi diam.

"Itu berarti... sebentar lagi kita akan test OSIS ya?" Tanya Sakura.

Sasuke dan Shikamaru mengangguk.

.

.

"Dek, yang milih organisasi OSIS kemarin, turun ke ruangan OSIS ya, saat jam istirahat pertama. Kita test OSIS. Btw, yang ikut Raimuna kemarin, nanti ke kantor guru saat istirahat ke-2." Kakak OSIS berkata singkat lalu pergi. Saat ini sedang pelajaran Kurenai-sensei.

"Ya kak..." Kata anak-anak yang mendaftar OSIS kemarin.

Kurenai mengangguk. "Sebentar lagi keluar main. Nanti yang dipanggil turun. Ya sudah kita lanjutkan pelajaran lagi." Kurenai mengalihkan pandangannya ke papan tulis lagi. Namun baru saja...

[Kring... kring...]

Semua siswa-siswi tertawa geli. Kurenai menghela nafas. "Kampret. Baru juga mau ngejelasin." Gumamnya yang sedikit didengar oleh murid-murid. Dan itu membuat murid-murid menjadi tertawa lepas.

"Ya sudah. Kalian boleh istirahat. Hari apa lagi saya masuk?" Tanya Kurenai.

"Hari Selasa sensei..." Jawab beberapa murid.

"Berapa jam pelajaran?"

"Jam pelajaran ke-4 dan ke-5 sensei... berarti 2 jam."

"Nah, hari Selasa kita ujian." Putus Kurenai.

"HAHHH?! APA?! KAN BELUM DI JELASKAN ITU MATERI TERKHIR BAB INI. KOK UJIAN SIH?!" Protes beberapa murid.

Beberapa murid menggerutu. Ada juga yang teriak langsung.

Kurenai melotot tajam seperti ibu tiri. "Salahin belnya yang bunyi saat saya baru akan menjelaskan." Kata Kurenai judes.

"Dasar guru sinting." Gumam Naruto.

"Udah, kalo dalam hitunga ke 3 kalian tidak keluar untuk istirahat. Kalian enggak usah istirahat sekalian!" Seru Kurenai.

"SATU..." Kurenai mengacungkan jari telunjuknya.

"Eh iya, iya, sensei... tunggu, saya ambil minum duluuuu..."

"KYAAA..."

Semua murid mulai heboh keluar kelas untuk makan ke kantin ataupun urusan lainnya. Kurenai tersenyum puas. Dia melihat kelas yang kosong, lalu tersadar sesuatu.

"EHHH... YANG PIKET MANA?! KOK KELUAR JUGA?! YANG PIKET HOYYY YANG PIKETTT...! aduhhh..." Kurenai teriak heboh. Bahkan sampai terdengar ke kantin –mungkin.

The HINTS memutar mata. "Padahal kalau sedang berjalan, melakukan pemeriksaan, atau saat sedang mengajar, Kurenai-sensei itu, kelihatannya sangat beribawa. Tapi kok kayak gitu sih..." Ino mengelus-ngelus dadanya tabah sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

The HINTS sedang menuruni tangga menuju ruang OSIS saat 2 pasang kekasih melewati mereka. Sedikit susah memang, melihat berapa banyak The HINTS. "Ya ampun... mereka mau demo kali ya. Jalan kok sekali segerombolan gitu sih... kan jadi susah orang lewat." Bisik salah satu cewek ke cowoknya. Dan itu semua didengar The HINTS.

The HINTS pun menatap tajam 2 pasang kekasih itu.

.

.

[Tok Tok Tok]

[Kcok... Knock...]

Sakura mewakili mereka mengetuk pintu ruangan OSIS, yang konon katanya luar biasa luas.

[Sreett...]

Pintu dibuka oleh Pain-senpai selaku ketua OSIS. "Hn, masuk." Katanya dengan wajah datar.

Dan saat itu pula lah, Sakura dan Tenten berfikir. 'Apakah setiap orang yang ganteng bersifat dingin?' Batin mereka berdua

Dan tanpa terhubung, batin Ino, Hinata dan Temari berkata. 'Tidak semua orang tampan dinginkan? Buktinya my hunny bunny sweaty enggak kok.'

"E-eh... iya senpai." Jawab mereka serempak.

Mereka pun memasuki ruangan OSIS. Dan benar saja, ruangan OSIS itu sangat besar.

"Whoaaa..." Gumam Naruto kagum sedikit norak.

Beberapa kakak OSIS menoleh kearah mereka. Wajar saja. Sekali masuk 10 orang.

"Dek, cepet ambil tempat duduk ya. Pengumuman udah mau dimulai.."

"Iya kak." Rupanya mereka lah yang terakhir datang.

Kakak OSIS mulai mengumumkan. "Ehm, dek, ini sebenarnya belum masuk test OSIS ya. Ini lebih kayak mendaftar OSIS gitu. Baru nanti kami seleksi. Nah, berikutnya akan dijelaskan oleh ketOS." Kata salah satu kakak kelas.

Senpai cantik itu memberi mikrofon ke ketua OSIS. "Hn."

"Jadi nanti ini akan dibagikan kertas pendaftaran OSIS-nya. Lalu kalian isi, paling lambat dikumpul hari Kamis." Kata Pain dengan wajah stay cool.

"Itu berarti 3 hari paling lambat ya dek." Jelas kakak OSIS yang satu.

Semua mengangguk. "Lalu, disertai foto 3x4, latar belakang biru. Jumlahnya paling sedikit 3 lembar. Lambang OSIS SMA nya harus kelihatan." Lanjut Pain.

Semua mengangguk lagi. "Kalian juga harus membuat kerajinan tangan. Hasil kalian sendiri." Kalimat terakhir ditekankan oleh Pein.

Hening. Semua mengangguk lagi. "Ada yang mau ditanya?" Kata Pain dingin.

Salah satu orang mengacungkan tangan. "Hn, kamu." Tunjuk Pein.

"M-maksud dari kerajinan tangan itu s-seperti apa-apa saja ya?" Tanyanya sedikit gemetar.

Pain menatap siswa itu tajam. "Hn, menggambar, membuat origami. Terserah. Gini calon OSIS?! Kerajinan tangan saja tidak tahu. Cih!" Ketus Pain.

Kakak OSIS yang berambut ungu langsung mengambil mikrofon tadi dari tangan Pain. Dan tersenyum canggung. "Ya, ada lagi yang mau ditanyakan? Saya yang jawab kok. Enggak usah takut. Hehe..."

Hening.

"Okelah kalau tidak ada yang mau bertanya. Nah, data formulir itu udah masuk tahap seleksi ya. Soalnya seleksi pertama itu kelengkapan berkas. Uhmm... sekarang perkenalan aja yah?" Kata Konan ramah.

"Kami dulu atau kalian duluan hayo...?"

"Kakak aja..." Jawab beberapa anak yang The HINTS yakin, nyalinya tinggi.

"Okedeh, mulai dari ketua OSIS nya ya?" Kata Konan. Dia memberi mikrofon tadi ke Pain lagi. Tampak ia membisikkan 'Perkenalan'. Dan Pain mengangguk.

"Pain. Ketua OSIS." Perkenalan sangat singkat.

"Halo... Aku Konan. Hehehe... Sekretaris OSIS." Kata Konan manis.

"Hai kouhai manis..." Kisame menaik-naikkan alisnya menggoda. "Kisame Hoshigaki. Ketua seksi 1." Eww...

"Dengar ya, senpai tampan ini namanya DEI-DA-RA. Aku ketua seksi 2." Deidara mengedipkan sebelah matanya. Apakah benar mereka OSIS? Oh my god, ya kali,batin The HINTS.

Tiba-tiba muncul 2 orang dari balik sekat ruangan OSIS. Yang pertama kali tampak adalah rambut merah dan rambut hitam diikat rendah.

"Hee? Adik-adik kelasnya sudah daftar ya? Aa... souka. Kalian sudah mulai perkenalan?" Tanya si rambut merah tenang. Sakura pertamanya tidak tertarik dengan siapapun itu yang datang. Begitu pula The HINTS lainnya. Namun, sepertinya Sakura mengenali suara itu.

Perlahan Sakura menoleh, dan...

Mata Sakura terbelalak dan refleks ia berteriak. "Sasori-nii!" Dengan cepat ia menutup mulutnya memakai tangan. Semua menoleh kearah Sakura.

Sasori mengangkat sebelah alisnya dan bersiul. "Wow, imouto imutku mendaftar OSIS heh?" Wajah Sakura berubah cemberut. Sakura memang pernah mendengar kalau Sasori mengikuti OSIS. Tapi ia tak percaya itu. Yang benar saja?! Helaww... selama ini, dia berfikir anak yang bergabung OSIS itu adalah anak nerd yang little bit aktif plus jenius. Memang sih, Sasori itu pintar. Sangat malah. Tapi ia itu termasuk anak berandal! Sampai-sampai orangtuanya pernah berfikir untuk Sasori home schooling. Ckckckc...

"Sasori, Baka otouto-ku juga mendaftar OSIS." Itachi menyenggol lengan Sasori. Kepala Sasori melongok kesana kemari mencari kepala pantat ayam Sasuke. Dan terlihatlah Sasuke yang sedang memandangi Sakura.

Sasori menghampiri Sasuke dan mendorong kepala Sasuke hingga kepala Sasuke tertunduk. Sasuke menatap tidak suka kepada orang yang mendorong kepalanya itu. Namun saat yang dilihatnya adalah wajah imut Sasori, dia langsung tersenyum canggung dan menggaruk pelipisnya yang tidak gatal.

Bayangin aja vroh, calon kakak ipar. 'Shit, this awkward moment, akhirnya datang juga!' Batin Sasuke.

Sakura yang melihat tingkah Sasuke, blushing tiba-tiba. Ada dua alasan; Yang pertama, senyum canggung Sasuke yang aww... Kedua, salting-salting gimana gitu, ngeliat sang abang tercinta akan berinteraksi dengan pacar tercinta.

"Kenapa kau terus menatap imouto-ku hah?!" Bentak Sasori.

"Err... a-aku tidak menatapnya." Kata Sasuke terbata. Ternyata dia gopla mandangin wajah manis Sakura. Wkwkwk...

Itachi menghampiri Sasori dan menepuk bahunya. "Kau mengidap brother complex. Bahkan calon adik iparmu saja tidak boleh menatap adikmu."

Sasori menatap Itachi bingung. Itachi menyeringai penuh makna. Sedetik kemudian mata Sasori terbelalak. "Jangan bilang... ADIKMU PACAR ADIKKU?!"

Itachi mengangguk dan memeluk Sasori haru. Sasori masih melongo sambil menatap kearah Sasuke dan Sakura yang sedikit nyengir.

"Aku tidak tahu harus senang atau tidak. Tapi aku cukup senang aku dan Itachi iparan," gumam Sasori pelan. "Ah ya, perkenalkan, aku Sasori, si tampan yang menjabat sebagai bendahara. Well, aku tadinya juga tak mau mendapat jabatan perempuan seperti ini. Huh." Di saat seperti ini, Sasori masih bisa tidak lupa untuk memperkenalkan dirinya. Maksud tebar pesona jugaaa.

"Dan aku Itachi, wakil ketua OSIS," ujar Itachi.

"ISIS iya..." Sasuke meledek Sang Kakak.


.

To be Continued

.


Author's Note:

Haloo ^^ ini versi yang udah diedit ya. Tenang kok, gak saya edit banyak-banyak, Cuma sekitaran typo dan kalimat janggal aja (dan itu pun tidak semua). Tanda baca gak saya ubah. Karena bagaimana pun ini fanfik pertama saya. Buat kenangan, kalo dulu tulisan saya itu amburadul begini xD (walaupun sekarang juga masih amburadul)