Disclaimer : Naruto bukan milik saya

Don't like don't read

Tidak suka, jangan baca

Warning : Bahasa tidak baku, EYD tidak sempurna, karakter OOC

.

.

CHAPTER 11

.

Hinata mematikan TV didepannya dengan perasaan jengkel. Setiap kali ia memindah channel, wajah Sakura Haruno selalu muncul membintangi iklan di layar TV. Hinata tahu Sakura kini sedang bekerja sama dengan Uchiha group untuk menjadi bintang ambassador brand kosmetik yang baru diluncurkan. Kini itu menjadi sukses besar, kecantikan Sakura berhasil merebut perhatian banyak orang. Warna rambutnya yang tidak biasa menjadikannya 'unik dan eksotis'. Pamor Sakura langsung melejit, banyak fans yang mengidolakannya dan memberinya julukan Miss Cherry Blossom. Tampaknya rambut berwarna pink menjadi trend akhir-akhir ini. Eww… sampai kapanpun Hinata tidak sudi mengecat rambutnya dengan warna pink.

Karena kesuksesan iklan yang dibintanginya, Sakura menjadi sibuk dan tidak lagi datang ke rumah ini. Si Cherry Blossom kini sedang sibuk menjadi model karena banyaknya tawaran yang muncul untuknya. Kini Hinata selalu menjumpai wajah Sakura dimanapun ia pergi. Ia bisa melihat wajah si pink itu di iklan TV yang ia tonton, papan reklame di jalan, produk-produk kosmetik yang dilaluinya saat berbelanja, poster-poster iklan, hingga sampai iklan Pop-up yang muncul di ponselnya!

Hubungan Hinata dengan Sasuke juga tidak berubah membaik. Si brengsek itu masih bersikap acuh dan dingin padanya. Namun akhir-akhir ini si brengsek itu sangat sibuk, ia jarang bertemu dengannya. Nah, terserah. Itu malah membuatnya bebas.

Di novel, setelah bercerai dengan Hinata, Sasuke lalu memperkenalkan hubungannya dengan Sakura ke publik. Tentu saja publik menyambut hangat hubungan mereka dan langsung mengidolakannya. Seorang model cantik jelita dan pengusaha tampan yang sukses, itu adalah perpaduan sempurna! Sasuke berhasil menutup rapat kegagalan pernikahannya dulu sehingga tidak ada yang mengenal nama Hinata Hyuuga, mantan istrinya.

Namun kali ini berbeda, Sasuke belum bercerai. Jika publik sampai tahu perselingkuhannya dengan Sakura maka nama baik mereka berdua akan tercoreng.

Saat ini ia memiliki misi penting 'membuat Sasuke mencintainya'. Hinata harus mulai menyusun strategi untuk membuat misinya ini berjalan cepat.

Dan darimana ia memulai mengumpulkan informasi untuk membuat strategi?

Jawabannya adalah internet. Dia adalah guru yang penuh ilmu dan kebijaksanaan.

Apa yang bisa dilakukan untuk membuat pria menyukaimu?

Membuatnya cemburu?

Dari internet, ia telah membaca berbagai kasus tentang menggunakan 'strategi kecemburuan' dalam menggaet pasangan. Tingkat keberhasilannya hanya 50%.

Api kecemburuan adalah sesuatu yang berbahaya jika tidak ditangani oleh ahlinya. Dari hasil penelitiannya, seandainya berhasil maka api itu akan membakar si target dan membuat si target ingin memilikimu. Tada! Sukses! Namun jika gagal, api itu akan membakarmu dan orang lain yang kau jadikan umpan. Itu bisa membuat orang lain menjadi terluka karena sakit hati ketika mengetahui kau menggunakannya sebagai umpan untuk membuat pria lain cemburu. Belum lagi masih ada kemungkinan si target yang yang gagal kau dapatkan karena tidak merasa cemburu.

Hinata kembali teringat pada sosok Gaara.

Ia tidak ingin menjalin kedekatan dengan Gaara untuk membuat Sasuke cemburu dan mulai memperhatikan Hinata.

Hinata telah mengatakan dengan tegas pada Gaara jika ia tidak akan menyambut uluran tangannya. Ia tidak ingin membuat pria berambut merah itu menggantungkan harapannya dan terluka. Hinata tidak sudi menginjak-injak perasaan Gaara yang masih mencintainya demi memancing kecemburuan Sasuke.

Hinata tidak serendah itu. Gaara adalah orang yang baik.

Mempermainkan perasaan orang lain yang tulus mencintaimu adalah sesuatu yang kejam. Ia tidak akan berlari pada Gaara, ia bisa mengatasi ini sendiri.

Strategi lain yang bisa dilakukan adalah mengumbar rayuan.

Hinata telah mengumpulkan berbagai tips mengenai hal ini. Intinya adalah jangan mengumbar kata-kata rayuan murahan, pilihlah kata-kata yang tulus dan sejujur mungkin. Kemudian jangan hanya mengandalkan rayuan fisik semata, rayulah hatinya terlebih dulu. Kontak mata dan sentuhan fisik juga sangat penting. Selain itu jangan terlalu terlihat putus asa dan memaksa.

Ugh… mengapa ini sangat sulit?!

Untuk menghilangkan kejenuhannya, Hinata menyalakan TV.

Tangannya yang tengah memegang remot membeku saat sosok Sakura Haruno tersenyum manis ke arah kamera. Di sampingnya duduk seorang pembawa acara yang tengah mengajukan berbagai pertanyaan padanya.

Hinata menurunkan tangannya, ia ingin melihat apa yang dikatakan si pink ini.

"Haruno-san, berkat kesuksesan anda dalam bidang modelling kini anda telah dijadikan icon kecantikan yang menjadi panutan banyak fans diluar sana. Bagaimana tanggapan anda mengenai hal ini?" Tanya pembawa acara itu.

Sakura tertawa lembut. "Sejujurnya saya masih tidak percaya dengan antusiasme yang ditujukan pada saya. Banyak sosok yang jauh lebih cantik dan mengagumkan diluar sana. Jika dibandingkan dengan mereka saya bukanlah apa-apa. Namun saya juga sangat berterima kasih pada semua orang yang telah memberikan dukungan pada saya dan menerima sosok saya yang masih banyak kekurangan ini. Saya merasa sangat terharu dan tersanjung."

"Warna rambut anda yang unik dan menarik membuat para fans memberi anda julukan sebagai 'Miss Cherry Blossom'. Banyak orang yang bertanya-tanya tentang warna rambut anda, apakah itu asli ataukah memang sengaja diwarnai seperti itu?"

"Saya berani bersumpah jika warna rambut saya ini asli, bukan rekayasa. Jika masih ada yang meragukannya silahkan bertanya pada teman-teman saya semasa sekolah dulu, mereka bisa membuktikan hal ini."

"Kemudian mengenai masalah asmara, banyak orang yang bertanya-tanya apakah Haruno-san sedang menjalin hubungan kasih saat ini atau memiliki seseorang yang spesial?"

Sakura tampak berpikir sejenak. "Sebenarnya iya, saya memiliki seseorang yang spesial di hati saya saat ini."

Pembawa acara itu tampak berseri-seri dengan informasi yang baru saja ia dengar. "Apakah Haruno-san mau membagi sedikit kisah anda pada kami?"

Sakura terlihat tersipu malu. "Mungkin belum saatnya."

"Apakah ada niat untuk membawa hubungan ini ke jenjang yang lebih serius seperti pernikahan?"

"Tentu saja, kami berdua saling mencintai. Itu adalah sesuatu yang telah kami pertimbangkan sejak dulu."

Hinata mematung.

Telah kami pertimbangkan…

Sasuke, pada akhirnya kau telah menetapkan pilihanmu pada Sakura huh…

Hinata merasa bodoh. Ternyata semua sikap baik yang ia tujukan pada Sasuke selama ini hanyalah sia-sia saja.

Menyedihkan…

Seseorang seperti Sasuke tidak mungkin bisa mencintainya.

.

.

Hinata langsung bergegas pergi ke rumah sakit setelah mendengar kabar dari Neji jika Hiashi dilarikan ke rumah sakit.

Ketika sampai, ia bertemu dengan Neji di lorong rumah sakit.

"Bagaimana kondisi Otou-san?" Tanya Hinata dengan cemas.

Neji menghela nafas. "Hanya kelelahan akut. Paman akhir-akhir ini sangat lelah namun selalu keras kepala jika disarankan beristirahat. Paman juga kurang tidur dan jarang makan."

"Apakah kondisi perusahaan Hyuuga masih belum stabil?"

Neji hanya bungkam.

"Kumohon Nii-san, jangan menyembunyikan hal-hal sepenting ini dariku. Aku juga bagian dari keluarga Hyuuga, aku juga berhak tahu apa yang tengah terjadi."

"Temuilah paman, setelah itu kita akan bicara."

.

.

Hinata memandangi Hiashi yang terbaring lemah di rumah sakit.

"Otou-san.." Panggil Hinata perlahan.

Hiashi membuka matanya dan menoleh ke arah Hinata yang kini berada di sampingnya.

"Hanya kelelahan biasa. Tidak ada yang perlu kau cemaskan." Kata Hiashi dengan suara lemah.

Hinata lalu memandangi infus yang menancap di tangan Hiashi. Hatinya terasa pedih. "Tapi aku memang cemas."

Hiashi lalu melirik tangan Hinata yang tidak mengenakan cincin. Secara refleks Hinata langsung menyembunyikannya.

"Pasti hidupmu tidak bahagia… mana mungkin seorang wanita yang bahagia dalam pernikahannya mengajukan perceraian. Apakah kau membenci Otou-sanmu ini?"

Hinata tertegun. Ia sama sekali tidak menyangka Hiashi akan bertanya seperti ini padanya. "Apa yang Otou-san bicarakan? Mana mungkin aku membenci Otou-san?"

"Aku tidak pernah ada saat kau membutuhkan bantuan. Jika kau membenci Otou-san maka tidak apa-apa. Maaf membuatmu terjebak dalam pernikahan yang tidak membuatmu bahagia, putriku."

Air mata Hinata langsung mengalir, respon alami dari tubuh ini. "Otou-san… a-aku… aku…" Ia tidak mampu berkata apapun lagi.

Hiashi tersenyum. "Kau adalah putriku, aku akan selalu menginginkan yang terbaik untukmu. Maaf telah membuatmu menderita, aku adalah ayah yang gagal."

Hinata menggeleng. "I-itu tidak benar!"

"Seharusnya dari awal aku menolak pernikahan ini. Aku hanya ingin putriku memiliki suami terbaik. Namun siapa sangka…" Hiashi menghela nafas. "Aku menyangka pernikahan kalian baik-baik saja. Kau tidak pernah mengeluh padaku. Bahkan dulu kau juga bercerita padaku mengenai besarnya rasa cintamu kepada suamimu."

Hinata masih terisak-isak.

Ternyata selama ini Hiashi tidak pernah tahu bagaimana sifat menantunya itu karena Hinata Hyuuga selalu menutup-nutupi sifat Sasuke.

"Jika kau memang masih ingin berpisah maka Otou-san akan mendukungmu."

"Otou-san…"

"Kau tidak harus melanjutkan pernikahan yang hanya akan membuatmu menderita. Apapun yang ingin kau lakukan, Otou-san akan mendukungmu. Kebahagiaanmu adalah hal yang terpenting, putriku." Kata Hiashi sambil tersenyum lembut.

Seperti inikah rasanya memiliki keluarga yang mencintaimu?

Hatinya diliputi berbagai perasaan yang tidak mampu ia ungkapkan.

.

.

Satu jam kemudian Neji dan Hinata duduk di salah satu bangku yang ada di taman rumah sakit. Melihat mata Hinata yang merah dan sembab, Neji tidak berkomentar apapun.

"Apakah perusahaan Hyuuga semakin memburuk?" Tanya Hinata. "Kumohon katakan yang sejujurnya Nii-san."

"Semuanya diluar perkiraan, Hinata. Kini semuanya semakin memburuk. Aku tidak tahu apakah perusahaan bisa dikendalikan oleh paman lagi."

Hinata terkejut. Ia tidak menyangka semua akan berubah menjadi separah ini. "Apa yang terjadi?"

Ekspresi Neji terlihat gelap. "Namikaze group memanfaatkan krisis yang terjadi di perusahaan Hyuuga untuk membeli saham kita secara besar-besaran. Pada dasarnya kini Namikaze menjadi pemilik terbesar perusahaan Hyuuga, semua keputusan penting berada di tangan mereka. Akhir-akhir ini terjadi pergantian dewan direksi, kini sebagian besar jajaran direksi itu menuntut paman untuk mundur dari Hyuuga."

Hinata memiliki firasat buruk. "Seandainya saja Otou-san memang mundur, siapa yang akan menggantikannya untuk memimpin Hyuuga?"

"Naruto Namikaze."

Jantung Hinata seakan berhenti berdetak.

"Dia?"

Neji tersenyum penuh kepahitan. "Meskipun masih muda aku tahu Naruto Namikaze memiliki ambisi untuk mengambil alih perusahaan Hyuuga dan menjadikannya bagian dari Namikaze group."

Hinata menundukkan kepalanya. Naruto benar-benar licik!

"Bagaimana jika aku meminta bantuan pada Uchiha-"

"Tidak." Potong Neji dengan tegas sebelum Hinata sempat menyelesaikan perkataannya. "Kita tidak akan mengemis pada Uchiha."

"Tapi…"

"Ini adalah keputusan yang telah diambil oleh paman dan aku. Seandainya saja Uchiha memang memiliki niat untuk membantu, pasti ia akan melakukannya sejak dulu."

Sasuke hanya diam saja melihat kesulitan yang dihadapi Hyuuga.

"Nii-san…"

"Dia telah mempermalukan paman, Hinata." Kata Neji dengan geram. "Paman berusaha meminta bantuan padanya namun Uchiha itu menolaknya mentah-mentah. Paman tidak pernah menyangka jika menantunya bisa bersikap seperti itu. Memikirkanmu yang terjebak dalam pernikahan bersama pria seperti itu membuat hatinya hancur."

Hinata berusaha meredakan amarah di hatinya.

"Lalu bagaimana dengan Hyuuga? Hanabi?"

Neji mengelus kepala Hinata. "Pasti akan ada jalan, Hinata. Jangan mencemaskan hal ini. Hanabi juga sudah mulai belajar menerima semua ini."

Hinata mengepalkan tangannya. "Jika tidak ada jalan?"

"Maka kita harus menerima takdir ini. Yang terpenting kita telah berusaha semaksimal mungkin."

.

.

Hinata membuka matanya.

Ah… ia kembali ke tempat ini lagi.

"Hinata Hyuuga! Dimana kau?!" Teriak Hinata sambil berusaha mencari-cari sosok Hinata yang asli.

Ia mulai berjalan maju. Langkah kakinya meninggalkan riak air. Ribuan titik cahaya menghiasi tempat gelap ini, seperti bintang di langit malam.

"Hinata Hyuuga!" Teriaknya lagi.

Setelah beberapa menit berjalan, tubuhnya membentur dinding kaca. Ia tidak bisa pergi lebih jauh lagi.

Kini ia memukul-mukul dinding itu sambil meneriakkan nama Hinata Hyuuga.

Tak lama kemudian sosok Hinata Hyuuga yang asli muncul, wajahnya menyiratkan kesedihan. "Aku tidak mampu melakukan apapun untuk melindungi keluargaku." Bisiknya perlahan.

"Aku tidak bisa mengabulkan permohonanmu, Hinata Hyuuga. Buang saja rasa cintamu itu jauh-jauh."

"Tapi itu adalah keinginan terbesarku…"

"Apa kau masih berharap agar pria brengsek itu mencintaimu?"

"Ya."

Ia tidak percaya dengan hal yang baru saja ia dengar ini. "Apakah kau bodoh?! Tidakkah kau melihat apa yang ia lakukan padamu! Pada keluarga Hyuuga! Sadarlah! Apakah Sasuke Uchiha lebih penting daripada keluargamu sendiri?! Kau telah menyia-nyiakan hidupmu demi pria itu, mengapa kau tidak menyerah saja?!"

"Aku benar-benar masih mencintainya." Kata Hinata Hyuuga yang asli sambil menangis.

.

.

Hinata terkesiap dan langsung bangkit dari tidurnya.

Suara tangisan Hinata Hyuuga masih bergema di pikirannya.

Ugh, dasar Hinata Hyuuga bodoh. Cinta telah merontokkan kecerdasannya.

Hinata kembali berbaring. Rambut hitamnya tergerai bebas di atas bantal.

Dia tidak akan mengabulkan permintaan Hinata Hyuuga yang asli. Ia tidak sudi jika harus bersikap baik pada Sasuke lebih lama lagi.

Kesabarannya kini sudah habis.

Memangnya kenapa jika ia tidak bisa kembali ke dunia aslinya? Toh, tidak ada seorangpun yang menunggunya disana. Ia adalah seorang yatim piatu, ia hanya memiliki segelintir teman dan sebuah pekerjaan biasa. Tidak ada yang istimewa.

Hinata mencengkeram selimutnya dengan erat. Bukankah ia adalah tokoh antagonis dalam cerita ini? Kalau begitu mulai saat ini ia akan berubah menjadi si tokoh antagonis sepenuhnya. Ia akan menunjukkan pada para protagonis itu seberapa besar kebenciannya pada mereka. Ia tidak akan membiarkan mereka bahagia.

Heh Naruto, kau berusaha menghancurkan Hyuuga. Oleh karena itu aku akan menghancurkan Sakura-mu tersayang. Bukankah saat ini nona Haruno dipuja banyak fansnya, bagaimana jika aku membongkar kebusukan nona Haruno dan menghancurkan karirnya? Kita lihat saja apakah publik akan tetap menyukai wanita perusak rumah tangga orang lain…

Sakura dan Sasuke… selama aku masih ada disini jangan harap hubungan kalian bisa berjalan lancar. Apapun yang terjadi aku akan memisahkan kalian. Memangnya kenapa jika kalian berdua saling mencintai? Hubungan 'cinta' kalian adalah sesuatu yang kotor dan menjijikkan.

Ia tidak akan menggunakan cara-cara licik murahan seperti yang dilakukan Hinata Hyuuga dulu. Ia memiliki ide yang lebih bagus lagi.

Naruto, Sakura, dan Sasuke telah mengirimnya ke neraka.

Maka ia akan menyeret mereka bertiga untuk terbakar bersamanya.

.

.

Please review.