Asari Family
—drabbles collection—
[ chapter 11 : wanna be a star? ]
.
.
Katekyo Hitman Reborn! © Amano Akira
This fic and Gokudera Hayato © Kazue Ichimaru
( Mau dogeza pun Amano-sensei gabakal ngasih Goku ke saya, sih :" )
.
Rate T for colorful language
Warning for the MPREG, AU, chibi!8059, OOC, sho-ai, typos, jayus, etc!
U02? Definitely. 8059? It depend on readers thought. Kufufufu
Asari-sama refer to G. and Ugetsu refer to Ugetsu it self
.
Nama agensi yang disebutkan hanya hasil rekayasa ngasal. Jika ada kemiripan itu hanya kebetulan semata.
.
.
Enjoy!
Hari ini adalah Minggu pagi yang amat cerah, cocok sekali dijadikan hari untuk bersantai bersama keluarga.
Seharusnya, ada Takeshi dan Hayato sedang asyik menonton acara kartun pagi mereka. Seharusnya, ada G mengawasi mereka yang suka jumpalitan karena menonton tokoh hero di kartun itu. Seharusnya, ada Ugetsu yang sedang bermain suling dengan tenang di ruangan khususnya.
Tapi sayang, itu semua hanya 'seharusnya'…
"Sudah berapa kali kukatakan agar kalian berhenti mengejar anak-anakku?!" Suara G menggelegar penuh amarah di ruang tamu. Membuat semua yang ada di ruangan itu —termasuk Ugetsu— jadi merinding melihatnya.
"Maa maa, G, tenang…"
"Mana mau aku tenang kalau mereka terus berdatangan, Ugetsu?!" bentak G sambil menuding tiga orang pria berpakaian necis yang diketahui sebagai agen pencari bakat di hadapan mereka. Rupanya mereka tertarik menjadikan duo Asari itu artis semenjak melihat foto yang Ugetsu upload ke sosial medianya. ( Based on chapter 09 : selfie )
Baiklah, sebut saja mereka semua Si A, B, dan C berhubung yang menulis cerita malas memikirkan nama.
Si A lalu menyodorkan proposal yang ia bawa ke hadapan G. "Asari-sama, saya mohon, pertimbangkan lagi keputusan Anda. Anak Anda akan membintangi iklan brand terkenal di seantero Jepang! Apa Anda mau menolak kesempatan yang tak datang dua kali ini?"
G mendecih. Duduk menyenderkan badannya ke kursi sambil mengambil proposal itu dari tangan Si A. Ia membaca kertas proposal itu satu persatu diikuti Ugetsu. Tak lama, G menghempaskan proposal itu ke meja sambil mendesah kesal.
"Honor yang kau tawarkan bahkan jauh lebih kecil dibanding gajiku sebulan. Ditolak!"
"Ha-…hahaha." Ugetsu tertawa canggung.
Lalu Si A pun hanya sanggup pundung menggigit jari jempolnya di pojokan.
"Kalau begitu, Asari-sama, bagaimana dengan tawaran saya? Dijamin Anda pasti akan menerimanya. Terlebih, agensi kami sudah lama sekali bekerja sama dengan Ugetsu-sama," ucap Si B, menyodorkan proposal lagi.
G mengambil proposal yang Si B berikan, lalu membacanya seksama. "Tunggu, kau membuat Takeshi untuk ikut ambil peran di film yang akan Ugetsu mainkan?" tanya pria magenta itu dengan sebelah alis ditaikkan.
"Iya. Menarik bukan? Dan anak yang berambut raven itu akan berperan menjadi anaknya Ugetsu-sama. Kudengar dia juga dilatih bermain kendo, kan?" ucap Si B dengan nada percaya diri. "Bagaimana menurut Anda, Ugetsu-sama?"
"Ehm, menurutku sih tak apa-apa—" Dan Ugetsu pun terkena deathglare gratis dari iris magenta, "—uhm, tidak jadi. Sepertinya aku ikut-ikutan G aja, deh. Hahaha."
Dengan ini kita tahu bahwa Ugetsu terkena syndrome STU; alias singkatan dari Seme-seme Takut Uke.
G kembali mencampakkan proposal itu ke meja. "Ditolak!"
"HEEE? Kenapa Asari-sama?! Apa honornya kurang banyak?"
G mendecak kesal, "aku bukan mata duitan! Yang tadi itu cuma alasan buat nolak doang!" Lalu Si A pun merasa jantungnya tertusuk semakin dalam. "Aku tidak mau Takeshi jadi seperti ayahnya yang alay gara-gara kebanyakan bergaul sama artis lain! Makanya kutolak!"
Sekarang gantian Ugetsu yang merasa jantungnya tertusuk. Si B pun menyusul Si A pundung di pojokan.
"Ara~ G-chan, Ugetsu-chan, aku yakin kali ini kalian tidak akan menolak tawaran saya, hehehe." Si C berucap sembari menyodorkan proposal ke mereka berdua.
Ugetsu dan G langsung bergeming seketika. Masalahnya, si C ini dari luar nampak terlihat sangar, tetapi begitu berbicara… err, kok seperti banci taman lawang, ya? Apalagi dia memanggil pakai embel-embel '-chan' segala. Hello, luarnya macan tapi kok dalamnya Hello Kitty, sih?
G langsung menatap Ugetsu dengan tatapan ambil-cepetan-aku-najis-amat-ngambilnya. Ugetsu hanya sanggup menelan ludah, lalu mengambil proposal itu dari tangan Si C.
Tapi tak ada niatan lebih jauh lagi bagi Ugetsu dan G untuk membaca isinya begitu melihat cover dari proposal tersebut.
'BLINK BLINK STAR AGENCY'
'Agensinya muda-mudi yang pingin ngeksis'
—Dan jangan lupakan juga editan-editan foto plus bunga-bunga bertebaran secara nista sebagai background.
G langsung ingin headbang ke meja begitu melihat cover yang so-ewh-nggak-banget itu sementara Ugetsu hanya sanggup tertawa kaku.
"Jadi, bagaimana? Si cutie little girl itu cocok sekali lho kalau mau dijadikan idol masa kini~"
—What? Cutie little girl?!
"Maaf, tapi kami tidak punya anak perempuan…" ucap Ugetsu dan G berbarengan dengan raut bingung.
"Hee? Tapi silver cutie itu unyu sekali, lho. Dia perempuan, kan?"
Silver cutie… oh, Hayato maksudnya. Tunggu, JADI SI C INI MENYANGKA KALAU HAYATO ANAK PEREMPUAN?!
G langsung benar-benar headbang ke meja. Ugetsu ingin ikut headbang ke meja juga tetapi ia lebih memilih jaga image di hadapan orang-orang ini.
"Maaf, C-san. Tapi anak yang Anda maksud ini laki-laki. Bukan pe-rem-pu-an," ucap Ugetsu dengan penekanan di kata 'perempuan', jangan lupakan juga senyum devil mode yang tersungging di bibir. Merasa tersinggung anaknya yang ganteng (walaupun Hayato memang terlalu manis) disangka perempuan.
"Ah? Benarkah? Sayang sekali, padahal awalnya saya ingin menjadikan dia member girlband kalau sudah besar."
"GI-GIRLBAND?!" Ugetsu dan G langsung memasang wajah shock.
"Iya~ pasti dia cantik banget kalau sudah besar. Ah, sayangnya, dia laki-laki, ya." Si C nampak termenung sejenak, sepertinya ia tidak melihat senyum devil Ugetsu. "Oh, kalau dia saya masukin jadi boyband saja bagaimana? Setuju, kan?"
"THE HELL I WOULD ACCEPT IT!" G yang batas kesabarannya sudah habis nyaris ingin membalikkan meja, tapi untung ada Ugetsu sehingga perbuatannya masih bisa dicegah. "Nggak! Hayato nggak boleh jadi member boyband maupun girlband manapun! Pokoknya mereka nggak boleh jadi artis! Nggak boleh!"
"Tapi, kesempatan ini—"
"NGGAK MAU TAHU KALIAN SEMUA KELUAAAAR!"
"HIIIIEEEE!" Melihat keganasan G yang semakin menjadi-jadi, ketiga pria itu pun terketir-ketir kabur menyelamatkan diri.
Mungkin sehabis ini tidak akan ada lagi agen pencari bakat yang berani datang ke kediaman keluarga Asari.
.
.
.
"HATSYII!" Takeshi dan Hayato yang sedang bermain robot-robotan di rumah Tsuna tiba-tiba saja bersin tanpa alasan yang jelas.
"Kalian kenapa? Pilek?" tanya Tsuna khawatir.
"Nggak, kok," jawab mereka serempak. Lalu saling bertatapan, mengedikkan bahu bingung, dan melanjutkan bermain robot-robotan lagi.
.
.
.
end of chapter 11
A/N : AAAA MAAF UPDATE-NYA LAMAAA. I'M SO GOMEEEEEEN. /dogezaaa/
Recently, saya sedang tenggelam dalam dunia artist dan dunia panitia MPLS, zzz. Apalagi sekarang bulan Ramadhan, jadi saya harus mengurangi porsi shonen-ai saya, hiks. Saya nggak tahu chapter ini memuaskan atau nggak, tapi saya sudah berusaha(?) Ya semoga memuaskan deh :"
Dan untuk Aoki-san, fic ini akan tetap dilanjutkan walaupun frekuensi update nya jadi tidak secepat dulu, hiks. Saya tidak mematok ini akan selesai di chapter berapa /plok/ Makanya kalau ada yang mau request prompt, silahkan bersuara di kotak review(?) ;)
So, readers…
Mind to RnR?
