Chanbaek Fanfiction

.

.

Author : lladyluck - macchalatte

Wattpad : lladyluck

Category : Boys Love

Rate : T-M

Bahasa Indonesia

.

.

Note : cerita ini sudah tamat di wattpad

SEQUEL 2

•Kencan

Hari minggu adalah hari libur. Beberapa hari yang lalu, Baekhyun sempat merengek minta di ajak kencan oleh Chanyeol karena mendengar gosip kalau menjadi sepasang kekasih namun belum pernah berkencan itu tidak keren.

Sebenarnya, bagi Chanyeol setiap hari bersama Baekhyun adalah kencan, namun namja mungil itu sama sekali tak pernah menyadarinya. Sekarang, hari ini berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Karena Baekhyun yang ingin sekali berkencan, jadi Chanyeol hanya membawa namja mungil itu ke tempat biasa orang berkencan seperti bioskop atau mall.

Sekarang, tepat pukul 10.00 pagi di kediaman Byun. Chanyeol sudah rapi mengenakan pakaian terbaiknya dan kini menekan bell rumah kekasihnya. Nyonya Byun menyambutnya hangat dan mempersilahkan Chanyeol masuk ke dalam rumah.

"Aku tak tahu hari ini kalian ada kencan, aigoo kau semakin tampan saja." Nyonya Byun terkekeh membuat Chanyeol malu. Mereka berjalan ke arah kamar Baekhyun yang pintunya banyak sekali tempelan bergambar kue dan pernak pernik berwarna merah, ungu, dan pink.

Walaupun Chanyeol sudah sering datang ke kamar Baekhyun, tak dipungkiri setiap datang ke kamar kekasihnya ia akan speechless. Begitu penuh akan boneka dan pernak pernik berkilauan. "Apa Baekhyun sudah bersiap-siap?" Tanya Chanyeol kini sudah berdiri di depan pintu kamar Baekhyun.

Nyonya Byun terkekeh pelan membuat Chanyeol bingung..

"Eomma... dimana farfum strawberry yang kubeli beberapa hari lalu? Akh, dimana aku menaruh lipbalm cherry ku?!" Suara panik dari dalam kamar Baekhyun cukup membuat Chanyeol mendengarnya dari luar kamar.

Namja jangkung itu tertawa pelan mendengarnya. Nyonya Byun mengeluarkan jempolnya untuk memberi semangat kepada Chanyeol kemudian meninggalkan calon menantunya di depan kamar Baekhyun.

Chanyeol mengambil nafas kemudian perlahan membuka pintu kamar Baekhyun hati-hati. Pandangan pertama yang ia lihat adalah banyak sekali pakaian berserakan di lantai. Baekhyun menyadari kedatangan Chanyeol kini menatap kekasihnya terkejut dengan wajah memerah menahan malu.

"Ke-kenapa Channie disini?!" Wajah Baekhyun memerah lucu, sementara Chanyeol kini berjalan mendekat ke arahnya

"Baekki lama sekali, apa sudah cukup dandannya hm?" Chanyeol mendekatkan wajahnya ke arah wajah Baekhyun. Namja mungil itu kini memalingkan wajahnya malu. "A-aku ingin tampil sebaik mungkin di depanmu.."

"Kau selalu tampil terbaik di mataku Baekki-ah,"

"Ta-tapi aku belum pakai farfum," Chanyeol tersenyum kemudian memeluk tubuh kekasihnya lembut. "Farfumku sekarang sudah menempel padamu. Apa sudah harum?"

Baekhyun mengangguk malu-malu dan Chanyeol langsung melepas pelukannya. Mata mereka bertatap lagu dan Baekhyun kini merucutkan bibirnya lucu ke arah Chanyeol.

"Aku juga belum pakai lipbalm," ucapnya merucutkan bibirnya.

Chanyeol terkekeh kemudian mengangkat tengkuk lelaki mungil itu dan melumat bibir itu hingga memerah. Selesai melakukan dua hal itu, sekarang Baekhyun hanya bisa tersenyum manis ke arah Chanyeol. Yaampun, sungguh dia terlihat begitu menggemaskan sekarang.

"Kupikir sebaiknya kita kencan di hotel saja," gumam Chanyeol sehingga Baekhyun kini menyenggol bahunya.

"Aku mau kencan di kedai ice cream!"

•?•

Dua namja yang kini duduk di pojok kedai ice cream, kini mejanya penuh dengan parfait, pancake, dan ice cream. Chanyeol tak tahu harus memesan apa di tempat seperti ini, dan sekarang ia hanya memesan ice cream dengan ukuran small sedangkan Baekhyun memesan ice cream, parfait, dan pancake dengan ukuran jumbo.

"Baekki bisa sakit gigi, berhentilah.." Baekhyun menatap Chanyeol sinis karena diminta berhenti. Baekhyun kini sudah menghabiskan pancake dan ice creamnya, sekarang tersisa hanya parfait ukuran jumbo. Chanyeol menghela nafas. Di majalah yang ia baca semalam, seharusnya kencan tidak seperti ini. Ia sempat memikirkan akan menonton film horror bersama Baekhyun di bioskop. Tapi, sepertinya namja mungil itu hanya ingin kencan di kedai ice cream.

"Channie, aku ingin tambah kue red velvet, macaron, dan tart!" Pinta namja mungil itu setelah menghabiskan parfaitnya. Chanyeol memandang kekasihnya kemudian menggeleng tidak setuju.

Memikirkan Baekhyun akan sakit gigi bahkan bisa membuatnya prihatin. Ia tak mau kekasihnya akan ompong di usia muda. Mereka bahkan belum sempat menikah. Chanyeol tak mau hal itu terjadi.

"Tidak boleh Baekki. Daripada makan makanan manis itu, sebaiknya kau menonton bioskop bersamaku."

"Tidak mau!" Baekhyun menggeleng. Baginya kue dan ice cream lebih berharga daripada apapun. Ah, tapi benarkah?

"Jadi Baekki lebih memilih makanan manis daripada kekasihmu ini?" Ucapan Chanyeol sukses membuat Baekhyun dihadapi oleh pertanyaan paling sulit yang selama ini ia dapat selama menempuh pendidikan.

Namja mungil itu terdiam, ia memainkan jemarinya gugup. Matanya ia palingkan agar tak memandang Chanyeol. Sementara itu, lelaki jangkung yang kini berada berhadapan dengan Baekhyun hanya memberikan tatapan penasaran. "Baekki tidak bisa menjawabnya?"

"A-aniya,Channie.. aku suka makanan manis, tapi aku juga suka Channie. Apa tidak boleh keduanya?" Chanyeol menggeleng. Ia tak memberi kebijakan untuk kekasihnya membuat bibir merekah itu merucut sebal.

"Tapi aku suka keduanya.." gumam Baekhyun cemberut. Chanyeol menatap reaksi kekasihnya itu mau tak mau dibuat menahan tawa. Yaampun, Baekhyun benar-benar penuh kejutan.

Mungkin jika ia berpacaran dengan seseorang selain Baekhyun, maka orang itu pasti akan menjawab nama Chanyeol yang menjadi yang terpenting dalam hidupnya. Tapi, lihatlah namja mungil ini.. ia bahkan tak bisa memutuskan memilih makanan manis atau Chanyeol yang jelas-jelas adalah kekasihnya.

"Jadi, sekarang.. makanan manis adalah saingan cintaku?" Jemari kekar pria jangkung itu kini mengusak surai Baekhyun yang lembut sambil terkekeh.

"Uhm, jadi sekarang, apa aku boleh minta tambahan kue red velvet, macaron, dan tart?" Tanya Baekhyun lagi dan Chanyeol hanya menghela nafasnya pelan.

"Macaron saja sudah cukup, aku tak mau melihat Baekki jadi ompong karena sakit gigi," ceramah Chanyeol dan hanya di balas oleh tatapan sebal dari Baekhyun.

"Aku rajin sikat gigi," Baekhyun tersenyjm lima jari memhuat deretan gigi putihnya terlihat. Chanyeol menatap Baekhyun gemas yang kini tengah unjuk gigi di depannya.

"Hm, benarkah kau rajin sikat gigi? Aku ingin membuktikannya," Chanyeol menyeringai jahil membuat wajah Baekhyun merona. Ia mendekat ke arah Baekhyun dan hendak mencium lelaki mungil itu. Baekhyun melotot dan langsung memalingkan wajahnya yang sedang merona hebat.

"I-ini tempat umum.." cicitnya membuat Chanyeol tertawa.

"Kenapa menertawaiku?!" lanjut Baekhyun tidak terima. Sungguh, kekasih jangkungnya ini hobi sekali menggodanya.

A/n : udahan apa lanjut nih? wkwkwkw