Hari ini Naruto pergi diantar oleh mobil Sasuke. Naruko jelas marah dan mencak – mencak namun putusan Kushina bulat.

"Mereka kan sedang dalam fase pendekatan Aruko-chan.."

"Tap-"

"Sudah lanjutkan sarapan kalian" ujar Kepala Keluarga Namikaze saat sarapan.

'Jika Kyubi sudah bangun pasti dia mampu bersilat lidah. Ck anak itu kebo disaat yang tidak tepat!' kira kira begitulah inner Naruko.

Dan disinilah Naruto sekarang di dalam mobil mewah Sasuke lengkap dengan penyamaran ala perempuan.

Hey seluruh teman sekolah Naruto berlum tau tentangnya kan? Bahaya kalau dia coming out sekarang.

"Bagaimana kondisimu sekarang?" ujar Sasuke menyadari keadaan canggung yang dialami mereka.

Dia bertanya dengan suara datar yang justru membuat keadaan makin canggung -_-

"Eung ya, sudah baikan, Arigatou untuk dua hari yang lalu" ujar Naruto diam.

"Eung, kau sudah dengar berita 'sesuatu' dari keluargamu?"

"Berita apa?"

Berarti Naruto belum diberitahu tentang alasan dua hari yang lalu keluarga Uchiha datang.

"Bukan apa – apa. Tidak jadi" ujar Sasuke.

Dan lagi hening.

"Eung…makanan apa yang kamu sukai Sasuke?" kali ini Naruto yang buka pembicaraan.

"Aku suka semua yang berbau Tomat"

"Kalau aku suka semua yang berbau ramen"

"Kalau begitu setelah pulang sekolah aku akan mengajakmu memakan Ramen"

"Tapi kata Naruko kamu tidak menyukai Ramen?"

Lagi – lagi Naruko-_-

"Dia bicara tentangku apa saja?"

"Dia bilang dirimu itu playboy,tidak punya hati, tidak suka makanan yang manis dan berlemak seperti ice cream atau ramen, sombong,jahat, egois, suka menindas orang, lal-"

"Cukup – cukup" ujar Sasuke

'Kakak ipar sepertimu harus diberi pelajaran ya, Namikaze Naruko' inner Sasuke kesal meskipun mukanya tetap datar.

"Tapi dari semua yang kulihat, Sasuke-kun orang yang baik" ujar Naruto membuat Sasuke menarik sedikit garis senyum diwajahnya.

"Nanti istirahat akan ku traktir ice cream"

"Eh? Tidak usah, aku bawa bento" ujar Naruto

"Kalau begitu makan bentonya di kantin" jawab Sasuke membuat Naruto bersedih.

"Kenapa?" tanya Sasuke menyadari perubahan di wajah Naruto.

"Kalau tersenggol jatuh sama orang lain bagaimana? Lagipula aku tidak suka keramaian aku makan dikelas bersama Kiba saja"

'Lagi – lagi Kiba-_-'

Hey sejak kapan Sasuke pencemburu begini?

Lagian yang membuat Naruto 'trauma makan di kantin' kan kamu Sasuke.

"Yasudah" dan obrolan itu pun selesai ketika mereka sudah sampai.

Naruto mengucapkan terima kasih atas tumpangan Sasuke dan berlari menuju lokernya. Dia mengecek jam besar yang berada di dingding koridor yang menyatakan sekitar tiga puluh menit maka KBM akan segera dimulai dia mengambil beberapa buku pinjaman perpustakaan dan berniat mengembalikannya.

Disana ia bertemu Kiba.

"Kiba-kun?" ujar Naruto –masih dalam balutan seagam Naruko-

"Naruto!" ujar Kiba langsung.

Kiba menjelaskan betapa paniknya ia mencari Naruto beberapa hari lalu. Naruto pun dengan secara gamblang apa yang terjadi padanya dan Sasuke. Naruto mencoba meyakinkan Kiba bahwa Sasuke tidak seperti kebanyakan. Kiba hanya tersenyum saja bingung menanggapinya bagaimana dia sendiri juga ada masalah dengan Shikamaru, namun untuk saat ini dia masih belum mau bicara dengan Naruto tentang masalah itu, dan lagi semenjak kejadian itu ia menjadi jaga jarak dengan Shikamaru. Naruto mengenal Kiba dengan baik pasti ada sesuatu yang dia sembunyikan.

"Kiba-kun mengapa bisa ada di perpustakaan?"

"Kali ini kelas kita dapat piket jaga Naruto dan kebetulan yang bertugas adalah Aku, Gaara, dan Sakura"

"Ah begitu. Kalau begitu aku mau kembalikan buku ini dulu"

Naruto sebenarnya ingin bertanya tentang apa yang dipikirkan oleh Kiba namun sepertinya ini bukan saat yang tepat dia melamunkan hal itu hingga tidak sengaja menabrak orang yang membawa buku banyak beserta buku pinjamannya yang juga tergolong banyak jatuh tercecer.

"Kami-sama! Apa kau jalan ti-" orang yang ternyata Naruto tabrak itu adalah Gaara rupanya berhenti melihat Naruko.

"Gomenasai. Gomenasai" ujar Naruto membuat Gaara terheran – heran pasalnya menurutnya pantang bagi seorang Naruko meminta maaf bahkan membantunya memungut buku – buku tadi.

Ini meningatkannya akan seseorang…

"gomenasai Tuan! Apa ada yang sakit?"

Ah pemuda berambut pirang yang ia temukan di kedai ramen milik orang tua Naruko.

Oh ya.

Dia baru sadar orang itu dan Naruko mirip.

Dan dia baru ingat bahwa alasan dia ke kedai ramen itu adalah ajakan Sasuke untuk menjahili saudara kembar Naruko.

"Aruko, kau punya saudara kembar bukan?" tanya Gaara membuat Naruto sedikit gugup.

Bolehkah ia berbicara? Sejujurnya orang yang tidak boleh tahu tentangnya-Sasuke- justru tahu tentang dirinya. Lagipula ia mulai lelah menjadi baying – baying Naruko.

Tidak masalahkan dia berdiri sendiri sebagai Naruto?

"Eung ya, aku punya saudara kembar laki – laki namanya Namikaze Naruto. Memangnya kenapa?"

'Naruto yah…nama yang manis'

"Kau punya kontakku kan?"

"Maksudnya?"

"Sudah kuduga dari seorang Princess of Arrogant" ujar Kiba membuat Naruto menyerngit.

'Sebegitu galaknya Nee-chan?' batin Naruto.

Naruto masih memandang Kiba yang sedang merogoh saku celananya mengeluarkan Iphone 6 berwarna gold miliknya. Naruto hanya memandang kagum handphone tersebut namun acara kekagumannya selesai saat Kiba mencak – mencak sambil menggerutu 'Ah baka'

"Baterai ponsel ku habis. Kamu masuk di grup LINE kelas kan? Tolong kirimkan kontakku padannya"

Itu membuat Naruto senang akhirnya ada satu orang yang mau berbicara dengannya? Tapi apa itu tadi LINE? Setelah menaruh buku yang ia pinjam di rak – raknya ia segera menuju kelasnya dan mengubek – ubek tas Naruko dan mendapati Samsung Galaxy S6 berwarna putih gading milik kakaknya yang disampul dengan flipcase berwarna pink. Warna kesukaan Naruko. Dia membuka kontak dan tidak ada nama Gaara disana. Dia mendapati Sony Ericson miliknya sangat jadul dari punya kakaknya dan Gaara. Kira – kira handphone kakaknya ini berapa ya? Pasalnya Naruko bisa beli dari uang Beasiswa/ Lomba yang ia ikuti.

Tapi Naruto tak menyerah.

Dia yakin pasti bisa membeli handphone yang lebih canggih dan LINE itu.

Andai saja Naruto tahu bahwa LINE itu nama app untuk chatting.

Istirahat pertama Sasuke baru balik dari Ruangan OSIS karna dia akan salah satu Calon Ketua OSIS dan tandingannya adalah Naruko, sehabis itu dia pergi ke Kakashi Sensei untuk me-reschedulu ulang jadwal belajar Sasuke dengan Naruko untuk lomba mendatang. Dua minggu dari tiga bulan, Naruto berhasil menguasai sedikit pelajaran Sastra Jepang. Mengingat Naruto suka sekali menghapal dan Iruka Sensei yang membantu Naruto menghapal. Ya Iruka Sensei mengetahui siapa Naruko saat ini sebenarnya saat insiden Naruto justru pipis di toilet laki – laki yang dimana saat itu ada Iruka Sensei didalamnya.

Sasuke kembali kekelasnya melihat Naruto sendiri sedang hikmat memakan bentonya sambil membaca Koran? Ada apa Naruto membaca Koran?

"Naru…?" ujar Sasuke memecah perhatian Naruto yang semula ke koran sekarang ke Sasuke. Naruto tersenyum seakan memberi tanda 'mari makan' untuknya.

Ah rasanya senyum itu tidak mau Sasuke bagi dengan orang lain.

"Sasuke-kun sudah makan?" tanya Naruto.

"Belum"

Bohong.

Selama tadi dia rapat dari komisinya tentu saja ada konsumsi , tapi melihat Naruto ingin menawarkan makanan rasanya nggak enak hati juga.

"Hari ini ada soup tofu mau coba? Aku punya sebekal lagi"

"Boleh"

Dan mereka berdua makan bersama ditemani kelas yang hening.

"Naru… sedari tadi kamu sedang mencari apa?"

"Eung, aku sedang mencari LINE"

"LINE?"

"Huum. LINE"

"Maksudnya aplikasi LINE?"

Seketika mata Naruto berbinar.

"Apakah Sasuke-kun tahu LINE?"

'Ya tentu saja, memang kita hidup di Zaman apa?'

"Ya itu semacam SMS tapi bisa juga Telepon dan Bertelepon tatap muka. Menggunakan data seluler"

"Apakah itu mahal?"

"Itu gratis Naru"

Dan mata Naruto makin berbinar.

"Dimana kita bisa mendapatkannya?"

"Tergantung jenis handphonemu Android atau iOS. Kalau Android di Play Store kalau iOS di App Store"

"Ah handphoneku bukan jenis keduannya?"

Lalu Naruto murung seketika.

Sasuke melirik ponsel jadul milik Naruto yang tergeletak tak berdaya di atas mejanya. Sasuke sering diceritakan oleh Itachi bahwa keluarga Namikaze dididik untuk hidup mandiri apalagi untuk urusan pribadi. Naruto yang Notabennya 'tidak punya apa – apa' jelas akan berbeda dengan Naruko dan Kyubi yang keduannya punya ponsel yang sama.

"Nanti sepulang sekolah kita beli 'LINE' mu itu"

"Bisa?"

"Tentu saja kan sudah kubilang bahwa LINE itu gratis. Nanti kita ketempatnya"

"Arigatou Sasuke-kun" dan Naruto kembali bersemangat.

Apasih yang nggak buat Naruto? Ya kan Sasuke?

Dan disinilah mereka sekarang dipusat perbelanjaan Konoha. Mereka pergi ke blok HP untuk melihat berbagai jenis HP.

"Naruto, kau mau jenis yang mana?"

"Eung, yang mana saja asalkan murah. Kelihatannya disini mahal – mahal…" Naruto kembali sangsi melihat jejeran HP yang mahal. Hey sebodoh – bodohnya dirmu atau setertutupnya dirimu akan perubahan zaman dalam sekali lihat kamu pasti bisa membedakan mana yang murah dan mahal kan?

"Sudah kubilang disini gratis, Naru tolong belikan kembang gulali disana ya?" Naruto pun menurut untuk pergi ke stand makanan ringan.

Sasuke masuk kedalam sebuah toko bertuliskan apple dan membeli sepasang iPhone 6 Plus berwarna Hitam dan Silver. Hitam untuknya silver untuk Naruto. Memang dia sengaja membeli handphone baru karna handphonenya yang lama hilang saat menolong Naruko beberapa bulan lalu dan belum sempat membeli baru. Ia juga sekalian menyuruh membeli kartu SIM dan menginstall LINE dan pulsa untuk Naruto dan dia sendiri yang memegang kartu pulsa Naruto *disana pulsa pasca bayar jadi pake rekening tagihan berapa pulsa yang kamu pakai* sedangkan handphonenya dengan akun iOS dan gmailnya semua aplikasi di handphone sebelumnya ter-recover beserta akunnya. Begitu selesai membayar dengan black card miliknya ia segera keluar dan melihat Naruto yang sedari tadi linglung.

"Mencariku?" ujar Sasuke menepuk Naruto. Ia mengajak Naruto duduk ditempat yang telah disediakan lalu memberikan handphone itu padanya. Pelan – pelan ia mengajari Naruto cara membeli music dan aplikasi berbayar lalu membantu Naruto membuat account email yang nantinya menjadi salah satu syarat untuk membuat acc socmed. Socmed pertama Naruto adalah LINE sesuai keinginannya. Dia masih belum membuat ID karna Naru ingin membuat nama yang lucu dan Sasuke menyarankan idnya SasuNaru saja.

Itu sih modusnya Sasuke doang.

Akun yang belum mempunya foto profil dengan nama 'Naru.' Serta belum punya stat itu pertama kali meng-add acc LINE Sasuke. Jelas sasuke berbangga akan hal ini.

Namun ada satu yang kurang.

Dia tampak seperti Kencan dengan Naruko dan itu menganggunya.

"Naruto. Kurasa biarkan dunia melihatmu sejenak" menuai kebingungan dari Sasuke.

Naruto diajak kesalah satu department store untuk seragam *biasanya dijepang jarang ada almamater kalaupun memang ada pasti dijual secara umum* dan memilihkan salah satu seragam laki – laki. Sementara itu Sasuke membeli sepatu model sport full hitam dengan lambing nike putih disisi kanan kiri sepasang sepatu tersebut dan membeli tas ransel polos berwarna brunnete. Sasuke kembali lagi dan melihat Naruto sudah selesai dengan 'menjadi Naruko' dan telah balik menjadi Naruto. Naruto agak gugup ketika Sasuke menyuruhnya duduk dan melepas sepatu perempuannya diganti dengan sepatu yang Sasuke beli semua perlengkapan Naruko tadi ditaruh kedalam paper bag besar dan diganti dengan beliaan Sasuke. Sasuke menyuruh Naruto berdiri dan merapikan rambut Naruto yang terkesan jabrik menjadi lurus kebawah membentuk poni dikeningnya.

"Naruto, coba lihat kearah cermin itu"

Naruto mencoba berani menghadap cermin. Disana ada seseorang lelaki manis yang sedang memakai seragam laki – laki Konoha High School memakai barang branded dari ujung kaki hingga ujung kepala dan kedua tangannya merangkul erat tas ransel bermerk Hermes berwarna senada dengan kulitnya itu di dadanya.

Naruto benar – benar tampak seperti anak sekolahan.

Dan hal yang paling membuat Naruto bahagia.

Dibelakang postur lelaki manis itu ada pemuda yang lebih tinggi merangkul pinggangnya dan menaruh dagunya di bahu kanannya.

"Kawai…" hanya satu kata itu yang terucap dari bibir Sasuke.

Setelah dari pusat perbelanjaan mereka menuju amusent park terbesar di Konoha. Sesuai janjinya Sasuke mentraktir Naruto ice cream. Barang Naruko ada di dalam mobil. Saat ini sekarang yang ada hanya Namikaze Naruto bukan lagi baying – baying Namikaze Naruko.

Setelah makan ice cream mereka memutuskan untuk naik bianglala sambil melihat matahari terbenam, Sasuke sudah mendapat izin dari Kushina membawa Naruto jalan – jalan dan Kushina mengiyakan karna kebetulan Kushina dan suaminya terpaksa pergi ke Pulau Okinawa karna orang tua Kushina sedang sakit keras.

Naruto dengan senang hati memberikan izin Sasuke untuk merengkuh tubuhnya.

"Naruto…ada satu hal yang harus kamu tahu…" ujar Sasuke serius saat menatap matanya langsung, Naruto gugup entah mengapa.

"Naruto…aku mencintaimu"

Kalimat itu telak mengagetkan diri Naruto.

"Orang tuaku sudah melamarmu dan menurut orang tuamu itu semua tergantung padamu"

Jadi dirinya dibohongi oleh keluarganya sendiri? Itu sebabnya Sasuke menanyakan pertanyaan aneh tadi pagi?

Naruto mungkin nyaman bersama Sasuke tapi mengingat image buruk yang saudaranya limpahkan pada Sasuke dan dirinya yang belum mengenal Sasuke dengan baik membuat sebagian hatinya ragu.

Tapi ada sebagian hatinya yang dominan mengatakan bahwa Sasuke adalah orang yang ia tunggu.

"Ingat Naruto...jangan memaksakan dirimu mencintaiku, saat ini dengan begini sudah cukup bagiku" ujar Sasuke melihat kilat kebingungan dimata Naruto.

Setidaknya dia harus bersabar.

Naruto saja bisa bersabar menunggunya bertahun – tahun mengapa Sasuke tidak?

Malam ini Naruko menyambutnya didepan pagar. Kakinya sudah tidak memakai kruk dan gips namun masih diwajibkan memakai kursi roda. Seperti biasa Naruto pulang dan diinterogasi.

"Naru-chan, kalung itu kamu membeli sepasang dengan Sasuke?" ujar Naruko melihat koin logam berwarna silver yang sedemikian rupa ditengahnya berbentuk serigala*bisa liat di ava fanfics ini kalungnya* tergantung apik dileher adik kembarannya.

"Darimana nee-chan tahu?"

"Aku melihat dari LINE Sasuke"

Segera saja Naruto mengeluarkan handphone barunya dan mengecek LINE Sasuke disana avanya berubah menjadi foto sepasang kalung dari koin yang berbeda warna –silver dan hitam- yang berbentuk pahatan serigala, yang hitam itu milik Sasuke. Dan statusnya juga berubah menjadi 'My Vixen' segera saja Naruto senyam senyum sendiri.

"Tadi aku diajak candle light dinner oleh Sasuke dan dia memberikan aku kalung ini. Aku suka nee-chan. Kalung ini cantik. Oh ya Sasuke membeliku banyak barang mahal aku akan berterima kasih padanya, oh ya satu lagi. Nee-chan tolong berikan aku kontak line Kiba ini handphone nee-chan dan barang nee-chan ada di paper bag ini dan di handphone nee-chan sudah ada kontak LINE ku okey? Oyasumi~~" ujar Naruto langsung keatas.

Segera saja Naruko mengecek LINE nya dan disana ada kolom 'New Friend' sebuah akun bernama 'Naru.' Berstatus 'My Foxie~' dan berfoto profilkan sebuah selfie dari dada sampai kepala dimana sang objek tengah tersenyum lima jari.

Manis sih.

Tapi panorama kalung couplenya yang bikin jelek.

"NII-CHAN ADIKMU DALAM FASE GAWAT!" ujar Naruko setelahnya.

Sedangkan Sasuke? Dia hanya melihat updatean foto profilnya di like oleh teman – temannya dan dikomen seperti

'Itu kalungnya buat aku dong satunya…'

'Beli dimana bro? bisa langsung jadi?'

'Mau tinggi kulit putih dan bersih? Ini rahasianya!'

Yang terakhir itu abaikan aja paling ada orang yang mau endorse barangnya.

Namun ada yang menarik perhatiannya.

Ada like terbaru dengan icon cony tengah menyatukan tangannya layaknya pose berdoa dengan mata berbinar dari sebuah akun bernama 'Naru.'

Ah damainya hati Sasuke.

To Be Countinued


Bagi yang butuh adegan sweet moment sasunaru sudah dibuat ya

bagi yang minta adegan lemon sabar... perjalanan author dan sasuke menembus naruko dan kyubi masih panjang/? /dibakar

bagi yang penasaran sama bentuk kalungnya kalian cek aja avatar cerita ini. itu ada kalungnya bagi yang buka di hp saya sarankan buka di google chrome trus alihkan ke desktop mode supaya muncul avanya.

Sayonara~~~~