Jawaban chapter sebelumnya :

Satu : Naruto harus memilih antara Hinata atau calon bayi mereka. Dan kalimat "Tetaplah sehat, Hinata-chan." menunjukkan bahwa Naruto memilih sang istri untuk tetap hidup.

Dua : Shikamaru dan temannya lagi nonton tv tapi Shika iseng jawab2 dialog yang ada di drama. Dan temannya ngerasa keganggu. XD

Tiga : Rumah yang dimaksud Sasuke adalah perumpamaan seorang anak yang merupakan titipan Tuhan. Dan itu cara Sasuke menyampaikan berita duka ke Sakura bahwa kondisi anak mereka yang ada di rumah sakit mungkin tidak bisa diselamatkan. Apa aku kurang memberikan clue ya? Hehe.

A/n : Aku senyum2 baca review dari kalian, serius. Ada beberapa yang hampir bener, dan ada juga yang malah jauh bnget dari perkiraan. Tapi ngga apa2, aku justru seneng kalian mau coba nebak.

.

.

.

Satu

Gaara mengusap pelipis kirinya yang baru saja dialiri keringat. Pria itu mengutuk dalam hati cuaca yang sangat tidak membantu.

Dan lagi, tidak adakah tempat yang lebih bagus dari ini untuk ia bersembunyi.

Earphone di telinga kanannya bergemerisik. "Tiga!" bisik suara di seberang sana.

Dan pemuda asal Suna itu tanpa pikir panjang langsung mengarahkan senjata kesayangannya.

DOR!

"Bingo!" serunya dengan nada angkuh.

.

.

.

Dua

Sai memejamkan mata saat musik klasik terdengar dari kamar sebelah apartemennya. Ini sudah yang ketiga kali sejak kepindahan tetangganya itu.

Sejujurnya ia menikmati, telinganya dimanjakan dengan alunan lembut yang seolah membawanya ke masa dua ratus tahun silam.

Kening pria itu mengernyit saat mendengar nada awal musik ini, masih dengan mata terpejam. Perasaannya seolah sesak.

Tak sampai lima menit, dan Sai membuka keping kembarnya perlahan. Lalu tangannya meraih pensil dan menggoreskan sesuatu di atas kertas.

"23. 1. G. Selera yang bagus."

.

.

.

Tiga

Ino membuka kulkas dan tiba-tiba teringat ucapan Karin tadi siang.

"Ia mencair jika di dalam kulkas, tapi justru membeku di dalam air panas."

Gadis dua puluh tiga itu terkekeh mengingat wajah sang sahabat saat mengatakan hal itu dengan wajah sok polos.

.

.

.

.

.

END

.

.

.

.

.

Review?