Standard Disclaimer. Semoga chingu Aghasse dan Couple GOT7 shipper suka. Karakter lain muncul sesuai alur. Italic : Flashback.

.

Tentang Masalalu, awal pertemuan dan penyebab sebuah dendam.

.

"Youngjae"

"Eh"

Keduanya terkekah menyadari kalau nama mereka sama – Youngjae. Jaebum muncul kemudian setelah mendengar suara ceria Youngjae sambil membawa segelas nampan berisi minuman dan cemilan. "Kau sudah pulang? Sudah berkenalan?"

Youngjae kecil – yang berseragam anak SMA mengangguk antusias. "Hyung nama kami sama, Youngjae" dia berseru bahagia mengundang kekahan dua lelaki dewasa yang lebih tinggi. "Iya, pasti aku akan kesusahan memanggil kalian jika bersama" Jaebum mengusak surai Youngjae kecil yang berdiri ditengah antara Youngjae dewasa dan Jaebum.

"Kan hyung memanggil aku Jae, memangnya hyung memanggil dia Jae juga?"

"Yoojay, Jaebum memanggilku demikian" Youngjae dewasa bersuara, menyebutkan nama panggilan yang selalu digunakan oleh Jaebum jika memanggilnya. "Yoojay?" Youngjae kecil mengerucutkan bibirnya sambil membuat gerakan berfikir dengan jari mengetuk dagu. "Itu romance sekali"

Kedua mahasiswa itu terkekah dengan tingkah Youngjae. "Laki-laki tidak memerlukan hal romance untuk panggilan Jae" Youngjae dewasa mengumam, menyindir Jaebum yang selalu benci jika Youngjae melakukan hal-hal manis.

"Kurasa itu tidak perlu diumbar" kemudian tergelak. "Itu karena namaku Yoo Youngjae, jadi dia memanggilku Yoojay"

Youngjae kecil ber-oh-ria. "Aku Choi Youngjae" Youngjae kecil menunjukan senyum anak anjingnya yang menggemaskan, mengundang Jaebum mengusak kembali surai Youngjae kecil.

"Kalian mau mengerjakan tugas?"

"Tidak, aku berkunjung karena sudah lama tidak bertemu dengan Jaebum" Youngjae dewasa berkata. "Kan kalian satu universitas."

Jaebum menggeleng kecil "Tidak, Yoojay pindah di semester empat pendidikannya. Dia di Universitas Taesung, kau tahu kan"

Youngjae kecil langsung histeris, "Wah jinja? Itukan universitas benefit"

Youngjae sangat tahu mengenai universitas karena dia suka mencari informasi mengenai universitas yang bagus yang sekiranya suatu saat dia bisa memasuki tempat itu, menimba ilmu kemudian lulus menjadi sarjana dengan predikat membanggakan, itu adalah sebagian kecil mimpi Youngjae kecil.

"Sebenarnya semua universitas sama, asal kau fokus pasti menjadi seseorang yang membanggakan"

Jaebum memandang bagaimana Youngjae dengan kedewasaannya menjelaskan dengan rinci pada Youngjae kecil, memang benar Jaebum tidak menyukai hal-hal manis dengan lelaki, tapi dengan Yoo Youngjae ia merasa berbeda, merasa kalu ia tidak suka karena dia canggung. Dia takut tiba-tiba Yoo Youngjae mengetahui perasaannya dan mereka menjadi renggang. Yeah Im Jaebum menyukai Youngjae – Yoo Youngjae.

Kim Yuna gadis satu universitas yang merupakan teman kelas Jinyoung. Mereka saling mengenal selama dua tahun, menurut Yuna, Jinyoung adalah pribadi yang baik, ramah dan sangat perhatian, entah sejak kapan tapi Yuna yakin jika perasaan dan debaran jika berada di dekat Jinyoung adalah perasaan suka, suka yang perlahan menjadi cinta. Ya, Yuna jatuh cinta pada Park Jinyoung.

"Tapi nuna kan perempuan, seharusnya nuna menunggu saja, jangan mengatakan lebih dulu nuna" Yugyeom menanggapi perkataan kakaknya yang mengutarakan akan menembak seorang bernama Park Jinyoung. "Jaman sudah maju Gyeommie, emansipasi wanita sudah berlaku, apa salahnya nuna mengatakan lebih dulu. Toh tidak dosa" kata Yuna.

"Kalau ditolak bagaimana?"

"Ya, jahat sekali sih mendoakannya"

"Aku tidak mendoakan, aku bertanya."

"Kalau ditolak mungkin aku akan mati ditempat."

Dan perkataan itu menjadi nyata, secara teknis memng bukan Jinyoung yang membunuh Yuna tapi jika saja Jinyoung mau menolong Yuna mungkin kakaknya masih hidup.

Malam setelah pembicaraan Yuna dan Yugyeom, Yuna datang menemui Jinyoung disebuah taman dan setelah membuat janjian. Dan pembicaraan Yugyeom dan Yuna seakan adalah isyarat. Jinyoung menolak Yuna, menurut saksi mata, Jinyoung langsung pergi setelah mengatakan penolakannya dan Yuna mengejar Jinyoung, lelaki itu membawa mobil ketika Yuna menginjakan kakinya dijalan raya, Yuna tidak melihat adanya kendaraan besar yang melaju kearahnya.

Ketika semua orang berteriak untuk Yuna minggir semuanya terlambat, tubuh Yuna terpental dan mendarat pada jarak yang lumayan jauh. Yugyeom tiba dirumah sakit sepuluh menit sebelum kakaknya menghembuskan nafas terakhir.

Hal terakhir yang dikatakan Yuna adalah. "Jinyeong dan kekasih"

Pasti Jinyoung menolak kakaknya karena sudah memiliki kekasih. Sejak saat itu kebencian timbul pada Jinyoung dihati Yugyeom. Dia tidak menyalahkan penolakan Jinyoung terhadap kekaknya hanya saja, kenapa dia langsung pergi begitu saja, jika Jinyoung sedikit memberikan pengertian Yuna pasti akan menyerah dan tidak akan mengejarnya dan kecelakaan tidak akan terjadi.

Sehingga Yugyeom tidak perlu mendendam. Sejak itu Yugyeom mencari semua hal mengenai Park Jinyoung dengan segala kecerdasan yang dia miliki. Hingga pada suatu pagi dia melihat seorang mahasiswa baru bernama Choi Youngjae, hari pertama ketika dia datang mereka tidak sengaja berpapasan dan Yugyeom tidak menaruh curiga sampai pada hari berikutnya, ketika Youngjae datang menggunakan mobil mewah dan duduk dikursi penumpang bersama seseorang, orang tersebut adalah orang yang sama yang ada dalam foto kakaknya bersama seorang pemuda dengan inisial PJY.

Mereka, didalam mobil sedang berciuman, ingatan Yugyeom kembali pada ketika dia mendatangi rumah sakit untuk melihat kakaknya. Kekasih? Jadi alasan Jinyoung menolak kakaknya adalah dia sudah memiliki kekasih dan kekasihnya seorang pria. Choi Youngjae.

a GOT7 Fanfiction

by

Moonbabee

"Jaebum"

Jaebum sedang memijit kepalanya karena merasa begitu pusing ketika sebuah suara yang amat dikenalinya menyapa.

"Yoojay"

"Kau? Ada apa disini? Kau tampak tidak baik?"

Yoo Youngjae – lelaki yang sempat mengisi hatinya namun kini menjadi milik orang lain, menjadi seorang pemimpin keluarga. Yoo Youngjae normal dan sekarang sudah menikah – memiliki isteri, seorang perempuan yang sangat cantik bernama Seong Minjae.

"Kau sakit"

"Jae, dia sakit tapi sedang menghilang entah kemana, ponselnya tidak aktif" Jaebum menghela furstasi, Youngjae menghilang saat ia sedang berada dikantor, ketika Jaebum mendapatkan panggilan dari kakaknya, Youngjae mendengar dan berkata tidak masalah kalau ditinggalkan tapi begitu dia kembali dari kantor anak itu malah menghilang entah kemana.

"Mungkin sedang mencari udara segar, orang sakit jenuh dikamar terus Bum" Youngjae lebih muda 18 hari dari Jaebum sehingga dia tidak memanggil hyung pada Jaebum. Jangankan yang 18 hari, yang satu tahun saja dia enggan, menurutnya akan memberikan jarak bagi hubungan pertemanan mereka.

"Lalu kau sendiri?" Jaebum bertanya balik pada Youngjae, lelaki itu tampak tersenyum jahil dan memajukan sedikit kepalanya yang otomatis membuat Jaebum mundur. "Isteriku. Sedang cek kandungan dan memintaku membelikan ini" Youngjae menunjukan kantung plastik isi minuman kaleng, setelah menunjukan dan memberitahu tentang isterinya yang sedang hamil, Youngjae memundurkan kepalanya dan tersenyum kekanakan.

"Isterimu sedang hamil?"

"Eoh, jalan lima bulan"

Wah daebak. "Kau jantan juga ya"

Wah sialan. "Tentu saja" Youngjae mendengus kesal mendengar tanggapan Jaebum. Berasanya hanya dia yang terlihat manly, meski Youngjae terlihat manis sebagai lelaki tapi lihat buktinya, dia akan menjadi seorang ayah, bahkan mengalahkan Im Jaebum yang terlihat lebih gagah. Ah jangankan menjadi ayah, Youngjae bertaruh, Jaebum pasti masih jomblo sampai sekarang.

Selama setahun belakangan hidup Youngjae seakan bergantung pada Jinyoung, dia memegang kunci hidupnya. Namun sekarang hidupnya seperti berada ditangan pemuda bermarga Kim. Yugyeom, jika dia memberikan video itu entah pada siapapun hidupnya berakhir. Entah itu pada Jinyoung ataupun internet.

Jika Yugyeom memberikannya pada Jinyoung maka Youngjae pasti akan langsung mati ke-esokan harinya, Youngjae adalah milik Jinyoung, pelacurnya. Jika tahu kalau dirinya menyerahkan tubuhnya pada orang lain selain Jinyoung, Youngjae akan mati.

Atau jia video itu tersebar ke internet, Youngjae akan dibunuh orang universitas karena dianggap mencemarkan nama baik universitas lalu dia akan kembali dibunuh oleh Jinyoung, tidak ada bedanya, tapi Youngjae takut. Bagaimana jika Jinyoung melakukan apa yang dikatakannya, dia adalah orang yang akan melakukan apapun yang sudah dia katakan.

Bagaimana jika Jinyoung membunuh Jaebum dan ibunya?

"Aku belum meyebarkan video itu." Yugyeom berkata tanpa membalikan tubuhnya menghadap Youngjae karena dia sedang sibuk dengan laptopnya. Iya, sekarang Yongjae berada di apartemen Yugyeom. Menuruti perintah pemuda itu, meski sebenarnya itu ditujukan untuk kemarin, makanya begitu membaca pesan yang begitu banyak dari Yugyeom dia langsung berlari kemari. Entahlah Youngjae memang sudah bosan dengan hidupnya yang seperti ini, tapi sejak seseorang bernama Yien mendatanginya dalam mimpi Youngjae seperti memiliki sedikit harapan, mungkin memang suatu saat akan datang orang yang menolongnya.

"Aku punya pekerjaan sehingga melupakan niatku untuk video itu." Yugyeom berdecak lalu bangkit dari duduknya, pekerjaannya sudah selesai dan dia mendekat pada Youngjae, mengamati pria berpiama rumah sakit itu dari ujung kaki hingga kepala. "Tapi setelah kupikir, kurasa bermain-main dulu dengan Jinyoung akan menyenangkan."

"Apa maksudmu?"

Yugyeom menelusupkan jemarinya diantara helaian rambut Youngjae yang brantakan serta setengah basah, kepalanya terasa hangat nyaris menyengat, membuktikan jika Youngjae benar-benar sakit, bahkan dengan jarak yang lumayan jauh seperti ini suhu tubuh Youngjae terasa seperti pemanas ruangan bagi Yugyeom.

Tapi meski begitu dia tidak mengurungkan niatnya, dia mulai melucuti pakaian Youngjae yang tidak memberikan perlawanan. Sambil melucuti pakaian Youngjae bibir Yugyeom bermain dengan bbir Youngjae. "Kita akan bermain dan aku akan membuat tanda ditemat yang sangat mudah terlihat, kau bisa menganggapnya spoiler"

Youngjae menggeleng melarang. Mencengkram pakaian bagian depan milik Yugyeom dan berkata. "Jangan Yugyeom, aku bisa mati"

Yugyeom terkekah mendengarnya. "Mati? Ya, kau akan mati. Ditanganku atau Jinyoung apa ada bedanya?"

"Kalau begitu bunuh saja aku sekarang Yugyeom!"

Plak.

"Jangan memerintah, akan kubunuh kau jika sudah waktunya."

"Kau tidak akan mendapatkan kesempatan itu jika kau menunda, aku akan mati"

Saat air mata itu mengalir dari mata Youngjae dengan mata terpejam, saat itu Yugyeom kehilangan niat untuk melakukan apapun bersama Youngjae. Mendadak hasrat bercintanya hilang, air mata itu, kenapa seperti sihir yang membuat hatinya terenyuh. Air mata yang seakan menyiaratkan begitu banyak derita. Direngkuhnya tubuh Youngjae dengan lembut lalu membenamkannya pada dada lebar Yugyeom. "Ja-jangan menangis Youngjae" bisiknya gagap.

"Bunuh saja sekarang Yugyeom-

"Aku akan mengantarmu kerumah sakit, tubuhmu sangat panas"

Yugyeom membantu Youngjae mengancingi kembali pengait piama lalu dia mengangkat tubuh Youngjae yang lemah kedalam gendongannya.

Pertemuan pertama Mark dan Jinyoung. Malam dimana Jaebum menolak Jinyoung dengan alasan Youngjae. Jaebum meninggalkan Jinyoung seorang diri yang terdiam dan syok. Saking dia kaget akan penolakan Jaebum, Jinyoung tidak sadar jika dari arah belakang sekerumun pria berbadan besar yang sekiranya empat atau lima orang berjalan kearahnya.

"Hay cantik" yang paling depan berjalan menujunya, mencolek dagunya lalu menjilat jarinya. Jinyoung mundur dan mengusap dagunya. "Kau baru saja ditolak ya? Kami dengar lho"

"Bagaimana kalau kau dengan ku saja, aku tidak bodoh. Kau sangat cantik dan kau juga sangat montok, pasti malamku akan sangat menyenangkan jika ada kau"

"Kau gila" Jinyoung membentak, dan bersiap akan pergi, tapi sialnya salah satu dari mereka berhasil meraih tangannya, membuat Jinyoung tersentak dan terhuyung kebelakang. "Ugh, pantatmu empuk sekali" yang menangkap Jinyoung meremas pantatnya.

"Sialan, lepaskan aku."

Jinyoung meronta, tapi dia kalah kekuatan, mereka terlalu kuat dan juga terlalu banyak. Yang tadi memimpin jalan menarik dagu Jinyoung, hendak mengecup bibirnya tapi dengan cepat dia meludahi wajah itu. "Singkirkan wajahmu dariku brengsek, lepaskan aku."

Dan yang diterima Jinyoung adalah pukulan pada wajah ayunya, dia mengerjap beberapa kali, pukulan pertama seumur hidupnya yang dia terima. "Sok jual mahal, kau ini baru saja ditolak oleh pria tampan tadi, alasannya pasti karena kau terlalu agresif, jadi jangan jual mahal pada kami"

Tubuh Jinyoung gemetar ketika sebuah bibir yang keras mendarat pada bibirnya, dia nyaris diperkosa para preman, lalu Mark datang bak superhero. Menedang kepala pria yang sedang melucuti pakaiannya lalu menghajar habis, dia merengkuh tubuh Jinyoung menggunakan mantelnya dan melilitkan syal. Dia melindungi tubuh Jinyoung menjadi tontonan lalu mengantarkan ia pulang.

Itu adalah awal, awal dimana dia jatuh hati pada Mark tapi hatinya bersumpah, dia akan mencari seseorang bernama Youngjae dan akan membuat ia merasakan apa yang Jinyoung rasakan, tidak hanya itu, Jinyoung juga bersumpah untuk membuat Jaebum melihat, melihat bagaimana orang yang dicintainya diperkosa dihadapan matanya.

Jika Jaebum tidak pergi begitu saja, mungkin Jinyoung tidak akan mengalami hal itu dan tidak akan menjadi brengsek dengan melakukan kejahatan seksual dan penganiayaan. Tapi dia tidak menyesal, dia mendapatkan lelaki yang lebih dari Jaebum lalu bisa membalaskan sakit hati, meski dia mengorbankan satu ginjalnya dia tidak masalah.

Melihat bagaimana Jaebum terluka parah dan Youngjae tunduk dibawah kakinya dengan menjadi budak nafsunya, Jinyoung merasa dia sudah memenangkan pertarungan. Jaebum dan Youngjae ada dalam genggamannya dan Mark mulai menguasai seluruh isi hatinya.

Jaebum memiliki kebiasaan memeluk saat tidur, terlebih saat cuaca sedang dingin seperti malam ini yang kebetulan hujan. Maka dengan gerakan pelan Jaebum mendekat pada teman tidurnya dan memeluknya dengan nyaman seperti dia adalah beruang besar, Jaebum memperlakukan Youngjae dalam tidurnya demikian.

Malam dimana Jaebum memeluk Youngjae, rasa dingin yang awalnya menusuk sampai ketulang hilang semua, dia membalikan badan dengan gerakan sepelan mungkin agar Jaebum tidak terbangun, membenamkan wajahnya di dada yang lebih tua untuk menghirup sebanyak-banyaknya aroma tubuh maskulin tersebut.

Dada Youngjae bergumuruh, menjeduk sangat keras seakan siap keluar dari tempatnya dan jatuh keperut.

"Youngjae"

Dan ia nyaris tidak mempercayai pendengarannya ketika bibir seorang Jaebum menyerukan namanya dalam tidur. Kenapa? Jantung Youngjae semakin menggila tidak karuan bersamaan dengan pelukan Jaebum semakin mengerat.

To Be Continue

Duh, nggak tahu deh ceritanya mau dibawa kemana dan akan jadi seperti apa, semoga pada ngerti ya dengan cerita ini.