You Know My Mind | Chapter 11
.
.
Author : Alyn1427
CAST : Kim Jong In [Kai] | Do Kyungsoo | Oh Sehun
Support Cast : Park Chanyeol | Byun Baekhyun | Xi Luhan | Jung Woo And Many More
Genre : Romance | Sad | Psycho | Yaoi
Rating : T+
WARNING : CHAPTER INI ADA *sensor* | ALUR NGEBUT | TYPOS MERAJALELA | BIKIN MUAL | PENDEK KEBANGETAN
THE STORY BELONG TO ME | PLAGIAT, GO AWAY !
Happy Reading *bow*
.
.
.
Jam dinding keluarga Kim menunjukkan angka dua belas tengah malam, seluruh ruangan nampak gelap. Didapur tampak Luhan berdiri didepan lemari es tengah menegak air minumnya pelan, ia tidak bisa tidur karena mulutnya terasa kering jadi ia memutuskan berjalan kedapur untuk minum segelas air. Saat Luhan mengedarkan pandangannya keseluruh sudut rumah ia pun berdecak.
"Kenapa aku merasa rumah ini seperti rumah hantu saja!" Ujar Luhan.
Setelah berkata seperti itu, Luhan melihat siluet gelap berdiri menghadapnya. Luhan memincingkan matanya untuk memperjelas, entah perasaannya saja atau tidak tapi siluet itu perlahan mendekatinya. Dengan keadaan dapur yang juga gelap, siluet itu berdiri disudut dapur dengan diam. Luhan meraih saklar lampu yang ada disampingnya dan ketika lampu perlahan menyala ia melihat adiknya Jongin berdiri disana dengan dinginnya.
"Apa yang kau lakukan tengah malam begini Jongin? Kau seperti hantu" Ucap Luhan pada adiknya sambil mengelus dadanya bersyukur bahwa itu Jongin bukan hantu.
"Aku ingin bicara denganmu" Jawab Jongin.
"Tengah malam begini? Kenapa tidak besok pagi saja" Jongin mendekati Luhan lalu menyerahkan ponselnya kearah Luhan.
"Kau sudah mendapatkan ponselmu? Apakah Appa yang mengembalikannya?" Tanya Luhan.
"Ketik saja alamat Kyungsoo disini!" Jongin semakin memajukan ponselnya lalu Luhan pun meraihnya dengan raut wajah bingung.
"Kenapa kau tiba-tiba meminta alamat Kyungsoo? Kyungsoo akan datang dua hari lagi Jongin" Ucap Luhan.
"Ketik saja alamatnya!" Kata Jongin tanpa mengindahkan pertanyaan kakaknya. Akhirnya Luhan pun mengetiknya.
"Aku mengetiknya di memomu, sudah kusimpan" Saat Jogin bersiap mengulurkan tangannya untuk mengambil ponselnya namun Luhan tidak memberikannya justru mengantonginya disaku celana pendeknya.
"Kenapa kau mengantonginya?" Tanya Jongin angkuh.
"Apa kau akan keluar untuk menemui Kyungsoo?" Tanya Luhan dengan tatapan menyelidik.
"Bukan urusanmu! Sekarang cepat kembalikan ponselku!" Ucap Jongin.
"Jika Appa tau kalau kau keluar rumah sebelum bulan depan, kau akan dikunci dikamarmu lagi Jongin!" Ingat Luhan.
"Aku tau, tapi besok pagi dia akan pergi keluar kota selama satu minggu" Luhan tetap tidak mau menyerahkan ponsel Jongin. Sebenarnya sejak kesembuhan Jongin dua minggu lalu, Luhan ingin mengajak Jongin keluar menyenangkan adiknya itu namun setelah mendengar Jongin tidak diizinkan keluar rumah sampai bulan depan membuatnya harus menahan diri untuk tidak melakukan hal itu karena jika Jongin keluar dari rumahnya sebelum bulan depan, Jongin akan kembali dikunci dikamarnya. Tentu saja Luhan tidak ingin itu terjadi mengingat ia sangat menyayangi adiknya.
"Kau tidak perlu mengkhawatirkan apapun! Aku tau sejak dua minggu lalu ada yang mengawasiku tapi aku bisa mengatasinya jadi kembalikan ponselku sekarang" Jujur saja Luhan masih ragu dengan ucapan Jongin tapi akhirnya Luhan pun memberikannya.
Saat Jongin akan pergi meninggalkan dapur, Luhan memanggil namanya hingga ia terhenti kemudian berbalik menatap Luhan.
"Saat pagi sampai pukul enam, Kyungsoo tidak ada dirumah karena dia masih bekerja dirumah sakit" Kata Luhan.
"Besok aku akan menyempatkan pulang dan aku akan mengantarmu kesana" Tawar Luhan karena jika Tuan Kim tau Jongin bersamanya, itu tidak akan membuat Jongin dikunci dikamarnya. Walaupun Luhan tau ia akan diteriaki si tua bangka itu tapi ia akan lebih senang jika itu bukan Jongin. Jongin sudah banyak menerima kesulitan, ia hanya ingin memudahkan setiap langkah Jongin. ia hanya ingin membantu.
"Terimakasih tawaranmu tapi aku tidak ingin merepotkanmu! Kalau begitu selamat malam" Saat punggung Jongin menjauhinya, Luhan tersenyum tipis. Ia merasa Jongin sudah kembali menjadi Jongin yang dulu, sejak kecil Luhan selalu ingin membantu Jongin tapi Jongin selalu menolaknya karena ia bilang bisa melakukannya sendiri ataupun tidak mau merepotkannya. Walau Jongin masih belum mau memanggilnya Hyung tapi ia tetap merasa lega dengan keadaan Jongin yang perlahan kembali. Ia merasa begitu lega.
.
.
You Know My Mind
.
.
Baekhyun mengeratkan jaket ditubuhnya, melirik jam tangan yang melingkar dipergelangan mungilnya dan sesekali menengok kekanan ataupun kekiri mengecek apa seseorang yang ditunggunya telah datang. Sudah lebih dari sepuluh menit ia menunggu tapi seseorang bernama Park Chanyeol belum juga menampakkan batang hidungnya, ya seseorang yang ditunggu Baekhyun sedari tadi adalah Chanyeol. Laki-laki tinggi itu tiba-tiba saja menelponnya ditengah acara bersih-bersih rumah dan menyuruhnya datang ketaman pukul tujuh malam. Tentu saja Baekhyun mengiyakan tapi ia juga bingung karena Chanyeol langsung menutup telponnya.
Sibuk melamun Baekhyun terlonjak ketika sebuah syal biru melingkar dilehernya, ia berbalik namun seseorang yang ia tunggu sejak tadi langsung memeluknya. Sebelum Baekhyun sempat melihat wajahnya.
"Maaf membuatmu menunggu lama Baek" Baekhyun tersenyum dalam dekapan hangat Chanyeol.
"Kenapa kau diam saja? Kau pasti marah padaku" Baekhyun terkekeh kecil lalu menggeleng.
"Aku tidak marah, aku hanya bosan menunggu terlalu lama" Kata Baekhyun lalu Chanyeol melepaskan pelukannya. Ia menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya lalu menempelkan tepat dikedua pipi Baekhyun yang bersemu kemerahan.
"Ada masalah yang harus kuselesaikan terlebih dahulu. Maafkan aku Baek, kau pasti sangat kedinginan" Baekhyun menggenggam tangan Chanyeol, melepaskan kedua tangan besar itu dari pipinya dan melemparkan sebuah senyuman lembut.
"Sudahlah Yeol aku tidak apa-apa" Chanyeol mengelus surai Baekhyun lalu ia memeluk Baekhyun lagi selama beberapa detik kemudian melepaskannya.
"Sekarang apa?" Tanya Baekhyun lalu Chanyeol menuntun Baekhyun kearah mobilnya dan membukakan pintu mobilnya untuk Baekhyun seakan tengah terburu-buru.
"Kau mau membawaku kemana?" Tanya Baekhyun lagi setelah mereka sudah didalam mobil. Sampai mobil Chanyeol mulai melaju pun Chanyeol belum juga mengeluarkan suaranya.
"Apa kita akan mencari makanan?" Chanyeol tertawa lirih lalu menoleh singkat kearah Baekhyun yang duduk disampingnya.
"Kerumahku, kau akan kubawa kerumahku" Jawab Chanyeol.
"Kenapa kau membawaku kerumahmu?" Chanyeol menghela nafas mendengar laki-laki mungil disampingnya yang tidak berhenti bertanya, walau begitu Chanyeol tetap tersenyum menanggapinya.
"Kuharap kau tidak keberatan jika aku mengenalkanmu kepada orang tuaku Baek" Kedua bola mata Baekhyun seketika membulat.
"Apa?!"
.
.
You Know My Mind
.
.
"Apa Chanyeol Hyung belakangan ini lembur? Kenapa setiap kali aku kerumahnya dia selalu tidak ada, bukankah jam enam dia seharusnya sudah pulang?" Tanya Sehun sambil bersandar ditengah pintu kamar Kyungsoo.
"Dia tidak lembur Sehun tapi dia sibuk dangan seseorang" Kata Kyungsoo. Mereka akan keluar malam ini namun Sehun harus sabar menunggu Kyungsoo selesai menyusun data pasien rumah sakit karena Kyungsoo bilang itu penting agar dia tidak terburu-buru menyusunnya besok pagi.
"Apa mereka sudah berpacaran? Aku jadi penasaran bagaimana wajah seseorang yang disukai Chanyeol Hyung" Kyungsoo tertawa lembut lalu berhenti sejenak menatap Sehun.
"Namanya Byun Baekhyun, dia laki-laki yang baik dan wajahnya sangat cantik. Mungkin Chanyeol akan segera menjadikannya kekasih" Ketika Kyungsoo melihat Sehun berubah terdiam, ia menghentikan senyumannya.
"Ada apa Sehun? Apa ada yang salah? Kenapa wajahmu seperti itu? Apa kau sakit?" Tanya Kyungsoo beruntun lalu ia mendekati Sehun.
"Aku hanya ingin mencintai seseorang dengan bebasnya tanpa terikat apapun seperti Chanyeol Hyung" Ujar Sehun pelan. Sehun tidak ingin mengatakannya dengan jelas, karena ia tahu Kyungsoo sangat peka dengan apapun jadi dia tidak ingin Kyungsoo tahu. Tidak sekarang mungkin nanti karena ia tidak mau karena perasaan ini, persahabatan mereka hancur dan Kyungsoo meninggalkannya. Ia terlalu mencintai Kyungsoo, dan jika Kyungsoo meninggalkannya ia tidak akan pernah sanggup untuk menerima kenyataannya.
"Kenapa kau berkata seperti itu huh? Ya! Kau sekarang adalah pemimpin perusahaan, kau orang yang baik dan tampan. Pasti banyak yang mengantri untuk mendapatkanmu dan kau bisa mendapatkan siapapun dengan mudah Sehun" Tapi bagaimana jika Sehun menginginkan laki-laki mungil yang sekarang berdiri didepannya, apakah Sehun juga bisa mendapatkannya dengan mudah?
"Apa kau ingin kubantu mencari kekasih?" Tawar Kyungsoo namun Sehun menggelengkan kepalanya cepat.
"Aku bisa mencarinya sendiri Soo, kau hanya perlu diam dan menunggu!" Kata Sehun sambil tersenyum.
"Apa kau sudah selesai menyusun datanya?" Tanya Sehun kemudian Kyungsoo mengangguk. Lalu mereka beranjak turun menuruni tangga dengan langkah ringan, jaket tebal yang ditenteng Kyungsoo ditangannya masih enggan dipakainya. Namun ketika tangan Kyungsoo meraih kenop dan membuka pintunya, seseorang berdiri disana dengan tatapan tajam.
"Kim Jongin?" Kyungsoo terkejut dengan kehadiran Jongin yang berdiri mematung didepan pintu rumahnya.
"Bagaimana kau bisa ada disini?" Namun yang membuat Kyungsoo lebih terkejut lagi ketika tiba-tiba Jongin menarik pinggangnya dan memeluknya erat. Sampai jaket yang tadinya Kyungsoo tenteng pun terjatuh.
Jongin menelusupkan wajahnya diperpotongan leher Kyungsoo dengan bibir yang menempel dileher beraroma buah milik Kyungsoo. Ia tidak peduli jika sekarang seseorang dibelakang Kyungsoo menatap dirinya dengan wajah memerah menahan amarah. Mungkin karena Jongin sudah terlahir dengan watak menyebalkan sehingga ia semakin mengeratkan tangannya ditubuh Kyungsoo dan beberapa kali melayangkan kecupan kecil dileher Kyungsoo tanpa peduli seseorang yang mungkin Jongin tebak bernama Sehun menatapnya seperti ingin meremukkan setiap tulangnya sekarang juga.
"Jongin lepaskan!" Ucap Kyungsoo berusaha melepaskan pelukan Jongin.
"Aku sudah lama menunggumu didepan, kenapa lama sekali membuka pintunya?" Mendengar itu seketika Kyungsoo berubah khawatir.
"Kenapa kau tidak menekan belnya? Kau pasti sangat kedinginan" Ucap Kyungsoo dengan kekhawatiran yang begitu kentara. Tapi sebenarnya Jongin sedang berbohong sekarang, ia baru berdiri beberapa detik didepan pintu sebelum Kyungsoo membuka pintunya dan kebohongannya itu berhasil membuat Kyungsoo percaya namun tidak dengan seseorang yang sekarang mendekatinya.
"Lepaskan dia!" Sehun melepaskan pelukan mereka dengan kasarnya dan menarik Kyungsoo untuk berdiri dibelakangnya.
"Dia pasienku Sehun tidak apa-apa" Ucap Kyungsoo pelan namun Sehun masih menghalanginya dari Jongin.
"Aku tidak peduli siapa dia" Ujar Sehun dingin.
"Sehun, dia sudah lama berdiri didepan pintu. Pasti dia sangat kedinginan sekarang" Ucap Kyungsoo membuat amarah Sehun seketika naik ke puncak ubun-ubunnya.
"Tubuhku sangat menggigil sekarang, bisakah kau memelukku lagi?" Ucap Jongin kearah Kyungsoo hingga terdengar begitu memuakkan ditelinga Sehun.
Dan.. BUKK
Jongin tersungkur menabrak pintu setelah mendapat pukulan keras dari Sehun. Pipinya terasa nyeri dan sudut bibirnya mengeluarkan darah. Jongin mengeluarkan seringainya sambil mengusap darah disudut bibirnya dengan kasar.
Kyungsoo menutup mulutnya melihat apa yang dilakukan Sehun. Sudah lama sekali ia tidak melihat Sehun marah semenjak terakhir kali Sehun memukul temannya karena mengganggu dirinya ketika mereka masih JHS dulu.
"Kenapa kau memukulku? Aku hanya meminta Kyungsoo memelukku karena aku sangat kedinginan" Ucap Jongin dengan seringai yang masih menempel dibibirnya.
"KAU BERBOHONG BRENGSEK!"
BUKK..
"Sehun hentikan!" Seru Kyungsoo menahan lengan Sehun yang ingin memukul Jongin lagi.
"Kau meminta pelukan darinya tapi kau juga mencium lehernya! BRENGSEK! AKU AKAN MEMBUNUHMU!" Kyungsoo semakin mengeratkan genggamannya pada lengan Sehun, karena Sehun terus saja berusaha memberontak.
"Sehun hentikan!" Ucap Kyungsoo.
"Kalau begitu pukul aku!" Ujar Jongin ringan.
"CUKUP! Sudah cukup!" Kyungsoo merasa kepalanya sangat pusing melihat pertengkaran Jongin dan Sehun. Untung saja Appanya dan Jung Woo sedang tidak ada dirumah malam ini.
Kyungsoo memang merasa Jongin sangat keterlaluan saat diam-diam mencium lehernya tapi keadaan Jongin sekarang mulai sembuh dan ia tidak ingin kelainan social yang dialami Jongin kembali hingga membuat emosinya tidak terkontrol. Dan berakhir saling melempar pukulan dengan Sehun. Ia tidak ingin semua itu terjadi.
"Masuklah Jongin, aku akan mengobatimu dan Sehun, pulang dan istirahatlah! Kita keluar lain kali saja" Kyungsoo menarik tangan Jongin memasuki rumahnya namun Sehun menahan pergelangan tangan Kyungsoo.
"Tidak apa-apa Sehun, aku hanya akan mengobatinya setelah itu aku akan menyuruhnya pulang. Sekarang pulanglah Sehun!" Ucap Kyungsoo akhirnya. Sehun sebenarnya tidak rela meninggalkan Kyungsoo sendiri bersama laki-laki brengsek yang bernama Jongin itu tapi ketika melihat tatapan Kyungsoo padanya membuat tangannya pelahan mengendur.
"Baiklah, aku akan menelfonmu nanti" Kata Sehun dan Kyungsoo pun mengangguk.
.
.
"Kalian seperti sepasangan kekasih saja" Kata Jongin dengan nada mengejek.
"Diamlah Jongin!" Ujar Kyungsoo dingin.
Sejak Kyungsoo menyeret Jongin memasuki rumahnya sampai sekarang Jongin tetap tidak bisa menutup mulutnya walau berulang kali ia menyuruhnya diam sekalipun. Dan semua kalimat yang Jongin ucapkan sungguh membuat Kyungsoo harus menahan rasa kesalnya.
"Sehun terlihat seperti laki-laki brengsek!" Jongin sengaja mengucapkan kata-kata pedasnya untuk membuat Kyungsoo marah namun sampai sekarang pun Kyungsoo masih terlihat tenang.
"Kau tidak mengenalnya Jongin jadi kau tidak berhak berkata seperti itu!" Kata Kyungsoo. Ia selesai mengobati luka diwajah Jongin, namun ketika Kyungsoo akan beranjak berdiri Jongin merebut kotak obat digenggaman Kyungsoo dan meletakkannya dimeja.
"Jongin apa yang kaulakukan?" Tanya Kyunsgoo ketika dengan kasar Jongin menarik tangannya dan mendudukkan dirinya dipangkuan Jongin. ia berusaha melepaskan tangan Jongin yang mengerat memeluk pinggangnya.
"Apa kau dirumah sendirian sekarang?" Tanya Jongin dengan suara beratnya. Dan itu adalah pertanda bahaya bagi Kyungsoo.
"Apa yang kau lakukan? Jongin lepaskan aku sekarang!" Saat Jemari Jongin perlahan mulai membuka kancing pertama kemeja Kyungsoo, Kyungsoo memukul lengan Jongin kuat untuk menghentikan aksi laki-laki tan itu. Tentu saja itu tidak menghentikannya karena pukulan Kyungsoo tidak berpengaruh padanya.
"Tidak Jongin!" Kyungsoo berteriak panic ketika Jongin berhasil membuka kancing kemejanya yang kedua.
Jongin seperti terasuki iblis sekarang, tatapannya begitu kelam dan napasnya memburu ketika dengan sengaja ia membenamkan wajahnya disekitar leher dan dada Kyungsoo. Saat aroma buah dari tubuh Kyungsoo memasuki indera penciumannya membuat otaknya seakan kacau, Jongin sangat terhipnotis dengan wangi tubuh Kyungsoo dan merasakan betapa lembutnya kulit Kyungsoo ketika bibirnya mendarat dileher Kyungsoo.
Ia melayangkan banyak ciuman dileher Kyungsoo, Jongin benar-benar lupa diri sekarang. Dengan tidak sabaran menciumi leher Kyungsoo sambil sesekali menyesapnya keras seperti seorang vampire yang sedang menyedot darah mangsanya. Benar-benar tak terkendali.
"Jongin henti..kan! Hentikan!" Ucap Kyungsoo dengan nada bergetar. Kyungsoo menangis sekarang terlihat dari air mata yang menggenang disudut matanya. Dan seketika membuat Jongin terhenti, ia mendongak menatap Kyungsoo dan melihat buliran air mata turun dengan mulusnya dipipi lembut Kyungsoo.
"Maafkan aku Kyungsoo! Tidak, jangan menangis!" Jongin mengusap air mata Kyungsoo berulang ulang dengan khawatirnya namun air mata Kyungsoo tetap tidak berhenti keluar.
"Jangan menangis! Kumohon Kyungsoo!" Tidak tahu kenapa Jongin ketakutan dan sangat khawatir melihat Kyungsoo menangis, ia baru kali ini merasakan rasa takut ketika menyakiti hati Kyungsoo, pertama kali melihat Kyungsoo ia sudah terbiasa dengan senyuman lembut milik Kyungsoo. Ia hanya ingin sekali melihat wajah manis Kyungsoo marah namun ia tidak mengira jika Kyungsoo akan menangis.
"Maafkan aku Kyungsoo! Maafkan aku!" Tanpa sengaja Jongin ikut meneteskan air matanya, ia mengecup bibir Kyungsoo lama untuk menenangkan laki-laki mungil itu karena ia merasa hatinya sakit ketika mendengar isakan Kyungsoo.
PLAKK…
Kyungsoo menampar keras Jongin karena dia dengan kurang ajarnya mencium bibirnya. Ia berdiri dan menarik Jongin.
"Keluar dari rumahku Jongin!" Ucap Kyungsoo dengan amarahnya yang menggebu. Tangannya menunjuk arah pintu mengusir.
"Kyungsoo ak—"
"KELUAR!"
.
.
TBC
.
Annyeong yeorobun *bow* akhirnya chapter 11 nya udah selesai Yey~ *kibar bendera* .. Saya bikin chapter ini sambil dengerin lagunya EXO – Sing For You, lagu mellow tapi ngetik part nc -_- haduh gak nyambung banget jadi mian kalo chapter ini rada aneh. Saya sengaja bikin nc-nya gak HOT karena ini masih awal Readers-deul jadi biasa aja dulu *ketawa nista*
Oke selanjutnya silahkan REVIEW~
