Red of the Triplets •

.

.

.

Disclaimer to: Masashi Kishimoto (Naruto)

Story by: River Bloody

Pairing: KakaSaku (Kakashi x Sakura)

Cast: Sasori, Gaara, Karin, Tayuya, OC, Dll.

.

.

Rated: M (for Lemon and Lime/Kasar/ juga all of them)

.

Warning: OOC, Typo, Gaje, all of them :v

Genre: Romance, Hurt/Comfort, Humor, Tragedy

.

.

(Don't like Don't Read!)

Auth River pan udah bilang, ni Fic NOT TO 18- (Under 18), TAPI BUAT 18+ (plus+) kalo masih nekat, semua ditanggung masing2 bukan sama Auth River

#evilgrin

.

.

.

~ Part X – Hai, Sakura Haruno ~

.

.

.

Sakura kini tengah mengangkat pakaian kotor, kebetulan hari ini dia bisa mencuci terlebih dahulu sebelum berangkat kerja. Di saat ia hendak memindahkan cucian kotor ke tempat mesin cuci, tak sengaja ada sebuah sapu tangan jatuh dari dalam saku seragam milik Karin. Sakura pun langsung mengambil sapu tangan tersebut dari lantai, dan membersihkannya. wanita itu sedikit mengerinyitkan alisnya ketika sapu tangan yang ia ambil itu menguar bau parfum, mampu membuat dirinya bergidik ketakutan. Seakan memori masa kelam lalu lagi-lagi tanpa seizinnya berputar di dalam otaknya. memori dimana ia dilecehkan oleh seseorang yang tak dikenalnya, seseorang yang telah membantai seluruh anggota keluarganya kecuali kakaknya.

"Sapu tangan? ini... tidak mungkin kan jika bau ini sama persis seperti miliknya?!" lirihnya dengan melihat sapu tangan putih, ia pun mencari-cari apakah sapu tangan itu memiliki logo atau jahitan yang mungkin dikenalnya, kemungkinan persis seperti sapu tangan yang menutup kedua matanya dulu.

Sakura masih menyimpan sapu tangan itu, ia menyimpannya. dikarenakan saat di interogasi oleh yamato dirinya tidak mengatakan apa yang telah terjadi. Karena ia tak berani mengatakannya kepada yamato, dan tetap menyimpan semua kejadian sebenarnya. Ia hanya menceritakan sebagian, entah kenapa sakura tak bercerita sesuai apa yang telah terjadi kepadanya. hal yang terjadi seketika membuatnya bungkam.

Wanita itu mulai menghela nafasnya, dan memasukkan sapu tangan kotor ke dalam mesin cuci. sebaiknya ia mencucinya, baru setelah itu akan dikembalikan entah bagaimana nanti ia akan mengembalikannya.

» Red of the Triplets «

Satu jam berlalu, setelah mencuci pakaian dan mengeringkan di pengering. Sakura membawa pakaian itu ke balkon untuk ia jemur. melihat matahari yang mulai semakin naik, ia mempercepat menjemur cuciannya.

"Yosh, sudah selesai. waktunya aku bersiap untuk bekerja, hahh ternyata melelahkan juga ya. Tapi, walaupun begitu aku tetap bahagia akan kehadiran mereka" ucapnya sambil mengangkat keranjang kosong untuk di taruh ke dalam kamar mandi.

Usai meletakkan keranjang, sakura bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. setelah mandi, wanita berambut musim semi langsung bergegas masuk ke dalam kamar tuk berganti baju dengan pakaian kerja.

"Okay, semua sudah rapi dan siap" ucapnya sambil tersenyum, sakura pun mengambil tas kerjanya dan berjalan ke depan.

"Anak-anak, ibu berangkat kerja dulu" teriak sakura dari pintu depan.

"Uhh, uhmm ya hati-hati Oka-san. Itterashai!" Sahut Karin dari ruang santai.

"Ohmm, Ittekimasu Karin-chan, Gaara-kun, Sasori-kun" sahut Sakura yang sudah memakai sepatu kerja dan membuka pintu apartment lalu bergegas ke kedai paman teuchi untuk bekerja.

» Red Of The Triplets «

Kakashi yang kini sudah kembali bekerja, masih tampak terpaku di depan layar laptop miliknya. Ia seakan menatap sesuatu yang ada di hadapannya, ya layar laptop itu menampakkan foto-foto hasil pengintaian Hidan dan Asuma, foto-foto sakura yang sedang tersenyum merekah tanpa adanya beban.

"Sial! Arghhhh... sampai kapan aku harus berdiam diri seperti ini!" Makinya sendiri sambil mengacak-acak rambutnya seolah dirinya sedang dilanda kebangkrutan.

"Woy, Kakashi. kau seperti orang gila saja, berteriak sambil mengacak-acak rambut seperti itu. Ingat, kau baru seminggu keluar Rumah Sakit, jadi jangan menyakiti dirimu lagi seperti itu." Tegur Iruka yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan Kakashi sambil membawa berkas-berkas.

"Kau tak tahu masalahku ini terlalu rumit, dan aku harus segera bertindak Iruka Baka" seru Kakashi yang kini menatap Iruka malas.

"Calm down Kakashi, tenangkan pikiranmu terlebih dahulu. Hahh, baiklah aku mengerti itu. dan kau telah banyak cerita juga menjelaskan semua kejadian yang menimpa dirimu. Tapi, kau harus memikirkan terlebih dahulu jangan terburu-buru. Jika nanti kau langsung menemuinya, bisa gawat dan bisa jadi nanti anak-anakmu akan marah besar, kakashi" jelas Iruka yang kini telah duduk di depan meja kerja Kakashi.

Kakashi yang mendengarnya pun langsung mengusap wajahnya dengan kasar. Akh, betapa bodoh dirinya sampai tak terpikirkan sejauh itu. Beruntung memiliki sahabat seperti Iruka, Obito maupun Pein yang bisa memberikan ide ataupun hal lain untuk dirinya.

"Geez, kenapa aku tak berpikir sampai sejauh itu. Aku sangat beruntung memiliki salah satu sahabat seperti kau, Iruka. Kau memberikan solusi supaya aku tak melakukan hal ceroboh" ucapnya kini dan menyandarkan tubuh ke belakang kursi kerjanya.

"Lalu, apa kau memiliki sebuah ide? Supaya aku bisa bertemu dengan sakura dan membuktikan atau setidaknya bersujud tuk meminta maaf kepada dirinya yang selama 14th menghilang, Iruka" imbuhnya dengan bertanya kepada Iruka perihal ia akan bertemu dengan Sakura.

"Baiklah begini kau harus melakukan ini." Ujarnya dan mulai berbisik perihal rencana untuk kakashi yang ingin berjumpa atau meminta maaf kepada Sakura atas kesalahannya selama 14 tahun.

» Red Of The Triplets «

Seminggu telah berlalu, kini Kakashi sudah bersiap dengan rencana yang telah diberikan Iruka kepadanya. Ia harus segera meminta maaf atas kesalahannya terhadap Sakura, kesalahan yang telah ia perbuat dengan gadis berumur 14 tahun, meninggalkannya tanpa menepati janji yang telah ia ingkari begitu saja.

Kini, Kakashi duduk di kursi kerja seperti biasanya sambil menghela nafas sedikit berat. Ya, hari ini adalah penentuannya. apakah Kakashi akan melakukannya hari ini atau dia akan berdiam diri tanpa melakukan sesuatu. bahkan obrolannya dengan Iruka seminggu yang lalu masih terngiang di pikirannya, sungguh pelik atas apa yang telah terjadi pada dirinya yang sekarang. benar-benar membuat semua ini terasa tak masuk akal.

'Apakah harus aku lakukan sekarang? Kamisama, aku benar-benar menginginkannya. Aku ingin berkumpul dengan mereka, menyapa, memeluk dan bercengkrama layaknya seorang ayah biasanya.' Batinnya yang saat ini sedikit bergejolak dengan apa yang ingin dilakukannya hari ini.

Kakashi memejamkan matanya, mengulang kembali percakapan-percakapan dirinya dengan Iruka. Ia ingin melakukannya hari ini, bersyukur jika nanti ia diterima tapi jika tidak, Kakashi sedikit harap cemas.

"Hahhhh..." Hela nafasnya dengan mata masih tertutup.

~ Flashback on ~

"Kau memesan ramen ke kedai tempat Sakura bekerja, lalu suruh dia yang mengantar ramen ke ruanganmu. setelah itu kau kunci ruangan, saat Sakura telah masuk ruanganmu. sebelum ia akan mengeluarkan ramen, kau cegah dia atau suruh letakkan di atas meja. Dan secara perlahan, kau peluk dia dari belakang, lalu katakan sejujurnya kepadanya yang telah kau lakukan dulu. Sisanya terserah kau Kakashi" jelas Iruka tentang rencananya kepada Kakashi.

"Hahhh?! Kau tak bercanda kan Iruka? menyuruh Sakura kemari dengan cara memesan Ramen, lalu mengantarnya ke ruanganku? Kau pikir semudah itu!" Sahut Kakashi setelah mendengar ucapan Iruka yang sekaligus rencana dari pria nanas tersebut.

"Ck, mattaku~ jangan bilang kau takut? hahh... Kakashi, mau bagaimanapun caranya ini sudah lebih baik. daripada kau muncul di hadapan Sakura dan mengatakan perihal apa yang telah kau lakukan terhadapnya? Bisa-bisa kau dihajar oleh Gaara juga Sasori, dan kau bukannya bersatu melainkan diusir oleh anak-anakmu" ucap Iruka yang kini tengah menopang kepalanya dengan malas.

"Hahhh... Tapi apa harus menyuruh Sakura? Jika nanti si pemilik kedai curiga bagaimana?" Ucap Kakashi yang tengah menggaruk kepalanya tak gatal.

"Kau benar-benar menyebalkan ya, lebih baik pakai rencanaku. Masalah itu, nanti biar aku yang atur. kebetulan aku kenal dengan pemilik kedainya, hahahaha" ujar Iruka dengan sedikit tertawa, sedangkan Kakashi yang melihatnya langsung sweatdrop' melihat kelakuan sahabatnya itu.

~ Flashback Off ~

"Jadi, aku harus melakukannya ya. Hem, sebentar lagi makan siang. semoga saja, aku bisa bertemu dengannya. lancarkan semua ini Kami-sama" gumam Kakashi yang kini beranjak dari kursi lalu mengambil tas belanja miliknya. Ia akan memakai jaket hoodie yang sama seperti 14 tahun yang lalu, berikut masker berwarna hitam. Kakashi sengaja membelinya, karena dengan cara ini ia akan bisa bertemu dengan Sakura.

"Baiklah" gumamnya dan langsung memakai jaket hoodie, juga memakai slayer sebagai masker penutup setengah wajahnya.

usai memakai jaket hoodie dan slayer, Kakashi pun mengirimkan short message ke Iruka untuk memesan Ramen di kedai tempat kerja Sakura. Kakashi menghela nafasnya sejenak, dan kembali duduk di kursi kerjanya. dirinya kini menatap layar laptop dengan foto Sakura yang dijadikan sebagai wallpaper.

Tatapan mata Kakashi yang melihat foto Sakura dalam laptopnya, seakan penuh dosa yang telah ia lakukan kepada gadis musim semi itu. rasa bersalah yang ia miliki terlalu tinggi, kesalahan ia perbuat terhadap Sakura tak akan mungkin di maafkan begitu saja. pembunuhan berencana, pelecehan seksual, terlebih lagi meninggalkan gadis itu selama 14 tahun dari kejadian yang ia perbuat.

"Aku ingin kita bersatu, Sakura" tanpa sadar kakashi mengucapkan sesuatu, sampai handphone miliknya berdering tanda panggilan telepon masuk.

"Ehm, Iruka ada apa?" Jawabnya setelah panggilan masuk ia angkat.

"Kakashi, Sakura sudah menaiki lift dan menuju ruanganmu. kau segeralah bersiap di sana, sesuai rencana yang aku katakan seminggu lalu" jelas Iruka. Kakashi pun hanya mengiyakan, lalu mematikan secara sepihak telepon baru saja. Kakashi langsung beranjak dari kursinya dan berjalan ke arah belakang pintu dalam ruangannya.

Tak lama Kakashi berdiri di belakang, seketika pintu ruangannya terbuka secara perlahan. dan masuklah seorang wanita dengan rambut musim semi berjalan masuk ke dalam.

"Permisi, saya mengantarkan pesanan Ramen dari Resto Ichiraku." ucapnya sambil meletakkan nampan di atas meja kerja Kakashi.

Cklekk... Klekk...

Terdengar suara pintu ruangan dikunci, tapi Sakura masih berdiri tanpa berpaling ke arah belakang, ia masih tetap berdiri dan memasang wajah yang sulit di artikan.

Bahkan Kakashi yang tadi berada di belakang pintu dan sudah menutup juga mengunci pintu ruangannya, kini telah berjalan ke arah Sakura. tiba-tiba Kakashi telah memeluk tubuh Sakura dari belakang, dan meletakkan kepalanya di perpotongan leher Sakura sambil menciumnya dengan lembut.

"I miss you, my Cherry Blossom"

» Red Of The Triplets «

~ Sakura POV's ~

Hari ini aku harus mengantarkan pesanan ramen ke perusahaan Hatake Corp. ngomong-ngomong tentang mengantarkan pesanan, harusnya ini adalah pekerjaan Itachi. Tapi, berhubung Itachi sedang tidak enak badan maka aku dan dia akhirnya gantian shift dalam pekerjaan di resto Ichiraku. Ya, pegawai di resto tidak terlalu banyak, dan rata-rata lebih memilih bekerja di resto daripada harus mengantar pesanan.

Oh, iya aku harus mengantarkan pesanan ke Hatake Corp. sebuah perusahaan terkenal di jepang. Tapi, seingatku bukannya Hatake Corp. ialah perusahaan yang memberikan kesempatan untuk salah satu anakku. Hm, ya pria yang datang ke rumahku ± dua minggu lalu. Dia membawa ketiga anak kembarku begitu saja, tanpa mengabariku sebelumnya.

Tetapi pria yang aku temui waktu itu, entah kenapa mengingatkanku dengan seseorang. seseorang di masa lampau, senyuman ramahnya, tutur katanya, juga sopan santunnya. sedangkan di sisi lain bau parfum mint yang dipakainya mengingatkan diriku dengan kejadian lain, kejadian di mana membuatku hancur begitu saja. Apakah orang di masa lampau dan bau parfum kejadian 14 tahun lalu ialah orang yang sama?

Orang di masa lampauku ialah seorang pemuda berumur 14 tahun dengan senyuman manis dan membuat siapapun akan semakin dekat. bahkan aku bisa mengenalnya dengan baik. sedangkan bau parfum saat kejadian 14 tahun lalu ialah seorang pria berkisar umur 20 tahunan dan melakukan pelecehan terhadapku, walaupun aku tak bisa melihat wajahnya tapi aku bisa mendengar suaranya yang terlalu dibuat-buat. juga tubuh rampingnya mampu membuatku bisa menebak umur pria tersebut.

"Akhirnya, aku sampai juga" ucapku sesaat setelah tersadar dari pikiran-pikiranku tentang pria masa laluku.

"Perusahaan ini besar juga, hahh jika itu benar orangnya... aku hanya ingin memaafkannya saja. karena, aku sudah berjanji dalam lubuk hatiku" ucapku sambil membawa kotak yang berisikan ramen.

Aku melangkahkan kaki masuk ke dalam perusahaan Hatake Corp. lalu, bertanya kepada resepsionist untuk mengantarkan pesanan ramen kepada Hatake Kakashi. usai bertanya, sang resepsionist pun menyuruhku untuk ke lantai 13, di mana tempat si pemimpin berada.

Aku segera menaiki lift dan menekan tombol angka 13, sampainya di atas aku melangkahkan kaki keluar lift dan berjalan ke ruangan Hatake Kakashi.

"Mhh... sepertinya ini ruangannya" ucapku sedikit celingukan mencari ruangan yang terlihat lorong-lorong.

segera ku ketuk pintu ruangan yang tertera nama sang empu, tak ada jawaban sampai akhirnya aku membuka kotak besi dan mengambil nampan juga semangkok ramen yang telah dipesan. tanpa ku ketuk kembali, aku segera masuk ke dalam tuk meletakkan ramen.

"Permisi, saya mengantarkan pesanan Ramen dari Resto Ichiraku." ucapku sambil meletakkan nampan berisikan mangkok ramen ke atas meja kerjanya.

setelah meletakkan nampan ke atas meja, aku mendengar suara pintu ruangan ditutup dan dikunci, seketika tubuhku terdiam dan tak bisa bergerak untuk melihat ke belakang, menolehpun aku tak kuasa melakukannya. perasaan takut ini terus menjalar dalam tubuhku, sampai aku memejamkan mata sejenak dan pada akhirnya aku merasakan sebuah pelukan sedikit erat. Lalu, perpotongan leherku seperti dicium seseorang yang tak aku ketahui siapa, siapa yang telah berani melakukan ini semua.

Aku ingin melawannya, tapi tubuhku susah tuk digerakkan, sampai suara baritone dan panggilan itu membuatku linglung sedikit, juga waktu ini terasa berputar ke masa 14 tahun yang lalu.

"I miss you, my Cherry Blossom" panggilnya dengan nada seduktif sambil mencium perpotongan leherku dengan lembut.

» Red of The Triplets «

~ Normal POV's ~

"I miss you, my Cherry Blossom" ucapnya seduktif sambil mencium perpotongan leher Sakura dengan lembut.

"Hen...hen..hentikan..ku mohon, hentikan!" Ujar Sakura yang akhirnya membuka suara dan melepaskan pelukan pria di belakangnya, saat pelukan terlepas Sakura pun bisa menggerakkan tubuhnya lalu berbalik ke belakang.

Betapa terkejutnya bukan main Sakura melihat pria yang memeluknya, pria berjaket hoodie hitam dengan wajah yang ditutupi oleh slayer hitam.

"Ti..ti..tidak.. tidak mungkin kau kembali, ha'aah aaahh menjauhlah, aaahh pergi... pergi.." Ucapnya tanpa sadar mengusir pria di hadapannya, Sakura pun mulai jatuh terduduk. Tapi, tatapannya masih menatap pria di hadapannya. pria 14 tahun yang sama, yang telah melakukan pembunuhan berikut memperkosa dirinya sampai memiliki tiga orang anak. Sakura memundurkan tubuhnya perlahan ke belakang, menghindari sang pria di hadapannya.

Pria itu justru maju, mendekati Sakura yang terus memundurkan tubuhnya. tak sesuai harapan si pria yang ingin meminta maaf, juga tidak sesuai apa yang diinginkan Sakura tuk memaafkan pria berjaket hitam itu, justru dirinya malah mengusirnya tanpa sadar.

"Pergi...pergi! pergi.. jangan hancurkan hidupku lagi, sudah cukup 14 tahun lalu kau menghancurkannya! PERGI!" tukasnya sedikit membentak. ketakutan telah mendera di sekujur tubuh Sakura, padahal dalam lubuk hatinya ia ingin memaafkan pria tersebut tapi tak sesuai oleh apa yang ia lakukan.

"Sakura, maafkan aku. berhentilah untuk takut seperti itu. aku tahu kau takut! aku tahu kau membenciku, tapi apakah tak ada yang bisa ku lakukan. Aku hanya ingin kau mengetahui siapa aku" ucapnya dan langsung melepas jaket hoodie lalu melemparnya ke atas sofa, tak lupa slayer yang menutupi wajahnya pun ia lepas.

Kakashi semakin mendekat ke Sakura yang kini sudah menatap dinding ruangan. Sakura masih merasakan takut yang luar biasa, ia melambaikan kedua tangannya ke depan untuk mengusir Kakashi yang kini sudah berjongkok di hadapannya. Kakashi merasa iba dengan tingkah Sakura yang ketakutan seperti itu, apa yang telah ia lakukan 14 tahun silam ialah perbuatan tak seharusnya terjadi.

"Maafkan aku Sakura-chan, My Little Cherry maaf aku sudah berbuat tak sepantasnya kepadamu... Maafkan aku Sakura!" ucap Kakashi yang tanpa ia sadari sudah menitikkan air mata di depan Sakura atas perbuatannya. Pria itu menarik tangan kanan Sakura yang mencoba tuk mendorong tubuhnya, dipeluknya kembali tubuh Sakura dalam dekapannya. Kakashi kini ikut terduduk sambil memeluk tubuh Sakura.

"Maafkan aku little cherry, maaf apa yang telah aku perbuat kepadamu. Harusnya aku tak melakukannya, harusnya aku mendekatimu dengan selayaknya. tidak seperti ini Sakura!" Ucap Kakashi sedikit terisak sambil menenggelamkan kepalanya di leher Sakura.

"Little Cherry... Little Cherry... Little... Cherry?!" ucap Sakura yang tanpa sadar ikut mengucapkan panggilan yang diucapkan Kakashi kepadanya. entah kenapa Sakura ikut mengucapkan kata-kata panggilan tersebut, seolah pikiran-pikirannya di masa lalu sebelum kejadian 14 tahun terulang. dimana masa kecilnya yang membuat dirinya bahagia bersama seseorang, seorang pemuda yang hanya terlihat sebuah senyuman manis tertuju kepadanya sambil melambaikan tangan.

.

.

.

TBC

.

.

.

Yoshaaaaa~ part ini dan part depan khusus ya untuk KakaSaku bertemu. Dimana keduanya sebelumnya pernah bertemu sebelum kejadian, nyahahahaha~ okay ini mungkin agak mainstream, tapi biarkanlah semua itu berjalan... -)/ #BANZAI

Bagaimana? Semakin penasaran kan? Penasaran? Penasaran? Tunggu aja ya chapter berikutnya "Kenangan Di Musim Semi" wuohohoho... Untuk konfliknya ntar deh, author River mau buat moment"nya si KakaSaku dulu yakkk... #Eheeem

Sankyuuu naaa Minna… yang sudah pada nge-Review… hohohoho.. ini akan semakin menjadi panas…. Fyuhhhh '3')/

Okay, jangan lupa Box di kanan atas jika mau Review... Author River cabut... Jaaa '-')/

#GONE