MONSTER

M

HUNHAN

additional cast: Kyuhyun and Eunhyuk (Super Junior)

warning: para member SUJU dalam cerita bukan boyband tapi masing-masing artis solo yang sebagian kerja di bawah SMEnt.

bagian sepuluh

.

.

.

.

.

Sehun tidak tau kemana dia harus pergi. Setelah Suho mengatakan bahwa dia, Chanyeol dan Kai tidak akan memaafkan dirinya karena sesuatu yang bahkan tak ia lakukan, Sehun kacau. Dia tidak mengerti pada siapa sebenarnya para sahabatnya berpihak.

Kemana Suho yang selalu membelanya dan menasihatinya tanpa perasaan benci dan kasar? Kemana Chanyeol yang selalu ceria dan berada di sampingnya untuk sekedar menyindir dengan candaan? Kemana Kai yang selalu ada untuknya di setiap waktu dan mendengarkan keluh kesahnya?

Sehun belum menjelaskan apapun pada ketiganya, tapi mereka sudah memutuskan apa yang harus ia lakukan untuk ke depannya. Pria korea tulen itu membanting stir, hari masih pagi, aktivitas baru dimulai, jalan raya sudah merenggang, karena orang-orang kantoran sudah berada di tempat mereka seharusnya.

Ponsel Sehun bergetar, tanda panggilan masuk. Menghembuskan nafas kasar, Sehun mengangkatnya.

Cho Kyuhyun yang kemarin berulang tahun, salah satu rekan senior artis EXO dalam bekerja di bawah SM entertainment.

"Halo?"

"Halo Sehun? Kalian dimana?"

"Yang lain di dorm. Aku otw."

"Otw kemana?"

"Kepo."

"Aku menghubungi Suho tidak diangkat dari tadi."

"Lalu apa yang kau inginkan dariku?"

"Aku ingin membicarakan soal kolaborasi kalian denganku dan Eunhyuk. Sekarang Suho harus segera datang kesini untuk membicarakannya lebih dulu mewakili kalian."

"Sangat sekarang?"

"Iya."

"Apa aku tidak bisa menggantikan Suho hyung?"

"Kau yakin? Memangnya dia tidak bisa?"

"Mana ku tau."

"Apa yang terjadi?"

"Tak tau, aku tak peduli."

"Ha? Kalian bertengkar atau kau ngambek padanya?"

"Dua duanya"

"Ayolah Sehunie jangan seperti itu. Dia itu hyung mu juga loh."

"Kau dimana hyung? Aku akan segera kesitu."

"Aku di studio."

Dan dengan itu Sehun mematikan sambungan. Ia yang tadinya tak tau arah dan tujuan, mengemudi kemana. Kini membanting stir dan berbelok menuju studio. Dalam hati ia berharap banyak pada Kyuhyun, semoga senior yang sudah seperti kakaknya sendiri ini bisa membantunya.

Ketika Sehun sampai, Ia Eunhyuk salah satu seniornya yang lain dan Kyuhyun sendiri sudah menunggu di ruang tunggu dengan keadaan santai seraya fokus mereka masing-masing tertuju pada gadget yang mereka genggam.

"Pagi," sapa Sehun saat melangkahkan kakinya masuk.

"Akhirnya.." seru Kyuhyun tanpa menatap Sehun, ia fokus pada gadget dengan kedua jempolnya menari cepat mengetik sesuatu.

"Dimana Suho?" tanya Eunhyuk menatap Sehun.

"Di—dia tidak bisa kesini," bohong Sehun.

"Kau bercanda?" Eunhyuk yang mendengarnya melengking tak percaya. "Jangan bilang kau yang akan menggantikan-" perkataan Eunhyuk terhenti karena menyadari bahwa wajah mulus Sehun kali ini terlihat babak belur dan benar-benar kacau. "Kalian berkelahi ya?!" pekik Eunhyuk.

"Kalau iya memang kenapa?" Sehun hanya menjawab enteng.

"Astaga.. kalian ini kenapa sih?" Eunhyuk menepuk jidatnya bingung.

Kyuhyun yang mendengar barusan kemudian melirik Sehun, ia sedikit tercekat ketika wajah Sehun memang penuh lebam dan bahkan ada darah keluar sedikit dari hidungnya. Walau begitu, ia tetap mencoba kalem. Sudah selesai dengan gadgetnya akhirnya memasukkannya ke dalam saku mantel birunya ia mengkode kepada Eunhyuk agar membawa Sehun keluar sebentar, pria yang dikode pun segera paham tanpa membalas apapun.

Eunhyuk akhirnya mengajak Sehun ke luar ruangan. Karena tangannya ditarik lembut, Sehun menurut saja dengan mata Kyuhyun yang mengikuti arah pergi Sehun dan Eunhyuk. Sang maknae EXO itu menyadari bahwa Kyuhyun menatapnya, yang dilakukannya kemudian adalah melempar wajah tanya pada Kyuhyun yang hanya dibalas dengan acungan jempol sang pria yang lebih senior.

"Donghae cerita semua," ucap Eunhyuk secara gamblang tanpa pembukaan setelah keduanya duduk saling berhadapan di rest room.

Sehun sejak awal merasa tidak enak karena mengetahui bahwa Eunhyuk ada di studio. Karena ia tau betul bahwa pria yang berada di satu management bersamanya ini adalah sahabat dekat Donghae. Kini Sehun harus menguji ketahanan mentalnya lagi untuk dihujat dan dituduh yang tidak-tidak.

Eunhyuk menceritakan bahwa Donghae tidur di apartemennya tadi malam dan akan terus begitu sampai tidak tahu kapan. Menangis dan menantang diri sendiri untuk tidak menghubungi mantan. Walaupun tak menceritakan yang sebenarnya kenapa Donghae memutuskan Irene, Eunhyuk tetap bertanya.

"Kau dengan Irene, sebenarnya ada hubungan apa?"

Sehun mendecih dan membuang wajahnya. Lagi-lagi. Pertanyaan yang hampir sama. "Kami tidak ada hubungan apa-apa. Aku berani bersumpah Eunhyuk hyung. Aku tidak bisa melupakan Luhan bahkan dalam tidurku! Bagaimana bisa aku mempunyai hubungan dengan Irene?!" bela Sehun yang langsung meninggikan nada suaranya.

"Ssssh.. santai saja tak usah menggebu-gebu begitu, nanti luka sobek di bibirmu itu susah menutup," suruh Eunhyuk memajukan kedua tangannya di depan Sehun dan melakukan gerakan seperti mendorong. Meredakan amarah Sehun yang mulai naik.

"Luka ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan luka yang ditinggalkan Luhan di hatiku." Sehun menepis tangan Eunhyuk yang mencoba menyentuh lebam di pelipisnya.

Sehun menghela nafas panjang. Ia menceritakan kronologi terakhir apa yang ia ingat sebelum pulang. Ia mabuk dan tidak tau apa selanjutnya.

Eunhyuk mengangguk paham dengan penjelasan Sehun. Kini ia menarik kesimpulan bahwa Donghae memang drama queen.

"Sudah ku duga," gumam Eunhyuk sambil meletakkan jari telunjuk di dagunya dan mengangguk kecil.

"Sudah ku duga apanya?" Kyuhyun menyambung, dia baru saja keluar dan bergabung dengan Eunhyuk dan Sehun dengan membawa obat merah dan juga handuk hangat untuk membersihkan sisa-sisa darah yang terpercik di wajah Sehun.

"Es dung dung bikin drama baru," jawab Eunhyuk.

Kyuhyun yang tak mengerti siapa yang dimaksud mengernyitkan alisnya. "Dung dung? Donghae?" Ia merendah untuk meraih wajah Sehun yang hanya diam saja menerima perlakuan Kyuhyun padanya, membiarkan Kyuhyun membersihkan wajahnya.

"Iyalah, siapa lagi?"

Kyuhyun mengangguk mengerti. Ia sendiri sudah tau bagaimana kisah Donghae. Eunhyuk menceritakan padanya sebagai senior. Seperti 3 generasi SM artis, Eunhyuk adalah yang paling tua, dan dilanjut dengan generasi Kyuhyun hingga sekarang ke generasi Sehun di industri musik.

Sehun tetap diam tanpa meringis sakit sedikitpun saat Kyuhyun tak sengaja menekan lukanya dan meminta maaf walaupun sengaja dilakukan karena tak mau melihat Sehun murung terus. Sang maknae EXO itu tidak tau apa yang sebenarnya sedang Kyuhyun dan Eunhyuk bicarakan. Alhasil setelah selesai dengan luka-luka di wajah dan leher Sehun, Kyuhyun menepuk bahunya seraya merangkul yang lebih muda. "Sudah beres, sekarang wajahmu sudah tampan kembali. Sebenarnya kalian EXO ini kenapa?" tanya Kyuhyun.

"Aku tidak bisa menceritakannya disini hyung." keluh Sehun.

Eunhyuk yang penasaran pun menebak, "Donghae?"

Sehun meneguk ludah. Eunhyuk tepat sasaran, namun ia tak mau menjawabnya daripada dicap sebagai tukang mengadu. Alhasil ia menggeleng.

"Ayolah Sehun, aku sudah mengenalmu." paksa Eunhyuk.

"Maaf hyung, tapi aku harus segera pergi." Jawaban itulah yang dilontarkan Sehun seraya menarik tangan Kyuhyun untuk ikut dengannya.

Setelah mereka sampai ke lobby, Sehun mengatakan apa yang sedari tadi ia pendam. "Bisakah aku tidur di apartemenmu saja untuk beberapa hari?"

"Memang kenapa Sehun?" tanya Kyuhyun dengan senyuman.

"Aku bertengkar dengan Suho hyung, Chanyeol dan Kai."

Kyuhyun mengangguk pelan mengerti. Dugaannya memang selalu tepat. Ia kemudian meletakkan tangan kanannya di atas bahu Sehun dan menyetujuinya. "Tapi dengan satu syarat."

"Apa?"

"Ceritakan semuanya."

.

.

.

.

Sehun singgah cukup lama di apartemen Kyuhyun. Bahkan hingga malam semakin larut yang mereka lakukan hanyalah sesi curhat dengan Kyuhyun berperan penuh sebagai pendengar. Air mata, rasa kesal, kecewa dan semua keluh kesahnya Sehun ungkap pada Kyuhyun yang hanya dibalas oleh pria berambut coklat itu bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Hingga di luar dugaan, ketika Kyuhyun meninggalkan Sehun sendiri di ruang tengah, seseorang yang sangat tidak ingin Sehun temui untuk sekarang tiba-tiba saja datang ke apartemen Kyuhyun. Seseorang yang memencet bel apartemen Kyuhyun dengan sangat tidak sabaran dan membuat Sehun berjalan cepat-cepat ke arah pintu untuk membukakannya.

"Kyuhyun hyung, maaf, Eunhyuk hyung bilang tadi tidak kita batal rapat gara-gara aku, maaf aku tida—" ucapan orang itu terhenti ketika ia melihat bukan Kyuhyun, namun Sehun lah yang membukakan pintu.

"Sehun?"

Suho, sahabatnya, teman satu band nya yang sangat tak ingin ia lihat sekarang ini berdiri sambil menggaruk tengkuknya di hadapan Sehun. "Apa yang kau lakukan disini?" semburnya dengan nada menyindir tanpa mempedulikan kepalanya yang sekarang diperban dan luka sobek yang mongering di bibir atasnya. Sang leader EXO melemparkan pandangan heran yang didominasi oleh perasaan tak suka ketimbang peduli dan iba melihat Sehun ada di hadapannya dan bukannya pulang ke dorm.

Sehun hanya berdiri, terdiam dan mengepalkan kedua tangannya. Ia bahkan tak sudi membuang tenaga hanya untuk membalas pertanyaan Suho. Perasaan benci dan tak terima menguasainya sekarang. Ia tak habis pikir, ia sama sekali tidak bersalah namun bahkan sahabat-sahabatnya sendiri terus memojokannya.

Sehun keluar dari apartemen melewati Suho. Ia menabrakkan bahunya dengan bahu Suho keras, menantang lelaki yang lebih tua darinya tersebut, dan ketika mereka saling pandang dengan Sehun yang terus melangkah ke depan, menolehkan kepalanya tak lepas menatap Suho, hanya tatapan benci dan penuh amarah lah yang terpancar dari keduanya.

Sang maknae turun tergesa dari apartemen dengan langkah yang bahkan sempat tersandung beberapa kali. Sehun juga tak ingat bahwa disitu ada lift untuk menghemat tenaga dan dia malah melewati tangga yang sebegitu banyaknya. Sampai di bawah, ia masuk ke dalam mobilnya dan tanpa menunggu lama, bahkan tanpa menutup kaca jendela mobil, Sehun melesat cepat meninggalkan apartemen Kyuhyun.

"Hey? Dimana Sehun?"

Kyuhyun, sang pemilik kamar keluar dengan handuk yang membelit pinggang sampai lututnya, mulutnya menggigit satu sachet teh celup dengan tangan kanan dan kirinya yang membawa dua cangkir kosong.

Suho yang masih melihat ke arah bawah kemana Sehun pergi akhirnya menoleh menghadap Kyuhyun. "Dia pergi, bahkan tanpa mengucapkan sepatah kata pun," ucapnya dengan tatapan penuh selidik yang ia tujukan pada Kyuhyun.

Kyuhyun yang mendapat tatapan ngeri dari Suho tersebut langsung langsung bernafas lesu, "aku kan hanya ingin membantu?"

.

.

.

Lelaki yang kini mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi tersebut telah berhenti di tempat yang selalu menjadi pelariannya. Apapun yang ia alami dan apapun yang menimpanya, ia selalu kesini hanya sekedar untuk menenangkan diri, merajut kembali memori-memori indahnya yang bahkan sudah tercacah tak karuan.

Parkiran Walmart.

Jam telah menunjukkan pukul 10 malam, Oh Sehun terduduk sedih di atas atap mobilnya, ia mulai terisak dengan air mata yang perlahan menggenangi pelupuk matanya. Tangannya yang sedari tadi masuk ke dalam saku mantelnya pelan-pelan kini keluar, bersamaan dengan foto polaroid yang disitu tercetak jelas wajah dan senyuman bahagianya, mencium bibir sang mantan kekasih yang masih sangat ia cintai.

Luhan.

"I miss you Luhan.."

.

.

.

.

.

a/n

pen nangis gua ngerasain Sehun