Summary:

Do Kyungsoo, gadis yang benar-benar diberkahi Tuhan dengan paras cantik yang menggoda dan tubuh molek yang menggiurkan.

Berkah itu membuatnya menjadi pusat perhatian, populer dan selalu dicintai, khususnya dikalangan para pria. dan dia sangat menyukai hal itu. apa yang diinginkannya selalu didapatnya tanpa perlu terlalu banyak usaha. inilah yang membuatnya menjadi sombong dan tak peduli perasaan orang. Karma datang menimpanya, membuatnya harus hidup dengan seorang laki-laki yang tak mencintainya. Kyungsoo pun mulai belajar bagaimana menerima, menghargai, menghormati, dan mencintai orang lain.

"KARMA CIRCLE"

CAST:

Do Kyungsoo (GS)

Oh Sehun

Other Cast:

Byun Baekhyun (GS)

Park Chanyeol

Kim Jongin

Xi Luhan

dll...

Pairing : Hunsoo, Chanbaek, and other couple

Rate: M

Note: This is REMAKE story from Wattpad by diana-w


.

.

.

.

Hampir satu minggu Sehun dan Kyungsoo saling diam. Mereka berdua bahkan berusaha saling menghindar dan sama sekali tidak ingin berada dalam ruangan yang sama.

Sehun masih tetap pada pendiriannya kalau apa yang dilakukannya tidak salah. Kontrak yang diajukannya sama sekali tidak ada kesalahan, itu semua dia lakukan karena menghargai Kyungsoo yang notabene adalah istri sementara dan ibu yang mengandung anaknya. Kalau dia tidak menghargai Kyungsoo, dia akan memintanya memuaskan Sehun siang malam tanpa henti karena dia istrinya walaupun hanya sementara.

Sehun dengan keras kepala bahkan rela tidur di sofa selama seminggu ini karena tidak ingin bersinggungan dengan Kyungsoo sampai wanita itu yang mulai berbicara padanya. Sebagai pihak yang tidak bersalah menurut versinya, Sehun tidak sudi untuk meminta maaf duluan.

Sedangkan Kyungsoo yang juga merasa benar berusaha untuk mempertahankan harga dirinya. Dia merasa terinjak injak oleh kontrak yang Sehun buat. Kyungsoo sengaja membalas dendam dengan tidak mengurus keperluan Sehun selama seminggu ini.

Gadis itu hanya mengurung dirinya didalam kamar sampai Sehun berangkat kerja, kemudian ia hanya menyiapkan makanan untuk dirinya sendiri, mencuci pakaiannya sendiri dan meninggalkan pakaian kotor Sehun. Dan saat Sehun akan kembali pulang, ia akan bergegas kembali kekamar dengan segala macam makanan.

Demi mempertahankan harga dirinya, Kyungsoo bahkan rela terjaga semalaman. Tubuhnya yang letih tidak bisa diistirahatkan karena ia terbiasa tidur dalam pelukan Sehun (walaupun lebih tepatnya dia yang membelit Sehun). Kini dirinya harus berusaha tidur sendiri tanpa kehangatan dan kenyamanan yang diberikan seseorang disisi lain tempat tidurnya.

Perang dingin ini membuat Kyungsoo semakin lelah, kini ia lebih suka melamun melihat kesibukan kota dari jendela kamarnya. Ia mulai merindukan apartemennya, pemandangan dapur cafenya, bercengkrama dengan pelanggan serta bercerita mengenai hal pribadi dengan sahabatnya, Baekhyun.

Tidak terasa sudah sebulan lebih dia berada jauh dari kampung halamannya. Selama berada di Spanyol ia mengalami fluktuasi emosi yang naik turun. Dari suka hingga duka, dari marah ke sedih, dan dari gairah menjadi dingin.

Kyungsoo menghela nafasnya. ia mulai tersadar bahwa ia tidak pernah merindukan kampung halamannya sama sekali sebelum perang dingin ini terjadi. Terlalu banyak hal yang dikerjakan dan dipikirkannya seperti menyiapkan sarapan untuk Sehun, memilih baju yang akan Sehun pakai ke kantor, menulis jurnal kehamilannya, menata apartemen, membalas pesan pesan Sehun yang aneh dan tidak jelas, kemudian menerima panggilan telpon darinya yang membuat Kyungsoo selalu tersenyum tanpa ia sadari, memikirkan mengenai makan malam apa yang akan disukai Sehun, dan memeluk pria itu saat tidur. Itu semua terus berulang dan tidak pernah membosankan.

Kyungsoo melenguh, ia mulai merasa janggal dengan kebiasaan barunya yang berpusat disekitar Sehun. Kalau ini terus dibiarkan, ia yakin ini semua akan menjadi kelemahannya dan saat perpisahan akan menjadi hal terberat dalam hidupnya.

Kyungsoo kembali membuang nafasnya, dia harus memilih.

.

.

.

.

Sehun melepaskan jas serta dasinya dan melemparnya asal di atas sofa. Matanya tak pernah berhenti menatap pintu kamarnya yang tertutup rapat. Ia terduduk di lengan sofa sambil mengacak acak rambutnya dengan kasar, ia tidak tahu harus berbuat apa untuk menghentikan perang dingin yang terjadi antara dirinya dengan Kyungsoo.

Ia ingin berbicara dengan Kyungsoo, tapi egonya begitu besar. Sehun menghembuskan nafasnya kasar. Kepalanya tertekuk lesu. Kenapa dengan Kyungsoo begitu sulit? Mengapa semuanya menjadi begitu runyam?

Kepala Sehun spontan kembali menengadah saat ia mendengar pintu kamarnya berderit ketika terbuka. Sosok Kyungsoo muncul dengan sedikit canggung. Ada sesuatu yang membuncah di dada dan perutnya ketika melihat sosok Kyungsoo untuk pertama kalinya setelah seminggu mereka tidak bertemu. Tangannya tiba-tiba merasa gatal ingin bergerak untuk menyentuh wajah dan perut istrinya itu.

Kyungsoo sendiri juga merasakan hal yang sama. Ingin rasanya ia berlari kearah Sehun dan memeluk suaminya itu dengan erat, tapi kakinya seperti dirantai dan tidak dapat bergerak sedikit pun.

Kyungsoo berdehem, ia merasa risih dengan tatapan Sehun yang tidak berhenti menatap wajahnya dan atmosfer disekitar mereka yang mulai terasa panas. Bukan karena amarah tapi karena gairah.

"Aku ingin berbicara denganmu…" ucap Kyungsoo lebih dulu. Suaranya entah kenapa bergetar dan membuatnya malah semakin canggung.

Sehun kembali menghela nafas. "Aku juga ingin berbicara denganmu."

Kyungsoo membalas tatapan Sehun. "Kalau begitu kau duluan…" pintanya.

"Aku memintamu untuk menemaniku di acara pesta perusahaan." Ucap Sehun sambil menegakkan tubuhnya.

"Pesta perusahaan?" Tanya Kyungsoo.

"Sebenarnya ini adalah acara salah satu relasi perusahaan yang sekarang sedang aku tangani. Aku tidak ingin pergi, tapi karena beberapa situasi aku terpaksa mengiyakan ajakan mereka untuk datang."

Kyungsoo terdiam. Kepalanya sibuk berspekulasi.

"Ini karena paksaan Luhan yang memintaku untuk datang dan membawamu." Ucap Sehun dengan helaan nafas dan tak menyadari tubuh Kyungsoo yang menjadi kaku saat mendengar nama Luhan disebut.

"Jadi kau terpaksa membawaku…" bisik Kyungsoo.

"Apa?" Tanya Sehun yang tidak bisa mendengar bisikan Kyungsoo.

"Aku akan pergi." Jawab Kyungsoo sambil menengadahkan wajahnya dengan congkak. "Tapi dengan satu syarat."

"Syarat?"

Kyungsoo mengangguk. "Aku ingin pulang kembali ke korea."

Sehun seketika terkejut dengan permintaan Kyungsoo. Ia ingin memprotes, tapi wajah keras Kyungsoo menunjukkan bahwa ia tidak ingin menerima penolakan.

Merasa harus mengalah kali ini, Sehun pun mengangguk. "Baiklah, kita akan pulang." Janji Sehun.

.

.

.

.

"Kyungsoo, kau sudah siap?" Teriak Sehun sambil sibuk melihat jam ditangannya.

Ia berdecak kesal melihat 40 menit keterlambatan mereka dari janji karena Luhan sudah sibuk menanyakan keberadaannya.

"Kyungsoo…!" teriakan Sehun teredam saat melihat sosok Kyungsoo yang keluar dari kamar.

Kyungsoo tampak begitu luar biasa. Rambut hitam lurusnya dibuat bergelombang dan terurai cantik di salah satu bahunya. Kulit putihnya tampak bersinar dalam balutan gaun tanpa lengan yang sopan berwarna merah pekat. Bagian matanya dibubuhi make up smoky eyes dan bibir penuhnya diwarnai senada dengan gaun yang dia pakai.

Sehun tak puas puasnya memandang Kyungsoo sampai wanita itu mendekat dan meminta mantelnya pada Sehun. Sehun dengan sigap menyampirkan mantel Kyungsoo kepunggungnya. Pandangannya terhenti saat melihat punggung mulus Kyungsoo terpampang.

"Gaun aneh apa ini?!" Teriak Sehun.

"Ganti. Aku sama sekali tidak menyukai gaun ini."

Kyungsoo memutar bola matanya malas. "Jangan kolot. Gaun ini sama sekali tidak ada masalah."

"Tapi…"

"Apa kau ingin kita semakin terlambat?" decak Kyungsoo sambil memakai mantelnya dan membiarkan suaminya yang uring-uringan sendiri.

Sehun berusaha menahan amarahnya yang sudah mencapai puncak. Dia berjanji akan menutupi punggung istrinya dari tatapan liar pria-pria tua di pesta nanti.

.

.

.

.

"Ingat, jangan jauh-jauh dariku, jangan makan sembarangan, jangan terima minuman apapun yang mengandung alcohol, jangan…"

"Berhenti mengoceh nerd. Aku bukan anak kecil." Ucap Kyungsoo mulai kesal dengan sikap protektif Sehun.

"Aku hanya memperingatimu…"

"Kita akan menghadiri pesta, bukan mengantarku ke Taman Kanak-Kanak." Sengit Kyungsoo yang berjalan disamping Sehun. Lengan mereka saling mengapit seperti pasangan pada umumnya.

"Aku lebih suka membawamu ke Taman Kanak-Kanak daripada pesta bodoh ini." Gerutu Sehun sembari menatap gelisah punggung Kyungsoo yang terbuka, dan dibalas Kyungsoo dengan memutar bola matanya malas.

Sehun bisa menjadi orang yang sangat protektif untuk hal-hal yang sebenarnya tidak perlu diurusi, pikir Kyungsoo.

"Ah, itu mereka." Sehun dengan sigap membawa kyungsoo melewati kerumunan tamu lainnya.

Ia terus berdecak ketika mendengar beberapa siulan yang diarahkan untuk istrinya. Semakin cepat ia bertemu dengan temannya, semakin cepat juga ia membawa Kyungsoo menjauh dari tempat terkutuk ini.

"Sehun…" terdengar suara indah mengalun memanggil namanya.

Kali ini giliran Kyungsoo yang berdecak kesal mendengar Luhan memanggil suaminya dengan nada menggoda, begitu juga dengan penampilannya.

Luhan begitu menawan mala mini. Rambutnya disanggul keatas memperlihatkan bentuk leher dan bahunya. Gaun tanpa lengan dengan warna hijau tosca membalut kulit putihnya dengan sempurna.

Kyungsoo jadi semakin kesal saat melihat wajah Sehun yang tersenyum saat membalas sapaannya.

"Hai, Sehun." Beberapa pria yang berdiri mengelilingi Luhan ikut menyapanya.

"Siapa bidadari cantik ini?" Tanya salah satu temannya.

"Dimana kau menculiknya?" Tanya temannya yang lain.

Terdengar kekehan dari pria yang berdiri disamping Luhan. "Guys, seharusnya kalian menanyakan kenapa wanita cantik ini mau bersama makhluk tidak waras seperti Sehun?"

Pria itu mendekat dan menjulurkan tangannya untuk menyapa Kyungsoo, dan disambut oleh Kyungsoo.

"Dokter Kris." sapa Kyungsoo ramah. Dokter Kris adalah dokter yang memeriksa Sehun saat dia sakit dan juga dokter yang memeriksa kandungannya.

"Hai Kyungsoo." Kris mencium punggung tangan Kyungsoo dengan sikap seorang pria sejati sehingga membuat Kyungsoo sedikit merasa tersanjung.

"Sudah-sudah kau tidak perlu berlama-lama memegang tangannya." Prote Sehun sambil menjauhkan tangan Kris dari tangan istrinya.

Terdengar tawa dari yang lainnya. "Perkenalkan kami padanya, Oh Sehun."

"Kyung, perkenalkan yang disampingmu namanya Jackson, Ravi, Ken kemudian Kris dan Luhan." Tunjuk Sehun singkat.

"Ini istriku. Jadi jangan menatapnya seperti dia adalah santapan makan malam kalian." Protes Sehun.

"Ups, aku tidak tahu kau sudah menikah. Ada apa dengan motto hidupmu untuk tidak menikah seumur hidup?" Tanya pria yang bernama Ken. Ia mengecup punggung tangan Kyungsoo saat memperkenalkan dirinya sendiri. "senang bertemu dengan wanita cantik sepertimu Kyungsoo."

Kyungsoo membalas senyuman Ken. Senang dengan kejujuran dari teman-teman Sehun yang menyebutnya cantik malam ini.

"Aku rasa wanita sexy ini sudah mematahkan kutukan Sehun. Siapa yang mau membujang kalau ada wanita sesexy ini." Jackson yang berpenampilan sedikit berantakan menyambut tangan Kyungsoo dan menciumnya.

"Senang akhirnya Sehun berada di jalur yang benar. Aku pernah berpikir dia adalah seorang gay." Ravi mengedipkan sebelah matanya pada Kyungsoo. Sehun tampak jengah dengan pendapat teman-temannya. Apalagi mendengar tawa girang Kris saat mendengar kalimat Ravi tadi.

"Sudah cukup guys. Kalian tidak perlu memberikan doktrin negative mengenai Sehun pada istrinya. Aku yakin ia sudah menemukan banyak kekurangan Sehun." Lerai Luhan.

Wanita itu menunjukkan senyum keibuan pada Kyungsoo yang membuat Kyungsoo mulai kesal. "Senang bertemu denganmu lagi Kyungsoo."

Kyungsoo dengan setengah hati membalas uluran tanagn Luhan. "Senang bertemu denganmu juga Luhan."

Tidak ada yang sadar dengan raut wajah tidak senang Kyungsoo saat menerima uluran tangan Luhan kecuali Kris yang melihatnya dengan terkekeh.

.

.

.

.

Kyungsoo sibuk memilih cemilan untuk diberikannya pada Sehun. Pria itu belum makan sama sekali malam ini. Ia memilih beberapa makanan yang mengenyangkan kemudian membawanya pada Sehun.

"Jangan makan itu Sehun." Teriak Luhan saat melihat Sehun ingin mengambil makanan di piring Luhan. "Kau alergi kacang, ingat?" ucapnya.

Kyungsoo yang berada agak jauh dari mereka berhenti dan memandang piringnya yang penuh dengan segala macam kue yang mengandung kacang. Kyungsoo mulai bersungut-sungut dan mengembalikan makanan yang tadi diambilnya. Ia yang menyandang status sebagai istri Sehun, tapi ia tidak mengenal Sehun sedikitpun. Sedangkan nenek sihir itu tahu semuanya, bahkan alergi Sehun.

'Mungkin dia juga tahu merek celana dalam yang dipakai Sehun sekarang'. Ucap batin Kyungsoo yang semakin kesal dengan kehadiran Luhan disekitar Sehun.

Kyungsoo terkejut saat piringnya tiba-tiba saja diambil oleh seseorang. Kyungsoo melihat Kris yang sumringah memandangnya.

"Terima kasih. Kau tau, aku sangat menyukai kacang." Ucapnya sambil mengedipkan matanya pada Kyungsoo.

Kyungsoo tertawa dengan tingkah dokternya tersebut. "Kau boleh mengambilnya."

"Hmm… ini sangat enak. Terima kasih sudah memberikannya padaku." Ujar Kris saat makanan di piring itu sudah tandas.

"Untuk membalas budi, aku akan berbaik hati melakukan apapun untukmu, Nyonya Oh." Ucap Kris sambil bertingkah seperti pelayan.

Kyungsoo kembali terkekeh. "Terimakasih. Tapi aku tidak memerlukan bantuan apapun kali ini."

"Hmm…" Kris tampak seperti sedang berpikir. "Kalau begitu, bagaimana kalau aku memberitaumu satu rahasia." Bisiknya.

"Rahasia?" sebelah alis Kyungsoo naik melihat Kris yang menganggukkan kepalanya.

"Mereka berdua…" Kris menunjuk Sehun kemudian Luhan yang sedang sibuk mengobrol. "Adalah sepasang kekasih sebelum Sehun menikahimu."

Kyungsoo terdiam. Matanya membesar saat menerima informasi dari Kris yang masih tersenyum padanya.

"Kyungsoo!" Sehun melambaikan tangannya di sebrang sana, memanggilnya. Tapi ia sudah dipenuhi amarah.

Dirinya lebih memilih pergi daripada duduk bersama pasangan yang sedang ber lover dovey – menurut pandangannya – Sehun sendiri malah heran saat melihat Kyungsoo malah menghiraukan panggilannya dan berjalan menuju balkon.

"Apa dia tidak melihat aku melambai padanya?" Tanya Sehun bingung.

"Ada apa Sehunie?" Tanya Luhan.

"Kyungsoo. Dia malah pergi saat aku memanggilnya."

"Mungkin dia tidak dengar." Ucap Luhan.

"Aku juga berpikir seperti itu, tapi…"

"Kenapa?"

"Ia melihatku, tapi kemudian pergi…" Sehun tampak seperti berbicara pada dirinya sendiri. Merasa aneh pada sikap Kyungsoo. "Lebih baik aku menyusulnya." Ujar Sehun sambil berdiri.

.

.

.

.

Kyungsoo menghembuskan nafasnya berkali-kali berusaha untuk meredakan amarahnya. Apa ini? Hatinya begitu sakit saat mengetahui bahwa Sehun dan Luhan pernah memiliki hubungan. Melihat kedekatan mereka membuat Kyungsoo merasa tersisih.

Kyungsoo mengusap dadanya yang terasa sakit, perasaan ini begitu mengesalkan. Rasa sakit yang kasat mata ini begitu susah untuk diredam.

"Kyungsoo?"

Kyungsoo berbalik saat mendengar namanya dipanggil. Seorang pria berdiri didepannya dengan wajah yang sama terkejutnya dengan Kyungsoo.

"Kau Kyungsoo kan? Do Kyungsoo?"

"Jongin?!"

.

.

.

.


TBC

Hai semua readers.. maaafffffff bangettttt kalau sempet nganggurin ff ini karena ada beberapa sebab di real life gw yang harus diselesaikan. Terima kasih masih pada nungguin update an dari ff gaje ini.

gak mau banyak ngoceh lah, pokoknya baca aja hihihi, makasih juga buat yg udah follow and fav ff ini, dan yg sudah kasih review nya juga. ini gak diedit dulu jadi abaikan typo.

happy reading... enjoy..