Daddy and His Beloved Triplets [ Special Chapter II - part 4 ] •

[ series ; bahasa ; b x b ; bts ; namjoon ft. jimin, taehyung, jungkook ; taekook/vkook ; t / r ]

"Selama janur kuning belum menguning.

Begitupun tai ngambang di Kalimalang.

Bukan cuman U.K. yang sabi nge-Brexit.

Gua sebagai Duke of Cilegon-William Taehyung Philip Louis, lebih cadas nge-Taexit dari PT. Hamba Allah Berjaya.

Kalo ada yang brani macem-macem di idup gua.

Terkhusus ade gua."

(Calon Presiden U.S. periode 2018-2023, disiarkan langsung dari TV One)

a/n: udah enem bulan belom? dari chapter yang terakhir? udah? belom? belom pecah ya rekor? belom setaun 'kan? oke, baguslah.

dan karna ini cerita emang penuh dengan nyinyir dan basa-basi yang tiada henti, hanya orang-orang beriman dan berpantat lebar yang bisa bersabar menghadapi, setelah melewati berbagai perundingan serta musyawarah mufakat yang telah dilaksanakan di Gedung Putih pada hari Jumat Kliwon pukul 24.42 WIB; diketuai oleh Presiden dan Wakil Presiden Indonesia dan Amerika Serikat, juga didampingi oleh utusan kenegaraan Inggris dan Uni Eropa, serta staf ahli pemerintah Asia dan Uni Emirat Arab yang terkait, saya sebagai perwakilan pimpinan struktural Otoritas Jasa Keuangan Indonesia Raya Sejahtera melaporkan bahwa: chapter ini belum diputuskan sebagai ending sah, entah itu bagus apa ngga.

arigato wr wb.

[ "shoutout to si ular yellow-ssi. ini akhirnya w selesein yak, demi u. walopun jatohnya telat sehari. awaz u ga ninggalin jejak. tq." ]

[ WARNING ] adegan gatal pasangan-pasangan terasoy 2k16.

perhatian dengan kata-kata kasar ala anak milenium sebaiknya tidak dilestarikan lebih jauh ya. tq.

.

.

.

.

.

.

.

#

Kadang Jungkook mikir karena pengen mikir, sampe ga abis pikir.

Kok...

Dia masih bisa mikir?

.

.

.

Biasa. Belom apa-apa leles.

Ngga, dia tuh cuman mau ngomong. Kok bisa-bisanya abis putus dengan satu cowo, dateng lagi yang laen. Dateng sendiri, ga pake undangan. Bagus-bagus lagi bentuknya.

Sombong 'kan dia. Lagak gede.

Ya abis gimana. Myungsoo selesai, dateng Chanyeol. Chanyeol selesai, dateng si anu.

Si anu siapa? Lha ngapa nanya. Kemaren udah pada pinter semua padahal, udah tau.

Oke, biar lebih resmi, mari kita cari tahu bersama secara singkat padat dan jelas dalam paragraf di bawah ini.

.

.

.

.

.

.

.

Ada gitu ya, orang mo kenalan minta ditelpon.

Ini contohnya. Orang yang kemaren ngirim surat. Entah dari Jeremy Thomas apa Jeremy Teti, udah manggilnya nama panggilan akrab. 'Kookie'. Bukan 'Jungkook' lagi. Minta tolong ditelponin, katanya.

Ngga kesel ato apa juga, lucu aja si. Berasa kek orang nikah dulu baru pacaran.

Hm. Nyambungnya kemana ya, ga ngerti juga.

Tapi okelah, karena udah kebawa penasaran, yauda turutin aja coba ditelponin dulu. Dicari tau dulu. Siapakah gerangan.

Mana tau dari World Bank mo ngasi THR.

.

.

.

.

.

.

.

(Jungkook nelponin orang 'World Bank' (ngarep aja dulu) - ucapan yang dimiringin punyanya si anu)

Tut...

Tut...

Tut...

Ceklik.

(Jungkook udah deg-degan) (mau ala-ala Ibu-Ibu Sosialita yang 'hellouw?', tapi gajadi)

"Halo...?"

"Halo." "Kookie?"

(makin deg-degan) "Iya... ini Kookie." "Ini siapa ya...?"

"Maaf ini telponnya aku matiin dulu, ya. Biar aku yang telpon balik."

"Oh gitu ya. Oke." "Kookie tutup y-"

Tuuut!

.

.

.

.

.

(Sementara nunggu ditelpon balik)

First impression Jungkook terhadap si 'orang World Bank': kece.

Kece dong. Pengertian gitu dia, mo nelpon balik. Biar pulsanya ga abis. Secara 'kan doi pakenya EXIS. Tu nomer Telkomslay, 0813 sekian sekian. Nomer bapak-bapak. Rugi bandar.

Udah gitu sigep dia nutupnya. Belom selesai ngomong udah di-

DRRRT DRRRT-

Buset. Udah ditelpon balik lagi nih.

Bismillah. Yasinan dulu. Semoga dikirimin THR beneran. Aamiin.

.

.

.

.

.

.

.

"Hellouw...?"

"Halo."

"Ya? Ini siapa ya...?"

(Ehem. Ini dia momen pembuktian.)

(nurani Jungkook: "THRTHRTHRTHRTHRTHRTHRTHRTHR-")

"...ini Sehun."

.

.

.

.

.

.

.

Yha.

Anggota direksi PT Hamba Allah Berjaya rupanya. Si Sehun. Bye THR.

'Puk tangan dulu deh bagi cecantik semua yang udah bener nebaknya kemaren. Prok prok prok. Selamat ya, ciuman Chris Evans (Kebon Jeruk) suda menunggu. Silakan kunjungi loket stasiun kereta api terdekat buat tiket Bogor-Tanah Abangnya. Tq.

.

.

.

.

.

"Maaf ya Kak. Kookie masi bingung."

"Gapapa kok. Aku ngerti."

"Yaudah, slamat malem ya. Istirahat lah."

"Have a nice dream, Kookie."

.

.

.

.

.

Bentar, bentar.

Itu kok percakapannya gitu doang?

Ngga si sebenernya. Panjang ceritanya, cuman lagi males sama yang panjang-panjang. Mending dijelasin, jadi ga ngabisin kuota Microsoft Word dan energi jempol. (males juga kan lu pada gua bertele-tele mulu) (YA KAN ?!) (iya, gua emosi)

So, what actually can be inferred from the previous groundbreakingly intense conversation between both of the be-damned-in-love-kinda-boys above is: Jungkooknya gantungin 'lamaran' Sehun buat jadi gebetan.

Wah, hebat ya si Jungkook. Menolak godaan syaiton.

Bukan gaada dasarnya juga sih. Doi mau kok, M.A.U. B.A.N.G.E.T. sebenernya jadi gebetan Sehun. Ga bisa diboongin hormon gatel-pengen-dipacarin-nya masih tumbuh subur berkembang. Lagian dia udah liat sendiri si Sehun cakep. Saingan sama kakaknya. Dan keknya sih hidup terjamin sejahtera (asumsi cerdas dimana 'ganteng = sejahtera') kalo ngegebet dia.

(Cuman satu yang dia gatau; doi sohib kentelnya si mantan gebetan, Aa Chanyeol. Diem-diem aja.)

Tapi... gini deh.

Coba kita pikir lagi (ea udah mo gaya anak Astronomi jelasin rasi bintang). Jungkook 'kan udah pernah gagal tu maen cinta-cintaan. Dua kali lagi.

Terus yang ini.

Emang yang ini bisa jamin bakal bikin seneng? Iya? Ngga? Gatau kan?

Nah, maka dari itulah.

Karena udah gagal dengan dua oknum sebelumnya itu.

Jungkook lagi pengen ngosongin hati dan pikiran dulu. Sori, karena Jungkook cuma butuh cinta sejati.

.

.

.

Boong. Doi tu ga mao diparnoin dulu sementara. Gitu simpelnya.

Okelah. Semangat ya kalo gitu Dedekuh.

'Sementara' doang kan lagian? ;)

.

.

.

.

.

.

.

#

Hari minggu. Minggu nganggur. Minggu nganggur yang damai.

Seengganya begitu yang Taehyung rasain.

Papa Mama berlibur mesra di rumah. Doi baca komik. Kaka mbulnya lagi centil cobain tutorial alis. Dedenya kalem di kamar nonton tivi.

Asoy.

Damai gitu. Apalagi ngerasa dedenya ngakrab lagi ama doi. Deket-deketan lagi, manja-manjaan sambil jahil-jahilan lagi.

.

.

.

.

.

Taehyung: (ganti channel) (nontonin demo Ahok)

Jungkook: (tampang kesel) "Tae..."

Taehyung: (cuek) "Apa."

Jungkook: "Ganti channel tadi ga."

Taehyung: "Ini ajalah. Lebih seru daripada nontonin idup orang."

Jungkook: "Ih Taeee, ganti ah! Gamau Kookie liatin orang-orang gajelas kegini."

Taehyung: (yaudah, ganti) "Nih."

Taehyung: "Tuh, iklan 'kan."

Jungkook: (ketekin kakaknya) "TU 'KANN! TADI LAGI SERU PAS KYLIE JENNERNYA NANGIS PADAHAL. Siniin remotnya, sini—"(yoi, doi nonton Keeping Up With The Kardashians.)

Taehyung: (sambil meringis dikit) "Halah, kamu tuh. Orang nangis aja heboh."

Taehyung: (ganti lagi)

Jungkook: (keroyok kakaknya) (usaha rebut remot) "Aaaa gamaUUU BIARIN AJA CHANNEL YANG TADIIIII"

Taehyung: "Bodoo~"

Jungkook: (tindihin) "AAAA TAEEEEEE~ Ganti ga? (cubit) Ganti ga? (cubit lebih keras)"

Taehyung: (joget santai)

Jungkook: (makin kzl) (gigit tangan kakaknya) "Kasitau Papa ni ya, kasitau?"

Taehyung: "Bodoo~"

Jungkook: (rengekan maut) "HNNNNN TAEHYUNNNNGGGG" (mewek)

.

.

.

.

.

Yak. Begitu lebih baik.

Tanpa gangguan makhluk-makhluk laknat yang gatau malu nge-gebet-gebetin. No mention.

Emang itu doang yang dia mau, kaga muluk-muluk.

Sukur alhamdulillah.

.

.

.

(Bisikan setan: "Siap-siap ae lu nyet.")

.

.

.

.

.

.

.

#

(Duo laknat off-camera in action)

Chanyeol: "Gimana misi kenegaraan lu? Lancar?"

Sehun: "Naas."

Chanyeol: "Yha... naas gimana bro?"

Sehun: "Gua ga langsung di-acc."

Chanyeol: "HAHAHA mang enak?!"

Chanyeol: "Hawa-hawa kehidupan lu ga terdeteksi soalnya."

Sehun: "Tai."

Chanyeol: "Lu kurang memenuhi syarat gua rasa."

Sehun: "Syarat apaan elah."

Chanyeol: "Makeup stash level beauty vlogger."

Sehun: "Anzink."

.

.

.

.

.

And they're basically just talking how the shitty plan of Sehun will goes.

.

.

.

.

.

Chanyeol: "Sip yo."

Chanyeol: "Gua tunggu kabar naas selanjutnya."

Sehun: "Thanks. Lu emang ga nolong."

.

.

.

.

.

.

.

#

(Jimin & aa' Yoongi lagi di rumah aa' - 19+ Ver.) (Yihi akirnya nulisin konten dewasa ni mahluk-mahluk kesayangan) (seneng)

Barangsiapa setuju dengan pernyataan "Orang yang nikah muda itu mesra karena menikah itu bikin dua orang yang saling mencintai itu mesra,"

niscaya, rejeki Tuhan akan berlipat ganda datang padanya.

Karena di depan kita, di depan mata kita, sudah tersedia contoh konkrit.

Simak liputannya berikut ini.

.

.

.

.

.

.

.

"Gimana," Jimin menyandarkan tubuhnya di bahu kiri sang kekasih yang terbuka lebar di kursi sofa, bicara lembut, "suka ngga sama kadonya?"

Yoongi mengangguk dengan senyum, menyambut kekasihnya dengan senang hati di pangkuannya. "Suka."

"Ukurannya pas? Pakenya nyaman?"

"Iya dong." "Makanya sekarang aku pake 'kan."

Jimin tersenyum lebar. Menyamankan posisinya dalam pangkuan sang kekasih, lebih lekat lagi.

Duileh.

.

.

.

.

.

"Kamu mau coba mainan baru nggak?" Yoongi semesta merapikan posisi duduknya, menatap kekasihnya seolah akan ada keajaiban setelah ini.

"Apa tu?"

"Nih," Yoongi membalas antusias yang tergambar oleh kerlingan bening mata kekasihnya dengan ekspresi yang meyakinkan.

Sebelum dijawab dengan tawa yang riang.

.

.

.

.

.

"Kirain apaan." "Taunya uler tangga doangan."

"Tunggu dulu." Laki-laki itu menyeringai. "Ada peraturan mainnya."

Jimin senyum senyum seneng doang. "Iya, iya, aspaan."

Yoongi bales senyum senyum seneng juga. "Hm. Udah pede banget keknya."

"Iya dong. 'Kan emang harus pede."

"Yas, das right."

Terus dijelasin lah peraturan maennya. Kalo ada tangga, naek. Kalo ada uler, turun. Yang nyampe kotak 100, menang.

Tai emang.

.

.

.

.

.

"Nah." "Kalau misalnya kamu yang kalah, kamu mau apa?"

"Kamu dulu," kilah Jimin, merasa belum perlu menyampaikan ide bagusnya.

"Hmm. Maunya aku dulu ya."

"Yaudah, kalau aku kalah, aku bakal..."

"Ngelap abs kamu deh."

Jimin mencoba mencerna ide kekasihnya sekali lagi. "Ngelap abs?"

"Iya." "Supaya abs kamu bersinar terang benderang."

Mereka berdua kemudian tertawa.

.

.

.

.

.

"Nah." "Kalo kamu yang kalah..."

"Kamu mau apa?"

Jimin diam sebentar sebelum kemudian tertawa malu. Mengisyaratkan kekasihnya mendekat ke arahnya.

Tentu saja Yoongi menjawab bisikan yang dia dapatkan dengan seringai yang lebih lebar dari sebelumnya, dengan komentar.

"I highly anticipating you being lost."

(Ofkors, hukumannya berhubungan dengan sesuatu yang ena.)

.

.

.

.

.

.

.

(Akhir dari game) (Naskah Drama Ver.)

Jimin: "Trus."

Jimin: "Sekarang kamu yang kalah, yeayy!"

Yoongi: (hela napas) (tetep santai) "Seneng banget ya mau dilap abs-nya."

Jimin: "Hehe. Seneng aku menangnya dongg."

Jimin: "Tapi abs dilap biar kinclong seneng juga si. Ehehe."

Yoongi: (ketawa ganteng)

.

.

.

.

.

Di tangan Yoongi sekarang sudah ada lap yang sudah dibasahi air hangat suam-suam kuku. Serta Jimin yang sudah menunggu di dinding dekat shower.

Jimin: "Udah siap?"

Yoongi: (ngangguk mantep) "Ayo, buka bajunya."

Jimin: (timbul-timbul pikiran kotor) (dasarnya si mesum) (ma yayangnya doang)

Jimin: "Nih..." (geser bajunya pelan-pelan sampe ke atas dada) (provokatif) (gigit bibir bawahnya dikit)

Jimin: "...lap abs Jimin."

Yoongi: (senyum santai) (pelan-pelan ngelap abs yayangnya yang ulalah)

.

.

.

.

.

Jimin: "—ih."

Yoongi: "Kenapa?"

Jimin: "Aernya anget."

Yoongi: "Iya, emang."

.

.

.

.

.

Yoongi: "Enak ga dilapin abs-nya."

Jimin: "Hu-un."

Jimin: (gaya genit gigit telunjuk) (mata nanar) (suara halus) "Enak banget."

Yoongi: (senyum santai)

.

.

.

.

.

Jimin: "—ah." (menggeliat dikit)

Yoongi: "Kenapa? Sakit ya?"

Jimin: (tampang manis) "...ga, gapapah. Geli aja."

Jimin: (dalem hati manyun)

Payah lu Yoon. Dari tadi yayang lu tu udah masang ekspektasi tinggi.

(ni si Jimin soal mancing-mancing laki emang udah turunan Mamahnya) (ga heran)

.

.

.

.

.

Jimin: (udah sebel lakiknya ga nangkep kode-kode cinta)

Jimin: "Huuuh..."

Yoongi: "Kenapa, sayang?"

Jimin: (manyun dikit) "Masa' kamu ga tergoda sama Jimin...?"

Yoongi: "Loh, emang kamu lagi goda aku ya?"

Jimin: "Iih..."

Yoongi: (ketawa tapi natep yayangnya gimanaa gitu) "Beneran lagi godain aku?"

Jimin: (udah gatel belai leher lakiknya) "Kamu ga tergoda mau apa-apain Jimin gitu...?"

Yoongi: "Apa-apain kamu gimana?" (Masih aja liatin dia tajem) (senyumnya masih yang ganteng-ganteng-nyebelin yang sok-ga-nangkep-tapi-ngerti-banget-sebenernya gitu) (masih pake ngelap lagi) (Jiminnya tambah gemes) (badannya udah sedikit 'gemeter cihuy' gitu soalnya) (ihik)

Jimin: "Masa ga ngerti ah, payaaahh"

Yoongi: "Gimana sih emang... jelasin dong." (udah miringin pala) (siap banget kecup bibir) (tangan kirinya udah megang pinggangnya Jimin)

Pas Yoongi mau cium, si Jimin malah ngelak pake telunjuk.

Jimin: "Gamau Jimin di bibir."

Yoongi: "Hm? Kenapa gamau?"

Jimin: "Gamau. Mau yang lain." (tapi idung udah tabrakan) (udah ngalungin leher lakiknya) (udah naikin satu kaki di pinggang lakiknya)

Yoongi: (seringai ganteng) (tetep kecup bibir yayangnya intens)

.

.

.

Jimin: "Cepetan."

Jimin: "Cium yang lain."

Yoongi: (ketawa rendah yang maskulin banget) (nurutin maunya Jimin)

Posisi: Yoongi tetap terbungkus ganteng dengan pakaian lengkap. Jimin udah bener-bener tinggal kaos sleeveless putih yang tadi udah diangkat sampe ke dada, badannya udah aga basah dikit. Silakan imajinasi sendiri Jimin mau dicium di bagian mana.

Iya dwonc, langsung ganas maennya.

.

.

.

.

.

.

.

#

(Duo laknat off-camera lagi telponan part 2)

Chanyeol: "Lu kurang ngegas, men."

Chanyeol: "Senyum maut."

Chanyeol: "Tanyain kabar."

Chanyeol: "Langsung bales LINE begitu dibuka."

Sehun: "Semua udah gua lakuin."

Chanyeol: "Bantuin PR."

Sehun: "Hahaha."

Chanyeol: "Lah ketawa."

Sehun: "Ga, gapapa. Pengen ketawa doang."

Chanyeol: "Oke. Idup lu emang laugh-worthy kan."

Sehun: "Thanks."

.

.

.

.

.

Bentar, gua nimbrung dikit.

Jadi, bisa dilihat dari rapat evaluasi OSIS di atas, kalo rencana Sehun kemaren 'kan ya... bisa dibilang belom berhasil ya. Bukan gagal, tapi belom berhasil. Kalo gagal berarti Sehun udah ditolak. Kalo belom berhasil berarti emang belum membuahkan hasil, gitu. Beda ya. Iya, udah, ga penting.

Kenapa belum membuahkan hasil? Karena ya gitu lah, Sehunnya emang kurang gercep.

Ada alasannya sih kenapa.

So, in case you didn't know, internet dwellers.

Sehun ini. Walaupun kesannya dia cowo-cowo ganteng cool yang otaknya rada-rada bangsat gitu, to be honest yang lu liat tu cuman bungkusnya doang.

Karena sesungguhnya, apa yang ada di dalam hati nuraninya hanyalah sosok bocah polos nan ble'e yang butuh pengetahuan lebih soal hidup.

Lucu banget sebenernya dia tu anaknya. Di luar kek nakal-nakal ngeselin, tapi aslinya anak rumahan. Sama temennya sering bacot ala-ala abege tanggung, tapi sebelum berangkat sekolah dicium Ayah Bunda, janji biar jadi anak yang bikin bangga. Bilangnya mau gebet anak orang dengan cara yang oh-so-sneaky, tapi prakteknya lempem.

Karena sesungguhnya, that's to be expected dari seorang anak tunggal kesayangan yang terkontaminasi sama kerasnya kehidupan.

.

.

.

.

.

Jadi ya begitulah.

Sehun lagi usaha menjalankan misinya. Misi kucing-kucingan tai dengan ade kesayangan sohibnya. Dengan tenaga dan waktu yang tersisa yang tak seberapa.

.

.

.

.

.

.

.

#

(kata Twitternya si (et)feminahorror:)

"no offense, but boost your friends up more.

support their art, take a big deal over their selfies,

tell them how much u value ur friendship"

-16 Oct '16

.

.

.

.

.

.

.

#

(Geng Tjantique - t4t4nK_9aNtEnK Ver.)

Sujeong: "ciYe CiYe,,,KMaRen CPa ciH yG diSaMpErIn cOgAn LaGi,,, lAgI LoH,, laGilaGi,,, Qiw,,,"

Halla: "ApA cI, aPa Cy, cYaPa,,, qaSitaW doNQ,,, qudeT Ni QuDeT,,, hYhY"

Sujeong: "aDa Tu,,, ArTiz PaDePoQan,,,inisIYaL ,, ihIq"

Duh. Dosa trasa makin berat sebenernya nulis kek gitu. Stop ah.

.

.

.

.

.

Cewek emang makhluk multidimensi. Ga susah sebenernya bikin cewek seneng, apalagi kesel.

Berikut contoh jelasnya di bawah ini.

.

.

.

.

.

Yein: "Lu emang ga ada matinya yah."

Yein: "Gapuas banget si lu, udah Myungsoo, Chanyeol."

Yein: "Sekarang siapa lagi? Sehun? God."

Joy: "Mau lu tu apa si? Hah? Susuk lu upgrade-an mana hah? HAH?! GEULEUH TAU GA?!"

Sujeong: "AMBIL AJA SEMUA COWO GANTENG DI MUKA BUMI INI! ABISIN! BIARIN GUA NISTA SEUMUR IDUP! KEWONG MA ANAK BERUANG! BIAR!"

Halla: "Dasar. PRIA ULAR!"

Hayoung: "Dasar. LEPEHAN KACANG SUKRO!"

Joy: "Dasar. GOPEK BEKAS KEROKAN!"

.

.

.

.

.

Jungkook: (tampang males) (tapi mo ketawa) "...udah selesai bully Anya Geraldinenya?"

Kelima gadis: (gigit tangan Jungkook)

.

.

.

.

.

Jungkook: "Kalian tuh."

Jungkook: "Pahamin coba perasaan aku."

Jungkook: "Aku ga minta ini semua kok. Semua terjadi begitu saja."

Jungkook: "Mereka datang padaku. Tanpa membawa apa-apa."

Jungkook: "Terkecuali cinta yang suci."

Jungkook dan kelima gadis: (ngakak)

.

.

.

.

.

Hayoung: "Pokonya next time kalo ada yang bagus lagi nembak lu, gua bodoamat."

Halla: "Bodoamat, suka-suka lu."

Sujeong: "Ogah gua bikin dosa. Iri dengki ma anak orang."

Jungkook: (manyun)

Jungkook: (nunduk helpless) "Aku tuh mesti apa... gitu sama kalian."

Jungkook: "Diem salah. Ngomong salah."

Jungkook: "Ditaksirin cowo ganteng salah."

Jungkook: "Masa kalian gamau ngertiin aku... sedikit aja."

Kelima gadis: (ketekin Jungkook) "ELU YANG HARUSNYA NGERTIIN GUA, MEMBLE."

.

.

.

Hayoung: "Gua jodohin Mamat 'tar, tau rasa lu."

Sujeong: "Anjir SEGERA LAKSANAKAN, YOUNG, SEGERA!"

Halla & Yein & Joy: "JANGAN TUNDA-TUNDA LAGI GIRLS!"

Jungkook: "Iyain aja aku mah, biar kelar."

.

.

.

.

.

Joy: "Nih ya."

Joy: "Kalo emang you gamau nerima doi."

Joy: "Napa you ga abis-abis mikirin tawaran bagus doi?"

Halla: "'Tawaran bagus.'"

Jungkook: "Ya abis gimana dong."

Jungkook: "Dibilang mau aku ya... mau."

Jungkook: "Tapi aku ogah kalo nanti cuman bertahan sesaat kek yang sudah-sudah. Cape aku tu. Lelah kecewa. Huhu."

Jungkook: "Manalagi... ga enak sama kakakku."(nunduk)

Joy: "Lah kenapa jadi gaenak ama doi?"

Jungkook: "Ya itu, yang aku bilangin kemaren."

Kelima gadis: "Oo."

Jungkook: "Makanya, sama Sehun ini... aku temenan aja, gapapa."

Hayoung: "Yakin emang dari temen ga jadi demen?"

Sujeong: "Iyak. 'mang tahan?"

Jungkook: "Ya udah sih temenan aja, apa bedanya emang."

Joy: "Bener ye lu."

Joy: "Awas kalo gua denger lu ga puas dengan status 'temen'."

Jungkook: "...ya..."

Jungkook: "...itu dia sih."

Halla: "Apaan? 'Itu dia' apaan?" (sewot)

Jungkook: (nunduk maenan jari) "...itu dia..."

Jungkook: "Susah."

Hayoung: "Tadi katanya bilang 'apa bedanya emang?' AH. BIJI KAPRI."

Yein: "IYA... AH. GIMANA SIK. SATE PADANG."

Jungkook: (manyun) "Ya gimana... aku 'kan lemah emang. Tempe."

Yein: "Yaudahsih trima-trima aja. Tapi ga usah diseriusin."

Jungkook: "Ih... masa gitu?"

Yein: "Ya katanya lu pengen, tapi gamau dikecewain? Yaudah gausah dibawa serius."

Hayoung: "Yatapi emang bete sih dikadalin mulu."

Jungkook: "Iya kaan?"

Hayoung: "Tapi kalo emang lu mau yaudah sih?"

Hayoung: "I mean, lo kalo dikadalin ya bales kadalin dong."

Hayoung: "Atau gak kek katanya Yein. Gausah diseriusin. Gausah ngarep. Yang diharep-harep itu sebenernya yang bikin lu kecewa."

Yein: "Tuh."

Halla: "Intinya kalo dia kasih kadal, lu bales uler."

Joy: "Dia uler, lu bales buaya."

Sujeong: "Dia jempol, lu telunjuk."

Jungkook: "Itu mah aku yang kalah. Ah. Cumi goreng tepung."

.

.

.

.

.

Dan akhirnya langkah selanjutnya yang Jungkook lakukan: galauin sekali lagi.

Kalo emang Sehun terlalu indah untuk ditolak, ya... game on aja.

Game on aja ya. Ga relationship mode on. Lelah sama rilesensip rilesensip-an. Biar sama-sama seneng aja.

Seperti kata D'geng. Gausah diseriusin.

Yaudalah, mana yang terbaik aja. (sok pasrah) (padahal masi ngarep)

.

.

.

.

.

.

.

#

(Hari penentuan)

Mengapa dinamakan hari penentuan?

Karena ini hari dimana Jungkook akhirnya jalan beneran sama Sehun seperti yang udah diharepin sama si ganteng dari kapantau. Gimana akhirnya Jungkook bisa mau diajakin? Karena jaminan hubungan sama-sama senang, tentunya, seperti yang diharepin Jungkook. Uhuy.

(nurani Kookie yang terdalam: maap ya Tae, Kookie emang lemah sama godaan saiton.)

.

.

.

.

.

Jungkook: (senyum manis) "Hai Kak."

Sehun: (senyum ganteng yang malu-malu dikit) "Hei."

Jungkook: "Udah lama nunggu kah? Maaf yaa."

Sehun: "Ngga kok." (padahal udah setengah jam) (si bungsu touch-up dulu sik) (mo gaul soalnya hari ini)

Sehun: "Yaudah yuk, naik." (naik mobil maksudnya) (bukan naik pangkat) (y)

Jungkook: "Yuk."

.

.

.

.

.

.

.

(ceritanya udah selesai nge-date) (udah pada balik ke rumah)

Gila.

Ga nyangka.

(mulai lebay)

Nih ya, Jungkook kira Sehun tu tipe cowok yang sesuai di pikirannya.

Karena impresi pertama yang dia dapet dari Sehun: silent as fuck.

Jungkook kira kalo sama dia, ga bakal mengalami kemajuan yang signifikan. (doi gatau kalo si Sehun deg-degan mampus pas tau mo jalan bedua) (jadilah kambuh penyakit)

Beneran. Jungkook nyaris mo pingsan pas first date mereka kalo ga diselamatkan oleh topik The Simpsons. Didiemin selama setengah jam itu udah merupakan ujian terberat dalem idup Jungkook. Hape ga menolong, seriously.

Ibaratnya Jungkook selesai bolak-balik Pulau We-Papua Nugini naek beca, baru Sehun sadar kalo di depannya ada orang.

Sangat wajar sebenernya, mengingat dia di geng Hamba Allah pun menyandang gelar 'Lohan ganteng.' Kalem, adem ayem kebawa arus. Pas kiamat kubra baru kelabakan.

.

.

.

Tapi.

Ada tapinya loh ya.

Just when you think he could be the most overrated date ever... nuh-uh, darling.

Dia diem-diem menghanyutkan.

Karena setelah keheningan yang menyiksa.

Pas dianter balik.

Satu kecupan nyampe di bibir.

Yoi. Langsung maen cipok. Dari yang gaya Dora The Explorer langsung Fifty Shades of Grey.

Jungkook melamun. Lamunin keindahan saat-saat itu. Ampe lupa kalo lagi laper.

Lebay.

(fyi, U tau ini terjadi atas saran siapa? Ofkors, PCY.)

.

.

.

.

.

Pertanyaannya sekarang, apakah pandangan Jungkook terhadap Sehun berubah?

Maybe.

Maybe yes, maybe no.

Pertanyaannya lagi, apakah hal tersebut juga merubah pandangannya terhadap kelanjutan hubungan mereka?

.

.

.

.

.

Barusan si dede nyengir manis manja.

Itu jawabannya.

(Untung sayang. Kalo ga udah Raisa cabe-cabein kamu, Dek.)

.

.

.

.

.

.

.

#

(Katanya Twitter si (et)ajiwar):

"Komentar Jokowi tentang jacket bombernya:

jangan terpancing isu-isu ZARA"

- 07 Nov '16

.

.

.

.

.

.

.

#

(Sabtu pagi) (Jungkook lagi di rumah, with Papah Joon yang lagi libur)

Namjoon: "Halo, sayang Papa..." (elus rambut)

Namjoon: "Lagi ngapain ni?"

Jungkook: "Ehe, Papah."

Jungkook: "Lagi belajar. Nanti mau ujian soalnya. Hehe."

Namjoon: "Oh gitu... yaudah, belajar yang rajin ya sayang."

Jungkook: (senyum batita) (isyarat pengen peluk si Papah) "Kookie kangen Papah..."

Namjoon: (pelukin anak bungsunya) "Iya, Papa kangen Kookie juga."

Maklum, Papahnya dari kemaren sibuk mulu. Hiks.

.

.

.

.

.

Namjoon: "Btw anak Papa ni katanya udah ada yang punya ya?"

Jungkook: (muka lebay) "Ha? Siapa?"

Namjoon: "Ee.. pura-pura gatau dia."

Jungkook langsung deg-degan.

Tiba-tiba banget ih si Papah interogasi.

Gak mungkin Sehun 'kan yang diomongin? Jangan dong.

Jungkook: "Apaan, Kookie gapunya pacar tau ih... Papah mah."

Namjoon: "Ee... yang kemaren-kemaren tu sapa hayo..."

Jungkook: (makin deg-degan) "Yang kemaren yang mana?"

Namjoon: "Yang itu lo... yang ganteng sukak nganterin pulang ke rumah."

HUFT. Jungkook seketika napas lega. Chanyeol rupanya maksudnya.

(Ga lega juga si, maksudnya seneng yang sekarang belom ketauan ea.)

Tau dari mana lagi dia ih.

Tae nih pasti. Dasar.

Jungkook: "Ooh... yang itu."

Jungkook: "Itumah temen doang kok Pah, temen sekolah. Hehe."

Papahnya senyum-senyum simpul aja sambil angguk-angguk.

Hm. Gt y shay.

.

.

.

.

.

Namjoon: "Gapapa kalo Kookie udah mau pacaran..."

Namjoon: "Asal bisa menjaga diri dan hati aja... hehe. Kontrol, gitu lo."

Jungkook: "Hehe. Iya Pah."

Namjoon: "Yaudah, Papa mandi dulu ya sayang." (cium kening Jungkook)

Jungkook: "Iya Pah."

.

.

.

Jungkook: "Pah!"

Namjoon: "Ya sayang?"

Jungkook: (buka tangan lebar) "Mau kiss Papa dulu."

Namjoon: (ketawa pelan) "Ciee mau kiss Papa nih? Bukannya uda gede?"

Jungkook: "I Papah... 'kan Kookie sayang sama Papah..."

Namjoon: "O gitu..."

Namjoon: "Papa juga sayang sama Kookie. Hehe." (cium)

.

.

.

Jungkook: "Cium ya Pah."

Namjoon: "Loh 'kan udah?"

Jungkook: "Bukan, cium yang Kiss Muach~" (Jungkook monyongin bibirnya lucu gitu sambil mejem meluk leher bapaknya)

Namjoon: (ketawa) "Iya deh..."

Jungkook: "Gapapa 'kan Pah?"

Namjoon: "Gapapa, diem-diem aja sama Mamah ya."

Jungkook tersenyum lebar sebelum mencium singkat bibir Ayahnya.

.

.

.

Jungkook: "Lagi, Pah."

Namjoon: "Lagi? Oke." (cium sayang yang leket gitu)

Cup cup. Emesh de.

.

.

.

.

.

.

.

#

Luar biasa.

Terhitung beberapa minggu yang lalu.

Rupanya Sehun dan Jungkook sudah nge-date yang keempat kalinya. Backstreet, ofkors. Setelah awalnya di Bakerzin, naek ke Paul, nyoba merakyat ke Sate PSK, dan kali ini di atep sekolah. Kek yang sering diliatin di anime-anime gitu. Spot favorit.

Nge-date yang sebelum-sebelumnya sih ga perlu dibahas detilnya. Alasannya karena bisa dipastikan merusak moral anak-anak bangsa.

Tapi kali ini coba ngintip deh. Penasaran udah bates mana hubungan mereka berkembang. Masih bates suci apa udah bates dengkul.

.

.

.

.

.

Jungkook: "Sehun..."

Sehun: "Ya?"

Jungkook: "Langitnya biru ya..."

Sehun: "Iya."

Jungkook: "Kookie seneng banget deh liatnya."

Sehun: "Iya. Aku juga seneng."

.

.

.

.

.

Garing kan. Emang.

Eh. Tapi tunggu dulu.

.

.

.

.

.

Sehun: "Kookie."

Jungkook: "Hm?"

Jreng...

.

.

.

Hm.

Hmm.

HMMM.

("Aspaan si hm hm hm hm.")

Lu gatau?

Doi barusan cium si dede di bibir. Lagi.

Jungkook kaget.

Belum selesai kagetnya, doi cium lagi.

Kali ini lebih ekstrem.

.

.

.

Jungkook: "S-Sehun..." (mukanya udah merah banget) (kek boncabe level 15)

Sehun: (senyum-senyum simpul) "Kenapa?"

Jungkook: "K-Kookie deg-degan."

Sehun: "Hehe. Deg-degan yah."

Jungkook: "Abis..."

Jungkook: Sehun... cium Kookie pake lidah."

Sehun: (senyum ceria kek abis dapet tempat duduk di kereta ke Bogor)

Sehun: "Kookie suka kan?" (cengengesan doang) (sitai)

Jungkook: (membelalak) "E-eh...?"

Jungkook: (udah malu-malu princes) "Ng..."

Dan abis itu ciuman lagi. Jungkooknya trima lagi.

Emang ga ada kontrol ya.

.

.

.

Yha.

Yha.

YHAA.

Itu kenapa pake-pake masuk-masukin tangan ke seragam, kenapa? Heh? Kenapa?! Perlu ya?!

Jungkook: (terkesiap) (balik ke jiwa batita semula) (dorong si ganteng pelan) "S-stop, Sehun!"

Sehun: "Eh?" (melongo polos) (emang tai)

Jungkook: "K-kata Papa Kookie ga boleh dipegang-pegang!"

Sehun memasang raut geli, setelahnya tertawa pelan. Dengan hormat akhirnya dilepasinnya tangannya dari badan Jungkook.

Sehun: "Papa Kookie kok lucu banget."

Jungkook: (mukanya masih merah) "Ih kok gitu? Sehun naksir Papa Kookie ya?!"

Sehun: (diem) (melongo keras)

.

.

.

.

.

.

.

Oke.

We try to be neutral here.

Sebagai negara demokrasi, kita menghargai suatu ungkapan asmara terhadap orang yang dicintai melalui ekspresi-ekspresi kemesraan yang dilakukan dengan tertib dan damai.

Tapi.

Kita menyesalkan kejadian hubungan kemesraan di atas, yang seharusnya dibawakan dengan tidak berlebihan, tetapi malah menjadi sebaliknya.

Dan ini kita lihat telah ditunggangi oleh aktor-aktor politik, yang memanfaatkan situasi.

(aktornya satu doang, sebagai penunjuk jalan Sehun dalam mengencani anak orang) (siapa lagi kalau bukan oknum PCY)

Oleh karena itu,

Terlihat jika Oknum PCY dan OSH benar-benar tidak menghargai perasaan seorang laki-laki yang betapa dia berusaha menjaga orang yang disayangi, yang telah mereka nodai

Saya sangat SEDIH SEKALI dan MENANGIS mempunyai manusia yang tidak menghargai perasaan sesamanya

INGIN SAYA KATAKAN "GANTENG KAMU KOK GITU", TAPI TIDAK BOLE!

INGIN SAYA KATAKAN "BEYBI KOK JAHAD", TAPI TIDAK BOLE!

TIDAK BOLE KARNA… mereka bukan pacar saya.

Tq.

.

.

.

.

.

Yah, semoga segera dibukakan aja lah hatinya masing-masing. Ati-ati sama sianida. Mana tau beracun.

.

.

.

.

.

.

.

#

Karena sesungguhnya cara bermesraan abege pecah bulu itu membuat Jungkook terlena.

Juga bagi siapapun dia, yang bermimpi untuk bermesraan seperti abege pecah bulu.

Tidak bisa dihalau jika kejadian tersebut tak disangka dan tak dinyana, terbawa dalam mimpi.

Mimpi di subuh hari.

.

.

.

.

.

"Enak kan, Kookie...?"

"Iya… enak..."

"Kalo gini... enak...?"

"Enak banget, Sehun..."

"Kookie mau lagi...?"

"Mau... Kookie mau lagi... cepetan..."

"Kookie mau Sehun..."

.

.

.

.

.

Dan... eh.

Eh.

Siapa tu.

OH OW-oh my God. Oh my God pemirsah.

Kalian tahu apa yang terjadi?

.

.

.

.

.

Ternyata.

Ada satu sosok.

Yang telah menjadi saksi mata.

Dari ironi mimpi yang menyedihkan ini.

Saat ini dia telah terjaga, dan telah berdiri di pintu kamar saudara Kim Jungkook, berusaha untuk mencerna kejadian yang tengah terpapar di hadapannya.

.

.

.

Apa? Apa tadi katanya?

'Kookie mau Sehun?'

Gua ga salah denger 'kan.

.

.

.

"Ih... Sehun jahat..."

"Sehun gaboleh jahat sama Kookie... kasih ga? Kasih Kookie ga itunya?"

.

.

.

Oh my God. Oh my God pemirsa.

Kalian tahu apa yang dilakukan saksi mata tanpa nama ini setelahnya?

.

.

.

.

.

"Ehm." "Assalamualaikum."

BYURRRRRRR!

.

.

.

"Aduh!" Jungkook semesta bangun dengan tubuh yang lumayan basah kuyup, "Ya Allah!" berseru seakan tengah menyelamatkan dirinya di tengah pusaran ombak.

Lalu setelah kesadarannya kembali penuh—yang ternyata dia berada di atas kasur, bukan pusaran ombak—Jungkook menoleh terhadap sosok yang telah melakukan tindak kriminal tersebut padanya.

"TAEHYUNG!" "Kok Kookie disirem aer sih?!" (langsung ngamuk)

"Mimpi apa sih? Keknya enak banget?" Kakaknya menjawab dengan nada santai, masih memegang senjata pamungkas—gayung biru—di tangan. Santai yang dibarengi sensi tingkat tinggi jika dilihat dari keningnya yang berkerut keras.

"Tadi bobo nyebutin 'Sehun, Sehun.'" "Kamu ngapain sama Sehun?"

Jungkook seketika terdiam di tempat.

.

.

.

.

.

Oh my God.

Oh my God pemirsa.

Ini... boong ga.

Bilang boong dong. Plis.

Duh demi apa aku ketauan demi apa DEMI APAAAAA.

Yaampun kenapa bisa tetiba mimpiin Sehun gini sik...?

Astaga.

As. Ta to the ga.

Hhhhh gimana dong.

Hhhhh OhmyGod OhmyGod Ohmy—

"Bukan urusan Tae, wek!"

Lalu ngacirlah Jungkook ke kamar mandi. Ninggalin Taehyung yang uratnya udah keluar-keluar di jidat kek di komik-komik.

.

.

.

.

.

.

.

Karena curiga, Taehyung nge-pc (personal chat) salah satu sohibnya yang terpercaya di hamba Allah soal membaca kepribadian manusia. Nanyain ada yang janggal ga dari Sehun selama ini.

Oke.

Gua mo nyoba mikir. Walopun baru bangun.

Jungkook dan Sehun.

.

Jungkook. Dan Sehun.

.

Kim Jungkook... dan Oh Sehun.

.

.

.

Ya Allah, bisakah Engkau beritahu hamba bagaimana persisnya cara-Mu mempertemukan bidadari surga dan selang sedot WC itu?

.

.

.

.

.

Oke.

Ternyata gini cara orang ngadain konspirasi.

Taehyung diem. Mukanya udah yang bener-bener so done. (tapi masih ganteng) (makin ganteng malah)

Oke. Fine.

Dunia emang tai, gua tau.

.

.

.

.

.

.

.

(Taehyung segera konfron Sehun tanpa basa-basi) (ga nunggu lama-lama lagi balesan si Youngjae) (iya, Youngjae yang dimaksud, si dukun) (yang dimiringin omongannya Sehun)

"...halo." (baru bangun)

"Hoi, tai." "Lu apain ade gua, ha?"

"Buset... tetiba galak amat dah..." "...bentar."

"Bentar napa."

"Gue ngumpulin nyawa dulu."

"Oh. Oke. Kumpulin."

.

.

.

"Udah kekumpul?"

"Udah."

"Terus?"

"Bentar. Keluarin lewat bawah dulu."

"Kentut maksut lu?"

.

.

.

"Udah nih. Mo ngomong ape Pik."

"Lu apain ade gua sampe bisa mimpiin elu ha."

"Hahmasa? Ga ngapa-ngapain kok." "Doi kangen kali sama gue."

(nurani Sehun: jir ketauan. mampus.)

"Gitu?"

"Iye gitu."

"Bisa e doi kangen ama lu."

"Bisa aje lah." "Orang lu pernah ngimpiin Obama nraktir lu baso malang kan."

"Gitu?"

"Iye gitu."

"Tapi dia ngimpiin elu sambil ngomong enak-enak."

"Ha? Enak-enak?"

"Iye. 'Enak banget... Sehun...' gitu." "'Kookie mau lagi... Cepetan...' gitu."

"Hmm. Gitu."

"Iye gitu."

"Mungkin dia lagi ngimpi makan nasi padang ama gue." "Trus dia nunggu pesenan satu lagi. Makanya ngomong cepetan."

"Gitu?"

"Iye gitu."

"Ooh." "Yaudah deh."

"Udah, gitu aja?"

"Iye. Gitu aja."

"Oh. Yaudah."

.

.

.

.

.

"Lu pikir gua percaya ha?"

"Buset. Kirain beneran udahan."

"Lu pasti ada maen ama dia 'kan." "Ngaku lu."

"Maen apaan? Betminton?"

"Gausah mangkir. Lu pasti udah cabul ma ade gua kan."

"Hmm... gimane ye... gue cuman cium-cium dia kok."

"Oh. Cium-cium."

"Sama... megang-megang dikit lah."

"Oh. Megang-megang dikit."

"Iye. Dikit. Dikit aje, ga banyak-banyak." "Gapapa kan?"

"Iye sih. Gapapa."

"Iyelah, santai aje. Sama gue ini juga."

"Okelah. Gitu doang ye."

"Iye. Gitu doang."

"Yaudah deh."

"Yaudah."

.

.

.

.

.

"Lu kira beneran gapapa ha?"

"Buset. Kirain beneran gapapa."

"Tai lu. Sembarangan aje maen cium-cium maen pegang-pegang ade gua. Gua aja ga pernah."

"Trus lu pengen?"

"Pengen. Bukan muhrim gua soalnya."

Sehun ketawa.

"Gausah ketawa lu. Belom selesai anceman gua."

"Gila lu. Gua pikir selama ini lu paling steril."

"Paling kalem."

"Paling adem."

"Paling yang ngga bakal gua curigain di muka bumi ini."

"Lah. Uler juga ternyata."

"Iye, iye, sori Pik... gua khilap."

"Jangan macem-macem lagi lah lu ma ade gua. Gua ingetin aje." "Thanks."

.

.

.

.

.

.

.

#

(Kelas Mikrobiologi Pangan oleh Prof. Dr. Kim Taehyung, , 2 SKS)

Assalamualaikum.

Saat ini saya akan menjelaskan tentang salah satu spesies ternama yang saya kira perlu menjadi perhatian kalangan ilmuwan di era global abad 21: kerak tai.

Mengapa saya ingin menjelaskan kerak tai? Karena tidak lain dan tidak bukan, kerak tai itu penting. Mengapa penting? Karena kerak tai telah menjadi suatu komoditas pangan yang artinya: krusial jika tidak ada yang membudidayakan, apalagi memproduksi! Karena itulah kita perlu membahas salah satu objek yang kelak akan memberi pengaruh signifikan terhadap kesejahteraan umat manusia kelak ini.

Oke. Pertama, saya akan menjelaskan: Apa itu kerak tai?

Untuk definisi tersebut, mari kita pahami dari jenis-jenis kerak tai itu sendiri, dimana atas 99% kejeniusan dan 99% kerja keras, saya telah membaginya ke dalam dua kelas:

a. Kerak tai eksplisit

b. Kerak tai implisit

Kerak tai eksplisit adalah kerak yang biasa anda temui dalam berbagai wujud, dan bisa dilihat dan dirasakan dengan kelima indera manusia. Contohnya bisa anda temui pada saat kurban Idul Adha. Jenis kerak tai ini umumnya tidak berbahaya, hanya saja keberadaannya tetap harus diwaspadai.

Sedangkan kerak tai implisit adalah kerak tai yang harus dihindari oleh seluruh lapisan masyarakat. Contoh yang paling jelas dari kerak tai implisit ini adalah; ngaku sohib, nyatanya nusuk dari belakang.

Atau mungkin lebih tepatnya 'si kerak tai dengan wujud sohib yang berikrar melindungi Ade lo dari segala bentuk kekejaman akhirat, nyatanya doi sendiri jelmaan areng Jehanam.'

Nah kerak tai seperti ini jauh lebih berbahaya dari energi nuklir berdasarkan alat ukur radiasi mutlak. Kalo tu kerak tai cita-cita jadi politikus, wah saran saya segera ganyang. Jangan tunda lagi.

Untuk menghindari hal tersebut, Anda bisa dari sekarang melindungi orang-orang tercinta dalam hidup, bahkan jika dia adalah adik kandung sendiri. Ya, adik kandung. Hm. Kenapa memang? Ada yang salah? Iya? Oh, saya kira ini sudah tahun 2016, saudara. Mau demen adek kandung sendiri, oke. Mau nikahin pizza, silakan. Cium mesra patung Pancoran, silakan.

Kesimpulannya, keberadaan kerak tai ini baik secara eksplisit maupun implisit sangat merugikan umat masyarakat dari segi fisik maupun mental. Betul? Setuju? Nah maka dari itu, saya sendiri mendoakan agar semoga rombongan kerak tai di luar sana dibukakan hatinya dan segera dibumihanguskan oleh petugas kebersihan terdekat.

Sekian pembahasan mengenai kerak tai. Terimakasih, wassalam.

.

.

.

.

.

.

.

#

(Papah & Mamah mesra - 19+ Ver.)

"Hai sayang." Namjoon yang baru pulang beli kopi nyapa istrinya yang nongol depan mata. "Kok manyun?"

Istrinya emang lagi manyun. Kek yang dia bilang. Cuman manyunnya tetep keliatan cantik gitu. manyun cantik.

"Sebel," katanya. "Celana aku ngga ada yang muat."

"Loh?" Namjoon langsung celingukan. Observasi. "Tapi kamu ga gendutan ah."

Jin tambah manyun. "Kamu maunya aku gendut?"

"Ngga gitu, sayang. 'Kan kamu bilang celananya udah ga muat, aku pikir..."

Yak. Namjoon refleks nyentuh pinggang laki cantiknya.

"Loh."

Terus ngerasa ada yang beda.

"Kok... kek ada yang beda gitu."

Seokjin langsung kaget malu-malu gitu. "Ih, jangan pegang-pegang," gitu katanya sambil pelan-pelan geserin tangan suaminya. Namjoon ngernyit.

"Eh? Kok sombong," makin dilarang, makin diraba-raba pelan sama dia. Istrinya kelabakan dikit.

"Hnn, jangan sayang..."

Namjoon ga bisa ga senyum ada maksud. Seokjin ngomongnya udah gaya kebalikan. Tampangnya juga mendukung. Bilang 'jangan sayang' tapi artinya 'cepatlah sayang daku sudah tak sabar' gitu.

"Pinggul kamu lebar-an ya." lari ke pantat, langsung dicubit Jin yang udah berasa gemeter dikit disentuh suami secara halus.

"Jangan... ih." "...aku lagi mau sombong dulu."

"Hm... maenan baru ya? 'Sombong-sombongan'?"

"Nggaa—ah!" Seokjin meringis. Namjoon barusan cubit pipinya, terus kena jerawat. Jerawat gede akibat lagi mens, diperkirakan. Tapi boong.

"Sakit..." "Minta maaf sama jerawat aku."

Namjoon melas aja sambil pose nunduk ala orang Jepang. "Maaf jerawat."

"Elus."

Yaudah, elus.

Agak nostalgic ga sih ini scene-nya.

.

.

.

.

.

(Naskah Drama Ver.) (emang paling enak ngetik ala naskah drama deh)

Seokjin: "Saya tuh ya Pak... lagi program gitu."

Namjoon: "Hm... program apa, Mas cantik?"

Seokjin: "Fitness... mau... gedein dada, pinggul sama pantat gitu..."

Namjoon: "Oh God." (langsung ngerti)

Namjoon: "Biar apa, hm?" (ditanyain aja lagi, biar jelas)

Seokjin: (nge-wink) (bisik manja) "Biar kamu mainin akunya lebih asik lah sayang, biar apa lagi."

Namjoon: (seketika aroused ke ubun-ubun) (pengen ketawa) "Gitu ya Mas."

Seokjin: (muka tanpa dosa) "Iya Pak."

Namjoon: "Suka ya dimaenin?"

Seokjin: "Banget... apalagi kalo sama suami."

Namjoon: (senyum om-om) "Gitu ya."

Namjoon: "Udah jalan berapa minggu fitness-nya?"

Seokjin: "Uh- udah... dua bulan."

Namjoon: "O... dua bulan." (manggut-manggut)

Namjoon: "Lancar ya."

Seokjin: "Iya...h... gitu deh." (mulai, tarik suara seksi ala Syahrini).

Namjoon: (mata tajem) "Terus, kalo suaminya mau test-drive sekarang udah bisa?"

Seokjin: "Ih... emang sekarang kalo bukan test-drive trus apa?"

Namjoon: (nyengir) (kecup bibir istrinya) (gendong ke kamar)

Ini tuh sebenernya ide anaknya, si Jimin. Biar Papahnya makin kalap. Seokjin awalnya seneng-seneng aja kek biasa, trus karna keseringan curhat soal lakik sama anaknya yang senasib (dan keknya lebih berpengalaman), lama lama kepengen juga 'dibantai dengan indah' sama suami. Kek biar maen-maen cintanya ke-upgrade to the whole new level dong. Halus-kasar gitu. Kek Bahasa Indonesia kelas 2. Sounds like best idea ever lah.

Diem-diem jiwa masokisnya Seokjin udah perlahan-lahan kebangun dari tidur.

.

.

.

.

.

.

.

#

Sepertinya yang sudah diketahui sebelumnya, sekarang tu udah masuk masa-masa mo UAS sebenernya. Yang kelas 10, naek kelas 11. Yang kelas 11, naek kelas 12.

Maka dari itu, Hamba Allah sekarang lagi les. Sama Taehyung. Les kimia. Minggu depan UAS Kimia soalnya. Lesnya sama Taehyung karena bisa dibilang doi si "Bapak Kimia" di kelas. Jago kimia banget doi. Ngga sih, dia lumayan well-rounded lah, nilainya stabil di semua pelajaran. Rata-rata bagus, gitu. Berkat hasil 'training keras' dengan Kak Yoongi, ofkors.

Yang laen udah rame kaya pasar sambil ngerjain soal, Sehun diem aja dari tadi di pojokan. Padahal doi termasuk yang paling parah kimianya. Tapi karena lagi 'kelahi' sama Taehyung, yha... mo gimana.

Taehyung cuek aja.

Trus setelah memasuki semacam sesi tes ngerjain soal yang udah dipelajarin, Taehyung baru nyadar kalo doi daritadi diem doang.

Pas Sehun ketangkep mo nanya ke Youngmin, ketangkep sama Taehyung.

"Napa, Hun?"

Deb. Sehun langsung aga gugup gitu.

"Tuh, tanya ama Pak propesor langsung," kata Youngmin langsung konsen.

(nurani Sehun: elah Min, kooperatip dikit kek)

"Engga, itu..." "Gua mo nanya ini, Pik."

Yah. Terpaksa akhirnya Sehun buka mulut.

Taehyung langsung liat ke soalnya. "Ooh." "Ga ngerti yang bagian mana."

"Ee..."

"Sebenernya... gua gangerti semua."

Taehyung diem bentar. Sehun juga. Yang tadinya mo cengengesan dikit biar suasananya ga awkward gitu, gajadi. Malah jadi nervous.

Tambah nervous lagi doi pas diliatin Taehyung bentar. Aga tajem gitu tatepannya.

"Yaudah," abis itu Taehyung hela napas, isyaratin Sehun biar ke kursi lain, "sini, kita belajar lagi."

Sehun sempet negative thinking kalo doi tu hela napas kek ngatur emosi biar ga pecah di depan khalayak ramai.

Tapi nyatanya Taehyung tetep mau ngajarin dengan saksama. Sampe akhirnya Sehun yang terakhir pulang. Diajarin banget, gitu. Sampe ngerti.

Manalagi tadi tu ada yang paling bikin Sehun ga enak hati.

.

.

.

.

.

Sehun: "Tengkyu bro atas ajarannya."

Taehyung: "Masama, Hun."

Taehyung: "Kalo mau... lu mending dateng aja lagi ke rumah gua. Kita belajar bareng."

Taehyung: "Kapan aja. Gausah nunggu anak-anak laen."

Sehun: " Wah... boleh tu, Pik."

Taehyung: "Yoi, saling bantu lah kita."

Sehun: "Bantu apaan gua Pik... lu 'kan udah jago."

Taehyung: (ketawa pelan) "Ga lah, sama aja."

Ketawanya tulus aja. Seolah mereka ga ada masalah.

Abis itu Taehyung nganterin Sehun pulang ke rumahnya karena udah malem. Gitu-gitu ternyata doi tau kalo Sehun ga boleh pulang malem sama ortunya. Sehun ga pernah ngomongin padahal.

Gimana Sehun ga makin ngerasa berdosa coba.

.

.

.

.

.

.

.

#

(Duo laknat off-camera in action)

Chanyeol: "HAHAHAHAHAHA."

Chanyeol: "Ini yang namanya 'When your deepest sin unfolded by your crush in his wet dream before his very big brother.'"

Sehun: "Diem lu."

.

.

.

Chanyeol: "Hade... Hun... Hun."

Sehun: "Aspaan."

Chanyeol: (cekikikan) "Masih geli gua dengernya."

Chanyeol: "HAHAHAHA"

Sehun: "He-eh. Ketawain aja idup gua sepuas lu."

.

.

.

.

.

(bahasa Captain Tsubasa Ver.) (Chanyeol sebagai Wakabayashi) (Sehun sebagai Tsubasa) (Taehyung jadi Misaki)

Tsubasa: "Tapi..."

Tsubasa: "Aku harap ini tidak terdengar menyedihkan, Wakabayashi-san."

Tsubasa: "Aku merasa menyesal telah menyakiti perasaan Misaki."

Tsubasa: "Dia tidak pantas menerima perlakuan hina ini oleh kita."

Chanyeol: "Excuse, don't just count me in ur twisted petty little game, man." (balik preman lagi) (gagal bae)

Sehun: "Lu yang ngajarin gua ngelaknat, pete."

Chanyeol: "Gua sekadar ngasih saran, bro."

Sehun: "Lu pendahulu gua, tetep."

Chanyeol: "Mohon maaf gua bukan dengan maksud selewengin si mamen. Gua maen fair."

Sehun: "Lo udah pacarin Dedek kesayangannya dengan tidak jantan."

Chanyeol: "The fuck?"

Sehun: "Hahaha."

Chanyeol: "…don't tell me u're still holding the grudge about how I didn't brought Jungkook home early?"

Sehun: (diem)

Sehun: "Bukan soal teknis, Yeol."

Sehun: "Tai, gua tuh… cuman ga enak karena udah ingkar janji."

.

.

.

.

.

Sehun: "I mean… Taehyung is a good man."

Sehun: "And he's just a very good friend of mine."

.

.

.

.

.

Wakabayashi yang di ujung telpon udah ketawa pelan aja. Manggut-manggut.

Wakabayashi: "Lalu."

Wakabayashi: "Apa yang akan kau lakukan, Tsubasa?"

Tsubasa diem lagi.

.

.

.

Jelas untuk yang kali ini,

semua ada di tanganmu, Tsubasa.

.

.

.

.

.

Chanyeol: "Okelah, Hun."

Chanyeol: "I expect some dope shit to wrap ur story."

Sehun: "With no doubt."

Chanyeol: "Good."

Chanyeol: "You're not holding much capability as a hooligan from the first time, after all."

Sehun: (ketawa pelan)

Chanyeol: "Good luck, bro."

Sehun: "Thanks, Yeol."

.

.

.

.

.

.

.

#

Jongup

Morneng

Changjo, Sungjae, Taehyung, Kwangmin, Youngmin

Morneng

(trus ngobrollah mereka pada) (banyak yang diomongin)

.

.

.

.

.

(sejam kemudian) (Sehun belum nongol)

Sungjae

Lah

Udah read 6 nih

Siapa nih gentayangan satu lage

Kluar u pengkhianat

Pengkhianat cinta

Ea

(Yoi, kode. Udah pada tau semua soal 'kelahi' kemaren. Taehyung sebenernya cerita ke Youngjae doang, gara-gara yang dia nanya kemaren 'kan. Maksudnya buat sekadar curahan hati. Cuman dasar si doi latah, seisi dunia jadi tau semua aib si Sehun.)

(dan sepuluh menit kemudian)

Sehun

Nah, Jae

Don't try to pull some shit

I'll make things clear here

Sungjae

Ih apacoba sensi dia langsung :(

Sehun

Wa ga sensi

Coz I'm sure u guys already knew it

Changjo

Hahaha selow Hun

Youngmin

Omg ini seruh

Sehun

Ga

Gua emang salah

Sori Pik, w bablas

There I said it

Taehyung

Haha

Napa gua

Bablas paan u

Sehun

Lu kemaren udah konfron gua ga usah sok woles

Gua udah khianat gebetin Ade lu

Emang gua banci

Kwangmin

Ukh Ka Sehun :'(

Jongup

Ukh Ka Sehun :'(

Changjo

DASAR KAU BANCI KALENG

Taehyung

Hahaha

Selo

Kan ade gua bikin lu khilaf

:)

Sehun

That's the thing, Pik

So its basically half my fault lol

Tjanda

Jongup

Gua ga stuju

Its not basically half your fault Hun

Bikos SEMUA SALAH ADE LU PIK

Sungjae

SALAH ADE LU MANCING BIRAHI PIK!

Jongup

Birahi-birahi kecilku

Youngmin

Nabi Birahi

Kwangmin

Ibrahim, anjeng

Anybody who is yet to jerk off over the cutest little creature we encountered last October? (si Jungkook, maksudnya)

Jongup

I already am

Twice every week

So does Taehyung

Taehyung

Ape lu helm sepeda

Jongup

Alah Pik

Ngaku lu kalo bukan his beloved big brother udah bablas

Youngmin

Gua rasa dengan jadi big brother gaperlu basa basi, Jong

Sungjae

Anybody who is yet to jerk off over the cutest little creature we encountered last month?

Me

Bikoz aku suci

Kalian semua penuh dosa

Youngmin

Anybody who is yet to jerk off over the cutest little creature we encountered last month?

Me

Bikoz aku suci

Kalian semua penuh dosa (2)

Sungjae

Ngaku lu kalo bukan his beloved big brother udah bablas

HAHAHAH

LU JUGA KALO BUKAN KOOKIE'S BELOVED BIG BROTHER UDAH BABLAS PIK?! GAUSAH SOK PLAYING VICTIM?!

NOBODY STANDS UP FOR YOUR PITY LITTLE ASS TO BE HONEST?!

Youngmin

KITA SEMUA BELAIN SEHUN DISINI, TAU LU?!

LU TU ANJENG

KIM JUNGKOOK TU SEPENUHNYA HAK MILIK KOMUNITAS BEBANGSAT LIBIDO TOTALITAS ANJENG

TGTGT MINI GAUSAH LAGAK

Sehun

Sori gua ketawa

Taehyung, Sungjae, Jongup, Changjo, Kwangmin

(ngakak ampe keselek jakun)

.

.

.

.

.

Taehyung

God

U guys actually cracked me up

Tapi ya

Gua rasa gua jadi kakanya Kookie emang kutukan Tuhan

Kwangmin

Gua curiga Pik

Lu sebagai Kakak yakin ga pernah khilap?

Youngmin

Udah duluan kali Wang, orang naksir

Kwangmin

Itu emang udah naturally falls on every conscious human being, Kak

Maksud gua, dalem sekali kesempatan idup

Lu ga pernah nyoba-nyoba 'nakal' ke Dede lu, gitu?

Pas doi lagi bobo?

Pas doi lagi mandi?

Changjo

Doi orangnya komit, Wang

Gak kek lu

Netes dari Kinderjoy

Youngmin

HAHAHAH

NETES DARI KINDERJOY

Kwangmin

(ngetik abis ketawa) Gaada hubungannya tai

Sehun

Anjir

Netes dari Kinderjoy

Taehyung

Dia mimpi basah pertama gua, Wang

Puas

Jongup

IH

ENA YA

Sungjae

IIIII

IMPI ACAH

Changjo

Mantap ye Pik

Diemek-emek

Taehyung

Ga usah diperjelas anjeng

Youngmin

EEEEEEEEE

Kwangmin

EEEEEEEEEEE

Mantap ye Pik

Diemek-emek (2)

Nobody can resist that lips tbh

Changjo

Dat ass

Jongup

Dat fair skin

Sungjae

Kalian semua kotor

("mau di-ena")

Youngmin

Kalian semua kotor

("mau dikecup")

Taehyung

Terus ae terus, kencengin

Changjo

Tbh I'd like to flirt on ur older brother instead of Jungkook #minoritas

Jongup

Jimin, Jo?

Changjo

Yoi, Chim-Chim

He's sexier than Jungkook in any way possible, I feel like

Sungjae

He's sexier than Jungkook in any way possible, I feel like (2)

Telat lu Jo

Doi udah digebet om-om bermartabat

Kwangmin

Kakak lu juga sedap sih, Pik

Benci gua ma idup lu

Kwangmin

Doi udah digebet om-om bermartabat

Yah sayang

Youngmin

Doi sungkan ama rakyat jelata, Wang

Kwangmin

Thanks Kak

Changjo

Doi sungkan ama rakyat jelata, Wang (2)

Apa susahnya ngerebut bini orang, Jae

Taehyung

Doi sungkan ama rakyat jelata, Wang, Jo

Changjo

It's ok for me to pass on Kookie, Pik

Just leave Chim-Chim to me

Kwangmin

It's ok for me to pass on Kookie, Pik

Just leave Chim-Chim to me (2)

Taehyung

Thanks guys

At this rate, it's safe to say that leaving Jungkook in Sehun hands is actually good choice

And rather give Jimin to no one

Sehun

Nah, man

U gatau kalo nahanin Jungkook lebih lama lagi di W bakal gmn

Abis ini si sebenernya W udh pasang strategi ular ke kaka U jg

Taehyung

Ok, Hun

Abis itu U langsung W bakar idup2

Changjo, Kwangmin, Jongup, Youngmin, Sungjae

BAKAR HUN, BAKAR!11!

.

.

.

.

.

Sehun

tjanda, Pik

maafin w yo

serius

Taehyung

Woles Hun

Shit happens

Sungjae

Uuu cenengnyah (kiss)

Youngmin

Cenengnyah liat kaka kaka unyuh aku baikan (kiss)

Changjo

Yoi man

Shit happens

More like perks of having an otherworldly cute lil' brother

Taehyung

Ga usah diungkit-ungkit lagi anjer

.

.

.

.

.

Sungjae

Tapi seriusan Pik

Topik sodara lu emang paling sedap

Changjo

Sodara lu udah officially milik kebinalan otak Hamba Allah Pik

No offense

Jongup, Kwangmin, Sehun, Youngmin, Sungjae, Changjo

Kebinalan otak organisme bangsat libido totalitas

Taehyung

Goddamn u slantedhead dirty mofos

("Akupun")

.

.

.

.

.

Taehyung

Anw, tgtgt gua no mini

Ngaku lu gapunya tgtgt

Youngmin

BECANDA DOANG, ANJENG

.

.

.

.

.

.

.

#

Beberapa hari ini komunikasi antara Jungkook dan Sehun udah kerasa renggang. Jelas banget kerasanya di Jungkook, dimana doi udah ga nge-LINE ngajak pergi ato sekadar nanya kabar pepagi.

Udah berapa harian, gitu.

Oke. Dari sisi Jungkook, dia udah b aja. Bye.

Dari sisi Sehun, ya u know lah. Doi emang udah niatan putus komunikasi. Sudahi aja semua permainan kucing-kucingan nirfaedah ini. Dah janji ma kakaknya uga 'kan.

Cuman karena Sehun ngerasa ga enak mutusin anak orang, yaudah dia tunggu sampe Jungkook yang mutusin dia.

And it was an easy task.

.

.

.

.

.

(Jungkook akhirnya nelpon Sehun buat klarifikasi) (yang dimiringin omongannya Sehun)

"Halo."

"Halo, Hun."

"Ya, kenapa Kookie?"

.

.

.

Diem.

.

.

.

(nurani Jungkook: Hhh. Capede.)

"Sehun..."

"Ya...?"

"Jujur ya."

"Ya, kenapa?"

"Kamu pilih Kookie apa pilih Nintendo?"

Sehun diem bentar.

"Uh..."

.

Jungkook berangkat dari rumah.

"Em..."

.

Jungkook udah nyampe ke bulan.

"Aku... pilih..."

.

Jungkook balik lagi ke bumi.

Dah, fix. Kookie dah lelah nunggu lama-lama.

"Yaudah kalo Sehun lebih milih Nintendo. Kita putus hubungan. Bye."

.

.

.

.

.

.

.

Dah, selesai. Gitu doang.

Kesel sih emang Jungkook tu. Banget. Ini lagi, ini lagi. Putus lagi, putus lagi. Kek lampu emergency.

Tapi... ya...

Walopun gitu, somehow kalopun emang dia ga kucing-kucingan lagi sama Sehun, dia pikir itu lebih baik.

Wow. Amazing. Seorang Jungkook.

Ya dibilangin dia dengan Sehun tu cuman sekadar have fun aja. 'Teman Tapi Mesra'. Emang mereka sebenernya cuman saling memanfaatkan satu sama lain.

Jahat ya. Tapi kenyataannya begitu emang. Walopun mereka saling suka, ya gitu doang. Satu suka yang hanya atas dasar fisik. Satu suka yang hanya atas dasar status. Walaupun sembunyi-sembunyi.

Ngga ada sesuatu yang spesial, gitu. Yang penting mereka sama-sama seneng aja ngejalaninnya.

Duh...

.

.

.

Jungkook naro tangan di kening. Merenungi masa lalu. Yang semuanya kelam. Huft.

Niatnya cuman mo pacaran biar ada yang merhatiin... dapet naas semua.

Emang sih semua mantan gebetannya tu ganteng.

Menarik.

Tajir.

Tapi...

Kalo gak ada yang bener-bener tulus sayang sama dia, buat apa.

.

.

.

Cie gitu.

Tapi emang bener 'kan? Itulah penyebab sebenernya semua hubungan cinta-cintaan monyetnya gagal.

Namanya juga monyet.

.

.

.

Yah yang jelas doi si bersyukur udah dikasih kesempatan deket sama Sehun. Dan Chanyeol. Dan Myungsoo. Walupun cuma sementara.

Setidaknya kehadiran mereka dalam hidup Jungkook jadi bahan pelajaran.

Mungkin akan lebih baik kalo mereka jujur pada diri masing-masing. Dari sekarang dan seterusnya.

Intinya sih, tobat beneran buat kamu, Dek.

.

.

.

.

.

.

.

Tinggallah besoknya pas Jungkook ngabarin geng tjantiknya, langsung semua pada buru-buru ke kelasnya Mamat, minta buat tembakin Jungkook hari itu juga. No comblang-comblang. Langsung to the point katakan cinta, gebet dia segera.

Jungkook susah payah ngos-ngosan nelen gorengan dalem WC.

.

.

.

.

.

.

.

#

Mlikum. Inih Tatjana Sepira. Tatj mo cerita dikit. Tentang Taehyung. Ama sohibnya. Yang kemaren sempet 'kelahi'.

Alhamdulillah sekarang udah ga lagi. Taehyung seneng sih. Udah bae'an sama sohibnya.

Pas mereka bedua doang ketemu (biar kesannya bener-bener clear gitu), Sehun mukanya biasa aja, Taehyungnya juga santai. Toh nyatanya sampe sekarang doi masih anteng idup, ogah bunuh diri.

Cuman Taehyung ngerti doi emang serius pengen dimaapin, karena emang harga dosa Sehun kemaren mesti dibayar dengan kedemenan Taehyung; bakso malang Mang Dadang.

Selama dua minggu.

Mungkin ini arti mimpi doi ditraktir Obama waktu itu. Hamdalah.

Gitu mah mending doi nikahin aja kemaren dedenya ama si Sehun.

Kaga lah tai becanda.

Berikut kronologinya.

.

.

.

.

.

.

.

Taehyung: "Thanks Hun, bakso malangnye. Mantap."

Sehun: "Anytime, bro."

.

.

.

.

.

Diem.

Yah, normalnya emang begini kalo ama Sehun. Emang diem-diem (menghanyutkan) aza.

Taehyung juga sama sih, cuek. Respon yang penting-penting doang. Sama-sama ganteng lagian.

Cocok emang.

Dari kepribadian emang cocok, tapi kenyataannya mereka paling ga deket hubungannya satu sama laen. Frekuensi buat jalan bareng beduanya mereka ini yang paling kecil dibandingin yang laen, kek Taehyung-Sungjae, Youngmin-Kwangmin, gt. #HambaAllahFact

Makanya pas Sehun ketauan nyeleweng, rasanya kek 'ni anak orang brojolan nuguya kagatau malu ngembat-ngembat punya orang—ehm, oke ga usah dibahas lagi.

Kalo diinget lagi, Sehun tuh emang berasa bukan anak Hamba Allah. Doi juga ada koloni laen awalnya, dimana emang tergolong koloni hipster milenium, seperti contohnya Chanyeol.

Entah kenapa doi bisa nyungsep ke Hamba Allah yang subhanallah ini. Setia lagi.

Ini juga gunanya mereka sepakat jalan bedua seharian. Pedekate. Di jalan persohiban, gitu.

Lucu tau gayanya tapi. Liat deh.

.

.

.

.

.

.

.

(Taehyung & Sehun jalan di pinggir jalan)

Taehyung: "Hun."

Sehun: "Hm."

Taehyung: "Lu..."

Taehyung: (ekspresi kek mo ngomong penting)

Sehun: "Napa, Pik?"

Taehyung: (diem bentar) (diem-diem kek ga-disengaja-padahal-disengaja nyentuh tangan Sehun)

Sehun: (ngerasa tangannya Taehyung nyentuh kelingking dikit) (mmm... yaudah deh, dikepit aja) (kepit pake kelingking) (noleh ke Taehyung)

Taehyung: "Lu..." (noleh ke Sehun)

Taehyung: (natep lamat-lamat) "...ga keberatan 'kan jalan sama gua?"

Sehun: (terperangah bentar)

Sehun: (nunduk) (malu)

Sehun: "…ngga kok."

Sehun: "Kenapa nanya gitu?"

Ea. Apanih. Apanih.

Taehyung: "…ngga."

Taehyung: "Gue..."

Taehyung: "Pengen lebih deket lagi ama lu."

Taehyung: (senyum ganteng)

Sehun: (terpana)

Sehun: (senyum lembut) (pegang tangannya makin erat)

Eaaa.

Mana serahin adegan manga/anime yaoi favorit lo, mana. Kalah, semua kalah.

Lebay.

.

.

.

Trus abis itu gandengan sambil ketawa-ketawa. Canda-canda.

Trus saling panggil 'aku-kamu.'

Cie banget ah, kilat super akrabnya.

Yakin pedekate masih di jalan persohiban? Ea.

.

.

.

.

.

.

.

Trus pas lagi jalan.

Tidak disangka mereka bertemu dengan seseorang.

Dia adalah...

Krystal.

.

.

.

.

.

"Ehh, Taehyung! Sehun!" "Lagi Ngapain?"

Noleh dulu mereka bedua sebelum muka ramah. Taehyung sempet nanya dalam hati: ini cewe kenal ama gua darimana?

"Eh, Kak Krys," sapa Sehun. "Lagi jalan bareng aja. Kakak?"

"Oh... ini... aku..." Krystal ngomong sambil rapihin rambut, "...lagi nyariin kado nih buat Mama, hehe." (gamau jujur bilang abis nyalon, biar ga kedengeran centil)

"Bedua aja nih kalian?" tanyanya lagi.

"Iya, kita bedua aja," giliran Taehyung yang jawab.

"Ogitu... hihi." (Si Krystal keliatan banget malu-malu cantik ala-ala cewe salting gitu) (tau nih)

"Yaudah kalo gitu, aku duluan yaa." "Apa mau bareng aja?"

"Gapapa Kak, kita juga ada yang mo dicari," kata Taehyung (dasaran emang doi ogah lama-lama doang) (dia masih bingung btw)

"Oh gituu. Yaudah deh," tanggap Krystal, senyum manis lagi. (terutama ke arah Taehyung) "Daah~"

"Daah."

.

.

.

"Napa kamu?" Taehyung lirik suspicious ke arah Sehun udah yang senyum-senyum geble. Tetep kalem tapi.

"Ga, gapapa," jawabnya.

.

.

.

.

.

.

.

# to be continued

a/n: sori ya kalo aga plottwist tai. lagi demen.

okeh.

jadi.

ada yang saya mo sampein ke sampeyan sekalian.

bahwasanya ini fanfic racun, emang udah saya edit lagi, kalo ada yang notis. terutama bagian taekook/vkook. karena well, saya rasa part-nya si vkook ini emang bertele-tele, antara kepanjangan di bacot soal Jungkook dengan cowo laen, ato kebanyakan selipan jokes receh ga penting, setelah saya coba kaji ulang. kadang emang gamasuk akal 1 chapter ampe 9-10rb kata. isinya ga berfaedah padahal. manalagi plotnya emang berlika-liku seputar kehidupan Taehyung yang malang doang. vkook-nya dari jaman nenek gua mandi kembang tujuh rupa belom jadian juga. capek. malesin. IYE, RAISA YANG NULIS JUGA TAU, BUKAN LU DOANG YANG NGERASA! AH. KERAK TELOR.

ea ngegas. sori, bukan maksut.

santai aja, bro. tenang. vkook lu bakal sejahtera kok bentar lagi. gua sayang ma klean smua, ga mungkin tega gua boong (halah cot). tungguin aja seminggu-duaminggu lagi di chapter depan. ea. (awas lu kalo nyatanya berbulan2 tai lagi) (makan tu fake promises)

dah, itu aja. see you on the next one yah. thank you so much as always. have a good day, keep positive!