BECAUSE OF GHOST
BY YEORKY
MainCast : Baekhyun, Chanyeol
Other Cast : Luhan & Other member Exo
Genre : Romance, School Life
Rated : T
Discaimer : Cerita ini asli milik Yeorky. Terinspirasi dari komik Jepang judulnya Ghost. Jadi ini kaya ngeremake gitu. Daaan, ini adalah FF Yaoi pertama Yeorky. Jadi harap review ya semuanya :D Pemainnya punya Yeorky semua, ceritanya juga, semua punya saayaaa *serakah*
Warning : Yaoi, Boys Love, Shounen-Ai, Boy x Boy, Sedikt ooc, review!
Summary : Ini adalah pengalaman hidup paling mengerikan bagi namja straight seperti Byun Baekhyun. Dirasuki hantu untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, membantu menyelesaikan masalah dan berujung menyatakan cinta pada Park Chanyeol. Namja yang bahkan tidak dikenalnya sama sekali. Apa yang dilakukan Baekhyun selanjutnya?
A/N : Maafkan Yeorky semua karena updatenya lama -_- Yeorky khilap. Okey, ini adalah episode terakhir ff BOG. C'mon, Yooow syuting!
.
Camera roliiing~
.
Rolliiing~
.
And... ACTION!
.
=Chapter 10=
"Okey Okey, aku tidak punya banyak waktu" Luhan kembali serius. Dia menoleh pada Baekhyun "Baek, aku mohon maafkan aku untuk yang terakhir kali. Mungkin ini diluar rencana kita" dia menoleh pada Chanyeol "Yeol, boleh aku menciummu untuk yang terakhir kali?" tanya Chanyeol membuat Baekhyun dan Chanyeol melebarkan matanya heboh.
Hening.
Baekhyun diam.
Chanyeol juga.
Luhan menunggu.
Chanyeol tiba – tiba maju dan menempelkan bibirnya pada Baekhyun yang berisikan Luhan. "Ow~ adegan dewasa." Baekhyun berdiri dan melayang membelakangi keduanya "Panggil aku jika sudah selesai." Ucapnya sambil mengusap pipinya sendiri yang bersemu merah.
Ciuman yang tiba – tiba itu membuat Luhan terkesiap kaget. Awalnya Chanyeol hanya menempelkan bibirnya di bibir Baekhyun yang berisikan Luhan itu. Namun Chanyeol mulai menggerakkan bibirnya sedikit demi sedikit. Luhan merasakan sesuatu menjalari tubuh yang ia singgahi saat ini. Chanyeol mencium Luhan dengan keahlian yang memabukkan. Luhan tidak pernah tahu bila Chanyeol sejago ini dalam hal berciuman. Chanyeol hanya melumat dan menghisap bibir bawahnya namun, Luhan terlalu terlena dengan kecupan dan kuluman ini. Hal yang selama ini dia inginkan, akhirnya menjadi nyata. Akhirnya. Dia membawa tangannya untuk mengalungkan dileher Chanyeol. Meminta Chanyeol untuk memperdalam ciumannya.
Walaupun Chanyeol yang paling dominan, Luhan tetap berusaha membalas ciuman Chanyeol yang mengulum bibir bawahnya. Chanyeol masih serius dengan kegiatannya. Mencecapi bibir manis didepannya. Chanyeol baru tahu bila bibir bisa semanis ini rasanya. Dia tidak bisa konsentrasi akibat manisnya bibir Baekhyun. Dia tahu dia tengah berciuman dengan Luhan. Namun entah kenapa, dia membayangkan Baekhyun yang tengah berciuman dengannya. Seolah dapat membaca pikiran Chanyeol, Luhan tersenyum tipis disela – sela ciuman mereka. Lalu tiba – tiba dia keluar dari tubuh Baekhyun sehingga dengan otomatis, Baekhyun kembali ketubuhnya.
"Emmmh~" Baekhyun terkesiap kaget saat menyadari dia kembali ketubuhnya dengan posisi berciuman seperti ini. Matanya melebar. Posisi yang intim ini membuat jantung Baekhyun berdegup kencang. Wajahnya bersemu merah kini. Baekhyun bisa merasakan Chanyeol mengulum bibir bawahya. Memainkan lidah ahlinya dengan gerakan memutar lalu kembali menyesapnya. Dan Baekhyun masih diam terpaku. Tangannya yang dikalungkan di leher Chanyeol, agak menjambak rambut belakang Chanyeol karena sensasi yang dia dapatkan dari ciuman itu.
"Hhmmppt..." desahnya tertahan. Chanyeol membuka matanya yang tadi sempat tertutup. Tatapan matanya langsung tertuju pada manik mata Baekhyun yang juga menatap matanya. Mereka saling menatap lawan masing – masing dengan mata sayu masing – masing. Oh Baekhyun bisa gila. Dia merasakan tubuhnya panas sekarang. Oksigen! Baekhyun butuh oksigen! Baekhyun memukul punggung Chanyeol supaya mereka berhenti. Chanyeol pun menghisap dengan kuat untuk terakhir kalinya. Lalu Chanyeol melepaskan pagutan bibir mereka.
"Kenapa Hyung?" tanya Chanyeol sambil mengusap bibirnya yang basah. Baekhyun terdiam untuk beberapa saat. Dia sibuk mengatur nafasnya dan mencerna apa yang baru saja terjadi. Baekhyun menatap wajah Chanyeol yang errr... sexy. Tatapan mata Baekhyun masih terpaku beberapa saat. Dia memegang bibirnya sendiri lalu memegang dadanya. Baekhyun menelan salivanya lalu menjilat bibirnya yang basah. Chanyeol menggerakan tangannya untuk mengusap bibir Baekhyun yang basah.
"Aku Baekhyun" ucap Baekhyun pelan. Chanyeol melebarkan matanya kaget. Tangannya segera ditarik kembali. Lalu menegakkan badannya. Sedangkan Baekhyun masih menenangkan dirinya sendiri yang entah kenapa berdegup kencang. "Luhan Hyung... dia mengembalikan tubuhku saat posisi sedang... eh berciuman" lanjutnya.
"Eoh~" Chanyeol tidak bisa berkata apa – apa. Dia mengusap tengkuknya. "Dia... dimana?" tanya Chanyeol salah tingkah. Sungguh dia tidak tahu harus berbuat apa. Luhan mengembalikkan tubuh Baekhyun dalam posisi mereka berciuman. Luhan Hyung sialan.
Baekhyun mengangkat wajahnya lalu turun dari meja dan mengedarkan pandangannya kesekitar lalu berjalan menuju jendela "Mungkin... dia sudah pergi" ucap Baekhyun lalu menoleh pada Chanyeol lalu segera menunduk malu. Chanyeol mengangguk.
"Ehm~ mungkin dia sengaja" ucap Chanyeol lalu berdiri menghampiri Baekhyun "Mungkin dia membaca pikiranku. Saat aku berciuman tadi, jujur aku membayangkan berciuman denganmu" Baekhyun melebarkan matanya kaget "Mungkin karena itu dia tiba – tiba mengembalikan tubuhnya" Lanjut Chanyeol
"Ah... Keurokuna~" Baekhyun menganggukkan kepalanya. Mereka berdua terdiam. Suasanannya berubah menjadi canggung.
"Jadi..." Baekhyun mengangkat wajahnya "Bisakah kita melanjutkan kegiatan kita?" Tanya Chanyeol berjalan maju membuat Baekhyun memundurkan langkahnya "Aku yakin itu yang di inginkan Luhan Hyung." Baekhyun merasakan punggungnya menyentuh tembok "Dan yang kuinginkan" Chanyeol menghentikan langkahnya. Baekhyun menatapnya sebentar lalu dia tersenyum manis.
"Begitukah?" tanya Baekhyun balik. Chanyeol mengangkat bahunya. "Aku pikir juga tidak masalah. Ini... ciuman pertamaku" ucap Baekhyun. Gila! Apa ini? Baekhyun mempersilahkan dirinya sendiri untuk dicium oleh Chanyeol? Apa benar dia sudah menaruh hatinya pada namja jangkung itu?
Chanyeol menatap lekat mata coklat Baekhyun. Dia menangkup pipi Baekhyun dengan kedua tangannya. Baekhyun merasakan jantungnya mulai berdetak kencang. Chanyeol menurunkan kepalanya. Semakin lama wajah mereka semakin dekat. "Nikmatilah sayang!" ucap Chanyeol dengan suara rendah menggoda.
Baekhyun menutup kedua matanya ketika sebuah bibir menyapa bibirnya. Chanyeol masih diam dan belum menggerakkan bibirnya. Dia ingin membuat Baekhyun terbiasa karena ini ciuman pertama bagi Baekhyun dan dia ingin memberikan kesan manis padanya. Pas. Bibirnya terasa pas menyatu dengan bibir Baekhyun.
Chanyeol perlahan mulai menggerakkan bibirnya diatas bibir Baekhyun. Melumat bibir ranum itu bagai melumat lolipop. Baekhyun meremas ujung kemeja Chanyeol saat lidah Chanyeol terjulur keluar menyapu seluruh bibirnya. Ini ciuman pertama baginya. Chanyeol memiringkan kepalanya kekiri dan kekanan untuk memancing hasrat Baekhyun. Baekhyun merasakan darahnya berdesir merasakan ciuman Chanyeol yang begitu nikmat dan memabukkan. Dia seperti tersengat listrik karena ciuman ini. Chanyeol sangat ahli. Sungguh. Sesekali terdengar desahan tertahan dari bibir Baekhyun. Chanyeol menurunkan tangannya lalu mengangkat tangan Baekhyun untuk melingkar pada lehernya. Baekhyun mulai membalas ciuman Chanyeol sedikit demi sedikit dengan melumat bibir atasnya. Meniru apa yang dilakukan Chanyeol. Chanyeol tersenyum dalam ciumannya. Setidaknya Baekhyun mau membalas ciumannya walaupun tidak bisa dipungkiri, Chanyeol yang paling dominan.
Chanyeol melingkarkan tangannya pada pinggang Baekhyun, lalu membawa tubuh mungil itu mendekat kearahnya. Ciuman mereka semakin lama semakin panas membuat Baekhyun mengusak asal rambut Chanyeol. Sesekali dia melenguh pelan. Chanyeol semakin memperdalam ciumannya. Dia mulai mengeluarkan lidahnya lalu menekan bibir Baekhyun, meminta akses masuk kedalam mulut Baekhyun. Karena tak memiliki pengalaman berciuman, Baekhyun masih mengatupkan bibirnya membuat tangan Chanyeol yang berada dipinggang Baekhyun, turun kebawah dan meremas kedua butt Baekhyun dengan keras.
"Aaahhh..." desah Baekhyun lalu Chanyeol segera memasukan lidahnya pada mulut Baekhyun. Chanyeol mulai menjelajah mulut Baekhyun dengan sabar dan intens sampai tak ada sejengkal pun yang terlewat. Membuat Baekhyun mendesah tertahan karena sensasi itu. Lalu dia melumat lidah Baekhyun. Menyesapnya dan mengajak lidah Baekhyun untuk bertarung. Membuat Baekhyun melenguh ditengah – tengah kegiatan mereka sekarang.
Chanyeol juga tak menganggurkan tangannya. Dia meremas kedua butt Baekhyun dengan seksama sambil menggesekkan miliknya yang mulai tegang dengan milik Baekhyun membuat Baekhyun semakin gila karena sensasi yang sangat nikmat dan gila ini. "Eeuunnghh..." desah Baekhyun nikmat. Tangannya mengacak – acak rambut Chanyeol dan meremas baju bagian belakang Chanyeol hingga kusut. Membuat pola tak teratur di punggung Chanyeol. Sentuhan tangan Chanyeol di Buttnya, dan kuluman dibibirnya, serta sesuatu yang bergesekkan dibawah sana membuatnya gila. Baekhyun mulai kehabisan nafas, dia hendak memberitahu Chanyeol untuk melepaskan ciuman mereka jika saja,
Hachui~
Terdengar suara bersin seseorang. Baekhyun melirik pintu masuk kelas lalu melebarkan matanya kaget. Detik berikutnya, dia berusaha menarik kepala Chanyeol kebelakang. Namun Chanyeol salah mengartikan itu. Dia beranggapan bahwa Baekhyun meminta lebih. Membuatnya semakin bertindak liar dan membuat Baekhyun mendesah lumayan panjang sembari menutup matanya.
Namun Baekhyun tak melupakan orang didepan pintu tadi. Dia segera membuka matanya dan melirik kearah pintu dengan mata sayunya. Dan si pengintip tersenyum setan melihat Baekhyun yang tidak tenang. Baekhyun memukul punggung Chanyeol namun tak dihiraukan olehnya. Detik berikutnya, Baekhyun menggigit lidah Chanyeol yang tengah menyusuri mulutnya.
"AW!" teriaknya sambil melepas pagutan bibir mereka. Baekhyun pun menarik napas sedalam – dalamnya dengan rakus seperti tidak ada waktu untuk menarik napas. Sungguh, dia kehabisan oksigen karena ciuman Chanyeol yang memabukkan dan lumayan lama tadi. Ya ampun, paru – paruku. Kau baik saja kan paru – paru?, pikir Baekhyun sambil mengelus dadanya. Baekhyun kembali merasakan wajahnya panas saat mengingat kegaian mereka beberapa detik yang lalu. Chanyeol gila!
"Hakit haek! Sshh... kenapa kau gigit lidahku?" tanya Chanyeol sambil menjulurkan lidahnya yang sakit membuat Baekhyun kembali tersadar. "Kau kehabisan nafas?" Chanyeol dengan wajah lucu karena sakit dilidahnya.
"Maafkan aku" Baekhyun menggigit bibirnya "Mereka... melihat kita berciuman" ucap Baekhyun sambil menunjuk pintu masuk kelas. Melihat?, Chanyeol segera menoleh kearah yang ditunjuk Baekhyun dan BOM, dia terkejut.
KLING~
Suara ponsel berhenti merekam terdengar saat Chanyeol dan Baekhyun menoleh kepada mereka. Mereka berdua melebarkan mata heboh lalu menghapus sisa saliva yang menetes dikedua bibir mereka. Chanyeol dan Baekhyun mendapati Joonmyeon, Jongdae, dan Minseok di ambang pintu kelas. Menatap mereka dengan wajah yang... you know that lah.
"Waaah~ kalian berciuman lumayan lama ya?" ucap Minseok tersenyum jahil. Baekhyun dan Chanyeol saling lirik. Okey, mereka mulai salah tingkah karena tertangkap basah.
"Aku penasaran apa yang kalian lakukan dikelas yang sepi, oh ternyata itu" kali ini Jongdae yang berbicara "Kau cukup liar Chanyeol kau meremas Butt- Aw" Jongdae menghentikan kalimatnya karena disikut Joonmyeon.
"Jangan terlalu vulgar ngomongnya" ucap Joonmyeon. Oh tidak! Baekhyun merasakan mukanya semerah tomat sekarang. Chanyeol berdehem untuk menutupi kesalah tingkahannya sambil berpindah kedepan Baekhyun, bermaksud menutupi pria kecilnya itu.
"Kami tidak-"
"Okey, kami pulang dulu. Hari semakin sore" Joonmyeon memberi kode pada Minseok. Minseok berjalan kearah meja Joonmyeon "Kami kembali hanya untuk mengambil ponsel Minseok yang tertinggal" lanjutnya. "Kami pergi dulu. Silahkan lanjutkan kegiatan kalian pasangan mesra. Maaf mengganggu... Annyeong~" sapa Joonmyeon, Jongdae, dan Minseok lalu mereka segera pergi meninggalkan kelas.
Hening.
Saling lirik.
Canggung.
Baekhyun melangkah mendekati mejanya dan duduk menghadap jendela. Chanyeol menyandarkan dirinya di dinding kelas. "Eh, lidahmu... tidak apa?" tanya Baekhyun sedikit khawatir dan merasa bersalah "Mian"
"Eo~ Gwenchana" jawab Chanyeol "Maafkan aku tidak bisa mengerti kodemu tadi"
"Hm..." Baekhyun mengangguk – angguk.
"Aku kira, kau meminta lebih." Ucap Chanyeol. Baekhyun menunduk. Wajahnya merah sekarang. Jantung! Berhentilah berdegup kencang!
Hening kembali.
"Baek"
"Iya?"
"Ada yang ingin kubicarakan padamu"
"Tentang?"
"Hubungan kita" jawab Chanyeol. Baekhyun tersenyum tipis mendengar itu. "Walau yang kemarin itu adalah tubuhmu... tapi aku sadar bahwa itu adalah Luhan Hyung. Jadi sama saja aku berpacaran dengan Luhan Hyung dan bukan denganmu" ucap Chanyeol "Jadi... aku ingin mengulanginya dari awal" lanjutnya lalu berjalan mendekati Baekhyun. Baekhyun hanya diam terpaku saat Chanyeol mendekat kearahnya.
Baekhyun mengepalkan tangan kanannya didada Chanyeol berniat menahan Chanyeol. Namun Baekhyun kalah cepat. Chanyeol mengalungkan tangannya pada pinggang Baekhyun lalu menarik namja itu untuk turun dari meja lalu menempelkan bibirnya pada bibir Baekhyun membuat Baekhyun tersentak kaget karena pergerakan yang cepat tadi. Chanyeol melumat sedikit bibir Baekhyun yang masih memerah karena ciumannya tadi. Chanyeol menggigit, mengulum, dan menghisap kuat bibir manis yang diciuamnya sekarang. Tangannya tak dibiarkan menganggur. Chanyeol membawa tangannya kebawah lalu meremas pelan butt Baekhyun dengan gerakan sensual. "Eeemmmhh..." Baekhyun mendesah nikmat sambil meremas kerah baju Chanyeol, menyalurkan hasratnya. Suara decapan khas orang berciuman dan desahan Baekhyun akibat ulah Chanyeol terdengar mengalun seperti irama musik. Baekhyun yakin bibirnya akan membengkak setelah ini. Namun ini terlalu nikmat untuk disudahi. Dia bahkan melupakan resiko bila Hyungnya akan tahu nanti. Chanyeol mengeluarkan lidahnya lalu memutarkan lidahnya pada bibir manis Baekhyun lalu mengulumnya. Dia menghisap kuat bibir bawah Baekhyun sambil meremas kedua Butt Baekhyun keras. Membuat Baekhyun melenguh panjang lalu Chanyeol melepaskan tautan bibir mereka.
"Huh... Huh... Huh..." Baekhyun bernafas tak teratur. Tangannya dilepaskan dari kerah baju Chanyeol. "Kau gila Yeol~" ucapnya disela – sela nafasnya. Dia mundur lalu duduk diatas meja. Chanyeol yang melihatnya hanya tersenyum.
"Ya aku gila karenamu. Bibirmu manis. Wajahmu juga." Chanyeol berjalan mendekati Baekhyun.
"Jadi... maukah kau menjadi kekasihku Baek?" tanya Chanyeol. "Aku sudah lama mencintaimu. Aku berharap Luhan sudah menceritakannya padamu karena dia mengikutiku 2 tahun ini" lanjutnya
"Aku berharap kau juga memiliki perasaan yang sama denganku. Jika tidak, aku akan menunggu dan akan mengajarimu untuk mencintaiku" Chanyeol tersenyum diakhir kalimatnya. Dia mendekatkan bibirnya pada telinga Baekhyun. "Dan aku juga akan secara terang – terangan untuk mengejar – ngejarmu." Bisiknya rendah lalu memundurkan badannya kembali.
"Ish~" Baekhyun meninju pelan dada Chanyeol membuat Chanyeol terkekeh setelahnya.
"Luhan Hyung bilang padaku untuk memikirkan kembali perasaanku padamu" ucap Baekhyun "Dan setelah semalaman berpikir, aku juga tahu kalau kau memang benar – benar tulus. Mendengar cerita Luhan Hyung dan melihat sendiri kau yang perhatian padaku walau itu berisi Luhan, tapi kau kan tetap melihat bahwa itu Baekhyun. Dan setelah berpikir..." Baekhyun menggantungkan kalimatnya
"Dan setelah berpikir?"
"Aku..."
"Aku?"
"Ehm..." Chanyeol menunggu Baekhyun sambil berharap dengan ekspresi berharap - harap yang lucu. "Aku mau menjadi kekasihmu Park Chanyeol"
"Benarkah?" tanya Chanyeol memastikan. Matanya melebar. Senyumnya merekah.
"Eo~"
"Serius?"
"Aku serius" Baekhyun mengecup singkat bibir Chanyeol.
"Howaaa~" Chanyeol melompat senang lalu memeluk Baekhyun "Gumawo Baek~ Gumawooo~" ucapnya senang. Baekhyun tertawa kecil setelahnya. "Hari sudah sore" Chanyeol melepas pelukannya lalu melangkah menuju mejanya. Mengambil tasnya dan tas Baekhyun "Kita harus pulang" dia memberikan tas Baekhyun. Baekhyun mengambil tasnya.
"Kajja~" ajak Chanyeol menarik lengan Baekhyun untuk pulang. Dan Baekhyun hanya bisa tersenyum senang.
"Jamkam~" Chanyeol menghentikan langkahnya membuat Baekhyun menoleh pada lelaki tinggi itu.
"Meusun iri?" Tanya Baekhyun bingung. Chanyeol melepaskan tautan tangan mereka lalu membuka tasnya. Dia mengeluarkan masker hitam dari sana dan memberikannya pada Baekhyun. "Untuk apa?" Baekhyun menatap masker itu dan Chanyeol bergantian
"Untuk menutupi mulutmu"
"Mulutku kenapa?"
"Terlihat seperti sehabis berciuman kau harus menutupinya supaya orang tidak berfikiran yang macam – macam" Chanyeol memasangkan masker itu pada wajah kekasihnya. Setelah itu, dia kembali menggenggam tangan Baekhyun dan mengajaknya pulang.
"Seperti apa contohnya?"
"Seperti... kau habis berciuman denganku?"
"Itu kan memang kenyataannya?"
"Jadi kau mau seluruh orang tahu kau habis berciuman panas denganku?" Baekhyun terdiam. Chanyeol semakin ingin menggoda Baekhyun. "Kau mau orang melihat bibir tebalmu dan penampilanmu yang berantakan? Kau harus tahu penampilanmu sangat menggoda tadi. Begitukah?" tanya Chanyeol. Baekhyun hanya menggelengkan kepalanya cepat.
Chanyeol tersenyum jahil. "Kau mau?" tanyanya.
"Tidak tidak, aku cukup malu karena Jongdae, Minseok dan Joonmyeon yang memergoki kita tadi Chanyeol. Terimakasih karena maskermu." Jawab Baekhyun membayangkan kembali kejadian beberapa menit yang lalu. Oh wajahnya memerah. Dia yakin besok mereka akan heboh dikelas.
Chanyeol tertawa sambil mengacak gemas rambut Baekhyun lalu merangkulnya dan berjalan pulang. Di sisi lain, seseorang tersenyum senang dan bahagia melihat semua adegan yang terjadi pada Baekhyun dan Chanyeol.
"Kau melakukan hal yang tepat Lu..." ucap seseorang dari belakang Luhan. Luhan menoleh. "Aku Ryewook. Aku yang akan membawamu ke surga. Kyuhyun dan Henry sudah menjelaskan padamu kan?" Tanyanya
"Eo~ mereka sudah menjelaskan padaku" jawab Luhan lalu berdiri melayang. Sedari tadi, dia berada di Pohon yang tumbuh di seberang jendela kelas Baekhyun dan Chanyeol. Daunnya yang sedikit rimbun membuat tubuhnya sedikit tertutupi.
"Sekarang kau harus kembali ke surga. Kau sudah tidak berhak lagi di dunia" Ryewook tersenyum lalu mengulurkan tangannya. Luhan tersenyum. Dia menoleh pada bangunan sekolah lalu kembali menghadap Ryewook dan membalas uluran tangan Ryewook. Ryewook menggandeng Luhan lalu mereka menghilang bersamaan dengan hembusan angin yang sejuk.
엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소
=A Few minutes ago=
"Oh, memalukan sekali menyalin tugas di kantin" ucap Minseok saat mereka baru tiba di kantin. Mereka meletakkan tas dan buku yang dibawanya di meja.
"Cerewet banget sih?" tanya Joonmyeon "Sudah mencontek, kebanyakan ngomong!" lanjutnya.
"Chanyeol dan Baekhyun sedang apa ya dikelas?" Tanya Minseok penasaran.
"Tidak usah campuri hubungan orang, biarkan mereka" jawab Jongdae "Hubungan kita lebih indah dari mereka" lanjutnya lalu pergi
"Kalian mau kemana?" tanya Minseok.
"Beli makanan" jawab Joonmyeon. Minseok pun mengikuti mereka. Lalu mereka kembali kemeja mereka. Jongdae segera membuka bukunya dan Joonmyeon, lalu menyalin tugas Joonmyeon sambil sesekali memakan jajannya. Minseok baru kembali kemeja mereka. Hendak memasukan uang kedalam saku,
"Eoh? Ponselku kemana ya?" Tanya Minseok. Jongdae dan Joonmyeon menoleh padanya.
"Kau taruh mana?" tanya Joonmyeon
"Ah Matta, aku taruh di kolong meja mu" jawab Minseok "Ayo ikut aku ambil!" ajak Minseok pada kedua orang itu.
"Astaga, merepotkan sekali!" Jongdae dan Joonmyeon berdiri. Menyangklong tas lalu menutup buku dan kembali kekelas.
"Cepat ambil, kami tunggu disini" suruh Joonmyeon. Mereka di anak tangga teratas sekarang. Minseok segera pergi lalu dia kembali lagi.
"Ya Ya Ya!" Minseok berlari sambil berbisik.
"Ada apa?"
"Chanyeol dan Baekhyun..."
"Kenapa mereka?"
"Mereka berciuman dikelas!" dan mereka bertiga segera menghampiri kelas mereka dan terkejut melihat pemandangan erotis didepan mereka.
"Cepat rekam!" suruh Jongdae. Joonmyeon mengeluarkan ponselnya dan merekam adegan teman mereka itu.
"Kekeke~ kita sebarkan besok video ini." ucap Jongdae tersenyum jahil.
엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소
"Oh, jadi ini rumahmu?" Tanya Chanyeol saat mereka sudah memasuki gerbang rumah Baekhyun. Tangan mereka masih bertautan sejak pulang sekolah tadi.
"Eo. Memang kenapa? Kau pernah kesini atau semacamnya?"
"Aku sering lewat sini dulu sewaktu kecil" jawab Chanyeol. Mereka berdua sampai didepan pintu utama rumah Baekhyun. "Karena aku suka ornamen yang ada di tembok sebelah pagarnya. Jadi jika lewat sini, aku selalu memperhatikan ornamen itu" jelasnya. Mereka berdua berdiri berhadapan dengan pintu disebelah kanan/kiri mereka. "Aku dulu berfikir, pasti yang punya rumah ini cantik"
"Hahaha... kenapa punya pikiran seperti itu?" Tanya Baekhyun sambil melepas maskernya.
"Karena lukisannya cantik" jawab Chanyeol polos
"Hahaha~" Baekhyun tertawa "Kau bodoh sekali ternyata waktu kecil" ejeknya dan "Aw!" dihadiahi sebuah jitakan oleh Chanyeol.
"Aku masih kecil waktu itu, tidak tahu apa – apa" jelas Chanyeol
"Arraseo Arraseo" tawa Baekhyun mereda
"Tapi memang benar kan?" tanya Chanyeol
"Apanya?" tanya Baekhyun balik.
"Yang punya rumah cantik." Jawab Chanyeol dan Baekhyun balik menjitak Chanyeol.
"Mana ada laki – laki yang cantik Chanyeol?" tanyanya malas. "Kau tidak mau masuk? Mampir mungkin?"
"Sebentar lagi noonaku pulang. Appaku sedang ke China. Aku tidak tega jika dia pulang, tidak ada orang dirumah" jawab Chanyeol
"Kau sama sepertiku. Kalau aku dirumah dengan Baekbeom hyung. Sejak kecil, appa dan eomma sering pulang malam, keluar kota, bahkan keluar negri. Mereka dirumah hanya waktu – waktu tertentu. Jadi bisa jadi, Baekbeom Hyung itu pengganti Appa." Baekhyun lalu memberikan maskernya pada Chanyeol "Hati – hati. Salam untuk Yoora Noona" seru Baekhyun
"Eo" Chanyeol menerima maskernya "Aku pulang dulu" Chanyeol maju satu langkah lalu mengecup bibir Baekhyun singkat "Annyeong" Chanyeol memutar badannya kekiri dan dia terdiam seketika. Baekhyun melihat Chanyeol, bingung. Keningnya berkerut.
"Yeolli" panggil Baekhyun "Kau kenapa?" tanyanya lalu dia menoleh kearah kanan dan DEG! Dia juga terpaku seperti Chanyeol. "H-hyung..." panggilnya. Dia melihat hyungnya berdiri sambil menyilangkan tangannya didepan dada. Menatap adiknya dan teman adiknya bergantian dengan tatapan yang Baekhyun yakin itu bukan pertanda baik.
"Kalian berdua masuk!" suruh Baekbeom lalu berjalan melewati tengah – tengah antara Baekhyun dan Chanyeol. Baekyeol couple hanya saling menatap lalu mengikuti Hyung Baekhyun dengan perasaan tidak enak. Baekbeom membawa mereka keruang makan dengan meja panjang dan kursi disekitarnya.
"Duduk!" suruh Baekbeom. Baekyeol pun duduk di kursi meja makan. Baekbeom duduk di ujung. Chanyeol duduk disebelah kirinya. Baekhyun duduk disebelah kanannya. Baekhyun menunduk. Chanyeol baru saja mengirim pesan pada Noonanya untuk pulang telat.
"Jadi, kau siapa? Aku tidak pernah melihatmu" tanya Baekbeom menatap Chanyeol. Baekhyun mengangkat kepalanya melihat Chanyeol.
"Eh... Namaku Park Chanyeol. Aku teman sekelas Baekhyun" jawab Chanyeol
"Dan kau siapa?" tanya Baekbeom lagi
"Eh, Park Chanyeol?" jawab Chanyeol bingung. Baekhyun sedikit tersenyum. Jarak antara bodoh dan polos beda tipis ternyata, batin Baekhyun.
Baekbeom menghela nafasnya "Maksudku, kau siapanya adikku?" tanya Baekbeom lagi "Aku yakin kalian tidak sekedar teman setelah melihat adegan dewasa tadi" lanjut Baekbeom.
"Eh... aku..."
"Andwae.. andwae.." Baekhyun mengisyaratkan mulutnya tanpa bersuara. Chanyeol melihat Baekbeom dan Baekhyun bergantian. Baekbeom menoleh pada Baekhyun dan Baekhyun langsung menundukkan kepalanya.
"Kau kenapa menunduk terus Baek?" tanya Baekbeom bingung "Angkat kepalamu!" suruh Baekbeom.
"SHIT!" gumam Baekhyun tanpa bersuara. Sedangkan Chanyeol hanya berharap cemas. Khawatir jika Baekbeom melihat bibir Baekhyun yang... oh Chanyeol tidak bisa membayangkan.
"Leherku agak sakit Hyung" jawab Baekhyun.
"Kau beralasan lagi..." ucap Baekbeom malas. Dia menyenderkan badannya pada sandarann kursi. "Walau kau menunduk, aku yakin mata kanan mu membesar" dan Chanyeol bingung dengan ucapan Baekbeom. Jadi, mata kanan Baekhyun akan membesar jika berbohong?
"Baekki" panggil Hyungnya datar. Mau tak mau Baekhyun pun mengangkat kepalanya perlahan. Pandangan matanya menatap arah lain. Baekbeom langsung menegakkan badannya dan memandang Baekhyun dengan seksama yang membuat Chanyeol dan Baekhyun semakin cemas dibuatnya. Baekbeom melebarkan matanya lebar – lebar. "Kalian berdua habis berciuman bibir?" tanya Baekbeom "Dan kalian berdua french kiss?" pekiknya heboh.
"Hyung... aku..."
"Kau apakan adikku?" tanya Baekbeom pada Chanyeol dengan nada tinggi. Chanyeol tersentak kaget
"Eh... aku..." Baekbeom memicingkan matanya menatap Chanyeol. Dia kembali kaget
"Astaga... astaga... dilihat dari kusutnya bajumu, aku yakin kalian bericuman hebat!" Baekbeom menggelengkan kepalanya "Kau memaksanya? Baek? Dia memaksamu?" Baekbeom menatap adiknya.
"Tidak... dia tidak memaksaku. Itu terjadi begitu saja. Hyung aku-"
"Chanyeol, sepertinya sudah sore. Kau boleh pulang" suruh Baekbeom pada Chanyeol. "Dan kau Baek, masuk kamar. Mandi. Lalu datang kekamarku!" suruhnya pada Baekbeom. Mereka berdua berdiri.
"Chanyeol, aku-"
"Tidak ada salam perpisahan! Cepat masuk Baek" suruh Baekbeom datar
"Tapi Hyung, aku hanya-"
"Atau aku akan melaporkan pada Eomma dan Appa" ancam Baekbeom membuat Baekhyun dan Chanyeol segera enyah dari hadapan Baekbeom. "Haaah~" Baekbeom menghela nafasnya lalu memijit keningnya. Setelah lelah kuliah dan mengurus kantor Appanya sebentar, dia disuguhi pemandangan adiknya yang dikecup dan bibir adiknya yang demi apa itu bengkak dan sangat merah. Seperti bibir setelah berciuman. Dan dilihat dari kusutnya baju Chanyeol, dia yakin itu bukan sekedar ciuman biasa.
엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소
Baekhyun bergerak gusar dikamarnya. Dia sudah selesai mandi dari tadi, tapi dia tidak segera kekamar Hyungnya. Bingung apa yang harus dia jelaskan.
"Hyung, aku tadi tiba – tiba berciuman"
Tidak tidak. Hyungnya akan bingung dan semakin mencurigainya.
"Hyung, Chanyeol yang menciumku karena suatu keadaan."
Keadaan apa? Dia harus menjelaskan sedikt. Tapi bagaimana?
"Aku harus tanya Chanyeol" ucap Baekhyun mengambil ponselnya "Ah, matta. Aku tidak punya nomer Chanyeol" ucapnya lagi. Dia semakin bingung. Apa dia harus menceritakan sedikit tentang Luhan?
"Hyung tadi aku dirasuki hantu. Lalu hantu itu tiba – tiba mencium Chanyeol. Lalu hantu itu keluar dari tubuhku saat berciuman jadilah aku keterusan"
Seperti itukah? Hyungnya tidak akan percaya. Bagaimana mungkin ada hantu? Tiba – tiba? Oh damn! Kenapa tadi dia juga tidak mendengar suara mobil Baekbeom Hyung? Bodoh sekali! Apa dia harus menceritakan perihal Luhan? Dari awal? Semuanya? Apa hyungnya akan percaya? Tapi tidak ada cara lain selain menceritakan semuanya. Tiba – tiba ponselnya bergetar. Baekhyun membuka pesan itu.
CEPAT! TIDAK USAH MENCARI ALASAN!
Oh itu pesan dari Hyungnya. Okey, okey. Tidak ada cara lain. Dia harus menjelaskan semuanya. Percaya atau tidak, itu kenyataannya. Akhirnya, Baekhyun keluar kamarnya dan berjalan kearah kamarnya.
엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소
Chanyeol memasuki rumahnya dengan pelan. Dia tidak ingin Yoora tahu keadaannya saat pulang sekarang. Mengingat reaksi Hyung Baekhyun yang tidak baik tadi, dia yakin reaksi noonanya juga tidak baik. Noonanya tidak boleh tahu keadaannya sekarang. Bajunya yang kusut, bibirnya yang sedikit merah, dan dia yakin Noonanya tahu apa yang telah terjadi pada Chanyeol mengignat Yoora pernah bericuman.
Chanyeol berhasil sampai kedepan kamarnya tanpa bersuara. Dan saat Chanyeol hendak membuka kamarnya,
"Ternyata kau sudah pulang?" tanya Yoora yang baru keluar dari kamarnya. OH DAMN! Batin Chanyeol. Chanyeol segera memutar badannya dan bertingkah biasa.
"Noona, aku pikir kau belum pulang" seru Chanyeol "Ah... badanku agak pegal Noona, aku istirahat dulu ya?" tanya Chanyeol lalu saat hendak masuk kamar
"Tunggu Yeol" ucap kakaknya. "Baju belakangmu kenapa kusut? Dan rambut bagian bawahmu sedikit berantakan" Yoora semakin bingung. Lalu Chanyeol menoleh kembali kearah kakaknya. Pandangan Yoora terkunci pada bibir Chanyeol yang sedikit merah. "OH? Kau habis berciuman?" tanya Yoora lalu mendekati Chanyeol.
"Ah... Keugae..."
"Wah, adikku sudah dewasa ternyata!" seru Yoora "Siapa dia? Ceritakan padaku!" ucap Yoora "Baiklah, kau mandilah dan bereskan badanmu. Lalu mari kita bahas siapa dia yang tidak beruntung mendapatkanmu." Yoora meninggalkan Chanyeol yang lega. Setidaknya, reaksi Yoora tidak seburuk yang dia pikirkan.
Dan malam itu, dihabiskan dengan Baekhyun dan Chanyeol yang sama – sama menceritakan tentang kekasih baru serta ciuman kepada kakak mereka masing – masing.
=END=
.
.
.
=BONUS CHAPTER=
Dear Xi Luhan,
Annyeong Hyuuung?
Bagaimana kabarmu disana? Baik – baikkah? Kau sudah bertemu dengan Eommaku? Sampaikan salam padanya ya jika sudah bertemu dengannya. Bilang aku dan Baekhyun sayang Eomma bilangkan juga bahwa aku memilik kekasih yang tampan sekaligus cantik bernama Byun Baekhyun. -C-
Hyuuuung, kau pasti masih mengamati kami dari sana kan? Hehehe, aku ingin mengucapkan terimakasih banyak sebelumnya padamu Hyung. Karena 'ulah'mu, Aku dan Chanyeol berpacaran hingga saat ini. Hehehe, sudah satu bulan ini kami menjalin hubungan. Pokoknya terimakasih Luhan Hyung ({}). –B-
Ah aku ingat, Hyung kau tahu aku sebenarnya kesal padamu. Kau meminjam tubuhku untuk berciuman dengan Chanyeol tapi kau malah mengembalikan tubuhku saat posisi berciuman dan kau langsung hilang entah kemana. Demi apa itu memalukan sekali Hyung. Berpamitan macam apa itu -_- tapi aku juga berterimakasih sih padamu. Hehehe~ -B-
Hyung, kau tahu? Kami harus menahan malu saat setelah jadian. Yah, karena ulah Baekbeom hyung -_-. Bayangkan saja dia meminta video ciuman panas kami yang direkam oleh Jongdae. Sial! Dan dengan susah payah kami minta pada Jongdae. Alih – alih memberikan, dia malah berteriak dengan keras sampai penjuru kelas mengetahui hal tersebut -_- Damn! –C-
Salah Chanyeol sendiri Hyung. Masa aku sudah kasih kode, dia tidak paham – paham. -_- Tapi jika kau bertanya – tanya, Hyungku dan Noonanya Chanyeol setuju dengan hubungan kita kok Hyung. Orang tua ku dan Orang tua Chanyeol juga setuju – setuju saja. Kau juga harus setuju ya? Hehehe... Oh iya Hyung, maafkan kami baru bisa mengirimimu surat sekarang dan belum bisa mengunjungimu -B-
Iya Hyung, maafkan kami. Tapi janji besok akhir pekan kita akan kunjungi kok Hyung. Jangan marah ya~~~ -C-
Hyung aku dan Chanyeol janji akan sering – sering mengunjungimu. Doakan semoga hubungan kami lancar ya Hyung~ Kami sayang padamu... –B-
Salam Sayang,
Baekhyun dan Chanyeol :*
(Pasangan bahagia karena hantu cantik)
.
Mereka berdua menerbangkan surat itu dengan balon berwarna kuning setelah melipatnya dengan rapih. Mengirimkan surat itu pada Luhan. Mereka berdua tersenyum melihat surat mereka yang terbang lalu mengalihkan pandangan pada foto Luhan yang mereka bawa.
Baekhyun mendongak pada Chanyeol. Chanyeol tersenyum padanya lalu memeluk Baekhyun erat. Baekhyun membalas pelukan hangat Chanyeol dengan erat. Mendengarkan alunan musik yang menjadi favoritnya setelah menjalin hubungan dengan Chanyeol, debaran jantung.
Luhan Hyung, terimakasih. Terimakasih karena ulah bodohmu yang menyatakan cinta pada Chanyeol waktu itu, aku jadi mengenal Chanyeol. Terimakasih karena kehadiranmu, aku bisa belajar menolak sesuatu dan tidak takut lagi untuk berteman. Hyung terimakasih. Aku sangat berterimakasih dan minta maaf karena membuatmu meninggal dunia. Aku sangat menyayangimu dan Chanyeol. Terimakasih hyung terimakasih, seru Baekhyun dalam hati sambil memeluk Chanyeol dengan erat dan senyum tulus mengembang.
엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소
Sesosok namja dengan pakaian putih bercahaya tersenyum melihat itu. Dia segera melayang sembari membawa sebuah papan. Dia berhenti di tengah – tengah dan mengangkat papan yang bertuliskan,
"END"
Tirai di tutup
.
Haloooo semuanyaaaa? Gimana kabarnya? Ada yang kena flu batuk? Yeorky lagi flu batuk sekarang :v kalo ada kita jodoh
Abaikan abaikan.
Hoaaaah~ Akhirnya, Because of Ghost end juga! Seneng deh rasanya... Dan gatau kenapa pas nulis kata - kata END diatas itu langsung mikir,
"Yah Luhan Baekhyun gak konyol lagi deh."
wkwk.
Okey - okey, gimana buat chap ini? Ini FULL OF CHANBAEK LOOOH~
Walaupun ada Luhan nyempil diatas, tapi sama aja kan? *Iyadeh*
Dan dari segini panjangnya, sebagian besar isinya ciuman semuaaaaa.
Sebagian besar kok. hehehe~
Yaudah yuk langsung aja, cuap cuapnya dong di kotak review.
.
Dan sebenernya yeorky lagi mikir. Epilog di kasih spoiler gak ya? Pengennya sih ngasih. Tapi males aja :p
*apaanseeeh*
Yaudah yeorky kasih bocoran. Epilog depan, si Lami bakal muncul lagi.
Dan yang nugguin lami, tungguin epilognya ya :v
hehehe...
Dan eperti biasaaaa, Yeorky bakal bales yang gak punya akun :
1. Guest
Q : Hal yg paling menyakitkan dlm hidup adlh ketika TeBeCe nongol disaat lg seru"a. Disitu terkadang saya merasa sedih..:-(
Haaaii,, yeorky..tumben lama amat update.a buu. Sama, Q jg g suka ma sad ending. Q adlh hatters.a 'TeBeCe' en 'sad ending'..(angkt banner tinggi")..
Kembali ngakak ma moment 'menambah suasana'by Luhan td, hahaah :-D
Legaaa,, Chan.a g marah ma Baek. Tp sedih jg rasa.a klw Lulu mw balik ke surga, hiks ;-(
nah hayoo,, apakah akn tjd adegan kissing di chap dpn..? Penasaraaaan,,( kali ini ngejambak rmbut.a Lulu,,n_n,,)
uri yeorky semangat,,,saranghandaaaaaa... ;-)
_7464
A : wkwkwk... Ini udah gak tebece lagi kok habis ini. Udah end soalnya :v Iya soalnya banyak tugas numpuk :'v maklum ya, Yeorky udah kelas 12 soalnya~ *ikutan angkat banner* hehehe... sama sebenernya yeorky juga ngakak. soalnya di imajinasiku, wajahnya luhan polos - polos gimana gitu :v Iya chan kan baik *peluk chan* Itu udah balik dianya :'v dan yeaay, emang ada adegan kissing di chap ini :D Iya makasih ya~ saranghandaaaa~~~
2. cb
Q : ga rela luhan bakalan pergi tapi seneng chanbaeknya jadi makin deket.. c barkhyun jadi malu2 gitu
chap depan bakalan ada kejadian apa nih?
A : Yaaah dan akhirnya Luhan harus pergi deh~ Dan chanbeknya pacaraaan. Ada kejadian kssing wkwk~
3. Lami
Q : Ah~ next chap ada apa thor? cpt update dong -_- laminya mana?
A : Ada ciuman tuh~ Udah di apdet nih. Dan makasih ya, kamu review dari chap 1 sampe chap yang kemarin :v maaf ya bales revienya yang ini aja~ Tapi di bacain semua kok. hehehe. Lah kamu kan Lami? lami kok nanya lami sih? :v Lami bakal muncul di epilog besok. tungguin ya.
Naaah, selesai sudah pertemuan kita di chap ini.
Terimakasih buat yang sudah Favorite, Follow, Review, Readers aktif maupun silent readers. Ya itupun kalo ada siders :v
Tungguin epilognya ya~
Sampe ketemu lagi, Dadaaaah~
