Namun sebenarnya bukan itu yang membuatnya tidak bisa berkutik. Dia terpaksa diam karena satu kalimat yang pernah dia tegaskan dulu di awal perjanjian.

"Kalau nanti kau menyukai seseorang, kau boleh pergi!"

Sekarang tidak ada lagi yang bisa dia lakukan kecuali berharap Sungmin lupa dengan satu kalimat itu.

.

.

Pair : KyuMin

Cast : Kyuhyun, Sungmin and Other Cast

Rate : T

Genre : Comedy, Romance

Length : Chaptered

Warning : Ini ff Remake dari novel lama karya Esti Kinasih dengan judul 'Fairish', karena bahasa novel itu terlalu 'gaul', maka saya sedikit merubahnya menjadi bahasa saya agar chingudeul nyaman untuk membacanya. Saya juga menambah dan mengurangi beberapa bagian dari tulisan itu. Mengingat ini novel straight dan saya mengubahnya menjadi BL, maka mohon di maklumi jika menjadi sedikit aneh ^^. BXB, typo (s).

Summary : Lekat ditatapnya namja manis yang tenggelam dalam buku sambil sibuk mengunyah itu. Mengamati sifatnya, dan mendadak, sebuah rencana gila muncul di kepala Kyuhyun.

Disclaimer : Cerita ini milik Esti Kinasih. Tapi, seluruh tulisan ini milik saya. Saya hanya meminjam nama-nama orang yang saya cintai –beberapa cast bukan termasuk- ini semata-mata demi kelangsungan cerita.

DLDR

enJOY

.

.

Sementara Kyuhyun resah karena sesuatu yang bergolak hebat di dadanya, Sungmin tenang-tenang saja. Melaporkan semua kegiatannya seperti biasa. Saat itu mereka di dalam kelas.

"Minggu depan aku akan melihat pameran lukisan, Kyu. Di Insadong. Dengan Donghae. Lalu Minggu depannya lagi, hari rabu, pulang sekolah, kami akan langsung toko buku. Mungkin saja ada yang bagus. Lalu..." Sungmin mengeluarkan agendanya. Lupa soalnya.

"Sibuk sekali, Ming?"

"Yah, begitulah," jawab Sungmin cuek, masih sambil menunduk dan mengaduk-aduk isi tas-nya. "Oh, iya! Omo!" serunya kaget begitu membuka agenda. "Siang ini aku mau melihat pameran lukisan di KCC. Pelukis-pelukis muda. Belum memiliki nama. Pesertanya banyak, Kyu. Wah, pasti seru! Kenapa aku bisa lupa sih? Yaaah, lupa bawa baju ganti deh!"

Kyuhyun menatapnya. Tapi Sungmin yang sedang kebingungan, luput menangkap tatapan itu.

"Dengan Donghae lagi?"

"Ne," jawab Sungmin, masih belum sadar.

"Kenapa selalu dengan Donghae?"

Sungmin tersentak. Dia menoleh dan mendapati ekspresi ganjil di wajah Kyuhyun.

"Karena hanya dia yang suka mengajakku," jawabnya terus terang. Kyuhyun jadi tersentil.

"Kau suka lukisan, ya?"

"Neomu joa!"

"Kalau pergi berdua denganku, eotteo?"

Sungmin tertegun.

"Dengan... mu?" tanyanya pelan.

Kyuhyun menghela nafas saat dia mendapati sinar penolakan di mata Sungmin.

"Tidak seru, ya?"

"Eng... bukan begitu. Bukan seperti itu kok!" jawab Sungmin buru-buru. "Karena yang kulihat, kau tidak begitu suka lukisan."

"Kalau Donghae?"

"Oh, kalau dia sih maniak!"

"Jinjja?" Kyuhyun mengangkat alis. "Kau tidak tahu kalau Yesung juga hobi ke pameran lukisan?"

"Oh? Jinjja?" Sungmin pura-pura terkejut. Soalnya dia memang pernah beberapa kali bertemu Yesung. Dan Yesung sudah pasti melapor, tidak mungkin tidak. "Kau mau aku pergi dengannya?"

"Tidak juga. Wae? Kalimatku terkesan seperti itu ya?"

Sungmin memalingkan wajah ke luar jendela. Lagi-lagi dia mencium ada yang tidak beres. Yang salah. Yang berubah. Bersamaan dengan itu, orang yang sedang mereka bicarakan muncul dan tergopoh-gopoh mendekat.

"Aduh, Minnie!" seru Donghae begitu muncul di pintu. "Jeongmal Mianhe! Sepertinya kita tidak jadi pergi siang ini. Aku lupa membawa baju ganti!"

Kyuhyun menatap Sungmin dan Donghae dengan sorot yang semakin dingin dan ganjil.

"Feeling kalian berdua so good ya? Bisa sama-sama lupa membawa baju ganti!"

"Jinjja!?" Mata Donghae membulat. Lalu dia terkekeh-kekeh. Sungmin tertawa jengah.

Tiba-tiba Kyuhyun berdehem. Tawa Sungmin lenyap seketika, sementara Donghae tidak peduli.

"Bisa pergi, Ming? Aku ada perlu dengan Donghae."

Sungmin semakin waswas.

"Bicara saja," kata Donghae. "Gwaenchana. Aku selalu terbuka kok dengan Sungmin."

Aduh! Sungmin langsung salting. Donghae ini, benar-benar tidak bisa melihat bendera perang sudah berkibar tinggi-tinggi seperti itu.

"Oh, ya!?" Seketika sepasang mata dingin Kyuhyun hinggap di wajah gelisah Sungmin.

"Yaaah... maksudnya... Donghae kalau sedang ada masalah suka bercerita padaku. Seperti itu saja." Jelas Sungmin, jadi gugup.

"Benar!" tandas Donghae. "Dan aku juga selalu tegaskan ke dia...," dagunya bergerak ke Sungmin, "bahwa aku juga bisa dijadikan teman berbagi cerita. Kalau sedang ada masalah, sedang sedih, aku selalu memintanya bercrita."

"Oh, ya!?" Mata Kyuhyun seketika berkilat tajam.

Aduuuuh, si Donghae ini! jerit Sungmin dalam hati.

"Tapi 'kan aku tidak pernah bercerita apa-apa padamu!" buru-buru Sungmin membuat pernyataan. Takut Kyuhyun semakin salah paham.

"Bukan tidak pernah, tapi belum!" ralat Donghae, benar-benar bebal. Tidak tahu jika namja mungil di depannya sudah kebingungan setengah mati. "Nanti-nanti mungkin. Kita 'kan teman sejiwa! Iya kan, Minnie?"

Omo! Omo! Omo!

Sungmin sudah tidak bisa berbicara lagi. Donghae nyerocos tanpa pusing. Sementara Kyuhyun, meskipun terlihat tetap tenang, sepasang manik matanya mulai menyimpan kemarahan. Dan Sungmin bisa menangkap saat sepasang mata itu menatapnya. Karena Sungmin tidak menjawab, Donghae meneruskan kalimatnya.

"So, besok saja ya, Min? Tidak apa-apa, kan? Besok ku traktir deh, sebagai tanda penyesalanku yang paliiiiiing dalam sekali amat sangat! Besok kau ku traktir di restoran manapun yang kau suka. Pasti! I promise!"

Sungmin meremas kesepuluh jarinya. Makin gugup. Aduh! Donghae ini kapan perginya ya?

"Ya sudah kalau begitu," ujar Donghae. Sungmin menghembuskan nafas lega, doanya terjawab. Donghae berdiri. "Sampai besok ne, Minnie. Annyeoooong," pamitnya disertai lambaian tangan yang mesra. Tapi begitu dia menoleh ke Kyuhyun, dadahnya jadi pendek sekali. Hanya satu suku kata dan ketus pula. "Anyyeong!" Dengan santai Donghae berjalan keluar kelas.

Tinggal Sungmin yang semakin mengecil di kursinya. Donghae benar-benar sukses melempar petasan di dekat kompor. Karena begitu namja itu hilang di balik tembok, Kyuhyun langsung balik badan dan menatapnya tajam.

"Eotteo? Kau mau melihat pameran lukisan berdua dengaku tidak? Tidak usah pusing masalah baju ganti. Ada banyak kaos di mobil!"

"Eng..." Sungmin ngeri mau menjawab.

"Perlu berpikir kalau aku yang mengajak ya? Meskipun kau suka lukisan!"

"Eng... bukan begitu, Kyu. Aku..."

"Kau malas pergi denganku! Begitu, kan?"

Itu kau tahu! kata Sungmin, tapi hanya berani dalam hati. Dengan wajah kaku, Kyuhyun mengulurkan tangan.

"Aku ingin melihat pameran lukisan. Kau harus menemaniku!" Dirangkulnya Sungmin dan dengan paksa dibawanya keluar kelas.

.

.

Meskipun berusaha ditutup-tutupi, semua bisa melihat kalau Kyuhyun sedikit murung belakangan ini. Namja itu jadi semakin pendiam dan semakin cuek lagi. Kyuhyun dan Sungmin sekarang mulai jalan sendiri-sendiri.

SeoHyun, yang setiap hari berdoa sepuluh kali agar Kyuhyun-Sungmin cepat berpisah, jelas saja jadi girang. Sekarang peluang itu terbuka lebar. Dengan lagak sok prihatin layaknya teman sejati, pada satu siang SeoHyun mendekati KyuHyun yang sedang duduk sendirian di kursinya. Namja itu sedang menekuri buku full rumus dan angka di depannya, sementara Sungmin pasti sudah terbang ke sebelah Donghae.

SeoHyun mendekat, lalu duduk pelan-pelan di sebelah Kyuhyun. "Sudahlah, Kyuhyun-ssi. Tidak usah dipikirkan," katanya sok akrab. Suaranya lembut sekali.

Kyuhyun mendongak dan sepasang mata dinginnya langsung menatap tajam. "Kau bisa pergi!?" desisnya.

SeoHyun, meskipun terperangah, tetap memilih maju pantang malu.

"Kyuhyun-ssi, aku tidak bermaksud apa-apa kok," ujarnya. So pasti bohong. "Aku hanya hanya ingin memberitahumu, sepertinya Sungmin dan Donghae serius. Dua hari yang lalu aku bertemu mereka lagi di Pasar Seni. Sepertinya itu sudah menjadi tempat favorit mereka, karena sudah lebih dari tiga kali aku melihat mereka di sana."

Kyuhyun mendesis pelan. Kejengkelan yang ditahannya mati-matian mulai merayap naik. Dia paling tidak suka informan model seperti ini.

"Palli ka!" desisnya dengan gigi gemeretak. Ditatapnya yeoja di sebelahnya itu garang. "Palli! Apa kau mau ku buat malu?"

"Kyuhyun-ssi, aku hanya..."

Dengan marah Kyuhyun meraih bolpoin di depannya dan...

BRAK!

Benda itu hancur berkeping dan tintanya seketika menggenangi meja. SeoHyun terlonjak. Diiringi tatap mata seluruh isi kelas, yeoja itu buru-buru berdiri dan pergi dari situ.

.

.

Sungmin juga tahu perubahan Kyuhyun itu. Tahu dan sadar! Karena hubungan mereka sekarang jadi kaku. Persis seperti di awal-awal dulu. Kyuhyun kembali jadi pendiam, jarang bicara. Tapi Sungmin masih ingat sekali satu kalimat itu. Pendek, tegas, tandas.

"Sungmin-ssi, jebal. Aku benar-benar membutuhkan bantuanmu."

Dan hancur luluhlah hatinya, padahal baru saja terbang tinggi, lalu langsung brak! Mendarat dan hancur berkeping.

Jujur saja, saat itu Sungmin sakit hati. Merasa hanya dimanfaatkan. Merasa minder dan tak memiliki arti. Apalagi setelah menjalani sandiwara itu. Dia jadi semakin sedih dan nelangsa.

Karena itulah dia berjuang sangat keras untuk bisa netral seperti saat ini. awal-awal dulu, dia harus sering memperingatkan hatinya agar tidak tumbuh bunga. Tidak tumbuh kuncup, apalagi sampai mekar. Juga untuk tidak berubah warna. Menjadi pink atau biru!

Dia juga sudah melarang otaknya sering-sering memikirkan Kyuhyun, apalagi ketampanannya. Dia juga sudah memperingatkan telinganya untuk tidak mendengarkan lagu-lagu cinta yang musiknya menghanyutkan.

Sungmin juga telah melarang matanya membaca novel-novel roman yang bisa membuatnya jadi menikmati kebersamaan itu. Selagi bisa. Tanpa peduli sama sekali alasan yang sebenarnya.

Selanjutnya kata sandiwara bukan lagi satu-satunya kata yang menempel di tembok kamarnya. Ada kata kibul, bohong, dan masih sederet lagi, yang baru berani ditempel Sungmin kalau Sungjin sudah tidur atau tidak ada di rumah, dan kata-kata itu buru-buru dicopot kalau Eunhyuk datang.

Gara-gara semua itu, wajar saja kalau kemudian Sungmin jadi salah mengira. Dianggapnya Kyuhyun mengkhawatirkan dampak seringnya dia jalan berdua dengan Donghae terhadap Kyuhyun sendiri. Sungmin menyangka Kyuhyun khawatir akan dikeroyok yeoja seperti dulu lagi.

Tapi sudah empat bulan dia menolong Kyuhyun. Sekarang saatnya untuk memikirkan diri sendiri. Sebentar lagi dia akan meninggalkan sekolah ini, untuk menjadi mahasiswa. Dan meskipun tidak mutlak akan terjadi, dia ingin memiliki cerita sendiri.

Makanya Sungmin "terpaksa" tidak peduli melihat perubahan Kyuhyun. Tapi tidak begitu dengan anak-anak lain. Yang merasa sangat kasihan dengan namja keren itu. Mereka tidak terima!

Akibatnya, Sungmin mendapat kecaman dari mana-mana.

"Dasar kau memang tidak tahu diri, Sungmin-ssi!" kata Yoona nyaring. Saat itu siang-siang, saat Sungmin kembali dari kantin dan Kyuhyun entah ke mana.

"Wae?"

"Wae! Kau 'kan punya kekasih! Tapi kau malah jalan sana jalan sini dengan namja lain! Maksudmu apa sih?"

Wih! Sungmin kontan bengong, lalu tertawa geli.

"Sudahlah. Kau tidak usah mengurusku!"

"Memang tidak!" jawab Tiffany ketus. "Kenapa juga. Aku tidak memikirkanmu, tahu! Tapi Kyuhyun! Kyuhyuuuun!"

"Memang Kyuhyun kenapa?"

"Iiiiiiih!" Tiffany melotot. Juga yoja-yeoja lain yang berkerumun di sekelilingnya. "Kenapa malah bertanya!? Dia kan kekasihmu!"

Sungmin menarik nafas menahan kesal.

Tiffany tidak langsung menjawab. Dia menatap Sungmin dengan mata yang sudah benar-benar menyipit saking tidak mengertinya. Begitu bicara, suaranya mendesis tajam. Seperti ular.

"Kau ternyata benar-benar orang yang tidak tahu diri ya! Tidak tahu berterimakasih! Tidak tahu bersyukur! Kau punya kekasih keren... baik, tapi masih juga jalan dengan namja lain! Memangnya Kyuhyun kurang apa sih!?" sentaknya.

Aigoo!? Sungmin bengong lagi, dan semakin bengong saat Sunny menyambung, juga dengan nada keras.

"Kau harusnya berkaca, Sungmin-ssi. Aku sebenarnya tidak ingin sarkas. Tapi kau dan Kyuhyun itu sebenarnya tidak seimbang. Aku tidak mengerti kenapa dia bisa menyukaimu!"

Nah, ini dia! Ini namanya benar-benar mengajak perang!

"Eh, dengar ya!" sambil tolak pinggang, Sungmin memelototi para demonstran di depannya itu. (melotot imut pasti, karungin Ming ah... #ditendangreader –ganggu deh-).

"Lebih baik kalian tidak usah ikut campur urusanku. Karena kalian tidak tahu apa-apa! Tidak tahu alasan kenapa aku seperti itu. Kalian juga tidak tahu yang sebenarnya!"

"Tidak tahu bagaimana?" sambar Jessica seketika. "Memangnya kita ini buta? Kau berkencan dengan Kyuhyun, selama ini ke sana kemari selalu berdua. Dan sekarang kau juga masih selalu berdua... tapi dengan Donghae! Seperti itu kau bilang kami tidak tahu apa-apa?"

"Memangnya Kyuhyun kurang apa sih, Sungmin-ssi?" tanya Taeyon. Suaranya sedikit lunak dibanding demonstran lain. "Dia sangat baik padamu. Sayang, juga. Perhatian. Setia pula."

Sungmin tertawa, pelan dan sedikit misterius.

"Justru karena dia sangat baik itu, jadi aku selingkuh!"

Sungmin meninggalkan kerumunan yeoja itu, yang mengikuti kepergiannya dengan kening terlipat. Bingung.

.

.

Sungmin yang tadinya mau tidak peduli terhadap banyaknya protes keras seputar seringnya dia jalan berdua Donghae –karena dia menganggap itu urusan pribadinya- lama-lama jadi berfikir juga. Karena sekarang dia jadi semakin sulit bergerak. Semakin lama hujatan yang dia terima semakin meriah. Apalagi SeoHyun. Celaannya sangat pedas.

Sungmin sampai bingung. Kenapa SeoHyun cs sampai seperti itu ya? Haleommoni Kyuhyun, bukan. Eommanya juga bukan. Tapi sebegitu sewotnya.

Sungmin tidak tahu bahwa SeoHyun sangat keki, karena ternyata Kyuhyun tetap tidak tergapai tangan. Tetap dingin, tetap tidak peduli. Dan yang paling membuat SeoHyun ingin marah, namja itu ternyata juga tetap tidak terpengaruh meskipun telah dia beberkan semua informasi yang susah payah dia kumpulkan.

SeoHyun tidak tahu, sebenarnya Kyuhyun habis terbakar di dalam! Tapi namja itu tidak bisa berbuat apa-apa. Karena janji itu. Dia tidak berani memulai karena feeling-nya mengatakan, Sungmin menunggu!

Dan dia benar. Sungmin memang menunggu realisasi janji itu. Tapi karena Kyuhyun hanya diam, akhirnya terpaksa Sungmin membuka mulut terlebih dahulu.

Saat itu mereka sedang dalam perjalanan pulang, di dalam Jeep Kyuhyun.

"Kyu, aku ingin bicara denganmu."

"Tentang?"

"Bisa berhenti sebentar?"

"Sambil makan ya?"

Sungmin tersenyum tipis, menggelengkan kepala, dan menjawab tegas. "Tidak! Karena topiknya tidak enak dibahas sambil makan!"

Kyuhyun langsung tahu apa topik itu. Dan kecemasan datang saat itu juga.

"Kalau sambil minum, eotteo?" Dia jadi ingin mengulur waktu.

"Tidak!"

"Sambil jalan-jalan ya? Aku tahu tempat yang bagus."

Sungmin menarik nafas.

"Tidaaaaak, Kyunie! Aku ingin bicara. Hanya itu. Aku tidak ingin makan. Tidak ingin minum. Apalagi jalan-jalan! Jelas!?" Sungmin menatap tajam. "Bisa berhenti sebentar sekarang?"

Ganti Kyuhyun yang menarik nafas. Sadar usahanya gagal.

"Neeee. Tidak usah emosi seperti itu." Kyuhyun menepikan mobil di bawah kerindangan pohon.

"Ini sudah stop. Sesuai perintah!" Kemudian diubahnya posisi duduknya, menghadap Sungmin. "Mau bicara apa?"

"Aku sekarang sedang dikecam dari mana-mana."

"Tentang Dongha?"

"Apa lagi?"

"Terus?"

Sungmin tidak langsung menjawab. Keresahannya terbaca jelas.

"Aku sudah membantumu," sambungnya kemudian, lambat-lambat. "Sekarang ganti kau yang harus membantuku."

Kyuhyun menatap lurus. Kecemasan itu semakin kuat menekan. Tapi tetap tak terlihat di permukaan.

"Bantuan apa yang kau mau?"

Sungmin terdiam. Sebenarnya dia ingin mereka selesai. Tapi, setelah berhari-hari latihan untuk tegar, dan semalam telah yakin bahwa hatinya akan kuat untuk mengatakannya, ternyata begitu berhadapan langsung seperti ini, lagi-lagi dia langsung bimbang. Tidak tega. Kasihan.

Keterdiamannya yang lumayan lama itu membuat Kyuhyun semakin yakin dengan dugaannya. Dan seketika kecemasan itu seketika berganti dengan ketakutan. Menikam teramat kuat dan mendadak memberinya satu gagasan.

Bukan gagasan untuk mencari jalan keluar. Tapi gagasan untuk mempertahankan agar si mungil ini tidak bisa hengkang, dan terpaksa terus bersamanya walaupun untuk itu dia harus merelakan hatinya digurat pelan-pelan.

Tapi tidak apa-apa. Toh itu hanya sementara dan sakitnya pasti akan terbayar. Lunas, pada saat Donghae menyadari ribuan mil jarak yang dijejaknya berdua Sungmin atau ribuan menit waktu yang dilewatkannya bersama si mungil ini tak akan memberikan hasil apa-apa selain kenangan manis. Hanya kenangan!

Dan semanis apa pun yang namanya kenangan, itu akan tetap hanya kenangan. Abstrak, dan adanya di belakang!

Perlahan Kyuhyun mendekat ke arah Sungmin yang masih menatap ke lain arah itu. Sepertinya Sungmin bingung ingin memulai pembicaraan.

"Sekarang begini saja, Ming. Kalau kau memang suka jalan dengan Donghae... ya jalan saja! Tidak apa-apa. Sandiwara kita terus. Selama kita tidak ribut, selama aku tidak komplain, kecaman-kecaman itu juga nanti akan hilang dengan sendirinya. Aku usahakan untuk tidak terpengaruh isu apa pun yang mungkin nanti akan muncul, atau laporan apa pun yang nanti ku dengar."

Sungmin tertegun.

.

.

Kyuhyun memainkan bidak caturnya dengan jitu. Dengan memberi keleluasaan kepada Sungmin untuk terus jalan berdua Donghae, itu sama saja dia mengembalikan persoalan ke Sungmin. Sekarang malah tanpa pilihan. Kalau Sungmin tidak ingin dikecam, apalagi dicap macam-macam, mau tidak mau namja mungil itu harus jaga jarak dengan Donghae.

Kyuhyun hanya tinggal diam saja. Berdiri mengawasi tanpa harus membuat move. Terkadang dia suka tertawa sendiri, antara geli dan kasihan, kalau melihat dari jauh bagaimana Sungmin ngamuk-ngamuk karena sudah dituduh macam-macam.

Kalau sudah seperti itu, dia tinggal mementaskan perannya menjadi kekasih super baik, dengan cara membela Sungmin di depan yeoja-yeoja yang telah menuduh Sungmin macam-macam itu. Dan itu jelas bukan tanpa tujuan. Kyuhyun tahu benar bagaimana caranya menyelam sambil minum air dan mencari ikan sekalian. Mendapatkan simpati sekaligus mendesak Sungmin untuk menghentikan wira-wirinya bersama Donghae tanpa harus ikut campur tangan.

Dengan berakting menjadi kekasih super pengertian, yang hanya tersnyum saat mendapat laporan dari mana-mana, serta pembelaannya yang begitu arif bijaksana: "Mereka hanya berteman saja karena satu hobi" –jelas saja Sungmin jadi semakin dikecam. Mendapat omelan di mana-mana. Dicerca, dicap, ditegur keras, diberi peringatan malah!.

Tidak seorang-pun tahu, di balik sikap tenang dan kesabaran luar biasa yang diperlihatkan Kyuhyun, sebenarnya namja itu merasa dadanya hangus terbakar. Tumpah dalam bentuk letupan lahar.

Tapi tidak ada lagi yang bisa dilakukannya selain menahan diri untuk tidak membuat Donghae itu rontok gigi atau tulang-tulangnya harus di pasangi pen di sana-sini.

.

.

Siang ini ada pameran lukisan. Goresan indah milik salah seorang pelukis favorit Sungmin

"Lukisan-lukisannya daeeeebak, Kyu! Benar-benar hidup. Detail-detailnya sempurna. Pokoknya tidak ada yang menandingi lukisannya!"

Kyuhyun mendengarkan letupan semangat namja manis di depannya dengan diam. Kalau sudah bicara soal lukisan. Sungmin pasti begitu. Meskipun dia baru menyadarinya setelah kehadiran Donghae. Dan itu juga yang telah melepaskan si mungil ini dari tangannya. Tanpa peduli yang diajak bicara tidak tertarik atau bahkan tidak peduli, Sungmin akan terus bicara.

Namja mungil ini bahkan rutin duduk di depan televisi setiap sore, mengikuti salah satu judul serial, hanya karena di dalamnya penuh lukisan di setiap setting indoor-nya. Sementara jalan ceritanya sendiri dia malah tidak begitu menyimak.

"Makanya...," sambung Sungmin, "pulang sekolah aku ingin lihat. Tidak apa-apa, kan?"

"Ini kan baru hari pertama, Ming. Pamerannya seminggu, bukan?"

"Aku ingin lihat setiap hari malah. Seminggu sih kurang!"

Kyuhyun geleng kepala. Minta ampun si Sungmin ini!

"Dengan Donghae?"

Kadang Kyuhun heran sendiri, kenapa dia masih juga menanyakan dengan siapa Sungmin pergi.

"Dengan siapa lagi?" jawab Sungmin dengan intonasi yang menyimpan seribu arti. Bosan, kesal, lelah.

"Aku tidak akan meminta persetujuanmu kalau pergi dengan yang lain atau pergi sendiri."

"Tapi kau selalu pergi, meskipun aku tidak bilang setuju atau tidak."

Sungmin tersenyum manis, menyembulkan dua gigi kelincinya.

"Itu kan hanya formalitas!" jawabnya diplomatis. Kyuhyun kontan mati kutu. "So...?" lanjut Sungmin.

"Gwaenchana. Pergi saja!"

"Memang harus tidak apa-apa!" tandas Sungmin. Kyuhyun hanya tersenyum tipis.

Dan siang itu, saat Kyuhyun berjalan lesu ke lapangan, Sungmin sudah kabur setelah bel berbunyi.

"Wae?" tanya Kyuhyun heran saat Yesung menatapnya dengan sorot aneh, ada Ryeowook di sebelahnya.

"Heran saja," jawab namja itu sambil melepas baju seragamnya, ganti dengan kaos.

"Kau dengann Sungmin kemana-mana memakai mobil, berarti di antara kalian berdua ada jarak. Tapi kau membiarkannya pergi dengan namja lain naik motor. Pernah kau melihat orang naik motor jauh-jauhan? Apalagi kalau ngebut! Jadi jangan terkejut kalau nanti kekasih mungilmu itu tiba-tiba sudah direbut orang. Apalagi namja model Donghae!"

Kyuhyun kontan menegang.

"Mereka naik motor!?" desisnya.

"Kau lihat saja ke depan."

Tanpa buang waktu, Kyuhyun melempar tasnya ke tanah begitu saja dan berlari ke gerbang depan seperti orang kesurupan.

Benar saja!

"LEE SUNGMIN!" teriaknya seketika. Gelegar suaranya bukan hanya membuat Sungmin dan Donghae yang terkejut, tapi semua yang ada di sana juga ikut terkejut. Sungmin langsung pucat. Meskipun dia tidak tahu di mana letak kesalahannya, wajah Kyuhyun yang kaku dan merah cukup membuatnya tahu bahwa namja itu marah besar.

"TURUN!" bentak Kyuhyun begitu sampai di depannya. Ditariknya Sungmin dari boncengan Donghae. Begitu keras sampai namja manis itu hampir terjatuh kalau tidak buru-buru dipegangi Donghae.

"Kau kasar sekali!?" bentak Donghae, jadi ikut marah. Kyuhyun menatapnya dengan mata menyala.

"Kenapa kau tidak bilang kalau kalian akan naik motor?"

"Memangnya kau siapa!? Kalau kau Appa-nya, aku akan memberi tahu. Tapi kau kan hanya... kekasihnya!" ada yang aneh dalam cara Donghae menyebut kata "kekasihnya". Mata Kyuhyun menyipit.

"Apa maksudmu?"

Donghae menyeringai. Sepasang bola mata hitamnya berkilat.

"Kekasihmu untukku! Bagaimana?"

Kyuhyun terperangah. Tapi dia batal memperpanjang masalah karena sekarang mereka sudah menjadi tontonan gratis. Ditatap berpasang-pasang mata dari segala penjuru. Anak-anak lain juga terbelalak karena kata-kata Donghae barusan.

"Ayo pulang, Ming!" Ditariknya tangan Sungmin yang sejak tadi memang tidak dilepaskannya. Pontang-panting Sungmin berusaha mengikuti langkah Kyuhyun yang dua kali lebih panjang dari langkahnya.

Dari atas motornya, Donghae mengikuti kedua anak itu dengan sepasang mata yang perlahan-lahan dipercik bara. Kyuhyun tidak mengira sama sekali kalau ternyata Donghae akan mengejarnya. Deru mesin motornya memecahkan telinga. Dan begitu bisa menyejajari, Donghae memukul keras pintu mobil di sebelahnya. Membuat dua orang di dalamnya terlonjak kaget.

"MINGGIR!" teriak Donghae keras. Sebelum Kyuhyun bisa memutuskan untuk menuruti perintah itu atau cuek saja, Donghae sudah lebih dulu bertindak. Menghentikan paksa dengan jalan memotong jalan mereka.

Sungmin meremas kesepuluh jarinya kuat-kuat. Mengikuti dengan ketakutan adegan di depannya. Donghae yang biasanya selalu ceerah, banyak tawa, lucu, konyol, sekarang benar-benar menakutkan. Namja itu menghampiri mereka dengan langkah-langkah panjang, kedua rahangnya mengatup keras dan sorot matanya setajam elang.

"Aku ingin bicara denganmu! Cepat turun!" Bentakan itu diakhiri dengan pukulan di pintu mobil. Kemudian dia pergi dan menunggu di sebelah motornya.

Kyuhyun mengertakkan gerahamnya. Dia semakin marah karena tantangan gaya Donghae yang sudah mirip jagoan itu.

"Apa maunya bocah itu!?" desisnya sambil membuka pintu dan turun. "Kau tetap di sini, Ming. Jangan turun!"

Meskipun tetap di mobil, Sungmin bisa mendengar semua percakapan Kyuhyun dan Donghae karena cara bicara kedua namja itu setengah tarik urat.

"Apa maumu?" bentak Kyuhyun.

"Aku ingin kekasihmu! Tadi sudah ku bilang, bukan?"

Sungmin sampai menepuk-nepuk dada mendengar kalimat itu. Kenapa Donghae jadi kasar seperti itu?

"Kau bisa lebih sopan kalau bicara. 'Minta, minta!' Kau pikir dia barang?"

"Bukannya buatmu dia seperti itu?"

Kyuhyun terkejut. Ada sesuatu dalam kalimat itu yang membuatnya tercekat.

"Apa maksudmu?" Volume suaranya kontan menurun drastis.

Donghae tertawa. "Kenapa suaramu mengecil? Takut!?" ejeknya. Kemudian dia menoleh ke Sungmin. "Sungmin, honey! Kau lebih baik turun. Kau harus dengar apa yang ingin ku bicarakan dengan kekasihmu ini!"

Sungmin jelas tidak berani. Pertama, karena Kyuhyun sudah melarang. Kedua, dia malas kalau sampai harus terkena bogem mentah nyasar.

"Bagaimana kalau kita pindah ke dekat... kekasihmu?" Donghae menatap Kyuhyun dengan alis terangkat tinggi.

Kyuhyun mengertakkan giginya, mnahan geram.

"Donghae-ssi, sebenarnya ada apa?" desisnya pelan.

Donghae tertawa lagi. "Kenapa suaramu? Ayo sini!" dia melangkah mendekati mobil Kyuhyun di sisi tempat duduk Sungmin. Ekspresi Sungmin tampak ketakutan. "Ayo sini!" serunya begitu dilihatnya Kyuhyun tidak bergerak. "Ini bukan hanya urusanmu denganku! Sungmin juga terlibat!" Kemudian ditatapnya si mungil itu. "Gwaenchana, Minnie-ah? Jangan khawatir! Kalau kau tidak berani mengakhiri, aku yang akan mengakhiri!"

Kalimat terakhir Donghae membuat sepasang mata Kyuhyun berkilat. Kyuhyun mendekati Donghae dengan kecemasan yang perlahan melekat. Begitu juga Sungmin. Meskipun tidak tahu kartu apa yang sedang dimainkan Donghae, Sungmin merasa sesuatu akan terjadi.

"Kau itu...," Donghae meneliti sosok namja di depannya dari ujung rambut sampai ujung kaki, sambil tersenyum dengan sorot mata mengejek, "memiliki sesuatu yang kau sembunyikan. Sesuatu yang mahadahsyat! Yang kau paksa untuk dikubur!"

Kyuhyun terkesiap. Seketika tubuhnya menegang. Pucat pasi, ditatapnya Donghae. Donghae balas menatap dengan senyum kemenangan.

"Tapi... kau gagal! Karena masalah yang berusaha kau tutupi itu memang bukan masalah yang bisa dengan mudahnya kau lupakan begitu saja. Benar, bukan? Sayangnya... kau melibatkan orang lain yang tidak tahu apa-apa. Yang sebenarnya tidak pantas kau ajak ikut serta memikul beban. Sebenarnya tidak apa-apa kalau porsinya kecil. Tapi yang terjadi..." Donghae menoleh ke Sungmin. "Justru sebaliknya! Justru Sungmin yang paling banyak menanggung beban. Sementara kau... hanya berdiri di belakangnya!"

Kyuhyun terperangah. Terkejut luar biasa. Seketika sepasang matanya menatap Sungmin dengan bara meletup.

Sungmin kontan pucat. Putih seputih kertas. Apalagi saat dilihatnya sepasang mata Kyuhyun penuh dengan nyala kemarahan dan memandangnya seperti ingin membunuh.

"Geurae...," Dongha meneruskan kalimatnya, masih dengan gaya santai, "Sungmin memang kekasihmu, seperti yang semua orang tahu. Tapiiii... sekarang ada aku. Dan aku tahu... persis! Yang sebenarnya! Jadi kalau kau apa-apakan dia..." Donghae menoleh ke Sungmin yang semakin pucat di kursinya, mengulurkan satu tangannya, dan menepuk lengan namja mungil itu dengan lembut. "Kau akan jadi kekasihku, honey!"

.

.

TBC

Annyeooooong... adakah yang merindukan saya? Eopseo... #pundung. Jeongmal mianhe untuk keterlambatan update yang amat sangat ini, kehidupan nyata benar-benar tidak bisa diremehkan begitu saja, tugas benar-benar menumpuk, ffuh T_T #curcol. Semoga chap yang lumayan panjang ini bisa membuat chingudeul memaafkan saya, kekeke. Gomapseumnida... ^^.

riesty137 : Kekekeke ikut gigit bantal deh ^^. Kyu sebenarnya pengen buat pergerakan saeng, hanya saja dia masih terbayang2 sama perkataan awalnya ke Ming dulu, so... gaje gitu deh .

sitara1083 : Anak yang baik #pukpuk. Saya juga ikut novelnya aja deh ^^.

airi. tokieda : Chap ini masih bisa ngakak juga ndak? ^^.

chu : Kekekeke sekali-kali-lah biar Kyu ada usaha buat bisa ngedapetin Ming ^^. Bang ikan aku karungin trus bawa pulang deh biar nggak ganjen lagi di mari #ditendangHyuk.

Minhyunni1318 : Kekeke ini next-nya, mian lama ^^.

5351 : Keke Lee brother emang ngegemesin dah. Ini next-nya ^^.

sissy : Yah... namanya juga bang upil -_-. Semangat ^^.

Ria : Tuh Seo mulai bertindak lagi, memanfaatkan keadaan, tapi... berakhir mengenaskan sih, keke. Ah... chingu... pelit deh TT.

endah. kyumin137 : Kekekeke hu'um ^^. Ini next-nya saeng, mian lama ^^.

kyumin pu : Eng... saya juga buta tentang lukisan sih, cuma nulis aja yang ada di novelnya #plak, kekeke. Ini lanjutannya chingu ^^.

choi im lezitia : Kekeke kaya'nya seneng banget deh liyat Kyu menderita ya chingu ^^. Di lihat aja ya, ini lanjutannya ^^.

tiara. pumpkins137 : Kalau part ini? ^^. Eng... sudah pernah dijelaskan kok di chap sebelum2nya tentang perasaan Ming ke Kyu, dan dia sebenarnya suka ma Kyu, hanya saja... Ming selalu ingat kalau ini hanya sandiwara.

Cho Miku : Kekekeke okeeee. Fighting!^^.

BunnyMinnie : Kekekeke, gomawo review-nya ^^.

Chella-KMS : Sekali-kali bang upil kalah oleh keadaan, keke. Itu namanya strategi chingu, hidup bang ikan! #digorokKyu. Ini lanjutannya ^^.

Guest : Saya ndak mudeng sama reviewnya chingu. Tapi... makasih sudah review ^^.

LiveLoveKyumin : Kekeke ^^. Eng... untuk HaeHyuk... saya masih mencari celah untuk masukinnya chingu, soalnya kan di novel aslinya ndak ada. So... di tunggu saja ne, semoga bisa terealisasi. Saya juga ndak mau kalo bang ikan jadi jomblo di sini, hehe.

Lele Bantet 'lagi depressed' : Itu namanya kenapa Le-Chan? (benar gini ya manggilnya, hehe, mencoba). Kyu emang mlempem banget dah di sini, sekalinya bertindak marah2 mulu -_-. Kekeke sebelum Le gigit, saya bawa kabur Ming lebih dulu ^^. Ini lanjutannya... Gomawooo ^^.

Okalee : Cheonma ^^. Ibaratnya untuk Hae sih... ada udang di balik rempeyek tuh #kraukkk.

fenigista99 : Kekeke syukurlah kalau suka ^^. Ini lanjutannya, mian lama. Fighting! ^^.

winecouple : Mulai pertemuran tuh chingu, di tunggu aja gimana persaingan nyata merka ^^.

Cho MeiHwa : Hehe demi kelangsungan cerita chingu... kalau ndak ada HaeMin, Kyu mungkin masih diam di tempatnya, meskipun sekarang juga masih sih #plak. Tetep KyuMin doooong! KyuMin moment-nya di tunggu aja, ne. Ini lanjutannya ^^.

sary nayolla : Hehehe dinikmatin saja ya HaeMin-nya ^^. Kyu udah suka Ming kok, tapi Kyu bukan tipe orang yang frontal untuk menyatakan perasaannya seperti itu, apalagi dia slalu terbayang2 perjanjian awal mereka .

cho. love. 94 : Hehe kalau chap ini udah terasa belum?^^.

vila13kyuvil : Kekeke, ini lanjutannya ^^.

LauraRose14 : Mwehehehe kalo perjanjian itu hilang, langsung tamat dong eon neh cerita ^^. Hah... syukurlah... #elapkeringet. Kekeke 2 minggu eon, mian ne, saeng lagi sibuk banget di dunia nyatanya saeng #curhat . Gomawo eon... FIGHTING! ^^.

ShinJiWoo920202 : Mwehehehe ^^. Ini lanjutannya :-D.

ratu kyuhae : Wah... hanya chingu lho yang minta HaeMin lagii... yang laennya sudah iritasi tuh, keke, tos dulu deh ^^. Ini lanjutannya, fighting! ^^.

Maximumelf : Hahahaha KyuMin JJANG! ^^.

Neng : Haha udah bawaan bayi chingu ^^.

ammyikmubmik : Kekeke tuh Kyu marah2 lagi chingu, KyuMin moment-kah? #plak ^^.

imSMinL : Keke Ming bukan melupakan kok chingu, sama seperti Kyu, dia hanya terbayang-bayang dengan perjanjian awal mereka #sandiwara. Di tunggu saja, ne ^^.

Pumpkinsparkyumin : Eng... kalau Kyu ndak juga bertindak, mungkin aja jadi bukan hanya sekedar sahabat chingu, hem... o_O #ditoyorKyu. Ini lanjutannya ^^.

mayasiwonest. everlastingfriends : Hehe kalau chap ini chingu?. Mian lama update-nya .

Yefah : Berdoa saja chingu ^^.

shyuuu : Ini kilat kan? #plak. Hehehe mian lama updatenya, semoga suka dengan chap ini ^^.

danactebh : Oke... ini lanjutannya ^^.

Queenshi137 : Bukan sudut pandang sepenuhnya sih saeng, tapi cuplikan perasaan2 Kyu saat liyat Ming sama Hae, gimana terbakar hangusnya tuh hati si Daddy, oohh... #lebaydah. Ini lanjutannya, hwaiting!^^.

HKY : KyuMin putusnya... tidak akan putus! Saya tidak rela kalau mereka sampe' putus #eh. Itu ada Seo cs muncul, sayangnya tetap tidak membuahkan hasil apa-apa, kekeke. Ndak pa2 saeng... itu hak setiap orang untuk berkomentar kok, saengie review aja eon udah seneng ^^.

AnjarHana137 : Kekeke Hae keren kok itu, maju terus pantang mundur! Daripada Kyu... mlempem banget, ndak ada pergerakan sama sekali #kabuuur ^^.

Zahra Amelia : Kekeke Kyu hwaiting!^^.

Big Thank's to:

riesty137, sitara1083, airi. tokieda, chu, Minhyunni1318, 5351, sissy, Ria, endah. kyumin137, kyumin pu, choi im lezitia, tiara. pumpkins137, Cho Miku, BunnyMinnie, Chella-KMS, Guest, LiveLoveKyumin, Lele Bantet 'lagi depressed', Okalee, fenigista99, winecouple, Cho MeiHwa, sary nayolla, cho. love. 94, vila13kyuvil, LauraRose14, ShinJiWoo920202, ratu kyuhae, Maximumelf, Neng, ammyikmubmik, imSMinL, Pumpkinsparkyumin, mayasiwonest. everlastingfriends , Yefah, Shyuuu, danactebh, Queenshi137, HKY, AnjarHana137, Zahra Amelia

Semua yang sudah follow/favorit dan semua yang sudah berkenan membaca walaupun tanpa sengaja ^^

#bow

Sampai jumpa di chapter selanjutnya, saranghae ^^.