Hate To Love
Chapter 11 "Street Ball"
Pairing : Jellal X Erza
Genre: Romance, school life
Rated: T
Cerita Sebelumnya,
Erza koma akibat insiden di gudang lama belakang sekolahnya tepat di penghujung acara dansa mereka, Jellal yang babak belur sudah sembuh namun bagaimana dengan nasib Erza? Jellal terkejut dengan orang yang datang ke ruangan Erza dirawat, siapa dia? Simak ceritanya hanya di chapter 11 ^^
Hola minna~ Genkii desu? :3
Author balik lagi ni ke fanfic Hate To Love? Ada yang kangen? Mana suaranya
Hehehe, gomen ya, dalam persiapan ulum ni author sempetin buat selesaiin chapter 11nya :D
Ok , daripada berlama-lama, author balas review dari kalian, makasih ya udah mereview,
Guest : aye, pasti, makasih reviewnya :3
Kuze S Fernandes : Nah lho komat kamit apa? XD , SIp, ganbatte ssu ~ #terbakar api cintah Jellal #nak XD , makasih reviewnya :3
Alecia Marianne : XD , gpp sssuuu, lg pengen ssu #nak XD , makash reviewnya imouto
Yumeka Himuro : ._. Pasal 1 ayeee :3 , Jellal sering suapin author #ditabok Yume chan XD , yg telur itu reviewmu lol, sumpah ngakak lagi XD , Eakkkk :v sayang mulutnya ga nyatu #dibom , XD keren kan? /nak , wkwwk klo ga dibekuin sama Gray XD , gomen klo lama '3')v #dihajar , puas banget , ayee, makasih yaa :D
Azusa Vermillion : Untung bukan kambing XDv , ga secepat itu, ga seru lah, '3')v , Ok, sankyuu azu nyan atas reviewnya XDv
Raka : Iya, makasih ya :)
Dira Salsabila : Heheh, Makasih , Sip, ini juga dilanjutin :D
Anna Tompodung-chan : Ayee :3 , waw, newbie, welcome yaa :) , mkasih yaa :D , secepatnya ssu ~ :3 , douita, makash lagi ganbatte dan atas reviewnya :)
Thanks minna atas spiritnya :D
Clear, back to story, ^^ Diharapkan para Silent Reader untuk mereview, apa gak kasihan sama author yang udah letih, lesu lunglai karna Ulum dan ngetik ini juga, #muka melas #abaikan saja XD
Ada kabar baik, slama liburan author bakal aktif lagi di fanfiction untuk sementara waktu, buat nyelesaiin fanfic yang belum bisa kelar ni , hehehe ^^
WARNING : OOC, OOT, Typo berterbangan dimana-mana, Alur Gaje, de el el X9
L
O
A
D
I
N
G
Hate To Love Chapter 11
NO REVIEW NO NEW CHAPTER XD
"Kepala sekolah" Ucap Jellal terkejut.
"Jellal.. kau datang ya.." Ucap Lady dingin.
"Maaf menganggu kalian.. silahkan lanjutkan pembicaraannya" Jawab Jellal lalu menutup pintunya.
"Tunggu Jellal, kau boleh disini" Balas kepala sekolah penuh wibawa.
"Baiklah" Ucap Jellal lalu masuk dan menutup pintunya kemudian mendekat.
"Gimana keadaannya Ma?" Tanya Jellal.
"Masih sama aja" Jawab Lady.
"Nak.. Jellal.." Panggil kepsek, Makarov san.
"Iya kepala sekolah" Balas Jellal yang menatap Erza.
"Saya jauh-jauh datang kesini khusus untuk meminta maaf sebesar-besarnya kepada kau, Erza dan sensei Lady .. karena keteledoran saya dalam mendeteksi murid yang baik hingga hampir membuat kalian kehilangan nyawa khususnya Erza" Jawab Makarov.
"Tak apa-apa, ini semua kelanjur kepala sekolah, kita hanya bisa ambil hikmah dari semua ini " Ucap Jellal menenangkan, Lady yang mendengar perkataan Jellal hanya tersenyum tipis.
"Hmm.. aku tahu.. dan aku berharap murid seperti Erza cepat kembali di sekolah" Balas Makarov.
"Bukan berharap kepala sekolah tapi harus... harus hidup" Jawab Jellal menunduk serasa tangan yang ia kepal bergetar.
"Sabarlah nak Jellal, aku punya rapat jadi harus pergi.. dan kau sensei Lady pesta dansa di setiap tahunnya tetap diadakan " Balas Makarov lalu pamit pergi.
Jellal hanya diam lalu mengeluarkan catatannya dan merangkumnya ke buku lain.
Lady hanya tersenyum lalu berkata "Mama harus berterima kasih pada Erza".
"Kenapa" Tanya Jellal seraya menulis.
"Karna Erza,, kamu bisa berubah.." Jawab Lady.
"Aku melakukan ini sebagai penebusan dosaku kok.. itu saja" Balas Jellal.
"Ibu bangga padamu nak.." Ucap Lady lalu memeluk anak kesayangannya itu dari belakang.
"Aku juga bangga punya ibu yang hebat dan tangguh untuk membesarkan si bandel ini" Jawab Jellal seraya tersenyum dan mengelus tangan ibunya yang memeluknya itu sembari melihat Erza.
"Ma .. aku ga bisa lama-lama.. aku harus bekerja" Ucap Jellal lalu melepaskan pelukan hangat ibunya berdiri dan segera mengganti bajunya di kamar mandi.
Lady hanya tersenyum lalu bergumam "Walau tetap aja dingin namun dia juga ada perubahan.. thanks God..".
"Hah.. selesai.. aku pergi dulu ya Ma... jam 9 malam aku langsung pulang ke rumah" Say Jellal yang baru selesai keluar dari kamar mandi lalu bersiap untuk bekerja.
"Hmm.. kau pasti kembali kan.. Erza?" Tanya Lady sembari mengelus rambut merah tua gadis itu.
Di tempat lain.. "Woi bro.. lu datang juga?" Teriak seseorang lalu merangkul pria berbola mata hazel .. ya siapa lagi kalau bukan Jellal.
"Aku kan sudah janji" Jawab Jellal seraya melepaskan helm hitam legam coolnya itu.
"Ayo masuk junior.." Ajak orang tadi yang menyapa Jellal sembari merangkul Jellal, pria berambut kuning jabrik dengan tindikan di telinganya.
"Kau tak pernah berubah Sho.. slalu menganggapku juniormu" Jawab Jellal tertawa kecil dengan pria itu bernama Sho.
"Ya begitulah.. ayo masuk.. gw ga percaya lo kesini Jell" ajak Sho ke Jellal.
"Hahah.. karena aku perlu uang cepat .. kau bisa membantuku kan?" Tanya Jellal seraya mengacak rambut Sho.
"Hei rambutku jangan diacak.. nanti ganteng gw hilang.." Ucap Sho seraya mengatur rambutnya kembali.
Jellal hanya tersenyum dingin.
"Gw pasti bantu lo lah.. jangan muka kecut gitu lu" Say Sho seraya menyenggol tangan Jellal.
"Thanks" Ucap Jellal.
"Pasti.." Balas Sho.
"Berapa lama lagi kita sampai?" Tanya Jellal.
"300 m lagi... ini gang sempit diantara pub.. jadi lo sabar aja.." Jawab Sho.
Setelah berjalan agak lama di balik gang sempit di daerah itu terdapat lapangan basket, walau hanya berukuran setengah dari ukuran lapangan basket biasanya.
Ring basket disana juga hanya ada satu, lapangan basket itu terang benderang disinari lampu sorot di setiap sisinya. Sisi lapangan juga dikelilingi ram dari kawat.
"Welcome to my home, street ball" Ucap Sho memberi salam pada tamu barunya.
Jellal memandang ada puluhan orang berkerumunan di sekitar lapangan , yang disebut arena oleh Sho. Sementara di dalam arena, ada 6 orang lagi bermain basket.
"Kenapa gak markir disini aja?" Tanya Jellal.
"Emang lu mau digrebek sama polisi kalau sempat ni tempat ketahuan Jell?" Tanya Sho balik sedangkan Jellal hanya manggut pelan.
"Ok, ok , aku ngerti, tapi kenapa orang-orang disini banyak amat dan kayaknya senang banget ngeliatin orang ngestreet ball? Lalu kenapa itu mereka bertanding three on three?" Tanya Jellal lagi.
"Banyak yang ngerasa gak Feer bertanding gak pake taruhan" Terang Sho.
"Ahaha.. pantas saja... tapi aku belum pernah main street ball.. katanya peraturannya beda dengan kita main basket biasa" Say Jellal yang agak lemot otaknya.
"Ga beda jauh kok.. basicnya sama aja... " Balas Sho.
"Pasti lu bisa deh cepat nyesuaiin" Sambung Sho menepuk pundak Jellal.
Sho benar, walau awalnya Jellal agak kagok main street ball (peraturan kontak fisik lebih longgar , benturan keras / didorong oleh lawan sampai terbentur ram udah biasa), tapi lama-lama Jellal bisa beradaptasi. Bareng Sho, Jellal menang 2 game telak sekaligus.
Bahkan penampilan Jellal membuat penonton berdecak kagum. Alhasil dalam semalam Jellal jadi favorit penonton disitu.
"Ni bagianmu.. thanks ya" Ucap Jellal sambil menyerahkan beberapa lembar lima puluh ribuan yen ke Sho.
"Ok.. ok.. besok lu datang lagi?" Tanyanya sambil mengambil uang Jellal lalu menyimpan di sakunya.
"Ya... kalo sempat ya datang.." Jawab Jellal dengan nada santainya.
"Jawabanmu gak pernah berubah.,." Balas Sho sambil terkekeh-kekeh sedangkan yang ditertawakan hanya tersenyum tipis. Jellal pun mengganti bajunya lalu pulang ke rumah.
Akibat terlalu main semangat dalam beberapa bulan ini. Hari ini Jellal benar-benar ia merasa kecapekan luar binasa (?). Tubuhnya serasa digilas oleh truk-truk bermuatan yang raksasa itu (?). Remuk semua tubuhnya.
Kemarin belum terasa sakitnya pas bangun tadilah ia baru mengerang kesakitan. Jangankan untuk bangun dari tempat tidur, menggerakan tangannya saja sulit.
Untung saja hari ini adalah hari minggu dan ini saja baru ia meminta Lady memijit tubuhnya.
"Ma.. gimana keadaan Erza?" Tanya Jellal yang sedang diurut Lady.
"Dia mulai membaik.. tapi belum sadar dari komanya" Jawab Lady.
Sejenak Jellal terhenyak dengan jawaban Lady lalu berkata "Begitu..".
"Berhubung badanmu begini.. hari ini Mama saja yang merawat Erza" Sambung Lady lalu membuka jendela kamar Jellal.
"Iya Ma.." Jawab Jellal lesu sembari memandang langit kejauhan dari jendela kamarnya.
"Semoga gak terjadi... aku takut...!" Batinnya.
"Kamu sih ngotot banget pengen kerja.. tuh tubuhnya jadi sakit semua kan.." Ucap Lady.
"Maaf Ma.. hehe.. ini salahku.. Erza jadi begitu.. dan aku harus menanggung ini semua.." Balas Jellal tertawa kecil.
"Tapi by the way... kamu kerja dimana sayang? Kok mama ga tahu? Kasih tahu mama donk.." Ucap Lady mulai kepo.
Perkataan Lady sekarang sontak membuat Jellal terkejut.. entah apa yang harus ia jawab.. tak mungkin ia mengatakan bahwa ia bekerja street ball.. bisa-bisa Lady gak bolehin Jellal kerja lagi.. itukan bahaya banget.
"Eh,,, Ma.. buru-buru gih. Langitnya udah gelap tuh,. Buruan gih.. takutnya hujan.." Ucap Jellal mengalihkan pembicaraan.
"Eh.. ah.. iya.. mama turun dulu ya.. ni kunci rumah.. jagain rumah ya.." Balas Lady menyodorkan kunci rumah lalu ditaruh di meja kecil di sebelah kasur Jellal yang ga terlalu besar (Ya iyalah penuhan ATKnya) lalu turun ke lantai 1.
"Fiuh .. syukurlah.. untung ga ditanyain lebih lanjut.." Hela Jellal berkata pada dirinya sendiri.
Apa yang ditakutkan Jellal akhirnya datang. Hujan kilat serta guntur menggetarkan langit saat itu. Jellal hanya diam nampak bergetar seluruh tubuhnya.
Ia bagaikan mati rasa tak bisa kemana pun karena langit yang tak bersahabat dengan dirinya.
Sayup-sayup terdengar suaranya memangil seseorang walau kecil karena hujan yang lebat.
"Ayah . aku takut.." Ucapnya terdengar bergetar. "Tanpa Erza..." Sambungnya masih bergetar.
"Aku takut Erza.. takut.." Tanpa sadar air matanya berlinang di wajahnya ketika ia ucapkan kata itu. (Saking terbawa perasaannya) bahkan handphone yang berbunyi berulang kali tak digubrisnya sama sekali.
Ia brontophobia karna kejadian mengenaskan yang lalu yang tak membuatnya tak tidur selama 3 hari setelah hari itu.
Seluruh hidupnya bagaikan angan saat itu. Ia mencoba melupakannya namun tak bisa, kenangan itu selalu mengerogotinya pada saat seperti ini.. ya.. hujan lebat.
KEESOKKAN HARINYA
Mata Jellal yang sembab karena menangis semalaman tak dapat disembunyikan bahkan dengan meneteskan obat mata ke mata onyxnya, tetap saja terlihat.
"Jellal kau menangis?" Tanya Lady yang melihat wajah Jellal sekilas. (Lady menginap di RS, Dirumah cuman ada Jellal.. gimana pun tetap saja Jellal tak berdaya dengan bronthophobianya).
"Ah tidak Ma.." Jawabnya lalu menurunkan poni untuk menutupi matanya.
"Kalo begitu .. yuk ke sekolah... Mama juga udah selesai" Ucap Lady yang sudah siap dengan seragam gurunya. Mereka pun berangkat.
Di dalam perjalanan, Jellal hanya diam sambil mengutak-atik hpnya.
"SMS kemarin?" Batinnya.
"Ma.." Panggil Jellal.
"Iya.." Balas Lady yan masih sibuk mengendarai mobilnya.
"Apa ada yang menjenguk Erza akhir-akhir ini?" Tanya Jellal.
"Hmm.. cuman kepala sekolah,, ketua osis.. Lucy, Levy yang mewakili kelasmu.. juga Evergreen sensei.." Jawab Lady.
"Begitu.. maaf ya ma.. Jellal gak bisa besuk Erza sering.. " Balas Jellal.
"Gak apa-apa kok.. Mama mengerti.. kamu kan kerja" Ucap Lady memberikan pengertian seraya tersenyum.
"Makasih Ma.." Balas Jellal juga membalas senyum Lady.
"Sama-sama.. sayang ni udah sampai.. kamu turun disini ya.." Ucap Lady berhenti di tempat biasa mereka berpisah.
"Iya Ma.."Balas Jellal lalu keluar dari mobil kemudian membaca buku pelajarannya lagi.
"Thanks Godness.. Jellal berubah.. Erza kau berhasil.."Batin Lady terharu.
Selama Erza tertidur, Jellal selalu melakukan hal yang tak wajar yang biasa dilakukannya seperti belajar... hal ini membuat guru-guru terheran-heran dengan sikapnya.
Sepulang sekolah, Jellal langsung cabut ke RS dengan motornya.
"Sepi tanpa omelan Erza.. aku rindu omelannya" Batinnya lalu tersenyum miris.
Ia langsung menuju tempat Erza dirawat. Ketika ia membuka pintunya...
"Kalian..." Ucap Jellal membuka pintu itu.
"Ah hai Jellal.. aku dan Lucy kesini untuk menjenguk Erza..." Ucap Levy terbata-bata.
"Hm.. aku mengerti" Balas Jellal.
"By the way.. bus way (?) orang tua Erza kemana Jel?" Tanya Lucy.
"Pulang.. bawa baju ganti Erza.. " Jawab Jellal bohong. "Hmm begitu." Balas Lucy.
Di dalam hati Lucy dan Levy tersirat tanda tanya besar "Apa hubungan antara Jellal dan Erza?" Pikir mereka.
"Jell kau kesini..." Ucapan Levy namun terpotong..
"Aku kesini hanya untuk bertanggung jawab sama Erza.. ga lebih.." Celetuk Jellal dengan tegas.
"Ah.. aku mengerti.." Balas Levy.
Jellal hanya diam melihat Erza yang tertidur pulas di ranjang perjuangannya melawan koma.
"Kalian baru kesini ya?" Tanya Jellal yang nada suaranya agak melembut dari sebelumnya.
"Iya.." Balas DOUBLE 'L' itu bersamaan.
"Ya sudahlah.. aku ganti baju dulu... mau pergi .. ada urusan.." Jawab Jellal lalu berjalan ke kamar mandi untuk berganti pakaiannya.
Setelah keluar, Jellal memakai baju ala pelayan di cafe.
"Eh Jell kau kerja?" Tanya Lucy yang melihat Jellal berpakaian ala pelayan di cafe.
"Hmm.. untuk membayar harta berharga milik Erza.." Jawab Jellal lalu berlalu pergi meninggalkan DOUBLE 'L' yang hanya bisa melongok seakan tak percaya dengan apa yang dikatakan Jellal tadi.
~TO BE CONTINUED~
Hhaha,, akhirnya part 11 kelar.. bagaimana tanggapan Double L dengan sifat Jellal? Apa Jellal merasakan arti kesepiannya ia tanpa Erza? Apa ia mulai jatuh cinta pada Erza? Beban berat Jellal membuat Lady, ibunya terharu, Bagaimana kelanjutannya? Next chapter , Keep Waiting. Mohon KriSan di review minna ^^ . Happy Reading ~ :3 , Jaa ne ^^/
