Naruto DxD :: True Longinus.

A Naru DxD Fanfiction by Tobi Tobio.

A/N ::

Alur tidak sejalan dengan Anime/Light Novel DxD.

Kejadian di ambil secara acak/tidak berurutan. Dengan sedikit pengembangan sesuai imajinasi Author.

Naruto pemilik True Longinus, Holy Spear.

Fraksi Pahlawan dihilangkan dan digantikan Fraksi Uchiha.

Rate :: M (untuk kekerasan dan kata yang kurang/tidak pantas untuk diucapkan).

Fict update setiap kamis (2minggu sekali, gantian dengan Naruto Piece :: The Ninja).

Tetap terus berkarya ya.

Oh ya, nanti ada scene Naruto ketemu Gabriel gak di chapter dekat2 ni.

Ada. Di Chapter ini Gabriel akan menemui Naruto.

menurutku siapapun cewek'y armor issei tetap warna merahlah. kan nama'y kaisar naga merah, gk ada hubungan'y ma rambut ceweklah, mau crimson, hitam, silver, pirang, yg nama'y kaisar naga merah yah armor'y warna merah lah, julukan'y aja sih merah. udah dari jaman dulu kales, dari sekiryuutey pertama sanmpe issei. tsk aneh2 aja tuh pernyataan. klo gk mau melibatkn tekan-menekan 'itu' akeno, yah pake ciuman aja thor hehehe#plak#guajugagakadaidethor

Hahaha, iya juga. Makasih penjelasannya. Ciuman? Kayaknya apa yang di fikirkan Tobi pasaran hahaha :v

Sugoi.. Senpai klo bisa update kilat klo gak seminggu sekali biar gk kelamaan nunggunya

Aduh maaf. Tobi tidak bisa update lebih cepat dari ini. 1minggu adalah waktu Tobi buat menyelesaikan 1Chapter (disela kesibukan Tobi di Duta). Dan karena Tobi punya 2 fict on going, jadi ya harus gantiankan updatenya. Maaf ^~^)?

Wah,,,,,kamu emang yg terbaik thor,,,,Walaupun alur fic ini agak lambat tapi tetap seru & menarik, di tunggu lanjutannya thor. Satu pertanyaan thor, kapan identitas Hinata_hime terbongkar? Atau di ketahui oleh naruto thor?

Yosh! Makasih udah suka dengan fict Tobi. Dekat-dekat ini lah. Mungkin 2 atau 3 Chapter lagi, atau mungkin lebih cepat.

Nice, saya mau tanya siapa sebenarnya pair naruto?

Next, ditunggu kelanjutannya

Kalo gak Sona, ya Rias. Kalo gak Rias, ya Sona. Kalo gak salah satu, ya dua-duanya *plaakk :v

Halo saya ada lagi.

Bisa buat Vali kesemsem ama seorang gadis yg 'normal'. Siapa yg bakal pugut Asia buat dijadiin budak? meskipun alurnya sedikit lambat tapi bagus ko author-san saya tunggu kelanjutanya

Ah iya makasih karena mampir lagi dan ninggalin jejak lagi :D. Gadis normal? Normalnya yang kaya gimana yah? jujur Tobi bingung. Tobi gak punya Chara cewe normal. ada juga Iblis, Malaikat, Malaikat Jatuh, atau Yokai. Bahkan Hinata pun gak normal :v

Akan di jawab di Chapter ini.

Saran . .Kal0 bsa vali jngan masuk cha0s b, jdikan ia partner naru !

Yap. Itu memang rencana Tobi. Makannya di Chapter 10 Tobi buat Vali masuk Academy Kuoh.

Maaf untuk yang belum sempat Tobi balas Reviewnya, Tapi Tobi baca kok ^-^

Dan terimakasih untuk Reader-San yang mau menunggu kelanjutan fict ini. Juga dengan pujuan-pujian yang Reader-San berikan. Jujur saja Tobi sangat senang dengan itu. Tidak ada yang lebih menyenangkan untuk Tobi selain, karya Tobi bisa diterima. Terimakasih!

Ingin mengenal Tobi lebih jauh silahkan cek ini (ini FB Tobi).

m(titik)facebook(titik)com/profile(titik)php?fref=nf&ref_component=mbasic_home_header&ref_page=%2Fwap%2Fhome(titik)php&refid=8

Atau cek ini (ID FB Tobi).

100007211745260 :: Keristanto (Heru)

Kalau begitu silahkan menikmati dan salam kenal dari Tobi. Membutuhkan fast respon dari Tobi? Bisa hubungi Tobi di FB, karena akun FFN cuma di buka 1 minggu sekali (saat update Fict).

Naruto DxD :: True Longinus.

Chapter 11 :: Uchiha Mulai bergerak!

"Ya ampun ... Apa kalian berdua tidak bosan bertengkar dengan mereka seharian ini?!" ucap pemuda bersurai pirang a.k.a Naruto dengan tatapan bosannya saat menunggu dua sosok yang baru saja muncul di Kantor Kepala Sekolah itu. Pandangan Matanya yang semula berfokus menatap Langit Senja itu, kini beralih pada dua sosok yang sedang berdiri di hadapannya.

"Tapi Naruto-Sama, mereka yang mulai duluan!". "Mereka menggangguku saat mengajar!" ucap seorang wanita berambut hitam panjang dengan Tubuh bohay itu.

"Tapi kau tidak perlu sampai meningkatkan Aura Malaikat Jatuhmu, Raynare ... Kau membuat Manusia biasa di Kelasku pingsan" balas Naruto masih dengan pandangan malasnya, kepada wanita itu yang diketahui bernama Raynare.

"Ta-tapi ..." gumam Raynare masih tidak terima karena hanya dia yang di salahkan Naruto.

"Kau juga!". "Kenapa kau malah memancing keributan dengan mengganggu Kucing itu sih?!" ucap Naruto yang kini mulai mendamprat pemuda bersurai perak yang berdiri dengan santainya di samping Raynare.

"Huh!" Raynare hanya bisa mengumpat karena diabaikan sang Tuan barunya itu.

"Tidak ada alasan yang jelas. Aku hanya sedikit tertarik dengan Kucing itu!" ucap pemuda bersurai perak a.k.a Vali Lucifer itu, dengan acuh tak acuh. Wajah bosan Naruto berubah seketika saat mendengar kata tertarik yang di ucapkan Vali. Hal itu pun terjadi dengan Raynare. Agaknya kata ambigu Vali menghasilkan banyak arti.

"Aku prihatin dengan seleramu Hakuryuukou. Umumnya pria seusiamu menyukai wanita yang memiliki tonjolan besar di bagian depan dan belakangnya!". "Tapi kau malah menyukai Papan Cucian seperti dia!" ucap Raynare dengan sinisnya. Naruto hanya tertawa terbahak-bahak mendengar ejekan Raynare. Beda dengan pemuda bersurai perak itu yang terlihat mulai kesal.

"Itu tidak seperti yang kau bayangkan Malaikat Jatuh sial!" damprat Vali dengan sangat kesalnya. Nyali Raynare langsung ciut seketika, dan bersembunyi di belakang Naruto. Sementara Naruto sendiri masih tertawa lepas meski orang yang sedang di tertawakannya terlihat sangat kesal

"Hahaha~ lalu kenapa Wajahmu memerah seperti itu heh?!" ejek si pirang lagi.

"Diam kau pirang keparat!"

"Hahahaha~" bukannya berhenti, Naruto malah tertawa semakin keras. Raynare sebenarnya ingin melakukan hal yang sama, tapi dia tidak berani untuk melakukannya. Salah-salah dia akan mati detik ini juga, mengingat dia tidak sekuat Naruto dan tidak mungkin mengimbangi sang Heavenly Dragon itu.

"Cih!" decaknya seraya meninggalkan Naruto dan Raynare.

"Hey Vali!". "Aku hanya bercanda, kenapa kau marah?!" teriak Naruto seraya mengikuti sang Hakuryuukou, masih dengan tawanya. Raynare untuk sesaat mengedarkan pandangannya ke semua penjuru Sekolah. Batinnya terasa tertekan dengan detak Jantung tak menentu. Sang Malaikat Jatuh merasa ada suatu kekuatan yang sedang mengawasi mereka dengan perasaan membunuh yang kuat.

"Perasaan ini ... Apa hanya aku yang merasakannya?!". "Apa Naruto-Sama dan Hakuryuukou tidak merasakannya?!"

"Mustahil. Tapi ..." gumamnya seraya terus menyapu pandang di seputar Sekolah. Hingga pandangannya menangkap Siulet seorang pria dengan Mata yang bersinar kemerahan, sedang menatapnya dengan tajam di atas salah satu Gedung Kuoh Academy. Jantung sang Malaikat Jatuh langsung berdetak cepat dengan perasaan takut yang semakin menjadi-jadi saat menatap Mata Merah dengan tiga tanda aneh itu. Dengan langkah cepat dan penuh ketakutan, wanita itu segera menyusul Naruto.

"Naruto-Sama!". "Tunggu aku!" teriaknya seraya mengejar Naruto dan Vali yang sudah cukup jauh meninggalkannya. Melihat ketiga orang itu mulai menjauh, orang misterius ini pun mulai menghilang secara perlahan dengan kobaran Api yang membakar Tubuhnya secara perlahan.

Naruto DxD :: True Longinus.

A Naru DxD Fanfiction by Tobi Tobio.

Malam pun datang. Seperti yang sudah di janjikan, ini adalah Waktu untuk membangkitkan Asia kembali. Rias dan Sona sudah membicarakan masalah ini, dan ahirnya di putuskan bahwa Asia akan menjadi Budak sang penerus Kepala Keluarga Gremory itu. Karena itulah Malam ini Kelompok Penelitian Ilmu Gaib itu sudah berkumpul di Ruangan mereka. Saat ini mereka sedang menunggu kedatangan Naruto, untuk mengambil Jasat Asia yang masih ada pada Naruto.

"Aku masih tidak habis fikir, kenapa Sona-Kaichou tidak tertarik dengan kekuatan penyembuh Asia" ucap Akeno.

"Entahlah. Tapi kurasa Sona memiliki kriterianya tersendiri untuk memilih Budak-Budak yang akan masuk dalam Kelompoknya!" jawab Rias. Kiba, dan Koneko hanya diam saja, karena tidak berminat untuk ikut dalam perbincangan sang Raja dan Ratu mereka itu. Berbeda dengan Issei yang terlihat gelisah seraya terus melirik Jam Dinding yang tergantung manis di Ruangan itu.

"Tenangkan dirimu Issei, kau tidak perlu gelisah seperti itu!". "Asia akan segera hidup kembali sebagai Iblis dan menjadi bagian dari keluarga Gremory!" ucap Rias yang sadar dengan gerak-gerik sang pion.

"Meski begitu ..." gumam pemuda bersurai coklat itu masih terlihat gelisah.

Tok ...

Tok ...

Tok ...

Pintu Ruang Penelitian Ilmu Gaib di ketuk dari luar. Issei sudah sangat gembira menyangka itu adalah Naruto, tapi harapannya musnah karena ternyata yang datang adalah Sona dan salah satu Budaknya yang mengkonsumsi tiga Bidak Pion, Genshurou Saji. Issei menghela nafasnya saat melihat kehadiran mereka, terlihat jelas kalau pemuda bersurai coklat itu tidak terlalu senang dengan kehadiran Bangsawan dari Keluarga Sitri itu.

"Yo!". "Apa kabar kalian, kami datang kesini untuk melihat Budak baru dari Gremory!" ucap Saji dengan santainya, tanpa memperdulikan reaksi beragam dari Iblis-Iblis yang ada di Ruangan itu.

"Hah! Melihat Budak baru kami, bilang saja kau ingin bertemu Naruto-Kun!". "Iya kan Sona?!" desis Rias dengan ketusnya. Sona terlihat tersipu karena perkataan keturunan Gremory itu sangat-sangat tepat sasaran.

'Sudah kuduga!'. 'Untung saja aku ikut kesini. Aku tidak akan membiarkan Kaichou direbut si pirang itu!' batin Saji. Sementara Sona terlihat komat-kamit tak jelas. Agaknya gadis keturunan Sitri itu sedang mengumpat, seraya mencoba menyembunyikan Wajahnya yang masih tersipu.

"Selamat datang di tempat kami, Kaichou ..." ucap Akeno seraya menyuguhkan sebuah Teh Panas dan mempersilahkan gadis Sitri itu duduk di salah satu Kursi yang kosong. Kiba dan Koneko segera bangkit dari duduk mereka, dan bergabung dengan Issei, karena walau bagaimana pun, Sona adalah Bangsawan sedangkan mereka hanyalah Budak Bangsawan. Jadi akan sangat tidak sopan jika mereka tetap duduk di tempat yang sama, meski sebenarnya Sona maupun Rias tidak terlalu mempermasalahkannya.

"Terimakasih Akeno. Sepertinya kau lebih mengerti tata krama dari pada Rajamu!" desis Sona dengan ketusnya.

"Ufufufu~ percintaan bahkan membuat dua sahabat menjadi musuh!" komentar Akeno dengan tawa mengodanya. Gadis cantik itu lalu melirik Issei dengan tatapan sayunya, rona merah sedikit menghiasi Pipi gadis itu.

"Untungnya aku tidak punya saingan!" lanjut gadis itu dengan tatapan sayu yang semakin menjadi-jadi.

"Kau salah. Sebentar lagi, kau akan memiliki saingan berat. Kau tau? Gadis bernama Asia Argento itu akan menjadi Rivalmu!" ucap Rias dengan sinisnya, karena terpancing dengan ucapan sang Ratu.

"Dan yang lebih penting lagi, mereka sudah pernah berkencan sebelum Insiden Kokabiel. Kau kalah satu langkah Himejima Akeno!" timpal Sona tak kalah sinisnya dengan Rias. Dan ini kali pertama mereka bisa kompak setelah pertarungan Cinta mereka di kumandangkan, meski secara tak langsung. Akeno hanya terdiam tanpa mampu berkata apa-apa. Mulutnya terkunci dengan sejuta fikiran yang melayang entah kemana.

"..." Akeno masih terdiam dengan sejuta khayalan anehnya. Secara perlahan Aura mengerikan penuh kesuraman terpancar dari Tubuhnya. Agaknya gadis cantik yang satu ini tidak terima dengan kenyataan itu.

"Issei-kun ...!" desis gadis itu terdengar kejam, meski Wajahnya malah memperlihatkan senyum manis nan menggoda, nyatanya itu membuat Issei takut dan hanya mampu meneguk Ludahnya sendiri. Sinyal bahaya terasa begitu nyata dari kilatan listrik yang tercipta di Tangan gadis cantik itu. Tapi untungnya, suasana berubah saat Naruto muncul dengan tiba-tiba.

"Hah~ berhenti bermain-main, ayo kita mulai maksud pertemuan ini!". "Siapa di antara kalian yang tertarik merainkarnasikan Asia menjadi Iblis?!" ucap Naruto yang entah sejak kapan sedang berjongkok di salah satu Jendela yang yang terbuka di Ruangan itu.

"Tidak bisakah kau masuk lewat Pintu, Naruto-Kun?!"

"Abaikan masalah itu. Aku sibuk sekali ... Jadi, siapa di antara kalian yang tertarik merainkarnasikan Asia?!" ucap Naruto kembali mengulang pertanyaannya.

Di suatu tempat yang minim dengan penerangan.

"Apa yang akan kau lakukan dengan membawa wanita itu?!" tanya seorang pria dewasa dengan guratan jelas di Wajahnya. Kedua Matanya yang berbeda menatap intens seorang Malaikat Jatuh bernama Momochi Zabuza itu. Meski ditatap penuh curiga seperti itu, Zabuza tetap santai dan tersenyum menantang. Tanpa sedikit pun merasa gentar dengan sosok pria di depannya.

"Tidak usah mencurigaiku, aku tidak akan melakukan hal bodoh dengan menantang Madara!". "Tidak akan hahaha!" ucap Zabuza dengan santainya. Bahkan sang Malaikat Jatuh pemilik Pedang Devil-Slayer itu masih bisa tertawa seperti itu meski ditatap semakin tajam.

"Jangan main-main. Selama Madara-Sama tidak ada, akulah yang menggantikannya!". "Jadi kau harus mematuhi ucapanku!" desis pria itu. Zabuza masih tidak terlihat ambil pusing dengan itu, dan malah pergi meninggalkan pria itu.

"Hey! Kau dengar tidak?!"

"Obito ... Aku akan mematuhi perintahmu jika kau mampu membuatku takut!" desis sang Malaikat Jatuh seraya melirik Obito dan mulai menaikan intensitas Auranya. Secara perlahan tapi pasti, Aura khas Malaikat Jatuh kini telah tercampur dengan sempurna bersama Aura Naga.

"I-itu ..." gumam pria tadi a.k.a Obito sedikit tergugup menyaksikan intensitas Aura Zabuza yang bahkan mampu menggetarkan tempat mereka saat ini.

"Bagaimana mungkin kau bisa menguasai kekuatan Uroboros secepat ini?!" desisnya. Meski Obito berteriak dan terlihat membentak Zabuza saat mengatakan itu, namun raut Wajahnya tidaklah bisa membohongi perasaannya jika saat ini seorang Uchiha Obito sedang merasa takut dengan kekuatan Momochi Zabuza.

"Sudah kuduga, kau tidak pantas menggantikan Uchiha Madara!" ucapan sinis itu mengalun dengan indah dari Mulut Malaikat Jatuh itu yang tertutupi balutan Perban. Secara perlahan Zabuza kembali menekan kekuatannya dan pergi meninggalkan sang Uchiha itu yang langsung terlihat tersungkur. Tapi sebelum benar-benar pergi, Zabuza kembali mengatakan sesuatu.

"Jangan sentuh Malaikat Jatuh itu, jika kau masih ingin bernafas!" desisnya penuh dengan keinginan membunuh yang pekat. Obito tidak menjawab ucapan Zabuza, fikirannya terlalu kalut dan benar-benar tidak percaya dengan kekuatan yang dimiliki Malaikat Jatuh itu. Zabuza kini terlihat sedang menyusuri lorong sebuah Bangunan yang menjadi Markas Uchiha, hingga seorang pemuda berparas cantik menghadang langkahnya.

"Zabuza-Sama, kurasa anda berlebihan ... Walau bagaimana pun dia adalah anak dari Uchiha Madara" ucap pemuda itu setelah memberikan hormatnya pada Momochi Zabuza.

"Kau tidak perlu khawatir soal itu, Madara sangat menyukaiku cara berfikirku!". "Itulah sebabnya aku menjadi anak emas dalam kelompok Uchiha. Setelah memberiku kekuatan Uroboros, dia masih menjanjikanku untuk mendapatkan kekuatan Great Red!"

"Dia adalah Dewa Kematian yang sesungguhnya!". "Aku tidak akan berani menentangnya, sekuat apa pun aku!" ucap Zabuza. Sang Malaikat Jatuh kemudian teringat kembali saat dia sedang menantang sang Uchiha sesaat setelah Zabuza menguasai kekuatan ketiada-batasan milik Uroboros.

"Kuakui kekuatanmu membuatku sedikit terkejut. Tapi apa kau fikir dengan kekuatan itu kau mampu mengalahkanku?!". "Aku bukan orang yang bodoh ... Aku tidak akan membesarkan seekor Singa jika aku tidak bisa mengaturnya!" dan detik itu juga Zabuza tau seberapa kuat pria bernama Uchiha Madara itu. Kekuatan yang sangat besar terpancar dari Tubuh sang Uchiha. Dan untuk pertama kalinya Zabuza merasakan apa itu rasa takut. Yap, Uchiha Madara membuatnya takut!.

"Dia Monster!" gumam Zabuza setelah selesai dengan ingatannya ketika menantang Madara.

Naruto DxD :: True Longinus.

A Naru DxD Fanfiction by Tobi Tobio.

"Bos! Cepat bangun. Ini sudah jam berapa?!". "Kau bisa terlambat Sekolah!" teriak Sizune seraya mengedor Pintu Kamar Naruto. Namun karena tidak ada jawaban, Sizune ahirnya menerobos Kamar pemuda bersurai pirang itu, Dan alangkah terkejutnya Sizune dengan pemandangan yang saat ini di lihatnya. Bagaimana tidak, Naruto terlihat tidur dengan lelapnya, sembari di peluk Raynare dalam keadaan sama-sama bugil.

"Apa yang kau lakukan hah!" teriak Sizune seraya menunjuk-nunjuk Raynare yang juga masih terlelap memeluk Naruto. Teriakan itu agaknya membangunkan Naruto dan Raynare

"Eumh~ sudah Pagi rupanya ... Ah! Aku tidur sangat nyenyak Malam ini" gumam Naruto. Tapi saat mencoba untuk bangun, sesuatu terasa menahannya, dan alangkah terkejutnya pemuda bersurai pirang itu karena Raynare sedang memeluknya dalam keadaan sama-sama telanjang.

"Apa yang kau lakukan?!". "Lepas!" teriak Naruto dengan paniknya. Si pirang yakin jika Raynare sudah terbangun sedari tadi, karena pelukannya semakin bertenaga seiring dengan rontaan Naruto yang semakin kuat. Agaknya Raynare tidak mau melepaskan pemuda bersurai pirang itu dalam pelukannya. Sizune segera sadar dengan situasinya. Wanita itu segera membantu Naruto untuk melepaskan diri dari pelukan sang Malaikat Jatuh.

"Lepaskan Bosku brengsek!" desis Sizune. Ada sedikit nada cemburu dari ucapan penuh kekesalan wanita itu saat membantu Naruto lepas dari sang Malaikat Jatuh.

Dan setelah melalui begitu banyak keributan di Pagi ini, terlihat Naruto sedang berjalan santai dengan seragam Kuoh Academy lengkap dengan Tas Sekolahnya. Di belakangnya terlihat Raynare yang terus mengikuti pemuda bersurai pirang itu, seraya terus mengutarakan permintaan maafnya karena kelancangan wanita itu yang sudah menyusup ke Kamar Naruto.

Naruto sendiri sejujurnya sudah memaafkan Malaikat Jatuh itu, hanya saja si pirang masih merasa malas untuk berbicara dengan Raynare. Entah karena apa, Naruto merasa kesal dengan kelakuan Raynare. Bukan karena aksi lancangnya, tapi karena nyatanya tidak ada yang terjadi lebih lanjut dari kejadian itu. Yap, entah kenapa Naruto merasa kesal dengan fakta jika dia masih perjaka meski sudah sama-sama telanjang dan melewati Malam berdua di atas Ranjang.

"Kumohon maafkan aku Naruto-Sama!". "Aku tidak melakukan apa pun pada Tubuhmu, aku hanya memelukmu saja, sungguh!" ucap Raynare untuk kesekian kalinya. Tapi Naruto tetap tidak menggubrisnya, pemuda bersurai pirang itu tetap diam saja mengabaikan wanita itu.

"Sungguh! Aku—"

"Lalu kenapa kita sama-sama Telanjang. Kau tau, itu membuat Sizune-San berfikir yang macam-macam!" umpat Naruto pada ahirnya. Meski sejujurnya pemuda bersurai pirang itu ingin menanyakan hal lain, seperti kenapa tidak terjadi apa-apa atau kenapa aku masih perjaka dan semacamnya, namun Naruto cukup malu untuk mengakui jika dia menginginkan hal lebih. Sehingga inilah yang keluar dari Mulutnya.

"I-itu ..." Raynare bergumam untuk memilah kata yang tepat agar Naruto memaafkannya.

"Itu karena aku merasa takut. Malam itu aku merasa Hawa membunuh yang pekat dari seseorang, kurasa ada yang mengikutimu saat kembali setelah bertemu Iblis-Iblis itu ..."

"Dan itu membuatku tidak bisa tidur. Aku terlalu gelisah ... Karena itulah aku menyusup ke Kamarmu!" ucap Raynare, menerangkan hal yang sebenarnya pada si pirang.

"Lalu soal telanjang?" tanya Naruto lagi, tanpa memperdulikan raut Wajah Raynare yang kini bersemu merah, saat Naruto mengatakan itu.

"I-itu karena ... Aku tidak bisa Tidur jika tetap berpakaian!" ucap Raynare menahan malu. Naruto hanya menatap aneh Raynare yang semakin terlihat kikuk. Ditatap sang tuan sedemikian rupa, membuat Malaikat Jatuh itu semakin bersemu merah.

"Mesum sekali!" ucap Naruto. Agaknya pemuda bersurai pirang itu tidak menyadari jika dirinya pun sama saja. Apa lagi jika bukan mesum kalau Naruto memikirkan hal yang lebih dari itu?!.

'Sial padahal aku akan senang jika kau menyerangku, meski mungkin aku akan berpura-pura menolak!'. 'Kudengar laki-laki di Jepang sudah meninggalkan keperjakaan mereka di usia ini. Bagaimana mungkin aku masih perjaka!' batin Naruto sedikit sebal. Agaknya inilah yang mendasari kekesalannya.

Tap ...

Seseorang mendarat di depannya. Dia adalah seorang pemuda seusia Naruto berparas tampan dengan dengan pakaian serba biru yang cukup modis. Sebuah Pedang dengan Aura pekat juga menghiasi Pinggang bagian belakangnya. Matanya yang segelap Malam menatap tajam pemuda bersurai pirang itu. Hawa dingin langsung terasa menyeruak di tempat itu, membuat siapa pun akan merasa takut dalam situasi ini, tak terkecuali Raynare.

"Di-dia ..."

"Kurasa dialah orangnya yang selama ini mengawasimu dengan Aura membunuh yang sangat pekat, Naruto-Sama!" ucap Raynare dengan Tubuh yang bergetar mencoba menahan rasa takutnya sendiri. Meski Aura membunuh itu bukan di tujukan padanya, tetap saja Malaikat Jatuh itu cukup merasakan takut, hingga membuatnya mengambil langkah mundur tanpa wanita itu sadari.

Dan itu semakin di perparah dengan reaksi sang Tuan, Namikaze Naruto.

"Ahirnya ... Kau menampakan dirimu juga, Uchiha!" desis Naruto dingin. Dendamnya langsung naik seketika saat menyadari Aura yang di pancarkan pemuda itu adalah Aura khas Uchiha yang sudah membantai keluarganya. Aura pekat segera terpancar dari Tubuh pemuda bersurai pirang itu, seiring dengan dendamnya yang semakin memuncak.

"Namikaze Naruto ... Atau aku mungkin harus memanggilmu Senju Naruto!". "Aku akan membunuhmu!" desis pemuda itu seraya menerjang Naruto, gerakannya sangat cepat, bahkan Naruto tidak melihat kapan pemuda Uchiha itu mencabut Pedangnya. Yang terlihat kini hanyalah kilatan Cahaya yang memantul dari benda tajam yang sedang menghunus ke arahnya itu.

'Sial! Cepat sekali!' batin Naruto. Tapi untungnya, Vali datang di saat yang tepat. Sebelum pemuda Uchiha itu berhasil menyerang Naruto, Vali telah terlebih dahulu mendaratkan tendangannya pada pemuda itu.

"Kita bertemu lagi, Sasuke Uchiha!" desis pemuda bersurai perak itu dengan serangainya. Ada rasa senang yang terpancar dalam serangainya, karena di pertemuan pertama mereka, Vali cukup kerepotan menghadapi Sasuke.

"Dan kau pirang, kau berhutang—" ucapan Vali terhenti karena Naruto sudah tidak ada di tempatnya. Saat pandangannya kembali tertuju pada pemuda Uchiha a.k.a Sasuke, terlihat Naruto sedang menyerangnya secara membabi-buta. Bahkan True Longinus sudah berada di Tangan kanannya.

"Astaga ..." gumam Vali saat melihat Naruto menyerang dengan penuh ambisi membunuh seperti itu. Jujur saja ini baru pertama kalinya dia melihat Naruto yang seperti itu. Dendam benar-benar menguasai pemuda bersurai pirang itu.

Traanng!

True Longinus, Holy Spear beradu dengan Pedang Sasuke, Kusanagi no Tsurugi. Lalu dengan gerakan yang sama cepatnya, mereka berdua saling menendang Perut mereka satu sama lain hingga ke duanya terdorong kebelakang akibat serangan masing-masing. Tapi itu belumlah berahir, serangan Naruto masih terus berlanjut. Dan kini, entah sejak kapan, Naruto sudah berada di belakang Sasuke dan berhasil mencengkram Kepala pemuda itu dengan Tangan kirinya.

"Mati!" desis si pirang datar. Dan Api Ungu dari Incinerate Anthem segera membakar pemuda bermarga Uchiha itu. Tapi Sasuke yang dibakar Naruto berubah menjadi kepulan Asap sendiri sudah berada di depan Naruto dengan Pedang yang sudah terhunus pada si pirang. Tapi kini berbeda, Naruto sudah siap dengan serangan sang Uchiha dan dengan gerakan minimal Naruto berhasil menghindarinya, meski Pipi pemuda bersurai pirang itu masih tetap tergores. Dan balik menyerang Sasuke dengan menghunuskan Tombak Sucinya.

"Ugh!" desis Sasuke menahan nyeri saat Tubuhnya tertusuk Tombak Suci si pirang. Tapi dengan gerakan cepat Sasuke segera melepaskan tusukan True Longinus dari Tubuhnya dan segera mengambil langkah mundur untuk menjaga jarak. Perlahan, luka di Pipi Naruto sembuh, dan itu pun yang terjadi pada luka Sasuke yang juga perlahan sembuh.

"Kau memang kuat Senju Naruto!" desis Sasuke. Pemuda Uchiha itu mencoba untuk berlari ke arah Naruto, tapi baru beberapa langkah saja Tubuhnya mulai limbung hingga ahirnya terjatuh. Dengan menahan nyeri, Sasuke mencoba bangkit.

"K-kenapa ... Padahal lukaku sudah sembuh?!" batin Sasuke dengan bingungnya seraya menahan nyeri.

"Heh! Kau terlalu meremehkan True Longinus!" desis Naruto. Pemuda bersurai pirang itu kemudian kembali berniat menyerang Sasuke, namun hal yang sama juga terjadi pada Naruto, si pirang terlihat limbung dan hilang keseimbangan. Seiring dengan rasa pening yang menyerang Kepalanya. Namun agaknya Naruto harus berterimakasih pada Vali, karena pemuda bersurai perak itu segera menahan Naruto agar tidak jatuh.

"Cih!". "Tubuhku belum sembuh benar!" gumam pemuda bersurai pirang itu. Vali tidak banyak komentar saat melihat keadaan sahabatnya itu, dia sedikit banyak memang mengerti jika Naruto memiliki dendam pada keturunan Uchiha, jadi Vali sedikit mewajarkan tindakan Naruto yang sangat memaksakan Tubuhnya.

'Sial. Aku terlalu meremehkan True Longinus. Aku lupa jika Sacred Gear itu dikatakan mampu membunuh Tuhan dan Dewa!'. 'Lagi pula ini terasa tidak baik, ada banyak orang yang datang kesini!' batin Sasuke.

"Aku akan membalas ini Senju Naruto!" desis Sasuke seraya mulai menghilang terbakar Api yang secara perlahan membakar Tubuhnya. Dan Sasuke pun pergi dari tempat itu. Raynare yang sedari tadi membatu penuh ketakutan mulai sadar. Dengan langkah yang terburu-buru Malaikat Jatuh itu segera menghampiri Naruto dan menggantikan Vali untuk menyangga Tubuh sang Tuan.

"Jadi kekuatan besar yang kurasakan tadi berasal dari kalian?!" ucap seorang pria muda bersurai merah panjang, yang entah sejak kapan ada di belakang mereka. Mata pria itu lalu melirik pria di sebelahnya, seorang pria berambut pirang panjang dengan Aura penuh kedamaian, yang berdiri tak jauh dari tempatnya.

"Jadi kau datang juga, Michael?!" desis pria bersurai merah itu. Sikap dan nada bicara pria itu memang tenang, tapi dari sorot matanya terlihat jelas ketidak-sukaannya pada pria bersurai pirang panjang itu. Yap, pria itu adalah Michael salah satu dari petinggi Surga.

"Tentu saja Sirzech, selain aku penasaran dengan siapa Naruto-Kun bertarung hingga mengeluarkan Intensitas Aura sebesar itu, dia juga merupakan sekutu kami, Apa itu belum cukup untuk menjadi alasan kami datang kesini?!" ucap Michael dengan tenangnya, menanggapi ucapan pria bersurai merah panjang itu, atau yang lebih dikenal dengan nama Sirzech Lucifer.

"Wah, wah, wah ... Aku tidak menyangka akan bertemu dengan Pemimpin Surga dan Pemimpin Iblis disini". "Apa ini suatu kebetulan?!" Michael dan Sirzech mengalihkan pandangan mereka pada seorang pria berpakaian santai, yang sedang tersenyum ke arah mereka seraya melipat ke dua Tangannya.

"Gubernur Malaikat Jatuh ..."

"Azazel ..." ucap Michael dan Sirzech saling melengkapi ucapan mereka. Sementara Azazel, si pria berpakaian santai itu hanya menyerangai senang melihat reaksi ke dua pemimpin Surga dan Iblis itu. Vali lalu berjalan mendekati Azazel, dan berdiri di sampingnya, sementara Raynare dan Naruto tetap diam di tempannya, menatap ke tiga Pemimpin dari Fraksi Surga, Grigori, dan Dunia Bawah itu.

'Jadi dia orang yang bernama Namikaze Naruto itu?!'. 'Seperti yang dikatakan Ajuka, dia terlihat kuat dan bisa diandalkan!' batin Sirzech yang baru pertama kalinya melihat sosok Naruto. Pria bersurai merah panjang itu lalu mengambil satu langkah maju.

"Perkenalkan, aku adalah Sirzech Gremory, salah satu Maou Satan yang menyandang gelar Lucifer!" ucapnya memperkenalkan diri.

"Senang bertemu denganmu Namikaze Naruto, aku harap aku bisa bekerja sama denganmu seperti kau bekerja sama dengan Ajuka Beelzebub" lanjut Sirzech. Naruto sedikit melirik Vali saat mendengar kata Lucifer di ucapkan sang Maou keturunan Gremory itu, tapi tidak ada reaksi apa-apa dari sang Lucifer asli. Vali masih berdiri dengan santainya di samping Azazel.

"Senang berkenalan denganmu Sirzech-San. Aku cukup mendengar banyak tentangmu dari Ajuka-San". "Lalu ada apa. Kenapa kalian semua yang seorang pemimpin tertinggi dari Fraksi kalian datang ke tempat ini?" tanya Naruto langsung pada intinya.

"Tujuan?". "Seperti yang kukatakan di awal" ucap Michael.

"Yah, walau bagaimana pun kekuatanmu menarik perhatian kami, Naruto. Kau memiliki potensi besar untuk menjadi penguasa Dunia" timpal Sirzech.

"Hanya itu?!"

"Kalian sudah berkumpul disini, bukankah kedatangan kalian ke Dunia Manusia untuk menghadiri pertemuan itu kan?". "Kita sudah berkumpul disini sekarang, bagaimana kalau kita mulai saja sekarang. Bukankah kalian harus membicarakan Insiden Kokabiel?" ucap Naruto memberikan sebuah usulan agar pertemuan ini menjadi sedikit lebih berguna.

"Apa ini tidak terburu-buru?!" tanya Michael.

"Lagi pula—"

"Apa yang dikatakan Naruto benar. Tapi ada yang lebih penting dari itu semua ... Pagi ini aku mendapatkan berita buruk, kalian pasti tau Organisasi yang bernama Chaos Brigade yang di pimpin Naga Ketiada-Batasan, Uroboros kan?!". "Dan Uroboros telah di kalahkan. Seseorang telah mengalahkan Naga Ketiada-Batasan itu!" ucap Azazel.

"Tidak mungkin!". "Jangan bercanda!"

"Sulit di percaya ... Mahluk seperti apa yang mampu mengalahkan Uroboros?!" ucap Sirzech dan Michael yang tidak percaya dengan ucapan Azazel.

"Kita cari tempat yang bagus, apa kita akan bicara di tempat seperti ini?!" tanya Azazel.

"Bagaimana jika kita membicarakan ini di Konoha?!". "Tempat itu sangat aman, karena tidak akan ada yang bisa masuk dengan mudah dari Dimensi Ciptaanku itu!" ucap Naruto.

"Kau bisa membuat Dimensi?!". "Baiklah aku setuju. Aku cukup penasaran dengan Konoha itu." ucap Sirzech.

"Setuju!" ucap Sang Gubernur Malaikat Jatuh.

"Baiklah. Sepertinya ini tidak bisa di tunda lagi!" kini giliran Michael yang bersuara.

Naruto DxD :: True Longinus.

A Naru DxD Fanfiction by Tobi Tobio.

Seorang pria tua dengan perawakan kekar layaknya pria muda sedang duduk di sebuah singgasana. Padangannya menyapu pada semua orang yang berada di depannya, tentu saja dengan pandangan merendahkan dan penuh intimidasi. Seorang gadis cantik yang memakai gaun hitam terlihat tergeletak tak berdaya di dekatnya, Pria itu, Uchiha Madara lalu menjambak Rambut gadis tak berdaya itu tanpa ampun.

"Mulai hari ini, Chaos Brigade ada di bawah perintahku!". "Ada yang keberatan dengan itu?" ucap Madara dengan sinisnya. Beberapa orang terlihat tak suka mendengar ucapan sang Uchiha itu, tapi agaknya mereka tidak berani untuk melawan Uchiha Madara.

"Manusia rendahan itu ... Bagaimana mungkin dia bisa sekuat itu?!". "Dia bisa menyalahkan Ophis sang Uroboros!" bisik salah seorang dari kerumunan orang yang berdiri di hadapan Madara.

"Dia bukan Manusia lagi!". "Tidak mungkin Tubuh Manusia bisa menahan kekuatan sebesar itu, entah kenapa aku merasa sedang berdiri di hadapan Dewa Penghancur!" balas orang di sampingnya. Dan entah sejak kapan, Madara sudah berada di belakang mereka, seraya menepuk Pundak mereka berdua.

Puk ...

"Kalian benar. Pada dasarnya aku adalah keturunan Dewa, dan dengan sedikit usaha aku kini telah sepenuhnya mendapatkan kekuatan Dewa itu!". "Jadi jangan macam-macam denganku jika kalian masih ingin hidup!" desis sang Uchiha dengan sinisnya. Sementara ke dua orang itu terlihat gugup dengan keringat dingin yang mengalir deras di Tubuh mereka, karena saat ini Madara sedang mengintimidasi mereka dengan tekanan Auranya.

Syut ...

Azazel terlihat mematikan tayangan itu. Agaknya itu adalah Rekaman yang di dapat Azazel dari salah satu informannya, Sirzech dan Michael terlihat tak percaya dengan apa yang di lihat mereka dari tayangan itu. Sementara Naruto terlihat tertegun menyaksikan tayangan itu, mulai timbul rasa ketakutan dalam Hatinya, saat melihat Kekuatan Madara yang jauh lebih kuat dari saat sang Uchiha itu membantai keluarganya.

'Darimana dia mendapatkan kekuatan itu?!'. 'Apa mungkin aku bisa mengalahkannya dengan kekuatanku saat ini?!' batin Naruto mulai pesimis. Vali yang ada di sampingnya hanya menepuk Bahu pemuda bersurai pirang itu, mencoba untuk menenangkannya.

"Jangan khawatir, bukankah masih ada aku dan Kiba?!". "Kekuatan kita bertiga pasti bisa mengalahkan keparat itu!" ucap Vali, yang agaknya mengerti apa yang dirasakan pemuda bersurai pirang itu. Mengabaikan ke dua pemuda kuat itu, Michael terlihat mengacungkan Tangannya.

"Aku tidak pernah mendengar nama Uchiha Madara sebelumnya, siapa dia?!"

"Menurut informasi yang kudapat, Uchiha Madara adalah keturunan dari Uchiha Otsutsuki, anak dari Kaguya Otsutsuki atau yang kita kenal dengan nama Trihexa (666) yang dulu di segel oleh Tuhan!" jawab Azazel seraya melirik Naruto.

"A-apa itu be-benar?!" ucap Sirzech sedikit terkejut.

"Tidak mungkin. Bahkan aku yang dulunya adalah Tangan kanan Tuhan, tidak mengetahui kebenaran itu?!". "Dari mana kau mendapatkan informasi itu?!" tanya Michael berusaha tetap bersikap tenang, meski Hatinya pun merasakan hal yang sama dengan sang Maou Lucifer itu.

"Sumber yang terpercaya!". "Dan kalian tidak perlu tau siapa orang itu" jawab Azazel.

"Yang lebih penting dari itu, kita harus membuang keegoisan kita. Kita harus bekerja sama untuk memperkuat diri, aku mulai merasakan firasat buruk setelah melihat tayangan itu!" ucap sang Maou Lucifer itu.

"Sebagai Iblis, memiliki kemampuan untuk mengetahui seberapa besar hasrat dan ambisi dan kedengkian seseorang. Dan orang yang bernama Madara itu penuh dengan hal itu!". "Kurasa itu bukanlah sinyal yang bagus!" lanjut Sirzech.

"Wow! Ucapan yang tak di duga muncul dari Mulut seorang Iblis!". "Tapi aku setuju. Kita memang harus bekerja sama untuk menghadapi kemungkinan terburuknya" timpal Azazel setuju, meski sedikit dari kalimatnya menyindir sang Maou Lucifer.

"Bagaimana denganmu, Michael?" tanya pria bersurai merah itu.

"Tidak ada pilihan lain, Surga akan ikut bergabung dengan kalian!" ucap Michael.

"Apa kalian sudah selesai. Jujur saja aku bosan terus mendengar percakapan kalian" Vali ahirnya bersuara, beda dengan Naruto yang masih terlihat melamun. Ke tiga Pemimpin dari Fraksi Surga, Grigori, dan Dunia Bawah itu mulai mengalihkan pandangannya pada Vali.

"Siapa dia?". "Aku merasakan kekuatan Iblis, meski tertutup oleh Aura Naga yang pekat" ucap Sirzech.

"Dia dan Naruto adalah anak didikku. Bedanya si pirang itu tidak tau diri dan mulai memerasku setelah dia menguasai Sacred Gearnya!" jawab sang Gubernur Malaikat Jatuh dengan nada menyindir. Tapi Naruto tidak terlalu memikirkan hal itu dan tetap memilih untuk diam. Otaknya sedang sibuk untuk mencari cara untuk mendapatkan kekuatan yang jauh lebih kuat dari saat ini.

"Dan seperti yang kau katakan. Tidak ada gunanya aku menyembunyikannya lagi, Vali adalah keturunan asli dari Lucifer, dia mewarisi kekuatan Lucifer yang sebenarnya. Dan kekuatan Naga yang kau rasakan berasal dari Sacred Gearnya, Devide Deviding. Karena dia adalah Manusia setengah Iblis!" terang Azazel.

"Kekuatan yang hebat. Dia mungkin akan jadi kekuatan yang patut di perhitungkan dalam sebuah pertarungan" komentar sang Maou Lucifer.

"Terimakasih sanjungannya, mau mencoba kekuatanku, Sirzech Lucifer?" tanya Vali dengan serangainya. Agaknya sifat maniak bertarung Vali mulai muncul kembali.

"Jujur saja aku sangat tertarik, tapi kurasa ini bukanlah saat yang tepat, Maaf Vali-Kun" balas Sirzech. Vali sedikit kecewa dengan jawaban pemuda bersurai merah itu, tapi ucapan sirzech selanjutnya membuatnya kembali menyerangai.

"Mungkin lain kali!" ucapnya.

"Aku harap kau menepati janjimu, Sirzech!"

"Hey ini bukan saatnya untuk itu!". "Ada satu hal yang ingin aku katakan lagi!" ucap Azazel menghentikan percakapan dua Lucifer itu.

"Masih ada lagi?"

"Yap. Ini soal kekuatan Senju!". "Naruto, Clan Senju pun sama dengan Clan Uchiha. Clan Senju juga merupakan keturunan Kaguya Otsutsuki atau Trihexa (666)". "Kurasa kau bisa menyaingi Uchiha Madara jika kau mampu membangkitkan kekuatan itu" ucap Azazel. Dan ucapan sanv Malaikat Jatuh itu mulai menarik perhatian sang Namikaze.

"Benarkah?!". "Lalu apa kekuatanku sebagai Senju?" tanya si pirang.

"Entahlah dari apa yang kutau, Senju mewarisi Tubuh Dewa. Tapi kita akan cari tau kebenarannya!" ucap Azazel santai.

"Bagaimana caranya?"

"Kuil Senju. Vali berhasil menemukan tempat itu". "Hanya saja tempat itu di lindungi sebuah Sihir Penghalang yang kuat. Dan aku membutuhkan kekuatan kalian untuk membukanya, Michael, Sirzech!" ucap Azazel menjawab bertanyaan Naruto sekaligus meminta bantuan dua pemimpin Surga dan Iblis itu.

"Tapi sebelum itu, aku ingin kalian membantuku dulu!" ucap Sirzech. Semua Mata mulai memandang sang Maou Lucifer itu.

"Apa?!"

"Golongan Maou Lama"

BERSAMBUNG!

Note ::

Ah! Lagi-lagi Tobi terlambat Update. Tapi tentu saja ini tidak di sengaja. Izinkan Tobi sedikit curhat Reader-San :3

Jadi di Hari Rabu, tepatnya jam pulang ngantor, Tobi kehujanan, kejebak macet pula. Setelah bersusah payah nyari tempat neduh, buat pake jas hujan, ternyata benda keramat itu gak di bawa. Mau lanjut neduh pun serasa bunuh diri karena setelan Tobi sudah cukup basah.

ya mau gimana lagi, ahirnya terpaksa hujan-hujanan. sialnya Tobi melupakan hal yang penting, dua benda pusaka (hp dan lapy) Tobi lupa di amankan. Alhasil mereka semua tewas karena mandi air hujan. Dan dengan sangat terpaksa besoknya Tobi bawa mereka ke dokter. Kata dokter sih parah-parah amat, tapi buat betulinnya butuh waktu. yah dari pada jadi bangke, ya udah betulin aja kan?

Lagi pula Tobi lagi bokek ahir bulan kaya gini. jadi gak mungkin beli pengganti mereka.

Lalu apa hubungannya dengan telat update?

Yap, karena mereka baru sembuh sore ini. Jadi Tobi baru bisa updatenya sekarang. Maaf Tobi juga manusia, butuh waktu buat menikmati maming :v

Abaikan kalimat terahir :v

Oh iya, Chapter ini gak ada bocoran kekuatan Chara. Niatnya sih mau buka kekuatan Sasuke, tapi Tobi belum siapin jutsu-jutsunya. Jadi hari ini libur dulu :v

Okeh terimakasih sudah membaca curhatan Tobi ^_^

Silahkan utarakan apa yang Reader-San fikirkan setelah membaca Chapter ini di Kolom Review. Terimakasih!