REMAKE NOVEL By : Shanty Agatha

You've Got Me From Hello

Cast : Oh Sehun, Park Chanyeol, Kris Wu, Byun Baekhyun, and others.

Warn : GS, typo

-ooOoo-

.

.

-oOo-

"Di dalam hatimu yang penuh cinta, ada aku yang sedang menenun kebahagiaan."

10

Chanyeol sudah ada di sana menunggunya, ekspresinya tampak cemas. Lelaki itu setengah berdiri ketika melihat Sehun mendekat.

"Sehun." Gumam Chanyeol menatap Sehun dengan penuh kerinduan. Tiba-tiba Sehun merasa kasihan kepada lelaki ini, lelaki yang begitu kuat dan berkuasa. Tetapi sekarang tampak begitu lelah dan berantakan, apakah itu karena dirinya?

"Sehun." Chanyeol menatap Sehun dalam ketika perempuan itu duduk di depannya, "Terimakasih sudah mau bertemu denganku dan memberiku kesempatan kedua. Aku.. aku ingin menjelaskan semuanya padamu.."

Sehun tersenyum lembut pada Chanyeol, "Aku sudah tahu semuanya, Chanyeol."

"Sudah tahu semuanya?" Chanyeol mengerutkan keningnya

"Iya." Sehun menganggukkan kepalanya, "Cheondung memberitahuku semuanya tentang kisah pertunanganmu dengan Kyungsoo. Dia meluruskan semua kesalahpahaman."

Itu adalah salah satu hal yang tidak pernah terpikirkan oleh Chanyeol. Cheondung memberitahu Sehun? Semuanya? Apa maksud Cheondung? Selama ini Chanyeol masih menyimpan kecurigaan dan mengira bahwa Cheondung juga menyukai Sehun. Tetapi dengan memberitahu Sehun dan meluruskan semua kesalahpahaman, bukankah Chaeondung sama saja membantu Chanyeol?

"Apa yang Cheondung beritahukan kepadamu?"

"Semuanya." Sehun menatap Chanyeol dengan lembut, merasa tidak tega ketika menemukan kepedihan di mata itu. Dia yang menyebabkannya. Kemarahannya waktu itu, ketika dia tidak mau menerima penjelasan Chanyeol telah membuat lelaki itu menderita.

"Dan apakah dia mengatakan bahwa aku tidak mencintai Kyungsoo sama sekali?" suara Chanyeol menjadi serak.

Sehun menganggukkan kepalanya, "Maafkan aku Chanyeol atas semua kesalahpahamanku kepadamu. Aku mengataimu lelaki jahat, aku menganggapmu sama brengseknya dengan Kris. Ternyata kau hanyalah lelaki yang terlalu baik hati."

Chanyeol mengernyit pedih. "Dan kebaikan hatiku ternyata membuatku tersiksa. Dulu aku mengira bisa menjalaninya bersama Kyungsoo. Toh pada awalnya aku mencintainya, aku pikir aku bisa menerima dan memaafkan... Tetapi kemudian seperti katamu, mudah memang untuk memaafkan, tetapi sulit untuk melupakan..." Chanyeol mendesah, "Setiap melihat Kyungsoo aku merasa muak, membayangkan harus menjalani hidupku bersamanya membuatku sangat tersiksa... Tapi janji sudah diucapkan dan harus ditepati, aku bertekad untuk menjalankannya." Mata Chanyeol menatap Sehun dalam-dalam, "Sampai akhirnya aku bertemu denganmu."

Sehun membalas tatapan Chanyeol dan membiarkan lelaki itu meraih jemarinya dengan lembut,

Chanyeol lalu melanjutkan. "Aku tidak pernah menyapa pelanggan manapun sebelumnya, apalagi seorang perempuan, sama sekali tidak pernah... Tapi kau membuatku tidak bisa menahan diri, kau dengan tubuh mungilmu dan ekspresi seriusmu ketika menghadap laptop membuatku melupakan semua aturanku. Aku menyapamu dan kau membalas sapaanku." Chanyeol menatap Sehun dengan penuh cinta, "Detik itu juga, ketika kau mengucapkan 'hello' kepadaku, kau sudah memiliki hatiku."

Sebuah pernyataan yang sangat indah. Mata Sehun tiba-tiba terasa panas. Lelaki ini sungguh tak disangka telah menumbuhkan cinta yang begitu dalam dan tulus kepadanya.

"Maafkan aku karena tidak mempercayaimu." Bisik Sehun lemah.

Chanyeol mengangkat bahunya, "Situasinya seperti itu, aku tidak menyalahkanmu. Aku sendiri juga salah, tidak menceritakan keadaanku dari awal padamu. Aku pikir aku bisa melepaskan diri dari masalah ini."

"Melepaskan diri?"

"Ya. Aku sedang berencana melepaskan diri dari Kyungsoo." Chanyeol tampak malu, "Rupanya aku tidak sebertanggungjawab yang kau kira. Ketika aku jatuh cinta, aku rela melakukan apapun demi memiliki kekasihku." Chanyeol tersenyum sedih, "Kau mungkin merasa aku lelaki yang rendah."

Bicara tentang Kyungsoo membuat Sehun teringat akan kata-kata Chaeondung, wajahnya berubah serius,

"Cheondung.. dia melakukan sesuatu untuk melepaskanmu dari Kyungsoo."

Chanyeol tampak terkejut, "Melakukan apa?"

"Dia bercerita bahwa sebenarnya yang diincar Kyungsoo adalah dirinya."

"Ah ya." Chanyeol tersenyum, "Kyungsoo mengejarnya setengah mati, tetapi kau tahu Cheondung. Dia tidak serius menanggapi Kyungsoo, hingga Kyungsoo berpindah padaku. Aku waktu itu kesepian, masih memendam kesedihan karena harus meninggalkan sekolah kokiku. Dan Kyungsoo menghujaniku dengan perhatiannya, pada akhirnya aku menerima bahwa dia adalah wanita yang akan berada di sisiku."

"Cheondung menceritakan pengkhianatan Kyungsoo kepadaku." Gumam Sehun dengan wajah prihatin.

"Ya. Itu juga." Wajah Chanyeol tampak serius, "Karena itulah aku memahami penderitaanmu. Bagaimana sakitnya ketika kita dikhianati oleh orang yang kita percayai. Aku paham sekali bagaimana rasanya, tetapi mungkin aku tidak sesakit dirimu karena pada akhirnya aku menyadari bahwa aku tidak mencintai Kyungsoo sedalam itu. Dan kurasa Kyungsoo juga tidak mencintaiku, mungkin aku hanyalah pelariannya dari Cheondung."

"Cheondung mengetahui itu Chanyeol, dan dia sudah bertekad untuk melepaskan Kyungsoo dari dirimu. Dia mendatangi Kyungsoo dan melamarnya."

"Apa?" Chanyeol terperanjat, menatap Sehun dengan kaget, "Apa katamu?"

"Cheondung merasa bahwa ini adalah waktunya dia yang bertanggung jawab untukmu. Dia berkata bahwa dia sudah begitu egois selama ini, dan membiarkanmu menanggung semuanya."

"Cheondung mengatakan itu kepadamu?" Chanyeol sungguh tidak menyangka Cheondung yang begitu tidak peduli kepada apapun mau melakukan ini untuknya.

"Ya Chanyeol. Dan Kyungsoo menerima lamaran Cheondung, dia akan membatalkan pertunangannya denganmu."

"Oh Astaga." Chanyeol tidak tahu bagaimana perasaannya. Di sisi lain dia merasa sangat lega karena bisa melepaskan diri dari Kyungsoo. Tetapi di sisi lain perasaan bersalah yang amat dalam memukulnya karena itu berarti dia membuat Cheondung yang terjebak bersama Kyungsoo selamanya, berakhir bersama orang yang tidak dia cintai. Cheondung akan sangat tersiksa, dan Chanyeol tidak mungkin membiarkan Cheondung menanggung semuanya.

Chanyeol mengetuk pintu apartemen Cheondung dengan keras, dan butuh sepuluh menit dia menunggu sampai Cheondung membuka pintunya. Adiknya itu tampaknya baru terbangun dari tidurnya,

"Ada apa hyung? Kenapa kau kemari tengah malam?" Cheondung mengangkat alisnya dan meminggirkan tubuhnya, memberi jalan Chanyeol untuk masuk.

Chanyeol melangkah masuk lalu berdiri di tengah ruangan dan menatap Cheondung dengan tajam.

"Aku sudah mendengarnya dari Sehun, kau melamar Kyungsoo."

Tidak ada ekspresi apapun di wajah Cheondung, "Oh. Ya kakak, maafkan aku belum memberitahumu. Tetapi aku dan Kyungsoo berencana untuk datang ke kantormu besok pagi dan mengatakan semuanya."

"Jangan berbuat bodoh demi diriku, Cheondung." Chanyeol bergumam pelan, ada kesedihan dan kesakitan di wajahnya, "Aku tahu kau sama sekali tidak mencintai Kyungsoo, kau akan menyiksa dirimu seperti yang kulakukan selama ini. Jangan lakukan Cheondung, Jangan lakukan demi diriku."

Cheondung tersenyum, lalu menepuk pundak kakaknya, "Jangan memohon kepadaku seperti itu hyung. Aku tahu kau melakukan segalanya untuk memikul tanggung jawab atas diriku, dan kurasa kini saatnya aku yang membalas budi."

"Kau adikku, dan aku tidak mungkin menjerumuskanmu dalam penderitaan seperti ini." Sela Chanyeol keras.

Cheondung mengangkat bahunya, "Dan kau hyungku, aku tidak akan rela kau kehilangan cinta sejatimu hanya karena sebuah tanggung jawab."

Chanyeol kehabisan kata-kata mendengar kata-kata Cheondung. Dia tersentuh. Selama ini dia mengira Cheondung egois, berniat menjalani hidup sesukanya dan tidak memikirkan orang lain. Adiknya ini ternyata sangat menyayanginya.

"Meskipun aku berterima kasih, aku tetap tidak akan membiarkan kau berakhir dengan Kyungsoo." Gumam Chanyeol akhirnya.

Cheondung menatap Chanyeol dengan bingung, "Tidak ada cara lain hyung, inilah satu-satunya cara. Pulanglah, milikilah Sehun, dan berbahagialah. Dan aku akan berusaha menjalankan peranku dengan sebaik-baiknya. Kalau dipikir-pikir Kyungsoo tidak terlalu buruk." Gumam Cheondung sambil tersenyum masam.

Chanyeol menggelengkan kepalanya, "Kau tidak tahu, aku merencanakan menjauhkan Kyungsoo dengan menggunakan Suho."

"Suho? Sahabatmu dari sekolah memasak itu?"

"Ya. Suho yang itu, aku menyuruhnya untuk mendekati Kyungsoo dan merayunya dengan segala pesonanya." Pipi Chanyeol tampak merona, sedikit malu, "Yah, memang aku menggunakan cara pengecut di sini, menusuk Kyungsoo dari belakang. Tetapi cara ini juga bisa menjadi bukti untukku apakah Kyungsoo benar-benar setia dan mencintaiku. Dia pernah mengkhianatiku sekali, dan aku ingin melihat, jika ada kesempatan, akankah dia mengkhianatiku lagi?"

"Dan ternyata?" Cheondung bertanya meskipun sepertinya dia sudah tahu jawabannya.

"Dan dia mengkhianatiku, dia menjalin hubungan dengan Suho, bahkan Suho bilang Kyungsoo tidak menolak ketika dia menciumnya. Kyungsoo mengira aku tidak tahu karena itu dia tetap memaksa melanjutkan pernikahan ini sambil terus mengungkit rasa tanggung jawabku."

"Dasar perempuan jalang." Cheondung mengumpat kasar, lalu mengangkat bahunya meminta maaf ketika Chanyeol melemparkan pandangan memperingatkan kepadanya, "Maafkan aku hyung, aku sudah sejak awal tidak menyukainya, apalagi ketika pada awalnya dia mengejarku, lalu mengejarmu, dan kemudian mengkhianatimu."

Chanyeol tersenyum lembut, "Dan kau dengan sukarela mau mengorbankan hidupmu untuk berakhir dengannya, hanya demi hyungmu ini."

"Bukan 'hanya'. Kaulah satu-satunya keluargaku yang tersisa di dunia ini. Aku akan melakukan apapun untuk membuatmu bahagia." Gumam Cheondung pelan.

Mata Chanyeol berkaca-kaca, "Dan aku akan melakukan semuanya juga, untuk membuatmu bahagia, Cheondung." Kedua kakak beradik itu berpelukan dengan penuh perasaan, lalu Chanyeol melepaskan pelukannya dengan canggung, karena sudah lama sekali dia tidak memeluk adiknya. Dia mengangkat alisnya dan menatap Cheondung ingin tahu, "Tantangan untuk memperebutkan Sehun dulu itu, kau sengaja ya?"

Cheondung terkekeh, "Aku hanya ingin sedikit mendorongmu."

"Sudah kuduga." Chanyeolmencibir, "Walaupun aku sempat sangat marah padamu, kau pandai sekali berakting."

"Dan kau sangat pencemburu, aku hampir tidak kuat untuk menyembunyikan tawa geliku waktu melihatmu marah dan mulai mengancamku." Cheondung akhirnya tertawa.

Chanyeol tersenyum malu, "Lakukan semua seperti rencanamu Cheondung, kurasa aku akan menggunakan Suho untuk menyelamatkanmu."

"Bagaimana caranya?" Cheondung menatap Chanyeol bingung.

"Kita akan menemukan cara." Chanyeol menghela napas panjang. Dia harus menemukan cara, karena dia tidak mungkin tega membiarkan Keenan menanggung semuanya untuknya.

"Cheondung mengorbankan diri untukmu? Sungguh tidak terduga," Suho terkekeh, "Bersyukurlah Chanyeol berarti kau sangat disayangi."

Chanyeol melemparkan pandangan serius kepada Suho, "Tetapi aku masih membutuhkanmu untuk menyelamatkan Cheondung, bagaimana hubunganmu dengan Kyungsoo akhir-akhir ini?"

Wajah Suho tampak masam, "Dia menghindariku akhir-akhir ini, kurasa dia mulai serius dengan Cheondung." Suho mengangkat alisnya menatap Chanyeol, "Sepertinya kali ini dia sungguh-sungguh ingin memiliki Cheondung."

Gawat. Chanyeol menghela napas panjang, kalau begini caranya, rencananya untuk menggunakan Suho sebagai senjata tidak dapat digunakan.

"Tetapi aku punya satu pemikiran untukmu." Suho bergumam misterius, membuat Chanyeol langsung memperhatikaannya. "Pemikiran yang mungkin harus kau selidiki Chanyeol, karena kupikir Kyungsoo membohongi kalian semua."

"Membohongi kami?" Chanyeol mengernyitkan keningnya, "Apa maksudmu?"

"Aku punya seorang nenek yang sudah tua di panti jompo, dia tidak dapat berjalan dan harus berada di kursi roda. Beliau hidup bersama kami di rumah keluarga kami dan aku menghabiskan banyak waktuku untuk merawatnya." Suho memajukan tubuhnya, "Dari pengalamanku itu, sepatu atau sandal yang dipakai oleh orang yang lumpuh biasanya solnya masih bagus seperti baru, karena sama sekali tidak pernah dipakai. Tetapi... kau tahu aku sering berkunjung ke tempat Kyungsoo, dan dia memakai sandal rumahnya di dalam... aku beberapa kali menggendongnya dan membantunya berpindah tempat. Dan aku sempat melihat, sol sandalnya sudah tidak seperti baru lagi dan sedikit aus... seperti sering dipakai berjalan-jalan."

Chanyeol tertegun, pemikiran itu sama sekali tidak pernah terbersit olehnya. Dia mendengar sendiri diagnosa dari dokter rumah sakit bahwa Kyungsoo akan lumpuh selamanya. Dan dia mempercayainya sampai saat ini. Tetapi mungkinkah Kyungsoo membohonginya? Batinnya langsung mengiyakan, yah, mungkin sekali Kyungsoo membohonginya, kelumpuhan itu adalah satu-satunya pengikat rasa tanggung jawab Chanyeol terhadap Kyungsoo. Dan jika Kyungso tidak lumpuh lagi, sudah pasti Chanyeol akan meninggalkannya.

"Mungkin kau bisa menghubungi dokter pribadi Kyungsoo dan meminta informasi." Suho bergumam memberi usul.

Chanyeol sudah pasti akan melakukannya, dan jika sampai dokter itu berbohong, dia pasti akan menyesalinya. Chanyeol akan melakukan segala cara untuk mendapatkan kebenaran.

Untunglah ketika resepsionisnya mengabarkan bahwa Cheondung datang mengunjunginya bersama Kyungsoo, Suho sudah meninggalkan kantor itu. Kalau tidak semuanya akan berubah menjadi drama yang buruk di antara mereka.

Chanyeol mempersilahkan dua orang itu masuk, berakting sebaik-baiknya seolah-olah dia tidak tahu apa-apa.

"Hai hyung." Cheondung masuk sambil mendorong kursi roda Kyungsoo, sempat-sempatnya dia mengedipkan mata kepada Chanyeol, membuat Chanyeol tersenyum masam.

"Hai Cheondung." Chanyeol menatap adiknya dan Kyungsoo bergantian, "Kau tidak bilang akan kemari, Kyungsoo, dan sungguh tidak disangka aku melihat kalian berdua datang bersama. Apakah kalian memang datang bersama, atau kalian bertemu di depan?"

"Kami memang datang bersama, Chanyeol." Kyungsoo tampak gugup, Chanyeol tampak begitu mendominasi di ruangan kantornya yang formal ini, dan tiba-tiba Kyungsoo merasa takut. Dia sudah pernah mengkhianati Chanyeol sekali dan dia melakukannya lagi, bahkan kali ini dengan adik kembar Chanyeol sendiri. Tetapi Cheondung sudah meyakinkannya bahwa Chanyeol tidak akan marah, karena dia tahu pasti bahwa Chanyeol tidak mencintainya. Dan lagipula, Kyungsoo berpikir bahwa dia berhak memiliki cinta sejatinya. Cheondunglah cinta sejatinya, lelaki yang sangat diimpikannya sejak dulu, dan sekarang ketika akhirnya bisa memiliki Cheondung di tangannya, Kyungsoo tidak akan pernah melepaskannya.

"Kami datang untuk mengatakan sesuatu kepadamu. Dan kami harap kau tidak marah." Cheondunglah yang angkat bicara, lalu dia meremas pundak Kyungsoo dengan lembut dan menenangkan Kyungsoo. "Katakan kepada Chanyeol, Soo."

Chanyeol menatap Kyungsoo dan Cheondung berganti-ganti, "Mengatakan apa?"

Kyungsoo meletakkan kotak cincin di meja di dekat Chanyeol, dia merasa mantap sekarang. "Aku ingin mengembalikan cincin pertunangan ini." Gumamnya.

Chanyeol mengangkat alisnya, "Mengembalikan cincin pertunangan? Apa maksudmu, Kyungsoo?"

Kyungsoo melirik ke arah Cheondung dan tersenyum ketika melihat Cheondung menatapnya penuh cinta dan memberi semangat, "Aku tidak mencintaimu Chanyeol, kurasa aku tidak pernah mencintaimu. Ketika Cheongdung melamarku, aku baru sadar bahwa selama ini aku hanya menganggapmu sebagai pengganti Cheondung."

Kurang Ajar. Meskipun sudah tahu, tetap saja Chanyeol tidak bisa menahan diri untuk mengumpat dalam hatinya. Kyungsoo menganggapnya sebagai pengganti tetapi dia dengan egoisnya menahan Chanyeol untuk dimilikinya. Bahkan Kyungsoo bertekad membawa hubungan mereka ke pernikahan. Wanita ini memang egois dan licik... sangat licik dan Chanyeol harus berhati-hati menghadapinya. Dia harus memikirkan informasi Suho tadi dengan baik dan bertindak dengan hati-hati pula. Kalau memang yang dikatakan Suho benar, itu akan menjadi senjata besar untuk menyelamatkan Cheondung.

"Kau melamar Kyungsoo?" Chanyeol berpura-pura terkejut, menatap Cheondung yang tampaknya berusaha menyembunyikan senyum gelinya,

"Aku melamarnya hyung. Karena aku tahu kau tidak mencintainya, dan Kyungsoo tidak mencintaimu. Kyungsoo mencintaiku dan aku pikir dia berhak untuk bahagia bersamaku."

"Aku sangat mencintai Cheondung, oppa. Aku harap kau mengerti." Kyungsoo menyela dengan bersemangat, "Aku ingin menikah dengan Cheondung dan hidup bersamanya selamanya."

Chanyeol tidak melewatkan ekspresi muak yang sempat terlintas di wajah Cheondung, tetapi kemudian adiknya itu menutupinya dengan baik.

"Well kurasa kalian berdua serius, aku bisa berbuat apa?" Chanyeol mengangkat bahunya, "Kurasa aku harus mengucapkan selamat."

Kyungsoo hampir memekik kegirangan karena jawaban Chanyeol itu. Dia lalu mendongak dan menatap Cheondung dengan senyuman penuh kemenangan.

"Jadi begitu ceritanya." Chanyeol bergumam lembut kepada Sehun. Mereka sedang berpelukan di sofa apartemen Sehun, setelah memakan makan malam yang khusus dimasakkan Chanyeol untuk Sehun. Setelah itu mereka melewatkan malam dengan bersantai dan menonton TV. Chanyeol bercerita panjang lebar tentang pertemuannya dengan Cheondung, pertemuannya dengan Suho, dan kedatangan Cheondung bersama Kyungsoo ke tempatnya untuk mengembalikan cincin pertunangannya.

Chanyeol menunduk lalu mengecup dahi Sehun yang meringkuk di dalam pelukannya dengan lembut, "Aku lelaki bebas sekarang Sehun, Lelaki bebas yang bisa kau miliki."

Sehun menenggelamkan tubuhnya di dada Chanyeol yang bidang dan memeluknya semakin erat,

"Aku senang bisa memilikimu, aku bahagia Chanyeol."

"Aku akan selalu menjadi milikmu Sehun, sekarang ataupun nanti." Chanyeol mendongakkan dagu Sehun, lalu mengecup bibirnya dengan lembut dan intens. "Dan semua impian kita akan terwujud, kau akan menjadi perempuan pertama yang kupuja dipagi hari ketika aku membuka mataku, dan menjadi yang terakhir kupeluk di malam hari ketika aku beranjak tidur."

"Kau sangat romantis." Sehun terkekeh ketika Chanyeol melepaskan kecupannya, "Dan aku suka."

Chanyeol tertawa, "Aku tidak pernah seperti ini dengan perempuan manapun. Kau tahu... semua orang menganggapku kaku." Chanyeol tersenyum malu, "Bahkan kadang aku merasa iri kepada Cheondung yang dengan mudahnya mengeluarkan kata-kata puitis untuk merayu seseorang."

Sehun tertawa, "Kau cukup puitis untukku kok." Dia memeluk Chanyeol dengan manja, lalu teringat sesuatu dan dahinya berkerut, "Jadi, apa yang akan kau lakukan selanjutnya, Chanyeol?"

"Mengenai mantan tunanganku itu?" Chanyeol mengangkat bahunya, "Well aku menganggap info dari Suho perlu ditindaklanjuti. Aku sudah menceritakan kepada Cheondung dan dia setuju untuk bersama-sama menemui dokter pribadi Kyungsoo besok."

"Kalau Kyungsoo memang berbohong, berarti dokter pribadi Kyungaoo ikut membantunya membohongimu." Gumam Sehun merenung.

Chanyeol mendesah, "Mau bagaimana lagi, dokter itu adalah dokter pribadi Kyungsoo selama bertahun-tahun. Dia adalah sahabat dekat kedua orang tua Kyungsoo, mungkin persahabatannya itulah yang menjadi alasan utamanya membantu menutupi kebohongan Kyungsoo. Tetapi bagaimanapun juga, aku dan Cheondung akan membuatnya bicara."

"Dari awal saya sebenarnya sudah tidak setuju dengan kebohongan ini." Tanpa diduga dokter pribadi keluarga Kyungsoo langsung mengungkapkan semuanya tanpa menutupi apapun. "Tetapi ayah nona Kyungsoo memohon kepada saya, dia meminta saya tidak memberitahukan kepada anda, bahwa nona sudah bisa berjalan... Dia menangis dan mengatakan bahwa nona akan bunuh diri kalau sampai anda meninggalkannya." Dokter itu mengangkat bahunya dengan menyesal. "Saya minta maaf atas kebohongan ini, saya memang bersalah. Tetapi pada waktu itu, saya memandang nona seperti putri saya, dan saya tidak tega menghancurkan hidupnya."

Cheondung dan Chanyeol saling melempar pandangan. Sekarang semua sudah jelas, Kyungsoo selama ini membohongi mereka dengan berpura-pura lumpuh.

Mereka bisa saja membawa semua bukti ini ke depan Kyungsoo, melemparnya ke mukanya, dan membuatnya malu. Tetapi itu tidak akan membuat Kyungsoo menyesal. Itu tidak akan membuat Kyungsoo membayar setimpal kebohongan yang telah dengan tega dilakukannya dengan kejam.

Cheondung menjemput Kyungsoo untuk makan malam bersama, Kyungsoo sudah berdandan secantik mungkin dan menunggu di kursi rodanya. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan, dan di mobil Kyungsoo menoleh kepada Cheondung dengan tatapan manja,

"Memangnya kita mau kemana Cheondung?" tanyanya mesra.

Cheondung tersenyum, matanya mengarah ke jalan di depannya, wajahnya tidak terbaca, "Kita akan makan di salah satu cafe milik Chanyeol, kau tidak keberatan kan? Makanan di cafe itu sangat enak dan suasananya romantis."

"Apakah Chanyeol akan ada di sana?" Kyungsoo mengeryitkan keningnya. Pasti suasana makan malam yang romantis akan rusak kalau Chanyeol ada di sana.

Cheondung melirik sedikit dan tersenyum, "Cafe itu miliknya, mungkin saja dia akan ada di sana, mungkin juga tidak."

.

.

.

TBC

Haiii maaf atas keterlambatan updatenyaaaa. Maaf juga atas typo yang bertebaran , typo always on/? :"

Saya bingung mau bilang apa lagi, yang pasti saya minta maaf yaa udah meninggalkan ff ini lama karena saya sempet sakit agak lama, lanjut persiapan ujian-ujian yang membuat kepala hampir pecah, dan kemarin laptopnya rada...gitu deh. Jadi saya minta maaf yahh

Thanks for review/foll/fav. Love youuu~ wkwk

REVIEW