Wehahahahahaha! Aku apdet-nya bareng sama Triple Six! Weaaaaah! *ditabrakin sama bajay*
Eh, tunggu! Apa karena aku habis ngetik fict rated M-ku, mesumnya nyasar nyampe sini?
Yah, terserahlah! Mau mesum atau nggak, terserah! Kissu-kissu dibanyaki!n! Rehoooo! *nebar kertas koran*
Sasuke : "Kemaren sekamar sama Nau-chan, sekarang… Fufufu…,"
Naruto : "Loe, author sialan…!"
Author : "Kok, gue lagi?"
Naruto : "Kenapa gu sama Sasuke bareng di … Gyaaaa!"
Author : "Udahlah, untung masih rate T, kalo rate M baru boleh marah,"
Naruto : "Hh, awas loe, Sasuke! Kalo loe megang-megang gue, gue tenggelemin!"
Sasuke : "Jangan marah, dong, Naru-chan,"
Author : "Udahlah, pembicaraan nggak penting! Baca, ya!"
Kantong muntah, kantong muntah!
Disclaimer : Masashi Kishimoto. *kapok disiksa sama OMAS*
Genre : Romance/Friendship
Rating : Gwaaaaahh! T, nih! Paham, 'kan?
Pairing : SasuNaru
Warning : Waaaakh, Yaoi! Kyaaaaaaaa, ada Shounen Ai! Boys Love? Uoooooohhh!
Don't Like, Don't Read
Enjoy ^^
xXx Hit 11 : I Say, I Love You Again xXx
-Kamar Naru AM 8.48-
"Huatchii!"
"Enak nggak, Sas?" tanya Naruto, niat ngeledek.
"Ugh, gue menderita, nih!" Sasuke ngegosok-gosok hidungnya.
"Makanya, jangan sembarangan nyium gue! Gue lagi sakit, loe malah nyium! Ketularanlah!" ucap Naruto sambil ngambil gelas di samping kasur yang Sasuke tidurin (kasurnya). "Minum, nih! Trus kalo bersin, tutup pake tissu, dong!"
"Iya, iya! Gue nurut, deh, sama my sweet Uke," Sasuke ngelus pipi Naruto. Naruto cuma manyunin bibir bawahnya. Sasuke senyum tipis.
"Heh, malah senyum-senyum! Gara-gara loe, kita nggak jadi pergi, tau!" Itachi yang duduk di kursi meja belajar Naruto ngelempar pensil ke arah Sasuke.
"Hih! Iya, iya! Ini salah gue!" Sasuke cemberut. Itachi bangkit dari duduknya, "Gue ambil makanan buat loe dulu! Jangan macem-macem! Kalo loe macem-macem, penyakit loe tambah parah!" Itachi ngomong begitu sebelum nutup pintu kamar Naruto.
Tersisalah dua cowok yang saling pandang.
"Apa?" tanya Naruto dingin.
"Loe manis," jawab Sasuke sambil mandang mata safir Naruto.
"Jangan ngigau aneh-aneh, Teme," Naruto berbalik menuju pintu kamar, tapi Sasuke narik tangannya sampe Naruto jatuh, nindihin Sasuke yang tiduran.
"A-apaan, sih, loe? Sialan!" Naruto berusaha berdiri, tapiSasuke udah buru-buru meluk pinggangnya.
"Jangan pergi!" desis Sasuke di telinga Naruto. Naruto akhirnya pasrah aja dipeluk Sasuke.
"Sasuke, gue nggak bisa nafas, tau!" ujar Naruto sambil berusaha ngelepasin pelukan Sasuke. Setelah bersusah-payah berusaha ngelepasin pelukan Sasuke, Naruto langsung berdiri n mau lari ninggalin Sasuke. tapi, Sasuke cepet-cepet megang pergelangan tangan Naruto, bikin Naruto berhenti n noleh ke arah Sasuke dengan tampang pucet.
"A-apaan? Lepasin, Teme!" Naruto berusaha ngelepasin tangannya.
"Kalo mau pergi, cium gue dulu," Sasuke natap Naruto pake tatapan mesum. Naruto cemberut, tapi akhirnya nurut aja disuruh nyium Sasuke. Naruto ngedeketin wajahnya ke wajah n nyium bibir Sasuke. Sasuke ngeraih belakang Naruto, biar Naruto nyium-nya lama.
"Naruto, loe nggak sarapa-!" Deidara berhenti ngomong pas ngeliat Naruto lagi nyium Sasuke. Sasuke ngelirik Deidara, terus nge-death glare Deidara.
"Gwaaah!" Itachi yang baru masuk ke kamar Naruto ikutan bengong.
Naruto ngelepasin ciumannya, lalu natap ItaDei, "Liat apa loe berdua?" tanya Naruto dingin. Doi jalan ke arah pintu n turun ke lantai 1. Deidara buru-buru nyusul Naruto, ninggalin Itachi yang natap Sasuke pake tatapan iri.
"Apa? Iri?" Sasuke senyum ngeledek.
"Sialan loe, Baka Otoutou! Ciuman sama Naru-chan di depan gue!" Itachi nge-death glare.
"Emang kenapa? Lagian, loe bukan pacarnya! Ngapain mesti keliatan kayak cemburu gitu?" balas Sasuke.
"Naru-chan itu puny ague!" ujar Itachi. Doi maju selangkah ngedeketin Sauke.
"Naru-chan punya loe? Yang ada, tuh, punya gue!" Sasuke nggak mau kalah. "Dasar Baka Aniki Keriputan! Gue nyesel punya sodara kayak elo!"
"Loe ngeledek gue, ya, Dasar Baka Otoutou!"Itachi mau ngamuk-ngamuk gaje, tapi kerah belakang pakaiannya digenggam seseorang.
"Pergi sana! Di kamar gue dilarang bikin rusuh!" kata Naruto sambil nge-death glare Itachi. Itachi keluar kamar Naruto n meletin lidahnya ke arah Sasuke sebelum nutup pintu kamar Naruto.
"Makasih, Naru-chan! Gue jadi tertolong," Sasuke senyum n bikin Naruto sedikit blushing.
"Nih, jatah loe! Itachi lupa ngebawa!" Naruto nyodorin piring berisi makanan ke depan muka Sasuke.
"Suapin, kek! Gue sakit, jadi susah," Sasuke bikin-bkin alas an. Naruto nyipitin matanya, "Loe bukan anak TK lagi! Makan sendiri, dong!"
"Gue sakit, Naru-chan~," Sasuke masang tampang melas.
"Nggak mau! Makan sendiri, dong!"
"Naru cha~an,"
Dengan ogah-ogahan, Narutopun nurutin permintaan Sasuke. Sasuke nyengir kesenangan.
"Cih! Cih! CIH!" Naruto ngomel-ngomel gaje.
"Naru-chan, loe suka pergi ke gunung, nggak?" tanya Sasuke.
"Tiap tahun gue ke sana cuma buat liat pemandangan musim gugur doang! Kenapa? Ada masalah?" jawab Naruto ketus.
"Oh," Sasuke ngelus dagunya. "Berarti, loe udah pernah liat semua pemandangan di gunung yang pernah loe kunjungin?"
"2/3-nya udah pernah guee liat semua," kata Naruto.
"Sama ortu loe?"
"Sendirian,"
"He? Kok, sendirian?" Sasuke heran.
"Gue lebih sering keluar sendirian! Gue suka ketenangan," Naruto ngehela nafas, "Kalo sama ortu gue, palingan Kaa-san sama Otou-san mesra-mesraan,"
"Jadi, loe jalan-jalan sendirian?" Sasuke bangkit dari tidurnya, lalu jalan ngedeketin Naruto.
"Iya, gue nggak suka ngeliat yang 'begituan'," Naruto masang muka asem.
"Kalo gelakuin 'begituan', mau?" Sasuke berbisik di telinga Naruto pake nada menggoda.
"Mau kalo sama lo-!" Naruto buru-buru nutup mulutnya n nengok ke arah Sasuke yang nyeringai mesum.
"Mau apa mau?" Sasuke meluk pinggang Naruto dari belakang. Naruto blushing, "Sas, le-lepasin! Loe lagi sakit! Ntar gue ketularan, tau!"
"Nggak akan, kok," Sasuke ngeratin pelukannya. Naruto merinding, doi pengen banget ngehjar Sasuke kalo Sasuke lagi begini. Sasuke ngelirik wajah Naruto yang merah gitu. Sasuke nyeringai setan, "Mulai?"
"Hah? Apa maksud-gwa!" Naruto kaget karena Sasuke langsung ngegendong dia n nurunin di kasur.
"Mau?" tanya Sasuke.
"… ," Naruto diem aja. Mukanya udah merah banget karena wajahnya Sasuke 1 senti di depannya.
"Itu gue anggap sebagai jawaban 'iya'," Sasuek amkin ngedeketin wajahnya ke wajah Naruto.
"Teme, gue ng-mmh!" Naruto kaget karena Sasuke langsung nyium bibirnya dengan cepat. Sasuke nahan kedua tangan Naruto. Naruto berusaha ngelepasin tangannya, tapi nggak berhasil sampe Sasuke ngelepas ciumannya.
"Teme, gue bilang nggak mau! Ntar gue ketuaran elo, tau!" Naruto ngegosok mulutnya. Sasuke senyum, "Gue bisa denger apa yang hati loe katain,"
Naruto blushing ngedenger kata-kata Sasuke barusan. Sasuke tertawa kecil, "Udahlah. Naru-chan, temenin gue tidur, dong, kal ini,"
"Nggak mau! Loe keliatannya udah sembuh, jadi gue mau bilang ke Kaa-san loe," Naruto keluar kamar n jalan ke lantai 1, ke ruang keluarga (Kushina n Mikoto lagi di situ).
"Naru-chan! Nanti di Villa, gue sekamar sama elo, ya?"
"Nggak mau!"
-Ruang Makan PM 12.3-
"Sasuke, kau sudah sembuh?" tanya Fugaku.
"Masih sakit," jawab Sasuke singkat.
"Oh," Fugaku nerusin makannya.
"Hn," balas Sasuke.
"Itachii, Sasuke nggak akrab, ya sama Otou-san-nya, un?" tanya Deidara ke tachi. Itachi ngangguk, "Iya, sejak lahir Sasuke begitu, jawab singkat kalo ditanya sama Otou-san,"
"Oh, gitu, ya, un?" Deidara ngangguk-ngangguk paham.
"Kaa-san, jadi pergi, nggak?" tanya Naruto ke Kushina.
"Jadi, asal Naru makan sampe habis," jawab Kushina.
"Gheh, pasti makan! Aku udah cukup makan!" Naruto ngegenggam sumpit sampe patah.
"Jangan ngelawan, Naru! Nurut sama Kaa-san!" Kushina nge-gebrak mja.
"Iya, iya! Gara-gara Kaa-san, sup-nya muncrat, tuh!" Naruto ngomel-ngomel.
"Cepet habisin! Kalo nggak, Naru nggak diajak!" ancam Kushina.
"Uwaaa! Iya, iya, Naru habisin!" Naruto akan dengan cepat. Minato heran, biasana 'kan Naruto sering banget nolak ajakan. Kali ni, kok, malah…
"Nanti malem berangkat! Jadi, nyampe di sana pagi," jelas Minato sampe minum teh-nya.
"Yaudah, Naru beresin baju dulu," Naruto bangkit dari duduknya.
"Sama gue, dong," pinta Sasuke. Naruto ngelirik Sasuke sekilas, lalu ngelanjutin perjalanan ke kamarnya.
-Skip aja, ah! Author lagi gak ada inspirasi! Namikaze cs n Uchiha cs udah nyampe gunung-
-Villa, AM 6.4-
"Naru, mandi dulu!" ujar Kushina sambil ngetuk pintu kamar Naruto n Sasuke. Naruto ngerjapin matanya beberapa kali, lalu nyingkirin selimut yang nutupin tubuhnya tadi.
"Naru-chan, mau mandi?" tanya Sasuke yang baru bangun n ngeliat Naruto masuk ke kamar mandi.
"Iya, emang kenapa?" tanya Naruto.
"Ikutan!" Sasuke langsung meluk Naruto. Naruto kaget, "Sasuke, lepas! Gu-gue mau mandi!"
"Sama gue, ya, mandinya?" pinta Sasuke sambil nyium pipi Naruto sekilas.
"Nggak! Loe belum sikat gigi, jadi jangan cium gue!" Naruto ngelap pipinya yang habis dicium sama Sasuke. Sasuke nyengir-nyengir nggak jelas, "Mau apa nggak?"
"Nggak! Udah sana, gue mau mandi! Ntar loe malah ngintip gue," Naruto ngedorong Sasuke keluar kamar. Sasuke mendengus n jalan ke ruang makan.
"Sas, jorok loe! Belum mandi, 'kan?" tebak Itachi.
"Kamar mandi lagi dipake sama Naru-chan," kata Sasuke.
"Mandi bareng ajalah, un," bales Deidara yang lagi ngurus sesuatu (makan) di situ.
"Nggak boleh sama Naru-chan," kata Sasuke sambil ngambil muniman Itachi. Itachi sewot. "Sas, itu punya gue! Bikin sendiri, bego!"
"Dikit doang, pelit!" Sasuke ngembalikin minunya Itachi, terus jalan ke kamar.
-Naru udah selesai mandi-
"Ghe! Dingin banget, sih! Harusnya gue mandi pake air panas aja, ya," gerutu Naruto kesal sambil make celana.
'Hari ini, apa gue ngomong ke Sasuke aja?' batin Naruto sambil rebahan di kasur. Matanya ngeliat ke langit-langit kamar. 'Iya nggak ya?'
"Uwa, dingin!" Naruto buru-buru ngambil bajunya. Baru aja mau make baju, pintu kamar diketuk seseorang. Naruto ngira yang ngetuk Kushina jadi Naruto nyuruh buka aja pntunya. Pas Naruto ngeliat siapa yang masuk, Naruto kaget.
"Teme? Ngapain loe masuk?" bentak Naruto sambil ngeraih selimut buat nutupin tubuh bagian atasnya.
"Tadi 'kan disuruh masuk," jawab Sasuke sambil jalan ke arah Naruto. "Lagi pake baju ya? Mau gue bantuin?"
"Nggak! Keluar sana!" Naruto ngelempar bantal ke Sasuke, tapi Sasuke berhasil ngehindar. Sasuke ngedeketin Naruto. "Boleh nggak gue liat tubuh loe?" tanya Sasuke mesum. Naruto nampar pipi Sasuke. "Nggak boleh! Keluar, Teme!"
"Nggak akan sampe gue ngeliat elo," Sasuke ngeraih kedua pergelangan tangan Naruto.
"Teme, lepas! Lepas!" teriak Naruto. Sasuke nutup mulut Naruto pake bibirnya. Naruto berontak sampe Sasuke ngelepasin ciumannya.
"Teme jelek! Gue nggak suka elo!" bentak Naruto marah. Doi make bajunya n keluar kamar.
"Hh, lumayan," Sasuke nyusul Naruto.
-Luar Villa AM 7.13-
"Teme, berhenti ngejar gue! Gue capek!" teriak Naruto, masih tetep lari.
"Kalo capek berhenti aja," balas Sasuke, masih ngejar Naruto.
"Mau apa, sih, elo ngejar gue? Gue capek Teme! Capek!" teriak Naruto lagi.
"Kalo gitu, berhenti aja. Entar gue ngegendong loe ke villa!" kata Sasuke.
"Cih! Males banget! Mending lari-lari!" Naruto nambah kecepatan larinya. Tapi, Sasuke berhasil ngejar Naruto. Emang gak ada yang bisa nandingin sang juara 1 lomba lari Marathon.
Sasuke nyeringai setan, "Mau kemana loe?" Sasuke ngeraih pergelangan tangan Naruto. Naruto berusaha ngelepasin, tapi nggak bisa. Sasuke nyengkramnya kenceng banget.
"Lepas Teme! Sakit!" Naruto bales nyengkram pegelangan tangan Sasuke sampe merah, tapi Sasuke nggak ngerasa sakit. Sasuke ngebisikin sesuatu, "Nurut sama gue, ntar loe gue cium 10 menit sekali," Setelah ngebisikin itu, Sasuke natap mata safir Naruto. Naruto mendelik, "Lepas dulu, baru gue mau nurut sama elo,"
Sasuke ngelepasin cengkramannya, "Jangan kabur, lho,"
"Iya, iya! Teme bawel, jelek lagi!" Naruto ngelus pergelangan tangannya yang memerah.
"Bukan bawel, tap cerewet. Bukan jelek, tapi ganteng," ralat Sasuke sambil ngegandeng Naruto, entah mau kemana.
"Jelek, jelek banget!" Naruto ngomong jelek dengan niat. Sasuke senyum ngeliat tingkah Naruto yang menurutnya kayak anak kecil.
'Walau elo cowok (preman lagi), elo manis banget,' batin Sasuke.
-Entah ada di mana, agak jauh dari villa, naik ratusan anak tangga AM 8.41-
"Ca~pek! Teme, gendong gue di punggung loe," pinta Naruto. Sasuke ngelirik Naruto, "Bentar lagi, sabar aja, Naru-chan. Orang sabar, giginya lebar," ujar Sasuke.
"Loe kata, gue ini kelinci, apa!" Naruto kesel.
"Udahlah… Oke, sampai!" Sasuke ngelepasin gandengannya, lalu ngerentangin tangannya. Naruto ngeliat pemandangan di depannya, "Uwa, gue belum pernah ke tempat ini! Loe tau darimana?"
"Insting alami…," jawab Sasuke asal-asalan.
Angin musim gugur bertiup lumayan keras, bikin sebagian daun-daun yang kemerahan terbawa angin. Naruto nangkep satu daun yang tertiup angin, "Ini lambang kasih sayang juga, kan?"
"Iya, ternyata loe tau, ya," jawab Sasuke sambil tersenyum.
"Kenapa dijadiin lambang kasih sayang?" tanya Naruto heran.
"Sirup mapel manis, 'kan? Persis kayak harapan orang-orang akan kasih sayang. Kalo ada kash sayang, orang berharap munculnya kata-kata manis, tindakan baik, pikiran positif atau juga senyuman," jelas Sasuke sambil ngeraih sehelai daun. Naruto ngangguk-ngangguk paham.
"Sa… suke?" panggil Naruto.
"Apa?" tanya Sasuke sambil natap Naruto yang juga lagi natap dia.
"Ini juga dipake sebagai tanda hadirnya cinta, 'kan?" tanya Naruto lagi.
"Yap, 100 buat Naru-chan," Sasuke ngacungin jempolnya.
Naruto senyum tipis, "Dengan ini, gue mau ngomong sesuatu sama loe," Naruto nyodorin daun yang tadi dipegangnya. Sasuke heran, "Ngomong apaan?"
Naruto narik nafas dalem-dalem, lalu dihembusin lewat mulut. Ditatapnya lagi mata onyx Sasuke yang mandang dia dengan heran. Setelah yakin 99, 99 %, Naruto mulai ngomong.
"Gue… suka sama loe," kata Naruto sambil natap Sasuke serius.
"Ha-hah? Loe ngomong apa?" tanya Sasuke, berusaha ngetes telinganya.
"Gue suka sama elo! Gue udah bilang ini pas musim panas, tapi loe-nya nggak denger. Jadi, gue ngomong lag sekarang," ujar Naruto tegas. Sasuke masih aja nggak percaya sama yang dia denger. Naruto nyatain cinta? Bukannya selama ini Naruto benci dia? Ternyata bener apa yang dikatain Radja, Benci Bilang Cinta.
"Loe nggak bo'ong, 'kan?" tanya Sasuke.
"Gue serius, bego! Liat mata gue, apa gue keliatan bo'ong?" Naruto natap Sasuke lebih serius. Sasuke nelen ludah, 'Iya, sih, keliatan serius. Tapi, bener, nggak, tuh?' batin Sasuke.
Naruto ngomong lagi, "Belakangan ini… gue sering mikir kalo loe… lumayan menarik, walau rada-rada sering bikin jengkel. Tapi…,"
Naruto berhenti sebentar. Sasuke udah dag-dig-dug nunggu kelanjutannya.
"….itulah yang bikin gue tertarik sama loe," Naruto sadar nggak sadar senyum n bikin Sasuke blushing. Jarang-jarang liat Naruto senyum. Kalo senyum, manis banget, oy!
"I-itu… nggak bo'ong, 'kan?" tanya Sasuke lagi.
"Daun-daun yang gugur menjadi saksi," Naruto nunjuk pohon-pohon yang daunnya kemerahan. Sasuke nunduk. Naruto nggak tau kalo Sasuke lagi nyembunyiin ekspresinya yang seneng banget, nyengir-nyengir nggak jelas.
"Naru-chan, gue bahagia!" Sasuke langsung meluk Naruto dengan cepat.
"Huwaa! Teme, lepas! Gue nggak mau dipeluk elo!" Naruto berusaha ngelepasin dirinya dari pelukan Sasuke. Sasuke natap Naruto, "Nggak mau dipeluk sama orang yang loe suka, hn?"
Naruto blushing sampe lupa nafas. Lupa dia kalo udah ngomong suka ke Sasuke. Sasuke senyum ngeliat wajah Naruto yang merah begitu.
"Te-Teme!" panggil Naruto tanpa natap Sasuke.
"Hn, ada apa?" Sasuke ngebelai rambut Naruto.
"Cium… gue lagi!" perintah Naruto. Sasuke melongo sebentar, "Ha?"
"Cium! Nggak mau, ya?" Naruto natap Sasuke. Entah kenapa, Sasuke ngerasa Naruto yang lagi natap dia kayak pake puppy eyes no jutsu. Sasuke senyum ngalah, "Yaudahlah, sini,"
Sasuke ngeraih pipi Naruto. Naruto mejamin matanya pelan-pelan. Sasuke nelen ludah gugup sebelum ngedeketin wajahnya ke wajah Naruto. Naruto ngegenggam tangan Sasuke erat banget. Sasuke nelen ludah lagi sebelum bibirnya nyentuh bibir Naruto.
"Ng," Naruto ngeliat ke semua arah. Sasuke heran, "Kenapa, Naru-chan?"
"Perasaan aja, atau emang ada yang ngeliatn kita?" kata Naruto.
"Hm, perasaan aja, mungkin," Sasuke nggak peduli ada yang liat atau nggak. Kalo ada yang liat, silakan jadi saksi pernyataan cinta Naruto.
"Teme, balik ke villa, yuk!" ajak Naruto. Sasuke senyum, lalu ngangguk, "Iya, ayo,"
"Gendong gue di punggung loe, Teme!"
"Ha? Nggak, ah! Gue capek!"
-Villa AM 9.29-
"Hee, Dei-chan, tau, nggak?" tanya Itachi ke Deidara pas Sasuke n Naruto sampe di villa. Itachi sama Deidara lagi duduk di depan villa.
"Tau apaan, un?" Deidara balik nanya.
"Ada pasangan baru," jawab Itachi sambil ngelirik Sasuke n Naruto. Naruto blushing, Sasuke sewot karena ngerasa diledekin. Deidara ikutan ngelirik Sasuke n Naruto, "Oh, kira-kira siapa, ya, yang jadi pasangan barunya, un?"
"Ng~, siapa, ya?" Itachi ngelirik Sasuke yang keliatan nggak peduli n Naruto yang makin merah aja mukanya.
"Na-Naru-chan, ke kamar, yuk!" Sasuke narik Naruto ke dalem. Naruto nurut-nurut aja. Itachi n Deidara ketawa-ketiwi gaje gitu pas Sasuke n Naruto masuk.
"Untung elo ngajak gue nyari Sasuke n Naruto, un! Dapet gambar bagus, nih, un," Deidara nunjuk layar hape-nya.
"Iyap! Naru-chan udah suka sama Baka Otoutou, tuh!" Itachi ketawa-ketiwi.
"Hidup bahagia, ya, Sasuke, Naruto, un!" kata Deidara pelan, terus ketawa-ketiwi kecil.
"Hehehe, kok, kita kayak orang gila, ya? Ketawa-ketiwi gaje gini," kata Itachi.
"Iya, ya, un. Udahanlah, un! Lanjutin mijetin kaki gue, un!" Deidara ngegetok kepala Itachi pake hape.
""Iya, Dei-cha~n,"
-Kamar SasuNaru 9.46-
"Sas, capek!" Naruto ngipasin dirinya pake buku.
"Mandi aja pake air es," usul Sasuke.
"Ntar gue malah sakit, bego!" Naruto ngejitak kepala Sasuke. Sasuke ngelus-elus kepalanya. "Kenapa wujud rasa cinta loe selalu pake kekerasan, sih, Naru-chan?" tanya Sasuke.
"Siapa yang cinta sama loe?" gerutu Naruto kesal. Sasuke ngebisikin sesuatu ke telinga Naruto, "Lupa tadi ngomong apa ke gue, hn?"
"Ukh! Iya, iya! Gue cinta sama elo!" kata Naruto males. Sasuke nyengir kesenengan. Naruto nutupin mukanya pake bantal. Sasuke nyingkirin bantal yang nutupin muka Naruto. "Aishiteru, Naru-chan," kata Sasuke.
"Heh, bosen gue dengernya," gumam Naruto. Sasuke ngeraih pipi Naruto. "Gue nggak bosen ngomongnya, karena gue cinta elo selamanya," Sasuke ngedeketin wajahnya ke wajah Naruto. Naruto mendengus, lalu meluk leher Sasuke.
"Mm… A-Aishiteru, Sasuke," ucap Naruto pelan pas Sasuke ngelepas ciumannya. Sasuke senyum. "Akhirnya loe ngomong juga ke gue, Naru-chan," Sasuke meluk-meluk Naruto kesenengan.
"Le-lepasin, Teme!" Naruto berusaha ngelepasin pelukan Sasuke yang kenceng banget.
"He, loe keringetan, Naru-chan," Sasuke ngelepasin pelukannya.
"Gu-gue kurang nafas, tau! Gara-gara dipeluk loe!" kata Naruto kesal sambil ngatur nafasnya.
"Mandi?" tawar Sasuke.
"Iya, deh," Naruto jalan ke kamar mandi. Sebelum Naruto nutup pintu kamar mandi, Naruto mendelik ke arah Sasuke. "Awas kalo ngintip! Gue nggak akan bilang, "Aishiteru," ke elo lagi!" ancam Naruto.
"Nggak ngintip, kok," kata Sasuke. Pas yakin Naruto udah nutup pintu kamar mandi, Sasuke nyeringai. "Tapi, mandi bareng," gumam Sasuke pelan pake nada setan.
-Kamar mandi (karena di kamar mandi gak ada jam, jadi nggak tau sekarang jam berapa)-
Naruto lag berendam dalem bath-tub yang isinya air dingin (gak dingin-dingin amat, kok) sambil ngekhayal. Ngekhayal kalo dirinya sama Sasuke lagi mandi bareng gitu (kok, Naruto ketularan mesumnya Sasuke?). Entah kesambet setan apa, Naruto ngekhayal dirinya sama Sasuke lagi…
"Ya-ha! Naru-chan, I'm coming!"
Naruto kaget banget bagaikan ngedenger suara petir dewa Zeus yang ngamuk. Naruto noleh ke arah pintu kamar mandi yang terbuka. Naruto ngerasa rahangnya mau copot n mukanya panas banget. "SASUKE! NGAPAIN LOE DI SINI? GIMANA LOE MASUK?" teriak Naruto.
"Menyelinap adalah salah satu keahlian gue," jawab Sasuke santai. Sasuke masuk ke kamar mandi n ngunci dari dalem. Setelah itu, Sasuke nyengir mesum n jalan ngehampirin Naruto yang nenggelamin wajahnya ke dalem air. "Mau gue gosok punggung loe, Naru-chan?" tawar Sasuke tanpa ngelepasin senyuman mesumnya.
"Blup… blup blup… blup!" jawab Naruto yang masih nenggelamin wajahnya dalem air. (translate: "Nggak! Pergi sana!")
"Nggak jelas, deh, jawabnya," Sasuke merhatin Naruto yang masih demen nenggelamin wajahnya. Setelah nunggu selama 8 detik, Naruto ngangkat wajahnya dari dalem air. Belum sempat Naruto narik nafas, Sasuke langsung nyium bibirnya.
"Huah, Teme! Apa-apaan, sih! Dasar nyebelin! Tukang ngintip! Mesum! Hentai! Hobinya buruk! Pueh, pueh!" Naruto komat-kamit gaje sambil nyiram mulutnya pake air, terus kumur-kumur. Sasuke nyengir nggak bersalah. "Masa', sih, gue nyebelin?" kata Sasuke.
"Emang elo nyebelin! Nyesel gue ngomong "Aishiteru" ke elo!" kata Naruto.
"Boleh gue ikut berendam?" tanya Sasuke.
"Nggak boleh! Keluar, Teme!" Naruto ngelempar sabun ke arah Sasuke. Sasuke berhasil ngehindar n nyemplungin diri ke dalem bath-tub Naruto. Naruto mendelik. "Sasuke, keluar!" bentak Naruto marah.
"Nggak mau. Jarang-jarang gue mandi sama loe," Sasuke meluk-meluk Naruto. Naruto pucat. "Sa-Sasuke! Jangan sampe 'itu' loe nyentuh 'itu' gue!" bentak Naruto.
"Ide bagus, ayo lakukan," ujar Sasuke.
"Nggaaaaaaaaaaakk!" Naruto teriak sekenceng-kencengnya.
"Diem, dong!" Sasuke ngunci mulut Naruto pake bibirnya. Naruto berusaha ngedorong tubuh Sasuke biar menjauh, tapi nggak bisa. Sasuke baru ngelepasin ciumannya pas Naruto kesulitan nafas.
"A-apa, sih! Sasuke nyebelin!" Naruto keluar dari bath-tub (Naru udah nutupin bawahnya pake handuk) n ngegosok mulutnya yang terus-terusan jadi korban ciuman Sasuke. Sasuke senyum puas. "Udah selesai, 'kan mandinya? Gue gendong, deh!" Sasuke ngeraih handuk buat nutupin bagian bawah tubuhnya, terus ngegendong Naruto.
"Teme, turunin! Gyaaa~aaaaaaaaa!" Naruto teriak-teriak. Sasuke ngelirik Naruto yang meronta dengan ganasnya. "Jangan gerak-gerak begitu, ntar jatuh!" Sasuke meringatin Naruto.
Sasuke nurunin Naruto di kasur. Naruto langsung narik selimut buat nutupin tubuhnya. "Keluar loe, Teme! Gue mau pake baju dulu!" usir Naruto.
"Kita 'kan sesama laki-laki, apa salahnya kalo kita saling liat?" tanya Sasuke.
"Salah banget! Loe itu mesum! Gue nggak suka sama elo!" bentak Naruto.
"Terus, kenapa bilang "Aishiteru" ke gue?" tanya Sasuke lagi.
"Itu tadi, buka sekarang!" jawab Naruto. "Buruan keluar, Teme!"
"Gue pake baju dulu, baru keluar. Masa' gue keluar sambl telanjang?" Sasuke ngambil pakaiannya. "Apa? Mau liat gue telanjang?" tanya Sasuke pas nyadar kalo Naruto lagi merhatiin dia.
"Si-siapa yang mau! Teme nyebelin!" Naruto nyembunyiin diri dibalik selimut. Kesempatan buat Sasuke pake baju, deh.
4 menit dalem selimut, rada sesak nafas juga. Naruto ngebuka sedkit selimutnya n ngitip Sasuke. Wajahnya Naruto langsung merah begitu ngeliat pemandangan err… silakan Readers bayangin sendiri. Naruto berusaha ngatur nafasnya yang nggak teratur. Naruto berusaha ngehapus bayangan-bayangan yang tadi diliatnya. Lagi assoy-assoynya ngatur nafas, selimut dibuka sama Sasuke.
"Naru-chan kenapa? Kok, merah mukanya?" tanya Sasuke heran.
"Nggak kenapa-napa! Keluar sana! Gue mau pake baju!" Naruto nampar pipi Sasuke. Sasuke ngelus-elus pipinya. "Yawdah, deh!" kata Sasuke sambil nyium pipi Naruto sekilas, terus ngibrit keluar kamar sebelum dihajar Naruto.
"Huh! Apaan, sih!" Naruto ngelus pipinya yang tadi dicium. Yakin kalo Sasuke udah keluar kamar n nutup pintu, Naruto cepet-cepet pake baju, terus lari keluar villa. Nggak betah diem di dalem villa, Naruto keluar cari suasana.
"Naru-cha~an!"
Naruto berhenti jalan n noleh ke belakang. Nggak usah noleh aja Naruto tau siapa yang ngomong. Yap, Itachi yang manggil. Itachi jalan ngedeketin Naruto. "Sasuke-nya kemana? Nggak bareng Sasuke?" tanya Itachi ramah.
Naruto ngamatin Itachi. Walau keliatannya ramah, sebenernya Itachi lagi mau ngegodain dia aja. Naruto mendengus. "Gue nggak bareng dia, gue juga nggak tau Sasuke kemana," jawab Naruto acuh nggak acuh.
"Mau sama gue, nggak?" tanya Itachi sambil senyum. Naruto diem aja. Setelah diem sebentar, Naruto ngejawab. "Terserah loe aja," Naruto jalan ninggalin tachi.
"Hei, Naru-chan!" panggil Itachi lagi.
"Apa?" tanya Naruto males.
"Sasuke nggak galak, 'kan?" Itachi balik nanya.
"Mestinya, elo yang kakaknya tau," jawab Naruto ketus.
"Biasanya, pacarnya lebih tau," Itachi ngerangkul Naruto.
"Hah? Siapa yang-!"
"KEPARAT LOE, ITACHIIII!"
Sasuke langsung nendang kepala Itachi sekenceng-kenceng. Itachi ngelepasin rangkulannya n megangin kepalanya yang puyeng. Sasuke narik Naruto ke pelukannya. "Jangan sentuh Naru-chan gue pake tangan nista loe, Itachi!" kata Sauke dengan setengah ngebentak.
"Heh? Adik macam apa yang berani nendang kepala kakanya sampe berdarah gini?" Itachi nunjuk dahinya. Tadi setelah ditendang Sasuke, Itachi kejedot pohon n dahinya berdarah. Kira-kira, bisa geger otak, nggak?
"Sas, kakak sendiri loe bikin begini! Dasar adik paling kejam!" sindir Naruto yang bikin Sasuke bagai tertusuk jarum beracun.
"Hh, mesti diobatin, nih!" Itachi jalan ke villa.
"Ah, Itachi! Gue bantuin!" Naruto ngejar Itachi. Sasuke merasa ditiban meteor pas denger itu. Tachi nyengir kesenengan. "Bener, nih, Naru-chan?"
"Iya, sni!" Naruto ngeraih tangan Itachi n nyeret ke dalem vlla. Sasuke mendelik ke arah tachi yang meletin lidah ke arahnya. Mau nggak mau Sasuke ngikutin Naruto sama Itachi, deh.
"Diem n jangan gerak! Kalo gerak, gue lempar pake tv," kata Naruto sambil nunjuk sofa. Itachi nurut n duduk di sofa, diikutin Sasuke. "Kayaknya, Naru-chan nambah derita loe, Chi!" bisik Sasuke.
"Gue harus nggak gerak! Kalo gerak, bisa tambah parah!" Itachi komat-kamit gaje. Sasuke sweatdrop.
"Oke, kita mulai operasi!" kata Naruto.
"Naru-chan, jangan sakit-sakit, ya. Pelan-pelan aja," pinta Itachi yang muknya pucet banget. Pasalnya, si Naruto bilang kata-kata tadi dengan tampang kayak penculik yang mau ngambil organ dalem korbannya.
"Iya, gue pelan-pelan," Naruto ngehela nafas.
Mohon nunggu sebentar...
"Selesai," Naruto nyeka keringetnya (Cuma ngobatin dahi yang berdarah doang aja sampe keringetan gitu. Naruto lebay! *dibunuh Naruto*).
"Loe jago ngobatin luka, ya, Naru-chan?" tanya Sauke heran.
"Hn, loe tau 'kan kalo gue suka berantem. Resiko berantem adalah terluka. Gue sering liat Kaa-san ngobatin luka gue, jadi gue bisa ngobatin walau dikit-dikit," jelas Naruto panjang kali lebar dibagi dua. Itachi n Sasuke ngangguk-angguk gaje.
"Makasih, Naru-chan! Uke adik gue emang t-o-p b-g-t!" Itachi nyium pipi Naruto. Sasuke langsung miting Itachi sampe Itachi ko'it (bo'ong, kok. Cuma pingsan doang).
"Hei, Naru-chan," panggil Sasuke. Naruto noleh ke Sasuke. "Apa?"
"Gue sayang elo!" Sasuke meluk Naruto. Naruto kaget n buru-buru ngelepasin pelukan Sasuke, tapi Sasuke nggak mau ngelepasin. "Jangan ngurusin Itachi yang bukan pacar loe, dong! Gue 'kan jadi cemburu," jelas Sasuke.
"Hn, cuma nolongin doang, kok, Sas," kata Naruto.
"Gue suka sama loe," ucap Sasuke buat kesekian kalinya.
"Nggak bosen loe ngomong kayak gitu ke gue terus?" tanya Naruto.
"Nggak akan. Kalo gue berhenti ngomong, elo bakal lupa perasaan gue ke elo itu kayak apa," jelas Sasuke. Naruto mendengus. "Gue bakal inget terus, kok, Sas! Emang gue kakek-kakek yang udah pikun?"
"Naru-chan, hape loe bunyi, tuh!" Sasuke nunjuk hape Naruto yang bordering. Naruto ngambil hape-nya n ngebaca sms.
"Dari Gaara," jawab Naruto pas Sasuke nanya itu sms dari siapa.
"Nanya apaan?" tanya Sasuke lagi.
"Cuma ada kata, "Bagus, Naruto". Gitu doang," jawab Naruto sambil nunjukin layar hape-nya. Sasuke ngambil hape Naruto n ngebaca sms dari Gaara. Pas lagi kusyuk melototin hape Naruto, hape-nya Sasuke bunyi. Sasuke langsung ngambil hape-nya.
"Apaan, sih, si Hyuuga?" kata Sasuke heran sambil ngangkat sebelah alisnya. Naruto ngerebut hape Sasuke n ngebaca sms dari Neji. Yang tadi dibaca Naruto n Sasuke isinya gini, "Jangan ngecewain Naruto, Sas"
"Maksudnya apa, sih?" Naruto heran. Sasuke juga. Walau tuh sms udah dibaca berkali-kali, Sasuke tetep aja nggak 'ngeh'.
"Wah, reaksinya cepat, ya…?"
Naruto sama Sasuke noleh ke arah Itachi yang lagi berkutat dengan hape-nya. Tachi yang ngerasa diperhatiin, noleh ke arah SasuNaru sambil nyengir menang. "Gue ngasih tau ke seeeeemua temen loe kalo Naru-chan bilang suka ke elo, Sa-su-ke," jelas Itachi pas ngeliat tampang bingung SasuNaru.
"E-elo ngeliat…?" tanya Naruto dengan nada iblisnya.
"Iya, bukan gue aja, Dei-chan juga," jawab Itachi tanpa rasa takut dihajar Naruto. Wong dia udah sering gebuk-gebukan bareng Sasuke, jadi kalo sama Naruto, sih, keci~il. Kalo sama Deidara, Itachi baru takluk.
"Sialan! Gue bakal bunuh loe!" Naruto ngangkat meja n siap ngelempar meja ke muka Itachi.
"Naru-chan, biarin aja. Kalo semua orang di kelas gak percaya kalo loe bilang suka ke gue, tinggal panggiil Itachi yang jadi saksi," hibur Sasuke yang kedengerannya manfaatin Itachi.
"GIMANA GUE DATENG KE SEKOLAH BESOK! MAU DITARUH DI MANA MUKA GUE, TEMEEE! GUE MALUU!" (Naruto)
"Tenanglah, Naru-chan. Gue nggak akan bikin loe malu," (Itachi)
"BERISIK!" (Naruto)
"Berangkat aja bareng gue. Nanti kalo malu, tinggal peluk gue, deh," (Sasuke)
"ITU MALAH NGEYAKININ SEMUANYAAAAAAA!" (Naruto)
"Naru-chan serem," (ItaSasu)
"KUBUNUH KALAN, DASAR DUO UCHIHA MESUM!" (Naruto)
Dan dari luar villa, terdengar suara derap langkah kaki ItaSasuNaru yang lagi lari-lari, rintihan ItaSasu dan bentakan Naruto sampe malem hari.
Yay, T-B-C datang lagi!
Huwooooooooooooooooooooo! Apa ! Kenapa begini! Apa karena aku belum beli komik lagi? *dilempar bom sama Kaa-san* (Kaa-san: "Udah beli 6 komik, masih belum puas juga!")
Huum, jadi gaje gini, ya? Apa mesumnya kelewatan? Apa lebih baik diganti rated-nya? Apa typo(s) makin merajalela? Huu… aku payah banget, ya…? (Readers: "Emang!")
Naruto: "Bego-san,"
Author: "Apa?"
Naruto: "Besok mulai sekolah, 'kan, sama kayak elo dan Readers?"
Author: "Iya, loe sekolah chap depan,"
Naruto: "Males,"
Author: "Hn,"
Naruto: "Yowislah, gue pergi dulu,"
Author: "Bagagialah dengan Sasuke, Nauto~!"
Naruto: *nyiram karya-karya author*
*Bales Review*
Author: "Mau kabur ke mana loe semua?"
SasuNaru: "Uuh,"
Kaze or wind
Sasuke: "Emang gue begitu?"
Author n Naru: "Iya, ngambil kesempatan dalam kesempitan,"
Naruto: "Gue udah bilang 'aishiteru' ke Sasuke,"
Sasuke: "Naru-chan, aku bahagia!" *meluk Naruto*
Author: "Apa bener tambah romantic? Makin gaje malah,"
Safira Love SasuNaru
Author: "Masa', sih, tambah bagus?"
Sasuke: "Aku mau ngomong…,"
Naruto: "Apaan?"
Sasuke: "…nggak jadi, deh!"
Naruto: "Ukh! Gue cium, nih!"
Author: "Iya, ya. Naruto tambah berani,"
Sasuke: "He, mau gue cool? Ntar kalo gue cool, nggak bisa nempel-nempel sama Naru-chan, dong!"
Akayuki Kaguya-chan
Sasuke: "Bukan cuma dikau saja yang bahagia, gue pun sangat bahagia! Oh, sekasur sama Naru-chan,"
Naruto: *blushing*
Author: Wakakakakak! Happy SasuNaru day!" (Readers: "Udah nggak nyambung, telat lagi!")
DeiNaru: "Setuju! Seme harus berkorban demi Uke-nya!"
ItaSasu: "Baiklah, demi Uke-ku tercinta! Walau aku harus luka-luka!"
Kuronekoru
Author: "FugaMiko n MinaKushi lagi jalan-jalan ke gunung, tuh! Orang tua macam apa yang tega ninggalin anaknya, ya?"
MinaKushi n FugaMiko: "Lu yang nyuruh!"
Author: "Oke, masukkan diterima! Tapi mungkin, aku bakal sering lupa, nih!" *taboked*
Uchirasen
Author: "Wahahaha! Bahagianya aku! Kissu-kissu di chap ini cukup, 'kan?"
Sasuke: "Gue belum puas,"
Meyra Uzumaki
Sasuke: "Iya, gue kecanduan! Bibirnya Naru-chan manis, sih!"
Naruto: "Hn, gue gampang berubah kalo bareng Sasuke,"
Namikaze RyuuKitsune
Author: "Iya, jadinya 'Seme-Seme takut Uke'!"
Naruto: "Sasuke yang bikin gue begitu. Uh, gue takut gelap,"
Sasuke: *matiin lampu*
Naruto: "Gyaaa! Teme!" *langsung meluk Sasu*
Sasuke: "Tunggu saja saat musim dingin tiba!"
Author: "Waw, maaf aku nggak bisa apet kilat. Yah, gak dapet permen, deh," *pundung*
Reishita Marina
Author: "Benarkah fict ini SasuNaru banget? Kyaaaa, senangnya! Boleh, kok, silakan!"
Makasih atas review-review kalian semua! ^^
*Minta Review*
Author: "Sasuke~… Naruto~…," *ngaktifin puppy eys no jutsu*
Sasuke: "Apa?"
Author: "Bantuin,"
Sasuke: "Hh, yaudah, deh!" *narik Naruto ke pelukannya*
Naruto: "Teme!"
Sasuke: "Kalian, para Fujoshi yang kemarin tengah merayakan SasuNau day, minta reviewnya, ya? Sebenernya chap ini mau diapdet kemarn, tapi nggak sempat. Jadi, berikanlah review,"
Author: "Okeh! Makasih!"
Sasuke: "Duit,"
Author: "Mumpung gue baru dapet duit, nih!" *ngasih Sasu 100 ribu*
Sasuke: "Waw, dua kali lipat dari kemaren! Tengkyuh!"
Senpai-Readers yang baik hati, kasih review, dong! Saia bahagia bila ada yang review walau hanya satu huruf! Kasih, ya? Ya? Ya? *maksa* *disetrum sampe gosong*
SEE YOU NEXT CHAP!
