True love, right !
Disclamire : kuroko no basuke milik fujimaki tadoshi sensei.
Chap. 11
OOC, typo bertebaran dimana-mana!
Terima kasih minna untuk review'annya.
Maaf belum bisa membalasnya.
Selamat membaca dan jangan lupa tinggalkan reviewnya yah :)
.
.
.
Matahari mencoba mengusik seorang wanita yang tengah tertidur dengan nyenyaknya. Matahari sepertinya berhasil karena wanita itu mulai membuka matanya yang menampakan iris madunya. Kise mencoba mencerna dimana ia berada karena tempat ini sangat tidak asing baginya. Yang jelas ini bukan kamar tidurnya. Pintu kamar itu terbuka dan menampakan sosok sahabatnya, midorima shintarou.
"Ohayou"
"Ohayou midorimachi"
Midorima meletakan nampan yang berisi roti dan susu coklat di meja kecil disamping tempat tidur yang kise tiduri dan midorima duduk dipinggir tempat tidur itu.
"Ah ini kamar mu ya midorimachi. Jadi semalam aku menginap disini lagi ternyata."
"Kau menangis ditaman lalu tertidur dimobil ku saat aku mau mengantarkan mu pulang. Tentu aku bingung mau membawa mu kemana, ke apartemen mu tapi aku tidak menemukan kuncinya dimana."
"Hah ? Yang benar. Mana tas ku sekarang"
Midorima mengambilkan tas kise dan memberikannya. Kise mulai mengelurkan semua isi tasnya dengan wajah panik. Ya sepertinya kise melupakan dimana kunci apartemennya.
"Huaaaahhh aku tidak menemukan kunci apartemen ku. Bagaimana ini midorimachi."
"Ceroboh. Bisa-bisanya menghilangkan kunci apartemen mu."
"Ayolah jangan ceramah, tolong aku."
"Hubungi saja akashi dan pinjam kunci miliknya"
"Benar"
.
.
.
Kise berada di lobby apartemen kuroko setelah tadi menolak midorima untuk ditemani dan menyuruhnya pulang. Rasanya enggan untuk naik lift dan menekan bel apartemen kuroko. Tapi kalau tidak begitu maka kise tidak akan bisa pulang ke apartemennya, toh ini semua karena kecerobohannya karena sudah menghilangkan kunci.
Akashi memang menyuruhnya untuk mengambil kunci diapartemen kuroko dan tidak ada yang salah toh akashi tidak marah-marah karena kecerobohannya tetapi yang membuat dirinya enggan adalah sikap akashi didepan kuroko yang dingin dan mengesalkan. Kise memutuskan untuk bersikap seperti biasa dan menekan tombol lift. Saat pintu lift terbuka terlihat sosok akashi didalamnya. Akashi keluar dari lift dan melihat kise yang masih terlihat seperti orang bingung didepannya.
"Ryouta"
"Ah ya seichi"
"Kau ceroboh lain kali kau melakukan hal seperti ini lagi ku pastikan kalau kau tidak akan ku pinjamkan kunci. Dan semalam kau tidur dimana ?"
"Iya iya tidak akan kuulangi lagi. Semalam aku tidur di apartemen midorimachi"
"Ternyata itu kelakuan mu yang sudah punya calon tunangan, tidur ditempat laki-laki lain"
"Lalu kau sendiri bagaimana, menginap ditempat wanita lain saat punya calon tunangan. Bukankah kita sama saja"
"Aku tidak punya calon tunangan"
"Lalu siapa calon tunangan yang kau maksud tadi, aku sepertinya tidak punya calon tunangan"
"Benarkah. Merengek kepada kaa-san ku dan meminta pengumuman pertunangan bukankah berarti kau calon tunangan ku"
"Merengek ? Oh ayolah aku tidak pernah merengek. Dan kau bukan calon tunangan ku. Berikan kuncinya."
Akashi memberikan kuncinya setelah itu kise pergi dengan raut wajah yang terbilang cukup emosi. Akashi walaupun terlihat tenang namun sebenarnya ia kesal dengan apa yang dikatakan kise tadi. Akashi akhirnya mengejar kise. Begitu menemukan kise, akashi manarik kise kesebuah taman yang tidak jauh dari apartemen itu.
Sampai ditaman suasana hening tercipta. Kise memalingkan wajahnya kearah jalan yang ada didekat taman itu dan akashi menatap kise dengan tajam.
"Apa mau mu, ryouta ?"
"Apa maksud mu bertanya seperti itu, harusnya tanya pada diri mu sendiri. Kau tahu midorimachi itu hanya sahabat ku saja, menginap dirumah sahabat sepertinya tidak jadi masalah. Dan kenapa kau membahas masalah pengumuman pertunangan itu sekarang, kau bisa menolaknya dulu."
"Jangan pernah menginap disembarang tempat mulai sekarang. Kata-kata ku absolut dan kau harus menurutinya"
Akashi meninggalkan kise yang masih bingung dengan kata-katanya tadi.
.
.
Kejadian ditaman membuat kise merasa kesal. Apa maksudnya tadi perbuatan akashi. Melarangnya menginap disembarang tempat tetapi dirinya dengan seenaknya menginap disembarang tempat. Tidak adil. Itulah yang kise rasakan.
"Apa-apaan sikapnya tadi mengesalkan. Apa dia cemburu karena aku menginap ditempat midorimachi-" kise menghentikan ocehannya sendiri dan wajahnya kini memerah karena kata-katanya sendiri.
Apa benar seichi cemburu tapi kan dia tidak peduli pada ku dan selalu saja membuat ku kesal, batin kise.
Mendapat kesimpulan seperti itu kise akhirnya tersenyum walaupun belum tentu kesimpulannya itu benar tapi toh itu bisa membuat mood nya membaik.
.
.
.
Kise melihat semua teman-teman kuroko sudah berkumpul seperti aomine, momoi, murasakibara, midorima, dan juga kuroko serta akashi. Mereka tengah menunggu untuk menaiki pesawat yang akan membawa mereka semua berlibur sembari merayakan ulang tahun kuroko.
Kise sama sekali tidak menegur akashi dan sebaliknya sejak kejadian kemarin.
"Oi kise"
"Iya aominechi ada apa ?"
"Koper mu besar sekali. Kita itu berlibur hanya 3 hari 2 malam bukan sebulan"
"Ah ini isinya semua kebutuhan ku aominechi"
"Wah kebutuhan ki-chan banyak sekali ya padahal hanya liburan sebentar loh"
"Apa kau membawa semua isi lemari mu,kise"
"Ah momochi dan midorimachi ini koper ku isinya pokoknya kebutuhan ku ko"
Akashi mendengar percakapan mereka dan melihat koper yang dibawa oleh kise yang terbilang koper terbesar dibanding yang lain. Untuk isi akashi tahu apa yang dibawa oleh kise dan menyebabkan kopernya besar seperti itu.
Setelah menunggu 30 menit semua masuk kedalam pesawat. Akashi mengambil bangku untuk duduk berdua bersama dengan kuroko. Kise ingin duduk bersama midorima namun karena kejadian kemarin dia urungkan dan memilih duduk bersama dengan momoi dengan alasan ke midorima ingin mengobrol dengan sesama perempuan menganai urusan perempuan. Akashi yang melihat itu hanya menyeriangi tipis.
Perjalanan mereka dipesawat selama 2 jam dilanjut dengan perjalanan bis juga kapal laut. Ternyata mereka berlibur disebuah pulau dengan hamparan pasir putih dan tentu suasana tropis yang hangat.
"Kyaaaa senangnya bisa berlibur ditempat indah ini, iya kan ki-chan, tetsu-chan" seru momoi dengan wajah senangnya.
"Iya momoi-chan aku juga senang" jawab kuroko.
Semua berkumpul disebuah ruangan untuk pembagian kamar dan ternyata mereka mendapat kamar sendiri-sendiri dan itu juga belaku untuk kuroko dan akashi. Kise senang ya sangat senang.
Kise memasuki kamarnya dan takjub karena fasilitas kamar yang terbilang mewah. Ia mulai membereskan pakaiannya didalam lemari dan juga mengamankan tas snack yang ada di kopernya dalam lemari. Selesai membereskan pakaian kise memutuskan untuk tidur dulu sebelum berkumpul lagi dengan yang lain toh perjalanan tadi cukup melelahkan sekali untuknya dan mungkin untuk yang lain juga.
.
.
.
Tok Tok Tok
Kise menggeliat dalam tidurnya. Merasa terganggu dengan ketukan pintu namun dirinya masih berusaha mengabaikannya tetapi ketukan itu masih terus saja dan akhirnya dengan malas kise bangun dan membukakan pintunya. Sosok midorima pun tampil didepannya.
"Oh ayolah midorimachi. Aku masih mengantuk. Ada apa ?"
"Ini sudah jam makan malam, semua sudah berkumpul lebih baik kau cuci muka dan bergabung dengan yang lainnya"
"Ah ya ya ya"
Kise mencuci mukanya dan mengganti bajunya kemudian pergi keruangan makan untuk bertemu dengan yang lainnya. Ternyata apa yang dikatakan midorima benar semua sudah berkumpul.
"Oi model dada rata lama sekali sih, kau itu kebo atau manusia susah sekali dibangunkan"
"Ahominechi ! Jangan bahas fisik orang sembarangan ! Dan aku bukan kebo tahu"
CKRIS
"Ryouta, daiki kalau masih berisik kalian bisa bercumbu dengan gunting ku dulu sebelum makan malam"
"Maaf akashi / seichi" ucap kise dan aomine bersamaan.
Selesai makan malam semua berkumpul disebuah ruangan sembari mengobrol dan bertukar cerita satu sama lain. Namun kise tidak fokus dengan cerita orang-orang disekitarnya. Ia hanya fokus pada snack-snack murasakibara yang begitu familiar untuknya. Ia pun memutuskan untuk bertanya pada murasakibara mengenai snack-snack itu.
"Ano murasakichi boleh aku bertanya"
"Silakan saja kise-chin"
"Ano snack-snack itu kau membelinya dimana ? Karena setahu ku snack itu hanya ada di prancis. Apa murasakichi abis dari prancis ?"
"Ah benarkah. Aku dapat ini dari aka-chin"
Kise mencari sosok yang murasakibara maksud dan begitu menemukannya ia menatap penuh dengan rasa curiga.
"Ada apa ryouta. Ada yang mau ditanyakan"
Semua menoleh ke arah kise yang masih menatap akashi dengan penuh kecurigaan. Tidak menjawab pertanyaan akashi, kise berlari meninggalkan ruangan itu menuju kamarnya untuk memeriksa sesuatu.
Semua bingung dengan sikap kise barusan yang tiba-tiba pergi setelah menatap akashi dengan tatapan curiga dan setelah bertanya mengenai snack pada murasakibara.
"Ada apa dengan si dada rata itu, tiba-tiba pergi"
"Aomine-kun tidak sopan memanggil orang seperti itu, dan jangan mengejek fisik seseorang seenak mu"
"Dai-chan jahat dan mesum"
"Oke oke berhenti berceramahlah tetsu, satsuki"
"Kise-chin aneh sekali ya, apa aka-chin tahu kenapa dengan kise-chin"
"Aku tidak tahu, atushi. Dan aku pamit untuk kekamar duluan ya semua dan tetsuya nanti aku akan menemui mu"
"Baiklah sei"
Akashi meninggalkan ruangan itu dan berjalan menuju kamarnya. Sampai akhirnya ia mendengar teriakan absurd dari kamar kise.
"Kyaaaa snack ku hilang semua !"
Itulah teriakan absurd itu.
Kise keluar kamar dan mencari sosok yang ia yakin telah mencuri snacknya. Entah keberuntungan atau apa ia bertemu dengan sosok itu lebih cepat.
"Seichi ! Kau mencuri snack ku yah ?"
"Kau menuduh ku mencuri"
"Iya sangat menuduh karena murasakichi bilang ia dapat snack yang mirip dengan snack punya ku itu dari kau !"
"Ah mau ku adukan pada shintarou menganai snack mu itu"
"Adukan saja tapi kembalikan semua snack ku !"
"Kau bisa lihat snack mu itu sudah pada atushi"
"SEICHI NO BAKA !" Kise berteriak sampai semua orang mendengarnya dan berlarian keluar ruangan. Karena mendengar nama akashi dan juga baka. Tentu hal yang tragis pasti akan terjadi karena akashi pasti akan memberikan neraka pada orang yang mengatainya bodoh barusan.
Akashi hanya berjalan meninggalkan kise yang habis berteriak dan semua orang berlarian kearah kise.
"Kau kenapa kise-kun" tanya kuroko
"Iya kise-chin kenapa berteriak seperti itu" sambung murasakibara
Kise tidak menjawab pertanyaan kuroko dan murasakibara. Ia berbalik badan dan melihat sosok akashi yang semakin menjauh dan ia pun mengejarnya sambil berteriak "AKASHI SEIJUURO SINI KAU !". Akashi menengok kebelakang dan melihat kise berlari kearahnya dan ia pun berlari.
Kuroko hanya berdiri mematung melihat kejadian didepannya dan yang membuat dirinya kaget adalah akashi tersenyum setelah kise dengan asal memanggilnya dan tadi berteriak mengatai dirinya BAKA. Ini baru pertama kali kuroko melihat akashi seperti itu, biasanya akashi akan dengan senang hati melempar guntingnya pada siapapun yang asal memanggil namanya apalagi sampai mengatai dirinya. Baka. Hatinya dan dadanya terasa sakit dan sesak. Semua kesimpulan aneh memenuhi isi kepala kuroko saat ini.
Momoi dan aomine menyadari akan perasaan kuroko saat ini. Tapi ia pun masih kaget dengan pemandangan didepannya itu.
Kise masih terus mengejar akashi sampai akhirnya ia menyerah dan duduk sambil menangis.
"Hueeeeeee seichi jahat sekali. Itu kan coklat dari nee-chan yang dibelikan dari prancis. Aku belum mencicipinya. Hueeeeee seichi jahat"
Akashi tidak tahan menahan tawanya melihat kelakuan kise yang seperti anak kecil itu. Dia pun tertawa sebelum akhirnya ia menghampiri kise.
"Berhenti menangis seperti itu ryouta"
"Hueee tidak mau. Setelah mencuri snack kau malah mengetawai ku barusan, kau memang jahat seichi. Jahat sekali"
"Ini aku sisakan satu coklatnya untuk mu"
"Hueee tidak mau satu"
"Mau diambil atau ku berikan pada atushi"
"Hueee sini buat aku saja"
Kise mengambil coklatnya dan akashi mengelus surai keemasan kise lalu pergi meninggalkan kise.
Kise masih belum mencerna kejadian yang menyita banyak perhatian orang itu dan ia bahkan belum menyadari bahwa akashi tertawa dengan lepasnya karena ia menganggap akashi tertawa karena puas mengerjainya tanpa melihat bahwa akashi sangat bahagia dan terlebih sebelum pergi akashi mengelus rambutnya dengan pelan. Pikiran kise masih pada semua snack-snacknya yang dicuri akashi.
Kuroko tanpa banyak bicara berjalan menuju kamar akashi. Aomine, momoi, murasakibara, kembali keruangan untuk mengobrol bersama lagi. Midorima berjalan menghampiri kise.
"Kise"
"Midorimachi"
"Apa yang terjadi, huh ?"
"Seichi mencuri snack ku dan diberikan pada murasakichi"
"Snack. Jadi kau masih suka mengemil. Sebenarnya tidak masalah tapi akan jadi masalah bila berat badan mu naik dan alex meminta ku menyusun menu diet mu. Jadi keputusan akashi tadi aku dukung dan ku rasa akashi tidak salah dengan mencuri snack mu"
"Sudah sudah jangan ceramah lagi, aku masih sedih"
"Kise"
"Apa"
"Kenapa menghindari ku"
"Heh ?"
"Aku tidak akan mengulang pertanyaan yang sama"
"Aku tidak menghindari mu ko, kenapa berpikir seperti itu midorimachi ?"
"Tidak tahu. Hanya merasa seperti kau menghindari ku saja"
"Ah apa karena belum ku peluk dan cium" goda kise
"BAKA !"
"Jangan malu-malu ah midorimachi"
"Baka" midorima pergi meninggalkan kise dengan wajah yang memerah.
Kise pun menyusul midorima dan menggandengan tangannya dengan manja sembari terus menggoda midorima.
Kise dan midorima bergabung bersama yang lain. Dan semua menanyakan perihal kejadian tadi dan kise pun mulai cerita soal snack-snack tercintanya yan dicuri. Semua hanya tertawa mendengar cerita kise, ternyata model yang biasanya menjaga asupannya agar tubuhnya tetap terjaga malah suka mengemil tengah malam. Murasakibara dengan baik hati membagi coklat ke kise namun midorima mengambilnya dan tidak mengizinkan kise memakan coklat itu lagi karena ia sudah melihat kise memakan 1 bungkus coklat sebelumnya. Kise hanya menggembungkan pipinya karena kesal.
.
.
Akashi sedang asik membaca novelnya dikamar, sampai pintu kamarnya diketuk dan ia membukakan pintunya.
"Tetsuya"
"Sei, sedang apa ?"
"Membaca buku"
"Sei, kenapa dengan kise-kun tadi ?"
"Menanyakan ryouta. Kau kesini hanya untuk menanyakan ryouta, ku rasa itu tidak penting"
"Penting karena ku lihat kau tersenyum dengan semua perlakuan kise-kun yang mengatai mu baka. Bila aomine-kun atau yang lain pasti kau dengan senang hati melempar gunting mu itu"
"Jadi kau mau aku melempar gunting pada ryouta"
"Tidak. Aku hanya tanya kenapa dengan mu dan kise-kun saja"
"Ryouta membawa banyak snack dan aku mengambilnya lalu ku berikan pada atushi. Ryouta itu penggila snack dan kau tahu pekerjaannya bukan, itu akan mendatangkan masalah nanti untuknya"
"Kau peduli pada kise-kun"
"Bukan peduli hanya saja aku senang menjahilinya seperti itu. Kau cemburu tetsuya"
"Menurut mu"
"Wah wah wah tetsuya ku yang sedang cemburu terlihat manis sekali"
"Jangan menggoda ku seperti itu sei"
"Tidak menggoda ko, itu kenyataannya dan tidurlah disini tetsuya temani aku"
"Tidak mau"
Akashi hanya tersenyum dan memeluk tetsuyanya. Ya mungkin akashi tadi kelewatan sampai tetsuya nya merasa cemburu tapi tetsuya yang cemburu begitu manis dan menggemaskan dimata akashi.
.
.
.
Hari sudah hampir tengah malam dan kise kembali ke kamarnya namun langkahnya terhenti saat melihat kuroko ada di taman dekat kamarnya dan ia pun menghampiri kuroko.
"Kurokochi sedang apa malam-malam disini"
"Aku menunggu kise-kun"
"Kenapa tidak memanggil ku saja daripada menunggu ku sendirian disini, kurokochi"
"Tidak apa kise-kun"
"Ada hal yang mau kurokochi bicarakan pada ku ?"
"Iya ada hal yang mau ku bicarakan"
"Tentang apa ?"
"Tentang seijuuro-kun"
Kise mengambil tempat duduk di samping kuroko. Setelah kuroko bilang akan membahas mengenai akashi rasanya kise tahu alur pembicaraannya kemana. Keduanya belum sama sekali membuka suara untuk memulai topik itu. Keduanya masih menyelami pikiran masing-masing.
"Kise-kun menyukai sei ?" Kuroko memulai pembicaraan.
"Iya kurokochi. Aku menyukai seichi"
"Kau tahu kalau sei itu milik ku dan hanya milik ku seorang"
"Aku tahu"
"Lalu apa kise-kun berniat untuk merebut sei dari ku"
"Aku tidak akan merebut seichi dari kurokochi tapi aku akan membuat seichi menyukai ku dan memilih ku pada akhirnya nanti"
"Menyerahlah kise-kun itu percuma"
"Aku tidak akan menyerah kurokochi karena seichi itu milik ku"
"Kau salah kise-kun, sei akan tetap manjadi milik ku dan aku percaya itu"
Suasana menjadi tegang dan canggung. Baik kuroko dan kise keduanya serius dengan ucapan mereka. Kise bangkit dari duduknya dan menepuk pundak kuroko sembari berkata " aku serius dengan yang ku katakan kurokochi dan maafkan aku". Lalu kise berjalan meninggalkan kuroko. Belum jauh kise berjalan kuroko berdiri dan memanggil kise. "Kise-kun maaf juga aku serius dengan ucapan aku dan maaf karena aku tidak akan mengalah kali ini". Setelah mengucapkan itu kuroko pun pergi dan kise hanya terdiam mematung mendengar perkataan kuroko barusan.
.
.
.
Tanpa kuroko dan kise sadari midorima berdiri tidak jauh dari tempat mereka bicara dan mendengar semua percapakan mereka. Hatinya terasa sakit dan dadanya terasa sesak. Sakit dan sesak karena sikap kise yang begitu sangat ingin memiliki akashi padahal dirinya selalu menunjukan hal yang mengisyaratkan bahwa ia sebenarnya menyukai dan mencintai kise dengan tulus. Midorima pun berbalik badan berniat meninggalkan tempat itu sampai ia menangkap sosok pemuda dibelakangnya dengan surai merahnya berdiri dengan wajah datarnya.
"Akashi"
-Bersambung-
Huaah bisa juga curi-curi waktu buat nulis fic ini ditengah ujian dan tugas yang menyebalkan.
Untuk beberapa chap. Kedepan akan mulai perebutan akashi antara kise dan kuroko.
Minta review nya ya :)
