THE BOY BESIDE ME
(Chapter 11)

KYUMIN FANFICTION

Rated : M (because there's adult content)

Main Cast : Cho Kyuhyun x Lee Sungmin (KyuMin)

Author : Cat13 (LeeJunRa1001/past)

Genre : Romance / Drama

Warn! : YAOI Fanfiction. OOC. AU. Typo(s). Bad EYD. NC/YADONG SCENE (17+)

A/N : Diharapkan jangan membaca chapter ini saat menjalani ibadah puasa

.

.

.

.

.

.

enJOY reading!


"Kau milikku. I'm inside you, tonight."

Sungmin kaget saat Kyuhyun langsung mencium bibirnya lancang, kedua tangannya berada di sisi tubuhnya di tahan oleh pemuda Cho itu. Kyuhyun membuka bibirnya dengan lidah, menuntun Sungmin lebih dalam.

Sungmin memekik keras saat Kyuhyun menggigit bibir bawahnya, melepas ciuman kemudian. Ditatapnya dengan penuh gairah, obisidian itu terlihat berapi-api. Kedua tangan Sungmin diletakkan diatas kepala, menggenggam dengan keras mengunci pergerakan pemuda manis itu. Kyuhyun dengan lihai membuka kaos Sungmin keatas sampai pergelengan tangan, membuat pemuda Lee itu semakin terkunci.

"Uhm.." bibir Sungmin dimanjakan lagi dengan pagutan bibir Kyuhyun, menyalurkan saliva yang membuat permainan semakin basah. Sungmin dapat merasakan tangan Kyuhyun meraba-raba setiap inchi tubuhnya.

Ciuman Kyuhyun terlepas lalu beralih ke leher putih Sungmin yang menggiurkan, di berikannya kecupan-kecupan menggelitik dan tanda kepemilikan, Sungmin dibuat melenguh. Tangan Kyuhyun sekarang memainkan puncak dada Sungmin, memainkan benda kecil disana yang makin menegang. Sungmin terangsang, pasrah menikmati permainan yang Kyuhyun lakukan.

Dari leher, bibir joker Kyuhyun menyusuri tubuh Sungmin, tubuh berisi itu melengkung keatas menikmati setiap sentuhannya. Kyuhyun tersenyum miring. Bibir Kyuhyun berhenti di nipple Sungmin, mengulumnya satu persatu menggoda dengan tiap gigitan kecil.

Sungmin semakin kaget saat Kyuhyun mengangkat kedua kakinya, menarik celana yang sedang dipakainya. Meninggalkan boxer berwarna merah muda. Kyuhyun tersenyum miring yang telihat seksi, membuat wajah Sungmin semakin merona.

Dengan hati-hati, Kyuhyun menyentuh gundukan di selangka Sungmin. Sang empunya yang terkaget, langsung terbangun duduk. Napas Sungmin tersengal berat, siapapun yang melihatnya pasti akan tergoda.

"Kyuh.. Pelan-pelan.."

"Pasti, Sayang." bisik Kyuhyun mesra, tangan besarnya menarik dagu Sungmin dan memberikan ciuman lembut di bibirnya. Perlahan Kyuhyun membuka boxer itu, mengeluarkan sesuatu yang sudah menegang keras. Sungmin merapatkan tubuhnya dengan Kyuhyun, kaki pemuda manis itu melingkar di pinggul pemuda tampan didepannya.

Kyuhyun tak sadar menjilat bibir bawahnya, tangannya dengan telaten mengurut penis Sungmin yang menurutnya menggemaskan. Sungmin mendesah keras akan perlakuannya, kedua tangan pemuda manis itu merangkul leher Kyuhyun, melampiaskan kenikmatan dengan menarik-narik rambut cokelatnya.

Sembari memainkan penis Sungmin. Dengan tangan satunya lagi, Kyuhyun menyentuh bibir shape-m didepannya mengelusnya lembut dengan jari-jari panjangnya, perlahan memasukkan kedalam mulut itu, Sungmin mengerti dan langsung mengulum jari-jarinya, Kyuhyun mendesis pelan, betapa hangat dan basahnya rongga mulut Sungmin.

"Cukup." perintah Kyuhyun lalu Sungmin membuka mulutnya, jari-jarinya begitu basah dipenuhi air liur pemuda manis itu. Dikecupnya lagi bibir Sungmin, lalu memposisikan jarinya yang basah di bibir rektum Sungmin.

"Ukh.." tubuh Sungmin bergetar hebat saat jari Kyuhyun perlahan masuk, rasa perihnya tidak seberapa karena sudah di lubrikasi. Kyuhyun mulai menggerakkan jarinya maju mundur, rektum Sungmin menyempit hebat yang membuat Kyuhyun semakin tidak tahan. Sungmin semakin memeluknya erat, matanya terpejam menikmati pergerakan jari Kyuhyun di dalam dirinya.

"Tubuhmu begitu sempurna, Sungmin." bisik Kyuhyun memberat, bahkan lelaki tampan itu mendesah setiap merasakan jarinya dijepit erat. Tak tahan, Kyuhyun segera melepas jarinya. Mempersiapkan dirinya untuk puncak malam ini.

Pemuda Cho itu langsung melepas kaosnya, hazel Sungmin melebar ketika melihat ada bekas luka jahitan di dada Kyuhyun. Sungmin ingin menyentuhnya, namun Kyuhyun langsung menggengam tangannya.

"Tak perlu kau cemaskan." ucap Kyuhyun sambil mengecupi tangan Sungmin.

"Apa yang terjadi denganmu waktu itu, Kyu?" bisik Sungmin parau.

Kyuhyun perlahan mendorong Sungmin dan merebahkannya. Kyuhyun mengambil sebuah bungkusan foil di saku celananya, merobek dengan giginya. Sungmin mengerjap bingung.

"Kyu.. itu kondom?"

Kyuhyun tersenyum tipis, "Seks yang aman, Sayang." lalu membuka rasleting celananya, mengeluarkan miliknya yang sudah menegang.

Wajah Sungmin memerah padam. Terbayang akan bayangan masa lalu, milik Kyuhyun memang selalu unggul. Perlahan Kyuhyun memakai kondom itu dimiliknya, lalu melebarkan paha Sungmin. "Kalau kau merasa sakit, bilang padaku." ucap lelaki tampan itu.

Perlahan penis Kyuhyun masuk ke dalam rektum Sungmin. Sungmin memekik keras walau hanya kepalanya saja. Untuk mengurangi rasa sakit Sungmin, ia kembali mencium bibir ranum itu memanjakannya dengan gentle. Mendesah kemudian, milik Kyuhyun sudah masuk sepenuhnya.

"Bergerak?"

Sungmin mengangguk lemah, lalu melingkarkan kakinya di pinggul Kyuhyun lagi. Kyuhyun perlahan bergerak, memaju mundurkan miliknya di dalam. Sungmin memeluk pundak Kyuhyun erat, menikmati setiap pergerakkan mereka. Mendesah bersautan, peluh memenuhi tubuh mereka. Permainan semakin lama semakin terasa panas dan kasar.

Desahan Sungmin terputus-putus terkesan merengek, setelah mendapatkan titik nikmat, Kyuhyun langsung memacu cepat genjotannya. Obisidian dan hazel itu saling menatap, saling mengagumi satu sama lain.

Sungmin dengan cepat keluar, disusul oleh Kyuhyun di dalam.

"Saranghae, Ming."

"Nado, Kyu."

.

.

.

.

Beep! Beep!

Suara alarm membangunkan Sungmin dari tidurnya, Sungmin perlahan menggeliat dan matanya mulai terbuka. Beberapa kali ia mengerjap, tubuhnya terasa letih. Sungmin bergerak ingin bangun, tapi ia baru menyadari sebuah pergelangan tangan memeluknya dengan posesif.

"Kyuhyun-ah, bangun.." bisik Sungmin mencoba membangunkan Kyuhyun. Tetapi lelaki tampan itu hanya merespon dengan gumaman. Sungmin dengan lembut menyingkirkan tangan Kyuhyun dari pinggangnya, dan terbangun. Dengan telaten Sungmin memunguti pakaian yang berserakan di lantai.

Setelah itu, Sungmin mulai berpakaian. Menengok kearah Kyuhyun yang masih tertidur, Sungmin pun menghampirinya dan menepuk lembut kepala Kyuhyun. Diperhatikannya kembali luka di dada Kyuhyun, rasa cemas itu muncul lagi.

"Apa yang terjadi kepadamu, Kyu?"

Sungmin pun bergerak keluar dari kamar, ia teringat cokelat kemarin malam dan pergi ke dapur. Diambilnya cokelat yang belum rampung di dalam kulkas, mengambil wine lalu mengisi tiap cokelat dengan cairan berwarna merah itu. Pemuda manis itu akan menyelesaikannya sekarang.

Setelah menuangkan wine, Sungmin mencairkan cokelat. Sembari mengaduk, ia teringat akan sesuatu.

Dia dan Kyuhyun bercinta semalam, dengan lembut dan penuh kasih sayang, bahkan mereka berdua menyatakan perasaannya. Tetapi Sungmin ingat, Kyuhyun bukanlah miliknya, pemuda tampan itu sudah mempunyai seseorang entah kenapa Sungmin terlupakan dengan seorang Choi Siwon semalam.

Sungmin merunduk sedih, merasa bersalah karena merusak hubungan orang. Bercinta dengan kekasih orang sungguh hal yang hina. Perlahan, air mata jatuh dari hazelnya.

"Kenapa aku bodoh sekali..." gumam Sungmin setengah berbisik.

Tapi tiba-tiba saja ia merasakan pelukan hangat di pinggangnya.

"Pagi-pagi sudah mencium wangi cokelat. Manis sekali.." sebuah bisikkan berat membuat Sungmin sedikit tersenyum.

Sungmin mengusap air matanya pelan, "Sudah bangun?" tanyanya, ia harap Kyuhyun tak menyadarinya sedang menangis.

Kyuhyun mengangguk, menyenderkan dagunya di pundak Sungmin. Pelukannya semakin mengerat, " Kemarin malam yang sangat indah, ya?" gumam lelaki tampan itu lalu mengecup tenguk Sungmin mesra.

Sungmin menggigit bibir bawahnya, "Ya, Kyu. Sangat indah.." balasnya lalu mematikan kompor, Sungmin berbalik lalu melepaskan pelukan Kyuhyun. "Mau kubuatkan apa? Kopi?" tawarnya.

Kyuhyun mengangguk lagi, "Boleh. Aku pakai baju dulu." ujarnya setelah itu meninggalkan kecupan di bibir Sungmin.

Sungmin menghela napas setelah Kyuhyun pergi, ia ingin membicarakan sesuatu dengan lelaki itu nanti.

.

.

.

.

"Terimakasih." ucap Kyuhyun setelah mendapatkan kopinya.

Sungmin mengangguk, lalu mendudukan dirinya di sofa sebrang Kyuhyun. Ia mulai menimbang-nimbang untuk memulai pembicaraan.

"Bagaimana dengan cokelatnya?" tanya Kyuhyun sambil mengambil cangkir kopinya.

"Sudah selesai." jawab Sungmin dan di balas anggukan Kyuhyun, "Kyu.. ada yang ingin aku bicarakan."

"Silahkan." ujar Kyuhyun.

"Kemarin malam memang hal yang tidak di duga, kita bercinta. Permainanmu tetap lembut seperti dulu.." tiba-tiba Sungmin blushing membayangkan kejadian kemarin malam.

Senyum Kyuhyun kian melebar, "Aku tidak menyangka kau menerimaku dengan baik. Mungkin pemikiranku tentang kau masih normal akan kucoret. Kau menyukainya?"

Jantung Sungmin berdegup kencang saat obisidian itu menghujamnya dalam, ia akui menyukainya tetapi tidak mungkin ia harus mengakuinya. Pikirannya dipenuhi dengan kecemasan dan rasa bersalah. "Aku ingin tahu penyebab luka di dadamu, Kyu. Apa yang terjadi selama aku tidak ada?"

Pergerakkan Kyuhyun berhenti untuk meminum kopinya, alisnya bertaut matanya menatap Sungmin tajam. "Kecelakaan waktu kuliah. Kau tidak perlu tahu banyak, Sungmin. Ada pembicaraan yang lain?"

Kyuhyun menghindar, Sungmin menelan ludahnya kalut dari nada bicara Kyuhyun ia sedang marah. Tangannya terpaut erat karena takut. "Maafkan aku. Sekali lagi Maafkan aku. Sekarang aku jujur Kyu, aku memang menyukai dan menikmati percintaan kita semalam tapi aku menyadari itu adalah hal yang salah."

"Maksudmu?"

Sungmin bergerak gelisah, ia menggigit bibir bawahnya keras. "Ini sungguh salah, Kyu. Seharusnya kita tidak kelewatan seperti ini."

"Kau menyesalinya?" suara Kyuhyun kini terdengar dingin.

"Dengarkan aku dulu. Kenapa aku berkata seperti ini? Aku baru menyadarinya kau sudah mempunyai seseorang. Maafkan aku karena merusak hubunganmu dengan kekasihmu."

Kyuhyun meletakkan cangkirnya dengan suara keras di meja, "Apa yang kau maksud, Ming? Kau kira aku sudah mempunyai kekasih?"

Sungmin mengangguk lemah, "Kenyataannya memang begitu."

"Siapa yang kau kira orang itu adalah kekasihku?" Kyuhyun mencondongkan tubuhnya, menatap wajah Sungmin yang semakin merunduk.

"Siwon-shii."

"HUH?!"

.

.

.

.

"Yah, ketahuan deh." Siwon menghela napasnya sebal.

Sungmin mengerjapkan matanya beberapa kali, "Jadi... Siwon-shii itu sepupunya Kyuhyun?"

Kyuhyun mengangguk mantap, ia menatap kesal pemuda atletis dihadapannya sambil berkacak pinggang. "Berani-beraninya kau membuat Sungmin takut!" kecamnya.

Siwon menggidikkan bahunya sambil tertawa kecil, "Ya. Sebenarnya aku ini sepupunya Kyuhyun. Maafkan aku selama ini berbohong kepadamu ya, Sungmin-shii." ucapnya dengan senyum yang ramah.

"Kau ini menyebalkan sekali! Hampir saja predikat seorang topku rusak karenamu, Kuda sialan!" maki Kyuhyun, sambil memukul kepala Siwon. Sungmin hampir saja dibuat jantungan karena sikap Kyuhyun terhadap Siwon.

"Kau jaga sikapmu didepan Sungmin, dong!" sekarang Siwon yang sebal dengan pemuda Cho itu.

Sungmin yang melihat interaksi mereka berdua tertawa keras. "Ya ampun, kalian benar-benar saudara sepupu. Syukurlah.." ucapnya dengan lontaran aegyo yang tak disengaja, membuat kedua pria diruangan besar ini terlalu gemas melihat ekspresi imut Sungmin.

"Sungmin-shii daripada kau dengan Kyuhyun yang tidak sopan, bagaimana jika kau denganku? Kita ini sama-sama pewaris, pasti orangtua kita setuju." Siwon menggenggam tangan Sungmin dengan mesra sambil menyentuh dagunya, entahlah niat pemuda tampan ini menggoda siapa. Sedangkan, lelaki satunya lagi kesetanan karena tidak terima Sungmin diperlakukan seperti itu.

"Menjauh dari Sungminku, kau kuda gila!" kecam Kyuhyun lalu menarik Sungmin menjauh dari Siwon. Kyuhyun mudah sekali terpancing kecemburuannya. Siwon tertawa keras melihat reaksi Kyuhyun, sedangkan Sungmin malah merona mendengar keposesifan di perkataan Kyuhyun.

"Jadi lebih jelasnya, aku dan Kyuhyun adalah saudara sepupu. Kami memang sudah akrab dari kecil. Tentang aku menyukai Kyuhyun itu bohong dan aku hanya berakting." jelas Siwon panjang lebar, Sungmin mengangguk mengerti. "Benar bukan, baby Kyu?"

"Jangan panggil aku dengan sebutan itu!" amuk Kyuhyun lalu berjalan mendekati pintu, "Sungmin, ayo kembali bekerja." perintahnya.

"Ya, tunggu." Sungmin menanggapi Kyuhyun tapi sebelumnya ia pamit dengan Siwon dahulu, hatinya merasa lega sekarang.

"Oh ya, Sungmin." tiba-tiba Siwon menyahut saat Sungmin sudah mencapai ambang pintu, "Tetapi, aku tidak main-main dengan ucapanku waktu itu."

Sungmin menoleh lalu tersenyum tipis, "Membahagiakan Kyuhyun?"

Siwon mengangguk, "dan jangan buat dia hancur lagi." ujarnya lalu tersenyum. "Melihat saudaraku hancur pada saat itu, aku juga ikut sakit."

Sungmin semakin melebarkan senyumnya, "Kau sungguh saudara yang baik Siwon-shii. Terimakasih. Sekarang kami akan hadapi ini bersama, doakan kami kuat." ucapnya lalu membungkuk hormat kepada Siwon

"Tuhan memberkati kalian." Siwon tertawa pelan dan membalas bungkukan Sungmin, "Oh ya, sekali lagi jangan terlalu kaku dihadapanku. Anggap saja kita ini teman dekat. Terimakasih juga atas hadiah cokelatnya, aku yakin Kyuhyun cuma membuatmu repot memasak."

"Kyuhyun tidak merepotkan kok. Sampai jumpa nanti, Siwon." Sungmin tertawa ringan lalu segera meninggalkan ruangan besar milik petinggi perusahaan itu.

Setelah Sungmin benar-benar pergi dari ruangan, Siwon kembali lagi ke kursi kerjanya, memutar balik dan memandang panorama kota Seoul dari jendela ruangannya.

"Mempersatukan mereka, selesai. Sekarang jinakkan sang raja."

.

.

.

.

"Apa saja yang dia ceritakan kepadamu?" tanya Kyuhyun kepada Sungmin. Mereka berdua sedang dalam perjalanan menuju ruang kerjanya.

"Sesuatu yang manis tentang dirimu." jawab Sungmin sambil terkekeh gemas.

Kyuhyun melotot kaget, "Yang dia katakan itu semua bohong! Jangan percaya!"

Sungmin tertawa melihat reaksi Kyuhyun yang begitu panik, terlihat lucu bahkan wajah pemuda Cho itu memerah malu. "Kyuhyun' kan memang anak yang manis." godanya sambil melirik Kyuhyun, "Kalau tidak mendapatkan barang yang diinginkannya saat itu juga, ngambeknya berkepanjangan."

"Sungmin!"

"Pernah memaki seorang ahjussi di stasiun karena memandangku dengan mesum."

"Ming!"

"Satu lagi, hal yang paling manis adalah... Selalu menyanyikanku lagu setiap malam menjelang waktu tidur lewat via telepon, suara Kyuhyun sungguh indah siapapun akan menyukainya."

"Kucium juga mulut bawelmu, Ming!"

Kyuhyun dengan lancang mencium bibir Sungmin, padahal mereka sedang berada di koridor dekat lift yang bisa saja seseorang memergokinya. Sungmin yang mendapat serangan mendadak itu awalnya terkejut tetapi akhirnya mengikuti permainan pemuda februari itu.

Tetapi tiba-tiba pintu lift terbuka, seseorang muncul dari dalam disambut adegan dua orang pria berciuman, berkas-berkas yang dibawanya terjatuh saking terkejutnya. Ciuman Kyuhyun terlepas dari bibir Sungmin melihat siapa yang menganggu kemesraan mereka berdua.

Seorang gadis terlihat panik membereskan berkas-berkasnya yang berserakkan di lantai, setelah itu ia berdiri dengan lunglai. "Maafkan saya menganggu."

Hazel Sungmin melebar saat gadis itu memperlihatkan wajahnya "Sooyoung-ah!"

Gadis yang nyatanya Sooyoung itu tidak mempedulikan seruan Sungmin, ia berjalan lurus melewati Sungmin dan Kyuhyun. Sungmin ingin mengejar gadis itu, tetapi ditahan oleh Kyuhyun.

"Kyuhyun-ah, ada yang harus kubicarakan dengannya." jelas Sungmin.

"Kenapa kau begitu peduli dengannya?" tanya Kyuhyun dingin.

"Sooyoung menyatakan perasannya kepadaku seminggu yang lalu, dan aku belum menjawabnya."

"Berani sekali tikus kecil itu menyatakan perasaannya kepadamu.." desis Kyuhyun sinis, "Lalu?"

"Aku akan menemuinya sebentar dan menolaknya secara halus, memastikan dia tidak sakit hati." pinta Sungmin sambil memasang wajah melasnya.

"Baiklah.." Kyuhyun menghela napas kasar, "Tapi ingat, hanya sebentar setelah itu bekerja. Janji?"

"Ya, Kyu. Aku janji."

.

.

.

.

"Sooyoung-ah!"

Sooyoung terus menghindar dari Sungmin sampai dimana gadis itu menemukan jalan buntu, Sungmin tersenyum tipis lalu berlari mendekatinya.

"Stop!" seru Sooyoung menyuruh Sungmin berhenti mendekat, gadis itu berbalik menghadap pemuda dihadapannya. "Kenapa oppa menemuiku?"

"Ada yang ingin kubicarakan denganmu, sebentar saja.." jelas Sungmin.

Mereka berdua terdiam beberapa saat, jarak mereka terpantau empat meter. Sungmin memandang Sooyoung dengan perasaan bersalah, wajah gadis itu terlihat sedih dan kecewa.

"Sepertinya oppa akan menolak pernyataan ku.." gumam Sooyoung sambil tertawa hambar.

"Maafkan aku.." ucap Sungmin pelan.

"Baiklah, aku akan keluar dari pekerjaan, aku akan melanjutkan studiku." Sooyoung mencoba untuk tersenyum lebar, menampilkan wajah cerianya walaupun terpaksa. "Sakit sekali perasaanku di tolak yang kedua kalinya.."

Mereka terdiam kembali, suasana begitu canggung. Tiba-tiba bahu Sooyoung terguncang.

"Sooyoung-ah?" ujar Sungmin panik lalu mencoba mendekati gadis itu.

"Berhenti!" tegas Sooyoung dan jatuh tersungkur, air matanya menetes jatuh membasahi roknya. Sungmin tidak bisa menahannya, perlahan ia mendekati Sooyoung berlutut dan menyentuh pundak gadis itu.

"Kenapa.. hiks.. dunia begitu kejam?" Sooyoung mencoba menghapus air matanya yang terus jatuh, gadis itu menutup wajahnya dengan kedua tangannya, menghindari tatapan peduli Sungmin yang makin membuatnya sakit hati.

"Aku bukan pria yang cocok untukmu, Sooyoung-ah..." jelas Sungmin sambil mengelus pundak Sooyoung, "Kau akan menemukan pria yang baik di luar sana. Maafkan aku dan maafkan Kyuhyun juga."

"Tak kusangka.. aku mencintai dua orang pria yang saling mencintai." Sooyoung tertawa lagi walaupun isakan terus keluar, matanya memerah basah tetapi bibirnya terus tersenyum, "Aku mendoakan kebahagiaanmu, Oppa."

"Terimakasih, Sooyoung-shii." ucap Sungmin lalu menggenggam tangan gadis itu, menguatkannya. Sooyoung sudah dianggap olehnya seorang adik, dan gadis itu begitu dewasa menanggapinya. "Kau juga, temui pria yang baik untukmu. Jangan sampai di tolak lagi. Sukses untuk studimu, jadilah perempuan yang cerdas."

"Oppa kalau kau terus begitu aku semakin sedih.." canda Sooyoung tertawa pelan, ia berhenti menangis lalu perlahan berdiri dari duduknya. "Terimakasih atas perhatianmu selama ini Sungmin-oppa, dan.. selamat tinggal."

.

.

.

.

.

.

To Be Continued

DON'T FORGET LEAVE A REVIEW FOR THIS FANFICTION.
WE NEED YOUR PARTICIPATE :)

KEEP CALM AND SUPPORT KYUMIN

.

(A/N) : SIAPA NIH YANG GAK SABAR NUNGGU NC? AYO NGAKU! MUEHEHEHEHE~

Ternyata selama ini kita dikerjain sama Siwon, nyatanya dia sepupunya Kyuhyun kkk~ Sooyoung udah selesai tuh sama hubungan KyuMin, kita doakan dia lancar yah sama kuliahnya. Ngomong-ngomong selanjutnya apa yang akan dihadapi KyuMin ya? Penasaran sama luka di dada Kyuhyun?

Mumpung masih di bulan yang penuh berkah, berikanlah Author berupa review dari readers sekalian yah~ (masih ngeles aja lo Cat!) wkwkwkwk

Jangan lupa kunjungi blog kami!