Semua hanya tinggal kenangan, dan. aku menyesal karena telah menjadi seseorang yang paling bodoh karenamu. ~ Baek's Quotes 9
Author pov
Terlihat dua orang namja dengan wajah kesal serta seorang namja lagi yang sedang senyum sumringah membongkar kardus berisi peralatan tak jelas. Mulai dari kabel, tali, berbagai jenis kertas, balon, lilin, dan satu kerdus bunga edelweis.
"Channie.. Untuk apa sebenarnya semua ini huh? " tanya luhan sambil menatap horror channie yang masih asik meniupi berbagai macam bentuk dan warna balon.
"kyung... Tinggalkan handycam dan kameramu itu! Lihatlah... Apa yang sebenarnya ia lakukan?! "
"aku melihatnya lu.. " ucap kyungsoo santai sambil tetap merekam kegiatan channie.
"channie.. Lihat ke kamera.. Lakukan aegyo sekarang channie.. " ucap kyungsoo sambil mengarahkan handycamnya lebih dekat ke wajah channie.
"ah.. Kyungie.. Channie malu... " ucap channie sambil menjauhkan wajahnya tak memghadap kamera.
"Lu.. Sudahlah.. Jangan kesal begitu. Channie itu mau buat kejutan buat baekhyun. "
"aku tahu kyung.. Tapi ya gak gini juga kali.. Emanh dikira baekhyun anak TK?! "
"ih.. Channie gak suka sama Lulu. " ucap channie kesal sambil mempoutkan bibirnya. Luhan menghela nafas kasar dan berjalan mendekati channie.
"haaahh.. Mianhae channie.. Baiklah sekarang apa yang bisa lulu lakukan? " ucap luhan sambil tersenyum dan mengusap lembut punggung channie.
"ini. " ucap channie sambil menyerahkan satu kerdus bunga edelweis. Luhan mengernyit bingung.
"jangan bilang aku harus menata semua ini?!" luhan menatap horror channie dan di balas anggukan oleh channie.
"shirreo!!" tolak luhan sambil menaruh kembali satu kerdus bunganya. Untuk menghindari kegiatan ngambek mengambek, pada akhirnya kyungsoo yang mengerjakannya sedangkan channie dan luhan pergi mengambil kue yang sudah di pesan.
Baekhyun pov
Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau sedang berada..
Tut
"haaaahhh... Mereka semua kemana...??"
Baekhyun sedari tadi mengotak-ngatik handphonenya sambil berguling-guling di kasur tak jelas. Sejak tadi pagi teman-temanya tidak bisa di hubungi termasuk Luhan dan Kyungsoo karena mereka memang sengaja mematikan ponsel mereka untuk melancarkan kejutan yang channie buat.
"apa aku ke rumah channie aja ya? " gumamnya
Drrttt.. Drrttt...
"yeobseoyo? "
"baekhyun-ah... Apa kau sedang sibuk? "
"ah.. Ani.. Ada apa changmin sunbae? "
"aku ingin mengajakmu jalan-jalan, kau tak keberatan bukan? "
"a..ah..ne sunbae, kebetulan aku juga ingin keluar. "
"jinja??! Oke.. 15 menit lagi aku akan sampai di rumahmu. Dandan yang cantik otte.. "
Tut
Sebelum baekhyun sempat protes karena dikatakan cantik, changmin sudah memutus teleponnya terlebih dahulu. Baekhyun pun segera memgambil kemeja strips santai dan celana jeans panjang untuk kencannya? Oh ayolah... Baekhyun sendiri tidak akan menganggap acara jalan-jalan itu sebagai kencan.
25 menit kemudian
Ting tong
Cklek
"mian baek.. Tadi jalanan agak macet. "
"gwencana... Ayo sunbae.. "
Mereka berdua jalan beriringan dan tidak sadar bahwa ada dua pasang mata yang melihat mereka.
Luhan pov
Sebenarnya aku terlalu kesal karena Channie membuat kejutan untuk baekhyun seperti anak TK. Tapi mau bagaimana lagi itulah yang dia inginkan untuk membuat baekhyun bahagia karenannya. Berhubung aku tidak ingin menata ruangan jadilah Kyungsoo yang menggantikan ku sedangkan aku bersama channie pergi ke supermarket untuk membeli beberapa bahan yang kurang.
"chan.. Memang barang apa yang kurang? " tanyaku sambil tetap fokus menyetir namun ridak ada jawaban.
"chan... " tak ada jawaban juga akhirnya Aku menoleh kearahnya dan matanya terlihat sedang memandangi sesuatu dengan tangan terkepal kuat. Akhirnya aku mengikuti arah pandangnya dan mataku cukup membola melihat Baekhyun dengan seorang namja sedang memasuki mobil sport mewah. Aku memicingkan mata karena Namja itu serasa tidak asing. Benar Namja itu adalah Changmin sunbae. Aku tahu Kak Changmin menyukai Baekhyun sejak awal bertemu Baekhyun.
"lulu...kita ikuti baekkie ya... " rengek channie. Aku sebenarnya tidak ingin mengganggu mereka tapi perasaanku tidak enak firasatku berkata akan terjadi sesuatu yang buruk terhadap baekhyun. Akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti mobil mereka. Beruntunglah jalanan sudah tidak terlalu macet karena sudah petang. Sesekali aku melirik kearah Channie dan melihatnya masih dengan tatapan tak bisa diartikan tangannya masih terkepal kuat, aku tahu dia marah atau cemburu.
Aku cukup terkejut karena Kak Changmin membawa baekhyun ke klub. Karena selama ini Baekhyun tidak pernah datang ke Club ataupun ke pub.
Baekhyun pov
Suasana di mobil bersama Kak Changmin terasa begitu hangat. Kak changmin menceritakan banyak ternang masa kecilnya dan keluarganya, sedangkan aku menjadi pendengar setianya.
"Baek.. Tumben weekend gk hang out? "
"aku sudah menghubungi Luhan dan Kyungsoo, tapi ponsel mereka tidak aktif. Sebenarnya tadi sebelum Kak Changmin telepon aku berniat untuk pergi menemui Channie."
"ah.. Mian.. Kalau tahu begitu aku tidak perlu mengajakmu."
"gwencana sunbae, lagipula aku sudah sering keluar bersama Channie. Nggak apa-apa kan kali ini aku hangout sama Sunbae."
"kau benar.. "
Memang baru kali ini kami berdua jalan bersama. Aku mengagumi sosok changmin sunbae sebagai seorang kakak yang sangat baik. Yang membuatku heran, aku belum pernah melihatnya bersama kekasihnya, padahal kan kak changmin sangat tampan dan keren, belum lagi anak hitz di kampus, pasti banyaklah yang suka sama kak changmin.
Aku lumayan terkejut saat mobil kami berhenti di depan sebuah klub ternama di busan. Jangan bilang...
"kajja baek.. Kita sudah sampai. " ucap kak changmin sambil melepaskan seatbeltnya dan juga seatbeltku.
"c..changmin sunbae.. A..apa kita akan kesana? "
"iya, aku ingin memperkenalkanmu dengan teman-temanku. " ucapnya sambil tersenyum.
"t..tapi.. "
"wae? Jangan bilang kamu belum pernah pergi ke klub?! " tanya kak changmin menyelidik . Aku hanya menganggukkan kepala sebagai balasan. Jujur.. Memang aku belum pernah pergi ke tempat seperti ini.
Awalnya aku ragu untuk masuk, namun akhirnya aku masuk juga. Mau bagaimana lagi..
Aku tidak suka dengan suara bisingnya, belum lagi bau wine dan asap rokok.
"hey yow... Akhirnya kau datang juga man.. "
"tentu saja. "
"oh... Jadi ini namja itu? "
Apa yang di maksud aku? Apa kak changmin pernah menceritakanku kepada teman-temannya?
"baek.. Kenalin ini Yesung, sahabat karib aku... Dia ini paling tau dah tentang aku. Hehe. "
"byun baekhyun imnida. " ucapku mengenalkan diri sambil membungkukkan badan. Tak lama beberapa namja lagi menghampiri kami. Mereka juga teman-teman dari changmin sunbae..
"jadi kau Baekhyun? " tanya temannya yang lebih gendut.
"n..ne.. " aku agak gugup karena bertemu dengan namja-namja keren seperti mereka.
"baek... Aku mau ngomong sesuatu. " ucap kak changmin tiba-tiba mendadak serius.
"mau bicara apa sunbae? " kenapa mendadak perasaanku gelisah ya..
"baek.. Kau ingat kan waktu pertama kali kita bertemu? Sejak saat itu kau namja pertama yang berhasil membuatku belok baek. -aku mohon jangan diteruskan sunbae-.
...aku merasakan sesuatu yang berbeda disini (nunjuk dada) setiap dekat sama kamu baek. -aku mohon hentikan sunbae-
...aku merasa sakit saat melihatmu mencintai orang lain. Tapi baek.. Dengarkan aku baik-baik... -tidak sunbae aku tidak tahan,aku tidak mau-
...aku mencintaimu byun baekhyun.. Mau kah kau menjadi kekasihku? "
Hening
"baek... "
"s..sun..sunbae.. I..ini salah.. Aku tidak bisa sunbae. Maafkan aku.. " aku benar-benar takut, entah kenapa. Aku segera beranjak pergi mencari jalan keluar. Tak sedikit orang yang mengumpat karena aku mendorong mereka agar mendapatkan jalan. Aku berlari semampuku, aku sudah melihat pintu keluar namun tiba-tiba..
Srreettttt...
"akh... " aku merasakan tubuhku ditarik oleh seseorang.
"Kau tidak bisa kabur Byun Baekhyun. "
Aku terus meronta dari gendongan yesung, namun tenagaku tidak cukup kuat sekaligus temannya siwon yang lebih tinggi dan gagah mengambil alih diriku. Aku hanya bisa berdo'a siapa saja bisa menolongku sekarang.. Aku takut kejadian seperti dulu terulang.
"Lepaskan aku Brengsek!!!! "
Aku terus meronta namun mereka hanya diam dan semakin mengeratkan gendongannya terhadapku. Sampai aku sudah sadar telah tiba di sebuah ruangan yang aku pikir adalah sebuah kamar hotel.
Bruk
"akh... " siwon melemparku di ranjang. Aku berusaha mendudukkan diri dan aku mulai geram saat melihat Changmin sunbae sudah di hadapanku dengan mata yang penuh amarah.
"KAU MILIKKU BYUN BAEKHYUN!! KAU TIDAK BISA MENJADI MILIK ORANG LAIN!! "
Aku memekik kesakitan karena Changmin sunbae menindihiku sambil mencekik leherku.
"L..lep..pashh... Sss.. Sa..kithh..mmmppttt... "
Tidak aku mohon jangan teruskan..
Brak
"BAEKHYUN!!! "
Aku mengambil nafas sebanyak-banyaknya setelah changmin sunbae melepaskan pautan bibir kami. Aku menoleh ke arah pintu melihat Luhan dan Channie datang berdua dengan kilatan amarah. Aku tidak sempat berfikir bagaimana mereka tahu aku disini.. Aku hanya berharap kami bisa keluar dari sini dengan selamat.
"Dialah namja itu..." ucap Changmin sunbae kepada teman-temannya.
"yang cantik apa yang culun berkacamata?"
"yang berkacamata. Bereskan mereka. "
"Tidak!! Jangan lakukan apapun pada mereka. Hisk...Aku mohon.. Sunbae boleh memperlakukan hisk.. aku semau sunbae tapi aku mohon hisk. biarkan mereka pergi. " aku benar-benar takut sekarang. Aku mohon jangan libatkan mereka.
"mereka sendiri yang telah memasuki lubang buaya baek. "
Aku terus terisak saat changmin sunbae mencengkeram tanganku. Aku melihat luhan sedang ditelanjangi oleh yesung. Sedangkan siwon dan shindong memukuli channie..
"aku mohon hentikan hisk... Channie... Lu... Hisk... "
"Baekkie... Hisk... Baekkie... " aku semakin menangis mendengar teriakan channie. Aku terus berusaha melepaskan diri dari cengkeraman bajingan ini.
Plak
Aku memerima tamparan yang cukup keras. Pandanganku semakin buram aku tidak mampu lagi untuk meronta.
"Diam!!! Atau kau ingin aku menyetubuhimu sekarang di depan teman dan namja yang kau cintai itu. "
Aku tidak merespon, aku tidak menyangka changmin sunbae sekasar ini, tidak!! Dia lebih mirip psikopat!
"BAEKKIE.. BAEKKIE... "
aku mohon bertahanlah channie
Prak
Tes
"CHANNIE!!"
Channie...
Tbc
