I LOVE MY STRANGE GIRL CHAPTER 11
Cast : Donghae , Eunhyuk
Pairing : HaeHyuk
Rate : T
Genre : Romance
Warning : GS, bahasa gak sesuai EYD
Eunhyuk terlihat sibuk membersihkan ayam sejak tadi. Hampir setengah jam dia habiskan hanya membersihkan ayam saja. Apa memang selama itu? entahlah.
"hyukkie" panggilku
"Hm.."
"memang kau ingin masak apa?" tanyaku
Eunhyuk berbalik mengahadapku.
"itu,, aku ingin membuat sup ayam gingseng" jawab eunhyuk agak ragu
"kau yakin bisa?" tanyaku sedikit tidak percaya. Aku tidak yakin Eunhyuk dapat memasak itu, menurut pengalamanku selama ini masakan eunhyuk rasanya.. yah kalian tahulah.
"tentu saja, minggu kemarin eomma mengajarkanku membuat sup ini"
"ok, tapi ingat hukuman mu hyukkie"
"andwe.. itu hukuman sepihak mu, aku tidak mau"
"kau harus mau"
"andwe" Eunhyuk masih tetap tidak mau. Memang apa susahnya sih menciumku hanya 5 kali dalam sehari.
"pokoknya harus, titik" putusku dan langsung pergi meninggalkan Eunhyuk yang pasti mengoceh didapur.
Aku berjalan ke arah kamarku yang terletak dilantai 2. Aku membuka pintu kamar dan langsung duduk di depan komputer. Aku ingin mencari resep di internet takut eunhyuk ternyata tidak bisa memasaknya.
Setelah dapat dan mencetaknya aku pun turun menghampiri eunhyuk.
Sesampainya di dapur aku melihat eunhyuk sedang memotong sayuran, aku pun menghampirinya.
"ini" kusodorkan kertas resep yang aku dapat tadi.
"apa ini?" tanya Eunhyuk.
"resep, takutnya kau lupa resepnya" jelasku.
Eunhyuk mempoutkan bibirnya kesal.
"wae? "
"kau benar-benar tidak percaya kalau aku bisa masak sup ini?" tanya Eunhyuk sambil cemberut.
"bukannya begitu, aku hanya ingin membantu"
"huh,,aku bisa masak sup ini Lee Donghae" lalu dia berbalik dan mengambil lobak di plastik belanjaan kami tadi.
"kalau kau ingin membantu, potong saja lobak ini nde" kata Eunhyuk sambil menyerahkan lobak besar itu padaku.
"ini" Eunhyuk menyodorkan sesendok sup yang sudah dibuatnya.
"otthe?" tanyanya.
Aneh, rasanya benar-benar enak berbeda sekali dengan masakan biasanya. Rasanya benar-benar lezat. Aku diam sejenak, membuat Eunhyuk penasaran.
"hmm" gumamku
"otthe hae-ah? Enak apa tidak?" tanya Eunhyuk lagi.
"enak"jawabku
"jeongmal?"
"ne, ini benar-benar enak"
Eunhyuk tersenyum senang.
"tapi kenapa kalau kau masak buatku selalu tidak enak?"
"eoh itu,, aku hanya bisa masak ini saja. Kalau masakan lain aku tidak bisa"
"ya sudah ayo siapkan dimeja, sebentar lagi eomma akan datang"
"selesai" teriak eunhyuk senang.
"hae" panggil eunhyuk
"ne?"
"kau yakin masakan nya enak"
"tidak juga"
"yakk..hae-ah?"
"ya liat saja nanti reaksi eomma dan appa. Kalau mereka tidak suka siap-siap hukuman mu hyukkie"
"dasar pervert, aku yakin masakan ku enak. Kalau ternyata mereka suka masakan ku kau juga akan dapat hukuman dariku"
"baiklah, aku siap menciummu 5 kali dalam sehari" aku tersenyum senang.
"bukan itu hukumannya"
"lalu?" tanyaku
"liat saja nanti"
Teettt..tett
Bel rumahku berbunyi.
"nah itu pasti eomma dan appa"
"hah..ottoke hae-ah? Aku benar-benar gugup"
"kajja"
"bagaimana kalau mereka tidak suka padaku? Masa aku dan kau harus putus lagi"
"mereka pasti akan suka padamu" aku mencoba meyakinkan eunhyuk. eunhyuk memang terlihat sangat gugup.
aku membuka pintu sedangkan eunhyuk berdiri dibelakangku.
cklek..
"Donghae" eomma langsung memelukku. Eommaku memangs elalu begini kalau dia berpergian jauh. Eomma dan appa pun masuk ke rumah.
"ini" ucap eomma saat melihat eunhyuk.
"dia hyukkie eomma" jelasku.
"annyeonghasseo ahjumma" sapa Eunhyuk ramah.
"waaahH..kyeopta" eomma langsung memeluk Eunhyuk.
Eunhyuk terlihar kaget dengan reaksi eommaku.
"eomma sudah, ayo kita makan aku sudah lapar menunggu kalian" aku mencoba lepaskan pelukan eomma pada.
"dia benar-benar cantik hae-ah, hyukkie kau harus jadi menantu kami ne?"
"eh?" ucap eunhyuk kaget.
Dasar eomma, apa dia lupa kalau kami masih sekolah.
"sudahlah eomma, ayo kita ke dapur" aku mendorong badan eommaku kedepan dan aku menarik tangan eunhyuk berjalan ke dapur.
Eunhyuk terlihat gugup saat eomma dan appa mulai mencicipi masakannya.
"enak" appa yang pertama memberi komentar.
"benar, ini sangat enak hyukkie" tambah eomma.
"khamsammida" ucap Eunhyuk senang.
"tapi kata hae masakan sangat tidak enak" Eunhyuk langsung menatap kearahku, aku hanya tersenyum kaku. Dasar eomma cerewet.
"karena ini buat ahjumma jadi aku sungguh-sungguh memasaknya" jawab Eunhyuk.
"benarkah, terima kasih ne.. kau jangan memanggil ahjumma panggil saja eomma ne"
"ne, eomma"
Setelah acara makan malam tadi, aku mengajak Eunhyuk untuk berkeliling rumahku. Sedangkan eommaku sudah pergi kekamar katanya dia ingin istirahat.
"hae aku benar-benar senang"
"aku juga senang, eomma dan appa sangat menyukaimu"
Cklek
"ini?"
"ini kamarku, ayo masuk" aku dan Eunhyuk pun masuk ke kamarku.
"rapi dan..itu?" Eunhyuk melihat sesuatu yang ada di meja sampir tempat tiduku.
Eunhyuk mendekatinya dan mengambil barang tersebut.
"hae-ah..ini?"
Aku mendekatinya dan duduk disebelahnya.
"fotomu" jawabku. Barang yang Eunhyuk ambil tadi adalah sebuah bingkai yang terdapat foto dirinya. Dulu aku pernah memfotonya diam-diam jadi pasti dia sangat kaget saat tahu aku memiliki foto dirinya.
Difoto tersebut ada 4 foto, yang pertama saat eunhyuk sedang tersenyum senang, yang kedua saat dia sedang tertawa, yang ketiga saat dia sedang makan, dan terakhir saat dia tertidur di perpustakaan.
" kapan kau mengambilnya? Kenapa aku tidak tahu?" tanya Eunhyuk.
"tentu saja diam-diam aku mengambilnya, kau kan bodoh makanya tidak merasakan kalau ada yang memotretmu" ejekku
Mata Eunhyuk terlihat berkaca-kaca. Apa dia marah aku bilang bodoh.
"hey jangan menangis, aku hanya bercanda bilang kau bodoh. Jangan menangis ne" aku mengusap air mata nya.
"hiks..hiks" isak Eunhyuk
"jangan menangis ne, aku minta maaf"
"bodoh" ucap eunhyuk pelan.
"mwo?" tanyaku
"bodoh..bodoh..bodoh.. Lee Donghae bodoh, aku mengangis karena terharu. Dasar tidak peka"
Owh ternyata itu, aku benar-benar berpikir dia marah padaku.
"kalau begitu jangan menangis lagi, kau tambah jelek kalau begitu"
Eunhyuk mulai tidak menangis lagi.
"ayo kuantar pulang, sudah malam"
Aku dan Eunhyuk sedang berada digarasi. Aku ingin mengantar Eunhyuk dengan motor saja.
"hae, pulangnya tidak usah naik motor ne" kata Eunhyuk saat aku ingin mengeluarkan motor dari garasi.
"wae?"
"aku ingin naik bus saja"
"baiklah, kajja"
Aku dan Eunhyuk pun keluar dari rumah dan berjalan ke halte dekat rumahku.
"kau takut naik motor?" tanyaku saat kami dijalan.
"ani, aku hanya ingin naik bus saja. Di bus banyak kenangan kau dan aku" jawab Eunhyuk sambil tersenyum.
Memang benar apa yang Eunhyuk katakan, hampir setiap hari aku dan Eunhyuk naik bus. Aku menggenggam tangan nya erat dan eunhyuk membalasnya tidak kalah erat.
"hae aku benar-benar masih tidak percaya kau ada disini dan sedang menggenggam tangaku"
"aku juga, ternyata aku bisa jatuh cinta pada yeoja aneh sepertimu"
"hae, jangan tinggalkan aku lagi ne"
"tentu saja, berpisah denganmu kemarin membuatku gila hyukkie" aku memcium genggaman tangan kami.
"gomawo" ucap eunhyuk sambil meletakkan kepalanya dibahuku.
Bus pun datang dan kami berdua pun naik.
"kau tidak mau mampir dulu?" tanya Eunhyuk saat aku mengantarnya sampai depan rumahnya saja.
"ini sudah malam, lain kali saja" jawabku.
"cepat kau masuh, udara semakin dingin" aku menyruh Eunhyuk untuk masuh kedalam rumahnya.
Eunhyuk mengangguk, dan berbalik untuk masuk kedalam. Tapi baru 5 detik dia sudah berbalik lagi padaku.
"Donghae" panggilnya pelan.
"ne, ada apa lagi?" tanyaku.
"kau masih punya hukuman?"
"hukuman?"
"bukankah kau janji kalau eomma dan appa mu senang dengan masakanku kau akan mendapat hukuman dariku" jelas Eunhyuk.
"oh itu, baiklah kau iingin menghukumku apa?"
"memukul kepalamu" ucap Eunhyuk sambil mengepalkan telapak tangannya.
"mwo?"
"cepat pejamkan matamu" kata Eunhyuk semangat.
"yak hyukkie,, kau tega memukul namjachingumu yang tampan ini"
"kajja tutup matamu, kapan lagi aku bisa memukul kepalamu hehehe"
"hyukkie.."
Eunhyuk menutup mataku dengan telapak tangannya. Aku hanya pasrah. Padahal tadi mesra-mesraan, kenapa dia jadi ingat tentang hukuman itu.
Agak lama aku menunggu pukulan darinya. Namun aku terkejut saat merasakan sesuatu yang menempel dibibirku, sesuatu yang lembut dan aku sangat mengenalnya karena akhir-akhir ini aku merindukan itu.
Eunhyuk menciumku, aku tahu itu. hanya kecupan singkat darinya. Lalu dia melepaskan tangannya dari mataku. Kami sama-sama terdiam dan akhirnya tangan kiriku menarik pinggangnya dan tangan sebelah kananku menarik tengkuk lehernya. aku mempersatukan bibir kami, menarik tengkuknya lebih dalam ciuman kami. Tak lama akhirnya eunhyuk membalasa ciumanku.
Flashback end
Itu adalah kenangan yang paling indah bagiku, hari dimana aku memperkenalkan Eunhyuk dengan kedua orang tuaku. Aku melirik jam di dinding, ternyata sudah jam 3 pagi. aku harus segera tidur besok ada jadwal kuliah pagi. setelah meletakkan handphone di meja samping ranjang kami, aku pun mulai mencoba untuk tidur.
Sinar matahari menggangu tidur singkatku. Cepat sekali pagi, aku merasa tidak tidur. Eh tunggu, ada yang bergerak dibalik selimutku. Aku langsung mendudukan badanku, dan kaget melihat gundukan disampingku. Jangan-jangan?
Perlahan aku membuka selimut yang menutupi gundukan tersebut. Benar dugaan ku, ternyata digundukan tersebur seseorang yang membuatku tidak bisa tidur beberapa malam ini, sesorang yang membuatku galau seharian, dan seseorang yang membuatku merindukannya sampai gila. Lee Hyukjae-ku. Eunhyuk disampingku sedang tertidur dengan wajah polos dan cantiknya. Rasanya aku ingin menerjangnya saat ini. Aku benar-benar merindukannya. Ingin memeluknya dan menciumnya sampai dia berteriak marah karena hampir kehabisan nafas.
Tapi sabar Lee Donghae, dia harus dapat hukuman atas apa yang dia lakukan padamu seminggu ini. Aku bangun dari ranjang, dan berjalan kearah kamar mandi.
Setelah setengah jam ku habiskan untuk mandi, aku pun keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengka ke kampus. Eunhyuk masih tidur diranjang. Aku tahu sebenarnya dia tidak tidur dari aku bangun tadi. Makanya aku diamkan saja.
"aku akan ke kampus"
Eunhyuk langsung bangun dan duduk, rambutnya terlihat berantakan.
"hae-ah"
Aku menghiaraukannya, dan berjalan kearah lemari unutk mengambil jam tangaku. Setelah dapat dan memakainya aku berjalan kearah pintu untuk keluar.
Drap..drapp
Eunhyuk dengan cepat berjalan kearahku dan berdiri tepat diambang pintu kamar.
"donghae-ah"
Oh tidak, dia memang ingin menggodaku. Lihat pakaian yang dipakainya. Dia hanya memakai kemeja putihku dan celana yang sangat pendek serta rambutnya yang berantakan seperti itu. rangan nya ingin aku menerkamnya sekarang juga.
"lee Donghae" ucap eunhyuk lagi dengan suara pelannya.
Aku masih mengacuhkan nya.
"oppa~" akhirnya panggilan itu keluar juga. Panggilan khusus jika ada sesuatu.
Eunhyuk mendekat kearahku, semakin dekat, semakin dekat dan akhirnya dia mengecup bibirku. Aku masih bertahan mengacuhkannya.
Dia masih berusaha menggodaku, mengecup beberapa kali bibirku, dan akhirnya melumat bibirku. Aku sudah tidak tahan lagi, aku pun menjatuhkan tas kuliaku lalu mengangkat tubuhnya tanpa melepaskan ciuman darinya. Eunhyuk tersenyum disela-sela ciuman kami. Dasar naughty hyukkie.
Aku membawanya keranjang kami lalu melanjutkan aktivitas yang sudah dimulainya.
Stelah mengahabiskan 3 jam melepaskan rasa rindu kami berdua. Aku dan eunhyuk tiduran diranjang kami.
"hae"
"hmm" jawabku sambil menciumi tangannya.
"jeongmal bogoshippo"
"aku juga, saranghae"
"nado saranghae"
Bibir kami pun menyatu kembali, sepertinya 3 jam tidak cukup untuk melepaskan rasa rindu ini, ini akan mengahabiskan seharian penuh. Selamat menikmati hukuman mu hyukkie.
END
Akhirnya end juga, buat yang belum jelas bagaimana eunhyuk bisa ada kamar hae, nanti akan aku jelaskan di ff selanjutnya yang hyuk side.
Mian kalau ending nya jelek, tidak sesuai dengan harapan para reader.
Tunggu ff ku selanjutnya ne..^_^
