Like We used To
Banyak yang bilang tidak semua perpisahan menyedihkan, tapi bagiku perpisahan itu sangat menyedihkan. Saat itu aku memang tidak berpikir bagaimana kedepannya jika aku berpisah dengan gadis itu, aku tersulut emosi saat itu aku cemburu buta dengannya, dengan hal yang bahkan tidak masuk akal. Tapi nasi telah menjadi bubur, aku tidak bisa mengembalikan keadaan seperti semula, seperti saat aku dan gadisku masih menjadi satu.
Suasana di ruangan itu terus memanas dengan sosok penyenayi terkenal Do Kyungsoo yang memandang gadis berseragam dihadapannya dengan penuh amarah. Cacian dan makian telah keluar dari bibir tebal Kyungsoo pada Jongdae –gadis berseragam itu, air mata tidak bisa dibendung oleh Jongdae, gadis itu menangis dan terus menangis dengan memandang penuh kesakit hatian pada Kyungsoo, hingga suara dari Manager Do Kyungsoo, menghentikan adegan itu. Ini semua terjadi saat di pagi hari yang cerah, dengan kegiatan yang seperti biasa Do Kyungsoo selalu menyempatkan diri untuk mengantar Kim Jongdae ke sekolahnya, walaupun seluruh negeri ini tahu siapa Do Kyungsoo, Kyungsoo selalu ingin mengantar sang pujaan hati kesekolahnya, seperti saat ini, dengan hanya percakapan ringan mampu membuat keduanya nyaman berada di dalam mobil, bahkan candaan dan tawa riang keluar dari bibir keduanya.
"Kyungsoo-ya, kau tahu tentang komen jahat mengenai dirimu di internet?," Tanya Jongdae lalu sedikit mengeluarkan tawa manisnya diujung setelah ia selesai berbicara,
"tentang apa lagi? Bibirku? Setahuku seluruh negeri ini menyukai bibi tebalku ini," jawab Kyungsoo dengan pedenya, pandangannya pun tak lepas pada jalanan didepannya,
"Kata siapa seluruh negeri menyukai bibirmu? Aku, kakakku dan Jongin tidak menyukai bibirmu,"
"Jongin dan Jongdeok tidak apa apa tidak menyukai bibirku, tetapi kau aku tidak yakin kau tidak menyukai bibirku,"
"tentu aku membencinya, karena bibir itu selalu tersenyum manis pada gadis lain,"
"itu adalah pesonaku,"
"Lagipula jika ada kontes bibir tertebal didunia, kau akan berada di peringkat kedua,"
"Apa? Kau mendapat itu darimana?,"
"Dari internet, mereka bilang jika ada kontes bibir tertebal di Dunia, pemenang ketiga akan diambil oleh orang-orang yang melakukan filler di bibir mereka, yang kedua adalah Do Kyungsoo dari Korea Selatan, dan yang pertama adalah Kylie Jenner,"
"Kau menyamakan bibirku dengan bibir wanita gila itu?,"
"hahahahahha, kalian mungkin saja bersaudara, soo,"
"Bodoh hahahha."
Sebuah percakapan absurd yang keduanya selalu lakukan, Kyungsoo senang mendengar tawa gadisnya itu, hingga kini keduanya sudah berada didepan sekolah Jongdae.
"Baiklah, terima kasih atas tumpangannya penyanyi terkenal Do Kyungsoo," seru Jongdae lalu melepas seatbelt yang tadi terpasang ditubuhnya, Kyungsoo pun melakukan hal yang sama dengan yang telah Jongdae lakukan,
"Sama-sama, Kim Jongdae, semoga harimu menyenangkan,"
"tentu saja, kau juga semoga latihan untuk konser perdanamu hari ini berjalan lancar,"
"Iya,"
"Selamat tinggal,"
"Jongdae?,"
"Hmm?,"
Dan sebuah kecupan mendarat di bibir indah Kim Jongdae, bahkan kecupan itu berubah menjadi lumatan, butuh waktu 3 menit untuk menunggu Kyungsoo melepas bibirnya dari bibir Jongdae, wajah Jongdae begitu merah, layaknya kepiting rebus yang baru saja diangkat dari panci,
"Kau mendapat ciuman dari juara ke-2 kompetisi bibir tertebal didunia,"
"Tentu saja, dan juara ke-2 itu hanya milikku, bukan yang lain."
Sebuah pagi yang indah, bukan?
Tapi, setelah kejadian indah itu, diseore hari dengan menatap ponselnya Kyungsoo terlihat murka dengan sebuah foto yang dikirmkan seseorang padanya, foto itu adalah foto dimana Jongdae, sedang berada disebuah mobil dengan lelaki lain bahkan keduanya terlihat mesra, dengan sang lelaki yang tidak terlihat jelas memandang Jongdae yang berada di sebelahnya, Kyungsoo sudah termakan oleh cemburu, ia marah, moodnya hilang, walaupun malam nanti ia harus menggelar Konser solo perdananya, sungguh Kyungsoo ingin berteriak.
Tanpa menunggu lama, kini Jongdae sudah berada di hadapan Kyungsoo, dan sebuah tamparan berhasil mendarat di pipi Jongdae, air matapun tak bisa dibendung oleh Jongdae,
"Siapa lelaki itu?,"
"Itu Jongdeok, kau tidak bisa melihatnya?,"
"Kau ingin berbohong padaku?,"
"Kau buta Do Kyungsoo? Itu jelas-jelas adalah Jongdeok, dia sedang berlibur dari Wajib Militernya,"
"Kau pikir aku bodoh? Kau pikir aku tolol?,"
"kau salah paham, perhatikan foto itu baik-baik,"
"Dasar jalang, enyahlah selamanya dari hidupku,"
"…"
Seperti itulah kalimat terakhir yang keluar dari mulut Kyungsoo pada Jongdae, dan setelahnya dengan bergetar Jongdaepun keluar dari gedung itu, tidak ada niatan untuk menonton konser sang mantan kekasih? Entahlah Jongdae tidak tahu, Jongdae pusing dan saat ini ia butuh tempat untuk dirinya berdiam dan berpikir.
Tak terasa, kini 2 tahun berlalu, nama Kyungsoo makin dikenal publik, bahkan ia memiliki title sebagai "nation's first love", dan begitupun dengan Jongadae yang berhasil menjadi mahasiswa kedokteran di sebuah universitas bergengsi di negaranya. Do Kyungsoo sesekali akan mencoba menghubungi Jongdae tapi sayang gadis itu tidak pernah mengangkat teleponnya, bahkan setelah Kyungsoo mengkode di akun SNS nya untuk Jongdaepun, Jongdae tidak mau berkontak kembali dengan Kyungsoo, beberapa post an mengenai permintaan maaf yang kyungsoo buat untuk Jongdae tak pernah digubris oleh gadis itu, dan ya Kyungsoo mengakui bahwa kemarin dia itu sangat kurang ajar, dan lelaki yang berada di foto itupun memang Jongdeok, ah Kyungsoo bodoh, sangat amat bodoh.
Kini Kyungsoo terkenal dengan lagu-lagu ballad yang ia ciptakan, dan puncak dari ke'galau'an Kyungsoo terjadi saat Kyungsoo mengetahui bahwa Jongdae kini memiliki kekasih yang jauh lebih baik darinya, lelaki beruntung itu bernama Oh Sehun, mereka bertemu saat Jongdae melakukan kegiatan sosial disalah satu panti asuhan, dan saat itu Sehun yang menjadi sukarelawan berhasil merebut perhatian Jongdae.
Kyungsoo menjadi sedikit cemburu, dan setiap hari ia selalu bertanya apakah Oh Sehun melakukan hal yang dulu sering Kyungsoo lakukan untuk Jongdae, seperti
Apakah Dia menonton film kesukaanmu?
Apakah Dia memelukmu saat kau menangis?
Apakah Dia membiarkanmu terus berkata bagian kesukaanmu dalam film yang sudah berapa kali kau tonotn?
Apakah Dia menyanyikan lagu kesukaanmu saat kau menari dengan lagu itu?
Apakah Dia melakukan hal yang biasanya kulakukan?
Pertanyaan-pertanyaan yang selalu membuat Do Kyungsoo, sedih sendiri, ia selalu befikir, dan puncak dari kesedihannya adalah, saat malam ini di hari terakhir konser solo ke-2nya, Kyungsoo menyanyikan lagu ballad milik band asal luar negeri dengan konsep yang berbeda, jika khalayak sering melihat penyanyi tampan ini bernyanyi tanpa membawa alat musik apapun berbeda dengan malam ini, karena dengan sebuah gitar dan beberapa band miliknya, ia menanyikan lagu A Rocket to the moon dengan begitu menghayatinya.
Lagu itu, ia nyanyikan untuk Kim Jongdae, tentu untuk siapa lagi?
Karena dasarnya, didalam hati Do Kyungsoo ia masih mencintai Jongdae, bahkan setelah ia tahu Jongdae sudah bahagia dengan orang lain.
END
