Yessy : Karena aku sedang senang hari ini aku akan mengupdate 2 chapter sekaligus!
Shinichi : Berarti sebentar lagi ini akan selesai? Terus kenapa kamu senang?
Yessy : Ya begitulah...hari ini aku libur soalnya guru-gurunya pada rapat! Lebih baik kita mulai sekarang. Enjoy chapter 11!
Balesan Review :
Pii : Jangan...ampuni aku...aku belum mau ditabok sebelum melihat akhir dari Detective Conan...Hehehehe...
Violet-Yukko : Yey...pasti akan aku buat happy ending kok...
Edogawa Luffy : hmm...gak mau spoiler lihat saja nanti ya!
Shinichi's Death
Disclaimer : Meitantei Conan (c) Aoyama Gosho
Warning : Penuh dengan OOC, Gaje, banyak adegan dari komik, dan dapat menyebabkan penyakit ketawa sendiri.
Don't like don't read!
Keesokan harinya, perasaan kalbu terselubung pada keluarga-keluarga yang anak atau suaminya yang akan mengikuti perang. Hal itu juga dirasakan oleh Ran, Kazuha, dan Aoko. Karena teman semasa kecil mereka akan mengikuti perang juga. Tetapi diantara mereka bertiga, Ran adalah yang paling sedih.
Ran baru saja bertemu kembali dengan Shinichi. Sangat berat baginya untuk kehilangan dia lagi. Walaupun Shinichi berjanji akan kembali, tapi Ran tidak begitu optimis. Ran hanya dapat berdoa untuk keselamatan Shinichi. "Tenang saja, dia pasti akan baik-baik saja." kata Ai, saat menemani Ran berdoa.
"Aku akan menunggunya di gereja kenangan kami. Aku akan berdoa untuknya siang dan malam." kata Ran. "Hah? Yang benar saja." kata Ai.
"Karena yang aku inginkan hanya 1 yaitu keselamatannya. Aku tidak meminta banyak." kata Ran."Ok. aku akan membantumu." ujar Ai.
Yessy : CUT! Siapa yang merubah naskahnya!
Ran : Bukannya ini yang tertulis di bukumu?
Yessy : Masa kamu gak bisa bedain tulisan aku sama teman aku?
Ai : Jadi kita harus mengulang?
Yessy : Ya! Semua siap? Camera roll and ACTION!
"Nee..Ai-chan. Bisakah kamu tidak menceritakan ini pada siapapun?" pinta Ran. "Aku...melihat sebuah mimpi."
"Mimpi?" Ai menjadi binggung.
Ran mengangguk. "Sejak ulangtahunku yang kemarin. Aku...bermimpi masa depan." Ai hanya bisa memandang Ran dengan pandangan tak percaya. "Benar kok! Waktu Shinichi mengaku bahwa dia Conan, aku bisa melihatnya dalam mimpiku." kata Ran.
Ai termenung sejenak. "Yumemi."
"Apa? Yumemi? Apa itu?" tanya Ran.
"Yumemi adalah orang yang bisa melihat masa depan dengan mimpinya. Hanya orang-orang yang terpilihlah yang bisa mendapat kemampuan seperti ini." jelas Ai. "Lalu apa apa yang kamu lihat dalam mimpimu?"
Ran memenjamkan matanya. "Aku melihat...Shinichi...dia tidak akan selamat dalam perang ini."
Muka Ai memucat. "Mustahil. Kudo-kun bukan orang yang seperti itu. Dia pasti bisa selamat. Tapi...tak semua mimpi bisa terjadi kan?"
Ran hanya tersenyum sedih. "Semoga saja begitu."
Beberapa hari kemudian
Ran terus berdoa di gereja itu. Kadang-kadang Kazuha, Aoko, dan Ai menemaninya. Tapi hari ini dia sedang berdoa sendirian. Tiba-tiba Aoko datang dan membawa berita yang mengejutkan. "Ran...Gawat...Kudo...Shinichi..." Aoko masih terengah-engah sehabis berlari.
"Aoko tarik napas dulu. Apa yang ingin kamu katakan? Apa yang terjadi dengan Shinichi?" kata Ran.
"Meninggal..Maaf Ran Kudo-kun telah tiada."
"Apa? Kau bohongkan? Katakan kalau kamu berbohong!" kata Ran tidak percaya.
Aoko menggeleng. "Maaf Ran ini berat untukmu. Tapi kamu harus tabah."
Ran langsung berlari menuju istana Kudo. Saat memasuki istana dia terkejut. Dia melihat ada sebuah peti mati di dalam istana. Ran membuka peti itu dan melihat tubuh yang ada di dalamnya. Ternyata itu adalah Shinichi.
Ran menyentuh wajah Shinichi yang kaku. "Shinichi, aku mohon bangunlah. Kamu berjanji padaku kan? Kamu akan mengatakan sesuatu padaku setelah perang ini selesai. Ya kan, Shinichi!" Ran tak kuasa menahan tangisnya.
Ratu Yukiko memeluk Ran. "Ran-chan. Tenanglah, aku tahu ini berat bagi kita semua. Tapi kamu harus kuat. Shinichi tidak ingin kamu menangisinya terus."
Ran menenangkan diri. Setelah itu dia bertanya pada Kaito dan Heiji, "Bagaimana ini bisa terjadi?"
"Waktu itu, Kudo sedang melawan Gin. Kau tahu kan, orang yang membuat tubuhnya mengecil. Saat pertarungan itu, dia mendapat luka yang lumayan parah. Sehingga aku harus menggantikannya melawan Gin. Jadi aku tidak begitu mengerti apa yang terjadi setelah itu." jawab Heiji.
"Setelah itu, Kudo melawan Big Boss, raja kerajaan BO. Pertarungan mereka sangat sengit. Setelah aku berhasil menghabisi Vodka, aku menusuk perut Big Boss, sehingga Kudo mendapatkan kesempatan untuk menusuk jantung Big Boss." jelas Kaito. "Setelah Big Boss mati, kami dapat menumpas pendukungnya dengan mudah, karena mereka kehilangan semangat bertarung. Setelah semua selesai, Kudo tampak pucat. Kami hanya bisa melakukan pertolongan pertama buat lukanya, karena kita telah kehabisa obat untuk korban-korban sebelumnya. Saat kami kembali, kudanya tiba-tiba berhenti. Kudo saat itu banyak mengeluarkan darah. Tak lama kemudian dia..." Kaito menggelengkan kepalanya.
"Ada kemungkinan pedang yang Gin gunakan untuk melukai Kudo itu beracun. Karena itu dia..." Heiji menunduk sedih.
Tiba-tiba Ai muncul. "Bolehkah aku melihat pedang yang Gin gunakan? Kalian membawanya kan?" Kaito mengangguk dan menyerahkan sebuah pedang ke Ai.
Ai meneliti pedang itu sesaat. Dia tersenyum sambil berkata, "Tenang saja. Racun yang ada di pedang ini tidak bisa menyebabkan kematian..."
Ran memotong perkatan Ai, "Tapi Shinichi kan sudah..."
"Bukan mati. Dia hanya mati suri dan ada satu cara untuk membangunkannya."
"Apa? Bagaimana cara membangunkannya?" tanya raja Yusaku.
"Kalian semua tahu cerita 'Putri Tidur' kan? Kudo-kun dapat dibangunkan dengan cara yang sama dengan putri tidur." jelas Ai. "Maksudnya dia bisa bangun dengan ciuman dari cinta sejatinya!" tambahnya dengan kesal karena tidak ada yang mengerti.
"Berarti. Ran! Kamu harus mencium Kudo!" seru Heiji.
"Kenapa aku? Belum tentu kan aku cinta sejatinya." kata Ran yang mukanya memerah.
"Sudah lakukan saja!" kata Kaito sambil mendorong Ran.
Mau tak mau Ran mendekati Shinichi dan menciumnya. Tak lama kemudian Shinichi membuka matanya. "Loh? Kenapa aku tidur di peti? Terus kenapa kamu menangis Ran?" tanya Shinichi.
Ran tidak berkata apa-apa. Dia langsung memeluk Shinichi. "Dasar Bodoh! Aku pikir...aku pikir kamu sudah mati! Jangan membuatku cemas!"
"Maaf..tapi aku tidak melanggar janji kan? Aku telah kembali, Ran! Jangan menangis lagi." kata Shinichi sambil memeluk Ran. Semua orang yang ada di ruangan itu langsung bersorak gembira. Pangeran Kudo Shinichi telah hidup kembali. Kaito dan Heiji menyindir Shinichi, yang masih memeluk Ran. Tetapi mereka Shinici dan Ran tidak peduli. Mereka sangat bahagia karena sekarang mereka dapat bersatu kembali.
End Chapter 11
Yessy : Akhirnya tinggal satu chapter lagi fic ini selesai...maaf ya ini pendek atau alurnya kecepetan...
Ran : Ya ampun...aku hampir jantungan waktu tahu Shinichi mati...
Yessy : Tenang saja...Shinichi gak akan aku buat mati sebelum dia menghancurkan Black Organisation..ngomong-ngomong apa gak ada yang nyadar?
Shinichi : Apanya?
Yessy : Chapter sebelumnya kan Shinichi mencium Ran!
...
Shinichi, Ran, Heiji, Kazuha, Kaito, Aoko, Kogoro, Eri, Yusaku, Yukiko, Agasa : APAAA?
Yessy : Ya ampun...gak ada yang nyadar...kritik dan saran silakan ketik di kotak review...
