Di rumah elv, pagi itu setelah mereka tidak membiarkan masuk mantannya Elv. Akhirnya setelah Zen dan Ginga menasihati Elv. Jika si Zaki masih ada, jangan membuat keributan lagi

Mia dan Elv membuka pintu.

"Oh, tidak!" Elv terkejut . "kenapa ada dia di sini?" menutup pintu dengan terkejut . "Si-a-pa ,Elv?" Miia bertanya sama Elv. "sini, biar aku buka pintu, suruh dia masuk!" kata Miia menyuruh Elv. Mia menggerakan kursi roda elektrik, karena kedua tangan dan kakinya sudah lumpuh total.

"Halo elv, halo miia". Zaki menyapa mereka berdua dengan santun.

Sahabat / perkumpulan society melirik ke Elv.

"Ma-u… a-pa ka-u ke-si-ni, bu-kan-nya ka-u su-dah pu-tus de-ngan Elv zy?" Mia bertnya dengan nada marah, karena zaki tiba-tiba datang. Miia penyakit tremornya kambuh, namun dia tidak bisa menahan. Zen yang melihat calon istrinya sesak napas, memberikan obat kepada Mia.

"Sudahlah, biarkan dia masuk. Aku udah memaafkannya, " Elv berkata sambil menangis dan lari kedapur.

"Miia benar Elv, kalau kamu terus terusan tidak bisa move on. Kapan kamu akan memimpin pertempuran kita... kamu mau pilih kelompok atau pacar," Ginga menasihati Elv zy, karena Elv pendiriannya goyah diakibatkan kedatangan sang mantan. Tiba-tiba yagami berteriak "Diam kalian semua, onee ku sebenarnya memilih kalian tapi dia sekarang dilema. belakangan ini dia di teror oleh lelaki itu" Yagami depresi dan kesal atas kejadian yang menimpa Elv. Muka Yagami, merasa cemas karena dia tau kalau kakaknya sedang dilema.

"Baiklah kalau gitu, ada syaratnya kamu harus nunjukkin kita kekuatan mu baru aku izinkan masuk, Arche antarkan dia ke lapangan," Giant memberi syarat kepada mantan pacarn Elv, jika si Zaki menang maka dia boleh masuk ke team Elv. Jika kalah, zaki harus mengundurkan diri dan meninggalkan temannya. "siap Giant, ini tempat uji bakat," kata si Arche dengan bijak dan tegas untuk memulai duel dengan zaki.

"Pedang zenpaku menarilah dan kekuatan transparan munculah". Zaki kun mencampurkan kekuatannya.

"Kamu kalau jadi cowok jangan ego, akibat ulahmu si Elv jadi Egonya muncul dan dia tiba-tiba hilang kendali kalau kecapekan," Zen pacar barunya Elv menasihati, mantan pacarnya si Elv, dia tidak ingin Elv sakit lagi.

"Sudahlah Zen , aku kok tidak liat Elv zi ya? ku cek ke dapur ya," Mia mengecek ke dapur, gadis itu menggerakan kursi rodanya. "Elv…. Ka-mu ke-na-pa?" Mia melihat Elv zi, dengan pnaik. Jantung Mia kambuh lagi, setiap melihat hal yang menyakitkan
"Aku mungkin belum pulih dari luka, luka yang diobati adeknya gingga masih sakit. Jadi aku mudah sakit," Elv berbicara dengan nada lemas, karena kekuatannya tiba-tiba lemah.

"Se-ba-ik-nya ka-mu mo-ve on zi, da-ri pa-da ka-mu be-gi-ni ... a-tau ti-dak ke-lom-pok -ini ba-ka-lan bu-bar." Miia menasihati elv, dengan pandangan melamun.

"Oooh, maaf Mia. Aku akan mengambilkan obatmu," ucap Elv. Dia mencari obat Mia yang di simpan ke tempat obat. "Kamu jangan sakit ya, kasihan Zen nanti."

Laki-laki yang berada di tempat latihan di depan rumah pohon Elv, sedang bertempur untuk menentukan nasip kelompoknya. Sementara itu, kaki Mia gemetaran tidak karuan. Obat jantung—obat paru-paru…epilepsi….tumor otak…..kanker sumsum….

"Nah, ini sudah kutumbukkan semuanya."

Burung-burung dan kunang-kunang memberikan suasana tenang kepada Mia yang kambuh. "Ha-rus-nya….A-ku….Ya-ng…..Me-ngo-bati….ka-mu," cetus Mia dengan sesak napas.

"Kamu sudah ku anggap saudaraku, jadi aku yang akan mengobatimu," jawab Elv, menyutikkan obat ke infus Mia, mengecek dada Mia, mengobati jantung, otak, dan kaki (Mia tidak bisa terlalu stress, kutukannya membuat dirinya rapuh). "Nah, sudah selesai—"

"A-pa-kah….jan-tung-ku…..beng-kak….la-gi?" tanya Mia, dia batuk berdarah.

Jantung…Ginjal…..Tulang Belakang…..otak lagi….

"Kamu harus istrirahat. Luka dalammu terlalu parah,"

Megu? Alat medis? Memanggil Megu untuk mengobati Mia?

"Kenapa kamu memaksa badanmu? Kamu terlalu rapuh Mia,"

"Oh…sudah…baik….seka—"

Namun yang di rasakan Mia hanyalah rasa tertusuk duri di jantung dan kepalanya—

"Kamu tahukan jika tubuhmu terlalu banyak bergerak?" tanya Elv.

"E-lv… a-ku—" maafkan aku Elv. Ayo tubuhku jangan lemah!

Kumbang-kumbang berbulu tebal menghangatkan tubuh Mia yang kurus.

Ayo tubuhku jangan membuat badanku saki lagi!

Mia melakukan hal pertama yang terpikir olehnya, lalu tersenyum kepada Elv untuk membuat sahabatnya tidak cemas.

Senyuman yang efektik dapat menciptakan ketenangan sekaligus kehangatan. Mia berhasil membuat keduanya. Penyakitnya masih terasa, namun dia tidak ingin temannya sedih mengetahui dia akan terbaring selamanya di kursi roda. Hanya Megu yang menangis ketika Mia sakit, dia mengobati Mia dengan pelan-pelan. Mia menanyakan ke Megu.

"A-da….A-pa?"

Elv mengedipkan matanya ke Megu, untuk merahasiakan penyakit Mia.

Ketika Elv ke dapur, dia menoleh ke luar dengan perasaan cemas melihat Zen dan Ginga yang melawan Zaki.