MilkHunHan-Yuri present
2 3 We are ONE Family, Yes Sir !
AUTHOR : 한유리
MAIN CAST :
Jung DaeHyun BAP + Byun BaekHyun = Kim TaeHyung / V BTS
SUPPORT CAST :
EXO member, BAP member, BTS member, Han Yuri^^ (OC) and Other
Genre : Family, Friendship, (Angst + Humor)
Length : Chapter
Disclaimer : B.A.P milik TS dan para BABy, EXO milik SM dan para EXOfans, BTS milik BigHits dan para ARMY juga TUHAN dan keluarga mereka masing – masing .. saya cuma pinjem nama .. cerita ini murni milik saya dari otak saya .. don't be plagiat please .. susah ngumpulin faktanya .. :) TAPI . . . Banyak fakta bukan berarti hubungan mereka nyata. YAOI just for FUN !
Promote :
Buat yang belum baca 'FLS = Complicated Love' chapter 2 nya dah keluar dari dulu lho. Jangan lupa baca dan review ya ^^
Oh ya, berhubung disana Baby Baek nya GS jadi kemungkinan besar kalau mau rated M keluarnya disana . . . hehehe
WARNING !
Typo bertebaran, Cerita Gak Jelas, Chap super panjang, Bikin Ngantuk, Bikin Puyeng, Out Of Character
Oke deh .. Happy Reading and Don't Forget to Review ^^
2 3 We are ONE Family, Yes Sir !
Chapter 11
.
.
.
"Aku mohon Hyung. Jika kau memang masih mencintanya, rebut dia kembali. Aku yakin mereka belum memiliki hubungan apapun, aku yakin mereka belum resmi menjadi sepasang kekasih. Bukan niatku untuk merusak hubungan siapapun. Sejujurnya hubungan kami sudah baik - baik saja. Tapi aku hanya tidak ingin dia merasakan apa yang aku rasakan dulu. Aku tak mau dia merasakan sakit dikemudian hari. Terlebih jika dia sampai mengetahui kenyataan bahwa orang terdekatnyalah yang menghianatinya selama ini. Jebal Hyung. Rebut dia kembali."
"HAH !"
ChanYeol yang saat tengah duduk ditepi ranjang itu terlihat menghembuskan nafasnya berat. Perkataan YoungJae terus saja berputar dikepalanya.
ChanYeol tak tahu pasti, sejak kapan dia bisa jadi begitu dekat dengan lead vocal BAP itu. Tapi yang dia ingat, saat acara 'pembongkaran' diapartemen DaeHyun dulu, dia dan YoungJae memang manghabiskan hampir sepanjang waktu selama disana untuk ngobrol berdua. Mereka juga menyempatkan diri untuk bertukaran nomor ponsel dan mungkin saat itulah awal kedekatan mereka.
Sosok YoungJae yang ramah, sosok YoungJae yang lembut, sosok YoungJae yang dewasa membuat ChanYeol merasa nyaman saat berbincang dan bersamanya. Menurut ChanYeol, DaeHyun benar - benar bodoh. Begitu bodohnya seorang DaeHyun sampai menyakiti dan meninggalkan sosok sebaik, semanis dan sesempurna YoungJae hanya untuk . . . . . . . . .
ChanYeol tersadar dan menoleh kearah belakang ranjang yang tengah dia duduki. Disana ada sosok BaekHyun yang masih belum tersadar dari pingsannya.
Dia lalu berjalan dan berjongkok ditepi ranjang tempat BaekHyun berbaring itu. Tangan kanannya langsung meraih jemari BaekHyun dan tangan kanan membelai surai halus BaekHyun.
Tidak, mungkin DaeHyun tidak bodoh saat memilih namja cantik dihadapannya ini. YoungJae mungkin adalah sosok yang sempurna. Tapi Chanyeol tak mau membohongi dirinya sendiri bahwa BaekHyun jauh lebih sempurna dihatinya.
Sepulang tampil di Kpop World Festifal tadi. YoungJae memang mengiriminya pesan dan mengajaknya bertemu. Dan entah mengapa, dengan tidak sengaja mereka bisa sepakat memilih tepi sungai Han lah tempat mereka akan bertemu. Sambil berjalan menyusuri tepi sungai Han, YoungJae menceritakan tentang hubungannya dengan DaeHyun. Satu hal yang ChanYeol tau, meski terkesan cuek pada DaeHyun, YoungJae sangat menyayangi DaeHyun. Saking sayangnya dia pada DaeHyun, dia bahkan sukarela melepaskan DaeHyun untuk BaekHyun. Yah, berarti mereka hampir sama. ChanYeol pun akhirnya memilih pasrah dan memilih 'berusaha' turut bahagia saat mendengar dan melihat hubungan DaeBaek yang sebenarnya sudah cukup lama dia curigai itu.
Namun saat YoungJae menceritakan awal perpisahannya dengan DaeHyun bukan karna BaekHyun tapi karna orang lain, entah kenapa hatinya mulai ragu untuk melepaskan BaekHyun. Kalau memang mereka berpisah karna orang lain, kenapa endingnya DaeHyun malah bersama BaekHyun, kenapa bukan dengan si 'perusak' hubungan DaeJae couple itu. Siapa sebenarnya pemisah hubungan hubungan DaeHyun dan YoungJae saat itu ?!
Ah, Tadi YoungJae bilang kalau orang itu orang terdekat BaekHyun ?! Nugu ?! Apakah itu DO ?! Ah ChanYeol rasa bukan, DaeHyun tak mengenal baik DO. Lalu siapa ?! ChanYeol mulai menyandingkan nama keseluruhan member EXO yang menyandang status uke dengan DaeHyun. Namun hasilnya kembali nihil. Tak ada satupun dari mereka yang dekat dengan DaeHyun. Kecuali SuHo yang memang bersahabat HimChan dan Tao yang cukup mengenal JongLo karna yang dia tahu maknae line BAPEXO itu memang cukup dekat. Lay, Xiumin, LuHan juga jelas tidak mungkin. Lalu siap- eh LuHan ?! Mendadak ChanYeol teringat akhir – akhir ini dia dengar pasangan HunHan sedang bermasalah. Tapi tidak – tidak, setahu ChanYeol HunHan itu sangat solid, tak mungkin jika itu LuHan. Hasst, lalu siapa ?! Kris ?! Chen ?! Kai ?! SeHun ?! Mustahil kalau itu mereka.
Hasst, sudahlah. ChanYeol menyerah untuk mencari tahu tentang siapa perusak hubungan DaeJae. Tapi saat itu pula dia teringat kembali perkataan YoungJae. Perkataan yang mengatakan bahwa DaeBaek bukan sepasang kekasih ?! Kalau memang mereka bukan sepasang kekasih. Lalu apa hubungan mereka ?! Hanya sebatas 'orang tua' dari V kah ?!
Hatinya sangat marah jika memang apa yang dikatakan YoungJae itu benar adanya. Kalau mereka bukan sepasang kekasih, kenapa mereka sering menghabiskan waktu dan tinggal bersama ?! Setahunya mesti cukup centil dan genit, BaekHyun bukanlah sosok namja gampangan. Jadi mustahil jika mereka bukan sepasang kekasih tapi BaekHyun mau 'disentuh' olehnya.
Yah walaupun selama bersamanya dulu ChanYeol belum menyentuh BaekHyun sampai kearah yang lebih jauh, tapi ChanYeol bukan orang bodoh untuk tidak tau apa penyebab BaekHyun sering berjalan tertatih sepulang dari apartemen DaeHyun.
Tersadar dari lamunan singkatnya, ChanYeol kembali teriris saat teringat wajah sendu BaekHyun saat menangis tadi. Ada masalah apa mereka berdua sebenarnya sampai membuat BaekHyun menangis hingga pingsan begini.
ChanYeol kembali membelai surai namja yang sampai saat ini masih mengisi hatinya itu.
"Uljima. Jangan menangis lagi. Ada aku disini menjagamu. Ada aku yang mencintaimu. Saranghae Byun BaekHyun."
Usai mengucapkan itu, ChanYeol mulai mendekatkan wajahnya kewajah BaekHyun.
Cup !
ChanYeol menciumnya, yah ChanYeol mencium BaekHyun. Lebih tepatnya hanya menmpelkan kedua bibir itu saja karna BaekHyun yang tengah pingsan itu tak mungkin membalasnya. Dia terus memperapat ciuman itu hingga bibir BaekHyun dirasa bergerak.
"N-na . . . .do."
DEG !
ChanYeol menjauhkan wajahnya dari wajah BaekHyun saat mendengar ucapan lirih dari bibir BaekHyun.
Nado ?! BaekHyun mengatakan nado ?! BaekHyun mengatakan jika dia juga mencintainya ?!
"Egh~. . . . ."
ChanYeol langsung menatap kearah BaekHyun yang sepertinya memang tersadar dari pingsannya. Ekspresi wajah BaekHyun terlihat sangat gelisah dengan dahi dan alis berkerut – kerut.
"Ternyata kau mengigau eoh ?! Aku sampai terkejut mendengarnya." Ucap ChanYeol sambil menepuk – nepuk tubuh BaekHyun agar tenang.
"Tidurlah. Tidurlah kembali. Aku akan tidur diluar agar kau bisa tidur tenang disini. Jaljayo."
ChanYeol mengecup singkat kening BaekHyun sebelum akhirnya memilih keluar dari kamarnya.
BLAM !
"Hajima, hiks . . . ."
Saat pintu ditutup saat itulah BaekHyun membuka mata yang langsung mengeluarkan setetes liquid itu.
"Hajima Yeollie. MianHae." Dia menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuh dan wajahnya sembari menangis.
"N-nado, nado saranghae hiks . . . Aku juga mencintaimu. . . . . . Park ChanYeol . . ."
BaekHyun menangis, ya dia menangis. Dia sadar siapa sebenarnya yang tulus mencintainya dan juga dia cintai. Dia mencintai Park Dobinya. Dia mencintai namja yang lebih dulu dikenal dan ada bersamanya itu.
BaekHyun menyesal, BaekHyun menyesal telah meninggalkan ChanYeol dulu. Dia berbohong jika dia sudah tidak mencintai namja tinggi itu. Dan dia akui kebersamaannya dengan DaeHyun hanya sebatas kesenangan, kesenangan saat berbagi kehangatan tubuh semata. Tidak ada cinta diantara mereka berdua. Ya, tak pernah ada cinta. BaekHyun akhirnya sadar itu. Dia tak pernah mencintai Jung DaeHyun.
Sama halnya dengan BaekHyun. DaeHyun yang tengah berbaring itu menatap sendu namja yang tertidur karna sedari tadi menangis dipelukkannya itu. Yoo YoungJae. Namja yang dicintainya. Sangat dicintainya. Tak sepantasnya dia menyakiti namja sebaik YoungJae. Tak sepantasnya dia membuat namja yang dicintainya itu mengeluarkan air mata. Karna sejak awal memang YoungJae lah satu – satunya namja yang dicintanya. Bukan BaekHyun, Bukan Byun BaekHyun.
Mungkin perkataan Yuri benar. Mereka bersama hanya karna sebatas nafsu semata. DaeHyun yang tak bisa menahan diri hingga tak bisa menahan hasratnya untuk menyentuh BaekHyun. Menyentuh tubuh BaekHyun yang menjadi candu tersendiri bagi tubuhnya. Tubuh BaekHyun terlalu indah untuk disia – siakan.
"Mianhae Jae-ah. Saranghae. Aku berjanji, aku tak akan meninggalkanmu lagi. Saranghae Jae-ah."
Dia mengecup singkat kening YoungJae. Sebelum kembali mempererat pelukkan tubuh mereka. Seakan tak mau kehilangan namja yang tertiur dipelukannya itu.
Yah, malam itu. Tepat malam itu. Jung DaeHyun dan Byun BaekHyun menyadari perasaan mereka masing – masing.
Jung DaeHyun mencintai Yoo YoungJae bukan Byun BaekHyun. Dan Byun BaekHyun mencintai Park ChanYeol bukan Jung DaeHyun.
Setelah saling menyadari perasaan mereka masing – masing. DaeHyun dan BaekHyun pun memutuskan pada diri mereka masing – masing untuk mengakhiri hubungan yang terjalin tanpa adanya perasaan cinta itu dan kembali pada pasangan mereka masing – masing, kembali kepada pasangan yang dicintai dan mencintai mereka.
.
.
.
.
.
.
E . N . D
.
.
.
.
.
*ditimpuk Reader-deul
Hahaha, biasa aja dong bacanya kagak usah melotot gitu. *nih tissu !
Ngakunya ChanBaek Shipper, Ngakunya DaeJae Shipper.
Tapi gak rela kan kalo DaeBaek pisah ?!^^
Ih, shipper apaan itu ?!
Udah ah, gak jadi End, dilanjut ya bacanya, hehe *tebar ciuman
Oh ya, abaikan bagian kata – kata yang dicetak tebal diatas.
Itu cuma akal – akalan Yuri kok, hehe :p
.
.
.
"S-saranghae."
(kalo ada yang merhatiin, di Chap kemarin kata - kata S-saranghae ini dicetak miring. Dan setahu Yuri, kata - kata yang dicetak miring itu kalo gak flashback ya ucapan dalam hati. Dan kemarin itu adalah ucapan dalam hati Dae, bukan ucapan untuk YoungJae hehehe)
DaeHyun merenung saat mengingat ucapannya semalam. Walau dia hanya mengucap dalam hati. Tapi tetap saja, dia tak bisa membohongi dirinya sendiri. Dia ingin mengucapkan itu pada BaekHyun, pada BaekHyun yang tengah berada digendongan ChanYeol.
Tapi hal sangat mustahil dia ucapkan, mengingat disaat itu YoungJae ada didalam dekapannya.
"Hassst !"
Dia mengacak rambutnya frustasi. Meskipun dia sudah berhasil menyelesaikan segala masalahnya dengan YoungJae semalam. Tapi masalah dengan BaekHyunlah yang belum menemui titik temu difikirannya. Otaknya mendadak buntu saat memikirkan tentang BaekHyun.
"Lalu bagaimana Hyung ?!"
"Molla, HAH ! Anak itu penuh hal – hal yang terduga."
DaeHyun yang tengah tertunduk itu mendongakkan kepalanya saat melihat sang manajer dan para membernya memasuki ruangan latihan di TS Building. Saat ini memang mereka sedang bersiap – siap untuk latihan.
"Waeyo Hyung ?! Sebenarnya ada apa ?!" Tanya JongUp pada sang manajer.
"Yuri. Dia menggundurkan diri dari TS."
DEG !
"MAKSUDMU HYUNG ?!"
DaeHyun yang mendengar ucapan sang manajer itu langsung berdiri dan memegang bahu manajernya.
"Hey, kenapa kau terkejut ?! Aku malah berfikir kau tahu apa alasan dia tiba – tiba mengundurkan diri. Kalian kan dekat seperti saudara kandung. Jadi kau tak alasan Yuri mengundurkan diri ?! Dia bahkan sudah membawa pergi seluruh barangnya dari sini."
Pegangan DaeHyun melemah. Dia menggeleng.
Yah, DaeHyun melupakan satu hal. Masalahnya bukan hanya dengan BaekHyun. Tapi juga dengan Yuri, nonnanya^^.
"Yongguk-ah. Apa kau sudah bertanya pada Hyungmu dimana Yuri ?! Siapa tahu dia tahu, dia kan kekasihnya. Sayang sekali jika dia keluar. Pekerjaan anak itu cukup cepat dan sigap. Dan hanya dia yang berani mengomeli kalian ber6 disini."
"Anya. Bahkan dia sudah berpisah dengan YongNam Hyung. Semalam dia memutuskan hubungan mereka lewat pesan. Nonnaku bilang YongNam Hyung tengah frustasi karna diputuskan tanpa alasan yang jelas. Padahal YongNam Hyung sudah berencana membawanya ketahap yang lebih serius. Tapi Yuri nonna tiba - tiba pergi."
DEG !
Jadi benar YongNam akan melamar Yuri tapi Yuri memilih pergi.
SHIT !
DaeHyun merutuk dirinya sendiri. Dia benar – benar merasa gagal menjaga Yuri, menjaga hati dan perasaan Yuri. Setelah mengecewakannya semalam. Kini DaeHyun membuat Yuri kembali mimpinya, kehilangan rasa percaya dirinya, kembali kehilangan masa depannya.
"Hyung, aku ijin keluar du-"
"Eitss, kau mau kemana ?!"
DaeHyun yang hampir beranjak pergi itu langsung ditarik oleh HimChan.
"Kau mau kemana ?! Sebentar lagi kita harus latihan. Duduk ditempatmu kembali." Perintah HimChan yang membuat DaeHyun kembali terduduk.
"Hasst, nonna kau dimana ?! Baek. Tolong aku. Aku harus bagaimana ?!"
.
.
.
.
.
"Nyam . . .nyam. . . kenapa kalian masih diam ?! Ayo dimakan tidak usah malu – malu. Makananku sudah hampir habis ini."
Seluruh member BTS terlihat terdiam sambil melihat kearah yeoja yang tengah asyik memasukkan makanannya kedalam mulutnya itu.
"Ahjumma. Dari mana caranya kau bisa masuk kedalam dorm kami ?!"
Yuri, yeoja yang tengah makan itu menghentikan sejenak acara makannya dan menaruh mangkuk yang sudah kosong dimeja.
"Tentu saja dari pintu. Mana mungkin aku masuk menembus tembok. Kau pikir aku hantu ?! Sudah makanlah. Aku pagi – pagi rela datang kesini hanya untuk membereskan dorm kalian dan membantu Jin memasak ini."
Seluruh member yang mendengar perkataan Yuri langsung menoleh kearah Jin yang sudah mulai makan.
"Jadi Hyung tahu jika sedari tadi Yuri-ssi dari tadi disini ?!" Tanya RapMon yang diangguki oleh Jin yang tengah mulai makan dan diikuti oleh member lain itu.
"Kau kenapa tak makan cantik ?! Apa kau sedang lapar ?! Apa kau sedang diet ?!" Tanya Yuri pada Suga yang kini menatap tajam kearah Yuri.
"Aku tak suka ada orang asing didorm kami." Jawab suga datar.
"Orang asing ?! Kau bilang aku orang asing ?! Ehm. . .ehm, arraseo. Kita berkenalan dulu. Annyeonghaseyo yeorobun. Han Yuri imnida. Bangapsemida." Ucap Yuri sambil menundukkan kepalanya sambil melakukan bow itu.
"Hasst. Bukan itu !" Ucap Suga kesal.
"Wae ?! Lalu apa lagi ?! Kau itu ribut sekali tentang keberadaanku disini. Kau dan kalian semua harus mulai terbiasa dengan keberadaanku disini. Karna selama beberapa waktu kedepan aku akan tinggal disini."
"MWO ?!"
"WHAT ?!"
"HAH ?!"
Seluruh member sontak berteriak saat mendengar ucapan Yuri.
"Hast, kalian itu. Tak perlu sehisteris itu kenapa ?! Sudah kembali makan. Setelah ini kalian harus bersiap latihan untuk comeback kalian kan ?!" Ucap Yuri.
"Apa maksudmu dengan tinggal disini ahjumma ?!" Tanya V yang diangguki oleh seluruh member.
"Ya tinggal disini. Aku akan tinggal bersama kalian dan mengurusi kalian selama beberapa saat. Jadi berterima kasihlah padak-"
"Untuk apa kami berterimakasih pada orang asing. Dan kami belum menerimamu disini. Jangan asal untuk tinggal disini. Manajer Hyung pasti akan mengusirmu saat tau kau berada disini." Ucap Suga sambil menunjuk Yuri dengan sumpitnya.
"Hahahaha, sayang sekali cantik. Aku bahkan sudah mendapat ijin langsung dari manajer kalian. Kalian pikir dari mana aku bisa mendapatkan kode pin dorm kalian kalo tidak dari manajer kalian ?!" Ucap Yuri sambil tersenyum sinis kearah Suga.
"Jadi itu kamar kalian ya ?!" Ucap Yuri sambil beranjak dari tempatnya dan berjalan menuju arah kamar.
"YAK ! KELUAR KAU DARI SINI . . . . !"
"Akh !"
Sigh !
DUK !
"AW !"
"HYUNG !" / "YOONGI !" / "SUGA !"
Seluruh member kecuali V langsung beranjak dari tempat duduk mereka saat melihat Suga terkapar dilantai.
Tadi saat Yuri berjalan menuju kamar, Suga memang menarik rambut panjang yeoja itu dan menyuruhnya berhenti. Namun naas karna Yuri langsung berbalik dan menepis tangan Suga lalu menjegal kaki kecil namja cantik tersebut sehingga namja itu terpleset dan terkantuk meja kecil yang ada disana.
Sedangkan V yang menonton membernya tengah menolong Suga yang tengah pingsan itu hanya menggelengkan – gelengkan kepalanya. Dia lalu mengalihkan pandangannya kearah Yuri yang tengah tersenyum sinis kearah Suga itu.
Oke, sepertinya dormnya akan semakin ramai jika Yuri benar – benar tinggal disini. Dan dia yakin Yuri tak bercanda jika dia berkata bahwa dia akan tinggal disini. Meski belum lama dia mengenal sosok 'ahjummanya' itu. Tapi dia tau Yuri tak pernah main – main dengan perkataannya.
"Jadi berapa lama ahjumma akan tinggal disini ?!"
Yuri menghentikan gerakan mengompres kening Suga yang tengah tertidur atau lebih tepatnya pingsan diranjang itu.
Setelah mengangkut Suga ke kamar. Yuri menyuruh para member kembali melanjutkan acara makan mereka. Meninggalkan Suga bersama V dan Yuri disana.
Grep !
Yuri langsung beranjak dari samping Suga dan berpindah kesamping V lalu memeluknya.
"Tidak lama. Tenang saja. Aku hanya ingin menghabiskan sisa waktuku disini bersamamu setan kecilku."
"Eyh, Ahjumma ?! Gwenchana ?! Kenapa ini kenapa ?! Kenapa kau tiba - tiba menangis ?!" Tanya V saat melihat sebulir liquid jatuh dari pelupuk mata Yuri.
"Anya. Aku tidak menangis. Kau tau TaeHyung-ah. Aku senang mengenalmu sebagai setan kecilku. Apa kau keberatan kalau aku tinggal disini ?!"
V menggeleng saat mendengar pertanyaan Yuri.
"Anya. Aku senang - senag saja. Tapi kenapa ahjumma tidak tinggal di apartemen saja ?!" Tanya V kembali.
"Kalau aku disana. DaeHyun pasti menemukanku." Jawab Yuri.
"Eh ?! Kau benar – benar menghindari appa ya ahjumma ?! Ya ampun. Kau kejam. Lalu apa aku juga harus menghindari appa dan oemma juga ?!"
Yuri melepas pelukannya dari tubuh V saat mendengar ucapan itu.
"Anya. Jangan. Kau jangan sampai menjauhi mereka. Kecuali jika kau ingin memiliki appa dan oemma tiri."
"Maksud ahjumma apa berkata seperti itu ?!" Tanya V dengan ekspresi marahnya.
"Pokoknya jangan sampai kau kehilangan contact dengan mereka. Arrachi ?! Hmm . . . oh ya, menurutmu kalau aku harus mendekati member EXO. Member EXO siapa ya yang harus aku dekati ?!"
V menatap cengoh yeoja dihadapannya itu. Bukannya menjawab pertanyaanya, yeoja itu malah bertanya hal yang tidak – tidak.
"Hasst jinja ahjumma. Apa lagi ini ?! Otakmu itu kenapa penuh hal – hal tak terduga seperti itu ?! Berhenti berbuat yang tidak - tidak."
.
.
.
...ooo...
10 November 2013
At INKIGAYO.
"Wah, BangTan sudah naik stage Hyung. Ramai juga ya hari ini."
"Nde. Benar. Ramai sekali."
DaeHyun mengangguk saat mendengar penuturan YoungJae. Hari ini mereka memang sengaja mengunjungi Music Bank untuk menonton BTS yang sedang comeback stage untuk lagu mereka 'Attack on BangTan'.
DaeHyun tersenyum melihat penampilan baru V. V terlihat lebih manly dan dewasa dengan potongan rambut yang baru dan juga warna baru, mungkin saja otaknya juga lebih waras seiring dengan perubahan penampilannya (hahahaha).
Hari ini memang untuk pertama kalinya DaeHyun bertemu langsung dengan V, karna beberapa saat terakhir BAP sedang sibuk untuk promosi debut mereka mereka di Jepang. Selain itu DaeHyun juga sadar satu hal, penyebab lain dia dari jarangnya pertemuan dia dan V adalah semenjak keributan yang terjadi di apartemen dulu.
Sejak saat dia tidak pernah lagi bertemu dengan V dan . . . . .BaekHyun. Yah BaekHyun. Dia tersenyum miris saat mengingat akan namja cantik itu. Rasanya sudah lama sekali dia tidak mengetahui kabar dan dan bertatap muka langsung dengan namja cantik itu.
Hatinya terasa sakit saat mengingat saat – saat terakhirnya bertemu dengan BaekHyun dulu. Dia kembali teringat BaekHyun yang menangis dipelukan ChanYeol.
Selama ini DaeHyun hanya mengetahui kabar terbaru BaekHyun dari twitter. Dari twitter yang didapat dari fantaken para fans – fans EXO.
DaeHyun menunduk. Dia rindu. Ya dia merindukan BaekHyun, dia merindukan sang pemilik hatinya itu.
Tapi setidaknya DaeHyun memang harus bersyukur karna beruntung V masih mau membalas pesannya dan mengangkat telponnya selama ini. Jadi dia tidak benar – benar kehilangan kabar dari 'anaknya' itu.
"E-eh Hyung. Lihat lihat. Itu bukannya itu Yuri nonna ya ?! Kenapa dia disini dan kenapa memakai seragam sekolah ?! Dia menyamar ?! Eh itu dia juga membawa juga membawa banner BangTan sambil berteriak – teriak memanggil nama V pula. Aiggo . . . Dia benar - benar fansgirl dari V ya ?!"
DaeHyun yang mendengar ucapan YoungJae langsung tersadar dari lamunannya dan melihat kearah seorang yeoja berpakaian seragam sekolah tengah berteriak – teriak ditengah kerumunan fans dan ikut menyanyi dan meneriakkan nama – nama member BTS.
Jin-gyeokae Bang (BANG!) Tan (TAN!)
Sonyeondancheoreom . . .
Jin-gyeokae Bang (BANG!) Tan (TAN!)
Sonyeondancheoreom . . .
Uriga nugu? (NUGU) nugu? (NUGU)
jin-gyeogui Bangtan . . .
"KYAAAAAAA . . . . TAEHYUNG OPPA .."
DEG !
"Nonna." Ucap DaeHyun lirih.
Flash
"DaeHyun-ah, jika kau memang menyayangiku. Jebal, bawa aku pergi bersamamu, bawa aku kesana, bawa aku pergi dari Busan. Jebal, aku mohon DaeHyun-ah."
Flash
"DaeHyun Chukkae ! Akhirnya kau terpilih sebagai calon member boyband baru yang akan debut. Nanti di penampilan pertamamu saat debut aku berjanji, aku akan berdiri dibarisan depan, membawa barner namamu dan berteriak "Oppa . . . oppa . . . DaeHyun oppa saranghae" begitu DaeHyun-ah, hahahaha."
Flash
"Kyaaaaaa . . . . DaeHyun oppa chukkae. Hhahahaha . . .Hiks. Kenapa aku malah menangis ya ?! Padahal kan aku sudah berjanji padamu untuk tidak pernah menangis lagi. Kyaaaa . . . Akhirnya kau debut juga. Aku bangga padamu. Sekali lagi selamat DaeHyun-ah. Saranghae . . . saranghae . . . DaeHyun oppa saranghae. Hahahaha"
Kenangan dimasa lalunya bersama Yuri mendadak berputar putar dikepala DaeHyun. Dia tidak tahu harus senang atau sedih melihat yeoja yang disayanginya itu kini tepat berdiri dihadapannya.
Flash
"Kau pilih AKU atau BAEKHYUN ?!"
DEG !
Jantung DaeHyun serasa dihantam keras saat teringat kata – kata Yuri yang menyuruhnya untuk memilih dia atau BaekHyun saat mereka bertemu, dikala Yuri datang untuk menandatangani surat pengunduran dirinya di TS.
"Hyung. Eh Hyung. Kenapa kau malah melamun ?! Itu BangTan sudah kebackstage. Kita jadi menemui V kan ?!"
"Eh ?!"
DaeHyun seakan terbangun dari lamunan panjangnya saat merasakan tangan YoungJae menepuk – nepuk pundaknya.
"Ah, iya. Kajja kita kebackstage." Ucap DaeHyun sambil menggandeng tangan YoungJae dan berjalan menuju Backstage.
"V-ah . . . . !"
DaeHyun sedikit berteriak saat melihat sosok V dan para member BTS akan memasukin ruang tunggu artis.
"APPA !"
Grep !
"Appa bogoshipo ! Wah appa benar – benar datang ya ?! Gomawo appa !"
"Tentu saja appa datang. Selamat untuk comeback kalian. BangTan Jjang !"
DaeHyun tersenyum saat V berlari memeluknya sambil berkata riang. Dia lalu mengacak pelan poni V yang tak tertutup topi itu.
Ternyata V tetaplah V, sosok anak manja yang kala bertemu dengannya. Kalau bertemu dengannya saja seperti ini. Bagaimana bila dia bertemu dengan BaekHyun ?! Dia kan sangat manja pada pada oemmanya itu.
Hasst, DaeHyun menggelengkan kepalanya pelan. Lagi – lagi dia memikirkan BaekHyun.
"V, Chukkaeyo untuk comebacknya."
DaeHyun merasakan pelukkannya melemah saat dia mendengar suara YoungJae. Dia melihat YoungJae tersenyum kearah V sambil memberikan sebuket bunga kearahnya.
"E-eh. Go-gomawo sunbae." Ucap V sambil melakukan bow kearah YoungJae dengan senyuman kaku. DaeHyun rasa V masih belum mengenal sosok YoungJae dengan baik.
"Cieee, TaeHyung-ah. Kau didatangi juga oleh appa dan oemma tirimu !"
"YAK !"
V sedikit berteriak saat Jimin tiba – tiba mendekatinya dan membisikkan kata – kata itu padanya.
"Waeyo ?! Ada apa ?!" Tanya DaeHyun.
"A-anya sunbae. Gomawo sudah mau datang." Ucap Suga sambil menarik Jimin menjauh dari V dan tersenyum kearah DaeJae.
"Hahaha, sama – sama. Kebetulan baru hari ini kami tidak sibuk. Iya kan Jae-ah ?!" Ucap DaeHyun sambil tersenyum dan membelai rambut YoungJae. Tanpa menyadari sosok V kini tengah menatap tajam kearah mereka.
"Setelah ini kalian ada acara kemana ?!"
Setelah membalas senyuman DaeHyun. YoungJae beralih bertanya kearah member BTS.
"Eobseo. Tidak ada sunbae. Kenapa ?!" Tanya RapMon selaku leader.
"Aku dan YoungJae berencana mengajak kalian untuk makan bersama."
Para member BTS saling berpandangan satu sama lain saat mendengar pertanyaan dari DaeHyun.
"Bagaimana V-ah ?! Kau mau kan makan bersama dengan appa dan YoungJae Hyung ?!" Tanya DaeHyun sambil merangkul tubuh V.
"A-anu appa. Aduh bagaimana ya ?!"
DaeHyun menyengitkan keningnya saat melihat V terlihat kebingungan sambil menggaruk – garuk tengkuknya.
"Waeyo ?! Kau kenap-"
"Mianhae sebelumnya Daehyun-ssi. Tapi kau terlambat. Aku dan ChanYeol setelah ini juga berencana mengajak TaeTae dan BangTan untuk makan bersama untuk merayakan comeback mereka."
DEG !
"Suara ini ?!"
DaeHyun medongakkan wajahnya dan melihat sosok BaekHyun yang kaos, jaker dan topi hitam itu tengah berdiri diantara member BTS bersama dengan . . . . . . ChanYeol.
"Oh kau BaekHyun-ssi. Tapi aku rasa waktumu lebih banyak. Kenapa kau tidak mengajak mereka beberapa hari yang lalu ?! Mereka sudah comeback sejak beberapa hari yang lalu. Hari ini biarkan aku dan YoungJae yang pergi bersama V dan member BangTan. Karna setelah ini kami harus kembali ke Jepa-"
"Kau pikir hanya kau yang sibuk dengan masa promosi dan tourmu bersama BAP DaeHyun-ssi ?! Kemarin aku dan EXO juga sibuk mempersiapkan VCR untuk MMA. Kau tidak tahu kan ?! Ah, aku lupa. BAP kan tidak menjadi pengisi acara disana. Jadi aku bisa maklum."
Para member BTS beserta YeolJae yang tengah saling menyapa lewat bow itu perlahan menoleh kearah DaeBaek yang saling bertatapan tajam itu.
"TaeTae ikut oemma ne ?!" Ucap BaekHyun saat menarik tangan V.
"Anya. Ikut saja appa V-ah." Ucap DaeHyun sambil menarik tangan V yang lain.
"Ikut eomma saja chagi-ah."
"Ikut appa nde ?!"
"Ikut denganku."
"Anya. Denganku."
"Tidak bisa, dia ikut denganku !"
"Shirreo. Dia harus ikut denganku !"
"JUNG DAEHYUN !" / "BYUN BAEKHYUN !"
"AAAAAAAAAAAA . . . . DIAAAAAAAAAM !"
Seluruh member BTS dan YeolJae mendadak terdiam sambil menatap cengoh ke arah DaeBaek yang tengah berteriak saat berdebat sambil menarik – narik tangan V, lalu diikuti V yang berteriak sambil menghempaskan tangan kedua orang tuanya itu.
"Yoeboseyo. Bisakah saya memesan 2 meja untuk 12 orang ?! Ah nde. Sekitar setengah jam lagi. Ah nde. Gomawo."
PIP !
DaeBaek, YeolJae dan para member BTS kini sontak mengalihkan pandangan mereka kearah yeoja bersragam sekolah yang tengah berdiri sambil mematikan ponselnya itu.
"AHJUMMA ?!"
V berteriak sambil berlari memeluk Yuri saat melihat sosok Yuri muncul diantara member BTS.
"Wah Yuri nonna. Kau benar – benar memakai sragam sekolah ?!" Ucap J-Hope saat melihat penampilan Yuri.
"Aku bahkan sempat tidak mengenalimu nonna. Kau benar – benar terlihat seperti pelajar." Ucap Jimin.
"Nde. Nde benar. Nonna terlihat sangat muda. Dandananmu sangat natural." Ucap JungKook yang juga diangguki oleh seluruh member BTS.
Penampilan Yuri memang natural. Dengan sragam yang dipakai rapi, rambut panjang yang tergerai dengan poni rambut yang membuatnya benar – benar seperti seorang gadis remaja.
"Hahaha, gomawo atas pujiannya. Aku kan sudah berjanji pada TaeHyung akan datang dengan penampilan seperti ini. Aku tahu kalau aku cantik. Tidak perlu terkagum – kagum seperti itu, hahahaha."
Seluruh member menatap malas kearah Yuri yang mendada keGRan itu.
"Benar. Kau cantik, kau cantik nonna. Kau tetap cantik. Secantik aku melihat dirimu dan senyumanmu dihari kelulusanmu dulu. Aku senang, akhirnya aku bisa melihat senyuman itu lagi nonna. Kau tetap secantik dulu."
"Eh ?!"
Seluruh orang yang berada disana kini melihat kearah DaeHyun yang tengah berbicara kearah Yuri.
DEG !
Untuk beberapa saat mata tajam DaeHyun bertatapan langsung dengan mata yeoja yang lebih tua darinya itu.
Tes !
"Eh ahjumma ?! Kenapa kau menangis ?!" Ucap V panik saat melihat sebutir liquid jatuh dari pelupuk mata Yuri.
"A-anya. BangTandeul. Dae, Baek, Jae, ChanYeol-ssi. Ayo ikut aku. Aku sudah memesan sebuah restoran untuk kita semua." Ucap Yuri sambil menghapus kasar airmata diwajahnya lalu berjalan menarik V.
"Nonna." Panggil DaeHyun lirih.
"Hyung gwenchana ?!"
DaeHyun yang tengah menatap sendu kearah kepergian Yuri dan V itu, mendadak menoleh kearah YoungJae yang tengah memegang tangannya sambil tersenyum. Manis sekali namja disampingnya ini saat tersenyum. Hatinya begitu damai saat melihat senyuman itu.
"Nde. Gwenchana Jae-ah." Ucap DaeHyun sambil tersenyum dan membalas genggaman tangan YoungJae.
"Ehem . . . ehm. Permisi. Kalian menghalangi jalan !"
DaeJae langsung melepas pegangan tangan mereka saat BaekHyun mendadak merusak acara lovey dovey mereka (hahahaha).
"Kajja Yeollie. Kita ikut mereka." Ucap BaekHyun saat melewati DaeJae sambil menggandeng mesra lengan ChanYeol dan menyandarkan kepalanya disana.
"Cih !"
DaeHyun berdecih pelan saat melihat pemandangan yang begitu merusak mata dan hatinya itu.
"Kajja Jae-ah. Kita juga berangkat." Ucap DaeHyun sambil merangkul YoungJae sembari berjalan.
"Ckckckck. Keluarga yang rumit." Ucap Jin
"Benar Hyung." Saut Jimin.
"Anak itu benar – benar mendapatkan appa dan oemma tiri ternyata." Ucap Suga.
"Benar. Kasian sekali dia." Saut J-Hope.
"#BeStrongKimTaeHyung . . . #TaeHyungPastiKuat . . . #TaeHyungRaPopo."
"Eh ?!"
Member BTS yang tadinya berkomentar sambil melihat arah kepergian Tae-Ri, ChanBaek dan DaeJae itu langsung menoleh dan menatap heran kearah Maknae mereka yang mendadak mengucapkan bahasa asing yang tidak mereka mengerti itu. Sepertinya JungKook terlalu banyak bermain dengan V sehingga ketularan V yang suka mengucapkan bahasa – bahasa aneh.
"Hast, maknae. Kau itu bicara apa ?! Sudah kajja kita menyusul mereka. Jangan sampai Yuri nonna nanti mengamuk kita didorm." Ucap RapMon sambil mulai berjalan diikuti para membernya.
.
.
.
.
.
"Ayo makan. Kenapa kalian malah diam saja ?! Nanti makanannya keburu dingin." Ucap Yuri kepada para member BTS yang tak juga memakan makanan mereka itu.
"Nonna. Kau tak merasakan hawa aneh dimeja itu ?! Lihat wajah V merah padam begitu."
Yuri yang tadinya tengah menyantap makanannya itu menoleh kearah dimana V duduk ditengah – tengah DaeBaek dengan YoungJae yang berada disamping DaeHyun dan ChanYeol yang berada di samping BaekHyun. Meja mereka memang melingkar.
"Hasst. Sudah biarkan saja. Itu urusan mereka dan kisah keluarga mereka. Lebih baik kalian makan saja. Karna nanti didorm aku tidak akan memasak. Ingat, bahan masakan didorm habis. Sudah cepat makan."
Member BTS yang mendengar ucapan Yuri itu pun langsung mulai menyantap makanan mereka. Beberapa hari tinggal dengan yeoja itu, cukup untuk bisa mengenal sifat jail dan tak terduga dari diri yeoja itu. Kalau dia bilang tidak akan memasak, dia pasti benar – benar tidak memasak dan menyembunyikan semua bahan makanan ditempat yang para member tidak bisa menemukannya.
"V-ah, makan yang banyak. Ini ditambah lagi." Ucap DaeHyun sambil menaruh beberapa makanan kepiring V.
"Anya – anya. Jangan makan sebanyak itu. Makanlah beberapa makanan saja. Seperti ini dan ini. Ingat kau harus menjaga pola makanmu jangan terlalu rakus seperti seseorang."
DaeHyun berdelik kearah BaekHyun yang tengah menyindirnya sambil mengambili makanan dari piring V itu.
"Anya. Kau salah V. Kau itu sedang dalam masa pertumbuhan butuh banyak nutrisi tubuh. Makanlah yang banyak . Agar kau tidak kurus kecil mungil dan tidak bisa tumbuh seperti seseorang."
Kini giliran BaekHyun yang melotot kearah DaeHyun. Walau dia akui tubuh DaeHyun sekarang lebih tinggi darinya, tapi tetap saja dia merasa dilecehkan oleh ucapan DaeHyun.
"Hassst ! Berhenti menaruh dan mengambili makanan di piringku. Kapan aku bisa makan kalau kalian malah sibuk berdebat begitu." Ucap V kesal kearah kedua orang tuanya itu.
"E-eh mianhae TaeTae, ambillah makanan sesukamu kalau begitu." Ucap BaekHyun.
"Nde, V-ah selamat makan kalau begitu." Ucap DaeHyun
V langsung memakan makanannya saat DaeBaek sudah tak lagi merecoki piringnya. Kedua orang tuanya itu kenapa menjadi sangat tidak kompak begitu.
"Jae-ah, bisa kau ambilkan kepiting itu untukku." Ucap DaeHyun pada YoungJae, karna memang letak kepiting itu berada didepan YoungJae.
"Ah nde Hyung. Aku bukakan sekalian ya ?!" Ucap YoungJae sambil mulai membukakan cangkang kulit kepiting dengan sangat telaten sebelum menaruhnya kepiring DaeHyun.
"Gomawo Jae-ah." Ucap DaeHyun sambil tersenyum dan mengasak pelan surai YoungJae yang juga tersenyum sembari mengangguk itu. Manis sekali pasangan DaeJae ini.
"Baekkie, makan pelan – pelan. Lihat, saosnya belepotan dimulutmu semua."
BaekHyun tadi memang memasukkan makanan secara kasar dan brutal kedalam mulutnya saat melihat adegan DaeJae didepan matanya.
Dia lalu menoleh kearah ChanYeol yang tengah mengambil tissu dan mulai membersihkan wajahnya itu.
"Wah, gomawo Yeollie. Kau perhatian sekali. Rasanya enak sekali sih, jadi aku makannya sedikit rakus, hehehe." Ucap BaekHyun sambil tersenyum memamerkan eyesmilenya dan menyandarkan kepalanya di bahu ChanYeol hingga membuat ChanYeol secara tak sadar langsung mencubit pipi BaekHyun.
"Ah, Yoellie appo !" Ucap BaekHyun manja sambil mempoutkan bibirnya, membuat ChanYeol terkekeh melihatnya dan membuat DaeHyun ingin menciumnya saat itu juga *eh ?!
"Jae-ah, tanganmu jadi kotor kan terkena bumbu. Sini dibersihkan dulu." Ucap DaeHyun sambil menarik jemari YoungJae dan membersihkan jari – jari Youngjae dari bumbu-bumbu makanan.
"Yeollie, kau tahu ini sangat enak. Buka mulutmu biar aku suapi." Ucap BaekHyun sambil mengarahkan sumpit kemulut ChanYeol.
"Jae-ah . . . . ."
"Yeollie . . . . ."
"Jae-ah . . . . ."
"Yeolie . . . . ."
"Jae-ah . . . . ."
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA . . . . . . . . . . . . . . !"
BRAK !
Seluruh pengunjung yang ada direstoran itupun langsung terdiam dan menoleh kearah meja DaebaekYeolJaeV karna V tiba – tiba berdiri sambil berteriak dan menggebrak meja.
PLETAK !
"Aw, ahjumma appo ?!"
V langsung mengelus kepalanya yang baru saja dipukul oleh Yuri yang tiba – tiba sudah berdiri dibelakangnya.
"Appo appo. Obatmu habis ?! Kenapa mengamuk disini eoh ?!" Bisik Yuri pada V yang langsung mempoutkan bibirnya.
"Jeseonghamnida. Maaf telah mengganggu kenyamanan kalian. Silahkan menikmati kembali." Ucap Yuri sambil membungkuk dan meminta maaf kepada pengunjung lain.
"TaeTae kenapa ?!"
"V-ah, kau ada masalah ?!"
Daebaek serempak berdiri dan memegang salah satu tangan V sambil bertanya dengan ekspresi wajah khawatir.
"LEPAAAAAAAAAASSSSS ! AKU BENCI KALIAN BERDUA ! Huuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa . . . ."
V langsung menepis kasar kedua tangan Daebaek sebelum akhirnya berlari pergi sambil menangis.
"TAETAE !" / "KIM TAEHYUNG !"
DaeBaek pun serempak kembali berteriak sambil mengejar langkah V yang sudah melewati pintu keluar.
"Eits, kalian mau kemana ?!"
Yuri yang sedari tadi memang sudah berdiri mencegah langkah Jin dan J-Hope yang sepertinya juga ingin mengejar V.
"Itu TaeHyung."
"Wae ?! TaeHyung kenapa ?! Ini masalah keluarga mereka. Kalian tak usah ikut campur. Kecuali satu diantara kalian berdua berani menyatakan perasaan kalian ke TaeHyung dihadapan DaeBaek. Jangan kalian pikir aku tak tahu. Kalian berdua sama – sama menyukai TaeHyungkan ?! Ayo, ada yang berani maju ?!"
"Eh ?!"
Kini perhatian member BTS teralih kearah JinHope yang terlihat sama – sama salah tingkah itu.
"Hasst, sudah duduk. Habiskan makanan kalian. CEPAT !"
JinHope dan member BTS kembali duduk dan menyantap makanan mereka saat Yuri sudah mulai menggertak. Yeoja itu benar - benar tak ada manis - manisnya. Kontras sekali dengan penampilan luarnya.
"YoungJae-ah, ChanYeol-ssi. Gomawo untuk bantuannya."
YeolJae yang sedari tadi hanya jadi penonton itu langsung sama – sama berdiri dan tersenyum saat mendengar ucapan dari Yuri yang kini melakukan bow kearah mereka itu.
"Cheonmayo Nonna." / "Sama – sama Yuri-ssi." Ucap Yeol Jae serempak.
"Hyung, kau jadi mengajakku ketempat itukan ?! Bagaimana kalau sekarang saja. Mumpung hari ini BAP sedang Free hari ini." Ucap YoungJae kearah ChanYeol yang menjawabnya dengan anggukan dan senyuman.
"Tentu saja, aku juga sedang Free hari ini."
"Nonna, kami duluan ya. BangTandeul kamu duluan ya. Selamat menikmati makanan kalian. Annyeong."
"Nde sunbae. Annyeong."
Seluruh member BTS selain V tentunya serempak membalas ucapan Youngjae yang berpamitan lalu keluar restoran sambil menggandeng tangan ChanYeol itu.
"YoungJae ?! ChanYeol ?! Aku tidak tahu kalau mereka ternyata sedekat itu ?! Kenapa mereka berjalan seperti sepasang kekasih begitu." Ucap Yuri sambil menatap heran ke arah kepergian Yeol Jae.
"Hasst molla. Ah, TaeHyung sudah naik ke atas belum ya ?! Hahahaha, saatnya merecoki drama keluarga Hyun, semoga saja setan kecilku belum benar – benar melompat dari atas gedung. Kalau dia langsung melompat sebelum aku datang bisa bahaya."
"BANGTANDEUL, HABISKAN MAKANAN KALIAN YA, AKU DULUAN. TENANG SAJA SEMUA MAKANAN SUDAH AKU YANG BAYAR. ANNYEONG . . . .^^"
.
.
.
.
.
"TAETAE !" / "V-ah"
"STOOOOOP ! BERHENTI DISANA ATAU AKU AKAN MELONCAT DARI ATAS GEDUNG INI !"
"ANDWE !" / "SHIRREO !"
DaeBaek kompak berteriak saat melihat V yang kini sudah berdiri ditepi gedung sambil mengancam akan terjun itu.
V sendiri yang tengah berdiri ditepi rooftop gedung itu mendadak menoleh kearah bawah gedung, saat itu dia merasa tubuhnya merinding seketika.
Oke, walaupun ini hanya lantai 3 tapi tetap saja, kalau jatuh dari sini pasti sakit.
Sejenak V merutuki dirinya sendiri yang begitu menurut saja pada ide gila Yuri. Bagaimana kalau dia mati saat terjun dari atas sana. Ah, bodoh sekali dia itu.
Yuri memang menyuruhnya untuk pura – pura marah dan mengancam akan terjun dari gedung ini jika sampai DaeBaek bertengkar dihadapannya.
Tapi sungguh, untuk kemarahannya tadi dia tidak main – main apalagi berpura – pura, dia benar – benar marah saat kedua orang tuanya malah sibuk dengan pasangan mereka masing – masing dihadapannya.
"JANGAN MENDEKAT ! APPA OEMMA JAHAT ! APPA OEMMA TAK MENYAYANGIKU ! Huuuaaaaaaaaaaa." Teriak V sembari menangis kembali.
"Tidak TaeTae, itu tidak benar. Kami menyayangimu. Iyakan DaeHyun-ssi eh Dae-ah." Ucap BaekHyun yang diangguki oleh DaeHyun.
"BOHONG ! KALIAN BOHONG ! KALIAN SUKA MEMBOHONGIKU ! KALAU KALIAN MENYAYANGIKU KENAPA KALIAN MALAH ASYIK DENGAN DUNIA KALIAN BERDUA."
"Hasst Jinjja V-ah. Kami tidak bohong. Kami menyayangimu dan kami saling menyayangi. Kenapa kau tidak percaya begitu ?! Kami harus melakukan apa agar kau percaya pada kami." Ucap DaeHyun yang balik diangguki oleh BaekHyun.
"Kalau begitu kalian harus berpegangan tangan."
"Eh ?!"
DaeBaek sontak saling berpandangan saat mendengar ucapan V.
"Kenapa ?! Katanya kalian menyayangiku dan saling menyayangi tapi kenapa berpegangan tangan saja tidak bisa ?! Padahal kalian dulu hampir setiap malam melakukan kegiatan membuatkan adik untukku. Bukankah saat membuatkan adik itu kalian tak hanya berpegangan tangan ?!"
BLUSH !
Wajah DaeBaek langsung memerah seketika saat mendengar penuturan V. Mendadak pikiran mereka tertuju saat – saat mereka tengah bercinta dulu.
"KENAPA DIAM ?! CEPAAAAAAAT !"
"Eh ?!"
DaeBaek langsung berhadapan dan memegang tangan masing – masing saat mendengar teriakan V.
"Kenapa kaku begitu ?! Yang romantis dong. Hasst jinjja. Relax Appa Oemma. Jangan seperti itu. HASSTT, KENAPA KALIAN SAMA – SAMA MENUNDUK BEGITU ?!" Teriak V.
"Appa, yang romantis dong. Seperti saat dikamar itu, biar oemma bisa berkata 'Dae-ah~ . . . . Faster~ ah~. . .' begitu. Kau tahu appa ?! Suara oemma merdu sekali saat aku dengarkan dari balik pintu. Oh ya appa, faster itu apa ?! Oemma menyuruh untuk mempercepat apa ?! Kenapa oemma berbicara sambil mendesah saat itu."
BLUSH BLUSH BLUSH !
BaekHyun semakin menundukkan wajahnya yang semakin memerah seperti kepiting rebus itu sambil memperapat pejaman matanya saat mendengar penuturan polos dari V. Sedangkan DaeHyun sendiri hanya bisa menegak kasar ludahnya saat melihat wajah memerah BaekHyun didepannya, bayangan saat – saat dia menyetubuhi BaekHyun dan saat – saat BaekHyun mendesahkan namanya mendadak berputar – putar dikepalanya.
SHIT ! Kenapa dia jadi ingin menyerang BaekHyun saat ini juga.
"APPAAAAAA . . . . . . . OEMMAAAAAAAA . . . . . . . Kalian itu kenapa malah diam saja ?! Sekarang cepat kalian berciuman ?!"
"Eh ?!"
DaeBaek sontak melepas pegangan tangan mereka saat mereka kembali mendengar penuturun aneh dari V.
"Waeyo ?! Kenapa ?! Kenapa dilepas ?! Kalian tidak mau ?! Katanya saling menyayangi tapi masak tidak mau mencium orang yang dicintai. Padahal aku sangat suka dan rindu saat – saat melihat appa mencium kening oemma dan memanggil oemma 'nae cheonsha' aiggo, itu manis sekali appa."
DaeBaek langsung kembali bertatapan satu sama lain saat mendengar ucapan V. Debaran itu tak bisa mereka hindari. Yah jujur, mereka sendiri juga merindukan saat – saat itu.
Dengan perlahan namun pasti DaeHyun mulai meraih dagu BaekHyun. Pelan – pelan dia mulai mendekatkan wajahnya kearah wajah BaekHyun hingga tak ada lagi jarak diantara mereka. Sejenak mereka saling terdiam dengan kedua bibir yang saling menempel. hanya menempel, hingga akhirnya DaeHyun yang sedikit tersadar mulai memiringkan wajahnya. Bibirnya sedikit bergerak dan membuat BaekHyun sedikit tersentak. Entah naluri sepasang hati yang saling mencintai atau karna rasa rindu akan sentuhan yang sudah lama terpendem hingga keduanya pun kini mulai saling membuka mulut mereka dan saling melumat bibir mereka satu sama lain.
Dengan mata yang sama – sama terpejam, BaekHyun mulai menaikan kedua tangannya kearah leher DaeHyun, begitu pula dengan DaeHyun yang mulai meraih pinggang ramping BaekHyun dan merapatkan tubuh mereka berdua.
"Wuaaaaaa . . . . wah wah wah . . . . . . seperti itukah ciuman itu ?! Manis sekali kelihatannya, Huuuuaaaaaaaaa . . . . ."
Mata V terlihat berbinar saat melihat adegan ciuman kedua orang tuanya itu. Dia tersenyum dengan kedua tangannya yang menutupi mulutnya saat melihat tangan DaeHyun mulai memasuki kaos hitam BaekHyun.
Kakinya sampai berjingkrak – jingkrak riang saat melihat adegan yang mulai menjurus kearah yang lebih jauh itu.
"Wuaaaaaaaaaa omo omo omo . . . . . . . . . eh ?! KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAA . . . . APPAAAAAAA . . . . OEMMAAAAAAAAAAAAA . . . . . . . . !"
"Eh ?!"
DaeBaek yang tengah menikmati ciuman mereka itu langsung melepas ciuman mereka saat mendengar teriakan V.
Yah, mereka semua melupakan satu hal. Mereka lupa dimana V tengah berdiri saat ini.
"TAEHYUNG-AAAAAAAAAAAHH . . . . . . . . . . . . . .! ANDWEEEEEEEEEEEE . . . . . . . . . . . . !"
DaeBaek sontak berteriak saat melihat sosok putra mereka terpleset dari tepi gedung dan TERLAMBAT . . . . . .mereka melihat tubuh V dengan ringannya jatuh dari atas gedung.
"Tae-ah~ . . . . ."
BRUK !
"E-eh, Baek – Baek . . . . .Aduh Baek . . . sadarlah. Aduh – aduh V-ah ?! Ya Tuhan , bagaimana ini ?!"
DaeHyun yang tadi hendak berlari menuju tepi gedung mendadak menghentikan langkahnya saat sosok BaekHyun yanng berdiri didepannya mendadak terkulai lemas.
"Ya Tuhan putraku ?!"
HAP !
Hap Hap Hap Hap . . . . Tangkap Tangkap *author nyanyi -_-"
"Ya Tuhan, apa aku sudah disurga ?!" V yang terjatuh dari lantai 3 itu terlihat setengah sadar saat tak merasakan rasa sakit ditubuhnya.
"TaeHyung-ah ?! Gwenchana ?!"
V yang samar – samar membuka matanya dan melihat sosok dihadapannya itu sambil tersenyum samar.
"A-ahjumma . . . . . Kau benar – benar berniat membunuhku ya ?!"
"Eh eh, TaeHyung sadarlah ?! Eh kenapa kau malah pingsan ?! Hey setan kecil sadarlah ?! Kau belum mati. Aku berhasil menangkapmu. Hey setan kecil bangun." Ucap Yuri, sosok yang menangkap tubuh V yang terjatuh dari lantai 3 itu sambil menepuk – nepuk pipi V yang tengah terkulai lemas itu.
.
.
.
.
.
"Gomawo DaeHyun-ssi." Ucap BaekHyun pada sosok DaeHyun yang duduk disampingnya.
DaeHyun memang mengantar BaekHyun sampai SM Building karna hari itu BaekHyun masih ada latihan. Dan yang dia tahu ChanYeol sudah pulang lebih dulu dengan YoungJae.
"Nde. Cheonma."
. . . . . . . . (hening)
Untuk beberapa saat suasana didalam mobil itu terlihat sangat awkward.
"Hm, apa kau yakin TaeTae baik – baik saja DaeHyun-ssi ?!" Tanya BaekHyun kembali memulai pembicaraan.
DaeHyun yang mendengar pertantanyaan itu menghembuskan nafasnya pelan. Jujur, dia benci saat mendengar BaekHyun memanggilnya dengan embel – embel 'ssi'.
"Nde. Kau tenang saja. YuRi nonna sudah membawanya. Aku yakin dia pasti aman di tangannya." Jawab DaeHyun yang sebenarnya kurang yakin dengan ucapannya sendiri.
"Bisakah aku yang lebih dulu menghabiskan waktu bersama TaeTae ?!"
DaeHyun menoleh kearah BaekHyun saat namja cantik disebelahnya itu seolah – olah tengah meminta ijin kepadanya.
"Bukannya aku egois Baek. Tapi bisakah jika aku lebih dulu mengajak V?! Setelah ini aku akan kembali di Jepang dan jarang kembali ke Korea." Jawab DaeHyun.
"Tapi aku yakin saat ini TaeTae sedang membutuhkan sosok seorang oemma disampingnya." Ucap BaekHyun.
"Kau pikir hanya sosok oemma yang dia butuhkan ?! dia juga butuh sosok seorang appa. Apa kau pikir sosok seorang appa itu tidak penting bagi seorang anak ?!" Saut DaeHyun.
"Anya, bukan begitu. Tapi DaeHyun-ssi ak- . . ."
"BAEK ! Yang dibutuhkan V bukan aku atau kau, TAPI DIA MEMBUTUHKAN KITA, MEMBUTUHKAN KITA BERDUA."
DaeHyun berucap sedikit keras saat menyebut nama BaekHyun sebelum akhirnya memutus ucapan BaekHyun.
. . . . . . (hening)
"Hassst, kenapa kita jadi seperti sepasang suami istri yang tengah bercerai lalu memperebutkan hak asuh anak begini." Ucap DaeHyun sambil menyandarkan kepalanya dijok mobil dan memejamkan matanya.
"Nde. Tapi sayangnya kita bukan mantan pasangan suami istri. Bahkan kita tidak pernah memiliki hubungan apapun."
"Eh ?!"
DaeHyun langsung membuka matanya saat mendengar penuturan BaekHyun.
"Aku juga tahu. Aku juga sadar jika TaeTae membutuhkan 'KITA'. Tapi aku juga sadar. Kita bukan siapa – siapa, kita tak memiliki hubungan apa - apa. Gomawo sudah mengantarkanku, permisi DaeHyun-ssi."
BlLAM !
"Baek . . . . ." DaeHyun memanggil lirih nama BaekHyun saat BaekHyun keluar dari mobilnya.
"Hassst !"
DaeHyun mengasak kasar rambutnya sebelum mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi seseorang.
"Yeoboseyo ?! Ah nde Hyung, ini aku."
". . . . . . . ."
"Nde, aku sudah ada didepan SM Building."
". . . . . . . ."
"Nde, aku tunggu . . . . . LuHan Hyung."
Pip !
.
.
.
"Ahjummaaaaaaaa . . . . serahkan kunci kamarnya !"
V berucap sambil sedikit bersungut saat meminta kunci kamar dorm mereka kepada Yuri yang tengah menggelar karpet.
"Nah, sudah selesai. Ayo sekarang kalian tidur berjajar, berikan satu bantal kosong untukku dengan posisi diantara TaeHyung dan Baby JungKook."
Member BTS yang tengah berdiri sambil memegangi bantal mereka masing – masing itu serempak menatap heran kearah 'ahjumma kesayangan' V itu. Mereka tak mengerti apa yang ada di fikiran yeoja itu. Tiba –tiba Yuri mengunci kamar mereka dan menyuruh mereka semua tidur diruang tengah bersamanya.
"Ayolah. Kali ini saja. Anggap saja untuk kenang – kenangan. Jarang – jarang kan bisa tidur dengan yeoja secantik aku." Ucap Yuri narsis.
"Tak usah berisik Serahkan saja kuncinya. Kau tau, kami sudah sangat mengantuk."
Yuri sedikit mendengus saat mendengar perkataan Suga.
"Hasst, kalian ini menyebalkan. Kalian tidak asyik. Padahal ini permintaan terakhirku pada kalian. Yasudah ini. Tidurlah, kalian besuk masih ada jadwal." Ucap Yuri lesu sambil menyerahkan kunci kamar kearah Suga.
"Eittsss TaeHyung, kau mau kemana ?! Kau tak boleh masuk. Kau harus tidur bersamaku."
"Eh ?!"
Para member BTS yang tadinya akan mulai memasuki kamar itu perlahan menoleh dan melihat dengan tatapan tak percaya saat Yuri menarik tangan V dan memintanya untuk tidur bersama.
"E-eh. Enak saja. Kau mau apakan si V hah ?! Dasar ahjumma – ahjumma mesum kau mau memperkosa V ya ?!"
"MWO ?!"
Yuri yang mendengar ucapan Suga yang kini menarik V darinya itu langsung melotot dengan ekspresi marah.
"Enak saja. TaeHyung itu sudah seperti anakku sendiri. Jika kalian tak mau menemaniku malam ini yasudah, tapi biarkan TaeHyung yang menemaniku malam ini. Kalian tenang saja, ini hari terakhirku merusuh dan mengganggu hidup kalian semua. Mulai besuk hidup kalian akan tenang seperti biasa."
Seluruh member BTS kembali menatap heran kearah Yuri. Mereka tak mengerti dengan arah ucapan Yuri yang sampai kemana - mana itu.
"Maksud no-"
"Nde, aku mau ahjumma. Sekarang kalian tidurlah. Biar aku menemani ahjumma disini."
JungKook yang baru saja akan bertanya akan maksud perkataan Yuri langsung dipotong oleh V yang langsung menerima permintaan Yuri.
"Tapi-"
"Kalian semua tenang saja. Gila – gila begitu dia itu sangat menyayangiku. Aku yakin dia tidak akan melakukan hal – hal yang tidak – tidak padaku."
Yuri yang tadinya tersenyum kembali mendengus saat mendengar ucapan V yang memotong ucapan Jin.
"Hahaha, kalian dengarkan ?! Sudah sana tidur."
Member BTS langsung berjalan memasuki kamar saat mendengar perintah dari Yuri dan meninggalkan Yuri diruangan itu bersama V.
"Ayo tidur TaeHyung-ah. Sini – sini."
V yang tadinya melihat membernya memasuki kamar, kini menoleh kearah Yuri yang sudah berbaring dikarpet dan menepuk –nepuk tempat kosong disebelahnya. Tanpa menjawab pun V langsung membaringkan tubuhnya disamping Yuri dengan posisi tubuh menghadap Yuri.
"Ahjumma. Apa kau tadi siang memang berniat membunuhku ?!"
"Eh ?!"
Yuri yang mendengarkan pertanyaan V itu langsung menoleh kearah V dan membuat posisi mereka kini saling berhadapan.
"Hahaha, kau pikir aku gila. Mana mungkin aku berniat membunuhmu. Kalaupun aku berniat membunuhmu aku akan memilih pergi dari sana dan membiarkan kau terjatuh dilantai. Bukannya terus – terusan menatap kearah rooftop dan menunggumu terjatuh dari sana sampai leherku terasa pegal. Oh ya, bagaimana dengan DaeHyun dan BaekHyun. Apakah ada kemajuan ?!"
V yang tadinya mengangguk – anggukkan kepalanya itu mendadak tersenyum.
"Tadi appa dan oemma berciuman ahjumma."
"MWO ?! Berciuman ?! Mereka sudah jadian ?!"
Yuri sedikit berteriak saat mendengar ucapan V.
"Molla. Aku menyuruh mereka berciuman dan mereka mau. Itu tandanya mereka saling menyayangi kan ahjumma ?!" Tanya V dengan polos kearah Yuri yang menatap cengoh kearahnya.
"Hasst jinjja. Appa oemmamu itu sama – sama mesum. Kenapa malah menyuruh mereka berciuman heh ?!" Ucap Yuri sambil mencubit hidung mancung V.
"Akh appo ahjumma. Biar saja. Aku senang melihatnya. Oh ya ahjumma. Kenapa ahjumma mengajakku tidur bersama ?! Bahkan tadi mengajak seluruh member BangTan."
Yuri yang tadinya cemberut itu langsung tersenyum dan membelai rambut cepak V.
"Anya, hanya ingin menghabiskan saat – saat terakhir bersama kalian."
"Ahjumma, kau itu kenapa ?! Dari tadi saat – saat terakhir terus. Kau seperti orang yang akan mati saja."
DEG !
Grep !
"Jebal. Jangan bertanya apapun dulu. Biarkan seperti ini."
V terlihat tersentak saat Yuri tiba memeluknya erat.
Meskipun heran dan belum mengerti karna Yuri tak menjawab pertanyaannya, tapi V pun tetap ikut membalas memeluk tubuh kurus yeoja yang berbaring didepannya itu.
"TaeHyung-ah, bolehkah aku meminta satu permintaan padamu."
V melonggarkan pelukannya saat mendengar penuturan Yuri.
"Apa ahjumma ?!"
"Maukah kau memanggilku oemma ?!" Ucap Yuri lirih.
"Eh ?! Ahjumma ?! Kau itu kenapa ?!" Tanya V kembali.
"Sudah jawab saja. Kau mau memanggilku oemma tidak." Ucap Yuri manja sambil menarik – narik kaos V.
"Ahjummaa~ . . . . . . kau itu kenapa. Jebal jangan seperti ini." Ucap V tak kalah manja.
"Sudah. Bilang saja. Kau mau tidak ?!" rengek Yuri kembali.
"Huft, ya ampun ahjumma. Kau itu seperti anak kecil saja. Yasudah dengar aku."
V menarik wajah Yuri lalu menatap wajah dan kedua bola mata yeoja tersebut.
"Oemma~ . . . . . ."
"Hiks !"
"Y-yak, ahju- eh Oemma, Kenapa kau malah menangis ?!" Tanya V panik saat melihat Yuri tiba – tiba terisak dan menutup wajahnya.
Grep !
Yuri kembali memeluk tubuh V dan mencium keningnya.
"Hiks . . . . TaeHyung-ah~ . . . aku menyayangimu . . . mianhae atas sikapku selama ini . . . mianhae TaeHyung-ah hiks . . ."
"Ahj- . . . eh oemma~ . . . kenapa kau menangis. Huaaaaaa . . . Uljima. Jebal, jangan menangis seperti ini." Ucap V ikut menangis dipelukan Yuri.
"Hey setan kecil . . . Kenapa kau ikut menangis ?! Uljima . . . Kau jangan menangis. Tidur . . . Tidurlah . . . Aku nyanyikan sebuah lagu ya."
Gom se mariga hanjibeisseo . . .
Appagom, Oemmagom, aegigom~ . . .
Appagomeun ttungttunghae . . .
Oemmagomeun nalshinhae . . .
Aegigomeun neomugwiyeowo . . .
Hijjukhijjuk jalhanda . . .
"Hahahaha . . . eomma~ kenapa kau menyanyikan tiga beruang ?!" Ucap V sembari tertawa dipelukan Yuri.
"Hahahaha, kau itu, aku nyanyikan lagu agar kau bisa lekas tertidur . . . kenapa kau malah tertawa ?! Dasar anak nakal." Ucap Yuri sambil menggelitiki tubuh V.
"Hahahaha . . . a-aduh aduh, geli oemma . . . . hahahaha . . . . oemma sudah hahahaha."
.
.
.
.
.
-11 November 2013-
"HAH !"
DaeHyun menghembuskan nafasnya berat saat keluar dari lift lantai 15 di gedung apartemen yang dulu pernah dia tempati itu.
Setelah pertengkarannya dengan Yuri sebulan yang lalu, DaeHyun tak lagi mengunjungi apartemen ini. Lebih tepatnya karna Yuri sendiri sudah menjual apartemen yang dulu pernah mereka tempati itu.
DaeHyun berhenti sejenak saat berdiri didepan pintu apartemen yang dulu sering dia kunjungi dan tempati itu.
Dia mengingat saat – saat dia dan Yuri membeli apartemen ini. Saat itu adalah saat – saat hubungan Yuri dan YongNam baru saja terjalin. DaeHyun yang awalnya sangat mengekang Yuri itu, mulai melepaskan dan membebaskan yeoja yang disayanginya itu saat Hyung dari Bang YongGuk itu menyatakan dan meminta ijin untuk menjaga Yuri dan menjadikan Yuri sebagai kekasihnya. Setelah Yuri dan YongNam menjadi sepasang kekasih, mereka berdualah yang menempati apartemen ini. Semua berjalan lancar dan baik - baik saja. Hingga beberapa bulan yang lalu hubungan mereka tiba - tiba merenggang dan Yuri memilih tinggal di asrama TS lalu menyerahkan apartemen itu ke DaeHyun.
Setelah puas menatap pintu apartemennya yang lama, DaeHyun lalu melanjutkan perjalanan dan membelok kearah pintu apartemen yang ada dipojok gedung.
"Jadi ini apartemen baru nonna ?! Ternyata tak jauh dari letak apartemen yang lama. Hanya berbeda satu blok saja." Ucap DaeHyun saat sampai didepan pintu apartemen yang ditunjukkan Yuri lewat pesan tadi.
Ting Tong !
DaeHyun meremas – remas tangannya yang sudah dingin saat menunggu pintu dibuka. Mendadak dia merasa ragu dan risau saat mengingat alasan dia mendatangi Yuri disini.
Ceklek !
"Oh, kau sudah datang eoh ?! Ayo masuk." Ucap Yuri yang muncul dari balik pintu dan mulai berjalan masuk.
"Jadi kau sudah yakin bahwa kau memilih BaekHyun."
DaeHyun yang tadinya berjalan menunduk itu langsung mengangkat kepalanya dan menatap punggung yeoja yang membelakanginya itu.
"Nde. Aku Yakin. Aku mencintainya nonna."
"Jadi kau memang lebih memilih BaekHyun daripada aku ?!"
DEG !
Jantung DaeHyun seakan berhenti berdetak saat Yuri mendadak berbalik dan menatap matanya tajam.
"Jadi BaekHyun lebih berarti daripada aku ?!"
"N-nonna."
"Jadi BaekHyun lebih berharga daripada aku ?!"
"Nonna jebal."
"JADI AKU SUDAH TIDAK BERARTI DAN BERHARGA LAGI UNTUKMU ?!"
"ANYA ! BUKAN BEGITU BEGITU ! KAU TETAP YEOJA YANG SANGAT BERARTI DAN BERHARGA BAGIKU."
DaeHyun sedikit berteriak saat Yuri mulai bertanya dengan nada tinggi.
Bruk !
"Eh, kau mau apa ?!"
Yuri sedikit tersentak saat DaeHyun tiba – tiba bersimpuh didepannya.
"Nonna jebal. Aku mencintainya. Aku mencintai BaekHyun nonna. Sungguh. Ijinkan aku bersamanya." Ucap DaeHyun lirih sambil meraih tangan Yuri.
"Aku mohon nonna. Restui kami. Ijinkan aku bersamanya, menjaganya, mencintainya." Lanjut DaeHyun sambil menaruh keningnya di tangan Yuri.
"Hast, berdirilah. Aku bukan Tuhan yang harus kau sembah." Ucap Yuri sambil menarik DaeHyun untuk berdiri.
"Kau bilang apa tadi ?! Mengijinkanmu bersama BaekHyun ?! Mengijinkan kau menyakiti seseorang lagi ?! Bukankah kau dulu juga pernah melakukan ini saat kau ketahuan berhubungan diam – diam dengan YoungJae dibelakangku ?!" Tanya Yuri sambil tersenyum sinis.
"Hasst nonna jebal. Ini berbeda. Aku dulu bahkan tidak sampai bersimpuh dihadapanmu. Aku tidak pernah menyakiti YoungJae. Kami berpisah dengan baik – baik. Semua terjadi karna kesalah pahaman. Kami sudah menyelesaikan semua kemarin. YoungJae bahkan sudah menemukan seseorang yang lebih mengerti dirinya. Jadi ini impas untuk kami berdua. Jebal nonna." Ucap DaeHyun dengan tatapan memohon kearah Yuri.
"Aku masih tidak percaya bahwa kau serius mencintai BaekH-"
"Nonna. Kau tahu. Aku bahkan sudah 'menyentuhnya', kami sudah menyatukan tubuh kami berdua. Bagaimana bisa kau mengatakan kalau aku tak serius padanya." Ucap DaeHyun memutus ucapan Yuri.
"Kau bahkan menyentuhnya bukan atas dasar cinta. Kau menyentuhnya tanpa ada kepastian hubungan. Kau pikir BaekHyun itu apa ?! Kau tak tahu bagaimana rasanya disentuh seseorang tanpa ada perasaan cinta tapi hanya berdasar nafsu belaka ?!"
"NONNA ! Aku bukan namja seperti itu. Sungguh aku mencintai BaekHyun. Meskipun aku menyentuhnya saat belum memiliki hubungan yang pasti. Tapi aku menyentuhnya atas dasar cinta. Aku sudah mencintainya sejak awal pertemuan kami berdua."
"Cih, aku tetap tak percaya." Ucap Yuri sambil berdecih kearah DaeHyun.
"Aku Serius Nonna. Bahkan dihadapanmu aku bersumpah. Jika Baekhyun muncul dihadapanku saat ini, AKU AKAN LANGSUNG MELAMARNYA SAAT INI JUGA." Ucap DaeHyun dengan suara yang sedikit meninggi.
"Hati – hati dengan ucapanmu Jung DaeHyun. Kau tak pernah tahu bagaimana sakitnya saat diberi harapan palsu. Berhenti berkata yang tidak – tidak jika kau tak bisa menepati atau kau secara tidak langsung menyatakan bahwa kau sama dengan namja brengsek lainnya." Ucap Yuri.
"Anya. Aku tidak seperti itu." Bantah DaeHyun.
"SAMA SAJA ! Kau sama saja dengan-. . . ."
"NONNA ! BERAPA KALI AKAU HARUS BILANG. AKU BUKAN NAMJA SEPERTI ITU ! AKU BUKAN HYUNGKU YANG MENCAMPAKANMU SETELAH MENGHAMILIMU !"
DEG !
"JUNG DAEHYUN !"
PLAK !
DaeHyun memegangi pipinya yang baru saja ditampar kasar oleh Yuri.
"No-nonna . . . ."
Panggil DaeHyun dengan suara sedikit melemah kearah yeoja yang perlahan berjalan mundur sambil menutup mulutnya dengan tubuh bergetar itu.
"Hiks . . . K-kau !"
"N-nonna mianhae. Nonna a-aku tak bermaksud mengingatkanmu akan hal ini." Ucap DaeHyun sambil berjalan mendekat dan meraih tangan yeoja yang tengah menangis itu.
"LEPAAAASSSS !"
Yuri menepis kasar tangan DaeHyun yang mencoba meraih tangannya itu.
"Nonna sungguh. Maafkan aku. Aku tak bermaksud mengingatkanmu akan masa lalumu. Tapi sungguh. Aku bukan Hyung. Walau BaekHyun itu namja dan kemungkinan hamil itu sangat kecil. Tapi tak pernah sedikitpun ada niatan hatiku untuk mempermainkannya. Sungguh. Aku bukan Hyungku nonna. Aku bukan laki – laki sepengecut dan sebrengsek itu."
Yuri yang berdiri bersandar tembok sembari terisak itu perlahan mengangkat kepalanya.
"Sungguh Jung DaeHyun, hiks . . .tak sepantasnya kau menyebut oppa dengan sebutan itu." Ucap Yuri dengan suara yang sedikit bergetar.
"Wae ?! Kenyataannya memang begitu kan ?! Lalu apa sebutan pantas untuk namja yang tega menghancurkan masa depan seorang gadis yang- . . ."
"STOP ! Berhenti membahas itu, berhenti menjelek – jelekkan oppa dihadapanku Jung DaeHyun." Ucap Yuri dengan suara sedikit meninggi.
"KENAPA KAU TERUS SAJA MEMBELANYA NONNA ?! KENAPA KAU TERUS – TERUSAN . . . . Hasst!"
DaeHyun mengacak rambutnya frustasi saat tak bisa menghadapi yeoja keras kepala dihadapannya itu.
"OKE! Aku yang menyerah. Aku melepasmu. Aku akan melepasmu. Aku juga tidak ingin melihatmu bersedih karnaku. Berbahagialah dengan BaekHyun. Bahagiakan dia. Jangan sakiti dia. Jangan pernah mengecewakannya. Jangan sampai dia merasakan apa yang pernah aku rasakan. Rasanya sakit sekali DaeHyun-ah." Ucap Yuri dengan suara yang sedikit melunak saat melihat DaeHyun terlihat frustasi sembari membelai surai DaeHyun.
"Nonna. A-aku . . ."
"sSst, tak perlu berkata apapun. Sejak awal aku juga tau kalau kau begitu mencintainya." Ucap Yuri sambil membungkam mulut DaeHyun dengan jari telunjuknya.
"Tapi kau harus ingat satu hal DaeHyun-ah. Kau bukan hanya hidup untuk BaekHyun. Kau juga hidup untuk TaeHyung. Kau juga harus menjaga TaeHyung. Kau harus menjaga setan kecilku itu. Jangan pernah membuatnya menangis, jangan pernah membuatnya marah, jangan pernah lagi kau dan BaekHyun membohonginya. Aku menyayanginya. Sangat mencintainya. Tolong jaga BaekHyun dan TaeHyung setelah kepergianku." Ucap Yuri sembil terus menatap mata DaeHyun.
"Ma-maksudmu nonna apa ?!" Tanya DaeHyun tidak mengerti.
"Kita sudah membuat kesepakatan kemarin. Jika kau memilihku. Aku kan tetap tinggal bersamamu. Namun jika kau memilih BaekHyun berarti kau merelakanku pergi dari sini."
DEG !
DaeHyun terdiam. Dia melupakan satu hal. Dia melupakan satu hal terpenting dalam masalah ini.
"Kau mau kemana nonna ?!" Tanya DaeHyun pelan.
"Aku akan kembali keBusan."
DEG !
"NONNA ANDWE ! Demi Tuhan Nonna. Jangan pernah lakukan itu. Pergilah kemanapun kau mau. Kau bahkan bisa pergi kenegara mana pun yang kau mau. Aku, aku akan bekerja lebih keras lagi untuk membiayai hidupmu. Tapi jebal, aku mohon. Jangan pernah kembali ke Busan !"
DaeHyun langsung berteriak sembari menggeleng – gelengkan kepalanya saat mendengar jawaban Yuri.
"Dae-ah~ . . ."
Yuri memanggil lirih nama namja yang kini tengah menangis dihadapannya itu.
Grep !
DaeHyun langsung menarik dan memeluk tubuh Yuri.
"Jebal nonna. Jangan kesana, jangankembali kesana hiks . . . Jebal nonna. Aku mohon. Aku tak mau Hyung menemukanmu dan kembali menyakitimu."
"Dae-ah, jangan seperti ini . . . . Huuuaaaaa . . . Kau membuatku jadi ikut menangis hiks. . . .! Aku mohon jangan membenci oppa. Bagaimanapun dia itu kakak kita. Biarkan aku pergi DaeHyun-ah, biarkan aku kembali kesana. Jujur aku sudah lelah lari dari kenyataan hidupku selama ini. Biarkan aku kembali kesana Dae-ah."
"NONNA JEBAL ! APA TIDAK BISA KAU MENDENGARKANKU SEKALI INI SAJA ! AKU TAK MAU KAU KEMBALI TERSAKITI NONNA !"
DaeHyun langsung melepas pelukannya dan memegang erat kedua bahu Yuri sembari berteriak.
"AKU ATAU BAEKHYUN ?!" Tanya Yuri tak kalah lantang.
"Hassst, Ya Tuhan nonna."
DaeHyun mengacak rambutnya kembali. Kenapa hati yeoja yang dulunya sangat lembut itu bisa berubah menjadi sekeras ini.
"Sudahlah DaeHyun. Berbahagialah disini bersama BaekHyun dan TaeHyung. Sesungguhnya aku sudah lama memikirkan tentang hal ini. Kau jangan pernah takut jika oppa akan kembali menyakitiku. Kau tau, aku bukan aku yang dulu. Aku bukan sosok yang lemah lagi. Aku yang sekarang adalah yeoja yang kuat, sangat kuat. Kau juga. Berhenti membencinya. Bagaimanapun dia tetap Hyungmu. Dia kakak kandungmu. Lagipula apa kau tahu DaeHyun-ah, jika aku juga sudah sangat merindukan mengunjungi putri kecilku."
"Nonna."
DaeHyun kembali berucap lirih saat melihat kearah wajah yeoja yang sudah dibasahi air mata itu.
"Aku mohon. Berhenti membenci Oppa. Sekalipun dia sudah sangat menyakitiku, sekalipun dia sudah membunuh putri kecilku. Dia tetaplah sosok oppa untukku. Berbahagialah DaeHyung-ah. Berbahagialah. Jaga orang – orang yang kau sayangi dan menyayangimu. Buat aku kembali bangga padamu. Jaga dirimu. Jaga kesehatanmu. Aku menyayangimu. Aku mencintaimu."
CUP !
Yuri mengecup pelan kening DaeHyun.
"Saranghae. Saranghae nae dongsaeng. Aku pergi dulu. Sampaikan salam maafku pada setan kecilku. Aku menyayanginya. Sangat menyayanginya."
"Nonna jebal."
DaeHyun menarik tangan Yuri yang hampir beranjak pergi itu.
"Jangan memaksaku untuk kembali menyuruhmu memilih aku atau BaekHyun lagi DaeHyun-ah. Aku pergi. Biarkan aku pergi. Sampai jumpa adikku."
BLAM !
SHIT !
DaeHyun berjalan mendekati pintu yang baru saja ditutup oleh Yuri. Dia langsung menyandarkan kepalanya kepintu sembari menangis.
"Mianhae. Mianhae nonna . . . hiks . . . mianhae tak bisa menjagamu. Mianhae karna aku telah mengecewakanmu dan menyakitimu. Mianhae aku belum bisa membahagiakanmu. Jebal. Hajima nonna. Jangan pergi nonna. Jangan mendatangi Hyungku lagi. Jangan menyakiti dirimu sendiri lagi. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA . . . . . "
GREP !
DEG !
Teriakan DaeHyun terhenti saat merasakan sebuah pelukan dari belakang tubuhnya.
"Uljima . . . uljima. Jangan menangis. Ada aku disini bersamamu."
DaeHyun langsung membalikkan badannya untuk melihat siapa yang memeluknya dari belakang.
"Ba-Baek ?! Ini kau ?! Ini sungguh kau ?!" Ucap DaeHyun dengan tatapan tak percaya sambil menyentuh wajah namja cantik dihadapannya itu.
"Nde. Ini aku. Jangan menangis Dae. Ada aku disini." Ucap BaekHyun sambil menyentuh jemari DaeHyun yang memegang wajahnya.
"Sejak kapan kau disini ?!" Tanya DaeHyun.
"Yang pasti sebelum kau berada disini." Jawab BaekHyun.
"J-jadi kau mendengar semua pembicaraanku dengan Yuri nonna tadi ?!"
BaekHyun mengangguk saat mendengar pertanyaan DaeHyun.
"Hah, baiklah kalau begitu. Aku mohon kau diam sebentar. Dan dengarkan aku." Ucap DaeHyun pelan dengan satu tangan memegang tangan BaekHyun dan tangan lain menyentuh bibir BaekHyun.
Nae tteugeoun ipsuri neo-ye budeuroun ipsur-e dakil wonhae . . .
(My hot lips want to touch your soft lips)
Nae sarangi neo-ye gaseum-e~ cheon haejidorok . . .
(Dengan begitu cintaku akan tersampaikan ke hatimu)
Ajikdo na-ui maeumeul~ moreugo issot damyeo neun . . .
(Meskipun jika kau masih saja tak tahu bagaimana perasaanku)
I sesang geu nuguboda~ neol saranghagesseo . . .
(Aku akan mencintaimu lebih dari siapapun didunia ini)
Neol Saranghagesseo~ . . . eonjekkaji na . . . Neol Saranghagesseo~
(Aku mencintaimu . . . sampai kapanpun . . . aku mencintaimu)
Jigeumi sungan cheoreom~ I sesang geu nuguboda . . .
(Seperti saat sekarang ini, melebihi siapapun didunia ini)
Neol Saranghagesseo~
(Aku mencintaimu)
Oryeoun yaegireul neo-ye~ hogisimeul jakeukal sudo isseo~ . . .
(Aku dapat mendorong rasa ingin tahumu dengan kata-kata yang rumit)
Geu heunhan yuhiro~ I bameul bunselsudoisseo . . .
(Aku dapat menghabiskan malam ini dengan permainan biasa)
Hajiman na-ye maeumeul~ ijeneu arajwo sseumyeon hae . . .
(Tapi aku ingin kau tahu perasaanku saat ini)
I sesang geu nuguboda~ neol saranghagesseo . . .
(Aku mencintaimu melebihi siapapun di dunia ini)
Neol Saranghagesseo~ . . . eonjekkaji na . . . Neol Saranghagesseo~
(Aku mencintaimu, sampai kapanpun . . . aku mencintaimu)
Jigeumi sungan cheoreom~ I sesang geu nuguboda . . .
(Seperti saat sekarang ini, melebihi siapapun didunia ini)
Neol Saranghagesseo~
(Aku mencintaimu)
[I Choose to Love You by HyoRin SISTAR]
Bruk !
"Eh ?! Dae~. . ."
BaekHyun sedikit tersentak saat DaeHyun yang baru saja selesai bernyanyi tiba – tiba bersimpuh dihadapannya.
"Aku tahu mungkin saat ini bukan saat yang tepat untuk mengatakan ini. Mianhae pernah menyakitimu. Mianhae pernah mengecewakanmu. Tapi lewat lagu tadi, dengan penuh keyakinan dari dalam hati yang terdalam. Aku menyatakan aku mencintaimu. Sangat mencintaimu. Jadi, maukah kau menjadi milikku Baek ?! Maukah kau mengisi hatiku yang memang sudah lama terisi namamu. Maukah kau menjaga TaeHyung bersamaku. Menjaganya selayaknya putra kita sendiri. Maukah kau menjadi pendampingku. Melewati hari – hari bersamaku ?! Aku tahu aku payah menyusun kata – kata. Tapi dengan keyakinan dari hati yang terdalam I choose to love you. Jadi Byun BaekHyun. Will You be Mine ?!"
"Dae~ hiks."
BaekHyun membekap mulutnya sembari terisak saat mendengar penuturan DaeHyun yang tengah menatapnya lekat sembari menggenggam erat tangannya itu.
"A-aku . . . . . . . ."
.
.
.
"Hiks . . . Huaaaaa jinjja. Dongsaeng kurang ajar. Dia sampai membuatku menangis begini. Sial ! kenapa aku jadi yeoja yang lemah lagi."
Yuri yang baru saja keluar dari apartemen itu berjalan dengan sedikit terisak sambil menghapusi kasar air matanya.
DEG! !
"Eh ?! Setan kecilku ?! Untuk apa dia disana ?!"
Yuri yang tadinya berjalan sembari menunduk itu sedikit mengangkat wajahnya saat akan berbelok. Namun dia berhenti dan bersembunyi dibelakang tembok saat melihat sosok V berdiri melamun sambil menatap lekat pintu apartemennya yang lama.
Dia tak habis pikir kenapa V mendatangi apartemen itu, jelas – jelas dia sudah mengatakan kalau dia sudah menjual apartemen itu.
"Huh !"
Yuri menghela nafasnya. Tiba – tiba bayangan kejadian semalam berputar – putar dikepala.
"TaeHyun-ah~ . . . Mianhae." Ucap Yuri lirih.
Semalam dia dan V memang menghabiskan malam yang panjang, sangat panjang hingga mereka atau lebih tepatnya V sampai tidur lewat tengah malam.
Usai menyanyikan lagu sembari bercanda, V yang malam itu memanggil Yuri dengan sebutan 'oemma' itu tiba – tiba menjadi sangat manja kepada Yuri. Dia bahkan mungkin lupa berapa usianya saat itu hingga sangat kekanak – kanakan dan terus memasang wajah merajuk saat Yuri mulai menggodanya.
V bercerita banyak tentang kehidupannya sebelum debut, bercerita tentang dia ingin menikahi cinta pertamanya yang sampai sekarang belum ditemukannya sampai bercerita tentang kedua orang tua kandungnya dan kedua dongsaengnya. Dan satu hal yang baru Yuri tahu, bahwa bocah didekapannya itu adalah seorang Hyung yang memiliki dua dongsaeng yang masih kecil – kecil. Pantas saja V begitu manja begitu manja pada DaeBaek. Dia seorang Hyung yang harus menjaga kedua dongsaengnya. Berbeda dengan DaeBaek yang merupakan maknae dalam keluarga mereka.
Saat merasakan V sudah mulai terlelap, Yuri hanya bisa memandangi wajah polos V, wajah polos setan kecilnya itu. Wajah yang sangat imut, sangat damai ketika tertidur. Siapapun pasti tak ada yang menyangka bahwa namja yang tertidur dengan wajah bak malaikat itu sebenarnya adalah sosok setan kecil yang menyebalkan dan tak bisa diatur ketika dia terbangun.
"TaeHyung-ah mianhae." Ucap Yuri kembali.
Ada rasa bersalah saat tiba – tiba dia meninggalkan V semalam yang tengah tertidur. Karna jujur, sekuat – kuatnya, sekeras – kerasnya hati Yuri. Dia tetap seorang yeoja, dia tetap seorang ibu yang tak akan tega bila melihat anak yang dianggap anaknya sendiri menangis dihadapannya.
Jadi setelah merapikan pakaiannya kedalam koper, dia lalu mulai memasak sarapan member BTS. Setelah itu dia mulai menulis surat untuk V yang dia taruh di bantal tempat tadi dia berbaring disebelah V, sebuah surat yang berisi permintaan maaf darinya untuk V dan seluruh member BTS. Lalu dengan langkah pasti dan tanpa menoleh sedikitpun kearah V yang masih terlelap itu, menuju ke apartemen tempat dia akan menemui BaekHyun dan DaeHyun.
"TaeHyung-ah~ . . . . MianHae. Mianhae telah merecoki hidupmu. Mianhae aku sering memukulimu. Apa itu sakit Taehyung-ah ?! Apa aku menyakiti TaeHyung-ah ?! Aku minta maaf bila pukulanku sedikit keras. Aku hanya ingin kau berhenti menjadi bocah aneh yang terlihat sinting. Tapi . . . . . Gomawo. Gomawo telah hadir dalam hidupku. Gomawo sudah menjadikanku hidupku lebih berwarna. Goma- . . ."
Yuri menghentikan ucapannya seraya membekap mulutnya saat tanpa dia minta air matanya mulai kembali menetes karna merasa tidak tega melihat V yang berdiri didepan pintu apartemen itu mulai menyandarkan kepalanya.
"G-gomawo sudah mau memanggilku . . . OEMMA . . . Hiks."
Yuri menangis, tangis Yuri akhirnya benar – benar pecah.
"Gomawo sudah memanggilku oemma TaeHyung-ah. Andai saja putriku dulu sempat terlahir. Andai saja dulu appanya menghendaki kelahirannya. Andai saja dulu appanya tak membunuhnya hingga dia menghilang dari rahimku . . . pasti aku tak perlu repot – repot merajuk memintamu untuk memanggilku oemma. Hiks . . . TaeHyung-ah, aku menyayangimu."
"Andai putriku sempat terlahir dia pasti akan tumbuh menjadi seprang gadis kecil yang cantik. Dan aku akan langsung membawanya kehadapanmu dan menjadikannya cinta pertamamu. Tak masalah bagiku memiliki menantu segila dan sekurang ajar dirimu. Karna aku menyayangimu. Aku sangat menyayangimu TaeHyung-ah. Tapi sayangnya itu semua hanya khayalanku belaka TaeHyung-ah. Putriku sudah pergi jauh sebelum dia sempat dilahirkan. Dia telah kembali diambil Tuhan sebelum dilahirkan."
"Aku menyayangimu TaeHyung-ah, menyayangi seperti anakku sendiri. Berhenti menjadi anak nakal. Jadilah contoh yang baik untuk kedua dongsaengmu. Buat kedua orang tuamu, DaeHyun, BaekHyun dan aku bangga terhadapmu. SarangHae Kim TaeHyung. Mianhae."
Usai berbicara panjang lebar dengan suara berbisik. Yuri pun mulai berdiri tegap. Dia menarik tudung jaketnya agar menutupi wajahnya lalu mulai berjalan melewati belakang V.
"Ahjumma eodiga ?! hiks . . . HUAAAAAAAA . . . . OEMMAAAA HAJIMAAAAAA."
Bruk !
DEG !
Yuri yang berjalan sampai dibelakang tubuh V itu mendadak menghentikan langkahnya saat mendengar suara V yang parau tengah memanggilnya sembari menangis dengan tubuh yang terkulai lemas dilantai itu.
Tok Tok Tok !
"Oemma hajima . . . hiks . . . jangan tinggalkan aku oemma. Apa aku begitu nakal ?! Apa oemma membenciku sampai oemma meninggalkanku ?! Aku berjanji aku tidak akan nakal lagi, aku akan menjadi anak yang baik. Jebal. Jangan pergi. Kembalilah oemma . . Hiks hiks . . . HUUUAAAAAAA OEMMAAAAAAAAAA . . . ."
Tubuh Yuri membeku ditempat. Wajahnya seperti ditampar, hatinya serasa dihantam batu dan ditusuki ribuan jarum saat mendengar rintihan V yang tengah menangis dengan posisi duduk sambil mengetuk – ngetuk pintu apartemen itu.
"Hiks, mianhae. Mianhae TaeHyung-ah. Oemma tak pernah membencimu. Oemma mencintaimu. Mianhae TaeHyung-ah. Annyeong Kim TaeHyung. Annyeong Setan kecilku. Saranghae, hiks." Bisik Yuri saat perlahan mulai berjalan meninggalkan V.
"OEMMAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA . . . !"
Yuri menutup telinganya sembari berlari saat kembali mendengar suara V yang tengah berteriak. Dia tak sanggup. Dia tak sanggup mendengar tangisan itu.
Yuri pun pergi. Pergi ketempat dimana dia seharusnya berada. Tempat dimana dia bisa menjaga putrinya.
.
.
.
"Jadi dia benar – benar kembali ke Busan ?!"
DaeHyun yang tadinya melamun dibalkon dormnya itu hanya tersenyum sembari menghembuskan nafas pelan saat YongGuk tiba – tiba muncul disampingnya.
"Hah ! Nde. Dia kesana. kembali kesana."
"Aku tak menyangka. Yeoja sepertinya ternyata memiliki masa lalu sesuram itu. Sekarang aku tahu kenapa Yuri begitu keras terhadap namja. Aku benar – benar tak percaya saat mendengar semuanya.
DaeHyun yang mendengar itu langsung menoleh kearah YongGuk yang tengah menatapnya itu.
"Nde. Tapi semua itu memang benar adanya. Dia anak yang hidup dan dibesarkan oleh keluargaku. Dia tumbuh menjadi sosok gadis cantik yang selalu ceria. Gadis cantik yang polos, yang selalu tersenyum dan menebar kebahagiaan untuk semua orang disekitarnya. Gadis polos yang jatuh cinta pada orang yang salah. Dia jatuh cinta pada Hyungku. Sejak mereka masih kecil, kedua orang tuaku memang berniat menjodohkan dan menikahkan mereka saat mereka dewasa. Tapi sayangnya harapan tak sesuai kenyataan. Diam – diam dibelakang kami semua Hyungku memiliki kekasih. Lalu dihari kelulusan nonna, Hyungku yang sedang mabuk karna bertengkar dengan kekasihnya tiba – tiba mendatangi nonna dan memperkosanya. Nonna hamil. Dia mengandung anak Hyungku. Namun bukannya bertanggung jawab atas perbuatannya. Hyungku malah membawa kekasihnya kerumah kami dan melamar kekasihnya itu didepan kami semua. Didepan yeoja yang tengah mengandung anaknya. Dan sayangnya Hyungku seakan mendapat karma, Hyungku memergoki kekasihnya tengah bercinta dengan namja lain. Hyungku marah dan nonna lah yang terkena imbasnya. Hyungku yang frustasi tiba – tiba menyelakai nonna dan mencoba membunuhnya hingga membuat nonna kehilangan bayi dalam kandungannya. Sejak saat itulah aku membenci Hyungku. Membenci namja yang membuat yeoja yang aku cintai mengalami depresi tak berkesudahan. Dan sejak saat itu aku bersumpah pada diriku sendiri untuk menjaganya dan membahagiakannya disini. Aku membawanya keSeoul tanpa ada satu pun keluargaku yang tau. Setahu mereka nonna sudah mati bunuh diri. Hah. Jujur, sebenarnya aku lebih tenang jika dia dianggap mati, sama halnya aku lebih suka melihatnya marah – marah tidak jelas daripada harus melihatnya menangis."
"Ah Nde. Hyungku juga bercerita itu kemarin. Eh, Kau tau ?! Hyungku pernah bercerita, meskipun mereka tinggal bersama, Hyungku belum pernah sekalipun menyentuhnya sampai kearah yang intim. Hyung bilang Yuri nonna sangat pintar berkilah saat Hyungku mencoba menyentuhnya. Jadi memang ada alasan kenapa yeoja itu begitu keras. Sungguh gadis yang malang." Saut Yongguk saat mendengar cerita DaeHyun.
"Siapa yang kau sebut gadis yang malang Bang ?!"
DaeHyun dan Yongguk sama – sama menoleh saat HimChan tiba – tiba muncul dibelakang mereka.
"Anya. Bukan siapa – siapa." Ucap YongGuk sambil meraih pinggang HimChan untuk ikut berdiri ditepi balkon.
"Heh Jung DaeHyun ?! Apa yang kau lakukan pada BaekHyun heh ?! JunMyeon baru saja menelponku. Katanya sepulang bertemu denganmu BaekHyun tak berhenti menangis. Kau melamarnya eoh ?!"
DaeHyun yang tadinya hampir menangis mendadak tersenyum saat mendengar ucapan HimChan.
"Anya. Aku tak melamarnya. Lebih tepatnya belum. Aku hanya menyatakan perasaanku. Memintanya menjadi kekasihku."
"MWO ?! Jadi . . . jadi selama ini kalian bukan sepasang kekasih ?! Tapi kenapa selama ini kalian sudah sering tinggal bersama dan aku sangat yakin pasti kalian pernah melakukan hal – hal diluar batas." Ucap HimChan sambil menatap tajam DaeHyun.
Astaga, kau tahu ?! Huh ! Bang YongGuk saja masih belum berani menyentuhku sampai sekarang walaupun jelas – jelas aku ini kekasihnya. Padahal aku sendiri sudah benar – benar ingin disentuhnya. Tapi kalian yang belum memiliki hubungan bisa – bisanya . . . ?! Eyh, kau mempermainkan hati anak manusia Jung DaeHyun."
"Enak saja. Aku tak pernah mempermainkannya Hyung. Aku tulus mencintainya. Eh tadi kau bilang apa ?! Jadi kalian itu sepasang kekasih ?! Huuuaaaaa chukkaeyo, sejak kapan ?!" Tanya DaeHyun tiba – tiba memutus ucapan HimChan.
"Sejak dulu, kalian saja yang tidak tahu, iya kan Bba- eh Bbang, kenapa kau senyum senyum begitu ?! E-eh, kenapa memelukku ?! Lepas, kau membuatku takut Bang."
HimChan yang tadinya akan bertanya pada YongGuk mendadak mengnyengitkan dahinya saat melihat YongGuk tiba – tiba tersenyum gaje sembari memeluk tubuhnya.
"Jadi selama ini kau menahan diri untuk kusentuh eoh ?!" Tanya YongGuk sambil mengecup pelan kening HimChan.
"A-aanu, b-bukan begitu."
"Masuklah kekamar dan aku akan menyentuhmu malam ini juga."
BLUSH !
"Berhenti menggodaku Bbang." Ucap HimChan dengan wajah memerah sambil memukul pelan tubuh YongGuk sebelum akhirnya berlari masuk kedalam dorm dan membuat YongDae tertawa melihatnya.
"Bersiaplah menikmati malam pertama Hyung. Jangan terlalu kasar, aku tak mau tidurku terganggu karna mendengar Hime Ahjumma berteriak – teriak menyebut namamu." Goda DaeHyun yang membuat YongGuk terkekeh.
"Apa BaekHyun juga meneriakkan namamu saat kalian melakukan itu ?!" Tanya YongGuk.
"Anya. BaekHyun itu berisik dan aku tak suka mendengar BaekHyun streaming yang akan membuat telingaku sendiri terasa sakit saat mendengarnya. Aku lebih suka membuat dan mendengarnya mendesahkan namaku Hyung."
"Hahahahaha . . . sepertinya kau berpengalaman sekali tentang hal ini. Kau sering melakukannya sebelumnya eoh ?!"
"BaekHyun yang pertama."
"Eh ?! Maksudmu ?!" Tanya YongGuk tak mengerti.
"BaekHyun adalah orang pertama yang aku sentuh sejauh itu. Aku tak ingin menyakiti dan melukai tubuh mulusnya, jadi aku melakukan secara pelan – pelan walau setiap pemanasan aku melakukan dengan sedikit brutal. Hasst, kau membuatku merindukan BaekHyun saja Hyung."
YongGuk kembali terkekeh sambil menggeleng – gelengkan kepalanya saat mendengar ucapan DaeHyun.
"Oh ya, bisa aku minta tolong. Sampaikan pada Yuri nonna, Hyungku dan keluargaku besarku menerimanya, menerima segala masa lalunya. Kau tahu, Hyungku sangat depresi saat Yuri nonna tiba – tiba memutuskannya dan menceritakan segala masa lalunya."
DaeHyun yang tadinya tertawa itu mendadak terdiam saat mendengar perkataan YongGuk.
"Dan kalau dia mau, Hyungku beserta orang tuaku akan ke Busan untuk melamarnya. Dan membawanya kembali ke Seoul. Yasudah, hanya itu yang ingin kusampaikan tadi. Sudah malam, tidurlah." Ucap YongGuk sambil menepuk pelan bahu DaeHyun sebelum masuk kedalam dorm.
"Hah !"
DaeHyun menghembuskan nafasnya kasar sebelum meraih ponselnya.
"Yeoboseyo ?! Baby ?!"
". . . . ."
"Hay cantik. Apa kau sudah tidur ?! Apa aku mengganggumu ?!"
". . . . . ."
"Anya, aku hanya tak bisa tidur. Hm . . . . apa kau tau ?! Saat ini aku sedang merindukanmu. Merindukan tubuh mulusmu. Aku rindu mendengar kau mendesahkan namaku."
". . . . . ."
"Hahahaha, aku bercanda Baby. Jangan berteriak – teriak seperti itu. Suaramu itu berisik sekali. Bisa – bisa seluruh dorm terbangun mendengar teriakanmu. Hahahaha."
". . . . . ."
"Nde, aku akan tidur Nyonya Jung. Kau itu cerewet sekali."
.". . . . . ."
"Baby ?! Hey nyonya Jung. Kau masih disana kan ?! Kenapa diam ?! Ah aku tau, kau pasti sedang blushing ya karna aku memanggilmu Nyonya Jung ?! hahaha. Ya sudah tidurlah. Aku berjanji suatu hari nanti kau akan benar – benar menjadi bagian keluarga Jung. Jaljayo Baby. Saranghae nae cheonsha. Chu Chu Chu . . . . Hahahaha."
Pip !
DaeHyun terkekeh sendiri usai menelpon dan menggoda sang kekasih. Senang rasanya bisa menyebut BaekHyun sebagai kekasihnya. BaekHyun miliknya. BaekHyun sekarang miliknya. Hanya milik- . . . eh tidak – tidak. Bukan hanya miliknya. BaekHyun miliknya dan milik TaeHyung, putranya. (hahahaha)
DaeHyun perlahan meraih dompetnya yang ada disaku celananya, lalu membukanya dan mengambil sebuah potret yang sudah terlihat sedikit usang. Sebuah potret yang selalu tersimpan rapat di bagian tersembunyi dompetnya.
"Nonna. Apa kau yakin dengan pilihanmu ini ?! Apa kau yakin dengan pilihanmu untuk kembali tinggal diBusan ?! Kenapa kau tak pernah berhenti membuatku khawatir nonna ?! Beginikah caramu membuatku untuk berfikir dewasa ?!"
DaeHyun menghentikan sejenak ucapannya dan mengelus pelan potret tersebut.
"Nonna gomawo. Gomawo telah menyatukanku dengan BaekHyun. Gomawo telah memberiku keberanian untuk menyatakan perasaanku pada BaekHyun. Aku akan menjaganya. Aku akan menjaga mereka. Aku akan menjaga kedua malaikatku itu. Aku berjanji padamu nonna."
"Berbahagialah. Barbahagialah disana nonna. Semoga kau bisa kembali menjadi dirimu yang dulu. Sosok cantik yang lembut, yang selalu tersenyum dengan tulus. Aku harap kau juga berhenti mencintainya. Berhenti mencintai Hyungku. Berhenti mencintai orang yang telah menghancurkan masa depanmu. Saranghae. Jeongmal saranghae nonna. Berbahagialah disana. Sampaikan salamku pada putri kecilmu saat kau mengunjungi makamnya. Aku menyayangimu nonna, sungguh aku juga masih mencintaimu hiks."
DaeHyun sedikit terisak saat menatap lekat potret yeoja bersurai panjang berponi dengan warna hitam pekat itu yang tengah tersenyum dalam balutan sragam sekolah. Senyumnya sangat indah. Dan DaeHyun ingat, itu foto terakhir yang dia ambil saat hari kelulusan yeoja itu. Juga senyum terakhir yang masih sempat dia lihat dari wajah yeoja itu.
Terlalu lama terdiam sambil memandangi potret itu. Beberapa saat kemudian DaeHyun tiba – tiba tersenyum, kedua sisi bibirnya itu terangkat saat matanya membaca tulisan nametag yang terpasang diblazer hitam sragam yeoja itu. Sebuah nametage bertuliskan huruf hangul . . . . . JUNG SEHYUN.
.
.
.
.
.
.
TBC
*ditimpuki reader lagi . . . hahaha
Iya, iya Yuri tahu Yuri ngaret lagi. Tapi baru 2 minggu juga ^^
Oh ya, mian jika Chap ini sedikit mengecewakan karna lebih banyak membahas tokoh Han Yuri dari pada The Hyun family. Karna Yuri hanya mau menjelaskan siapa itu Yuri sebenarnya. Kan kemarin pada nanya di review Yuri itu sapa. Hehehe *bilang aja Yuri numpang tenar ya ?! -_-
Yang cemburu sama couple Tae-Ri, lega kan sekarang Yurinya dah ilang. Lagian Yuri itu bukan pedo. Kagak suka bocah *tunjukV
Yuri itu sukanya sama abang – abang. *PelukBangYongGuk *DiCekekHimChan *diCeraiBangYongNam :D
JUJUR ! JUJUR YA. BaekHyun itu bukan bias Yuri di EXO, apalagi DaeHyun. Yuri 'merhatiin' BAP juga baru – baru aja. Sedangkan FF ini Yuri bikin waktunya berdasarkan Fakta, jadi mau gak mau Yuri harus download – download dulu video BaekHyun dan BAP di tahun – tahun yang lalu buat tau tanggal segini si Baek dimana, tanggal segini si Dae dimana. Jadi harap maklum ya jika updatenya ngaret mulu. Yuri Cuma merhatiin jadwal – jadwal HunHan selama ini.
Oh iya, Chap ini akhirnya DaeBaek Jadian juga ^^ horeeeee . . . *tebar menyan -_-
Inkigayo akhir – akhir ini nggemesin banget ya. Habis minggu lalu ngelihat kecentilan emak BaekHyun saat meniru omongan V dan ngedance gerakan Boy in Love terus ditutup adegan emak anak ngedance bareng. Eh minggu ini si DaeBaek pada kagak inget umur kayanya kayak bocah semua mentang – mentang anaknya kagak dateng di Inki. Tapi sayangnya kemarin BAP dah Goodbye stage dan Fokus ke LOE20014 :( Huaaaaaaa . . . moment DaeBaekTae semakin berkurang dong ya.
READERDEUL , Terutama para BABy. Kalian pada sadar gak sih, kalau tiap mau / habis tampil di Inkigayo (sejak Baek jadi MC). Si DaeHyun pasti selalu always update status twitter . . . PASTI ITU. Coba cek aja kalo gak percaya. Mana isi twitnya . . . Hmm . . . pada artiin sendiri ajalah, yang pasti sweet dan selalu pakai emotion ^^ *Colek Baby Baek
Oke, selalu banyak omong nih kayaknya, sekarang kita ke fact :
Fakta ke 1, Jin adalah member BTS yang paling pintar dan 'suka' memasak.
Fakta ke 2, Kaki Suga itu kecil seperti kaki yeoja. Bahkan suga pernah bilang kalau kakinya sama bagusnya dengan kaki member SNSD -_-"
Fakta ke 3, awal bulan november 2013 BTS comeback dengan lagu mereka Attack on BangTan.
Fakta ke 4, saat comeback V tampil dengan penampilan baru dengan rambut yang dipotong sedikit cepak dan dia juga merubah warna rambutnya. Oh ya, eyelinernya juga semakin tebal saja -_-"
Fakta ke 5, pada 131110 BangTan tampil di Inkigayo dan V memang memakai topi,
Fakta ke 6, bulan Oktober BAP mulai debut dijepang dengan lagu mereka WARRIOR, lalu bulan November sampai Desember mereka mengadakan tour skala besar di Jepang, jadi pada bulan itu BAP bolak balik Korea Jepang.
Fakta ke 7, pada tanggal 7 dan 8 November, member EXO syuting di BWCW untuk VCR di acara Melon Music Award 2013.
Fakta ke 8, diawal debut mereka, BaekHyun lebih tinggi dari DaeHyun. Bisa dilihat dari video – video saat mereka berdiri berdampingan. Tapi sekarang sepertinya DaeHyun lebih tinggi. Namun yang pasti, diantara DaeHyun dan BaekHyun, V lah yang tertinggi -_-"
Fakta ke 9, pada tanggal 131110 BaekHyun terlihat memasuki SM Building seorang diri. Lalu beberapa jam kemudian dia keluar bersama LuHan.
Fakta ke 10, DaeHyun memang pernah mengcover lagu HyoRin yang judulnya 'I Choose to Love You'. Suaranya bagus banget .. GOMAWO buat yang udah ngasih tau hal ini, lumayan kan bisa dipake nembak BaekHyun. Yuri pas nulis lirik itu sambil dengerin langsung suara Daehyun, dan Yuri rasanya pengen pingsan dipelukan DaeHyun *diCekekBaekHyun -_-"
Fakta ke 11, V mempunyai keinginan untuk menikahi cinta pertamanya. Tapi sampai sekarang V belum menemukan sosok orang yang dicintainya itu. *ada yang mau daftar jadi cinta pertamanya V readerdeul ?! :D
Fakta ke 12, V merupakan anak pertama dalam keluarganya. Dia memiliki 1 adik laki – laki dan 1 adik perempuan. Tapi semoga saja adik – adiknya tak seautis dia -_-
Fakta ke 13, DaeHyun dan BaekHyun memang maknae dalam keluarga mereka. Seluruh member BAPEXO adalah maknae / anak tunggal dalam keluarga mereka. #BAPEXOFact
Fakta ke 14, DaeHyun memiliki seorang Hyung. Hyung DaeHyun itu memiliki kepribadian yang dingin. Tapi sumpah, Hyung si DaeHyun gak sejahat di FF ini, inget ini cuma FIKSI. Nama Hyung DaeHyun sapa aja Yuri gak tau. Ada yang tau gak siapa nama Hyung DaeHyun ?! Hehehe
Oh ya 1 lagi. Yang mau tau kayak apa 'visual' Han Yuri di FF ini. Kalian bisa lihat avatar profil Yuri di FFn / avatar profil Yuri di twitter MilkHunHan_Yuri. Cantik, manis banget senyumnya. Tapi inget itu hanya visual tokoh OC.
Udah itu dulu faktanya, untuk Balasan Review, Yang punya akun udah Yuri balas lewat PM ya.
Selamat datang bagi Reader baru The Hyun Family Story.
Jeongmal KAMSAHAMNIDA buat sudah mau review, jangan bosen untuk review.
Buat kalian PARA SIDERKU TERCINTA, Tetap ditunggu Review-annya ^^
Lily Bininya Byunbaek^^ : sukses buat UANnya saeng , gak usah cemburu mulu ... *tebar ciuman baek ... Chika Love Baby Baekhyun : NO COMENT buat kamu, Hahahaha *tertawa nista *Kiss&Hug Bang YongGuk … Eth'V'Hunnie : nde MinZy-ah, eh bukan MinZy lagi ya ?! hehe ... Jenny One Zero Zero Four / Kimberly Jenny Helwa : aku tetap mencari info BAP darimu chingu^^ ... Babypanda518 … Ika zordick ... Rahae Angelfishy Dae … Qrttrra88 … Kray24 … Thedevil'yooniemoon' … Liakim95 … Rinda … Kim Hyun Soo … Yeppo … Unky Dwi … Shineexo … 20Gag … Fangirlshipper … Lee Haru … Park Byun Joon … Ima Park ... Linkz : iya ini nyambung ke FF HunHan , hm masalah HunHan *pikir pikir dulu ya^^ … Briesies … Kim Mika … Kim Kyusung … Reka Elflove Couple … Michelle Kim … Oh Hyunsung … Misaki Yumi … Ohsooyeol … Zahee … Selvle OLIF … Strawbaekry … Nonabaozi … Rivecca Wu 2 … Savearth … Ichi Rth … Hatakehanahungry … Ahrahenry897 … Askasufa … Chanbaekxoxo … Uchiha Chiba Asuka … Dewikhukhu98… Daensyyo … Jisaid… Zhiecho ... Jung Baekhyung.. CY Destiny … Harunababychanbaek… Asroyasrii … Celana Kai … Afifah Kulkasnyachangmin … Inggit : ini bukan complicated, complicated FF sebelah noh, hehe … Wu Qian … U Hee : ceritanya Jae mantan Dae, hehe iya dah bersatu noh^^ … Akiya Exotics : hehe, sekarang gg seminggu sekali, FB yang mana ya ?! coba inbox lagi, hehe … Vhyung D … Chenma … NAP217 … Kaihun70 ... Finda Daejae … Kim Hyunjae … Bintang Terang … NaturalCandy1994 … Hunhanshipper … Mirarose86 .. Riani Chenchen ... Rachel Suliss … Lee Naeul … Indah Indrawaribasmar... Hadawyyah … Ahrastringself … Tabifangirl ... Sanchii Hunnie ... Helwa Lengloiteleportbabies ... Lalany : hahaha, iya si Baek emang maruk, hehe, itu dah Yuri satuin ^^... Chuapexo31 ... Changkyu975 ... Date Kaito ... Kyuulawliet... Tika Karisma 18 ... Biblee ... Ayimisaki : emang tuh keluarga aneh, HunHan gg pisah kok, Tae-Ri yang pisah huhuhu ... Pandamyp ... 0706 : DaeBaek gak akan pisah^^ ... Crkeish : Kagak ada TaeRi kok hehe^^ ... Deerpop ... Exobutt... Indahplepoes... Desahan Suga ... Choidechan ... EXO Love EXO... Nur991fah... Kira Shixun.. Baekliner... Filla ... Changkyuhyunfamilyshipper... Ankbaekyeol: hahaha, anak BaekYeol yang jd DaeBaek shipper ya kamu ?! .. Olincarolyn ... Rizkyvi : nde panggil eonni aja, hehe Yuri emang galak, Iya ini Yaoi saeng^^ ... Syenns ... Lulittledeer20 ... Kkamcon Penjahat Fanfic... Kimura Shiba ... Miss Kim : kagak, kagak bakal pisahin DaeBaek^^ ... Riikasdfghjkl ... Baekkiebaekyeol692... Parklili... Narumi ... Synshine ... Baby Baekkie … Suhoagma … Oh Chaca : saeng banyak maunya nih -_- mana crack pair semua -_- … Park Hyun … Hwang Yumi … Sukiyj57 … Luwhan … Cucunyahaehyuk … 2711 … Riyoung17 … Flameshine : No coment buat ChanBaek Shipper yang suka ngegalauin DaeBaek -_- hahaha … Novnov : hahaha, Yuri berhasil kan nyatuin mereka, so dah lega kan ?^^ … Natsume Yuka … 3K121418 : gak, gak akan pisahin DaeBaek^^ … Riiinkkamjongbaek … Regnogsky .. Vin A … Phiea Ana … Han Sehyun … Sella … Nofiana Febriati … Frog Prince … Bebby … Kim Llu : tae nangis bukan gegara daebaek tapi gegara ahjummanya^^ ... Dessy Litha ... Kim Kkamjong ... Wahyuning ... Alysasparkyuelfshawol ... Silvia Kim ... Exofans Qhila ... Neichakola Zylla ... Adilia Taruni 7 ... Raesookim ... Pembantunya Tao ... V Hyung D : enggak, enggak dipisahin, itu udah bersatu^^ ... Baek shineelight : hehehe, gomawo dah mau mampir, gomawo dah mau review, jadi maunya DaeBaek dipisahin lagi ?! V playgirl eh playboy kayak emaknya^^ ... Lyeonra : masalah dengan luhan tak akan pernah terbongkar hehe, Baek kan playgirl *eh (?) ... seo ji ae : wah ARMY sejati ya biasnya BTS semua. Jin pan emang dewasa^^ ... Chanchan : iya ini YAOI kok^^ ... alysasparkyuelfshawol ... DaeKim ... DaeBaek : iya, ini emang FF DaeBaek kok^^ ... Anabble : Iya YAOI .. eh kamu ChanBaek ato DaeBaek shipper -_- ... Jung99 : gwenchana, yang penting dah review, iya YAOI^^ ... Baekrisyeol ... Jungiee ... ChaaChulie247 ... park hyun in ... inaue95 ... LynKim ... jungjaegun : Daebaek gg pisah kok, tenang aja^^ ... Blacknancho... juga buat yang udah review di BBM. FB, Twitter, WA dan SMS ^^
Diharapkan untuk tidak mereview dengan nama GUEST, Yuri jadi susah nyebutnya . . . Yuri kan juga ingin mengenal kalian.
Pokoknya yang belum kesebut WAJIB bilang. Kalau Author gak mau punya SiDer. Reader juga jangan mau punya SiThor (?)
Untuk Chap selanjutnya Yuri belum bisa menjanjikan kapan .. sekarang udah mulai banyak FF DaeBaek kok, bagus - bagus pula ^^
oh ya Yuri bikin akun FB baru, namanya The Hyun Family - Daehyun Baekhyun Taehyung .. Yuri butuh 50 like aja biar bisa promote, ntar semua pict ma video difakta dan moment - moment The Hyun Family yang Yuri punya bakal Yuri share disana .. *bow
