SELAMAT MEMBACA

Chanyeol hanya bisa menundukkan kepalanya begitu orang tuanya dan orang tua Baekhyun datang berkunjung. Mereka terkejut karena tidak mendapati Baekhyun di rumah dan melihat keadaan Chanyeol yang sangat memprihatinkan membuat Nyonya Byun yakin bahwa anak mereka sedang bertengkar, "jadi, bisa jelaskan apa yang terjadi?" tanya Tuan Park dengan suara khas miliknya.

Chanyeol semakin menundukkan kepalanya, kali ini lebih dalam. Matanya terasa panas, dia ingin menangis. Menangis mengingat bagaimana malam kemarin Baekhyun meninggalkan dirinya begitu saja. Tuan Park bertanya sekali lagi, masih dengan nada datarnya. Ibu Chanyeol dengan gemetar memegang lengan suaminya, takut kalau suaminya emosi di luar batas.

"Chanyeol..." kali ini Ibu Baekhyun yang memanggilnya. Padahal, niat awal mereka berkunjung adalah untuk memberikan mereka kejutan sambil membawa beberapa kudapan kesukaan Baekhyun dan Chanyeol. Namun, kenyataan memang tak selalu sesuai dengan ekspektasi.

"A-aku tidak tau Ayah.." lirih Chanyeol mulai memberanikan diri untuk berbicara. Rasanya memang tidak nyaman jika harus diadili dengan keadaan yang seperti ini. Chanyeol memejamkan matanya, mengepalkan kedua tangannya dengan kuat hingga kuku – kuku tangannya memutih, "tiba – tiba saja... tiba – tiba saja..." air mata itu akhirnya tumpah juga. Ibu Chanyeol tak percaya begitu melihat putranya menangis. Seumur hidupnya mengurus Chanyeol, anak itu hanya akan menangis jika dia kehilangan mainan kesukaannya. Selebihnya, Chanyeol hanya akan terlihat garang dengan apapun yang berusaha mengganggunya.

"Apa... Baekhyun pergi dari rumah?" Ibu Baekhyun menduga – duga, tapi satu anggukan pelan dari Chanyeol membuat ke empat orang tua itu terkejut dengan ekspresi wajah yang tak dapat diduga. Ayah Baekhyun kemudian bangkit dari posisi duduknya, membuat istrinya mendongak menatap suaminya dengan mata yang sudah berkaca – kaca.

"Aku akan mencari Baekhyun dan membawanya kembali" ucap Tuan Byun yang sedari tadi memang diam untuk menetralkan perasaannya. Chanyeol mengulum bibir bawahnya, ingin sekali rasanya pria itu meminta maaf kepada Ayah mertuanya atas semua yang terjadi.

Tapi Chanyeol tidak bisa.

Bibirnya terkunci rapat. Kepergian Baekhyun adalah kesalahannya, kesalahan karena dia masih belum bisa melepaskan perasaannya kepada Sunbin sehingga membuat Baekhyun terluka.

"Ayah tidak pernah sekecewa ini padamu, Chanyeol" Tuan Park ikut bangkit dari posisi duduknya. Menyusul Ayah Baekhyun yang sudah sampai di depan pintu untuk memakai sepatunya. Chanyeol hanya bisa mengusap wajahnya kasar untuk menghilangkan air matanya yang mengalir di pipi. Ibu Baekhyun mendekat ke arah Chanyeol, menepuk pelan punggung lebar menantunya dan tersenyum, "Ibu rasa Baekhyun hanya salah paham" ucapnya.

Chanyeol menggelengkan kepalanya sambil tersenyum pilu, "Baekhyun tidak salah paham bu, aku yang salah karena masih mengharapkan Sunbin" lirih Chanyeol. Sedikit banyak, Ibu Baekhyun terkejut dan memilih untuk bungkam. Ny. Byun tahu jika pernikahan anaknya ini hanya atas dasar perasaan Baekhyun tapi tidak dengan Chanyeol. Bukankah ini berarti Baekhyun sudah menyerah?

"Baekhyun sudah memutuskan untuk menyerah" tiba – tiba Ibu Chanyeol menepuk sofa yang saat ini sedang diduduki olehnya. Menatap anak dan besannya secara bergantian, "Baekhyun sepertinya sudah mengerti ke mana dia harus melangkah" sambung Ny. Park lagi.

"Maksud Ibu... Baekhyun menyerah padaku?" tanya Chanyeol panik. Semakin panik begitu melihat Ibunya mengendikkan bahu seolah – olah sedang mempermainkan perasaan Chanyeol.

"Tidak mungkin!" protes Chanyeol menggebu – gebu.

"Itu hanya asumsi Ibu, kenapa kau malah marah – marah?" Ibu Chanyeol bahkan lebih menggebu – gebu, "kau pikir siapa yang bisa tahan menyimpan bahkan sampai menikah dengan seseorang yang bahkan masih mengharapkan perasaan orang lain?" sambung Ny. Park lagi kali ini dengan posisi berdiri menghadap ke arah Chanyeol duduk.

Chanyeol terdiam, Ibunya benar. Baekhyun pasti selama ini tersiksa.

"Apa kau tidak bisa menerima Baekhyunie dengan tulus di hatimu? Apa hatimu sudah penuh dengan Sunbin?!" kali ini suara Ibu Chanyeol mengeras, persis seperti dirinya ketika memarahi Chanyeol di rumah.

Ny. Byun hanya bisa menundukkan kepala. Mulai sibuk memikirkan kemungkinan – kemungkinan yang akan dilakukan anaknya jika Baekhyun sudah menyerah dengan suatu hal, lalu tiba – tiba Ibu Baekhyun teringat sesuatu, "Ibu rasa Ibu tau di mana Baekhyun sekarang!" teriaknya nyaring. Berdiri dari posisi duduknya dan langsung memegang ponselnya untuk menghubungi suaminya yang sudah lebih dulu pergi mencari Baekhyun bersama Tuan Park.

e)(o

Kyungsoo mendengar beberapa kali bel rumahnya berbunyi. Pria bermata bulat itu awalnya menyuruh Bakehyun untuk membuka pintu tapi Baekhyun masih mengurung diri di dalam selimut dan itu artinya dia tidak bisa diganggu.

"Ya...?" Kyungsoo hampir saja berteriak karena terkejut mendapati Ibu Baekhyun dan seorang perempuan lagi serta Chanyeol di antara mereka, "I- Ibu Baekhyun, kenapa tidak bilang akan kesini?" tanya Kyungsoo lalu menyuruh mereka masuk.

Pandangan Kyungsoo jatuh pada Chanyeol yang sedang menatapnya dengan pandangan sendu, "ada apa ya, Bu?" tanya Kyungsoo sesopan mungkin.

Ibu Baekhyun tersenyum, mencoba meraih kedua tangan Kyungsoo untuk digenggam, "Ibu kesini mau bertanya, apa Baekhyun ada datang menemuimu Kyungsoo?" tanya perempuan paruh baya itu dengan nada yang selembut mungkin.

Kyungsoo menetralkan ekspresinya sebisa mungkin, mencoba mengingat apa saja yang harus dkatakannya kepada Ibu Baekhyun, "tidak...Bu" bohongnya terpaksa. Bisa Kyungsoo lihat raut wajah Ibu Baekhyun yang berubah sendu.

"Apa Nak Kyungsoo tau di mana kira – kira Baekhyun pergi jika sedang bersusah hati?" kali ini perempuan yang duduk di samping Ibu Baekhyun yang angkat bicara. Kyungsoo menatap perempuan yang mungkin seumuran dengan Ibu Baekhyun itu ddengan tatapan heran, "ah, aku Ibu Chanyeol" sambungnya yang langsung membuat Kyungsoo menunduk untuk memberi salam.

Kyungsoo memang tidak terlalu kenal dengan orang tua Chanyeol. Itu karena Kyungsoo tidak terlalu menyukai Chanyeol, berbanding terbalik dengan Baekhyun yang sangat menggilai pria tinggi yang gagal move on itu.

"Aku tidak tau Nyonya, tapi biasanya Baekhyun akan datang kemari jika sedang bersusah hati" jawab Kyungsoo dengan sopan.

"Jika dia datang, tolong suruh dia pulang Kyungsoo. Entah itu ke rumahnya atau ke rumah Ibu" Kyungsoo mengangguk lalu membalas genggaman tangan Ibu Baekhyun dengan lebih lembut.

"Kalau begitu Ibu permisi dulu" ucap Ibu Baekhyun melepaskan genggaman tangannya pada tangan Kyungsoo, "ayo Ibu Besan" dan mengajak Ibu Chanyeol untuk kembali bersama.

"Ibu, bisakah Chanyeol tinggal sebentar?" pinta Kyungsoo setelah mengantar Ibu baekhyun dan Ibu Chanyeol sampai ke depan pintu.

"tentu" lalu kedua perempuan paruh baya itu memutuskan untuk menunggu Chanyeol di mobil saja.

Kyungsoo menatap Chanyeol dengan tatapan meneliti. Di dalam hatinya mengutuk bagaimana Chanyeol selalu menyakiti Baekhyun tanpa sadar dan membuat Baekhyun terus menerus sakit hati, "kali ini Baekhyun kenapa?" tanya Kyungsoo ketus.

Chanyeol menundukkan kepalanya, tak berani memandang Kyungsoo. Membuat Kyungsoo jengah dan akhirnya memanggil Chanyeol dengan keras, "Chanyeol jawab aku!"

"Aku tau kau tak pernah menyukaiku Kyungsoo karena aku selalu menyakiti Baekhyun" Kyungsoo menganggukkan kepalanya, "tapi kali ini aku benar – benar menyesal" lirih Chanyeol hampir seperti gumaman.

"Kau sudah terlambat" ucap Kyungsoo datar.

"Apa?" tanya Chanyeol. "Kau sudah terlambat, Baekhyun sudah pergi. Lalu apa yang masih kau harapkan?" ucap Kyungsoo masih dengan nada datarnya.

"Aku benar – benar berusaha untuk melupakan Sunbin, tapi itu butuh proses" Chanyeol kali ini berucap dengan wajah memelas yang membuat Kyungsoo muak.

"Alasan yang bagus untuk orang sepertimu yang masih mengharapkan cinta orang lain" sambil melipat kedua tangannya di dada Kyungsoo memutuskan untuk mendorong Chanyeol keluar dan hendak menutup pintu.

Tapi Chanyeol menahan pintu itu dengan kedua tangannya, "aku akan membawa Baekhyun kembali pulang, aku akan buktikan kalau aku bisa melupakan Sunbin"

BAM!

Pintu itu ditutup kuat oleh Kyungsoo dan pria bermata bulat itu berbalik arah untuk melihat Baekhyun yang sedang bersembunyi dibalik dinding pintu kamar, "sekarang kau puas? Aku sudah berbohong pada Ibumu dan Ibu Chanyeol. Chanyeol juga bilang akan memperjuangkanmu" Kyungsoo berlalu setelah berucap seperti itu. Meninggalkan Baekhyun yang terisak sambil memegang dadanya.

Jujur saja, dia tidak ingin meninggalkan Chanyeol seperti ini. Tapi, jika Chanyeol harus terluka maka untuk apa dia memaksakan perasaannya...

A/N : Sinetron banget ah...