" Ada apa Baekhyun? Jonhyun bilang kau sakit? Sampai kau harus menyusul ku kesini. " seorang wanita berparas cantik dan memakai jas duduk di depan Baekhyun.
" Iya, Sora eonni. "
Si dokter cantik terkikik, " Noona Baek, noona. "
" Jangan menggoda ku eonni! " rajuk Baekhyun.
" Hahahahah, oke oke. Apa nya yang sakit Baek? "
" Aku sudah tidak haid 3 bulan, aku sering muntah. Dada ku sakit. "
Sora mengerut kan dahi nya. " Seperti apa sakit nya? "
" Sakit seperti ada yang menonjok - nonjok dari dalam. "
" Hmm, aku periksa dulu ya. Buka baju mu sini. "
Baekhyun melepas kaos nya di bantu oleh Sora. Oh ya, ngomong - ngomong sekarang Baekhyun berada di rumah Sora, dokter pribadi artis SM. Untuk menghindari media, ia sengaja pergi berobat di rumah dokter nya itu. Lagi pula, Sora juga membuka praktek di rumah nya sendiri.
" Ku lepas bebat mu ya. " Sora melepas kan kain yang membalut dada Baekhyun, menyisakan bra tanpa tali yang selalu Baekhyun gunakan.
" Baek, dada mu bengkak. "
" Hah? Pantas, sakit sekali ya? "
Sora menaruh stetoskop nya di dada Baekhyun, ia juga menaruh tangan nya di perut Baekhyun lalu memukul pelan beberapa bagian.
" Aku sakit apa? "
" Kau hamil. "
Baekhyun melongo. Bengong untuk beberapa saat, memproses perkataan Sora.
Bagaimana bisa? Hamil? Hamil sama siapa?! Lagian Baekhyun belum pernah melakukan seks!
Eh,
Loh,
Kalau hamil kan harus melakukan seks dulu dan Baekhyun belum pernah melakukan nya.
Sialan,
" Ya! Tidak lucu eonni! "
Sora terbahak keras, " HAHAHAHA! Tapi kau dengan bodoh nya percaya! Kau harus lihat muka mu tadi! "
Baekhyun cemberut dan Sora masih terus tertawa. Oh, Baekhyun merasa sangat bodoh.
" Oke, oke, serius. Dada mu bengak karena kau terlalu sering dan lama menggunakan kain bebat mu saat melakukan aktivitas berat. Aku kan sudah bilang kalau tidur di lepas, kau sudah dapat kamar sendiri kan? "
" Sudah ku lepas kok, eon. "
" Hmm, kau juga terlalu lelah dan kurang istirahat makanya tidak dapat haid dan dada mu menjadi sakit. Aduh, kan sudah ku bilang jaga badan mu! Kau itu bagaimana pun yeoja dan tidak bisa di samai fisik nya dengan member mu yang lain! " Sora mengomeli Baekhyun kesal.
" Jadi aku harus bagaimana? "
" Masih bertanya?! Ya! Anak nakal! Kau cukup istirahat yang banyak dan makan yang benar. Sekarang kan kau sedang libur, gunakan dengan baik. Jangan banyak pikiran. Stress juga membuat mu seperti ini loh. "
Haaaaaah,
Baekhyun jadi ingat Chanyeol. Jujur saja, si bodoh sahabat Baekhyun itu salah satu penyebab stress nya juga.
Sora yang melihat perubahan raut wajah Baekhyun menjadi kasihan. Ia tau menjadi idol itu sangat berat, di tambah sandiwara gender yang harus Baekhyun lakukan membuat nya bekerja dua kali lipat lebih berat. " Aku mengkhawatirkan mu, Baek. Aku akan memberikan mu vitamin dan obat. Di habiskan ya. Jangan lupa lepas kain mu jika tidur. "
" Tapi, sekarang aku tidur bersama Luhan. "
" Hmm, bagaimana kalau kau gunakan hoodie yang sangat besar dan tebal? Tidak akan kelihatan kok, toh payudara mu tidak besar - besar amat. "
" Eonnie!! "
Sora terkikik. " Oh iya, jangan sampai hamil ya beneran ya. Perlu aku beri pil pencegah kehamilan dan kondom? "
" Yaaa!! "
*
Bulan Januari masih dingin dan bersalju di kota Beijing membuat Junmyeon dan Yixing harus menggunakan pakaian ekstra tebal saat berjalan - jalan.
Sesuai janji Yixing, mereka berjalan - jalan berdua siang itu, kencan sih Junmyeon menganggap nya. Yixing menggunakan topi wol berwarna putih, juga menggunakan coat nya yang berwarna serupa. Cantik sekali.
" Hyung? Kenapa? "
" Apa? Aku nya kenapa? "
" Kau memandangi wajah ku terus. Sudah mau 5 menit loh. " ucap Yixing bingung. Memang nya ada sesuatu yang salah dengan wajah nya ya? Sampai Junmyeon seperti itu. Kau terlalu memukau, Xing.
Junmyeon gelagapan. Sial. Mengapa ia sampai tidak sadar diri seperti ini sih. " Eh tidak kok apa - apa kok. Kau hanya sangat manis menggunakan topi itu. "
Yixing tertawa. " Kau juga tampan hari ini. "
Junmyeon melongo. Yixing memuji nya tampan? Ia tidak salah dengar kan!
" Ayo kita jalan lagi. " Yixing menggandeng tangan Junmyeon menyeret nya pergi.
Junmyeon bengong lagi. Tangan nya terasa seperti mati rasa di genggaman Yixing.
" Hyung? "
" Eh, eh iya! Ayo jalan"
.
.
.
Yixing dan Junmyeon sampai di toko aksesoris tradisional. Toko ini berisi banyak aksesoris berhias batu - batu yang cantik.
" Selamat siang. Apakah yang kalian cari? " sapa seorang nenek - nenek si pemilik toko.
" Ah, masih melihat - lihat nek. " ucap Yixing.
Nenek itu tersenyum, ia memberikan Junmyeon sepasang gelang berwarna putih dan hitam. " Bagaimana kalau ini? Gelang ini sangat cocok untuk mu dan kekasih mu itu. " katanya menunjuk Yixing yang sedang melihat - lihat.
" Eh? Kami hanya teman nek. "
" Ah, begitu ya? "
Junmyeon menghela nafas, jadi sedih kan dia. Junmyeon kan mau nya lebih, bukan sekedar teman saja.
Si nenek yang melihat perubahan raut wajah Junmyeon pun menyadari sesuatu. Ia, lalu merogoh kantung nya dan memberikan gantungan kecil berbetuk sepasang angsa. " Kalau begitu, ini cocok untuk mu. Ini jimat, jimat ini berfungsi untuk mendekat kan mu dengan jodoh mu. "
Junmyeon menerima jimat itu bingung. Apakah nenek ini bisa membaca pikiran nya?
" Terimakasih nek. Berapa harga yang harus ku bayar? "
" Tidak usah, gratis untuk mu. Anggap saja untuk keberuntungan. "
" Baiklah, terimakasih nek. " ucap Junmyeon.
" Hyung, kau sudah membeli sesuatu? Lihat ini! Aku ingin meberikan nya kepada Lie Xian! Bagus tidak? " Yixing menghampiri Junmyeon membawa gantungan yang mirip dengan punya Junmyeon. Beda nya yang Yixing pegang berbentuk sepasang merpati.
Junmyeon tersenyum masam, " Iya. Bagus. "
" Nek, aku ambil ini. " Yixing mengeluarkan uang nya.
Setelah selesai membayar mereka berdua beranjak pergi dari toko tersebut. " Tunggu! " sahut si nenek pemilik toko.
" Ini untuk kalian. " ia memberikan gelang yang pertama ia tawarkan kepada Junmeyon.
" Untuk kalian berdua agar kalian berbahagia selalu. "
Yixing yang awal nya bingung, tersenyum. " Terimakasih, nek. "
" Nak, jika kau dan orang yang kau sukai itu memang berjodoh. Suatu saat kalian akan bersama. " ucap si nenek tersenyum kepada mereka berdua, tapi entah kenapa Junmyeon merasa ucapan si nenek lebih di tunjukan untuk diri nya.
Hidung Yixing merah efek kedinginan. Lucu sekali. Junmyeon sekuat tenaga menahan rasa ingin menjawil hidung Yixing karena gemas.
" Hyung, di makan pancake mu. "
" Eh, iya. " Junmyeon bergegas menyuapkan pancake nya dengan potongan besar - besar.
Entah sudah berapa kali ia melamun terlalu sibuk memperhatikan wajah Yixing hari ini. " Bagaimana kabar exo k, hyung ? "
Mereka berdua memutuskan untuk makan siang setelah puas berjalan - jalan. Sebenar nya tidak bisa disebut makan siang juga sih karena Junmyeon memakan pancake dan Yixing memakan ice cream. Sudahlah, sesuka mereka saja.
" Baik, masih ribut seperti biasa. Hanya beberapa waktu lalu Sehun dan Baekhyun sakit. "
" Aku kangen mereka. "
Kangen dengan ku saja, Xing! Yang lain tidak usah! Batin Junmyeon egois.
Yixing sibuk berceloteh lagi sementara Junmyeon menaruh tangan nya di pipi nya sendiri. Mata nya tak lepas dari wajah cantik Yixing.
" Hyung, ada madu di mulut mu. "
" Oh ya? Mana? "
" Sini, sini. " Yixing mengambil tissue, lalu menghapus sudut mulut Junmyeon.
Junmyeon membeku. Yixing tertawa, " kau lucu deh seperti anak kecil saja makan nya. "
Siaaaaaaaal! Junmyeon makin gila kalau seperti ini!
Ia jadi ingat perkataan nenek tadi, oh Tuhan, kalau Yixing memang jodoh Junmyeon maka dekat kan lah! Kalau bukan, pokoknya Junmyeon mau nya sama Yixing! Titik!
.
.
Saat Baekhyun pulang ke dorm, hanya ada Jongdae dan Luhan masing - masing di kamar nya. Jongdae sedang tidur siang dengan mulut terbuka saat Baekhyun mengintip ke dalam kamar nya, sementara sisa nya pergi ke kantor SM untuk mengurusi kepindahan mereka ke korea lusa.
" Hyung? Mau ku bantu? "
Saat memasuki kamar nya dengan Luhan, ia mendapati Luhan tengah melipat kecil - kecil baju nya untuk di masukan ke dalam koper besar. " Eh, kau sudah pulang? Tidak usah, Baekhyun. "
Baekhyun menganguk mengerti lalu ia mulai melihat - lihat lemari besar milik Luhan.
Selain jersey bola, ternyata hyung nya ini mengoleksi banyak boneka kecil lucu. " Hyung, boneka gudetama ini beli dimana? " Baekhyun meloncat - loncat berusaha mengambil boneka gudetama milik Luhan yang terletak di rak lemari paling atas.
" Aku tidak ingat punya boneka itu. " Luhan menghampiri Baekhyun, berdiri di blakang Baekhyun membantu nya meraih boneka itu.
" Aaah! Awas Baek! "
Baekhyun membalikan badannya saat Luhan sedang berusaha mengambil boneka, Luhan sendiri karena kaget ia tersandung kaki nya sendiri.
" Aduh, hyung. "
Untung mereka berdua tidak terjatuh ke lantai, tapi tubuh Luhan oleng ke depan sehingga memepet tubuh Baekhyun ke blakang lemari.
Wajah mereka sangat dekat. Sangaaat dekat Luhan ulangi lagi. Baekhyun mengapa jika di lihat lebih dekat seperti ini terlihat berkali kali lipat lebih imut dan cantik dari biasanya ya?!
Oh, Luhan kau tidak sadar bahkan kau lebih cantik.
Luhan menelan ludah nya gugup. " Hyung, berat. " rengek Baekhyun.
" Oh, maaf. Ehhhh!! " Luhan baru menyadari posisi tangan nya. Kedua telapak tangan Luhan terletak pas di atas dada Baekhyun karena tadi Luhan menahan tubuh nya agar tidak menubruk Baekhyun.
Baekhyun bengong. Luhan juga bengong.
" KYAAAAAA!!! "
.
.
Jika kalian mengira barusan adalah teriakan Baekhyun maka kalian salah. Itu adalah suara Luhan.
Sangking kaget nya Luhan berteriak sampai Jongdae yang sedang tidur di kamar sebelah terbangun.
" Shit, Luhan hyung! " teriak Jongdae dari kamar nya.
" Maaf! " balas Luhan berteriak.
" Hyung? Kenapa kau berteriak? " Baekhyun memandang Luhan penuh tanya.
" A-aku, "
" Yaaa? " Baekhyun masih menunggu jawaban Luhan.
" A-aku, haus! " Luhan kabur keluar kamar.
Kenapa sih dia? Aneh sekali, pikir Baekhyun.
Tidak mau ambil pusing, Baekhyun pun memutuskan untuk tidur siang.
.
.
Luhan memeganggi dada nya yang berdegub sangat cepat seperti habis melakukan marathon. Mengapa ia berteriak?! Luhan juga tidak tahu!
Pokok nya Luhan refleks berteriak saat menyadari ia memegang dada Baekhyun.
Aneh sekali! Padahal mereka sama - sama laki - laki kan! Luhan juga sering kok memegang dada Minseok atau yang lain dan biasa saja, tapi mengapa dengan Baekhyun ia seperti ini? Luhan merasa ia seperti penjahat kelamin yang melakukan pelecehan seksual terhadap seorang gadis.
Eh,
Baekhyun kan laki - laki.
" AAAAAH! " Luhan berteriak frustasi. Ia pusing. Sungguh. Si Baekhyun ini membuat diri nya mulai kehilangan akal sehat.
" LUHAN HYUNG BERHENTI BERTERIAK! " suara Jongdae memekakan seisi dorm tersebut. Oh, Jongdae sangat kesal. Ia baru saja kembali tidur siang tidak sampai 5 menit ia mendengar suara teriakan hyung cina nya lagi.
*
" Kau takut? " sepulang dari kantor SM, Yifan dan Tao pulang ke rumah mereka.
Rumah mereka, maksud nya benar - benar rumah mereka berdua. Member lain tidak ada yang mengetahui dengan hubungan Yifan dan Tao. Yah, tentu saja SM dan manager mereka tau. Yifan dan Tao sengaja menyembunyikan hubungan mereka, bukan karena takut di pandang aneh oleh yang lain tapi memang karena hubungan mereka agak rumit.
" Hmm, sedikit. " jawab Tao pelan.
" Semua akan baik - baik saja. " tangan Yifan mengusap kepala adik nya, menenangkan Tao.
Menyiapkan mental nya, Yifan memencet bel lalu menunggu pintu di buka.
" Yifan! Tao! My sons! Kenapa kalian tidak bilang, kalian pulang?! " ibu mereka berteriak senang melihat kedua putra nya berdiri di depan rumah.
" Agar menjadi kejutan? " jawab Tao tertawa senang, memeluk ibu nya.
" Anak nakal! Untung sekarang ada baba kalian juga di rumah. Ayo masuk, kita makan siang! "
Yifan melirik Tao, ia tersenyum melihat Tao tampak bahagia pulang ke rumah.
.
Saat ibu mereka berkata makan siang, mungkin maksud nya adalah pesta besar karena ia memasak makanan sangat banyak dan semua nya kesukaan Tao dan Yifan.
Jujur, Yifan juga merindukan kluarga nya, bisa berkumpul bersama seperti ini adalah hal yang sangat jarang bisa ia lakukan.
" Mother sangat merindukan kalian! "
" We too, mom. " jawab Yifan sambil sibuk mengunyah.
" Bagaimana kabar kalian? " tanya baba mereka.
" Kami akan kembali ke Korea untuk comeback, baba. "
Ibu mereka terdiam. Tanpa ia ucapkan pun, Yifan dan Tao mengetahui ibu mereka sebenar nya belum merelakan mereka berdua pergi jauh dari nya. Apalahi, pekerjaan mereka yang super sibuk membuat mereka jarang bisa pulang ke rumah sekalipun mereka sedang berada di Beijing.
" Jangan sedih, mother. " ucap Tao, memeluk ibu nya sayang.
Bukan nya terhibur, ibu mereka malah menangis. " Sayang, sudahlah mereka sudah besar. " ucap suami nya berusaha menghibur.
" Rumah ini sangat sepi tanpa kalian. " isak nya.
" Baba dan mother sangat menyayangi kalian. Kalian tahu kan? Kami juga percaya kepada kalian, terutama kau Yifan. Jangan sampai kecewakan kami. " ucap nya lagi.
" Tentu saja. " jawab Yifan serak, mengucapkan kebohongan itu untuk kesekian kali nha.
Dari sebrang meja, Tao memandang Yifan dengan sedih yang di balas gelengan kecil oleh Yifan.
Tentu saja sebenar nya Yifan juga sedih, Yifan tau ia sangat jahat melakukan ini karena ke egoisan mereka berdua, mereka sama - sama tahu banyak pihak yang akan tersakiti nanti nya.
Tapi, jika Tuhan tidak mengijinkan mereka untuk bersama, mengapa Tuhan mempertemukan dan membuat mereka saling jatuh cinta?
.
.
Malam terakhir di dorm exo - m, mereka semua makan malam bersama, membakar daging dan menggoreng banyak ayam di dalam dorm. Jarang sekali mereka bisa makan daging seperti ini karena harga daging sangat mahal. Hari ini? Tentu saja karena ada Junmyeon. Junmyeon yang mensponsori seluruh pesta daging mereka malam ini.
Hmmm, apakah ini kehidupan exo - k? Enak sekali deh, jadi ingin masuk exo - k, batin Jongdae.
" Gege, suapi. " Tao merengek kepada Yifan.
" Aku juga mau. " tidak usah di tanya, ini pasti Baekhyun.
" No, no. Makan sendiri kalian semua. "
" Hyunggggg! "
" Gegeeee!! "
" Sini, dengan hyung saja. " Junmyeon dengan baik hati nya menawarkan diri.
Tentu saja Tao dan Baekhyun menerima suapan Junmyeon dengan senang hati. Ah, leader mereka ini memang sangat baik hati walaupun agak - agak bodoh.
" Berhenti memanjakan mereka. " ucap Yifan.
" Tidak apa - apa lah, Yifan. Kau juga ingin ku suapi? "
" Ew, tidak! "
" Kalian seperti orangtua kami loh. " ucap Yixing terkikik.
Junmyeon langsung muram, Yifan menahan tawa nya. Tentu saja Yifan tahu tentang perasaan Junmyeon, sayang sekali si Yixing itu kelewat tidak peka.
" Aku juga mau dong Junmyeon hyung, suapi aku. "
Saat melihat perubahan wajah Junmyeon yang langsung berubah cerah, Yifan sudah tidak dapat menahan tawa nya lagi sehingga nasi yang berada di dalam mulut nya ikut keluar. Ewh.
.
.
TBC
Kangen ot12 anjir.
