BITTERSWEET CHAPTER 11

Cast:

~Choi Siwon

~Kim Ryeowook

~Lee Sungmin

~Park Hyungsik

~Lee Donghae

~Kangin

~Lee Eunhyuk

~Cho Kyuhyun

~SeoHyun

~etc

Genre & Warning: Yaoi

Pairing: SiWook

OoooooO

Nb: thanks to Elferani yg sudah menyadari kesalahan author aaaaa kacau maafkan, gini nih kalau sudah kelamaan gak nulis fanfic. Mianhamnida *bow

OoooooO

Jejudo-beberapa bulan kemudian

Ryeowook mencabut kedua headset yang sejak tadi menyumbat telinganya dan menghela nafas sejenak. Hahh... Sudah setengah jam intens ia me-revisi sebuah gambaran lobi utama proyek hotel yang sedang ia tangani saat ini.

Karna perubahan yang mendadak dan harus segera diselesaikan, Ryeowook yang sebenarnya sedang sedikit vakum dari pekerjaan karna masih berada di Jejudo akhirnya kabur dari rumah sakit appa nya sejenak untuk menyelesaikan tugas ini di sebuah kafe kecil disekitar daerah turis pulau Jeju.

Sambil meminum ice coffee nya sebelum beranjak Ryeowook mengamati orang-orang disekitarnya yang sedang duduk-duduk di kafe tersebut, kebanyakan berpasangan.

Ada yang sepasang remaja yang sedang tertawa-tertawa menonton sesuatu di handphone mereka. Ada pasangan suami istri dengan bayi mereka. Ada juga pasangan lain yang duduk berhadapan sedang bicara serius tentang sesuatu.

Hampir cuma ia yang sendirian disana. Walaupun fakta tersebut tidak lah terlalu penting, tapi... Entah kenapa melihat pemandangan seperti ini, membuat Ryeowook teringat akan seseorang..

I have so many thoughts

After you left, every little chance I get, it's about you

Wanting to forget you and wanting to hold onto you

My heart gets mixed up and fights

Siwon. Entah kenapa Ryeowook kepikiran Siwon. Satu orang yang selama setahun terakhir hampir selalu ada disampingnya.

Today is like yesterday and tomorrow

Like I'm floating along like a small piece of dust

I try hating you

Looking for the reason we had to break up

Then my heart sinks

When I find myself not having forgotten anything

Another day passes like this

Sambil menyetir kembali kerumah sakit, Ryeowook meraih sunglasses nya karna matahari yang bersinar terang dan cuaca yang kelewat panas ditengah hari seperti ini. Melewati pantai, Ryeowook membuka sedikit jendela mobil dan menyetir dengan kecepatan stabil sambil memandangi laut yang tak berujung bersinar, berkilauan, pantulan dari matahari musim panas.

If I had a way to erase my memory, what would I do?

When I open my eyes tomorrow and have no memory of you, would I live comfortably?

A person called you, the happiness called you, the pain called you

If it all disappears, it's like I would disappear too

Bulan Juli lagi. Sudah setahun sejak Siwon dekat dengan Ryeowook. Atau sebaliknya?

Walaupun pria berlesung pipi ini sebenarnya tidak ingin mengingat-ingat Siwon lagi, tapi secara tidak sadar kepalanya hanya dipenuhi oleh Choi Siwon pada saat ini.

I try hating you

Looking for the reason we had to break up

Then my heart sinks

When I find myself not having forgotten anything

Another day passes like this

Ryeowook tau apa yang orang akan bilang kalau ia cerita sedang kepikiran Siwon terus seperti ini. Kasmaran? Rindu saat sudah berjauhan? Mungkin.

Wookie menggigit bibir bawahnya sekilas untuk mengungkapkan kekesalannya karna masih tidak bisa melupakan Siwon.

Is there a place to hide

From our memories that were so passionate?

The more I erase you, the more special you become

I keep finding you as you are being forgotten

I don't care if I live with just half of myself

Even if I break down in tears in the memories

My days are all…

Kenapa, kenapa dari semua orang didunia ini ia harus benar-benar merindukan Siwon? Ditengah keadaan seperti ini, saat ia hampir mengdeklarasikan putusnya rencana pertunangan mereka. Ryeowook sendiri malah yang masih terus kepikiran pria tinggi tersebut.

Saat sudah tiba dikamar rawat Tuan Kim dimana appa nya sedang istirahat, Ryeowook akhirnya meraih handphone nya untuk kembali membuka email dari Siwon beberapa hari yang lalu. Sebuah email yang ia sudah buka tapi Wookie belum baca. Saat itu dirinya masih marah, kecewa mentah-mentah dengan kelakuan Siwon.

Ryeowook-ah, remember a while ago we once have this kind of conversation:

"Not everyone's life is as easy as yours Siwon ssi"

"Then what if I want to share the rest my easy, good life with you Ryeowook-ah?" I ask

"Heum?"

"I'm asking. If I. Would like to share all of of joy, all my wealth in life with you. Will you accept it?"

"Why are you asking like that?"

"Because I love you. I want to share the rest of my time with you. I want to share my joy with you and take care of you alone. Now would you accept that?

I've understood all the pain you suffered, jow I'm offering my love to you alone. Can you love me back?"

I always said I love you and I know that it is not enough for you. It is not enough for us.

"Why do you love me?"

While back ago you also asked me this and I haven't answered because even I by myself don't know why -at that point of time.

I'm not sure if you still can believe in me and do you still want to listen to me or not. But I do love you and it has never changed Baby.

I love you because you taught me a lot in life. Because I feel more than comfortable when I am around you. Cause you make me proud by being who I am when I am around you.

I know that I'm only one in many who said I love you to you, but I also want you to know that I'm offering smthg more than what they offered, what they could give to you.

I want to take care of you Ryeowookie. And I trust you for taking care the rest of my life too. It's a two way relationship. I want it as a two-way relationship. I want to to work on this very very seriously with you, alone.

-Choi Siwon

I don't remember anyone who is not you

I have no other memory

I don't care if I live with just half of myself

Even if I break down in tears in the memories

My days are all… about you

Tapi saat ini... Keadaannya sudah sangat berbeda. Dalam hitungan minggu setelah tidak ada Siwon, Ryeowook ternyata merindukan pria tersebut.

Ia merindukan senyum Siwon, tawanya, kejahilannya, nasihatnya, kehadiran pria itu yang selalu ada saat ia butuh.

The only thing I can say

This is the only piece of truth I can tell you

I want to walk with you

Hand in hand, down the endless road

Time will blur everything in its way

Memories will dull too

I want you to remember one thing

I'll always have room for you by my side

I gave you my everything and I didn't mind

It's too bad I didn't get to tell you

I want to grow old with you

Our lives are too short, to spend together

Ryeowook menghela nafas panjang saat selesai membaca isi email yang ditulis langsung oleh Siwon tersebut.

Waeyo? Kenapa semuanya harus menjadi seperti ini? Kenapa selalu ada saja hal-hal yang mengobrak-abrik perasaan Ryeowook. Membuat hati kecilnya bingung karna terjepit diantara dua keadaan.

Ia kecewa pada appa nya, Ryeowook marah pada ayah kandungnya; lalu beberapa jam kemudian semuanya berubah dan hatinya luluh lantak saat mendengar keadaan kritis Tuan Kim yang meregang nyawa karna kelakuannya.

Ia marah pada Siwon, ia kecewa pada pria itu tapi ia juga merindukannya diwaktu yang hampir bersamaan.

Kalau Ryeowook menceritakan ini semua pada Sungmin, Wookie tau benar respon apa yang akan dikatakan Sungmin kepadanya

"Itu artinya kau cinta padanya, bodoh"

Cinta? Jinjjaro? Jadi ini yang banyak orang sebut-sebut itu. Cinta... Yang membuat orang yang merasakannya sendiripun tidak mengerti kenapa dia merasa seperti ini. Hmphhh

OoooO

Saat Ryeowook tiba di Jeju lagi saat belum juga sehari ia pergi ke Busan, Tuan Kim terkena serangan jantung mendadak malam itu, yang untungnya dengan cepat langsung diketahui oleh Heechul dan Donghae yang memang sudah konstan mengawasi sang appa.

Keadaan Tuan Kim sangat kritis membuat Ryeowook berurai air mata karna khawatir yang sangat sangat parah. Darah memang tentu saja lebih kental daripada air, dalam sekejap semua kebenciannya pada appa menghilang tergantikan rasa bersalah dan ketakuttan Ryeowook kalau saja ia akan kehilangan ayahnya.

Sang umma tentu saja langsung kembali ke Korea sangat Tuan Kim collapse. Ditangani langsung oleh dokter kepercayaannya, 2 hari kemudian ternyata keadaan Tuan Kim berangsur-angsur membaik hingga bisa sadarkan diri lagi.

Baik sekali Tuhan masih belum berminat menyabut nyawa ayahnya Ryeowook, Wookie sangat bersyukur masih diberikan kesempatan dan tidak jadi benar-benar menyesal seumur hidupnya karna kesalahannya yang satu ini.

Disisi lain, bicara tentang Siwon dan lainnya diluar keluarga inti Keluarga Kim, tentu saja berita collapse nya Tuan Kim menggegerkan Siwon dan banyak pihak lainnya. Relasi, keluarga, dan kerabat pun berdatangan untuk menjenguk Tuan Kim yang tiba-tiba keadaannya menurun. Siwon pun faktanya adalah orang pertama yang langsung menghampiri rumah sakit dan menunggui Tuan Kim hingga sang abeonim sadar selama mungkin hampir setiap harinya.

Walaupun... Tidak berarti walaupun sudah berada didekat Ryeowook, hubungan keduanya pun jadi membaik.

OooooO

Busan - Kantor arsitek Kim

Selesai meeting dengan pihak perusahaan Ryeowook dilantai satu kantor tersebut, Siwon tidak langsung beranjak dari gedung kembali ke hotelnya, tapi malah naik kelantai dua gedung; Memasuki ruang kerja Ryeowook yang kosong melompong tak berpenghuni dan mengambil sebatang rokok serta pematiknya dari salah satu laci disana.

Ryeowook tidak ada karna ia sudah cuti sepenuhnya dari posisi nya sejenak sejak Tuan Kim collapse, ia tidak pernah keluar dai Jejudo dan terus lanjut menemani sang ayah hingga benar-benar pulih disana.

Pria tinggi ini lalu turun kebawah, mengenakan jaketnya kembali dan keluar gedung. Menyalakan seputung rokok tersebut dan menghisapnya sesekali sembari duduk sendirian di bangku batu menghadap ke laut.

Siwon sibuk dengan pikirannya sendiri.

Sudah memasuki musim gugur lagi. Dua tahun berlalu sejak ia pertama kali bertemu Ryeowook ditempat ini. Ya, Siwon tidak lupa bagaimana penampilan Ryeowook saat mereka berkenalan dan juga dua tahun lalu saat hubungan mereka masih sangat renggang. Damn, sudah dua tahun berlalu dan sekarang hubungan nya dengan Ryeowookie malah merenggang lagi.

Sembari melamun tiba-tiba Siwon dikagetkan oleh suara yang memanggilnya dari belakang.

"Siwon ssi" Sungmin baru saja tiba dan memakirkan mobilnya, kebetulan melihat Siwon disana.

"Eh Sungmin ssi. Apa kabar?"

"Baik, apa kabarmu?"

Siwon hanya tersenyum pahit "begitulah…"

"Tumben merokok. Sedang suntuk?"

Siwon hanya mengangguk. "Kau mau?"

Sungmin langsung menggelengkan kepala dengan cepat. Aniyo aku sudah berhenti, gomawo

"Apa ada masalah di proyek? Semua lancar-lancar saja kan?" Tanya Sungmin penasarana karna wajah Siwon terlihat begitu gelisah

"Ya semua lancar-lancar saja. Hanya ada masalah dengan Ryeowookie. Jinjja michigeta" ujar Siwon dengan penuh kekesalan.

Dan Sungmin malah jadi ikut-ikutan berfikir mendengar jawaban Siwon seperti itu

"Kalian belum berbaikan?" Tanya Sungmin pelan

Siwon menggelengkan kepalanya lagi

"Ryeowook masih di Jejudo. Dia masih menjagai ayahnya..." Lanjut Sugmin

"Yap aku tau. Baru saja menjenguk Abeonim kemarin"

Sungmin hanya bisa ikut mengangguk juga

"Tapi Ryeowookie masih menghindariku" ujar Siwon setelah menghelakan nafas panjang lagi

"Wae?"

"Entahlah. Kami belum bicara lagi"

"Kamu lah yang harusnya menghampirinya Siwon ssi, kau bisa menjelaskan semuanya"

"Aku sudah menjelaskan semuanya Sungmin ssi"

"Lalu?" Tanya Sungmin langsung sambil masih melipat kedua tangannya

"Ya aku sudah jelaskan semuanya. Tapi aku belum berani menghampirinya lagi." Jawab Siwon.

Sungmin mendecak kecil mendengarnya

"Aku takut Ryeowook akan menjauhiku. Aku tidak berani menghadapi penolakan darinya…"

Sungmin melirik wajah Siwon lagi dan melihat kekhawatiran yang tulus diwajahnya

"Sudah berapa lama kalian tidak bicara?"Tanya Sungmin

" 2 minggu?"

"2 minggu 4 hari". Balas Siwon

"Sejak kejadian itu kami belum bicara"

Keheningan mengisi ruang diantara kedua pria ini untuk beberapa menit. Keduanya sudah tidak tau harus bicara apa lagi

"Sungmin ssi" panggil Siwon lagi akhirnya setelah beberapa detik

"Ya?"

"Apa Ryeowookie bicara sesuatu padamu?"

"Bicara apa?"

"Soal aku. Soal hubungan kami" tanya Siwon dengan raut wajah penuh penasaran

"Wookie hanya menceritakan secara singkat, ia lebih fokus ke kondisi appa nya beberapa minggu lalu karna waktu itu beliau belum siuman"

Dia merasa bersalah saat itu dan tidak mengungkit masalah kalian jadi aku tidak tau apa-apa Siwon ssi, mianhae."

"Geurae gwenchanayo Sungmin ssi, gomawoyo"

"Ne sama-sama... "

"Ini hanya saranku, tapi bicaralah lagj dengan Ryeowook secepatnya Siwon ssi"

Siwon kembali menengok kearah Sungmin saat pria ber-rambut coklat itu mengucapkan kata-kata tersebut

"Keadaan Tuan Kim sudah stabil, jadi tinggal masalah kalian yang belum selesai. Bicaralah dengan Wookie dan utarakan perasaanmu sejujur-jujurnya. Menurutku itu akan menjadi solusi yang terbaik untuk kalian berdua"

"Ya kau benar. Gomawo Sungmin ssi. Gomabda telah memberikan banyak saran untukku"

"Gwencana, Ryeowook adalah sahabatku. Aku juga hanya ingin yang terbaik untuknya" balas Sungmin dengan cepat

OooooO

Seminggu setelahnya karna Tuan Kim sudah diperbolehkan pulang kerumah, Ryeowook pun sudah tidak cuti lagi dan mulai kembali berkerja ke kantor. Proyek villa-nya Siwon juga sudah setengah jalan, ada sebuah event besar sebagai pre-launching yang akan segera digelar di salah satu hotel yang dikelola keluarga Choi juga.

Hubungan Ryeowook masih dingin karna Wookie masih kekeh menjaga ego-nya, dan juga larna ia terus menghindar dari Siwon selama mereka harus bertemu di rapat ataupun di acara formal lainnya.

Dihadapan kedua orang tua mereka Siwon dan Ryeowook sama-sama seperti orang yang bungkam seribu bahasa. Mereka hanya berdiri berdampingan tanpa saling menatap.

Tuan Kim dan umma Ryeowook maupun orang tua Siwon tidak tau menau perang dingin diantara mereka. Mereka mengira hubungan keduanya baik-baik saja, hanya pertunangan mereka yang akan diperpanjang karna kesehatan Tuan Kim yang sedang kurang baik, terutama ayah dan ibunya Siwon yang tidak tau sama sekali tentang masalah ini semua. Sedangkan keluarga Ryeowook –mereka menganggap semuanya baik karna kehadiran Siwon yang terus konsisten; ya, karna kenyataannya memang Siwon tidak mau melepaskan Ryeowook walaupun jadinya gantung seperti ini.

OoooO

Siwon entah mengapa jadi pasif diluar sejak pertengkaran mereka tersebut. Karna belum bicara lagi dengan Ryeowook, tapi secara tidak langsung pria ini masih terus mengawasi tindak tanduk Ryeowookie, entah bertanya dari Heechul dan Donghae, Sungmin, Seohyun, dan pegawai kantor dan rumah Ryeowook lainnya yang semuanya Siwon kenal baik. Ya, Siwon mengenal dengan baik mereka semua dan menggunakannya untuk mengawasi Ryeowook dari jauh.

Siwon jadibtau saat Ryeowook di Jeju, saat ia di Busan, tidak pernah sedikitpun terlewatkan dari awasannya.

Semua kejadian tentunya memang ada hikmahnya. Sejak Tuan Kim yang 'selamat' dari serangan jantung pertamanya, Ryeowook jadi menghabiskan 80% waktunya di rumah Jeju dan hubungannya dengan Tuan Kim mencair sejak ayahnya ini siuman dengan setitik air mata dipelupuk matanya. Drama, ya drama yang menyatukan kembali keretakkan Keluarga Kim selama belasan tahun lamanya.

Bukan rahasia lagi memang jantung Tuan Kim sudah sangat lemah dengan ring yang terpasang di organ tubuh vitalnya tersebut karna terlalu banyak berkerja 10-20 tahun terakhir. Karna sudah hampir menghilangkan nyawa ayah kandungnya, tentu saja Ryeowook merasa sangat bersalah walaupun tidak ada yang menyalahkannya. Ryeowook jadi berminat memulai semuanya dari awal lagi –tapi tinggal satu masalah yang jadinya tertinggal. Status hubungannya dengan Siwon.

Ryeowook awalnya mengira dengan ia mencuekki pria tersebut Siwon akan jera dan mundur, walau kenyataannya malah sebaliknya. Kediaman diantara mereka makin lama terjadi karna keduanya masih tidak mau mengalah.

OoooO

Seoul

Di sore saat acara publikasi dan pre-launch Villa tersebut akhirnya digelar, Siwon tau Ryeowook baru tiba di Seoul pagi itu juga dan tentunya Ryeowook akan menetap di hotel seperti biasa karna ada deretan acara lainnya lagi yang menunggu mereka besok pagi lagi.

Sebelum mereka bertengkar, Ryeowook beberapa kali jadi menetap di hotel rumah kediaman Choi saat ia ke Seoul –tapi melihat keadaan sekarang ini, Siwon jadi membulatkan tekad untuk menarik Ryeowook menginap di rumahnya karn ia tau Ryeowook tidak ada rencana begitu

"Kim Ryeowook"

Selesai bercengkramah akrab dengan beberapa pihak, Siwon menyeret Ryeowook keujung ruangan untuk bicara dua mata sebelum tunangannya ini bisa menyibukkan diri dengan hal lainnya lagi.

"ya, lepaskan!" Ryeowook menarik lengannya dari genggaman Siwon untuk menghindari tatapan aneh orang-orang disekitar mereka. Bagaimana pun mereka masih berada di acara umum.

Siwon tidak terlalu mengindahkan keluhan Ryeowook.

"pu.. pulanglah dengan ku setelah ini!" ucap Siwon dengan sedikit tergagap karna sudah lamaaa sekali tidak bicara dengan Ryeowook seperti ini.

Posisi mereka berhadapan dengan sangat dekat tapi keadaannya sangat awkward karna sudah hampir sebulan SiWook tidak bertukar sapa.

"an.. aniyo aku sudah memesan kamar di hotel…" Ryeowook pun tidak kalah nervous. Tidak ia kira Siwon akan mengajaknya bicara lagi ditengah banyak orang begini.

Ia tau benar maksud Siwon, pria ini menginginkannya untuk menginap di kediaman Choi beberapa malam selama rangkaian acara mereka selama 4 hari ini

"Kim Ryeowook, umma sudah mengingatkanku berkali-kali untuk membawamu kerumah malam ini…!" ujar Siwon langsung, sedikit kesal namun memang begitulah kenyataannya. Well, membawa nama sang umma juga sebenarnya bagian dari alasan Siwon juga sih, karna dia tau ini akan menjadi cara yang ampuh untuk mendekati Ryeowook kembali.

"arrayo… aku akan datang untuk makan malam tapi tidak harus denganmu…" akhirnya Ryeowook balas menyahuti ajakan Siwon. Ya, ibunya Siwon memang juga sudah menelpon nya dari kemarin mengingatkan Ryeowook untuk berkunjung kerumah mereka di saat ia berada di Seoul seperti ini. Keluarga Choi tau benar semua aktivitas pekerjaannya karna mereka berkerja sama jadi Ryeowook tidak bisa mengelak. Dan juga karna beliau selalu bersikap sangatlah baik, tidak etis baginya untuk tidak datang dan lebihnya lagi, ayah dan ibu Siwon tidak tau apa-apa soal masalahnya dengan Siwon.

"ya… kau berani datang kerumahku sendirian? Tidak akan kubiarkan Kim Ryeowook…" balas Siwon langsung dengan nada sangat tinggi yan sedikit mengagetkan Wookie.

Ryeowook hanya bisa memutar kedua bola matanya mendengar ucapan Siwon barusan. Ya, memang begini lah tipe seorang Choi Siwon. Harga diri, harkat dan martabatnya dijunjung tinggi setinggi gunung Everest yang membuat orang lain hanya bisa menyeringai mendengarnya.

Dalam pikiran Siwon: kau berani datang kerumahku sendirian? Mau ditaruh kemana mukaku sebagai tunangan Kim Ryeowook? Kamu ini masih calon menantu keluarga Choi! Itu sama saja menginjak-nginjak harga diri seorang Siwon dihadapan keluarganya sendiri.

Ryeowook tau benar semua maksud Siwon tersebut. Ia tau benar sifat luar-dalam Siwon.

"geurae jadi maunya apa?" Ryeowook sudah lelah berdebat dengan pria berjidat lebar ini.

"datanglah keruangan kerjaku pukul empat. Kita pulang bersama setelah acara hari ini selesai"

OooooO

"annyonghaseyo ahjumonim" Ryeowook membungkuk sopan saat memasuki ruang tengah rumah kediaman

"annyongg Ryeowookie… aigoo apa kabar sayang? Bagaimana keadaanmu? Apakah semunya baik-baik saja? Aigoo kamu pasti lelah ya baru berkerja sudah mengurusi proyek ini yang tidak ada habis-habisnya… aigoo ne adeul…." Ujar Umma nya Siwon tanpa titik koma saat menyambut Ryeowook yang datang dengan didampingi putra kandungnya sendiri –yang tentu saja umma nya cuekkin seperti biasa.

Siwon hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah umma nya yang seperti biasa lebih menyukai Ryeowook daripada dirinya sendiri; -apalagi setelah lama tak bertemu seperti ini.

"Ryeowookie.. masuklah kekamarmu dan istirahat ne.. aigoo wajahmu sampai pucat begini, pasti sangat melelahkan tadi pagi kamu baru tiba dari Jejudo…" Ryeowook pun diseret ke kamar tamu langanannya dimana koper ukuran sedang Wookie sudah siap disana –berisi semua baju ganti dan setelan jasnya untuk 3 hari kedepan.

Ya, setelah perdebatan kecil di ruangan Siwon, akhirnya Ryeowook tidak bisa tidak diseret Siwon untuk menginap disini.

Siwon menyuruh pegawainya untuk mengambil koper Ryeowook dari kamar Ryeowook tanpa sepengetahuannya.

"ya! Kenapa kau membawa koperku? Kan hari ini akan berkunjung untuk makan malam saja?!" komplain Ryeowook langsung setelah asisten Siwon undur diri setelah membawakan koper tersebut

"Ryeowookie,,,, umma ku tidak akan membiarkan kakimu keluar selangkahpun kalau sudah berkunjung kerumah. Percayalah padaku, kalaupun kamu kekeh meninggalkan kopermu disini, ujungnya kamu akan tetap menginap dirumahku apapun yang terjadi nantinya…." Ujar Siwon dengan lugas dan tegas.

Bulu kuduk Ryeowook sempat sedikit bergetar mendengar kata Ryeowookie kembali diucapkan oleh Siwon seperti itu. Dengan nada yang khas, penekanan yang sangat unik dan suara yang sempat menjadi makanan Ryeowook sehari-hari, Siwon mengucapkannya lagi. Ryeowookie.... Ryeowook merasa sedikit aneh dalam artian yang positif saat mendengar kata tersebut.

Karna sempat bengong karna hal ini sepintas, Ryeowook pun akhirnya jadi memutuskan untuk mengikuti saran Siwon juga dan mengalah kali ini padanya.

OoooO

"Ganti bajulah dulu dan istirahat lah Ryeowookie.. Aigoo lihatlah kantung mata mu sudah terlihat jelas begitu... Umma dan Ma Siwon tinggal ya, nanti jam setengah 8 baru kita makan malam bersama, otte?"

Ryeowook mengangguk nurut mendengar saran sang ahjumonim barusan.

Untung saja umma nya Siwon tau kalau ia sedang sangat lelah; mungkin terlihat jelas dari wajanya. Tapi Ryeowook memang butuh istirahat sebentar. Sudah berjam-jam ia berdiri sejak siang.

Setelah memastikan semua yang dibutuhkan kamar Ryeowook sudah lengkap, Siwon dan ibunya pun hendak keluar dari kamar tersebut diantar langsung oleh Ryeowook.

Masih ada Siwon sejak tadi? Ya, walaupun tidak bersuara banyak, Siwon tentu saja mengekor Ryeowook kekamar tamu tersebut secara langsung.

Sebelum Ryeowook sempat menutup pintu setelah membungkuk kecil pada ahjumonim, Siwon menahan langkahnya sebentar dan menahan lengan kecil Ryeowook lagi, memanggil Ryeowook untuk menatap kedua matanya dalam secara langsung.

"Bicaralah dulu denganku jam 7 malam nanti" ujar Tuan muda Choi ini secara singkat dan jelas, dan Ryeowook entah kenapa hanya refleks mengangguk saja. Tubuhnya sudah rapuk butuh tempat tidur, sungguh ia tidak ingin berdebat dengan Siwon lagi.

"Jalja.."

Siwon membela surai hitam Ryeowook sekilas sebelum benar-benar melangkahkan kakinya untuk meninggalkan Ryeowook beristirahat.

Ryeowook sedikit melongo melihat perlakuan Siwon yang bersikap seolah tidak pernah ada masalah apapun diantara mereka. Apakah Siwon berniat untuk melanjutkannya seperti ini?

OooooO

Tok tok

Tok tok tok

Mata Ryeowook menerjap-nerjap saat mendengar suara ketukan dipintu kamar yang ia sedang tempati tersebut. Cahaya lampu yang sangat terang dan posisi tiduran yang hanya asal mendeplak membuatnya tersadar kalau tadi ia tidak sengaja tertidur saat baru selesai ganti baju. Padahal hari masih sore.

Ryeowook melihat jam yang menunjukkan pukul 7 malam, dan menyeret tubuhnya sendiri untuk membuka pintu kayu tersebut dengan mata masih mengantuk.

Ceklek. Ternyata Siwon yang mengetuk pintu kamarnya sejak tadi. Pria tinggi ini dengan setia masih menunggu sambil melipat kedua tangannya di dada

Ryeowook yang baru bangun tidur hanya bertukar pandangan dengan calon tunangannya ini

"Bolehkan kita bicara sebentar di balkon? Bisakah aku masuk?" Tanya Siwon dan Ryeowook yang belum mudeng hanya mengangguk-angguk saja.

Siwon memasuki kamar tersebut dan keluar menuju balkon, diikuti Ryeowook yang lalu berdiri disampingnya sambil mengeratkan kardigan tipisnya, siap-siap diterpa angin malam

"Aku ingin minta maaf lagi soal semua nya, Kim Ryeowook"

Wookie yang tadinya masih mengucek-ngucek matanya sendiri langsung menggigit bibir bawahnya pelan saat mendengar ucapan Siwon tersebut

Hahh. Hal ini lagi? Harus bagaimana mereka mengakhirinya? Harus bagaimana ia menjelasknnya? Haruskah ia berkata jujur pada Siwon kalau ia sendiri masih bingung harus bagaimana? Disatu sisi ego nya ingin menyudahi hubungn mereka tapi... Ahir-akhir ini semua kenangan bersama Siwon terus membayang-bayanginya membuatnya bimbang berat. Ottohke?

"Gwaenchanayo" ujar Ryeowook singkat sejujurnya karna ia pun sudah tidak tau harus menjawab apa

Siwon menghela nafas panjang sejenak sebelum melanjutkan lagi

"Bisakah kita memulai semuanya dari awal lagi? Seperti kata abeoji, umma dan appa. Kita hanya perlu menunda pertunangan ini tapi hubungan kita tetap berjalan; iya kan Kim Ryeowook?"

Ryeowook membalas tatapan Siwon yang memandanginya dengan tajam.

"Aku tidak tau Siwon-ah. Kita bisa mengakhiri semuanya dan memberitahu mereka pelan-pelan nantinya.." jawab Ryeowook dengan nada yang sangaaat rendah

Siwon langsung meraih kedua pundak Ryeowook dna digenggamnya erat sambil berkata

"Aniyo Ryeowookie, aku tidak akan terima jika kamu mengakhiri hubungan ini. Aku sudah minta maaf baby. Sumpah tidak ada lagi yang aku sembunyikan darimu, tidak bisakah kita melanjutkan semuanya. Hukum aku dengan cara apapun juga tapi jangan memutuskan secara sepihak hubungan kita seperti ini Kim Ryeowook. Aku mencintaimu. Jeongmal saranghae!"

Ryeowook masih menggeleng lemah mencoba membalas ucapan Siwon barusan.

"Siwonie.."

"Sssttt. Lihat aku Kim Ryeowook. Tatap aku dan pikirkan baik-baik apa kah kau masih mencintaiku. "

"Aku tau kamu masih mencintaiku Ryeowookie. Jangan persulit semuanya lagi aku mohon, kembalilah padaku. Kita bisa melanjutkan hubungan kita. Aku tidak pernah tidak serius sejak aku mengenalmu."

"Nan molla Choi Siwon." Jawab Ryeowook sejujur-jujurnya. Ia sendiri masih tidak yakin. Sungguh hanya karna alasan tersebut Ryeowookie tidak bisa menjawab.

Siwon menggertakan gigi-giginya kesal mendengar ucapan Ryeowook barusan

"Aniyo. Pokoknya aku tidak perduli Kim Ryeowook. Aku tidak mau tau apa yang kau rasakah pokoknya kau tetap harus menjadi milikku!" Nada bicara Siwon yang terus meninggi hingga hampir setengah berteriak membuat Ryeowook sedikit takut dan menutup telinganya sekilas.

Sungguh Siwon yang ada dihadapannya ini mulai terlihat menyeramkan. Nafas Siwon memburu tanda emosinya yang sudah tinggi memuncak di ubun-ubun.

"Siwon-ah..." Ryeowook mulai menepis lengan Siwon namun Siwon memotong secara sepihak lagi.

"Aku sudah terlalu banyak masuk dalam kehidupanmu Kim Ryeowook begitu juga kamu sendiri. Apapun yang terjadi aku tidak akan memutuskan hubungan kita. Entah bagaimana pun caranya"

Ryeowook baru membuka mulutnya tapi sudah ditahan oleh Siwon langsung

"Sssssttt aku tidak mau dengar alasan apapun Kim Ryeowook. Yang aku tau kamu tetap calon tunanganku dan kita akan segera menikah. Tidak ada orang lain yang berhak memilikimu selain aku."

Cup. Saranghae

Bulu kuduk Ryeowook langsung merinding saat mendengar ucapan Siwon barusan hingga ia tidak bisa melakukan apa-apa lagi saat Siwon meraihnya kedalam pelukan erat pria tinggi tersebut.

Bisa dirasakannya dengan jelas jantung Siwon yang berdegup keras,nafasnya yang menderu dan wajah Siwon yang memerah dengan rahang sekeras baja. Wookie tau Siwon tidak main-main dengan semua ucapannya tersebut. Wookie tau Siwon sedang emosi dan berangsur-angsur setelah memeluknya baru detak jantung Siwon baru bisa sedikit meng-normal.

Wae, kenapa akhirnya ia tetap tidak bisa lepas dari pelukan pria ini? Memenuhi permintaan appa nya, dan lebih parahnya lagi, hati Ryeowook mengkhianati perintah logikanya sendiri untuk meninggalkan Siwon; Untuk membangkang dari aturan sang appa, untuk menunjukkan kalau ia mau membuat pilihannya sendiri.

Perasaan dan kenyataan ini adalah sesuatu yang baru. Saat dimana keinginan Ryeowook untuk pertama kalinya sejalan dengan keinginan appa nya. Saat keinginan hati kecilnya bisa memenuhi keinginan sang appa secara mudah.

Tapi apa ini benar-benar perasaan nya yang sebenarnya? Atau ini hanya ilusi sesaat seperti saat ia menyayangi Zhoumi? Ryeowook tidak berani menjanjikan terlalu banyak pada Siwon karna jujur ia sendiri belum bisa yakin seratus persen pada perasaannya sendiri saat ini

Ego dan logika Ryeowook masih berargumen dengan satu sama lain dan masih mencoba mencerna kalau untuk pertama kalinya, Ryeowook tertangkap dalam jebakan ayahnya dengan sukses kali ini. Untuk pertama kalinya Ryeowook mengikuti skenario ayahnya dengan sempurna dan lebih parahnya lagi, ia merasa nyaman dengan itu semua.

Tiap kali berpikir soal Siwon dan appanya membuat otak Ryeowook seperti sedang memperbaiki sebuah benang kusut didalam sana.

Siwon mengajarinya untuk menyadari perasaan sayang Tuan Kim pada dirinya; sesuatu yang selama ini Ryeowook selalu coba untuk abaikan. Appa nya juga tidak salah memilih orang untuk menjalankan misi tersebut. Orang ini bukan hanya menjalankan misi appa Ryeowook tapi juga bisa mencintai Ryeowook apa adanya, dan membuat Ryeowook membalas perasaan tulus tersebut juga.

Siwon dan Tuan Kim seperti tabir yang baru terbuka jelas keberadaannya bagi Ryeowook, sesuatu yang ingin ia benci tapi Ryeowook terlanjur jatuh kedalam keduanya. Siwon mengajarinya untuk menyayangi orang tua kandungnya sendiri, menemukan kenyamanan didalam pria tersebut, dan membuat dirinya merasa lebih berharga dengan menyayangi dan disayangi oleh satu pria tinggi ini.

"Aku membencimu" gumam Ryeowook karna wajahnya masih terbenam dipelukan Siwon yang terlampau erat

"Aku juga mencintaimu baby, neomu bogoshiposoyo"

OoooO

TBC~~

Mohon maaf author lamaaaa update, lagi sibuk kuliah term terakhir T.T entah masih ada yang baca atau enggak.

Anyway~ terima kasih sudah berkunjung!