Main Cast : Choi Seunghyun and Kwon Jiyong

Genre : Romance/Humor/Drama

Warning : Mature content, smut, bad languange, typo(s), and many more

.

.

.

Brak!

Pintu apartemen yang tertutup itu menimbulkan suara debaman yang cukup keras, dimana mungkin penghuni kamar sebelah dapat mendengarnya mengingat betapa kerasnya suara yang timbul tadi. Lelaki tampan yang merupakan sang tersangka itu nampak tak merasa bersalah. Sebaliknya, ia justru melemparkan tatapan nakalnya pada sosok mungil yang kini berada di bawah kuasanya, terhimpit tubuh kekarnya serta permukaan tembok yang dingin. Pakaian yang dikenakannya sudah tak rapi, selaras dengan bibir bengkak juga leher dan dadanya yang penuh bekas kemerahan. Wajah manis itu memerah total hingga ke telinga. Napasnya terengah-tengah, tatapannya terlihat sayu dan pasrah. Bahkan saliva menetes sampai ke dagunya, menandakan betapa dahsyatnya ciuman yang mereka lakukan beberapa saat lalu.

"Aku tak mengerti dari sisi mananya kau ini terlihat seperti dominan," suara berat itu terdengar mengejek di telinga lelaki lebih muda. Jiyong kembali pasrah saat pria tampan di hadapannya kembali meraup bibirnya, melumat habis seolah ingin memakannya. Jari-jari besar itu kemudian menyusup ke dalam kemeja yang dipakainya, mengusap lembut sebelum akhirnya mencubit puncak dadanya kasar. Menarik-narik ujungnya seakan memaksa untuk mencabutnya dari sana.

"Seunghyun hyung, jangan ditar—akhhh!"

Lelaki itu—Choi Seunghyun—menyunggingkan seringai tipis. Tak mengindahkan permintaan dongsaeng-nya, Seunghyun justru melepaskan kancing kemeja Jiyong, hingga pada kancing ketiga ia akhirnya merobek kemeja malang tersebut saking tak sabarannya. Menimbulkan suara gemerincing dari kancing-kancing yang telah lepas dan berpencar entah ke mana di lantai.

"Bagaimana kalau mereka tahu G-Dragon yang selalu tampil cool dan swag di panggung justru sedang mendesah tak karuan seperti ini? Apa mereka akan tetap memujamu? Tetap melihatmu sebagai seseorang yang mampu mendominasi laki-laki lain?"

"A-apa maksudmu, hyung?"

Kepala Jiyong semakin pening. Otaknya bingung harus mencerna yang mana terlebih dahulu. Sentuhan memabukkan Seunghyun pada tubuhnya atau ucapannya yang ambigu itu. Jujur saja, Jiyong tak mengerti dengan semua ini. Alasan mengapa Seunghyun terlihat begitu marah dan kesal sampai memperlakukannya seperti ini. Seingatnya, ia tak melakukan kesalahan apapun hari ini.

Lalu kenapa?

Belum sempat Jiyong berpikir jauh, Seunghyun sudah lebih dulu menggendong tubuh setengah telanjangnya dan membantingnya di kasur. Lelaki itu kemudian menindih tubuh kurusnya sementara di bawah sana sibuk menggesekkan milik mereka, menghasilkan friksi nikmat yang tak bisa dielak keduanya.

"Katakan, Ji, kau ini milik siapa?" menahan nada suaranya mati-matian, Seunghyun bertanya. Tangan besarnya bergerak menurunkan celana jeans yang Jiyong pakai, menjadikan tubuh sang leader Kwon itu polos laksana bayi yang baru lahir.

Jiyong mengernyitkan dahinya. Apa-apaan Seunghyun ini? Kenapa sikapnya aneh sekali hari ini? Sudah menyerangnya tiba-tiba lalu menanyakan sesuatu yang tak bermutu seperti ini. Sudah pasti jawabannya Jiyong itu miliknya, baik hati maupun tubuhnya. Untuk apa bertanya lagi?

"Jelaskan padaku, bagaimana posisimu dalam hubungan kita?"

Jiyong memejamkan matanya saat Seunghyun mengecupi miliknya. "Tugasku adalah mendesah dan menikmati setiap perlakuanmu. Aku tidak bisa membantahmu karena kau adalah pemilikku. Semua yang ada padaku... semuanya milikmu, hyung."

Seunghyun tersenyum lebar mendengar jawaban Jiyong. "Good boy," pujinya seraya menghadiahkan satu kecupan di keningnya. Ia lalu membuka satu persatu pakaiannya sementara Jiyong mengamati dari bawah sana. Rona merah seketika menyebar di wajah cantiknya tatkala melihat Seunghyun sudah sama polosnya dengannya. "Sekarang, katakan, apa yang harus kulakukan, hm?"

"Ma-masukkan sekarang, hyung."

"As you wish, princess."

Seunghyun memeluk tubuh mungil Jiyong, mencegah kekasihnya itu terhentak-hentak hebat akibat tusukannya di bawah sana. "You like it? Jiyongie, you like?" Jiyong mengangguk cepat. Tangannya pun dengan segera menarik tengkuk Seunghyun, semakin mengeliminasi jarak di antara mereka. Membawa sosok yang mendominasi dirinya itu ke dalam sebuah ciuman panas yang panas dan liar.

Satu ciuman panjang yang akan mengawali kegiatan panas mereka.

...

Suasana yang menyelimuti kamar itu begitu mencekam. Penerangan yang minim membuat sosok lelaki manis yang terbaring tanpa busana di atas ranjang bergerak gelisah. Kaki-kaki indahnya menendang udara berharap ikatan yang begitu kuat membelenggu tubuhnya terlepas. Mulutnya tersumpal sapu tangan sementara kedua matanya tertutup sebuah blind fold. Tetes-tetes bening segera berlarian menuju pipi gembilnya, lelaki itu menangis tanpa suara.

Lalu, satu suara membuat aliran darah dalam jantungnya berpacu ekstrem.

"Suka dengan hadiah yang kau dapatkan, pandaku?"

"Ji-Jiyong hyung?"

Jiyong menelan ludahnya yang tiba-tiba terasa pahit tatkala membaca fanfiction hasil karya seseorang yang memakai username; Nyongtorylove8890 ini. Bagaimana tidak? Ia dan Seungri dipasangkan sebagai kekasih dalam fanfiction ini. Lalu watak Seungri dibuat sebagai uke lemah yang suka diperlakukan kasar oleh sang dominan. Dan, kau mau tahu bagian paling mengejutkannya? Ya, dirinya-lah yang menjadi seorang dominan untuk sang maknae.

Kau terkejut? Apa lagi Jiyong.

Ia tidak menyangka kalau para penggemar punya imajinasi seliar ini. Mungkin tidak akan jadi masalah kalau mereka memasangkan dirinya dengan Seunghyun, tapi Seungri? Jiyong jadi merinding sendiri memikirkannya. Ia yang selalu mendesah pasrah dibawah kendali Seunghyun tentu tidak akan bisa membayangkan bagaimana dirinya jikalau berada di posisi sang kekasih. Bahkan terlintas dalam benak pun tak pernah. Jiyong sudah terlalu nyaman dan sangat menikmati posisinya. Tentu saja, ia hanya perlu mengangkang dan mendesah saja bukan? Tidak perlu bersusah payah memuaskan seperti Seunghyun atau para dominan di luar sana.

"Bagaimana perasaanmu setelah membaca cerita itu, Jiyong hyung?"

Seunghyun dan nada menyebalkannya.

Jiyong memalingkan wajahnya dan menatap sang kekasih yang kini tengah menatapnya dengan pandangan kesal. Lelaki itu masih setengah berbaring di ranjang dengan kedua tangan berlipat di depan dada.

Ah, Jiyong mengerti situasinya sekarang.

Pria bermarga Kwon itu tersenyum geli. Seunghyun benar-benar kekanakkan. Ia cemburu dengan fanfiction dirinya dan Seungri?

"Ayolah, kau marah hanya karena ini?"

"Hanya ini katamu?"

Tawa semakin mengeras saat Jiyong mendapati Seunghyun kini tengah melotot ke arahnya, tak percaya dengan tanggapan santainya atas alasan yang membuat lelaki itu menggarap tubuh mungilnya habis-habisan semalam. "Kau tahu itu hanya cerita fiksi bukan?" Jiyong bertanya lembut. Kedua kaki kurusnya menuntun dirinya mendekat pada Seunghyun dan duduk di sisi pria itu. Satu kecupan gemas ia daratkan di bibir tipis itu. "Karena hanya GTOP yang real, bukankah begitu?"

Seunghyun memalingkan wajah ke sisi lain. "Tapi tetap saja aku tak suka. Kau milikku, kau uke-ku, tapi mereka dengan lancangnya memasangkanmu dengan maknae dan membuatmu menjadi seme. Takdirmu itu berada di bawah, Ji, bukan di atas." Kakak tertua sekaligus visual dalam grup itu menangkup wajah sang leader. Menciumi bibir manisnya berkali-kali. "Haruskah aku menutup akun sialan itu?"

"Tidak perlu," jawab Jiyong. Ia mengusap rahang tegas Seunghyun. "Karena tanpa kau melakukannya pun selamanya takdirku adalah berada di bawahmu. Aku benar 'kan, daddy?" Lelaki mungil itu menjilati rahang itu penuh napsu kemudian.

Seunghyun menyentil kening Jiyong.

"Sejak kapan jadi kau pintar menggoda seperti ini, hm?"

Jiyong tersenyum bangga mendengar ucapan Seunghyun. "Mungkin sejak aku membaca fanfiction tadi? Kau tahu, hyung, aku jadi penasaran bagaimana rasanya menjadi yang di atas." sahutnya dengan bibir bawahnya yang sengaja dijilat sensual.

Leader Kwon dan senyum mencurigakannya.

Alarm tanda bahaya tiba-tiba saja berdering nyaring di kepala Seunghyun. Pria keturunan keluarga Choi itu sedikit memundurkan tubuhnya, ekspresi ketakutan terpancar jelas di wajah tampannya. "Ji, kau tidak berniat untuk memasukiku 'kan?" tanyanya memastikan.

"Menurutmu?" Jiyong balik bertanya. Ia semakin mendekat pada Seunghyun. Bahkan kali ini ia mulai menduduki kedua paha kekarnya. Tangannya yang lentik kemudian mengusap sesuatu yang terlihat menonjol di sana.

"Berhenti tersenyum seperti itu, Ji. Kau menakut—ukh! Y-yak, Kwon Jiyong! Apa yang kau lakukan?" Kedua mata Seunghyun membola saat dirasanya ada sesuatu yang hangat menyelimuti kejantanannya kini. Jiyong memasukkan miliknya tanpa persiapan. Rasa iba mencubit hatinya tatkala melihat Jiyong meneteskan setitik air mata, menahan rasa sakit atas perbuatannya sendiri. "Are you okay? We can stop it if you—"

"No, hyung," Jiyong menggeleng. Seutas senyum paksa ditersimpul di bibir merahnya. "I'm okay, trust me."

Dan Jiyong mulai bergerak menaik-turunkan tubuhnya. Sesekali matanya terpejam saat milik Seunghyun menembus jauh ke dalam tubuhnya. Menimbulkan efek ngilu dan nikmat di waktu yang bersamaan.

"Hyung... I'm close... Ughh.."

Baiklah, Seunghyun tarik kata-katanya barusan.

Dia tidak akan menutup akun sialan itu seperti rencana awal. Ia akan terus memantau sejauh dan seberapa lama penulis itu menulis roman picisan antara kekasihnya dan maknae. Oh, mungkin Seunghyun harus menekan tombol 'follow' untuknya. Bukan, bukan berarti menyukai karya-karyanya. Hanya saja ide licik tiba-tiba saja terpikirkan olehnya.

Saat fanfiction Nyongtory itu update, Seunghyun akan kembali menunjukkannya pada Jiyong. Dan Jiyong? Tentu saja kekasihnya itu akan merasa bersalah dan pada akhirnya akan menuruti segala keinginannya. Termasuk mencoba gaya bercinta baru yang mungkin biaa diterapkannya bersama Jiyong. Atau mungkin Seunghyun dapat mengikutsertakan 'koleksi' pribadinya suatu hari nanti.

Wow, memikirkannya saja sudah membuat Seunghyun begitu bersemangat.

Pokoknya, Seunghyun berterima kasih padamu siapapun kau wahai Nyongtorylove8890.

...

In the Black Pink's dorm...

"Sialan. Bedebah mana yang sudah merekomendasikan fanfiction Nyongtory padaku?" Jennie berteriak dari dalam kamarnya. Ponselnya yang semula berada dalam genggamannya kini sudah terhempas ke lantai. Napas gadis cantik itu terengah-engah. Emosi sudah naik ke atas ubun-ubun. Bagaimana tidak? Ia yang merupakan seorang GTOP hard shipper tiba-tiba saja mendapat rekomendasi cerita dari orang tak dikenal. Awalnya ia berpikir cerita itu merupakan pairing GTOP, namun baru separuh cerita ia langsung membanting ponselnya setelah menyadari bahwa cerita itu ber-pairing Nyongtory, alias Jiyong dan Seungri.

Jennie mendengus kesal. Hell. Selamanya mamih Ji hanya untuk daddy Seunghyun seorang.

"Akan kubunuh author laknat itu kalau aku bertemu dengannya." sumpah Jennie dengan naluri shipper yang menggebu-gebu.

Sementara Lisa yang mendengar teriakan Jennie dari kamarnya hanya tersenyum iblis. "Rasakan itu, unnie, bagaimana fanfic hasil karyaku hm? Bagus bukan?"

Satu notifikasi di ponsel Lisa mengalihkan kesenangannya karena telah berhasil mengerjai Jennie dengan fanfic karangannya itu.

8788Jihyunchoi started following you.

8788Jihyunchoi send a new message

"Ceritamu bagus sekali. Semangat untuk chapter selanjutnya. Aku sangat senang karena akhirnya aku mendapatkan ide untuk mengerjai kekasihku yang nakal ini."

Walau sedikit tak mengerti maksud pesan tersebut, ia mencoba tak begitu mempedulikan. Senyum gadis asal negeri Thailand itu mengembang. Akhirnya ia menemukan satu teman baru sesama Nyongtory shipper.

.

.

.

-FIN

.

.

.

Anjirr ini gue bikin apaan si? Kwkwk

Sebelumnya gue minta maaf buat para nyongtory shipper. Gue ga ada maksud buat ngejelek2in kok, ini pure dari otak laknat gue yang tiba-tiba kepikiran 'kira-kira gimana reaksinya TOP pas baca ff nyongtory?' dan akhirnya jadilah ff unfaedah ini.

Oiya gaes mau ngingetin, kalo misalnya setelah ini gue mati gegara tercyduck nyongtory shipper tolong ziarah makam gue sambil bawa print-an ff gtop ya. Sapa tau gue gabut di kuburan terus kepengen baca ff gtop ye kan *gajelubngst