PAIR : YUNJAE gs dll sebagai pendukung

WARNING : cerita ini dari drama yang sedang saya tonton … dan saya lg iseng …. Entah ada nya peruahan tidak nya tergantung Mood ….. toh saya tidak bias mengarang … jd sepertinya tidak ada perubahan ..

YANG TIDAK SUKA TAK USAH BACA OKE !11PAIR : YUNJAE gs dll sebagai pendukung

Siwon masuk ke RS Taemin dengan langkah tenang. Disapanya beberapa orang dokter. Tampak dia berada di ruang ganti untuk menukar setelan jasnya dengan pakaian operasi. Setelah itu, dia pergi menuju ruang operasi sambil tersenyum kecil. Seperti dugaannya, Yunho lebih memilih mencaJaejonghu tentang dirinya ketimbang berkorban untuk pasien yang tidak berhubungan darah dengannya. "Kau membuat pilihan yang tepat Yunho," kata Siwon dalam hati, "Terima kasih Yunho, karena tidak mengecewakanku."

Seorang membuka pintu ruang operasi. Seluruh tim menengok ke arah pintu, berharap orang yang datang adalah Siwon. Namun, mereka menemukan Yunho berdiri di sana, lengkap dengan pakaian operasi. Jaejong memanggil Yunho, tatapan matanya penuh rasa kekhawatiran, "Manajer Jung." Tidak lama kemudian, Siwon yang sudah mengenakan pakaian operasi juga datang. Yunho melirik Siwon dari ekor matanya. Apa yang terjadi? Bukankah Yunho sedang ditodong dua polisi ketika berkelahi dengan dua cecunguk kecil – anak buahnya Siwon?

Dalam kilas balik, kita melihat Yunho mengangkat kedua tangannya ketika dua orang polisi mengarahkan pistolnya kepadanya. Dua polisi ini, entah bagaimana bisa, menyarungkan pistolnya dan mendekati Yunho. Tentu saja, Yunho dengan mudah melumpuhkannya. Dia berniat mengejar dua minion Siwon yang telah melarikan diri, tapi urung dilakukannya. Dan, disinilah dia berada, di ruang operasi.

Yunho mengangguk pada Siwon yang tampak kaget. Tapi, Siwon memberikan lampu hijau untuk Yunho melakukan operasi. Jaejong yang masih kaget langsung mengatakan, "Kau berutang penjelasan setelah operasi selesai!" Yunho segera meminta penjelasan pada tim mengenai kondisi pasien. Tim menyebutkan kondisi pasien tidak begitu baik, karena menunggu Yunho cukup lama. Sementara itu, Siwon yang sudah memakai jas dokternya masuk ke ruang pantau. Berikutnya, Yunho pun mulai bekerja bersama timnya (sumpah, aku agak gemetar membayangkan kondisi sebenarnya dari ruang operasi).

Hye Ri pergi menuju ke bagian penerimaan pasien dan administrasi. Seorang perawat bertanya bukannya tim pengembang obat baru akan bekerjanya mulai besok? Hye Ri dengan nada datar menyebutkan bahwa sekarang sudah lewat tengah malam. Dia pergi ke bangsal 21 dimana dia menyuntikkan serum yang dibuatnya ke salah seorang pasien yang tengah tertidur.

Yunho masih melakukan operasi transfusi hati. Di ruang pantau, Siwon masih duduk menunggu. Dia merasa salah mengira Yunho berbeda dari kedua orangtuanya. Yunho sendiri tiba-tiba merasakan rasa haus akan darah ketika melihat darah yang mengucur banyak di tubuh pasien. Sempat dia terganggu dengan kondisinya. Jaejong menegurnya, "Istirahatlah. Aku bisa menyelesaikan sisanya." Yunho menolaknya dan terus melanjutkan.

Pada akhirnya, operasi transplantasi hati selesai dilakukan. Yunho bertanya pada tim mengenai kondisi vital pasien. Tim menyatakan semuanya normal. Tim saling mengucapkan terima kasih atas kerjasama tim yang bagus. Siwon mengatakan melalui mikropon bahwa kerja mereka semua bagus. Yunho menatapnya dengan tatapan tajam.

Anak pasien terus mengucapkan terima kasih terus pada Yunho. Wajahnya kini tampak lebih ringan dan ceria. Yunho menyuruhnya berterima kasih pada pendonor dan keluarganya. Anak itu mengiyakan, tapi dia tetap mengucapkan terima kasih pada Yunho. Biar bagaimana pun, orang yang melakukan operasi adalah Yunho, bukan orang lain. Yunho meminta si bocah untuk merawat ibunya dan mengingatkan rasa sakit itu masih bisa ditahana, tapi rasa takut itu sulit. "Apapun yang terjadi janganlah takut. Jangan jadi pengecut!" tukas Yunho. Si bocah mengiyakan. Yunho pergi meninggalkannya.

Siwon menyegat langkah Yunho. Dia mengatakan bahwa dirinya juga ikut memberikan penilaian pada Yunho. Dalam penilaiannya, karena Yunho terlambat datang itu membuatnya kecewa. Yunho mengatakan bahwa dirinya terlambat untuk masalah pribadi dan tak ingin memberikan penjelasan apapun. Siwon dengan tegas menjawab tidak akan ikut campur mengenai hal ini, karena ini baru kali pertama dan Yunho mengatakan itu masalah pribadi. "Tapi, kuharap kau tak mengecewakanku lagi!" tukas Siwon, lalu pergi meninggalkan Yunho.

Di ruangannya, Yunho ingin tidur menenangkan dirinya. Baru matanya terpejam, suara Jaejong terdengar kencang, "Sudah kubilang aku mau minta penjelasan setelah operasi selesai." Dia membuka pintu dan membantingnya. Kemudian, dia berdiri di hadapan Yunho dengan tangan bersidekap. Dia mengatakan bahwa keterlambatan Yunho, tanpa penjelasan, merupakan tindakan tidak bertanggung jawab yang tidak masuk akal.

Yunho mengakui itu bukan tindakan masuk akal, tapi menolak jika disebut tindakan tidak bertanggung jawab. Jaejong menegaskan kedatangannya bukan untuk berdebat panjang lebar. Dia minta penjelasan. Yunho menolaknya. "Tidak apa-apa, hanya masalah pribadi saja," ucap Yunho, "Aku tidak punya alasan untuk menjelaskannya, terlebih padamu." Jaejong menyahut kalau Yunho menempatkan pasien dalam bahaya. Jadi, tidak ada masalah pribadi lagi. Dengan santai Yunho mengatakan tidak terjadi apa-apa. Toh, operasi berjalan dengan lancar.

"Orang jenis apa sih kau? Bukannya meminta maaf malah santai seolah tidak terjadi sesuatu?" pekik Jaejong meluapkan kekesalannya, "Aku berusaha melihat sisi baikmu. Sayang aku tak bisa melakukannya. Tadinya, kupikir kita hanya tidak akur, tapi ternyata aku juga kecewa!" Setelah mengatakan itu, Jaejong pergi, dengan membanting pintu lagi.

Yunho menghela napas Jaejong enyah dari hadapannya. HP-nya berdering. Yochun yang menghubunginya, memintanya pulang untuk melihat hasil penelitiannya yang terbaru tentang Yunho. Walaupun Yunho beralasan tidak bisa pulang sekarang, Yochun menegaskan Yunho untuk melihatnya sendiri secara langsung.

Di sisi lain, Siwon bicara dengan anak buahnya (orang yang telah membunuh ayah dan ibunya Yunho). Dalam pembicaraan itu Siwon memintanya untuk membiarkan Yunho dan hanya mengawasinya saja untuk sementara. Minionnya Siwon mengatakan bahwa ketika melihat Yunho, dirinya selalu teringat Jung hangkyung (ayahnya Yunho). Khususnya di bagian mata. Dalam pandangannya, mata Yunho benar-benar mirip dengan mata hangkyung.

Siwon menarik kesimpulan apa minionnya ingin mengatakan kalau Yunho akan berdiri berseberangan dengan mereka? Sehinghyukjaeho harus segera dilenyapkan sebelum menjadi masalah besar. Dia mengatakan sia-sia saja menyingkirkan orang seperti Yunho sekarang ini. Si minion hendak protes, tapi Siwon mengingatkannya bahwa Yunho yang sekarang bukanlah Yunho kecil yang dulu. "Yang terpenting adalah apa yang kau lihat dari Yunho, belum sepenuhnya tereksplorasi!"

Di rumah Yochun menunjukkan pada Yunho hasil penelitiannya. Dia menemukan bahwa sel-sel darah merah Yunho telah berhasil pulih sepenuhnya, baik itu plasma darah, trombosit darah, sel darah merah, sel darah putih, dll. Dia menambahkan Yunho bukan hanya pulih, tapi sistem antibodinya meningkat. Sehingga, Yunho menjadi lebih kuat. JIJI ikut-ikutan berkoar kalau antibodi Yunho meningkat 24,76 kali.

"Dan dari semua itu, kau tahu yang lebih dahsyat?" tanya Yochun. JIJI menyebutkan kalau segala bentuk racun yang ada di tubuh Yunho netral. Yochun menambahkan, "Dengan kata lain, tak satu pun senyawa bisa membunuhmu! Tak satupun reaksi kimia yang bisa membunuhmu!" Yunho tersenyum getir mendengar penjelasan Yochun. Hal ini tentu membuat Yochun bertanya-tanya kenapa? Yunho mengatakan bahwa dirinya menjadi yang terkuat dari semua orang yang terinfeksi. Dengan begitu, berarti akan makin sulit bagi dirinya untuk menjadi manusia normal lagi.

Yunho berada di kamarnya dan membuka data penelitian yang diberikan Yochun. Di benaknya melintas kenangan lalu. Saat itu Yunho masih remaja. Dia duduk sendirian di kamarnya yang gelap, dan mendesis bahwa dirinya ingin menjadi manusia. Dia duduk dari malam sampai pagi. Sinar matahari yang menerobos masuk melalui sela-sela jendela mengenai tangannya. Tak pelak tangannya terluka terkena sinar tersebut. Merasa kesal dan frustasi, Yunho bangkit dan membanting lukisan matahari yang tergantung di dinding.

Mendengar suara gaduh dari kamar Yunho, Heechul masuk. Yunho dengan wajah campur aduk mengungkapkan bahwa ibunya salah. Dia menyatakan tidak bisa menjadi manusia sejati, karena rusa yang sangat disukainya pun dibunuhnya. Heechul coba menjelaskan itu tantangan yang harus Yunho lawan. Dia yakin Yunho bisa mengatasinya. Toh, Yunho tidak membunuh seseorang.

Sambil menangis, Yunho mengatakan dirinya yakin akan membunuh orang tidak lama lagi. Dia hampir melakukannya sebelumnya, saat melihat karyawan toko. Heechul yakin Yunho bisa mengendalikan diri, sebab Yunho bukan binatang tapi manusia. Yunho berteriak dirinya bukan manusia normal, sebab tidak bisa melihat matahari. Dia bahkan harus minum obat untuk mencegahnya menjadi brutal ketika melihat darah. Itu membuatnya frustasi.

Heechul terus meyakinkan biar bagaimanapun Yunho tetaplah seorang manusia, yang eksistensinya sedikit di luar manusia lain. Yunho menampik ucapan ibunya. Dia tidak percaya dirinya manusia, yang eksistensinya berbeda dari manusia lain. Pasalnya, dia merasa ingin membunuh orang-orang lain. "Kenapa aku?" pekik Yunho, tangisnya makin pecah, "Kenapa harus aku?" Heechul memeluk putra semata wayangnya.

Keesokan harinya, Jaejong melihat berita yang melaporkan soal penyerangan dilakukan seorang pria pada polisi. Tidak ada yang berhasil melihat identitas pelaku. Diperlihatkan rekaman dari kamera mobil polisi. Tampak Yunho berhasil melumpuhkan dua orang polisi. Kening Jaejong keriting ketika melihat pakaian yang dikenakan penyerang.

Di sisi lain, Yochun dan Yunho juga tengah menonton berita yang sama ditonton Jaejong. Mereka menontonnya dari layar monitor JIJI. Yochun memuji gaya serang yang dilakukan Yunho pada para polisi tersebut. Meski begitu Yunho tampak dingin-dingin saja. Melihat wajah Yunho yang datar, Yochun meminta maaf. Yunho mengatakan bahwa dirinya ingin orang-orang itu datang sekaligus padanya, bukan satu per satu. Kemudian, dia ingat saat operasi dan ingin menanyakan sesuatu pada Yochun, tapi urung dilakukannya. Dia justru bertanya tentang obat hijau, apakah sudah berada pada dosis maksimal. Yochun mengiyakan dan menyuruhnya mengambil di meja.

Di ruang pertemuan, Jaejong memberitahu Manajer Cho dan dua minionnya tentang keterlambatan Yunho ke ruang operasi. Tentu saja tim kedua, yang merasa, tersaingi eksistensinya oleh Yunho ini mencemooh keterlambatan tersebut. Jaejong menegaskan, meski begitu, operasi berjalan sempurna. Salah seorang minionnya tim dua memuji kemampuan Yunho. Manajer Cho menatap minionnya yang bicara itu dan bertanya lagi apa Yunho sudah membuat permintaan maaf secara resmi. Jaejong merasa Yunho tidak melakukan hal yang salah.

Manajer Cho mengumpat bahwa Yunho benar-benar seorang psikopat gila. Dia tidak habis pikir dengan tindakan indisipliner Yunho. Jaejong mengungkapkan kalau Siwon sepertinya kelihatan marah dengan tindakan Yunho. Ini membuat Manajer Cho tertarik, "Benarkah?"

Di saat itu, Yunho datang memasuki ruangan. Tentu Manajer Cho langsung membahasnya. "Kudengar kemarin ada hal yang perlu disesalkan ya?" tanyanya pada Yunho. Dengan sikap acuh tak acuh, Yunho menutup matanya dan berkata kenapa di rumah sakit ini banyak orang yang menyesal? Manajer Cho hendak mengkonfrontasi ucapan Yunho, tapi keburu wakil direktur datang, meminta maaf datang terlambat dan membagi-bagikan kertas. Itu adalah rekam medis pasien HPB bagian 1 dan 2. Dia mengingatkan bahwa kedua tim akan ikut menangani masing-masing pasien dari bangsal 21A. Karena itu, dia meminta semua tim untuk menangani pasien dengan sentuhan personal (maksudnya dengan baik). Yunho bertanya apa cuma itu saja? Setelah diiyakan, Yunho pergi dari ruangan. Itu sekaligus menandakan berakhirnya pertemuan.

Jaejong juga keluar, membuntuti Yunho. Di saat itu, Yunho berpapasan dengan tiga dokter junior, salah satunya adalah hyukjae. Jaejong mengambil HP-nya dan mendekati mereka. Dia membandingkan antara Yunho yang dilihatnya di berita dengan Yunho yang nyata. Melihat tingkah konyol Jaejong, hyukjae jadi kehilangan fokus dan menatap Jaejong. Dengan isyarat tangan, Jaejong menyuruhnya bersikap biasa saja, tapi hyukjae malah gagal paham. Akhirnya, Yunho pun menengok ke arah yang dilihat hyukjae. Dia menemukan Jaejong berdiri di sana dengan tangan memegang HP.

Untuk menghilangkan kegugupan, Jaejong pura-pura mengambil foto Yunho dan dokter junior. "Kau nggak punya banyak foto waktu kerja kan? Jadi, aku akan mengambilnya satu," tukas Jaejong, sambil pura-pura mengambil foto. Selanjutnya dia ngeloyor pergi, demi menghindari kecurigaan, sambil menoyor kepala hyukjae.

Manajer Cho dan dua minionnya menemui Siwon. Mereka meminta tidak dilibatkan dalam penanganan pasien dari bangsal 21A. Siwon meminta alasannya? Manajer Cho beralasan jika ikut mengurusi maka pekerjaan lainnya akan terbengkalai. Siwon bertanya bukan karena pasiennya kan? Soalnya bekerja dengan pasien di bangsal 21A merupakan pekerjaan sukarela. Manajer Cho mengaku bukan itu. Siwon menyetujuinya, tapi menyindir kalau Yunho tetap mau melakukannya tanpa banyak keluhan. Dia pergi.

Seperti biasa, Jaejong kembali curhat pada teman dokternya. Dia kembali mengungkapkan tentang kejanggalan yang ditemuinya pada Yunho. Pertama suhu tubuhnya bukan suhu tubuh manusia hidup. Kedua tidak ada alat pengukur kesehatan yang bisa mengukur kondisi tubuhnya. Ketiga kabur dari ruang operasi sebelum melakukan operasi. Terakhir, berkelahi di jalanan. Jaejong menyodorkan HP-nya dan memperlihatkan punggung pria yang membekuk para polisi. Temannya merasa itu memang agak seperti Yunho, sayangnya kualitas gambarnya benar-benar buruk.

Kesal dengan tanggapan dari temannya Jaejong mengatakan tidak ingin curhat lagi. Temannya mengajak Jaejong untuk pergi liburan, sebab kemungkinan besar Jaejong mengalami stres kerja. Jaejong memilih pergi daripada mendengarkan saran temannya. Temannya terus mengejarnya. Mereka berpapasan dengan Yunho. Jaejong tidak menyapa dan terus ngeloyor begitu saja. Sementara temannya Jaejong sempat memberi hormat pada Yunho dan terus menyusul Jaejong. Dia memanggil Jaejong dengan sebutan Kim Chae Yun. Sempat Yunho berhenti dan menoleh, tapi dia meneruskan jalannya kembali.

Siwon menatap cermin dan teringat kejadian yang pernah terjadi beberapa waktu silam. Dia bicara pada salah seorang dokter tua (itu loh, dokter yang ada di foto yang sempat ditunjukkannya pada minionnya, baca episode 4). Dokter tua yang belum kuketahui namanya mengungkapkan bahwa penelitian yang mereka lakukan sebaiknya tidak pernah diketahui dunia. Siwon menolak usulan tersebut.

Dokter tua menyatakan penelitian mereka bukanlah penemuan besar, tapi bencana besar. Dia mengajak Siwon untuk menyingkirkan hasil penelitian tersebut. Siwon melihat itu dengan sudut pandang terbalik. Dia yakin hasil penelitian itu tidak salah bagi kehidupan manusia. Dokter bilang jangan menghalalkan segala cara. Umat manusia bisa musnah gara-gara mereka. Siwon menuding dokter tua telah frustasi, karena dia bersama Jung Hyun Seo dan Heechul hanya berkutat di dalam lab. Sementara dirinya melakukan operasi dengan mengerahkan seluruh kemampuannya, tetap saja ada begitu banyak orang mati. "Dan kau menyuruhku untuk menerima bahwa aku ini dokter?"

Dokter tua mengingatkan bahwa dokter bukanlah dewa. Siwon bertanya kenapa tidak? Setidaknya dirinya bisa mendapatkan kesetaraan seorang dewa. Merasa tidak bisa memberitahu Siwon, dokter tua menyatakan Siwon bukanlah anak didiknya lagi. Dia takkan memberikan setetes sampel ataupun data padanya. Dia mengusir Siwon. Saat itu tangan Siwon terkepal. Ketika terbuka, kuku-kukunya sudah memanjang. Dia mencekik dokter tua dan mengangkatnya ke atas dan menyatakan bahwa dirinya telah mengambil sampel. Kini, sampel itu sudah menyatu dengan darahnya.

Siwon memperingatkan bahwa jika dokter tua tidak memberikannya, maka dirinya harus bicara pada Hyun Seo dan Heechul. Dokter tua mengatakan mereka berdua satu perahu dengannya. Siwon menegaskan apa yang dikatakannya bukanlah permintaan, melainkan kesempatan. Bila mereka berdua tidak mau mengambil kesempatan, tak ada yang bisa dilakukan. Dokter tua mengatakan, "Virus VBT-01 seharusnya tidak pernah keluar di muka bumi ini..." Suara dokter tua mendadak tercekat. Siwon membenamkan kuku-kukunya di leher dokter tua, sehingga muncratlah darah mengenai wajah Siwon.

Setelah dokter tua mati, Siwon mengatakan bahwa dirinya akan membayar si dokter tua nanti. Dihempaskannya tubuh dokter tua ke lantai. Kembali ke Siwon yang sedang mematutkan diri di hadapan cermin. Dia mengatakan belum sempat membayar si dokter atas pemberiannya.

TBC…