" OUR FIRST FAULT "
YAOI AREA
BXB
M-PREG
GENRE : FULL DRAMA
PAIRING : CHANBAEK
CAST : BAEKHYUN , CHANYEOL AND THE OTHERS
DESCLAIMER : INI ASLI HASIL KARYA SAYA DARI OTAK YANG TIDAK SEBERAPA INI , JIKA ADA KESAMAAN NAMA TOKOH , TEMPAT DAN KEJADIAN ITU HANYA KEBETULAN SEMATA .
.
.
MY LOVELY MONSTER
.
"Usia kandungannya masih terbilang muda jadi saya sarankan untuk tidak mengerjakan pekerjaan berat dulu juga jangan terlalu stress supaya hal yang sama tidak kembali terjadi karena hal itu dapat mengganggu bayinya." sang dokter menjelaskan dengan cermat sementara Baekhyun masih membeku ditempatnya.
Jangan menanyakan keadaan Chanyeol sebab pria itu juga kehilangan kata-katanya, perasaannya bercampur aduk antara senang dan juga kebingungan.
Bingung harus melakukan apa.
Yoona yang sedari tadi berada didekat Baekhyun segera memeluk meenantu kesayangannya itu, "Ibu sangat senang, akhirnya ibu mendapatkan cucu." Wanita paruh baya itu berujar penuh rasa syukur.
Sooyoung pun tak kalah senang, sangat senang malah. Namun terlalu canggung untuk mengatakan hal itu pada Baekhyun, mengingat yang selama ini mereka lakukan hanyalah saling berteriak dibanding saling menyapa.
.
Baekhyun diizinkan pulang setelah mendapatkan beberapa vitamin yang harus dia minum setiap harinya.
Sesampainya mereka dikediaman Byun, monster mungil itu segera memasuki kamarnya dengan alasan bahwa dirinya merasa lelah dan membutuhkan istirahat.
Tentu saja itu hanyalah alibi. Baekhyun memerlukan waktu untuk berfikir.
Apa? Kenapa? Bagaimana hal ini bisa terjadi?
Kepalanya benar-benar pusing tujuh keliling tak benar terlintas dibenaknya jika dirinya akan hamil secepat ini.
Bagaimana dengan surat cerai yang telah Baekhyun siapkan matang-matang?
Chanyeol dan spermanya benar-benar telah menghancurkan segalanya.
Baekhyun harus memutuskan tindakan apa yang sebaiknya dia ambil agar semuanya menjadi lebih baik dan tidak lagi menjadi begitu sulit.
.
MY LOVELY MONSTER
.
Saat Chanyeol masuk kedalam kamar, Baekhyun sudah membuat keputusan.
Monster mungil itu memutuskan untuk bertahan pada rencananya untuk bercerai dari Chanyeol, kehamilannya bukanlah hal yang bisa menghentikan rencananya begitu saja.
Itulah kenapa Chanyeol mendapati suami monsternya itu tengah berdiri dengan sebuah amplop coklat ditangannya.
"Ku pikir kau sudah tidur." Ujar Chanyeol sedikit terkejut karena setahunya tadi Baekhyun mengatakan jika dirinya lelah.
"Ada yang harus ku katakan padamu." Ucap Baekhyun datar.
"Apa itu?" Tanya Chanyeol was-was, sebab Baekhyun dengan nada datarnya selalu membawa sesuatu yang buruk.
"Aku ingin kita bercerai." Tutur Baekhyun tenang, masih dengan nada datar yang sama.
Chanyeol mendesah lelah, "Baekhyun bukankah kau sudah berjanji untuk tidak lagi meminta hal itu." Ujar Chanyeol berusaha mengingatkan.
"Aku tahu," Jawabnya acuh.
Chanyeol merengut tak suka mendengar nada acuh itu, "Lantas?"
"Janji itu terjadi sebelum aku tahu bahwa kau mempermainkan aku, perlu kau tahu janji itu ada bukan bertujuan agar aku bisa dipermainkan sesuka mu!" Ketusnya.
"Astaga Baekhyun! Harus berapa kali aku katakan padamu bahwa aku tidak pernah mempermainkan mu!" Chanyeol tampak benar-benar frustasi tapi benar-benar sudah tak perduli. "Jika yang kau maksud adalah Jiyeon maka kau salah besar, aku bersumpah aku tak memiliki hubungan apapun dengannya." Sambung Chanyeol berusaha kembali menjelaskan.
Baekhyun mendesah jengah, sudah terlalu muak dengan segala penjelasan Chanyeol, "Sudahlah Chanyeol tak perlu berdalih lagi, aku tak perduli karena aku akan tetap menceraikan mu."
"Ini! Cukup kau tanda tangani maka masalah kita selesai." Baekhyun berkata seraya menyerahkan amplop coklat yang sedari tadi ia pegang.
Chanyeol menerima itu dengan kerutan yang tercetak jelas didahi, pria jangkung itu lantas mengeluarkan isi dari dalam amplop tersebut.
Chanyeol membaca setiap kata yang tertulis disana dengan seksama tanpa melewatkan satu hurud pun.
Chanyeol merasakan campuran antara marah dan patah hati.
Teganya Baekhyun memperlakukannya seperti ini setelah apa yang dilakukannya hanyalah mengalah pada setiap kekesalan Baekhyun. Teganya dia!
"Bisa kau jelaskan apa maksudnya ini Baekhyun?" Chanyeol bertanya setelah beberapa saat terpaku. Nada suaranya terdengar bergetar dan berbahaya.
Baekhyun tahu bahwa Chanyeol tengah menahan amarahnya saat ini, Baekhyun dapat melihat itu dengan jelas bagaimana jari-jarinya mencengkram kuat surat perceraian mereka.
"Kau tentu tak bodoh untuk tahu maksudnya seperti apa." Celetuk Baekhyun, monster mungil itu melipat kedua tangannya didepan dada. "Aku sudah mengurusnya karena aku tahu kau cukup sibuk untuk mengurusnya hingga kau bahkan menyuruh jalang itu untuk menemui ku. Tanda tangani saja cepat aku sudah cukup muak dengan mu!" Tutur Baekhyun tak benar peduli dengan kemarahan Chanyeol yang sudah membumbung tinggi sebab Baekhyun pun memiliki amarah yang sama besarnya.
Chanyeol menatap Baekhyun dingin, "Kau muak dengan ku? Maka kau harus bersiap untuk lebih muak dari ini karena aku tidak akan menceraikan mu." Nada suaranya benar-benar dingin menusuk. Baekhyun sampai menggigil dibuatnya.
Dan yang dilakukan Baekhyun didetik berikutnya adalah tercengang sebab surat perceraian mereka yang sudah bersusah payah Baekhyun urus dirobek begitu saja oleh Chanyeol hingga menjadi serpihan-serpihan kecil.
"Apa yang kau lakukan bajingan sial?!!" Baekhyun berteriak sampai-sampai urat lehernya mencuat keluar sementara Chanyeol hanya memandangnya tanpa ekspresi.
"Kau benar-benar brengsek! Tidakkah cukup bagimu telah menghancurkan hidup ku! Kau bahkan membuat ku mengandung anak mu!" Hardik Baekhyun.
"CUKUP BAEKHYUN!!!" Bentak Chanyeol membahana dan Baekhyun hampir menyembunyikan diri mendengar itu.
Itu adalah kali pertama Chanyeol mengeluarkan bentakan menyeramkan seperti itu.
"Aku tidak pernah memaksa mu untuk menerima lamaran ku waktu itu, kau sendiri yang menerimanya!" Balas Chanyeol tak mau kalah karena pada dasarnya Chanyeol tidak bersalah sepenuhnya.
Mungkin dia memang salah karena telah membuat Baekhyun hamil tanpa persetujuan dari monster mungil itu, tapi tetap saja Chanyeol tak bisa menerima semua perkataan Baekhyun.
"Itu ulah Mommy ku!" Jawab Baekhyun putus asa.
Bahkan disaat seperti ini Baekhyun masih menyalahkan Sooyoung padahal faktanya Baekhyunlah yang menyetujui pernikahan mereka meski hanya sebuah kecelakaan kecil.
Disisi lain Chanyeol cukup terkejut mendengar hal itu, ternyata bukanlah Baekhyun yang menerima lamarannya melainkan ibu mertuanya. Chanyeol sedikit banyak merasa kecewa dan patah hati sebab ibunya sudah sangat menyayangi Baekhyun tapi rupanya orang yang diharapkan menjadi menantu malah seperti kini.
"Demi tuhan aku tak ingin menikah dan memiliki anak, terlebih dengan dirimu! Tidak setelah apa yang kau lakukan pada ku!" Suara Baekhyun terdengar bergetar diakhir karena airmatanya telah berhasil keluar dari pelupuk matanya.
"Apa?! Apa yang sudah aku lakukan pada mu Baekhyun?" Tanya Chanyeol lelah dan kesal.
Siapa yang tidak kesal jika dirinya terus dituding melakukan kesalahan yang tak pernah ia lakukan?
Baekhyun memejamkan matanya sejenak guna menenangkan diri, "Aku lelah, aku rasa kita tidak akan pernah berhenti berdebat. Aku akan tetap meminta cerai dari mu, aku akan mengurus suratnya lagi dan juga jangan khawatirkan kandungan ku karena aku akan menggugurkannya jadi dia tidak akan menjadi penghalang bagimu." ujar Baekhyun enteng seolah apa yang barusan ia katakan bukanlah suatu hal yang besar.
Chanyeol didepannya tercekat, pria jangkung itu hilang kata-kata. Tapi satu hal yang terlihat jelas adalah kemarahan telah menyelimuti Chanyeol.
Itulah bagaimana tangan Chanyeol melayang hendak menyapa pipi Baekhyun disertai bentakan keras yang menyeruakan namanya.
Beruntung Chanyeol masih bisa menahannya meski Baekhyun sudah terlanjur ketakutan.
"Aku selama ini mengalah pada mu bukan berarti aku tidak mampu, aku selalu memikirkan ibu ku yang sangat menyayangi dirimu meski kau sama sekali tak pernah menganggap kasih sayang yang dia berikan." Tutur Chanyeol.
"Perlu untuk kau tahu Baekhyun, kau bukanlah apa-apa bagi ku karena jika bukan karena ibuku aku tidak akan mungkin mempertahankan orang seperti dirimu." Baekhyun masih diam mendengar, bibirnya terlalu kelu untuk menjawabinya.
"Jadi yang perlu kau ingat, terima atau tidaknya dirimu terhadap ku aku tetaplah suami mu maka suka atau tidak kau harus mengikuti segala perkataan ku. Kau akan melahirkan bayi itu tak peduli apa yang terjadi." Ucap Chanyeol penuh penekanan.
Baekhyun hendak mencela perkataan itu sebelum suara gelas jatuh dan membuat isi didalamnya berserakan dilantai mengambil eksistensi keduanya.
Chanyeol dan Baekhyun memalingkan pandangan mereka secara dramatis, disana tepat didepan pintu Yoona dan Sooyoung berdiri mematung.
Keduanya tahu bahwa keadaan akan menjadi lebih rumit dari yang seharusnya.
.
MY LOVELY MONSTER
.
Satu jam sebelumnya...
Yoona mengatakan jika wanita paruh baya itu ingin mengantarkan segelas susu untuk menantu kesayangannya yang tengah mengandung cucu yang sangat ia idam-idamkan.
Namun menit-menit telah berlalu, Yoona tak juga kembali.
Akhirnya Sooyoung memutuskan untuk menyusul Yoona kelantai atas, tempat dimana kamar Baekhyun berada.
Sooyoung tersenyum kala mendapati Yoona berada didepan pintu kamar anaknya, tapi senyuman itu terganti dengan kerutan didahi didetik berikutnya sebab Yoona hanya berdiri diam tanpa bergerak sedikitpun dari sana.
Ada apa?
Dimakan oleh rasa penasaran, Sooyoung pun mendekat kearahnya lalu terhenyak mendengar teriakan dari kamar Baekhyun.
Anak dan menantunya tengah bertengkar hebat karena keegoisan yang telah ia lakukan. Baekhyun menatap Sooyoung benci, monster mungil itu berlalu melewati Mommy dan ibu mertuanya begitu saja.
Mengabaikan segala panggilan Sooyoung, membuat wanita paruh baya itu patah hati.
Chanyeol menatap itu tak enak hati, "Tunggulah disini Mom, aku yang akan mengejarnya.
Sooyoung mengangguk faham membiarkan Chanyeol melakukan tugasnya, tapi sayang Chanyeol terlambat Baekhyun sudah terlebih dulu pergi dengan mobilnya.
.
MY LOVELY MONSTER
.
Meskipun diluar tengah hujan deras, Luhan masih bisa mendengar bahwa seseorang tengah mengetuk pintunya.
Monster mungil itu mendatanginya dengan tubuh basah kuyub juga mata yang memerah sembab. Luhan yakin Baekhyun barusaja usai menangis.
"Aku rindu coklat panas buatan mu." cicitnya menjawab tatapan keheranan Luhan.
Hell yeah! Coklat panas! Alasan yang bagus!
Tanpa banyak bertanya lagi Luhan pun mempersilahkan Baekhyun untuk memasuki rumahnya, beruntung orangtuanya tengah berada dichina.
"Kau benahi dulu dirimu, aku akan menyiapkan coklat panas untuk mu." Ujar Luhan pelan.
Baekhyun menuruti tanpa protes.
Ada begitu banyak pertanyaan dikepalanya dan Baekhyun harus memberinya jawaban, tapi untuk saat ini Luhan akan menahan rasa penasarannya dulu sebab Baekhyun sudah sangat menggigil.
Sebenarnya berapa lama Baekhyun berada diluar sebelum memutuskan untuk mengetuk pintunya?
Itu juga akan Luhan tanyakan nanti, untuk saat ini yang harus dilakukan adalah membuat coklat panas permintaan Baekhyun.
Setelah Luhan selesai membuatkan coklat panas untuk Baekhyun, Luhan pun menuju kamarnya.
Alis Luhan berjengit sempurna kala mendapati Baekhyun tengah duduk termenung diranjang milik Luhan. Sungguh bukan Baekhyun yang biasanya.
"Goomawo~" Gumam Baekhyun kala Luhan memberinya secangkir coklat panas, tak lupa senyuman palsunya.
"Aku sudah tak bisa menunggu lagi, katakan ada apa?" Tanya Luhan jelas menuntut jawaban.
Senyuman Baekhyun diganti dengan helaan nafas ringan, "Aku hamil." gumam Baekhyun, dalam artian benar-benar bergumam sampai-sampai Luhan hampir tidak dapat menangkap apa yang Baekhyun katakan.
Beruntung telinganya cukup tajam, "Benarkah? Lalu apa masalahnya?" Luhan kembali bertanya sementara Baekhyun menatapnya tak percaya, rupanya pria cantik satu ini belum mengerti situasi.
Baekhyun tak memberikan Luhan jawaban, monster mungil itu membiarkan Luhan memikirkan jawabannya sendiri.
Luhan menatap Baekhyun dengan mata bulat sempurna, "Jangan bilang kau masih ingin bercerai dari Chanyeol?" Tanya Luhan setelah mengerti apa yang terjadi.
Baekhyun bergumam memebenarkan, "Aku bahkan sudah menyiapkan surat cerainya tapi keparat itu sudah merobeknya, terpaksa aku harus mengurusnya lagi." Baekhyun menggerutu kesal, Luhan menatap Baeknyun horor.
Tak benar percaya bahwa Baekhyun benar-benar mengutarakan keinginan mengerikannya itu, "Jadi itukah alasan kau dan Kai pergi kekantor advokat?"
Dahi Baekhyun merengut, "Darimana kau tahu?" Tanyanya heran.
Luhan berdehem canggung, "Aku mengikuti kalian saat itu, aku hanya khawatir padamu! Jangan marah!" cicitnya.
Baekhyun mendengus kesal, namun tak memberikan protesan apapun karena Baekhyun yakin Luhan hanya akan mengatakan alibi-alibi lain yang terkesan berlebihan.
"Jika kau menceraikan Chanyeol, bagaimana dengan Daddy dan Mommy mu?" Tanya Luhan khawatir.
"Tenang saja, mereka tidak akan bisa menyalahkan aku lali ini karena aku memiliki sesuatu yang membuktikan bahwa aku tidak melakukan kesalahan." Baekhyun berujar disertai senyuman misterius yang berhasil membuat Luhan penasaran.
"Apa itu?"
Baekhyun meraih ponselnya yang terletak diatas meja nakas Luhan, jari-jari lentiknya menari sebentar diatas benda pipih itu sebelum menyerahkannya kepada Luhan.
Awalnya Luhan tak mengerti kenapa Baekhyun memberikan hasil rekaman ponselnya, namun Luhan langsung tercengang kala mendengar isi dari rekaman itu.
"Kau tahu aku tidak bodoh'kan?" Luhan hanya menatapnga tanpa memberi jawaban, sebab apa yang Baekhyun katakan semuanya adalah kebenarannya.
Baekhyun tidaklah cemburu buta seperti apa yang Luhan asumsikan, tapi Luhan pun dilanda kebingungan karena Luhan pun tahu bahwa Chanyeol tidak mungkin seperti itu.
Maka itu, saat Baekhyun tertidur karena kram perutnya kambuh. Luhan secara diam-diam mencuri rekaman perbincangan Baekhyun dan Jiyeon dicafe tempo hari untuk menanyakan kebenarannya pada Chanyeol.
.
MY LOVELY MONSTER
.
Seharusnya Luhan dan Baekhyun sudah bersiap-siap untuk pergi kuliah karena mereka memiliki kelas pagi. Tapi tidak, Baekhyun masih terbaring ditempat tidur Luhan karena kram perutnya belum juga membaik membuat Luhan meragu untuk meninggalkannya sendiri.
"Kau pergilah! Tenang saja, aku baik-baik saja." Ujar Baekhyun pelan.
Luhan menatapnya ragu, "Kau yakin?" Baekhyun mengangguk meyakinkannya.
Luhan menghela nafas ringan, Luhan sebenarnya tak ingin pergi tapi kelas hari ini benar-benar tak bisa ditinggali dan juga dia memiliki sesuatu yang harus dilakukan.
"Bailklah, aku pergi. Jangan pergi kemanapun! Tetaplah dirumahku, hubungi aku jika terjadi sesuatu, arrachi?" Baekhyun tersenyum tipis lalu memberikan Luhan anggukan pelan.
"Jika kau lapar, kau bisa memakan apapun yang ada didalam kulkas atau kau bisa memesan makanan" Luhan berkata seraya mengeluarkan beberapa lembar won dan diletakkannya diatas nakas.
Heol, seolah Baekhyun tak memiliki uang saja.
"Jangan berlari saat menuruni tangga, hati-hati saat kau melangkah dikamar mandi." Ujarnya memperingati.
"Lu, aku bukan bocah berumur 5, Kau tak perlu sekhawatir itu." Baekhyun berujar jengah.
"Tentu saja aku khawatir, kau sedang hamil!" seru Luhan tak terima rasa khawatirnya dicela.
Baekhyun berdecak kesal, "Ini tidak sepenting itu, toh lagipula aku akan menggugurkannya."
"Janga mengatakan hal yang bertentangan dengan hati mu, kau fikir aku tidak melihat sikap protective mu begitu?" Sarkas Luhan, Baekhyun menatap Luhan tak mengerti.
"Aku melihatnya, setiap kau berbicara kau selalu meletakkan tangan mu diatas perut mu terkadang kau mengelusnya pelan seolah kau tak ingin bayi mu terusik dari tidurnya, akuilah Baekby bahwa jauh didalam hati mu kau juga menginginkan kehadirannya." Ujar Luhan menggebu-gebu sementara Baekhyun hanya menatap Luhan gusar.
Benarkah itu? Baekhyun tak menyadarinya sama sekali.
Luhan tersenyum melihat keterdiaman sahabat monsternya itu. See, Baekhyun pun tak dapat membantahnya.
"Aku pergi." Luhan kemudian berlalu meninggalkan Baekhyun yang masih dibuat terkejut akan perilaku yang tak ia sadari sama sekali.
.
MY LOVELY MONSTER
.
"Baekby, sepertinya aku akan pulang sedikit terlambat. Kau tak apa'kan?" Kata Luhan lewat sambungan telfon.
Baekhyun disebrang sana terdengar menghela nafas jengah, "Lu!"
Luhan terkekeh, "Oke oke, ingat untuk menghubungi aku jika terjadi sesuatu." Luhan kembali memperingati sebelum sambungan diputus dengan jawaban tanpa minat dari Baekhyun.
Tak lama setelah Luhan memasukkan ponselnya disaku sebuah mobil berhenti tepat didepannya. Luhan pun masuk kedalam mobil itu tanpa ragu sebab dia pun sudah sangat mengenali siapa pemilik mobil itu.
Itu Sehun.
"Menunggu lama?" Tanya Sehun saat Luhan telah berhasil mendudukkan pantatnya.
"Tidak juga, aku baru saja selesai menelfon Baekhyun." Luhan berujar seraya membenarkan posisi duduknya.
"Terimakasih sudah menjaganya." ucap Sehun.
Luhan tentulah memberi tahu akan keberadaan Baekhyun yang tadi malam menginap dirumahnya.
"Tak masalah, aku juga berterimakasih karena sudah bersedia menemani aku bertemu Chanyeol." Ujar Luhan disertai senyuman manisnya.
"Apapun untuk mu, kau tahu itu'kan?"
"Jangan sampai Baekhyun mendengar itu, dia bisa salah faham."
"Lu, aku..."
"Sehun, sepertinya kita akan membuat Chanyeol menunggu jika kita tidak berangkat sekarang." Potong Luhan cepat sebelum Sehun menyelesaikan kata-katanya.
Luhan sudah tahu pasti apa yang akan dikatakan Sehun selanjutnya, jadi lebih baik tidak membuang suara untuk itu.
Sehun hanya bisa mendesah pasrah kala Luhan membuang tatapannya keluar jendela. Pria albino itu pun membawa mobilnya menuju restoran didekat perusahaan Chanyeol.
Saat mereka tiba, Chanyeol sudah menunggu dengan wajah yang terlihat gusar.
Luhan dan Sehun pun duduk berhadapan dengan Chanyeol, mereka memesan sesuatu sebelum memulai perrcakapan.
"Bagimana keadaan Baekhyun? Dia baik-baik saja'kan?" Chanyeol bertanya akhirnya.
"Dia baik-baik saja, hanya kram perut ringan." Ujar Luhan pelan, Chanyeol menghela nafas lega untuk itu.
"Apa yang ingin kau katakan padaku?" Tanya Chanyeol lagi sebab mereka berjanji bertemu karena Luhan memiliki sesuatu untuk dikatakan.
Dengan ragu Luhan mengeluarkan ponselnya, "Aku minta maaf jika aku masuk campur dengan urusan rumah tangga mu, tapi ku rasa kau harus mendengar ini." Kata Luhan seraya meletakkan ponselnya diatas meja.
Luhan memutarkan rekaman audio yang ia curi dari ponsel Baekhyun semalam, membiarkan Chanyeol mendengarnya agar Luhan dapat menanyayai kebenarannya.
Namun nampaknya Chanyeol pun tak tahu menau akan perihal itu, suami Baekhyun itu pun nampak terkejut. Sama hal nya dengan Sehun, pria albino tak kalah terkejut dan juga merasa bersalah.
Bersalah karena dirinya tak berada dipihak Baekhyun malam itu. Luhan dan Sehun terperanjat ditempat duduknya kala Chanyeol secara tiba-tiba berdiri dan berlalu, merekapun sontak mengikuti langkah Chanyeol namun pria jangkung itu sudah lebih dulu membawa mobilnya melaju.
Tak ingin kehilangan jejak, mereka juga membuntuti Chanyeol hingga keduanya sampai disebuah gedung tinggi. Rupanya Chanyeol menuju kantornya.
Sehun dan Luhan terus mengikuti langkah Chanyeol, pria jangkung itu tak peduli sekitar karena Chanyeol bahkan tak menanggapi sapaan dan juga tundukkan hormat untuknya.
Dibelakangnya Luhan mengernyitkan dahinya heran, "Kenapa semua orang membungkuk tiap kali berpapasan dengan Chanyeol?" Tanyanya pada Sehun yang berada tepat disampingnya.
"Itu hal wajar, Chanyeol adalah dirut sekaligus CEO perusahaan ini." Jawab Sehun yang sedang tidak fokus.
Luhan sontak menghentikan langkahnya yang mana hal itu diikuti Sehun pula, "Ada apa?" Sehun bertanya bingung.
"Kau mengatakan jika Chanyeol adalah CEO, tapi Baekhyun mengatakan padaku bahwa Chanyeol hanyalah pegawai kantor biasa." Ujar Luhan yang juga kebingungan.
Sehun menjadi tegang seketika, dia lupa jika Baekhyun belum mengetahui perihal pekerjaan Chanyeol.
.
MY LOVELY MONSTER
.
Chanyeol geram, amarah yang belum sepenuhnya hilang kembali memuncak hingga keubun-ubun setelah mendengar rekaman audio yang Luhan berikan.
Pantas saja Baekhyun terus menuduhnya mempermainkan dirinya, ternyata Jiyeon memang mengatakan kebohongan besar.
Chanyeol harus menanyai wanita yang menjadi asistennya itu apa alasan dibalik kebohongan yang ia katakan.
"Tuan, ada yang bisa saya bantu?" Jiyeon bertanya dengan ramah kala Chanyeol mendatangi mejanya.
"Apa yang telah kau katakan pada suami ku?" Tanya Chanyeol tak ingin berbasa-basi.
Jiyeon merengut, belum menyadari apa yang terjadi. "Aku tak mengatakan apapun tuan." Ujarnya kemudian.
"Tak perlu mengelak lagi, aku sudah tahu semuanya!" Seru Chanyeol telak.
Nah, Jiyeon baru mengerti kemanah arah pembicaraan ini.
"Aku tidak mengatakan apapun tuan, apapun yang suami mu katakan tidak benar, anda salah faham tuan." Bela Jiyeon membuat Chanyeol semakin kesal karena Jiyeon malah membuat Baekhyun menjadi pihak yang salah.
Chanyeol berdecih, "Setelah semua yang kau lakukan kau malah mengkambinghitamkan suami ku?" Tanya Chanyeol skeptis.
Seehun dan Luhan sudah berada disana dan memperhatikan dalam diam.
"Tidakkah kau sadar kau membuat rumah tangga ku hancur! Aku menerima mu sebagai teman tapi kau menghancurkan kepercayaan ku!" Chanyeol berujar dengan nada kesal kentara. Chanyeol juga tidak berusaha menutupinya, ngomong-ngomong.
Jiyeon menelan ludahnya gugup, "I.itu.. A..aku..."
"Cukup!" Potong Chanyeol cepat. "Sekarang pergi dari sini selagi aku masih bersikap baik dan jangan coba-coba untuk mengganggu ketenangan suami ku dan aku, jangan lupa untuk mengembalikan uang yang kau pinjam." Jiyeon berubah gelagapan.
"Aku beri kau waktu seminggu untuk mengembalikannya, jika kau tidak mengembalikannya dalam seminggu maka aku akan melaporkannya pada polisi sebagai kasus penipuan." Chanyeol berujar penuh penekanan.
Jiyeon tentu saja tak langsung pergi, wanita malah mendekati Chanyeol dan mulai mengemis.
Ini bukan lagi soal uang, Jiyeon telah jatuh hati pada semua perlakuan Chanyeol padanya. Itulah kenapa Jiyeon betah berbulan-bulan mendekati Chanyeol tanpa banyak mengambil uang pria itu.
Jiyeon telah dipermainkan oleh permainannya sendiri.
Jiyeon diseret sekuriti sementara Chanyeol melemparkan sebuah guci mahal kelantai, kemudian menghela nafas frustasi. Chanyeol benar-benar tak menyangka Jiyeon bisa mengatakan kebohongan seperti itu. Segala kebaikan yang selama ini ia berikan tahunya Jiyeon manfaatkan begitu saja.
Chanyeol mengalihkan eksistensinya pada HunHan yang terabaikan sejak tadi, "Bisa antar aku menemui Baekhyun?"
Tentu saja keduanya menyanggupi dengan senang hati.
.
MY LOVELY MONSTER
.
Saat mereka sampai dirumah Luhan, keadaan benar-benar sepi. Baekhyun tidak ada disetiap sudutnya.
Sebelum panik melanda, Luhan segera menghubungi Baekhyun. Beruntung ponselnya tidak dalam keadaan mati.
"Baekby!! Kau dimana?" Serbu Luhan setelah panggilannya diterima oleh Baekhyun.
"Aku pergi bersama Kai maaf aku lupa memberitahumu." Jawab Baekhyun disebrang sana.
"Kau gila ya? Katakan kau pergi kemana?" Sentak Luhan yang merasa kesal bahwa Baekhyun masih saja dekat dengan pria brengsek seperti Kai.
Chanyeol yang juga turut mendengar itu tak kalah kesal, siapa yang tak kesal jika suami mu sendiri dekat dengan mantan pacarnya.
Baekhyun mendengus, "Kau tak perlu khawatir, aku baik-baik saja. Sudah ya nanti aku telfon lagi." Sambungan telfon mereka diputuskan secara sepihak oleh Baekhyun tanpa menunggu respon apa yang Luhan berikan.
Chanyeol dan Sehun menatap Luhan penuh harap.
"Dia tak mau memberitahu kemana mereka akan pergi." Sendu Luhan.
Sehun berdecak, namun didetik setelahnya ia teringat akan sesuatu. Pria albino itu mengeluarkan ponselnya dan mengetikkan sesuatu disana.
"Untung saja Baekhyun mengaktifkan GPSnya," Ujar Sehun sersaya menunjukkan hal itu pada Luhan dan Chanyeol.
"Mau apa mereka kesana? Itu sangat jauh dari seoul." Celetuk Chanyeol.
"Entahlah, tapi satu hal yang bisa aku pastikan Baekhyun tidak akan aman jika bersama Kai." Ujar Luhan serius.
Dia mengatakan itu bukan karena kesal, tapi Kai memang benar-benar tak bisa dipercaya.
"Kalau begitu kita tidak boleh lengah." Kata Sehun menimpali dan diangguki oleh yang lainnya.
Mereka memutuskan untuk menggunakan mobil yang sama agar memudahkan mereka.
.
MY LOVELY MONSTER
.
Setelah kepergian Luhan, Baekhyun tak bisa tidur sama sekali. Nyatanya fikirannya melanglang buana karena ucapan Luhan.
Benarkah ia menginginkan bayi ini? Benarkah?
Baekhyun menggeleng kuat menghilangkan pemikiran itu, tidak mungkin dia menginginkan anak ini. Mereka bukannya menikah atas dasar cinta atau apa, terlebih Chanyeol memiliki Jiyeon dalam hidupnya tak mungkin Baekhyun ingin memiliki anak bersama pria yang telah memiliki orang lain.
Ditengah kekalutan yang melanda, Baekhyun meraih ponselnya mencari nomor Kai untuk ia mintai Bantuan.
"Hallo.." Sapa Kai disebrang sana.
"Kai aku butuh bantuan mu." Tembak Baekhyun cepat.
"Sure, apapun untuk mu baby." Ujar Kai tanpa ragu sedikitpun.
"Datanglah kerumah Luhan, aku tak bisa mengatakannya lewat telfon." Jelas Baekhyun terlihat bimbang dalam kata-katanya.
Kai menyanggupi lalu sambungan telfon mereka terputus.
Baekhyun membersihkan diri seraya menunggu kedatangan Kai. Entah sadar atau tidak Baekhyun tahunya mengikuti semua yang Luhan katakan padanya.
Monster mungil itu melangkah dengan hati-hati agar tak terjatuh didalam kamar mandi, juga menuruni tangga dengan pelan.
Baekhyun hampir gila memikirkan itu, tapi ia mencoba meyakinii dirinya jika dia hanya tak ingin terjatuh dan membuat badannya memar-memar.
Selama hampir satu jam akhirnya Kai datang, pria itu datang dengan eskrim kesukaan Baekhyun. Tapi Baekhyun tengah tak berminat memakan eskrim saat ini.
"Bantuan apa yang kau ingin kan?" Tanya Kai setelah dirinya duduk dikursi tamu milik Luhan.
Baekhyun menggigit bibirnya ragu, "Aku ingin kau mengantarku ke tempat aborsi." cicit Baekhyun pelan.
Kai tercengang, "Kau hamil Baek?" Tanya Kai kesal. Entah kenapa pria itu harus kesal.
Baekhyun mengangguk pelan membenarkan, "Maka itu aku minta bantuan mu untuk mengantarku ketempat abosi, aku ingin menggugurkan kandungan ini." Jelasnya pelan.
Kai menghela nafas, "Baiklah, aku tahu satu tempat tapi itu tidak diseoul." Ujar Kai akhirnya.
"Tak masalah, yang penting aku bisa menggugurkan kandungan ini." Ujarnya mantap.
Kai tersenyum, "Baiklah, kita bisa pergi setelah kau siap." Ujar Kai lembut.
Inilah yang selalu bisa membuat Baekhyun jatuh cinta setiap kalinya, Kai selalu berhasil memperlakukannya dengan baik dan yang terpentimg selalu berada dipihaknya apapun yang terjadi.
Tapi itu dulu, kini Baekhyun sama sekali tidak terketuk hatinya akan segala prilaku Kai karena menurutnya sikap Chanyeol jauh lebih baik.
Mereka pergi setelah Baekhyun bersiap-siap, Kai memang benar. Tempatnya sangat jauh dari seoul buktinya setelah dua jam perjalanan mereka belum juga sampai, Baekhyun bosan duduk didalam mobil berlama-lama.
Perutnya juga tiba-tiba kram lagi saat mereka berangkat tadi, seolah bayi yang ada didalam kandungannya seolah meronta dan meminta agar Baekhyun tidak membuangnya.
Baekhyun dilanda kegundahan yang luar biasa, "Kai.." panggilnya pada Kai yang masih terfokus pada jalanan.
Kai menyahuti dengan gumaman sementara matanya tak lepas dari jalanan yang benar-benar sepi.
"Aku rasa aku tidak bisa melanjutkan perjalanan ini." Ujar Baekhyun pelan.
"Kenapa? Kau bosan? Kita akan sampai sebentar lagi." Ucap Kai yang tidak peduli akan kegundahan hati Baekhyun.
"Tidak, aku fikir aku tidak seharusnya melakukan ini." Baekhyun sekali lagi tanpa sadar meletakkan tangannya diatas perut dan mengelusnya sayang.
"Kita pulang saja Kai." pinta Baekhyun akhirnya.
"Jangan bodoh, kita sebentar lagi sampai kau akan menggugurkan bayi itu dan bercerai dari suami mu agar kita bisa kembali bersama." Kata Kai sedikit kesal karena Baekhyun berubah fikiran.
Baekhyun merengut tak suka, "Aku tidak bilang jika kita akan kembali bersama." Ucap monster mungil itu yang mana membuat Kai menghentikan mobilnya dengan rem mendadak.
"Kau tidak ingin kembali pada ku? Aku sudah cukup baik untuk mu!" Sentak Kai benar-benar kesal.
"Kenapa? Kau sudah mulai mencintai suami brengsek mu itu?" Sarkas Kai.
Baekhyun kembali merengut tak suka, "Chanyeol tidak sebrengsek itu!" Seru Baekhyun membela Chanyeol.
Kai tertawa mencemooh, "Oh sekarang kau membelanya." Baekhyun menelan ludahnya gusar mendengar suara Kai barusan.
Baekhyun tahu, dirinya tidak akan selamat kali ini.
"Well, aku tidak peduli! Kau mau mencintainya atau tidak, kita akan tetap menggugurkan kandungan mu!" Seru Kai seraya kembali menginjak pedal gas.
"Kai aku tidak mau! Berhenti Kai!" Baekhyun berkata seraya mengguncang lebgan Kai hingga pegangannya pada kemudi menjadi goyah.
Dengan sentakan kuat Kai melepaskan cengkraman Baekhyun membuat monster mungil itu membentur pintu mobil.
"Diam! Dan jangan banyak protes! Aku akan membuat mu menggugurkan kandungannya apapun yang terjadi!"
Baekhyun melotot tak percaya, "Kau gila! Kenapa kau melakukan ini pada ku!"
"Kenapa katamu?" Kai terkekeh geli, "Aku hanya tidak suka mekihat mu bahagia sementara aku menderita karena ulah mu!" Ujar Kai sarat akan kebencian.
Baekhyun tercekat, jadi alasan selama ini Kai mendekatinya adalah karena pria itu memiliki iri hati dan dengki akan kebahagiaan Baekhyun.
"Kau benar-benar gila! Turunkan aku disini sekarang!" Pinta Baekhyun seraya memukul-mukuli Kai, Kai yang geram pun melayangkan tinjunya hingga mengenai pelipis Baekhyun membuat Baekhyun menjadi dilanda pusing tiba-tiba.
Pucuk dicinta dewi fortuna pun tiba, Kai tiba-tiba menghentikan mobilnya karena ada sebuah mobil yang menghalangi jalan mereka.
Tak lama dari itu orang dari dalam mobil keluar, itu Chanyeol, Sehun dab Luhan. Kai berubah cemas, pria tan itu hendak kabur dengan mencoba memundurkan mobilnya namun gerakannya kalah cepat dengan Chanyeol yang sudah lebih dulu mendekati mobilnya serta memecahkan kaca mobilnya.
Chanyeol melihat pelipis Baekhyun berdarah, saat itu juga Chanyeol hilang akal, suami Baekhyun itu segera menarik Kai keluar dari dalam mobil dan menghajarnya habis-habisan sementara Sehun dan Luhan berusaha mengeluarkan Baekhyun dalam keadaan setengah sadar.
"Perut ku sakit sekali tolong." Ucapnya dengan suara parau sebelum kehilangan kesadaran dipelukan Sehun.
Sehun dengan sigap menggendong Baekhyun ala bridal sytle, "Chanyeol sudahlah! Kita harus menyematkan Baekhyun!" Sehun berseru pada Chanyeol yang tengah menghajar Kai dengan tangannya yang bersimbah darah akibat pukulannya dikaca mobil kai dan juga wajah Kai.
"Jika sekali lagi kau menyentuh suami ku dengan tangan mu maka akan ku pastikan kau mati membusuk dipenjara."
Setelah mengatakan kalimat penuh anacaman itu Chanyeol memasuki mobil Sehun dan membawa Baekhyun dalam dekapannya.
.
MY LOVELY MONSTER
.
Baekhyun dibawa kerumah sakit terdekat, Baekhyun terpaksa harus menjalani perawatan intensif.
"Kandungan benar-benar rentan dengan keguguran karena usianya masih sangat muda, beruntung bayi dan ibunya baik-baik saja. Hanya saja Tn.park harus istirahat disini dulu untuk beberapa hari kedepan." Sang dokter menjelaskan.
Setelahnya dokterpun pergi, Chanyeol mengambil tempat untuk mengecup pelan dahi Baekhyun.
"Maafkan kami karena tidak mendidik Baekhyun dengan baik Chanyeol." Changmin membuka suara.
Chanyeol meringis mendengar hal itu, "semuanya bukanlah salah Baekhyun dad, Ini murni kesalahfahaman karena kelalaian ku." Chanyeol berusaha menjelaskan kebenarannya.
Changmin mengangguk faham, "Maaf untuk menanyakan hal ini," Chanyeol menatapnya bingung. "Tapi kenapa Kau tidak menceraikan Baekhyun selagi ada kesempatan?" Tanya Changmin.
Bukannya Changmin Baekhyun menjadi duda, pria paruh baya itu hanya penasaran sebab jika itu orang lain pasti mereka sudah menceraikan Baekhyun karena sifat Baekhyun yang semena-mena itu.
Chanyeol tersenyum maklum lalu memandang wajah Baekhyun sebentar sebelum menjawab pertanyaan Changmin, "Baekhyun adalah permintaan pertama ibu." Ujar Chanyeol.
Changmin menghela nafas, Chanyeol memang anak yang patuh dan juga Yoona memang tak pernah meminta apapun pada anak-anaknya selama semasa hidupnya.
"Terlebih, Baekhyun juga berhasil membuat aku jatuh cinta pada pandangan pertama." Ujar Chanyeol mengenang masalalu.
Perbincangan mereka terusik akan suara ponsel Chanyeol. Chanyeol pun meraih ponselnya, nama sang adik adalah apa yang teertera dilayar.
"Oppa, Ibu kollaps lagi." Suara Irene terdengar sumbang, adiknya itu pasti sudah banyak memangis dan itu sudah cukup untuk menunjukkan bahwa keadaan ibunya lebih parah dari pada yang sebelumnya.
.
MY LOVELY MONSTER
.
Sooyoung menangis seraya mengecupi pelan punggung tangan Baekhyun yang sedari tadi ia genggam.
Fikirannya melayang kepada masalalu, dimana dirinya dan Baekhyun bertengkar pertama kali.
Baekhyun masih berumur 15tahun saat itu, tapi fikirannya sudah dewasa. Bungsu Byun juga memiliki sifat yang baik.
Baekhyun selalu menolong setiap orang yang selalu membutuhkan pertolongannya tanpa memandang bulu, termasuk orangtua dipinggir jalan yang bekerja dengan memungut sampah.
Baekhyun ingin memberinya uang, namun orangtua itu menolak. Baekhyun tak kehilangan akal, bungsu byun itu membantu orang tua itu mengais sampah untuk ditukar menjadi lembaran won.
Sooyounvg saat itu baru saja selesai mengadakan pertemuan bisnis dengan beberapa kolega tak sengaja melihat Baekhyun melakukan hal itu, para koleganya pun turut melihat hal itu.
"Ny.Byun, bukankah itu anak bungsu mu." Ujar Seohyun, sipemilik beberapa real estet yang berada diseoul.
"Anak mu mengais sampah? Kau tidak pernah memberinya uang Ny.Byun?" Celetuk Hyoyeon sipemilik barisan hotel ternama.
Keduanya terkikik menertawakan Sooyoung.
Sungguh Sooyoung benar-benar malu dibuatnya, maka itu saat Baekhyun pulang Sooyoung sudah menunggunya dengan tangan yang berlipat didada.
"Darimana saja kau Byun Baekhyun?" Tanya Sooyoung bahkan Baekhyun belum sempat melepaskan sepatunya.
Baekhyun merengut tak mengerti akan panggilan itu, "Aku baru pulang dari sekolah Mom." Jawab Baekhyun disertai senyuman manisnya.
"Jangan berani membohongi aku! Apa yang kau lakukan ditempat sampah itu!" Seru Sooyoung tak benar menaruh peduli pada Baekhyun yang terheran-heran karena sikapnya.
"Aku hanya membantu..."
"Harus berapa kali aku katakan untuk tidak bergaul dengan orang yang tidak sederajat dengan mu! Kau membuat ku malu!" Itu adalah pertama kalinya Sooyoung memberi Baekhyun bentakan selama 15tahun hidupnya.
"Kau benar-benar anak tidak tau diuntung! Tidak cukupkah uang yang aku berikan pada mu hingga kah harus mengais sampah seperti itu?" Sooyoung masih mengujar makiannya sementara Baekhyun sudah benar-benar tersinggung akan sikap mommy nya itu.
"Mulai sekarang kau dilarang untuk pergi kemana pun selain kesekolah! Jangan membantah selama kau masih menumpang tinggal dengan ku!" Baekhyun benar-benar sedih mendengar hal itu, tidak menyangka jika mommynya menganggap dirinya hanya menumpang hidup dirumah yang memang seharusnya tempat ia bernaung.
"Turuti semua kata-kataku! Karna aku Mommy mu!"
"Terkadang aku lebih memilih jika aku bukanlah anak mu." Baekhyun berujar sendu.
Itu adalah pertama kalinya air mata Baekhyun jatuh karena mommynya seolah menganak tirikan dirinya.
Dan itu juga pertama kalinya Sooyoung menangis karena membuat anak bungsunya menangis.
Sooyoung tak benar-benar ingin mengatakan hal itu, Sooyoung hanya merasa cemburu karena Baekhyun terlihat akrab dengan wanita paruh baya lain selain dirinya.
Sooyoung hanya ingin Baekhyun selalu menatapnya, selalu berlindung padanya selalu menjadi anak manjanya.
Besoknya saat matahari menjelang, tak adalagi sandwich kesukaan Baekhyun karena Sooyoung memutuskan berhenti untuk membuat sandwich sebelum Baekhyun meminta maaf akan perkataannya kemarin.
Itulah hari dimana Baekhyun tidak lagi memakan sandwich buatan mommynya.
Wanita paruh baya itu merasa bersalah, jika saja dirinya tidak egois mungkin Baekhyun tidak akan berakhir disini.
"Baekhyun akan baik-baik saja, yeobo." Changmin mengelus pelan pundaknya.
"Apa yang telah aku lakukan Yeobo? Aku sudah membuat Baekhyun berubah menjadi seperti ini." sesal Sooyoung.
"Kalian hanya memiliki sifat keras kepala yang sama." Changmin memberi pengertian.
"Kau hanya terlalu menyayangi putra bungsu mu." Sooyomg tak membantah hal itu.
Tentu saja, Baekhyun adalah anak yang sangat ia harapkan setelah 6tahun dirinya berjuang agar Sehun mendapatkan adik.
Meski bukanlah anak perempuan seperti apa yang diinginkan tapi Baekhyun jauh lebih baik dari yang diharapkan.
Anak mungil yang cantik dengan senyuman indah menenangkan.
Sooyoung sangat menyayangi Baekhyun.
"Aku ingat sekali saat Baekhyun lahir pertama kali kau mencacimaki dokter yang menepuk pantatnya agar menangis." Sooyoung dan Changmin terkekeh bersama mengingat hal itu.
"Jangan terlalu keras padanya, kau akan memiliki cucu sebentar lagi." Changmin menasehati. Sooyoung mengangguk menuruti.
.
MY LOVELY MONSTER
.
Baekhyun terbangun paginya dengan sakit kepala yang menggila, rintihannya memabngunkan Sooyoung yang semalaman tertidur dikursi dengan menggenggam tangannya.
"Baby, kau udah bangun sayang?" panggilan sayang itu sudah lama sekali rasanya mommynya tidak memanggilnya seperti itu, sampai-sampai Baekhyun kira bahwa dia masih berada dialam mimpi.
Baekhyun tersenyum menatap mata bengkak mommynya, wanita paruh baya itu pasti menangisi dirinya semalaman.
Baekhyun tahu betul sifat Sooyoung yang satu itu, dia akan terjaga semalaman jika Baekhyun sakit meskipun mereka dalam pertikaian hebat.
Baekhyun jadi merasa bersalah karena sudah terlalu sering membentak mommynya.
"Mom.."
"Ya baby." Sahut Sooyoung pelan. "kau membutuhkan sesuatu?"
Baekhyun menggeleng, "Tidak, aku hanya ingin minta maaf." Ujar Baekhyun pelan.
Sooyoung kembali menangis, "Tidak! Mommylah yang seharusnya minta maaf pada mu, maafkan mommy." Baekhyun tersenyum manis kemudian mengangguk pelan.
Keduanya berpelukan, meski agak canggung karena mereka sudah lama tidak melakukan hal itu tapi akhirnya perasaan canggung itu terganti dengan perasaan lega.
Seolah beban yang selama ini mereka bawa sudah lenyap seketika.
.
.
.
NEXT?
RIVIEW PLEASE
.
Cangkem :
Annyeong, long time no see!
Miss me? Wkwkwkwk :))
makasih banyak untuk saranny ;*
Enjoy it!
Thanks for fav, foll and riview py sayang kalian manyak-manyak;*
Bunny Bear08, galuhkasih04, Ohhannymoon101, alyshava, exobbabe, ink123, BellvaOh, milkybaek, Chanbaekismyown, deer, park nagisa, Guest, Kickykeklikler, Park LouisYeol, sitifa995, ppy20, hulas99, selepy, kxllynaa, byunaraa, Light.Byun, peek4bee, Baekkiyod, chanbaekAL, ssuhoshnet, melina614, min yeong, ChanelBaek, BaekHill, Juni654, ChanBaek09, chanbaekis, KimAyrra99, byunpuja, Sirly Angela, Ryu Cho, ninetyfoursehun, AkagamiShimura27
Kalo ada saran jangan sungkan ngomong aja, py akan terima dengan tangan terbuka;'))
IG : pychanbaek
ngobrol kuy siapa tau kalian bisa ngilangin virus wb dan memunculkan ide:))
NB :
Baekhyun hamil akhirnya weee!!!
#CHANBAEKISFUCKINGREAL
#CHANBAEKMENUJUHALAL
