Namja bersurai coklat itu akhirnya menampakan manik caramel yang selama ini tutupinya dengan kelopak matanya. Di kerjap-kerjapkan matanya agar terbiasa dengan bias cahaya yang masuk dari tirai jendela yang setengah terbuka. Dia mulai melihat sekeliling tempatnya untuk tidur, banyak sekali peralatan kedokteran yang ditempelkan ditubuhnya.
"Haaaaahhhh, aku kritis lagi kah?"gumamnya lirih sambil menatap langit – langit kamar tersebut.
Namja itu menatap sekali lagi disekitarnya, merasa ada sebuah kehidupan lain yang berada didalam kamar tersebut. Ditelitinya satu persatu perabot dan barang yang ada didalam kamar tersebut. Saat dia menoleh kearah kanan dia bisa merasakan kalau ada seorang anak dengan surai coklat sama seperti miliknya tengah tertidur pulas disamping ranjangnya sambil memeluk telapak tangannya.
Sebuah senyuman kini terukir indah diwajah Kyuhyun, sesuatu yang tidak pernah lakukan setelah 11 tahun yang lalu selama dia menenggelamkan dirinya dalam jurang penyesalan. Dengan perlahan tapi pasti, tangan Kyuhyun yang sebelah kiri mengusap lembut surai coklat yang tengah tertidur disampingnya. Seakan ada yang mengusik tidurnya, anak itu kemudian melenguh kecil agar sang pengganggu berhenti mengusik mimpi indahnya.
"Eeeuunngghh.."erang anak kecil itu tertahan.
Anak itu bangun dengan mendudukkan diri dengan mata masih terpejam. Butuh waktu 5 menit untuk memulihkan tenaganya sewaktu tertidur. Hey, bukankah Little Devils pernah bilang kalau saat bangun tidur bukanlah waktu primanya. Memang kapan Little Devils berkata seperti itu? #oh abaikan pernyataan author yang terakhir.
Setelah dirasa nyawanya sudah kembali separuh, anak itu menuju kamar mandi untuk mencuci muka. Dia belum menyadari kalau orang yang ditunggunya dari kemarin sudah terjaga dari tidur panjangnya. Anak itu berdiri dan beranjak untuk pergi kekamar mandi setelah dua langkah berjalan namja yang sedari tadi tertidur itu membuka mulutnya.
"Kyuuuusung-ya."ucap namja itu pelan namun masih bisa didengar oleh syaraf telinga anak kecil tersebut.
Anak kecil itu membatu seketika, ketika sebuah suara terdengar oleh telinganya. Bukan-bukan dia bukan bermaksud menganggap suara itu adalah hantu dari Kyuhyun sang appanya.*okey mulai ngawur. Anak itu hanya sedang mencerna suara yang memanggilnya. Benarkah sang appa kini telah sadar? Benarkah sang apa kini sudah bisa melewati masa Kritisnya? Dibalikkannya tubuh kecil miliknya untuk melihat apa benar itu suara sang appa. Hey bukankah author tadi bilang kalau bangun tidur bukan waktu prima seorang Little Devils.*abaikan penyataan author.
Ditatapnya wajah sang appa yang kini tengah tersenyum dan membuka mata caramel miliknya. Berbeda dengan dua hari kemarin yang masih setia untuk tertutup dari dunia luar.
"Kyuhyun,,,, Appa…"ucapnya lirih sambil mengusap pipi Kyuhyun.
"Uljimaa."ucap Kyuhyun lirih seakan berbisik pada Kyusung.
"Ennmmhh, aku menangis karena appa sudah sadar. Appa uljimaaa."ucap Kyusung lirih sambil mengusap airmata Kyuhyun.
"…"Kyuhyun hanya menggeleng kepalanya lirih. Dia menangis karena bahagia, dia hanya ingin meluapkan apa yang dia rasakan sekarang.
"Appa tunggu disini ne, aku panggilkan Sungmin ahjussi."ucap Kyusung berlari keluar kamar Kyuhyun memanggil Sungmin.
Kyuhyun kini hanya melihat punggung sosok kecil itu berlari keluar kamar rawatnya. Kyuhyun tetap menangis, menangis karena dia bahagia, ukiran senyum pun kini masih bersarang di wajahnya.
'Tuhan, terima kasih sudah mengembalikan mereka kesisiku lagi. Gamsahamnida.'batin Kyuhyun.
My Love My Kiss My Heart
Chapter XI
Pairing :
Kyuhyun x Yesung
Slight
Kyuhyun x Seohyun
(nb : Bagi yang tidak suka pairingnya tolong tekan tanda x dipojok kanan atas. Gomawo)
Genre :
Romance
Death Chara
Angst
Rating :
T
Warning :
Typho
YAOI AREA
Disclaimer :
Super Junior
Girls Generation
Author : Kim Rae Joon a.k.a Jhey Joonie
~ Happy Reading ~
Terlihat Kyusung, Ahra, dan Donghae sedang menunggui Sungmin yang masih memeriksa keadaan Kyuhyun sejak setengah jam yang lalu. Padahal Sungmin sudah tahu kalau pesawat yang ditumpangi Yesung itu akan tiba di Incheon sekitar 10 menit lagi. Apakah tidak apa – apa membiarkan seorang artis papan atas menunggu seperti itu?
Akhirnya yang ditunggu – tunggu muncul juga dari kamar Kyuhyun. Tampak wajah kelegaan hadir di raut namja cantik itu. Dengan buru – buru dia memberikan stetoskop miliknya pada Kyusung.
"Kyusung-ya, kau sudah bisa menemui appamu sekarang, dia menunggumu didalam."ucap Sungmin.
"Sungmin ahjussi, bagaimana keadaan appa? Apakah appa sudah baik – baik saja?'tanya namja mungil itu menampakkan kekhawatiran yang mendalam dari pancaran mata onyx miliknya.
"Gwaenchanayo, untuk saat ini appamu sudah lebih baik daripada kemarin. Aku, Ahra, dan Donghae akan segera ke bandara menjemput eommamu. Tidak apa-apakan ahjussi menitipkan Kyuhyun padamu?"tanya Sungmin.
"Ne, aku akan menjaga appa, dan tolong, untuk berjaga-jaga saja, matikan lampu ruang tamu dan kunci apartemen ini dari luar."ucap Kyusung.
"Waeyo? Apa kau tidak takut?"tanya Sungmin yang disertai anggukan dari Ahra dan Donghae tanda mereka setuju dengan argument Sungmin.
Kyusung berjalan menuju pintu kamar Kyuhyun, dia berhenti sejenak dan memejamkan matanya. 3 detik kemudian dia membuka matanya yang menampakkan onyx elang tajam, lalu membuka knop pintu kamar Kyuhyun. Kyusung menatap Sungmin, Donghae, dan Ahra secara bergantian.
"Apa kalian tidak sadar? Sudah 2 hari ini, ada mobil Porce warna 'pinky' yang diparkirkan dibawah sana dan ada yeogya yang selalu memandang kearah apartemen ini?"ucap Kyusung dingin, tajam, dan penuh penekanan.
"Mwoo?"ucap Sungmin, Donghae, dan Ahra kemudian mereka menuju balkon samping kamar Kyuhyun dan melihat apa yang dikatakan Kyusung.
Dan benar, ada sebuah mobil porce 'pinky' yang terpakir di bawah dan ada 2 orang yeogya yang sedaritadi memandang arloji miliknya dan sesekali melihat ke balkon apartement itu.
'SEUNGRI MEONI, SEOHYUN'batin mereka bertiga tidak percaya.
Donghae yang tak menyadari keberadaan Seohyun tadi saat dia keluar menuju taman bertanya pada Kyusung, kenapa dia bisa tahu kalau ada yang mengawasi mereka.
"Sungie-ah,, bagaimana kau tahu ada yang mengawasi apartemen ini?"tanya Donghae yang saat itu Sungmin dan Ahra menganggukkan tanda bahwa mereka juga penasaran.
"Kalian tahu ini?"tanya Kyuhyun sambil memperlihatkan ponsel milik Kyuhyun dari tangannya.
"Bagaimana ponsel milik Kyuhyun ada ditanganmu?'tanya Sungmin.
"Apa Donghae hyung lupa 'siapa' Little Devils? Apa Donghae hyung lupa 'kapasitas' IQ milikku berapa?"tanya Kyusung pada Donghae yang hanya di jawab dengan cengiran sweatdrop dari Donghae.
'Mulai lagi dech,'batin Donghae miris.
"Jadi aku memakai ponsel Kyuhyun appa dan melihat dari GPS siapa saja dari nomor yang ada diponsel ini yang berada disekitar sini."sambung Kyusung yang tengah memperlihatkan arah GPS dan nama yang tertera di layar tersebut.
'BINGO!'batin Sungmin dan Ahra.
"Aku menemukan 'dia' sudah berada disini sejak tadi pagi, kemarin dia kesini dari pagi sampai sore. Aku tidak tahu sekarang 'dia' mau apa. Yang jelas dalam hipotesaku, dia ingin Kyuhyun appa pulang, karena sudah 3 hari ini Kyuhyun appa tidak memberi kabar dan tidak pulang."ucap Kyusung penuh penekanan.
"….."Donghae, Sungmin, dan Ahra hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Kyusung.
"Aku yakin, 'dia' akan berteriak secara tidak waras didepan pintu jika kalian menyalakan lampu ruang tamu. Dan menggedor – gedor pintu serta meneriakkan nama Kyuhyun appa histeris. Bukankah kesehatan Kyuhyun appa adalah prioritas kita sekarang?"sambung Kyusung sambil tersenyum lembut.
"Lalu, kita harus bagaimana Sungie? Eommamu pasti sudah menunggu sekarang."ucap Ahra.
"Ahra ahjumma tidak perlu khawatir. Aku punya sebuah rencana."ucap Kyusung menampilkan evilsmirk andalannya.
"Apa itu Kyusung-ya?"tanya Donghae tidak sabar.
"Pertama, Donghae hyung harus berdandan seperti appa. Biar yeogya itu mengira kalau Donghae adalah appa. Dan memancing yeogya kepala ular itu mengikuti Donghae hyung. Lalu jika memang disitu masih ada yeogya lain yang mengawasai maka itu tugas Sungmin ahjussi dan Ahra ahjumma. Aku yakin eomma sudah memperkirakan kalau akan ada masalah seperti ini. Tadi saat aku meneleponnya dia berkata kalau dia sekarang tengah menyamar menjadi seorang yeogya bernama Joonie Kim. Dan gilanya, saat aku meminta Hyesung hyung membuatkan identitas palsu dari London untuk membuatkan paspor palsu dia mengiyakan saja. Aku datang kesini juga bukan tanpa persiapan."ucap Kyusung santai.
"Apa tidak apa-apa membiarkan eommamu dengan identitas seperti itu?"tanya Ahra tambah khawatir kalau – kalau Jongwoon akan ditangkap dan dipenjara sebagai teroris.
"Bukankah sudah aku bilang Ahra ahjumma, aku-kesini-bukan-datang-dengan-tangan-kosong."ucap Kyusung tegas tapi masih bisa tersenyum.
"Maksudmu?"tanya Donghae khawatir.
"Bukankah kalian sudah sangat mengenal nama SHIN HYE SUNG?"eja Kyusung.
"SHIN? HYE SUNG?"ucap mereka tidak percaya.
"Buk- bukankah dia adalah anak dari SHIN DONG HAE sang kepala kedutaan internasional di Korea?"ucap Sungmin tidak percaya.
"Aku yakin, saat ini eomma malah sedang menikmati sebuah ruang tunggu VIP."ucap Kyusung santai menanggapi tatapan tidak percaya dari ketiga orang paruh baya didepannya.
'BRILIANT'batin mereka berteriak.
"Aku sudah bilang pada eomma, kalau kalian akan menjemput terlambat, karena sebuah masalah yang kecil ini. Makanya rencananya adalah setelah Donghae hyung keluar dengan memakai mobil Kyuhyun appa, Sungmin ahjussi dan Ahra Ahjumma juga keluar. Buat mereka yang mengejar kalian kehilangan jejak kalian dan buat mereka tersesat. Aku sangat yakin, jiwa – jiwa balapan Donghae hyung dan Sungmin ahjussi belum luntur."ucap Kyusung santai.
"Bag- bagaimana kau tahu?'tanya Donghae dan Sungmin bebarengan.
"Hehehehe…. Selain dapat informasi terpercaya, aku juga mendapatkan informasi dengan mudah melalui .kr itu sudah cukup membantu."ucap Kyusung menampilkan smirk andalannya.
"Bagaimana bisa? Itu adalah blog resmi pemerintah yang proteksi akan adanya hacker itu adalah 10 percen."ucap Sungmin terperangah.
"Hooo,,, apakah ahjussi harus mengujiku dan memperlihatkan kemahiranku padamu Sungmin ahjussi? Apa kau meragukan kemampuan seorang Little Devils?"tanya Kyusung tajam nan menusuk.
'UGHHH,,,, AURA SETAN MILIKNYA MEMBUATKU SESAK NAFAS'jerit batin Donghae.
"Baiklah, aku akan segera pergi dan mengunci pintu dari luar, annyeong."ucap Sungmin karena tidak mau membuat Yesung menunggu lebih lama lagi.
"Ah, kelupaan, satu lagi Donghae hyung dan Sungmin hyung."ucap Kyusung.
"Apa lagi?"tanya Donghae dan Sungmin bebarengan.
"Buat mereka menyesal sudah membuntuti kalian. Bukan Cuma itu, buat mereka tersesat dan aku harap kalian melajukan awal mobil kalian kearah kiri. Aku sudah membuatkan hadiah terkhusus untuk kedua manusia ular itu."ucap Kyusung menampakkan aura evilnya.
"Baiklah-baiklah,,, aku akan menurutimu."ucap Donghae.
"Sudah ya, kami pergi dulu."ucap Ahra.
Donghae terlihat sudah memakai mantel milik Kyuhyun dan kaca mata hitam seperti biasa. Oh, beruntunglah ia mengetahui kebiasaan Kyuhyun saat mengendarai mobil. Dia sudah membawa surat – surat mobil milik Kyuhyun jadi sudah aman mau kemanapun, toh tangki pertamax(?) milik Kyuhyun itu masih penuh.
Benar dugaan Kyusung, setelah mobil mencolok warna pinky itu mengikutinya, ada sebuah mobil lagi berwarna hijau terang tengah mengikuti mobil Sungmin.
'Hooo,,, Jeli sekali anak itu'batin Donghae.
Sedang kini disebuah kamar terlihat dua orang namja bersurai sama hanya saja kedua mata mereka yang berbeda warna. Kyusung melihat appanya sekilas, ada sedikit raut yang berbeda sejak dia memasuki kamar setelah semua penghuni apartemen itu pergi meninggalkan mereka berdua. Kyusung yakin kalau sang appa sedang termangu menatapnya.
"Appa, berhenti mengintimidasiku."ucap Kyusung lembut namun tajam meski pandangannya tetap pada PSP miliknya.
"Kehkehkehkeh,"kekeh Kyuhyun lirih.
"Hoooo,,, sekarang malah terkekeh, maksud appa apa sich? Kyusung tak mengerti."ucap Kyusung yang masih berkutat dengan PSPnya.
"Ahahaha Anhi.. ahahaha Anhiyo."ucap Kyuhyun malah tertawa.
"Aigoo…"umpat Kyusung sebelum sumpah serepah akan disemburkannya pada orang yang ringkih itu.
"Ternyata, percampuran antara Evil Lord dan Evil Magnae akan menjadi seperti ini."ucap Kyuhyun tidak dapat lagi menahan tawanya.
"Ya! Kau menertawakan eommaku. Kau akan mendapat balasannya nanti."ucap Kyusung tidak terima sambil meletakkan PSP miliknya dia meja samping tempat tidur Kyuhyun.
"Bukan begitu Sungie."ucap Kyuhyun lembut.
"Lalu?"tanya Kyusung membeo.
"Aku tahu apa yang kau lakukan uri Little Devils."ucap Kyuhyun yang dapat merasakan tubuh Kyusung sedikit menegang.
"Bagaimana bisa? Bukankah appa tengah kritis?"tanya Kyusung tak percaya.
"Kau pikir siapa aku? Tapi, kau sangat keterlaluan Sungie. Kau sudah memasang perangkap tikus yang dapat membahayakan nyawa mereka. Tapi appa heran bagaimana kau bisa tahu kalau itu mereka? Apalagi, appa tidak tahu kalau 'yeogya' itu punya porce hijau."ucap Kyuhyun seakan takjub dengan kecerdasan Kyusung terlihat dia tadi tengah mengamati tempat parkir apartement dengan menggunakan CCTV yang terkonek dengan GPS miliknya..
"Appa mau tahu?"tanya Kyusung tersenyum.
"Tentu, appa ingin mendengarkan cerita aegya semata wayang appa."ucap Kyuhyun membuat Kyusung bangga.
Flashback ON
Disaat itu, Kyusung tengah berjalan – jalan menghilangkan rasa bosannya. Ini terjadi sesudah dia ada di apartement milik Sungmin. Kyusung tengah menikmati pemandangan yang begitu langka buatnya, ya bisa dibilang kalau di London tidak akan pernah bisa mendapatkan keindahan itu. Saat itu ada seorang yeogya sedang terburu-buru menubruk tubuh kecilnya. Dengan kekesalan dan keletihan tubuh yang memuncak Kyusung menatap mata emerald hitam itu.
'Mata itu, mata yang sangat membenci meoni saat album pernikahan meoni dan beoji. Benarkah kalau mereka itu keluarga.'batin Kyusung mencelos saat wanita itu memperkenalkan namanya.
"Aigoo,, mianhae namja kecil. Aku sedang terburu-buru. Kenalkan namaku Jung Seuhyun."ucap Seohyun fasih.
'Tjih, ternyata dugaanku benar, keluarga tikus itu. Aku akan membuat mereka jera sebelum aku kembali ke London. Tidak akan – tidak akan pernah aku ampuni mereka yang membuat orang tuaku seperti ini.'batin Kyusung.
"..ey… Hey,, kau melamun, ireumie mwoyeyo?"tanya Seohyun.
"Kyu… Kyunghae Park imnida,"ucap Kyusung berbohong.
"Hooo.. kau sendirian? Mana orang tuamu?"tanya Seohyun.
"Aku tidak punya siapa-siapa disini, jadi aku disini sebagai baby sister biasa."ucap Kyusung.
"Kau tinggal di apartemen mana?"tanya Seohyun.
"Tuh di sana, deket tangga."ucap Kyusung sambil menunjukkan kamar milik Sungmin.
"Tan Hangeng?"baca Seohyun.
'BABO!'umpat Kyusung menampilkan smirknya.
"Ne, aku sedang merawat sang mertuanya."ucap Kyusung sangat berbohong.
"Apa tidak apa-apa kau keluar? Maksudku kau tidak akan dimarahikan?"tanya Seohyun.
"Aku sudah waktunya pulang, hari ini aku harus ke panti asuhan, aku ingin membantu mereka,"ucap Kyusung.
"Panti asuhan? Jangan – jangan kau?"tanya Seohyun terputus saat tiba-tiba Kyusung pamitan.
"Ne, aku tinggal dipanti asuhan depan block apartemen ini. Hanya butuh waktu 20 menit sampai disana. Apa ahjumma mengenal saya?"tanya Kyusung balik, beruntunglah dia karena waktu pertama kalinya dia datang ke Korea dia melihat panti asuhan itu.
"Hanya saja aku pernah melihatmu. Boleh aku mengantarmu?"tanya Seohyun.
"Benarkah? Apa aku tidak merepotkanmu?"tanya Kyusung.
"Hahahaha, gwaenchana. Kajja aku antar kau pulang."ucap Seohyun lalu mengajak Kyusung ke parkiran apartemen itu.
"Waahhh, mobil ahjumma bagus sekali."ucap Kyusung dengan nada takjub dan berhenti di sebuah mobil porce warna PINK.
Padahal….
'Norak sekali selera orang ini, kenapa appa bisa tahan dengan orang ini selama 11 tahun?'batin Kyusung.
See…
"Tunggu sebentar ne,"ucap Seohyun.
"Ne.."ucap Kyusung terlihat antusias dan mencoba untuk melihat – lihat mobil didepannya.
Kini Kyusung sedang memperhatikan baik – baik mobil porce yang ada didepannya. Ditelitinya dimana letak kelemahan mobil tersebut. Meski dia tidak tahu mengenai mobil, tapi sedikit banyak Kyusung sudah belajar dari sang eomma, sang uncle, dan sang hyung mengenai Mobil. Meski dia sedang mengamati mobil tersebut agar terlihat mengagumi mobil tersebut, namun tak satu pun celah matanya meninggalkan Seohyun.
Dari sudut matanya, dia bisa melihat kalau Seohyun sedang berbicara ringan dengan seorang yeogya yang pantas dipanggil dengan meoni. Tampaknya mereka sedang berdebat kecil, yeogya yang pantas dipanggil meoni tersebut akhirnya pergi meninggalkan Seohyun dengan porce hijau dengan kecepatan bisa dibilang _ehm_ diatas rata – rata?
"Eommanim ahjumma marahkan? Aku tidak ingin merepotkan ahjumma. Cepat susul eomma ahjumma. Aku tidak apa – apa kuk, aku sudah terbiasa berjalan sendiri."ucap Kyusung nampaknya sedang memancing Seohyun untuk bicara.
"Anhi, kajja masuk."ucap Seohyun membuka pintu mobilnya.
"Apakah benar tidak apa – apa?"tanya Kyusung meyakinkan Seohyun.
"Gwaenchana."ucap Seohyun lalu menjalankan mobilnya pelan.
Nampaknya Kyusung masih mencari kelemahaan dari mobil tersebut. Dari semua porce hanya porce yang satu ini yang langka dan hanya ada satu masalah. Seringaian mulai lebar diwajah Kyusung yang datar. Melihat ada sebuah foto yang terpajang didalam mobil tersebut, Kyusung mulai melemparkan umpannya..
Lemparr….
"Ahjumma sudah punya seorang aegi? Apakah rumah tangga kalian tidak harmonis?"tanya Kyusung berlagak polos.
"Dariman-"ucapan Seohyun terputus saat Seohyun melihat arah dari jari telunjuk Kyusung.
"Ahahaha, kau memang pandai, aku memang sudah berkeluarga dan mempunyai anak, tapi see,,, aku selalu sendirian. Hyungi- maksudku suamiku jarang pulang kerumah dan dia lebih suka tinggal bersama sang kakak iparnya di apartement tempat kita bertemu tadi."ucap Seohyun.
Dapat….
"Owh,,, pasti itu sangat menyiksa, kenapa ahjumma bisa tahan dengan namja seperti itu? Bukankah lebih baik kau membuangnya? Dia tidak pernah menganggapmu."ucap Kyusung menajam.
"Sebenarnya aku tidak ingin menikah dengan namja itu, tapi karena ancaman eomma aku tidak berani. Aigoo… kenapa aku malah bercerita yang bukan – bukan pada anak kecil sepertimu."ucap Seohyun.
'TJIH, AKU BUKAN ANAK KECIL, BRENGSEK!'umpat Kyusung dalam hati.
"Ahahaha, aku sudah terbiasa dengan cerita seperti itu. Oh yaa, kalau boleh, bolehkah aku bertandang kerumah ahjumma, setidaknya aku masih punya waktu sekitar,,, ehm,,, 45 menit."ucap Kyusung sambil menimbang dan melihat arloji mini miliknya.
'Aku harap Donghae hyung tidak menghukumku.'batin Kyusung.
"Baiklah, aku akan mengajakmu kesana, tapi kerumahku ya, bukan kerumah mertuaku, aku masih belum ingin mendengar teriakannya."ucap Seohyun tertawa getir.
Tarik pelaaann…
"Ahjumma, kunci mobil ahjumma kok ada dua?"tanya Kyusung dengan tampang polos sambil melihat kearah kunci mobil.
"Owh ini? Ini adalah kunci mobil porce yang satunya, kau tahu mobil yang lewat tadikan? Ini kunci mobil hijau yang tadi."jelas Seohyun.
"Hooo,,, oh ya bukankah merawat porce langka seperti ini butuh perawatan ekstra?"tanya Kyusung dengan hati – hati dan berharap hepotesa yang dia buat tadi benar.
"Kau tahu tentang porce? Ini milik almarhum beoji. Memang sangat merepotkan, kau pasti sudah tahum perawatan utama mobil ini hanya satu yaitu AKI. Kalau aki itu tewas, bisa berbulan – bulan harus tinggal di bengkel."ucap Seohyun.
'BINGO'batin Kyusung tersenyum MENANG.
Tarik pelan… jangan biarkan mangsamu lepas…
"Yup,, kita sampai di rumahku."ucap Seohyun.
"Benarkah? Bolehkah aku pinjam kunci itu? Aku ingin memegangnya, apa remote control ini juga berlaku pada porce yang hijau tadi."tanya Kyusung dengan hati – hati saat mereka sudah tiba disebuah rumah sederhana.
'Tinggal satu langkah lagi…'batin Kyusung.
"Boleh saja,, ini."ucap Seohyun sambil memberikan kuncinya pada Kyusung.
'Ceroboh,'ejek Kyusung dalam hati.
"Gomawoo, baru sekarang aku bisa pegang kunci mobil. Aku senaaaang."ucap Kyuhyun mempoloskan diri.
"Ahahaha, baiklah kau tunggu ditaman ini ne, aku panggilin Yoona dulu."ucap Seohyun.
'Opportunity,'ucap Kyusung cepat.
Diarahkannya remote control itu pada mobil warna pink.
_PIP_PIP_PIP_PIP_
Setelahnya diarahkannya remote itu pada Mobil warna hijau.
_PIP_PIP_PIP_
'Selesai,'
Angkat mangsamu kedaratan biar dia kehabisan udara….
"Yoona, kenalkan dia Kyunghae."ucap Seohyun.
"Annyeong."ucap Yoona dan Kyusung bareng.
Setelah itu Kyusung dan Yoona berbincang – bincang ditaman rumah Seohyun. Banyak sekali yang mereka ceritakan, tentu saja dengan kebohongan masih ada dibalik cerita Kyusung. Kini tiga puluh menit setelah Kyusung menyalakan Ac dalam mobil porce itu dan secara otomatis akan mati sendiri jika ACU aki tersebut sudah tinggal sedikit.
_DRRTTT_DRRTTT_DRRTT_
'Dugh, Donghae hyung telepon.'ucap Kyusung yang kini melihat handphonenya.
"Ada apa?"tanya Seohyun.
"Eomma angatku ?"ucap Kyusung cemas.
"Gwaenchana, baiklah aku akan mengantarmu pulang."ucap Seohyun.
"Go—Gomawo."ucap Kyusung
Flashback OFF
"Aku hanya membuat AC mobil mereka tetap menyala, itu saja. Bukankah mereka kaya? Pasti bisa membawa mobil derek ketempat mereka tersesat. Selain itu, aku tegaskan, aku hanya ingin memberi ucapan selamat datang ala Kyusung."ucap Kyusung sambil menggembungkan pipinya mengartikan dia kesal dengan sang appa, namun bagi Kyuhyun itu terlihat sangat imuet.
"Hey, Luchifer."panggil Kyuhyun.
"Yak! Namaku Little Devils, bukan Luchifer."ucap Kyusung kesal.
"Gomawo nae Aegya."ucap Kyuhyun yang mampu membuat detak jantung Kyusung terasa berhenti.
_EECCHH_
"…"
"Gomawo sudah memberi mereka pelajaran, kau memang benar – benar darah dagingku."ucap Kyuhyun sambil tersenyum tulus, senyuman yang hilang sejak 11 tahun yang lalu.
"Appaaa,,"gumam Kyusung lirih memandang Kyuhyun tak percaya.
"Mianhae,,, cheongmal mianhae,,, kalau saja aku tahu lebih awal Jongwoon hyung mengandungmu, aku pasti akan berusaha lebih keras untuk melindungi kalian. Agar kau bisa merasakan keberadaan seorang appa yang melindungimu dan menyayangimu. Agar kau bisa melihat keluargamu utuh. Pastinya saat di London kau diejek teman – temanmu tentang semua itu."ucap Kyuhyun menunduk tak sanggup dia menatap anaknya.
"Hn.."gumam Kyusung sambil menggelengkan kepalanya.
"Mungkin yang appa bilang tentang aku selalu dianggap berbeda dari teman – teman sekelasku memang benar. Appa bilang jika aku memang mengharapkan keluargaku utuh memang benar. Aku mengharapkan ada appa disisiku yang melindungi dan menyayangiku dan eommaku juga benar. Tapi, ada kalanya aku mengerti kenapa semua ini terjadi dalam hidupku. Ada kalanya aku memang mengeluh dan menghujat Tuhan, kenapa aku berbeda."ucap Kyuhyun menunduk dan menatap kosong lantai.
"…"
"Tapi, tidakkah appa mengerti? Kenapa aku bisa ada disini? Hikmah apa yang aku dapatkan setelah aku datang kemari?"tanya Kyusung ambigu.
"…"
"Aku memang berbeda, karena aku adalah anak seorang Luchifer dari Korea, Cho Kyuhyun. Aku berbeda karena aku adalah anak dari sang Raja Gamer Dunia, Cho Kyuhyun. Aku berbeda karena aku adalah anak seorang malaikat dari Korea, Kim Jongwoon. Aku berbeda karena aku adalah anak seorang penyanyi terkenal Kim Yesung. Dan Aku berbeda karena keluargaku telah dirusak oleh manusia yang menamakan dirinya adalah sahabat appaku, salah,,, sahabat eommaku.. Keluargaku telah dirusak oleh tangan dan hasutan kotor seorang yeogya yang kurang beruntung yang dulu menamakan dirinya sebagai sahabat Raejoon Meoni."ucap Kyusung menahan kesedihannya.
"Kyusung-ah.."gumam Kyuhyun menatap Kyusung tidak percaya dan menampakan mata caramel itu mulai berkaca-kaca.
"Dari keterbatasanku, dari kekuranganku, dari kelemahanku, dari semuanya aku masih bisa berdiri. Karena aku adalah anak Luchifer Cho Kyuhyun dan anak Angel Clouds Kim Jongwoon. Oleh karena itu semua aku bisa bertahan dan kini aku sudah tahu semuanya. Aku bisa menghandle semuanya berkat doa appa, eomma, meoni, beoji, dan uncle."ucap Kyusung sambil tersenyum tulus pada Kyuhyun meski matanya kini terpejam dan menitikkan airmata.
'Ya, Aku bahagia sudah menjadi anak kalian Kyuhyun appa dan Jongwoon eomma.'batin Kyusung.
"…."
Dalam diam Kyuhyun menangis, dipeluknya tubuh mungil Kyusung. Dirasakannya seorang anak dari darah dagingnya. Dipeluk eratnya tubuh mungil yang selama 11 tahun ini hanya dalam angannya. Dalam pelukan itu Kyuhyun menangis deras. Dalam ketenangan itu Kyuhyun merasakan sebuah kenyamanan seperti dia memeluk Jongwoon.
"Kyusung-ah,,, Saranghaeyo… Saranghamnida,,, Cheongmal Saranghae. Mianhae sudah menelantarkanmu. Mianhae aku bukan appa yang terbaik untukmu, Mianhamnida…"ucap Kyuhyun di telinga Kyusung.
_TES_
_TES_
TES_TES_
_TES_TES_TES_
"Nado saranghaeyo appa. Cheongmal saranghae.."ucap Kyusung yang kini telah menangis dalam pelukan Kyuhyun.
Neol itgo sipeo,,, Naragago sipeo,,,
Neol naeryeonoko,,, Jayuropgo sipeo,,,
Kyusung dan Kyuhyun kini telah melepaskan pelukan mereka. Kyusung mengusap airmatanya kasar. Dia mengambil smartphone miliknya yang ada didalam saku celana yang dipakainya.
Jongwoon Eomma ~ Memanggil
"Yeoboseyo,,"ucap Kyusung setengah terisak.
"Yeob.. Changie? Waegure? Kau menangis?"cecar Yesung.
"Ne,, eommaa. Mianhae…"ucap Kyusung ammbigu.
_DEGH_DEGH_
'Eom? Eomma? Jangan-jangan? Suara ini… Jongwoon hyung.'batin Kyuhyun.
"Mi… Mian? Untuk apa Changi? Apa appamu baik-baik saja? Apa terjadi sesuatu pada appamu?"tanya Yesung khawatir.
'Jongwoon hyung? Mengkhawatirkan aku?'batin Kyuhyun tidak percaya.
"Mianhae telah membuat appa menangis, mianhae aku tdaik bisa memegang janjiku untuk membuat appa menangis."ucap Kyusung setengah mempermainkan Yesung.
"Apakah,,, apakah appamu…."ucap Yesung tertahan.
"Ne, appa sudah sadar, itu juga berkat kata-kata eomma kemarin telah membuat appa kembali dalam pelukan kita."ucap Kyusung tersenyum bahagia.
"Bolehkah eomma bicara dengan appamu?"tanya Yesung yang tengah menahan airmatanya.
"Tidak boleh!"ucap Kyusung tegas.
_ECH_
"Wae.. Waeyo?"tanya Yesung tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Tidak boleh, jika itu hanya sebentar."ucap Kyusung sambil menampilkan senyuman lebarnya membuat Kyuhyun maupun Yesung merona.
"Yak! Aigoo.."ucap Yesung kaget.
"Kekekeke."kekeh Kyusung sambil memberikan teleponnya pada Kyuhyun.
"Eomma mau bicara sama appa."ucap Kyusung yang menatap Kyuhyun yang tengah dalam tanda tanya kenapa Handphone itu diberikan padanya.
Kyuhyun menerima handphone itu dengan perasaan enggan. Kyusung lalu beranjak dan pergi kedapur dan meninggalkan Kyuhyun yang tengah mendapat telepon dari Yesung.
"Yeob,,, yeoboseyo."ucap Kyuhyun gelagapan.
"Kyuniie."ucap Yesung.
_ECH_
_DEGH_DEGH_
Kyuhyun membulatkan matanya, tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Panggilan ini, panggilan yang selama ini dia rindukan. Panggilan yang selama ini hanya ada dalam mimpinya. Panggilan yang Kyuhyun anggap tidak akan pernah mendengarnya lagi. Tak terasa lelehan cairan bening kini mengalir mulus di belahan pipi Kyuhyun.
"…."
"Uljimaa… Uljimayo Kyunnie."ucap Yesung.
_DEGH_
'Bagaimana bisa hyungie tahu.'batin Kyuhyun.
"Hikz,, Mianhaeyo hyungie,,, cheongmal mianhaeyooo."akhirnya dengan susah payah Kyuhyun kini bisa mengeluarkan suaranya.
"Ne, gwaenchana. Aku sudah memaafkanmu lama Kyunnie. Sudah sangat lama."ucap Yesung.
"Hyungiee."gumam Kyuhyun tidak percaya jika Yesung telah memaafkan perlakuannya.
"Aku sudah tahu semuanya Kyunnie. Aku memang kecewa padamu saat mendengar kalau eomma mengancammu dan kau tidak pernah bilang padaku. Aku memang sungguh-sungguh sangat kecewa denganmu."ucap Yesung dengan nama kecewa.
"Mianhae,"gumam Kyuhyun.
"Kalau saja kau mengatakannya dari awal. Mungkin kau bisa tahu kalau aku sedang mengandung anakmu. Kalau saja kau mengatakannya dari awal, mungkin aku akan tetap disisimu. Kalau saja kau mengatakannya dari awal, mungkin aku lebih memilih untuk mati jika itu harga yang harus aku bayar jika bersamamu."ucap Yesung sedih.
"Mianhaee."ucap Kyuhyun lirih.
"Dan sekarang semua itu telah berlalu. Dan aku telah datang dan sampai di Korea, untuk menjemputmu."ucap Yesung mantab dan tegas. Tidak ada secercah keraguan dalam pengucapannya.
"Hyungie, apa aku tidak salah? Kau… Kau ingin menjemputku?"tanya Kyuhyun tidak percaya.
"Ya,, kau tidak salah Kyunnie. Aku datang untuk menjemputmu, dan membawamu bersamaku. Aku ingin merawatmu dan melindungimu seperti kau merawat dan melindungiku dulu. Sampai saatnya kau sembuh, aku akan membawamu ke London. Dan aku sudah bilang pada Ahra noona, kalau aku akan membawamu bersamaku."ucap Yesung.
"….."
"Untuk sementara itu dulu yang bisa aku konfirmasikan padamu. Aku akan tutup telponnya bateraiku lemah. Oh ya, kau sudah bicara dengan Kyusung? Menurutmu dia bagaimana?"tanya Yesung.
"Dia seperti kita, karena kita adalah orangtuanya."ucap Kyuhyun tersenyum dalam tangisnya.
"Dia adalah darah daging kita, kita harus melindunginya. Sudah ya, annyeongie."ucap Yesung sambil menutup teleponnya.
"Bukan,,, dia bukan sekedar darah daging kita. Tapi dia adaah anugerah terindah yang kita miliki. Karena dia, benang yang tadinya kusut, kini mulai lurus kembali. Tuhan terima kasih sudah memberikan sesuatu yang terbaik untuk kami."gumam Kyuhyun.
To Be Continou
Joonie : akhirnya selesai… oowwh mianhae untuk FF yang chapter 10 itu memang pendek. Cheongmal mianhae... soalnya waktu itu ide Joonie sangat tumpul.. dan sekarang Joonie ganti dengan FF yang ini. Bukankah ini sangat panjang? Atau terlalu panjang? #kepo.
Kyusung : Eonnie,,, gomawo menyatukan kami.
Kyuhyun : Cheongmal gomawo..
Yesung : Gomawoyoo.
Joonie : Cheonmaneyo appa, eomma, Kyusung-ah.. hanya saja aku tidak ingin kehidupan kalian sepertiku #lebay
Donghae : ehemzz,, bisakah kita review para readers? Karena FF ini sudah sampai chapter 11.
Joonie : sebelum review saya selaku author sangat berterima kasih dengan para readers yang dengan sukarela memberikan commentarnya..
Kyuhyun : Baiklah,,, yang pertama adalah Ajib4ff . . . Hahahaha itu karena author bikinnya terlalu pendek.. makanya pendalaman karakter dan suasananya kurang kerasa… menurutku chap 10 itu produk gagal(?)
Yesung : setuju dengan Kyunnie,,, yang kedua 24. . . Kyuhyunnie akan selalu bertahan dan menungguku…
Kyusung : eomma mulai lebay ketularan Wookie hyung.. ketiga gothiclolita89… iya,, dia memang gag tahu diri… aigooo…
Donghae : selanjutnya oneheartforsuju ahahahaha,,, kata author sableng itu Kyusung sedang mengirimkan email pada sang eomma untuk membawa perlengkapan penyamarannya.
Heechul : selanjutnya Kyunda –Clouds Aku berharap Author membuat mereka berpisah lagi *smirk… ech malah mereka dibuat bertemu…
Hyesung : selanjutnya kimfida61… Ne,, ini sudah dulanjut,,, gomawo sudah review.
Hyunjoon : shitao47… ne,, gomao sudah review,,, jangan lupa review lagi nee..
Hangeng : yensianx . . . . gomawo,,,
Kyuhyun : Yanie … Ahahaha mianhae,,, itu adlaah Chapter gagal milik author sableng ini… ini udah bangun…
Joonie : belum cukupkah kau mem-bash-ku appa.. huft #pouty … kjwzz… aigoo… kalau dengan chapter ini,,, apa masih kurang banyaaaaaakkkk? Okey mulai kebanyakkan.
Yesung : Sudahlah changie,,,, Appamu itu hanya bercanda… mukhaclouds… Aigo… tentu saja Kyuhyun akan tetap bersamaku… hehehehe *smirk
Kyusung :… Appa, Eomma, maupun eonni sama saja… satya… Fishy sama siapa… ehm,,, ada rekomendasi? Aigooo,, sebenarnya Si eonnieku itu juga bingung digandengin sama siapa tuh ikan mokpo…
Donghae : YAK! BERHENTI MEMANGGILKU IKAN!...liekyusung… ne,, gamsahamnida sudah review..
Heechul : *geleng-geleng kepala.. clouds246… ditunggu di chapter depan… gomawoo…
Hyesung : Biarkan saja Chulli mungkin masih labil emosional mereka *tunjukKyu,Yeye,Joonie,NKyusung… rina afrida… geurae,,, apakah kau menganggap kalau yang death chara adalah pairing utama ini? Aigooo…. *angguk-angguk kepala..
Hangeng : Tapi siapa dunk yang death di FF ini,,, jadi penasaran… niraa.. ne,,, gomawo sudah review..
Kyuhyun : yang death adalahh… *dideathglareJoonie… baiklah aku bungkam… Dewi cloudsparkyu… Ini Yemom udah nyampek Korea..
Yesung : ahahaha rasakan Kyuu.. evilcloud.. ini sudah di lanjut..
Joonie : baiklah semuanya sudah dibalas.,,, sekarang Joonie beserta pa ra karakter meminta saran dan kritik ne,,, demi kelangsungan FF ini juga… jadi jangan jadi silent readers ne,, crew sangat membutuhkan masukan.,..
AKHIR KATA,,, GOMAWOYOOO…
