Lovely Beach and Broken Heart

Fairy Tail - Hiro Mashima Property

Warning: OOC, Miss Typo, Gajeness XD


=Lucy POV=

"L-Lucy…" bisik Natsu lembut. Aku bisa merasakan suara tepuk tangan dan juga bisikan dan teriakan para pengunjung taman. Tetapi, aku tak melepaskan pelukan ku. "Luce…bisakah kau melepaskan ku? Aku tidak bisa nafas!" kata Natsu dengan nada isengnya. Spontan aku melepas pelukannya dan memukulnya pelan. "Dasar bodoh! Gak bisa baca situasi ya?" kataku kesal tetapi aku tertawa kecil. Natsu juga menunjukan grins-nya yang khas.

"Kyaa! Natsu-sama!" teriak para fans girl Natsu yang sedang memotretnya dengan ponsel mereka. Natsu melambai lalu tertawa kecil. "Kurasa, kita telah membawa kehebohan, ya?" bisiknya padaku. "Terlalu. Apa boleh buat, kita selalu menarik perhatian." Balasku dan dia tertawa. 'Tawa itu..akankah aku bisa sering mendengarnya?' Aku memperhatikan wajahnya sesaat. ' Eh! Lucy! Apa yang kau pikirkan! Sadaar!' Aku cepat-cepat menggelengkan kepalaku saat sadar apa yang baru saja kupikirkan. 'Kenapa aku berfikir begitu sih? Huh! Lucy bodoh…'


=Time Skip=

Pagi ini, seperti biasa kami syuting tetapi hari ini kami akan syuting di…

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"PANTAI!" teriak semua anggota kru, pemain serempak saat kami sampai dipantai Magnolia. Hamparan pasir putih terlihat bersinar dibawah matahari yang bersinar terik. Dan tidak ada orang lain disini kecuali para pemain, anggota kru, dan semua yang berhubungan dengan film ini. "Apa?! Kita menyewa pantai?!" kata Lisanna ternganga saat Mira menyampaikan berita tersebut. "Ya, aku bilang kepada para sponsor bahwa kita akan mengambil adegan dipantai dan mereka langsung bertindak liar dan menyewanya…apa boleh buat?" kata Mira santai sambil meminum jus lemonnya. Lisanna menggelengkan kepalanya.

"Guah! Sudah lama aku tak kesini!" teriak Natsu girang yang entah sejak kapan sudah mengganti bajunya. Dia memakai celana berwarna hitam sampai lutut. "Aries! Aku ganti baju duluan ya…" senyumku pada Aries."Baiklah! Ayo semuanya bersiap! Ganti baju kalian hingga kalian merasa nyaman ya!" teriak Mira dengan senyuman diwajahnya. "AYE!" jawab semua serempak.

'Ahahahaha! Bersama mereka memang selalu menyenangkan.' Aku mengganti baju ku dengan baju renang tanpa lengan yang sebenarnya tidak sampai perut ku sih, dan juga celana pendek. Aku mengikat rambutku dengan model pony tail. "Lucy! Ayo sini-sini!" panggil Aries yang sudah rapih dengan baju renang berwarna pink nya. Dia duduk dipasir putih sambil menulis-nulis diatasnya. "Apa yang kau tulis?" tanyaku sambil duduk disebelahnya. Aries tertawa kecil. "Entahlah…" jawabnya singkat. 'Lalu kenapa tadi dia manggil ya?' pikirku dengan sweat drop.

"Lucy! Sepertinya kau kedatangan tamu." Sapa seorang cameramen dari belakangku. Aku menoleh kearah yang ditunjuknya dan melihat banyak orang yang berkumpul. Ternyata para media dan juga para fans yang datang."Kyaaa! Natsu-sama!" teriak para fans girl yang tak asing lagi. Aku memperhatikan dari jauh dan sepertinya para media 'menyerang' Natsu dengan segudang pertanyaan. 'Kurasa si bodoh itu perlu bantuan.' Aku bangkit dari duduk-ku dan berjalan kearah mereka.

"Lucy! Itu Lucy!" teriak salah satu reporter saat melihat ku mendekat. "Lucy-sama!" Aku hanya melambai pada mereka. "Lucy-sama, apa benar kemarin kau dan Natsu berkencan?" Aku melihat kearah Natsu dan Natsu mengangkat pundaknya. "Tidak kok, kemarin itu dia hanya men-traktir ku." Natsu menghela nafasnya. "Kalian gak percaya banget…" kata Natsu dengan nada meledek. Entah kenapa para reporter tertawa.

"Tapi bukannya kau menyanyikan lagu untuk Lucy, Natsu?" tanya mereka lagi. Natsu hanya tersenyum. "Memangnya menyanyikan lagu untuk seorang teman tak boleh ya?" Aku melirik Natsu sekilas. 'Teman ya? entah kenapa aku jadi lega dia menganggapku teman..tepai ada perasaan hampa juga…' Aku menghela nafasku lalu tersenyum. "Hey, kalian! Waktunya syuting!" teriak Lisanna dari kejauhan sambil melambaikan tangannya. "Maaf kami harus pergi..Jaa.." kataku sambil melambaikan tangan kearah mereka. Natsu hanya menunjukan grinsnya lalu melambaikan tangannya dan berlari kecil mengikutiku.


(Normal POV)

Semua anggota kru sudah memakai baju renang mereka, agar tak terlalu merasa panas saat dipantai. Suara pantai yang khas entah mengapa malah membuat mereka tenang, dan terik matahari pun bukan suatu halangan. Lucy membawa selimut untuk piknik sedangkan Natsu membawa payung dan juga keranjang makanan. Mereka membentangkan selimutnya dan juga menancapkan payung tak jauh dari selimut mereka.

"Terima kasih sudah mengajak ku kesini ya.." kata Lucy dengan senyum diwajahnya. "Bukan masalah, lagi pula, aku bosan kalau sendiri."Kata Nastu sambil membenarkan posisi payung. Lucy memandang ombak yang menerjang pantai dan tersenyum kecil. "Ada apa?" tanya Natsu yang sekarang sedang duduk disamping Lucy."Tidak.."

Lucy menyandarkan kepalanya di pundak Natsu. "Aku hanya merasa senang." Natsu menggenggam tangan Lucy erat. "Hey, kau tahu…sekarang kita sudah jalan setengah bulan?" Lucy mengangguk pelan. "Waktu terasa cepat…" bisik Lucy. Natsu bangun dari duduknya lalu menjulurkan tanganya. "Karena itu, kita tak boleh menyia-nyiakannya! Ayo, akan kubuat hari ini tak terlupakan!" Lucy tertawa kecil lalu meraih tangan Natsu. 'Kami-sama, kumohon..hentikanlah waktu…untuk kami..' bisik Lucy dalam hatinya.

"Cut! Seperti biasa kalian menakjubkan!" Tawa Mira puas. "Natsu, kau benar-benar meningkat ya?" Natsu hanya tertawa sambil menggaruk bagian belakang kepalanya. "Natsu-sama!" Teriak para fans dibelakang kami. "Kau popular juga.." kata Lucy dengan nada meledek. "Ya , bagaimana tidak? Aku kan menawan." Jawabnya dengan wajah sok keren ala Playboy gadungan. Lucy melipat tangannya sambil membuang muka. "Aku menyesal bertanya!" Natsu tersenyum pasi.

"Maaf.." bisiknya. "Kemarin aku terbawa suasana…jadinya…ya," Lucy menutup mulut Natsu dengan jarinya, dan dia tersenyum. "Tak apa, lagi pula..aku suka kok lagunya." Natsu menundukan kepalanya mencoba menyembunyikan seburat merah yang sudah menggantung dipipinya.

"L-Lucy! N-Natsu! Bisa kalian kesini?" tanya Mira dengan wajah yang terlihat serius. Natsu dan Lucy saling tukar pandang lalu berjalan kearah Mira. "Ada apa Mira?" tanya Natsu penasaran. Mira menundukan kepalanya. "Tadi, manager Gray baru saja menelfon ku. Katanya..Gray berhenti dari film kita."

Natsu dan Lucy terdiam mendengarnya. "A-apa maksud mu, Mira? G-Gray keluar?" Mira hanya mengangguk. "Dimana dia sekarang?" tanya Lucy masih dengan wajah tak percaya. Mira menggelengkan kepalanya. Lucy menggigit gigi bawahnya dan dia berlari menjauh. "Oy! Lucy!" teriak Natsu tetapi dia tak mempedulikannya. Natsu melihat kearah Mira lalu mengejar Lucy.

'G-Gray..doko ni?' pikirnya sambil terus berlari tak jelas. "Lucy! Matte!" teriak Natsu sambil menarik tangan Lucy. "Lepas!" berontaknya tetapi Natsu masih menggenggamnya. "Memangnya apa yang bisa kau lakukan sekarang?! Mencarinya?" Lucy menundukan kepalanya dan masih berontak dari genggaman Natsu. "Luce! Oy!" Lucy jatuh terduduk diatas pasir yang lembab karena terjangan ombak. Natsu menghela nafasnya. Lucy melipat kakinya dan memeluknya, dia tak melihat kearah Natsu sedikitpun.

Natsu duduk disamping Lucy sambil melihat kearah laut. Hening..hanya suara ombak laut dan suara para burung pelican yang terdengar. Para kru dan yang lain tak terlihat karena mereka berjalan terlalu jauh melewati batas tempat syuting. Suara tangis Lucy samar-samar terdengar. "Kau, khawatir padanya , kan? Jika iya..bukan hanya kau yang merasakannya,..." bisik Natsu. "Kami semua juga meraasakan hal yang sama. Si pervert itu, tidak biasanya dia berhenti dari perkerjaan tanpa alasan."

Lucy mengangkat kepalanya. Matanya merah dan air mata masih mengalir. "Aku kenal dia. Dan dia pasti punya alasan sendiri. Kalau tidak, akan kuhajar dia!" Natsu tertawa kecil membayangkan dia memukul Gray. "Pasti menyanenangkan…" Tiba-tiba Lucy bersandar pada lengan Natsu yang membuat Natsu agak berlonjak kaget.

"Terimakasih…." Bisik Lucy pelan. Natsu menepuk kepala Lucy pelan lalu membiarkannya bersandar dipundaknya. "Hey, sebaiknya kita kembali. Aku yakin mereka sedang mencari kita." Tak ada jawaban dari Lucy. "Oy! Luce!" Tetapi tetap tak ada jawaban darinya. Natsu mengendus kesal karena merasa di cuekin. Natsu mlirik kearah pundaknya yang mulai terasa pegal dan mendapati Lucy yang tertidur disana. "Eh? O-Oy! L-lucee!" Natsu mencoba membangunkannya tetapi tak berhasil. "Yang benar saja…" Natsu melihat kearah Lucy yang tertidur lalu tertawa kecil. "Maaf, Lucy!" katanya sambil mengangkat Lucy bride style. 'Aku tak akan membiarkan mu menangis lagi..' bisik Natsu dalam hatinya.

Dari jauh Erza mengamati mereka. Dia menghela nafasnya. "Aku benci perkerjaan ini." Dia membuka ponselnya dan memotret foto Natsu yang menggendong Lucy. "Maaf...aku terpaksa..." bisik Erza sambil menundukan kepalanya.


Huah! 30 review...Yey! *girang* *plaak*

Arigatou atas reviewnya minna-san~

Ne...gimana menurut kalian? aneh ya? mohon komentarnyaa *bows*