I KEEP YOUR PROMISE !

Disclaimer : : Sungmin milik Kyuhyun, Eunhyuk milik Donghae, Super junior milik ELF. Nah.. kalau FF abal ini milik saya yang pasti ^^

Summary : Kyuhyun kembali setelah 7 tahun meninggalkan Sungmin. Kembali membawa cinta pada Sungmin, tapi sayang yeoja itu salah paham tantang kepergiannya.

Genre : Romance, Drama

Rate : T

Warning : Gs, Typo(s) everywhere, cerita pasaran

Pair : Kyumin and other..

.

.

.

"Selamat siang, apakah aku mengganggu?" Sungmin melangkah masuk keruang Kyuhyun sambil menenteng sebuah kotak bekal makan siang untuk Kyuhyun seperti kata Heechul.

"Selamat sia- Eonni?" Ryeowook menyudahi kegiatannya yang sedang memeriksa berkas-berkas sebelum diserahkan kepada Kyuhyun.

Sungmin tersenyum. "Annyeong Wookie-ah" Sungmin mengedarkan pandangannya mengitari seluruh ruang Kyuhun tapi ia tidak menemukan sosok kekasihnya itu. "Kyuhyun eodiseoyo?" tanya Sungmin sambil mendudukan dirinya di sofa.

"Dia sedang meeting. Sebentar lagi juga sudah selesai. Kau terlalu cepat datang Eonni" goda Ryeowook.

"Kau bicara apa Wookie-ah" Sungmin tersipu malu sangat imut. Ryeowook terkikik geli melihat raut wajah Sungmin. Apakah ia juga seperti itu ketika sedang merona pikirnya. Kemudian ia melanjutkan kegiatannya memeriksa berkas.

CEKLEK

Pintu besar itu terbuka. Sungmin tersenyum ketika sosok yang ia tunggu sudah tiba. Ia hendak menyapa sosok itu tapi urung ketika seorang yeoja ikut masuk.

"Kita berhasil Oppa" pekik yeoja itu.

Sosok itu –Kyuhyun tersenyum lebar pada yeoja di sampingnya. "Ini juga berkat dirimu Seohyun-ah. Tak ku sangka kau bisa diandalkan juga" Seohyun yeoja itu mengerucutkan bibirnya ketika Kyuhyun mengacak rambutnya.

"Issh.. Oppa kau meremehkanku" Seohyun menepis tangan Kyuhyun dan membenarkan kembali tatanan rambutnya. Kyuhyun belum menyadari seorang yeoja manis yang duduk di sofa dengan kotak bekal yang ia pegang tengah memandangnya dengan perasaan sedih, kecewa, marah, cemburu dan lainnya yang bercampur satu melihat Kyuhyun memperlakukan yeoja yang menyebutnya dengan Oppa.

Kyuhyun mendekati Ryeowook. "Noona kau sudah memeriksa berkas-berkas ini?" tanya Kyuhyun menunjuk map yang menumpuk di pinggir mejanya.

"Sudah" ujar Ryeowook singkat. Kyuhyun mengangkat satu alisnya heran melihat Ryeowook yang memandangnya curiga. "Kenapa kau memandangku seperti itu?" tanya Kyuhyun.

"Kenapa? Tidak boleh" jawab Ryeowook judes.

'Kenapa dengannya?' batin Kyuhyun.

"Ani, bukan begitu. Sudahlah" Kyuhyun melirik jam yang melingkar di tangannya. "Ini sudah waktunya makan siang. Kapan Sungmin sampai" ujarnya.

"Aku sudah disini dari tadi"

Kyuhyun tersenyum mendengar suara itu, ia langsung membalikkan badannya dan menemukan sosok yeoja tercantik dalam hidupnya. Kyuhyun mengerut dahinya heran melihat Sungmin yang sedang memandangnya dan Seohyun bergantian dengan tatapan membunuh seakan ingin mencekiknya.

.

.

.

Chapter 11

.

.

Kyuhyun tersenyum manis yang ia buat seeemaaanis mungkin untuk sang kekasih yang sejak kepergian Seohyun tetap mendeathglarenya. Sedangkan Ryeowook sudah di bawa pergi oleh Yesung yang mengajaknya makan siang. Jadilah tinggal Kyuhyun dan Sungmin di ruang kebesaran namja pucat itu.

"Chagi~" Kyuhyun mendudukan dirinya di meja sehingga ia berhadapan dengan Sungmin.

"Hmm.."

"Kau marah?"

"Kenapa aku harus marah"

"Ah ani ani" Great! Tebakanya benar. Sungmin marah pasti karena melihat ia sedang melakukan skinship dengan Seohyun tadi. Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada kotak bekal yang di pegang oleh Sungmin.

Ia mengambil kotak itu dari tangan Sungmin. "ini pasti makan siang untukku" Kyuhyun membuka kotak itu. "Wah! Pasti rasanya enak sekali. Apakah kau yang memasaknya?" tanya Kyuhyun dengan wajah berbinar.

"Ne" jawab Sungmin dengan wajah datar.

"Chagi~ suapi aku"

"Tidak mau"

"Kalau begitu aku tidak mau makan"

"Terserah"

"Sungminnie~"

"Kau makan sendiri atau aku pergi?" ujar Sungmin final.

Dengan wajah melas dan tertekuk Kyuhyun mengambil sumpit. Ia hendak memasukan daging ke dalam mulutnya tapi Sungmin lebih dulu mengusirnya.

"Minggir aku ingin nonton Tv" kata Sungmin sambil mengambil remote tv di atas meja.

Sekali lagi, Kyuhyun menurut apa kata Sungmin. Dengan wajah merengut ia beranjak dari atas meja dan pindah duduk di sofa samping Sungmin. Kyuhyun makan sambil sesekali merilik pada Sungmin. Benar-benar kasihan.

Sungmin menatap lurus pada acara tv yang sedang ia tonton sekarang dengan wajah datar tidak mengiraukan Kyuhyun yang sedang meratapi nasib makan siangnya yang mengenaskan.

Sudah terbayang makan siangnya akan sangat menyenangkan, dengan Sungmin menyuapinya sambil tersenyum manis. Bermanja dengannya, dan hal-hal manis lainnya. Tapi itu hanya tinggal angan-angan. Nyatanya sang kekasih mengacuhkannya dan lebih memilih menonton tv. Dan Kyuhyun hanya makan dalam diam.

"Sungminnnie dengarkan aku" Kyuhyun menggengam tangan Sungmin yang sedang membereskan kotak makan yang telah kosong tak berisi.

"Dengarkan apa? Langsung saja jangan bertele-tele" ucap Sungmin kesal.

"Oke. Aku tahu kau marah dan cemburu karena aku mengacak rambut Seohyun. Tapi aku berani bersumpah aku tidak ada hubungan apapun dengannya. Dia hanya hoobeku waktu di LA tidak lebih. Sungguh"

Sungmin mengangkat sebelah alisnya merasa tidak percaya dengan apa yang Kyuhyun ucapkan. "Benarkah?"

"Iya. Aku berkata jujur" ujar Kyuhyun. Entah sadar atau tidak yang pasti Kyuhyun mengatakan itu dengan mengeluarkan puppy eyesnya.

"Hmmmffff hahahahh..." Sungmin tidak bisa menahan tawanya. Sedari tadi ia banyak menyaksikan raut melas Kyuhyun. Sungmin tahu Kyuhyun bukan namja playboy yang langsung tertarik dengan seorang yeoja di hadapannya. Ia hanya ingin mempermainkan Kyuhyun sedikit. Ya Sungmin akui juga ia merasa sedikit cemburu, hanya sedikit. Karena Sungmin percaya pada Kyuhyun.

Bukankah suatu hubungan harus di bangun dengan saling percaya pada pasangan masing-masing.

"Kenapa kau tertawa?"

"Ya ampun aku puas sekali mengerjaimu Kyu. Ekspresi wajahmu itu sangat menggemaskan. Apa lagi ketika kau merengut. Aigoo tampannya pacarku" sambil mencubit pipi Kyuhyun gemas lalu menggesekkan hidungnya dengan hidung Kyuhyun.

"Jadi itu semua- "

"Eumm.. hanya sandiwara hahahah. Aku memang cemburu melihat kau memperlakukan hoobemu seperti itu, tapi hanya sedikit. Aku sangat percaya jika kau tidak akan pernah berpaling dariku"

"Percaya diri sekali" cibir Kyuhyun.

"Tentu"

"Mungkin saja suatu saat aku bisa berpaling darimu"

"Tidak bisa"

Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya. "Kenapa tidak bisa?"

"Karena kau mencintaiku"

CUP

Kyuhyun tertegun ketika Sungmin mengecup bibirnya. Bukan tidak suka, Kyuhyun sangat menyukai ketika dengan tiba-tiba Sungmin menciumnya. Ia juga membenarkan apa yang Sungmin bilang barusan jika ia memang mencintainya. Dan Kyuhyun tidak ada niatan untuk berpaling.

Wajah mereka sangat dekat. Kyuhyun tersenyum melihat wajah Sungmin yang memerah. Sungmin mendongak memandang wajah tampan Kyuhyun.

Kyuhyun merasa wajahnya memanas melihat Sungmin yang sedang memandangnya sambil menggigit bibir bawahnya. Oh god she is so sexy.

'Aku harus segera menikahinya. Dan setelah itu ia akan menjadi milikku selamanya' tekad Kyuhyun dalam hati.

Kyuhyun menangkup pipi Sungmin dengan dua tangannya. Kyuhyun memajukan wajahnya. Sedikit lagi bibir Kyuhyun akan bertemu dengan bibir Sungmin, Kyuhyun tersenyum terlebih dahulu pada Sungmin yang balas tersenyum padanya.

"Saranghae~" setelah mengucapkan itu. Tanpa mengulur waktu lagi, Kyuhyun menempelkan bibirnya dengan bibir Sungmin. Keduanya saling memejamkan mata menikmati manisnya bibir pasangan masing-masing. Saling menyesap dan saling berpagut tak ada yang mau mengalah di antara mereka. Benar-benar pasangan yang serasi.

.

.

.

SUNGMIN POV

Aku tersenyum senang dengan mata yang berkaca-kaca melihat nominal angka yang berada di layar monitor mesin mengambilam uang. Ini sudah satu bulan aku bekerja sebagai assisten. Aku tidak menyangka gajih pertamaku sebesar ini.

"Gaji pertamaku" lirihku.

Aku sungguh sangat menantikan ini dari dulu. Mendapat gaji pertama dan membelikan hadiah untuk orang-orang yang aku sayangi dari hasil keringatku sendiri. Oh benar! Hadiah.

aku langsung memasukkan uang yang telah aku ambil ke dalam tas. Setalah memastikan semua sudah beres dan tidak ada yang tertinggal aku kemudian pergi.

Setelah naik bus 20 menit aku sampai di sebuah supermarket. aku mulai masuk ke supermarket itu. aku terus berjalan sambil berpikir kira-kira hadiah apa yang akan aku berikan kepada keluargaku.

2 jam sudah aku memutari seluruh supermarket. Aku tersenyum lebar ketika aku sudah membeli beberapa hadiah. Aku keluar dari supermarket kemudian pergi ke halte bis terdekat.

.

Aku sedikit berlari memasuki pekarangan rumahku dengan tas belanja yang aku tengteng. Membuka pintu dan langsung berteriak memanggil adik dan kedua orang tuaku.

"APPA, UMMA, SUNGJIN" teriakku.

Aku melihat Appa, Umma yang berada di ruang tengah sedang menonton tv terlonjak kaget karena teriakanku langsung menatapku heran. Aku langsung mendudukan pantat bohaiku disofa antara Appa dan Umma.

"Aigoo. Yah! Bertingkahlah lebih kalem. Kau kan perempuan" nasihat Umma. Aku tidak mendengarnya.

Appa mengusap rambutku sayang. "Kau senang sekali. Ingin berbagi dengan Appa gagahmu ini?" ujar Appa menaik turunkan kedua alisnya yang membuatku terkikik geli.

"Sungjin mana? SUNGJINNN" teriakku.

"Apa? Jangan teriak seperti itu ini rumah bukan hutan" kata Sungjin. Aku langsung menoleh ke padanya yang sedang menuruni anak tangga.

Aku bangun, berlari menghampiri Sungjin dan langsung menyeretnya. Mendudukannya di antara Umma dan Appa. Mereka saling berpandangan heran.

"Sebenarnya ada apa?" tanya Sungjin.

Aku tidak menjawab. Aku langsung mengambil tas belanja yang di letakkan di bawah. Aku duduk di atas meja sehingga berhadapan dengan mereka. Aku mulai mengeluarkan satu barang yang sudah terbungkus kado. Aku memberikan kado itu pada Umma.

Aku mengeluarkan kado kedua dan memberikannya pada Appa. Terakhir aku mengeluarkan kado berukuran kotak kecil dan menyerahkannya pada Sungjin. Mereka semua menatapku heran.

"Bukalah.." ujarku sambil tersenyum.

Mereka langsung membuka kado masing-masing. "Kemeja.." Ayah berhasil membuka kado lebih dulu. Ia membeberkan kemeja berwarna biru itu. "Pas tidak dengan ukuran badan Appa?" tanyaku. Appa langsung memakai kemeja itu. Dan ternyata kebesaran sedikit.

"Kebesaran sedikit tapi tidak apa-apa. Terimakasih putri Appa yang cantik" Appa tersenyum kemudian mengacak lembut rambutku.

Aku menatap Sungjin yang sedang memandang benda yang berada di kotak itu. "Kenapa?" tanyaku ketika melihat Sungjin hanya menatap hadiahku tanpa berniat memakainya.

"Jam tangan" ucapnya.

"Anak kecil juga tahu itu jam tangan Sungjin. Kau suka tidak" aku mengigit bibir bawahku. Kenapa bocah itu tidak menjawab pertanyaanku. Apa memang dia tidak suka dengan jam tangan itu.

"Sungjin.." ia melihatku. Menghembuskan nafasnya kemudian langsung memakai jam tangan itu. Aku tersenyum lebar. Aku mengalihkan pandanganku pada Umma.

"Umma.." panggilku.

Umma memandangku. Tiba-tiba ia menjitak kepalaku. "Aaawww..." Aku meringis sakit dan mengusap kepalaku. "Kenapa Umma menjitak kepalaku?"

"Kenapa kau membeli daster ini eoh?"

Aku tersenyum. "Hari ini aku gajian. Gaji pertamaku" ujarku bergetar. Aku benar-benar ingin menangis sekarang. Aku baru bisa memberi hadiah dari jerit payahku. Ya tuhan aku sangat bahagia, terimakasih.

Umma melihatku dengan mata bekaca-kaca. "Kenapa kau menghamburkan uang eoh? Bukannya di tabung saja. Bodoh" kata Umma.

"Itu bukan barang mahal kok"

"Tapi tetap saja. Aku mau kekamar" setelah bicara seperti itu Umma beranjak pergi masuk kekamarnya.

"Ehem.." Sungjin berdehem. Ia berdiri, sedikit merapihkan bajunya.

Aku menatapnya. "Kau mau kemana?" tanyaku.

Sungjin memandangku. "Ya kembali kekamarku" ujar Sungjin. Ia melangkah meninggalkanku dan Appa. Aku mendengar deheman Sungjin lagi. Aku menoleh kearah Sungjin yang akan menaiki tangga.

"Ehem.. Noona. Terima kasih aku suka hadiah yang kau berikan" Ujar Sungjin tanpa membalikan tubuhnya. "Aishh! Tugasku menumpuk" tambahnya lagi. Dan Sungjin langsung melesat pergi.

Aku tersenyum melihat tingkah Sungjin yang terkesan ogah-ogahan. "Dasar anak itu. Gengsinya tinggi sekali" ujar Appa.

Aku melirik jam tanganku. "Appa~ aku haru pergi. Aku sudah janjian dengan Kyuhyun dan yang lainnya untuk bertemu dan makan siang bersama"

Appa tersenyum. "Pergilah.. apa mengerti. Sana"

Aku mengerucutkan bibirku. "Appa mengusur putrimu sendiri eoh" ujarku pura-pura kesal. Appa hanya mengendikan bahunya.

Appa mengantarku sampai halte bus dengan masih memakai kemeja yang aku berikan. "Appa~ sampaikan salamku pada Umma ne. Aku rasa dia marah padaku" ujarku ketika melihat bus yang akan aku tumpangi sudah tiba.

"Ummamu tidak marah, percaya pada Appa"

"Aku percaya pada Appa. Aku pergi dulu, Appa saranghae" Aku memeluk Appa. "Nado saranghae" ujar Appa.

Appa melepas pelukannya dan menyuruhku untuk segera masuk bus. Aku mengangguk dan langsung masuk kedalam bus dan melambaikan tangan pada Appa.

SUNGMIN POV END

.

.

.

Sungmin memasuki sebuah cafe dengan tergopoh-gopoh. Ia behenti di meja yang sudah di tempati 4 orang, 2 namja dan 2 yeoja dengan nafas yang tersengal. Sungmin langsung mendudukan dirinya di samping namja yang dengan sigap mengeluarkan sapu tangan dari sakunya dan mengelap keringat Sungmin. Sungmin sempat bertanya-tanya. Sejak kapan kekasihnya itu selalu membawa sapu tangan kemana-mana? Benar-benar bukan gaya seorang Cho Kyuhyun.

Sungmin menenggak air yang Kyuhyun sodorkan padanya dengan rakus. "Pelan-pelan tidak ada yang akan minta kok" ujar Kyuhyun.

"Haha! Segarnya..." Sungmin mengelap sudut bibirnya.

Donghae mengacungkan tanganya memanggil pelayan. Kyumin, HaeHyuk dan Ryeowook mulai memesan makanan. "Eonni dari mana saja?" tanya Ryeowook seperninggalan pelayan yang mencatat pesanan mereka.

"Aku sudah berkunjung kerumah orang tuaku dulu" jelas Sungmin.

"Itu apa?" tunjuk Eunhyuk pada tas belanja yang Sungmin bawa.

Sungmin mengambil tas belanja miliknya. "Aku mempunyai sesuatu untuk kalian"

"Jongmal? Apa! Apa! Apa" ujar Donghae antusias. Kyuhyun memutar bola matanya malas.

Sungmin mengambil dua kotak kecil yang sudah terbungkus kado pada Eunhyuk dan Ryeowook. Kedua yeoja itu langsung membuka hadiah mereka. Eunhyuk dan Ryeowook langsung menatap Sungmin yang tersenyum pada mereka berdua. Sungmin mengerti tatapan kedua sahabatnya itu. Kemudian ia mengacungkan ponsel yang sudah di hiasi dengan gantungan bertulis..

"Friendship never end" ujar Sungmin tersenyum lebar.

"Memang kau tahu artinya?" celetuk Kyuhyun. Sungmin langsung menyikut perut kekasihnya itu. "Aku tidak bodoh Kyu~" ujar Sungmin sambil mempoutkan bibirnya.

Eunhyuk dan Ryeowook tersenyum mereka langsung memakaikan gantungan Hp itu pada ponsel masing-masing. Gantungan itu sudah Sungmin pesan jauh-jauh hari.

"Hae-ah fotokan kami bertiga ne" ujar Eunhyuk pada Donghae. Donghae sudah siap dengan kamera ponselnya. Sungmin, Eunhyuk dan Ryeowook mendekat satu sama lain. Tersenyum lebar sambil memeperlihatkan gantungan ponsel mereka yang bertuliskan 'Frienship never end'

"Hana, dul, sit.." Donghae memberi aba-aba. Kyuhyun tersenyum melihat tingkah Sungmin yang berpose super imut.

"Sekali lagi" ujar Ryeowook. Ketiga yeoja itu pun berganti gaya dengan masih memperlihatkan gantuangan ponsel mereka.

"Hana, dul, sit.."

Eunhyuk langsung merampas ponsel Donghae dan melihat hasil bidikan kekasihnya itu. Sungmin, Eunhyuk dan Ryeowook berceloteh ria mengomentari hasil foto mereka membuat telinga Kyuhyun dan Donghae sakit. Dasar perempuan batin KyuHae.

Obrolan ketiga yeoja itu terhenti ketika seorang pelayan mengantar pesanan mereka. Sungmin mengambil sebuah kotak dan menyodorkan pada kekasihnya itu. Kyuhyun berhenti memasukan makanannya beralih memandang Sungmin.

"Untukmu.." ujar Sungmin tersenyum manis.

Kyuhyun membuka kotak itu. Kyuhyun memandang Sungmin yang menatapnya. Ia tersenyum. "Terima kasih nae sarang. Sekarang pakaikan" kata Kyuhyun sambil menyodorkan kembali kotak itu yang berisi dasi berwarna biru muda kesukaan Kyuhyun.

Sungmin membuka dasi yang Kyuhyun pakai sebelumnya. Kyuhyun hanya memakai kemeja putih tanpa memakai jas. Kyuhyun terus mamandang Sungmin yang sedang memakaikannya dasi baru dengan tatapan mesumnya. Sungmin tahu Kyuhyun memandangnya seperti apa, yeoja itu memilih pura-pura tidak menyadarinya saja.

"Selesai.." teriak Sungmin senang. Ia merapikan dasi dan kerah kemeja Kyuhyun.

"Kau keren Kyuhyun-ah" takjub Ryeowook.

"Terima kasih Wookie Noona. Memakai apa saja aku memang selalu keren hahah" kata Kyuhyun percaya diri sambil membenarkan poninya.

"Narsis" Eunhyuk. Kyuhyun mengendikan bahunya tidak peduli.

Sungmin mengambil 2 kado. Satu kado ia berikan pada Ryeowook. "Igo tolong berikan pada Yesung Oppa ne" Ryeowook menganguk.

"Ini untukmu bukalah" Donghae berbinar ketika Sungmin menyodorkan sebuah kado padanya. Ia langsung membuka kado itu.

Senyum Donghae pudar digantikan dengan tatapan tidak percaya ketika melihat kado apa yang Sungmin berikan padanya. "Noona~" panggil Donghae pada Sungmin.

Sungmin tersenyum pada Donghae yang menatapnya tidak berkedip benar lucu pikir Sungmin. "Hmmm..."

Donghae menujuk kado dari Sungmin. "Ini..." lirih Donghae.

"Iya. Hadiah untukmu. maeume deureo (kau suka)?"

"INI MAKANAN IKAN NOONAA" teriak Donghae tidak terima.

"BWAHAAAHAHHAHHH..." Kyuhyun, Sungmin, Eunhyuk dan Ryeowook tidak tahan untuk tidak tertawa melihat tampang bodoh Donghae. Mereka sampai memegang perut masing-masing. Donghae mendengus kesal bukan main. Lihatlah bahkan yeojachingunya juga menertawakannya. Uhh! Malangnya nasibku ratap Donghae.

Sungmin berusaha mengentikan tawanya. "Mianhae mianhae. Itu hadiah untuk ikan periharaanmu. Cha ini hadiah untukmu" Sungmin menyodorkan satu kotak pada Donghae yang menatap waspada. "Jangan khawatir. Itu hadiah seseungguhnya. Sungguh" Sungmin mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah hingga berbentuk V.

Donghae langsung tersenyum lebar. Sebuah kacamata hitam yang Sungmin berikan padanya kemudian Donghae langsung memakainya. "Hahah gomawo Noona.. Kyuhyun-ah look at me" Kyuhyun yang sedang minum terpaksa melihat Donghae sambil mengangkat satu alisnya.

"Tidak kah aku terlihat seperti Leonardo de Caprio?" Donghae menaik turunkan kedua alisnya.

BYURRR

"BWHAHAHAHAAAA... aigoo.. perutku. Bunny Chagi perutku sakit HAHAHH" Kyuhyun kembali tertawa terbahak-bahak. Sungmin, Eunhyuk dan Ryeowook kembali tertawa hingga sebagian pelanggan yang lainnya melihat ke arah mereka.

Eunhyuk mengelap wajah Donghae yang terkena semburan Kyuhyun dengan sapu tangan sedangkan Donghae mendengus sebal, ia membuka kacamatanya mengambil tisu lalu mengelap kaca mata pemberian Sungmin yang terkena cipratan air.

Merasa sudah bersih Donghae kembali memakai kacamata itu. "Baiklah! Baiklah! mungkin Leonardo de Caprio terlalu 'WAH'. Yah! Sebelas dua belas dengan David Beckham mungkin"celetuk Donghae.

"Berarti aku Victoria Beckham dong" timpal Eunhyuk.

Kyuhyun maupun Sungmin tidak bisa berhentti tertawa. "Aigoo perutku. Yah Hyung berhentilah membual" ujar Kyuhyun.

Ryeowook hanya geleng-gelang melihat tingkah sahabat-sahabatnya itu. Sepanjang sore itu mereka habiskan dengan tertawa. Ah benar masa muda yang menyenangkan.

.

.

.

Heechul tersenyum melihat penampilannya hari ini. Begitu cantik, anggun dan mengagumkan. Ia mengelus benda yang terpasang di dada atas kirinya. Sebuah bros pemberian sang menantu. Bros mawar berwarna biru itu tampak cocok untuknya.

"Omuna jam berapa sekarang" Heechul merilik jam tangannya 7.20. "Aku harus cepat. Waktunya sarapan" Heechul melangkah keluar kamar menuju ruang makan.

Heechul berkacak pinggang ketika tidak mendapati putra dan 'menantunya' belum menampakkan diri. Hanya Yesung, Donghae dan Ryeowook yang berada di ruang makan. Selalu seperti ini, setiap hari. entah apa yang sebenarnya mereka lakukan.

"KYUHYUNNN, SUNGMINNN CEPAT KEMARI. APA YANG SEBENARNYA YANG KALIAN LAKUKAN EOH?" teriak Heechul dari lantai satu.

Yesung, Ryeowook dan Donghae reflek menutup telinga mereka ketika nyanyian merdu sang Cinderella berkumandang. Saking merdunya, seisi rumah sampai gerbang depan dapat mendengar nyanyian rutin tiap pagi itu.

Tak berapa lama terdengar langkah kaki yang menuruni tangga. "Mana Kyuhyun?" tanya Heechul pada sosok yang baru saja tiba di ruang makan.

Sungmin mengerutkan dahi. "Bukankah tadi dia lebih dulu kemari?" Sungmin balik bertanya.

"Aku disini" teriak namja berkulit pucat itu yang baru menuruni tangga. Kyuhyun menghampiri Heechul, mencium pipi sang Umma dan duduk di tempatnya bersiap untuk sarapan pagi.

.

Beberapa menit sebelumnya

Sungmin dengan telaten memakaikan dasi biru pemberianya, yang dipadu dengan kemeja biru pula. Tubuh Kyuhyun menjulang tinggi hingga ia harus sedikit membungkukkan badannya agar sang kekasih lebih leluasa memakaikannya dasi.

"Berhentilah tersenyum seperti itu" dengus Sungmin. Sungmin memutari Kyuhyun sehingga ia berada di belakang Kyuhyun. Ia merapikan sedikit tatanan rambut belakang kekasihnya itu.

"Kenapa" Kyuhyun menoleh pada Sungmin yang sekarang berada di sampingnya.

Sungmin beralih merapikan rambut depan Kyuhyun. "Wajahmu itu sudah mesum, tersenyum seperti itu tambah membuatmu terlihat mesum. Dan pertanyaan bodohmu membuat kau terlihat begitu sangat mesum" jelas Sungmin penuh penekanan.

Kyuhyun terkekeh. "Aku hanya mesum padamu" Kyuhyun mengecup hidung mancung Sungmin membuat sang empu bersemu merah.

"Ckck. Susah bicara denganmu" Sungmin mendorong tubuh Kyuhyun agar menjauh darinya.

"Sungminnie kau melayaniku setiap hari. Membangunkanku, menyiapkan keperluanku, mengingatkanku untuk tidak telat makan, selalu menghawatirkanku, dan kau begitu mencintaiku"

HUP

Sungmin membekap mulut Kyuhyun. "Ini masih pagi jangan menggombal" Kyuhyun melepas tangan yang membekap mulutnya. dengan tiba-tiba Kyuhyun merangkul pinggang Sungmin membawa tubuh sang kekasih agar mendekat kearahnya.

"Menikahlah denganku" ujarnya.

Sungmin menganga tidak percaya. "Kau sedang melamarku?"

Kyuhyun mengecup kening Sungmin. "Bisa di bilang begitu" ujarnya santai.

"Aku tidak mau. Kau tidak romantis" tolak Sungmin. Wajahnya sudah cemberut. Apa maksud Kyuhyun dengan ucapannya itu.

"Beginilah aku" ujar Kyuhyun. Ia menyelipkan rambut Sungmin ke belakang telinga. "Lalu aku harus jawab apa?" tanya Sungmin menatap Kyuhyun.

Kyuhyun mengusap pipi Sungmin dengan ibu jarinya. "Cukup katakan YA"

"KYUHYUNNN, SUNGMINNN CEPAT KEMARI. APA YANG SEBENARNYA YANG KALIAN LAKUKAN EOH?"

"Cepatlah! Cinderella sudah memanggil kita" ujar Kyuhyun menuntut jawaban Sungmin atas lamaranya.

Sungguh Sungmin sangat bingung akan situasi ini. Sebentar! berikan ia sedikit waktu untuk menyesuaikan keadaan ini. Benarkah Kyuhyun melamarnya sekarang. Seperti ini.

Sungmin tersadar dari lamunannya ketika Kyuhyun menggengam tangan kirinya. Wajah kekasihnya bertambah tampan ketika Kyuhyun tersenyum manis penuh arti padanya.

SREEET

Tanpa hambatan apapun Kyuhyun dengan lancar melilitkan pita berwarna pink pada jari manis Sungmin. Sungmin di buat kaget karena tingkahnya itu.

"Sekarang kita sudah bertunangan" ujar Kyuhyun final.

"Ya! Mana bisa seperti begitu" teriak Sungmin tidak terima. Ia merasa di permainkan sekarang.

Cup

Kyuhyun melesat pergi setelah mencium bibir plum milik Sungmin. "Tsk. Dasar Kyuhyun bodoh. Aku sudah deg-degan karena 'Lamaran'mu?" Sungmin mengangkat tangan kirinya. Sungmin tersenyum melihat pada jari manisnya yang telah terlilit pita pink. Kemudian beranjak keluar kamar.

Entah terlalu bersemangat atau terburu-buru karena sudah mendengar Heechul memanggilnya hingga Sungmin tidak menyadari jika sang kekasih yang bersembunyi di balik pintu. Kyuhyun menatap punggung Sungmin yang menuruti tangga. Dengan tatapan yang sulit diartikan.

.

.

.

Seorang pria paruh baya itu tengah serius berbincang lewat pesawat telpon dengan entah siapa. Sesekali tawa mengiringi pembicaraan jarak jauh itu.

"Shindong-ah bantuan yang kau janjikan dulu. Bisakah ku menggunakannya sekarang?" ujar Siwon –pria paruh baya itu.

"Hahah.. apakah kau sudah memikirkannya dengan matang kawanku?"

"Ne! Bisakah?" tanyanya memastikan.

"Na Shin Dong Hae tidak pernah ingkar janji. Akan ku suruh kaki tanganku untuk menemuimu. Katakan saja jangan sungkan. Aku sudah berhutang budi padamu"

Terpatri sebuah seringai dari wajah yang mulai mengeriput itu. "Terima kasih kawan" setelah mengatakan itu panggilan itu pun terputus.

Pria itu duduk di kursi putar sederhananya. Memutar kursi itu mengadap jendela. Dari tempatnya sekarang, ia bisa melihat bagaimana hiruk pikuk dunia malam Kota Seoul. Pikirannya jauh menerawang kembali kehidupan yang ia jalani di balik jeruji besi. Dalam mimpi pun ia tidak pernah terpikir jika ia akan merasakan bagaimana kehidupan disana.

SIWON POV

Akhirnya setelah 14 tahun aku mendekam dipenjara dengan keadaan terpuruk sekarang aku sudah bebas. Aku bersumpah akan membalas semua perbuatan yang telah kau lakukan padaku hingga aku kehilangan Kibum, Cho.

Sekarang aku tinggal di flat yang kecil. Hanya ada satu ruangan dan satu kamar mandi. Ironis sekali. Dulu aku seorang yang terpandang, mempunyai istri yang anggun, perusahaan dan rumah mewah, bahkan kamar mandiku lebih luas dari flat ini.

Hanya satu nama yang bisa aku jadikan batu loncatan untuk memebalas dendamku.

Shin Dong Hae.

Shin Dong Hae seorang bandar narkoba nomor satu buronan kepolisian Seoul. Aku mengenalnya dua tahun terakhir. Sebuah keberuntunganku bisa mengenalnya. Dia tidak bisa berkelahi walaupun memiliki tubuh yang tambun. ia bisa menjadi buronan karena dia otak dari semua penyelundupan dan penyaluran narkoba. Dan kebetulan ketika itu aku tak sengaja melihatnya yang sedang di pukuli oleh beberapa orang. Aku menolongnya, sejak kejadian itu kami menjadi teman. Entah apa yang telah ia lakukan, masa hukuman yang seharusnya 30 tahun penjara ia hanya perlu menjalaninya 1 tahun hebat bukan.

Ketika aku keluar dari balik jeruji. Shindong mengutus anak buahnya untuk menjemputku dan membawaku untuk bertemu dengannya. Shindong menawariku untuk tinggal dan ikut membantu menjalankan 'Bisnis'nya tapi aku menolak. Tujuanku hanya satu, menghancurkan Cho Hangeng dan keluarganya.

Setelah itu aku tidak peduli lagi bagaimana aku menjalani hidup. Orang yang kucintai sudah tidak ada, mungkin aku akan menyusulnya.

Disaat itu bisakah aku bertemu kembali dengamu Kibum-ah.

SIWON POV END

.

.

.

KYUHYUN POV

TOK TOK TOK

CEKLEK

Aku menoleh pada pintu yang terbuka. Menghembuskan nafas bosan ketika melihat siapa yang sekarang masuk keruang kerjaku.

"Hallo sepupu~" sapa Yesung Hyung.

Aku hanya melirik Yesung sekilas kemudian kembali berkutat dengan laptopku. Yesung Hyung mengendikkan bahunya, ia melangkah mendekati Wookie Noona yang sedang membereskan meja kerjaku.

Hari sudah petang. Biasanya jam seperti ini aku dan Wookie Noona sudah berada di rumah. Karena ada sedikit masalah, aku terpaksa bekerja lembur.

"Kyuhyun-ah pekerjaanmu sudah selesai bukan" tanya Yesung Hyung yang tidak mengalihkan pandangannya dari Wookie Noona. Sedangkan yang ditatap hanya bisa menundukan kepala malu. Bisa kulihat Yesung Hyung semakin gemas melihatnya.

"Kalau Noona akan pergi kencan silahkan. Pekerjaanku sedikit lagi jadi tidak masalah" ujarku datar.

Wookie Noona berbinar mendengarnya. "Jongmal? Kau tidak marah?" tanyanya memastikan.

Aku mencebik. "Untuk apa? Noona jangan geer. Aku sudah punya Sungmin. Jadi maaf aku tidak bisa mencintaimu"

Wookie Noona geleng kepala mendengar ucapanku. "Tidak nyambung. Aku bertanya kemana, jawabnya kemana"

"Sudahlah jangan pedulikan dia" cibir Yesung Hyung,

Yesung Hyung mengambil tas Wookie Noona yang berada di sofa kemudian menyeret kekasihnya itu untuk segera pergi. Yesung Hyung menghentikan langkahnya ketika ia sudah membuka pintu. Dokter muda itu menghampiriku yang masih fokus pada laporanku.

Aku menghentikan pekerjaanku dan beralih menatap Yesung Hyung yang berada disampingku. "Ada apa lagi?" tanyaku kesal karena pekerjaanku tergangu oleh adanya Yesung Hyung.

Yesung Hyung tersenyum padaku. "Aku pergi duluan ne"

"Husss...pergi" usirku serasa mengusir kucing lalu kembali pada pekerjaanku. Yesung Hyung mendengus.

CUP

"AAAISHHH... YESUNG MENJIJIKAN" teriakku. Iuuhh! Menjijikan. Aku mengusap pipi kananku yang di cium oleh Yesung Hyung. Sedangkan sang 'tersangka' sudah melarikan diri dengan kekasihnya.

"Isshh! Sial kenapa orang seperti itu yang menjadi sepupuku" jeritku frustasi.

Setelah seperempat menit kemudian pekerjaanku sudah selesai. Akhirnya!

Aku merebahkan tubuhku sedikit meregangkan otot-otot yang tegang. Aku melihat pada pigura yang terpasang foto seorang yeoja yang sudah jangan di tanya betapa aku sangat mencintainya. Ah! Aku merindukannya. Lebih baik aku menghubunginya.

Aku mengambil ponsel dan menekan dial speed nomer 1. Tak berapa lama panggilan tersambung.

"Yeoboseo"

Aku tersenyum mendengar suara dari sebrang sana. "Bogoshipo~"

"Nado"

"Neo eodiga?" tanyaku.

Aku menggapit ponselku dengan bahu sedangkan kedua tanganku ku gunakan untuk memasukan dokument yang akan ku bawa pulang kedalam tas. "Aku sedang berada di cafe langganan Chullie Ahjumma tidak jauh dari perusahaan. Kami akan makan malam disini. Kau sudah makan?"

"Ajik (belum). Aku masih di kantor. Ada beberapa masalah yang harus ku selesaikan" aku kembali menggengam ponsel. Menenteng tas kerja dan berjalan keluar ruangan.

"Sekarang masih sibuk?"

"Sudah selesai. Aku akan kesana" aku masuk kedalam lift dan menekan tombol yang akan membawaku kebawah.

"Bersama Wookie?"

"Ani. Kepala besar menjemputnya mereka akan berkencan"

"Oh! Cepatlah kemari kita makan bersama"

"Eum. Tunggu aku"

"Ne. Hati-hati"

PLIP

Sambungan terputus bersamaan dengan itu pintu lift terbuka. Aku segera melangkah menuju mobilku.

KYUHYUN POV END

.

.

.

"Kyunie yang menelpon?" tanya Heechul ketika melihat Sungmin yang tersenyum sendiri setelah menerima telpon. Heechul sangat percaya diri jika yang menelpon Sungmin adalah Kyuhyun.

Sungmin memasukan ponsel kedalam saku celananya. "Ne. Kyuhyun bilang dia akan kemari sebentar lagi" jelas Sungmin.

Heechul mengangkat tangannya memanggil pelayan. "Dia belum pulang?" tanyanya.

Seorang pelayan menghampiri Heechul dan Sungmin dan menyerahkan buku menu pada dua yeoja beda usia itu. "Ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan jadi Kyuhyun lembur" ujar Sungmin.

Heechul dan Sungmin menunjuk nama makanan yang akan mereka pesan tidak lupa makanan untuk Kyuhyun yang belum datang. "Tidak biasanya dia serajin itu" cibir Heechul.

Sungmin tersenyum mendengar ucapan Heechul. "Ahjumma aku izin kekamar mandi sebentar ya" Heechul menganguk. Sungmin berdiri dan langsung melesat menuju kamar mandi setelah mendapat izin. Ia sudah tidak tahan ingin mengeluarkan air kotor dalam tubuhnya.

Sambil menunggu pesanan dan Sungmin, Heechul membuka majalah fasionnya sekedar untuk mehilangkan rasa bosan.

Tiba-tiba 2 orang namja berjas hitam datang menghampiri Heechul. Yeoja paruh baya itu mendongak melihat siapa yang berada di hadapannya.

"Nuguya?" tanya Heechul.

Salah satu dari namja itu menyerahkan selembar foto pada Heechul. Rasa takut seketika terlihat jelas di wajah Heechul ketika melihat gambar pada foto tersebut.

"Kami mendapat perintah untuk membawa anda bertemu dengan Tuan Choi" ujar salah satu namja. "Mari ikut kami" namja itu mengintruksikan agar Heechul mengikuti mereka.

Heechul menggengam tasnya erat. ia benar takut sekarang, melengok ke samping kanannya tepat pada papan yang bertulis 'TOILET' dimana Sungmin sekarang berada. Heechul berdiri ia hendak melangkah menyusul Sungmin tapi lengannya di tahan oleh salah satu namja berjas hitam itu.

"Kami sudah meminta anda secara baik-baik Nyonya. Apakah kami harus memakai cara yang sedikit kasar?" ucap namja itu.

Heechul meronta berusaha melepas genggaman namja asing itu pada lengannya. Ia melihat sekeliling untuk meminta bantuan tapi nihil. Bagaimana akan menolongnya, hanya ada 10 orang di cafe itu, 1 kasir, 2 pelayan namja, 2 juru masak dan 5 konsumen termasuk ia dan Sungmin. Ini jam 6.25, jadi cafe ini masih sepi pengunjung.

"Lepaskan Aku" teriak Heechul. Ia memukul namja berjas itu dengan tasnya. Tapi apa yang ia lakukan sia-sia. Namja itu menyeret Heechul untuk keluar cafe di ikuti oleh temannya tidak menghiraukan Heechul yang berteriak untuk dilepaskan.

GREEP

"Apa yang kau lakukan Ahjusshi? Lepaskan tanganmu itu. Kau menyakiti ibuku" Sungmin memegang tangan namja berjas yang menggengam tangan Heechul. Ia kaget ketika keluar dari kamar mandi ia melihat Heechul yang diseret untuk mengikuti kedua namja yang tidak di kenal.

Namja berjas hitam satunya melihat Sungmin dari atas kebawah menilai lebih tepatnya. "Kami tidak ada urusan denganmu Nona. Urusan kami hanya dengan Nyonya ini" ujar namja itu.

"Aku tidak peduli lepaskan" Sungmin melepas genggaman namja itu. Tapi namja satu lagi sigap mencekal kembali tangan Heechul. "Aku bilang lepas" geram Sungmin.

BUGHH

Namja yang mencekal tangan Heechul meringis sambil mengusap sudut bibirnya yang sobek akibat pukulan Sungmin. Heechul menggengam lengan Sungmin erat. Semua pelanggan langsung berhambur keluar bersamaan dengan itu, masuk 3 namja komplotan kedua namja yang berada di cafe.

Seorang pelayan hendak akan menelpon polisi tapi sebelum itu ia sudah mendapat hadiah pukulan dari salah satu dari ke 5 namja itu.

Sungmin melepas genggaman Heechul pada lengannya. Berbisik agar Heechul mundur. "Kami sudah memperingatkanmu Nona. Jadi jangan menyesal" ujar namja yang bibirnya sobek.

Dengan dagunya, namja itu menginstruksikan temannya untuk menghajar Sungmin. Tanpa babibu lagi keempat namja itu menyerang Sungmin.

Sungmin tampak kewalahan menghadapi keempat namja itu, karena mereka terlihat menguasai ilmu bela diri seperti dirinya. Beberapa pukulan Sungmin berikan pada keempat namja itu. Sedangkan satu orang lagi masih berusaha membawa Heechul paksa.

Sungmin benar-benar tidak bisa fokus. Pikirannya terbagi dengan Heechul. Sungmin memukul namja yang menyeret Heechul. Ia mengeratkan genggamannya pada tangan Heechul. Sungmin menghindar ketika salah satu namja itu berusaha memukulnya.

Sungmin hanya punya satu tangan dan kaki untuk melawan. Sungmin terlalu focus pada keempat namja yang berusaha menumbangkannya. Tanpa menyadari satu orang lagi, yang menghampirinya dengan mengangat kursi kayu. Heechul menyadari satu orang itu, ia pun berteriak.

"SUNGMIN-AH"

Sungmin yang mendengar Heechul berteriak reflek menoleh pada objek yang Heechul lihat di belakangnya. Itu benar-benar sangat cepat, Sungmin tidak tahu apa yang terjadi.

BRAAKKKKK

.

.

.

TBC

Uwahahah... kenapa jadi adegan laga seperti ini? Aku juga tidak tahu... Eum! aku sudah berusaha untuk cepet update tapi yah.. telat juga akhirnya. Mianhae...

Oh ya ada yang tahu kenapa FFn ga bisa di buka dari hp. Susah banget ada yang bernasib sama kah?

Seperti biasa MENERIMA KRITIK DAN SARAN YANG MEMBANGUN ...

See you next chapter aja ^^

SARANGHAE