Please, Look At Me!
Author : BunnyJungie12
Cast : VKook, MinYoon, NamJin, Hoseok dll.
Genre : Hurt, Family, Friendship
Summary : Aku mohon lihat aku hyung –Jeon Jungkook . . . Jangan pernah berharap aku akan mencintaimu –Kim Taehyung
.
.
.
.
Happy Reading
.
.
.
.
Preview
.
.
'Sembilan hari lagi yah? Apakah harus seperti ini? bahkan aku tidak pernah menganggap serius ucapanmu saat itu, tapi sepertinya kau serius tentang itu. Aku mencintaimu sungguh!' ungkapku dalam hati seraya menatap Jungkook yang tengah terlelap.
"Aku tidak bisa melepasmu Kookie-ah! Tapi aku takut kau tersakiti jika aku memaksamu tetap berada di sisiku." ujarku lirih. Aku mengusap lembut pipi tembam milik Jungkook kemudian mengecup keningnya cukup lama sebelum akhirnya aku kembali menatap wajahnya dalam.
"Kau harus tahu ... aku ... juga mencintaimu Jeon Jungkook." Laanjutku lalu kembali memejamkan mata untuk menyusul Jungkook ke dunia mimpi.
.
.
.
Part 11
.
.
Author POV
.
.
Hari pertama
"Selamat pagi sayang" sapa Taehyung saat pria manis dalam dekapannya mulai membuka mata.
"Uhh.. pagi juga hyungie" balas Jungkook seraya mengerjabkan kedua matanya yang masih mengantuk.
Taehyung menatap gemas pada Jungkook yang membalas sapaannya dengan mata yang menahan kantuk, ia terkekeh kecil lalu mengeratkan pelukannya pada pemuda manis itu meskipun tangannya terasa kebas tapi ia membiarkannya dan lebih memilih mendekap erat si manis. Sedangkan Jungkook sendiri memilih membenamkan wajahnya pada dada telanjang Taehyung, pemuda manis itu kembali memejamkan matanya sembari menghirup aroma tubuh sang suami yang pasti akan sangat ia rindukan.
"Tidurlah lagi aku tahu kau lelah." ujar Taehyung pada Jungkook. Pria yang di ajak bicara hanya bergumam menyetujui sebelum ia sadar akan sesuatu.
"YA HYUNG! aku terlambat kuliah! AKH!" seru Jungkook heboh yang berakhir menjerit karena bagian bawahnya yang berdenyut perih.
"Hyung... Appo!" ucapnya pada Taehyung dengan bibir yang dimajukan ke depan dan mata yang berkaca-kaca menatap Taehyung, bukannya membuat Taehyung merasa kasihan justru membuat si pelaku mendesis gemas dibuatnya.
"Aigoo, maafkan hyung jika semalam hyung menyakitimu hem?" tanya Taehyung pada Jungkook seraya menarik pria manis itu ke atas pangkuannya.
Jungkook tersenyum kecil menatap raut wajah Taehyung yang terlihat cemas dan bersalah, yang lebih muda memajukan tubuhnya agar bisa memeluk yang lebih tua. Jungkook menyandarkan dagunya pada bahu telanjang suaminya begitupun sebaliknya, mereka saling menikmati rasa nyaman pada pelukan tersebut.
"Kau tidak perlu minta maaf hyung, inikan memang sudah kewajibanku untuk melayanimu. Jujur saja ini memang sangat menyakitkan tapi aku tidak marah ataupun kesal pada hyung. Aku bahagia kok! Terima kasih hyung." jelas Jungkook dengan tetap memeluk erat suaminya itu.
Taehyung tertegun mendengar jawaban polos namun tulus yang keluar dari bibir Jungkook, ia merasa sangat bahagia mendengarnya namun tetap saja rasa sedih menyangkut waktu kebersamaan mereka terselip diantara kebahagiaan itu. Pria itu sangat menyesal kenapa baru sekarang perasaan yang sudah lama ia kubur kembali terbongkar disaat hubungan mereka hanya tinggal hari, kenapa, kenapa dan kenapa yang menjadi pertanyaan yang memenuhi kepalanya.
.
.
Hari kedua
.
Taehyung menghentikan mobilnya tepat di area parkir Universitas Jungkook, pria itu berniat untuk menjemput istri manisnya sepulang kuliah. Taehyung segera merogoh kantung jasnya untuk mengambil handphone-nya karena ia harus memberitahu Jungkook kalau ia menjemputnya, karena acara menjemput istrinya itu tidak ia rencanakan sejak awal namun karena urusan kantornya selesai ia memutuskan untuk menjemput Jungkook.
"Yoeboseo?"
"..."
"Sayang, apa kelasmu sudah selesai? Aku ada di tempat parkir sekarang"
"..."
"Baiklah, aku menunggumu"
Taehyung tersenyum kecil menatap layar ponselnya yang terpampang fotonya dengan sahabat kecilnya yang kini sudah menjadi istri sahnya, foto itu mengingatkannya akan masa-masa indah yang ia lalui dengan pria itu. Pria itu ingat bagaimana rengekkan Jungkook yang memintanya foto berdua saat mereka berlibur di pulau Caledonia, dan rengekkan itu sangat sulit ditolaknya karena demi apapun tatapan puppy eyes dan bibir mengerucut milik Jungkook sangat mematikan baginya dan juga kelima hyungnya yang lain.
"Hyung!"
Taehyung terbangun dari lamunannya saat suara Jungkook memenuhi indra pendengarnya, pria itu menoleh pada sisi kanannya dan mendapati istri manisnya telah duduk nyaman di sana seraya menatapnya bingung.
"Astaga! Kapan kau masuk? Kenapa aku tidak menyadarinya?" tanya Taehyung kaget melihat Jungkook tiba-tiba ada di sampingnya, sedangkan Jungkook sendiri mendelik sebal memandang Taehyung.
"Aku sudah daritadi masuk! Hyung saja yang terlalu lama melamun, memang apa sih yang kau pikirkan sampai tak menyadariku masuk?" Jungkook berbalik tanya pada Taehyung dengan gemas, bukan karena Taehyung lucu tapi karena kesal pada pria itu.
"Kau!" jawab Taehyung santai seraya menatap Jungkook yang mengerutkan keningnya tak mengerti.
"Hah?"
"Aku melamun karena memikirkanmu, sayang" jelas pria itu pada Jungkook. Jungkook mencebik jijik pada Taehyung berusaha menutupi rona merah di pipi tembamnya dan juga menutupi rasa gugup yang menderanya.
"Kau menjijikan hyung!" seru Jungkook sinis dan Taehyung hanya tergelak kencang mendengar seruan Jungkook yang begitu jutek padahal jelas-jelas pipi pemuda manis itu merona merah hingga ke telinganya.
.
.
Hari Ketiga
.
Drr..drrr...drrr...
Jungkook merogoh saku jaketnya ketika dirasa handphone-nya bergetar, ia mengambilnya dan menemukan sebuah chat dari salah satu hyungnya di ruang obrolan grup mereka.
Jiminie hyungie : Guys, ayo berkumpul di tempat biasa! Aku akan memberitahu kabar gembira pada kalian. Aku tidak mau tau, kalian harus datang pokoknya!
Jungkook terkekeh kecil membaca pesan dari hyung pendeknya itu, ngomong-ngomong pemuda manis itu jadi rindu dengan para hyungnya karena sudah lama tidak bertemu. Namun sepersekian detik senyum di bibir pria manis itu memudar saat menyadari sesuatu yang membuatnya harus saling diam dengan hyung tertuanya, kalian masih mengingatnya kan? Kejadian saat Jungkook mendapatkan tamparan keras dari hyung tertuanya –Seokjin. Tapi namja manis ini juga tidak bisa membiarkan begitu saja pesan dari Jimin hyungnya kan? Yang ada hyung pendeknya itu pasti akan marah dengannya dan keadaan semakin rumit, lagipula Jungkook juga harus menyelesaikan urusannya dengan Seokjin hyung dan Namjoon hyung yang pasti sangat kecewa padanya.
Hahhh...
Jungkook menghela nafas pelan lalu berjalan menuju mobilnya, ia memutuskan datang ke lapangan basket di Sungai Han memenuhi ajakkan hyungnya. Dan sepertinya Jungkook juga harus rela bertemu dengan seseorang yang coba ia hindari belakangan ini, ia belum siap bertemu dengan pria yang berstatus sebagai sepupunya itu karena bertemu dengan pria itu sama saja membuka lagi luka yang sudah ia tutup rapat.
"Jungkook!"
Jungkook mengedarkan pandangannya merasa ada seseorang menyebut namanya, tepat saat ia berbalik ke belakang ia menemukan seorang gadis cantik bertubuh tidak terlalu tinggi sedang berlari kecil menghampirinya. Jungkook mengerutkan keningnya mencoba mengenali siapa gadis yang baru saja memanggilnya itu, gadis itu sampai di hadapan Jungkook dan tersenyum kecil ketika melihat raut wajah Jungkook yang terlihat bingung.
"Hey, kau Jeon Jungkook kan? Aku Kim Dahyun, teman satu kelasmu saat SMA. Kau ingat?" tanya gadis yang mengaku bernama Dahyun itu.
"Ahh... kau yang berpacaran dengan Yugyeom sahabatku kan?" tanya Jungkook setelah ia mengingat gadis di depannya itu.
"Haha... iya itu aku" balas Dahyun
"Apa yang kau lakukan di sini Dahyun-ah?" tanya Jungkook seraya tersenyum manis menunjukkan deretan gigi kelincinya yang lucu.
"Aku baru saja selesai mengurus surat pendaftaranku, dan sekarang aku tak tahu mau kemana." Jelas Dahyun dengan muka sedihnya.
"Bagaimana kalau kau ikut denganku saja? Aku kebetulan akan ke Sungai Han untuk bertemu dengan para hyungku, eotte?" ajak Jungkook pada Dahyun yang seketika merubah raut wajah sedih Dahyun menjadi senang.
"Tentu saja aku mau, tapi apa tidak apa Jungkook-ah?"
"Tentu saja, Kajja!"
Jungkook akhirnya berjalan menuju mobilnya bersama Dahyun di sampingnya, kedua orang itu berjalan sembari bersenda gurau mengundang tatapan bingung dari para mahasiswa yang kebetulan melihat keduanya. Berbeda dengan Jungkook dan Dahyun yang terlihat acuh tidak perduli dengan orang-orang yang menatap mereka berdua. Asal kalian tahu saja sudah sejak SMA Jungkook juga Dahyun sangat dekat tepatnya saat Kim Dahyun berpacaran dengan sahabat Jungkook yang bernama Yugyeom, jadi tidak heran jika sekarang mereka kembali dekat meskipun baru bertemu setelah tiga tahun lamanya. Sama seperti sebelumnya kini keduanya kembali larut dalam obrolan seru di dalam mobil yang di bawa Jungkook, hingga mereka tidak sadar bahwa mobil mereka sudah berada di depan sebuah lapangan basket di Sungai Han. Jungkook dan Dahyun membuka pintu mobil lalu berjalan keluar mobil, saat hendak berjalan menuju lapang Dahyun tiba-tiba menghentikan langkahnya membuat Jungkook yang berjalan di sampingnya melakukan hal yang sama. Jungkook menoleh pada gadis cantik di sebelahnya yang tengah mengigit bibir bawahnya dan menunjukkan wajah ragu pada Jungkook.
"Jungkook-ah, kau yakin aku tak masalah ikut? Aku takut menganggu hyungmu." tanya Dahyun sekali lagi meyakinkan Jungkook. Pria yang diajak bicara tersenyum manis mendengar pertanyaan yang dilontarkan gadis bersurai cokelat dan pink itu.
"Ayolah, mereka tak akan memakanmu Dahyun-ah. Ayo mereka sudah menungguku!" ajak Jungkook seraya mengandeng pergelangan tangan gadis itu untuk berjalan bersamanya.
.
.
Yoongi menajamkan penglihatannya kala melihat siluet seorang pria yang sangat dikenalnya tengah berjalan bergandengan tangan dengan seorang gadis di pintu masuk lapangan, pemuda seputih salju itu menepuk pelan lengan pria lain yang duduk di sebelahnya.
"Taehyung-ah bukankah itu Jungkook? Siapa gadis itu?" tanya Yoongi pada Taehyung. Taehyung dan tentunya semua orang yang mendengar pertanyaan Yoongi sontak menoleh ke arah yang dipandang pemuda itu, mereka menatap bingung pada kedua manusia berbeda jenis kelamin yang tengah berjalan ke tempat mereka.
"Tae-ya apalagi yang dilakukan anak itu?" tanya Seokjin dengan nada marahnya pada Taehyung. Yang ditanya hanya mengeleng tanda tidak tahu sama sekali.
"Hyungdeull, kenalkan ini Dah..."
"Kau tidur dengan siapa lagi kali ini Jeon Jungkook?" Seokjin kembali menyeruakan pertanyaan dengan nada sinisnya yang kali ini berganti pada Jungkook, hyung tertua itu menatap Jungkook dan juga gadis di sampingnya dengan sinis.
"Apa maksdmu hyung?" tanya Jungkook bingung.
Jungkook menatap bingung pada hyung tertuanya itu, karena sumpah pemuda itu tidak tahu apapun maksud dari pertanyaan sang hyung. Keempat orang lainnya kecuali Taehyung dan Namjoon pun sama dengan Jungkook menatap bingung pada Seokjin, Seokjin mendesis dan Taehyung maupun Namjoon hanya mampu menunduk kelu melihat hyung dan istrinya marah.
"Berhenti berpura-pura Jeon! Kau pikir aku tak tahu dengan kelakuan brengsekmu itu sekarang ini?" Seokjin semakin menatap Jungkook geram lalu melanjutkan kalimatnya.
"Kau benar-benar bajingan! Kau asik bersenang-senang dan bercinta dengan banyak gadis sedangkan suamimu bekerja sepanjang malam untukmu! Aku sangat kecewa denganmu." ujar Seokjin pada Jungkook.
Jungkook mengepalkan tangannya mendengar ucapan Seokjin hyung yang membuatnya sekarang mengerti kemana arah pembicaraan mereka sekarang, pemuda manis itu menghembuskan nafasnya kasar lalu melangkah mendekat pada pria yang lebih tua. Sedangkan Dahyun sendiri hanya diam seribu bahasa karena ia benar-benar tidak mengerti dengan ucapan Seokjin.
"Kau bilang aku bajingan hyung? yah, aku akui aku memang bajingan! Tapi ..." Jungkook mengalihkan pandangannya ke arah Yoongi dan Taehyung yang kebetulan duduk berdampingan, pemuda itu menatap tajam pada keduanya membuat Seokjin dan yang lainnya ikut menatap ke arah kedua pemuda itu.
"Tapi setidaknya aku tidak berhubungan dengan 'suami dari sepupuku sendiri' lanjut Jungkook dengan penuh penekanan di akhir kalimatnya.
Mendengar kalimat Jungkook membuat Yoongi juga Taehyung membeku di tempatnya, bahkan Taehyung yang tengah menunduk pun harus mendongkak menatap kaget pada Jungkook. Seokjin dan Namjoon tentu saja memandang Jungkook penuh tanya keduanya tidak pernah tahu tentang hubungan spesial antara Yoongi dan Taehyung, Hoseok dan Jimin sendiri kaget mengetahui fakta kalau Jungkook juga tahu tentang hubungan suami dana sepupunya itu.
"Apa yang kau katakan Jeon Jungkook?" itu bukan suara Seokjin melainkan suara dari Namjoon yang sejak tadi hanya diam dan mendengarkan.
"Ada yang aku tidak ketahui di sini?" Seokjin bertanya pada semua orang yang ada di sana, membuat Jungkook tersenyum sinis mendengar pertanyaan yang terkesan polos di telinganya itu.
"Lihatlah hyung! kau terlalu sibuk memakiku hingga kau tak tahu hal bejat apa yang dilakukan oleh adikmu yang lain. Kau terlalu sibuk mencari kesalahanku tanpa mau tahu alasan apa yang membuatku seperti ini! Kau memilih menyumpah serapahiku bukannya bertanya kenapa aku seperti ini dan mengapa aku melakukannya!" maki Jungkook pada Seokjin membuat pemuda yang lebih tua bungkam seribu bahasa.
"Jelaskan ada apa sebenarnya Jeon Jungkook?" Namjoon kembali bersuara di antara keheningan.
"Tanyakan pada kedua orang brengsek di sana!" seru Jungkook dingin lalu setelahnya berbalik untuk meraih lengan Dahyun dan berjalan pergi meninggalkan keenam orang di sana dalam diam.
Jungkook berjalan dengan cepat tanpa memperdulikan gadis yang tengah ia gandeng kesulitan menyamai langkahnya, pemuda itu sangat tengah mencoba menahan emosinya saat ini. Jungkook memasuki mobilnya yang diikuti oleh Dahyun, pemuda manis itu duduk nyaman menyandarkan kepalanya yang pening pada senderan kursi lalu menutup matanya.
"Maaf" ucap sebuah suara memecahkan kesunyian dalam mobil. Jungkook membuka matanya lalu memandang Dahyun bingung karena tiba-tiba meminta maaf padanya.
"Seharusnya aku tidak ikut denganmu, karena aku kau jadi bertengkar dengan hyungmu. Maaf" jelas Dahyun pada Jungkook.
"Gwenchana, kau tak perlu minta maaf padaku, toh ini memang bukan salahmu Dahyun-ah. Seharusnya aku yang minta maaf padamu karena aku membuatmu terlibat dalam kelakuan bejatku" balas Jungkook seraya tersenyum paksa pada gadis di sampingnya itu.
.
.
"Bisa kau jelaskan Kim?" tanya Seokjin dengan nada datarnya, membuat kedua pelaku menatap takut padanya.
Taehyung mengigit bibir bawahnya gelisah sedangkan Yoongi mengengam erat telapak tangan milik Jimin yang berada di sampingnya, keduany bingung harus menjelaskan seperti apa pada Seokjin sekarang ini.
"Hyung... kami...
.
.
.
TBC
.
.
Hai guys,
Sorry for buat keterlambatannya, Bunny lagi sibuk banget belakangan ini. tapi tenang aja ini Bunny udah bawain chapter sebelasnya, dan di chapter ini Bunny bakal ceritain tentang sembilan hari terakhir keebersamaan pasangan Vkook. Bunny nggak akan kasih tahu kalian akhirnya vkook bakal bersatu atau pisah pokonya liat ntar aja, oh yah Bunny mau berterima kasih nih sama reader yang udag review dan PM Bunny untuk lanjutin ff ini serius jadi bikin Bunny semangat ngetik. Satu lagi, Bunny masukin Dahyun member twice karena kebetulan Bunny suka sama dia tapi tetep nggak suka kalo dia sama JK tenang aja hehehe. So Bunny nggak akan lama-lama, bye :P
Last, review juseyo...
