Chapter 11

Adinia POV

"Morning sunshineee..."

Arghhhh suara melengking itu membangunkan ku dari tidurku yang lelap

"Astiii, banguuunnn...males bgt sih jd cewe bangun siang mulu"

Yaahhh suara nyaring itu berasal dari tidak lain tidak bukan sahabat paling nyebelin, ayu.

Aku hanya mengabaikan kebisingan suaranya sambil berharap dia berhenti mengganggu tidurku. GOD i need my my sleep. Seketika aku tersentak karena ayu menarik bantalku

"Ayuuuu, apaan siihh!"

"Nah gitu dong, kan enak kalo udah bangun" ayu tersenyum penuh kemenangan "sekarang cuci muka, aku tunggu di dapur, 10 menit. Kalo ngga, sarapan spesial dari ibu aku abisin" kemudian ayu langsung keluar kamar untuk melancarkan aksinya menghabisi sarapan, aku pun segera bergegas ke kamar mandi untuk doing my "bussines" in the morning dan langsung keluar kamar mencari trouble maker.

"Ibuuuk, kok ibu tega sih ngebiarin miss rempong ini masuk rumah kita sih buk?" aku merengek ke ibu sambil mencibirkan lidahku ke arah ayu. Ibu hanya tersenyum menggeleng-gelengkan kepalanya

"Iiihh, apaan sih. Buk masa aku di bilang miss rempong" jawab ayu protes.

"Eeehhh udah-udah, kalian ini bukan anak SD lagi. Kok masih suka ngeledek sih, udah abisin dulu sarapannya, kan hari ini katanya mau girls day out" ucap ibu dengan lembut.

"Iya iya bu, kalo ngga sayang banget , udah lama nih perempuan satu aku lempar kelaut" gumamku sambil menyuap sarapan

"Udah deh, i know you love me" ucap ayu dengan mulut penuh makanan, hadeeeh dasar..

Aku bakal kangen sekali dengan wanita nyebelin satu ini. yaaah, ayu akan pindah ke jakarta untuk kerja di salah satu kator majalah ternama yang sudah jadi impian dia sejak kami masih duduk di bangku SMA and now her dreams come true, im so happy for her but i can't hide my feeling. I will miss her so much.

Seharian aku dan ayu berkeliling kota Bali bak turis. Kami jalan-jalan menghabiskan hari terakhir kebersamaan kami sebelum ayu berangkat kejakarta besok siang. malamnya aku menginap dirumah ayu, dan sekarang kami sedang memakai piyama kelinci sambil bercerita di atas tempat tidurnya Ayu.

"Ti, kamu gimana sih sebenarnya sama Hamish? Tiba-tiba ayu menanyakan soal hamish

"Mmm gimana ya yu, Hamish itu baik banget dan dia juga berusaha banget ngebuktiin ke aku kalo dia itu cinta sama aku, aku bingung"

"Kamu bingung kenapa? Emang bener bener udah ngga ada rasa lagi sama dia?"

"Kalo rasa sih pasti masih ada lah, ditambah lagi dengan perubahan dia yang sekarang, sempat sih aku mikir mau nerima dia lagi jadi pacar aku ..."

"But ?"

" i don't know yu, i'm scared..ya aku takut aja kalo dia berubah cuma biar bisa balikan lagi sama aku dan aku juga belum yakin sepenuhnya sama perasaan aku sendiri, aku takut nanti malah nyakitin dia atau bikin situasi jd ngga nyaman kalo aku ngga tulus cintanya sama dia"

"Everyone deserve for second chance ti, but your happiness is the most important thing OK, do what you think the best for you and i will always support your decision" ucap ayu sambil menepuk pundak ku

"I know, i know, thanks ya" jawabku pelan dan memeluk erat sahabatku ini. Tak terasa air mataku jatuh.

"Hey, no more tears" ucap ayu sambil menyeka air mataku "hey, by the way. How about Mr. Adonis, siapa siapa namanya? Mr. Reza?"

Seketika aku langsung malu ketika ayu bertanya soal my Adonis, aku yakin kalo diibaratkan, muka ku sekarang seperti kepiting rebus.

"Ih apaan sih ayu, ngga mungkinlah aku bisa sama orang seperti dia, Mr perfect itu haaahhh" jawabku mengelak

"Hey miss perfect, don't you ever compare your self with anyone. You are the perfect one. He is very lucky to have you. Don't under eatimate your self. Jangan bikin aku ngulang ngulang kalimat ini terus ya ti, kamu itu udah punya semua yang diingin kan seluruh wanita dari segi fisik, you are beautiful inside and outside" aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku mendengar celoteh sahabatku ini yang sedikit berlebihan

"Aduuuhh, udah deh udah. Mending sekarang kita tidur aja. Besok mau siap siap kan kita ke bandara. Haah aku harap bisa nyusul kamu ya, doain aku keterima di teater ibu pertiwi ya"

"I know you can, believe me. Ntar kita pasti ketemu lagi kok di jakarta" ucap ayu dengan yakin

"Good night"

"Good night"