Baekhyun pov

Hal gila yang baru saja aku lakukan aku bersumpah semua berada di luar kendaliku. Aku tidak tahu mengapa aku menjadi begitu murahan. Walau dengan seorang namja yang tak lama ku kenal dan juga menerimanya sebagai kekasihku karena sebuah alasan klasik yang disebut cinta, aku tidak menyangka untuk memberikan tidak hanya hati dan cinta namun juga tubuhku.

Kau memenangkan semua yang ada dalam diriku Park Chanyeol. Bahkan kehormatan dan harga diriku sudah jatuh di tanganmu.

Flashback on

"Chanyeol.. Kau baik-baik saja? "

Tok tok tok

"chanyeol.. Kau.."

Chanyeol tiba-tiba membuka pintu kamar mandinya dan menarik baekhyun untuk masuk ke dalam. Chanyeol menyudutkan baekhyun ke pembatas kaca kamar mandi dengan tatapan yang 'menakutkan'. Sedangkan yang ditatap hanya mampu menelan ludah kasar sambil mencoba melepaskan diri dari kungkungan namja jangkung dihadapannya.

"Chan..c..chan.. Akh.. "

Chanyeol mengeratkan genggamannya pada pergelangan kedua tangan baekhyun. Tak lama mereka saling berpautan bibir dan bertukan saliva. Baekhyun yang semula memberontak menjadi larut dalam alur yang diciptakan kekasihnya itu.

Ciuman chanyeol beralih yang semula di bibir turun ke rahang, dan leher mulus baekhyun. Ia menyingkap kemeja yang dipakai baekhyun jadi terpampanglah bahu dan tulang selangka baekhyun yang bersih tanpa noda sedikit pun membuat birahi seorang park chanyeol semakin memuncak. Ia menyesap, menggigit kulit mulus baekhyun hingga menimbulkan bekas keunguan.

"euungghh"

Chanyeol seketika tersadar akan perlakuannya ketika mendengar lenguhan baekhyun. Ia segera menjauhkan kepalanya dari ceruk leher baekhyun.

'apa yang aku lakukan? ' batin chanyeol

"b..baek.. Ak..aku.. " chanyeol bingung harus mengatakan apa karena rasa gugupnya. Ia segera berbalik hendak keluar namun tangannya dicekal oleh baekhyun. Ia mengernyit bingung namun seketika matanya membola saat baekhyun mendekatkan wajahnya dan menyatukan bibir mereka kembali.

"baekhyun... " ucap chanyeol sambil menatap intens baekhyun saat tautan mereka lepas.

"aku mengiginkanmu chanyeol.. " ucap baekhyun sambil menatap sayu chanyeol. Chanyeol tidak bodoh untuk memahami maksud perkataan baekhyun. Chanyeol sedikit menjauhkan tubuh baekhyun darinya khawatir ia akan benar-benar kelepasan.

"Fuck me babe. "

Tiga kata yang meluncur dari bibir mungil baekhyun berhasil meruntuhkan pertahanan seorang park chanyeol.

Ego chanyeol kali ini dikalahkan oleh nafsunya yang sudah di puncak ubun. Ia segera meraih pinggang baekhyun sehingga baekhyun dapat melingkarkan kakinya di pinggang chanyeol. Mereka kembali saling melumat dan berperang lidah.

'aku tidak tahu kau ternyata segila ini baekhyun.' batin chanyeol di sela-sela ciuman mereka

'aku memang sudah gila karenamu chanyeol. Selamat kau telah menghancurkan sesuatu yang aku pertahankan selama ini.'

Batin baekhyun kemudian dengan menahan perih di bagian selatan tubuhnya. Tubuhnya terhentak-hentak disertai suara-suara laknat dan bau amis khas bercinta.

'saranghae chanyeollie.. '

'saranghae baek.. '

Flashback off

Chanyeol pov

Sebenarnya aku benci suasana seperti ini selama perjalanan. Sepi, canggung, dan monoton. Tidak bisa dipungkiri memang setelah percintaan kami, baekhyun pasti sama halnya denganku sekarang yang dipenuhi rasa gugup dan canggung. Percayalah mungkin baekhyun bukan yang pertama kalinya aku masuki tapi yang perlu kalian ingat dan percayai baekhyun adalah yang pertama memberikan sensasi yang luar biasa saat bercinta.

Aku tidak mengerti apa yang salah denganku. Mungkin memang benar aku telah jatuh cinta dengan namja mungil nan cantik ini. Persetan dengan peraturan konyol yang memyatakan seorang mafia tidak diizinkan untuk mencintai atau pun dicintai apalagi menjalin suatu hubungan di luar pengawasan kelompok. Shit... Mereka hanya orang-orang bodoh yang menyalahkan takdir atas cinta yang datang secara alamiah dan manusiawi.

Author pov

"baekhyun dimana rumahmu? "

"baek.."

Merasa tidak ada jawaban dari baekhyun, chanyeol menoleh ke samping kursi pengemudi dan mendapati baekhyun tangah tertidur pulas. Chanyeol menepikan mobilnya dan melepas seatbeltnya. Ia pandangi wajah baekhyun yang terlihat polos di luar dan liar di dalam menurut chanyeol. Chanyeol tertawa kecil mengingat pergumulan panasnya dengan baekhyun, jarinya tak berhenti menyusuri setiap inci dari wajah cantik kekasihnya itu.

"chanyeol... " entah baekhyun mengigau atau sudah sadar, chanyeol tersenyum mendengarnya. Tak lama baekhyun mulai mendapatkan kesadarannya dan mengerjapkan matanya lucu. Tak tahukan byun.. Kau sedang membangunkan adik kecil yang segera menginginkan untuk dibebaskan.

"chanyeol... Apa kita sudah sampai? "

"chanyeol... " ucap baekhyun kembali sambil menangkupkan tangan kanannya dipipi kiri chanyeol. Mereka saling berpandamgan seakan-akan ingin memgatakan sesuatu yang sangat amat diinginkan.

"baek.. Apa kau lelah? "

"tidak jika hanya satu atau dua ronde untuk malam ini. "

Merasa telah mendapat lampu hijau, chanyeol segera menarik baekhyun dan menghempaskan tubuh mereka di jok belakang. Chanyeol melucuti satu persatu pakaian yang menempel di tubuhnya dan di tubuh baekhyun. AC mobil yang mencapai maximum tidak mampu mengalahkan aura panas saat ini.

Chanyeol terus menyesap dan memciumi setiap inci dari tubuh baekhyun. Bibirnya yang menyusu di puting kiri baekhyun dan tangan kirinya yang memainkan puting kanan baekhyun. Tangan satunya pun tak dibuat menganggur. Ia memainkan junior mungil baekhyun dan dibuatnya menegang hingga mengeluarkan sedikit percum diujungnya.

Baekhyun yang mendapat perlakuan senikmat itu, hanya mampu menengadahkan kepalanya ke belakang, tangannya meremas dan sesekali menjambak rambut merah chanyeol, dan jangan lupa desahan-desahan erotisnya yang semakin memanaskan suasana. Ia tak peduli walau holenya masih sakit dan lukanya belum kering. Ia hanya ingin chanyeol, chanyeol, dan chanyeol untuk memuaskan birahinya sekarang ini.

"Akh.. "

Baekhyun memekik ketika holenya berhasil diterobos dalam sekali hentakan. Air matanya sedikit mengalir namun chanyeol segera menghapusnya dan mencium kembali baekhyun untuk sekedar mengurangi rasa sakitnya.

"Baek...aahhhhhhhhhhh. "

Chanyeol lagi-lagi memgeluarkan benihnya di dalam. Tak cukup satu ronde atau dua ronde sesuai perjanjian mereka masih kalut akan nafsu yang semakin menggebu.

Biarkan malam ini menjadi malam yang panjang untuk mereka berdua yang bercinta di tepi jalan sepi.

baekhyun dan chanyeol telah sampai di halaman rumah baekhyun. Setelah menghabiskan malam indah selama dua jam mereka memutuskan untuk segera pulang setelah membersihkan diri terlebih dahulu.

"chan.. Apa kau mau mampir dulu? Mumpung masih jam sembilan. " tawar baekhyun

"tidak perlu baek. Aku harus langsung pulang, lain kali aku pasti mampir. "

"baiklah.. Aku masuk dulu. Terima kasih atas semuanya.. "

"hem. "

Cup

"bye chan.. Hati-hati.. "

"bye baek.. Istirahatlah. Aku yakin kau pasti lelah. " ucap chanyeol akhir sambil memasang seringai nakalnya. Baekhyun hanya tersipu malu sambil segera melenggang pergi.

Baekhyun pov

masih mencoba menormalkan detak jantungku yang tak karuan setelah kejadian tadi. Tidak hanya itu, aku menyesali karena cara jalanku yang aneh karena menahan rasa sakit di pantatku. Haruskah aku menyalahkan chanyeol yang ganas? Oke.. Oke.. Memang aku yang memintanya jadi tolong berhenti menghujatku. :v

Sekarang semoga Tuhan menologku agar appa tidak curiga. Semoga saj...

Cklek

Sial...

"baekhyun? "

Author pov

"baekhyun? "

Baekhyun seperti kedapatan mencuri di rumahnya sendiri. Sehun memang masih terjaga, ia menunggu baekhyun yang tidak kunjung pulang. Meskipun tidak menunjukkan kemarahan tapi dengan tatapan datarnya membuat baekhyun cukup mengerti akan kesalahannya.

"ap..appa.. Mian.."

"darimana saja? " tanya sehun lebih dingin

"e..em.. Ak..aku.. Aku.. Se..seo..ul " jawab baekhyun tergagap

"bicara yang jelas! " perintah sehun agak meninggi

"aku dari seoul. "

"untuk apa? "

Baekhyun bingung harus menjawab apa. Tidak mungkin kan dia bilang kalau dia di sana bersenang-senang dengan chanyeol dan bercinta sepanjang malam. Heol...

"mencari bahan untuk praktikum appa.. "

"benarkah? Bukankah kau bilang temanmu chanyeol tiba-tiba membawamu kesana? "

"i..iya.. Dia memintaku membantunya untuk.. "

"berhenti berbohong baekhyun! "

Sehun sudah terlihat tanda-tanda akan mengeluarkan amarahnya. Ia memicingkan mata melihat keadaan baekhyun yang cukup kacau,dan baunya... Seperti tidak asing..

"kau.. "

"baekkie? "

Bersyukurlah baekhyun yang tidak jadi mati muda karena ketahuan appanya. Luhan turun melalui tangga dan segera memeluk putra semata wayangnya itu.

"sayang... Kemana saja? Eomma sangat khawatir.. "

"baekkie? "

"Eomma masih disini? " tanya baekhyun datar.

Luhan menyadari akan sikap baekhyun. Sudah sangat wajar jika baekhyun akan berubah lebih dingin kepadanya.

Baekhyun langsung pergi ke atas menuju kamarnya tanpa memperdulikan siapapun. Luhan mengekorinya dan menarik tubuh baekhyun kembali dalam dekapannya setelah sampai di kamar.

"hisk.. Sayang.. Mianhae.. Maafkan eomma sayang.. Hisk.. "

Baekhyun tetap diam, dia tidak membalas pelukan luhan, matanya hanya menatap kosong dinding di depannya.

"ini semua bukan keinginan eomma.. Maafkan eomma sayang.. Hisk.. "

Lagi-lagi baekhyun tidak bergeming. Luhan melepaskan pelukannya dan menatap intens baekhyun setelas mengusap air matanya.

"baiklah.. Katakan! Apa yang perlu eomma lakukan supaya masalah ini selesai dan kau memaafkan eomma? "

"eomma tidak perlu melakukan apapun. Lakukan saja seperti apa yang akan eomma lakukan. Eomma tidak perlu mengkhawatirkanku maupun appa. Eomma tenang saja, aku akan bersama appa dan selalu menjaganya. " ucap baekhyun datar tanpa menatap luhan

Luhan merasa teriris dengan ucapan putra semata wayangnya. Ia berusaha untuk tersenyum walau sebenarnya sangat menyakitkan.

"Terima kasih atas kedewasaanmu sayang. Eomma sangat menyayangimu. Oh ya.. Besok pagi eomma akan kembali ke china, apa eomma boleh meminta sesuatu padamu? "

"hem. "

"bisakah kau besok bersama appa mengantarkan eomma ke bandara? "

"tentu saja. "

"terima kasih sekali lagi sayang. "

Baekhyun hanya tersenyum singkat dan beranjak ke kamar mandi.

'kau tidak tahu rasanya dilema di hati eomma baek.. Eomma mungkin juga tidak akan bahagia dengan keputusan ini. ' batin luhan sambil kembali terisak. Mereka tidak menyadari bahwa seseorang mendengar percakapan mereka hingga akhir.

'aku terluka atas keputusanmu lu, tapi melihat air matamu yang bukan main-main, aku tahu kau juga terluka.'

Chanyeol pov

Hari yang indah, benar-benar indah. Aku tidak menyangka secepat ini aku merasakan tubuhnya. Yash... Asal kalian tahu, itu merupakan pengalaman seks sederhana yang hebat bagiku. Pertama kalinya tanpa sistem BDSM, huh.. Sebenarnya tanganku sudah gatal untuk mengikatnya di ranjang dan menampar pantatnya berkali-kali, kemudian melakukan penetrasi hingga baekhyun orgasme kering. Aku.. Tidak kejam kan jika melakukan itu?

Pikiranku benar-benar masih dipenuhi dengan tubuhnya dan desahannya yang masih terngiang di telinga. Ah.. Rasanya aku ingin putar balik dan.. Oke cukup.

Welcome to my castle..

Rasanya ingin segera berendam di air hangat. Bau percintaan masih melekat di tubuhku. Yeah.. Aku harap aboeji tidak mencurigaiku..

Cklek

"ap..appa?"

Plak

Tbc

NC-nya gak di buat hot dulu ya..

Masih mau cari inspirasi.. :v