Disclaimer : FMA punya Hiromu Arakawa!

~oOo~

You Rock My World-Michael Jackson

My life will never be the same

'Cause girl you came and changed

The way I walk

The way I talk

I cannot explain

The things I feel for you

But girl you know it's true

Stay with me fulfill my dreams

And I'll be all you'll need

Alphonse Elric melihat wanita di depannya dengan senyum mengembang. Kecantikan alami yang dimiliki oleh seorang May Chang, membuatnya jatuh hati setengah mati. Membuat hatinya meleleh dan membuat pikirannya melayang entah ke mana. Mengembara menuju sebuah khayalan antara dirinya dengan wanita itu..."Kau memikirkan apa sih, Al?" batinmu.

Mukanya memerah saat ia berpapasan dengannya. Mata mereka bertaut dan mendalami alam pikiran masing-masing. Alphonse melihat semburat merah di kedua pipi May dan ia terlihat makin cantik saat ini, saat ia menggerai rambutnya yang hitam pekat.

Alphonse tidak bisa menjelaskan apapun tentang May.

Yang ia tahu, ia hanya berkhayal BERHARAP May akan selalu hadir dalam mimpi-mimpinya.

Dan Alphonse akan menjadi apa yang May inginkan.

...Kau pikir apalagi sih, Al?, batinnya sambil memukul-mukul bantalnya. Membuat Shao May yang melihatnya makin menggigil ketakutan (?)

Oh, oh, oh, oh, ooh, it feels so right (Girl)

I've searched for the perfect love all my life (All my life)

Oh, oh, oh ,oh, ooh, it feels like I

Have finally found her perfect love is mine (See, I finally found, come on, girl)

Alphonse merasakan getaran-getaran itu dan tidak dapat membohongi dirinya sendiri, parahnya.

Alphonse merasa bahwa May adalah cinta pertamanya dan cinta yang sangat sempurna untuknya.

Alphonse merasakan bahwa 'Inilah dia, cintaku!'

Dan May akan selalu menjadi miliknya.

..."Sedang apa, Al-sama? Mengapa memukul-mukul bantal?" Alphonse berbalik dan menemukan May berdiri di depan pintu kamarnya, mengenakan sebuah terusan selutut bermotif china berwarna merah. Dan lagi-lagi, ia menggerai rambutnya yang panjang.

Mata Al tidak berkedip lagi dan batinnya menyerukan suatu teriakan (lagi).

"OH TUHAN!"

You rock my world, you know you did

And everything I own give

The rarest love who'd think I'd fine

Someone like you to call mine

Malam pergantian tahun di Xing. Mata Alphonse mencari-cari seseorang di tengah kerumunan orang yang tengah berkunjung ke istana Xing.

Lehernya sudah pegal karena terus mencari-cari.

Tak berapa lama kemudian, seseorang telah memegang lengannya. Refleks Al berbalik dan menemukan May Chang sedang tersenyum menatapnya. "Al-sama, kita ke taman istana yuk! Di sini terlalu ramai."

Alphonse hanya mengikuti May. Dan merekapun semakin jauh dari keramaian di depan sana. Kini mereka hanya berdua saja, dengan latar malam yang berbintang-bintang. Mereka pun duduk di salah satu kursi batu dan berukir motif china berkualitas tinggi.

"Ada apa, May?" kata Alphonse (sok) tenang. May Chang menoleh. "Tidak apa-apa, Al-sama. Aku hanya tidak terlalu suka keramaian. Di luar terlalu ramai."

Alphonse mengangguk. "Ah-iya."

Mereka berdua pun terdiam. Tak ada yang berani mengucapkan satu kata pun. Sampai akhirnya, Al memulai percakapan.

"Kau-kau menyukai seseorang, May?"

May menatap Alphonse lalu mengangguk. "Ya. Aku menyukai seseorang."

"Siapa?" kata Alphonse.

May tersenyum malu lalu berkata, "Tidak. Bukan siapa-siapa."

"Oh."

Mereka kembali terdiam. Lalu May lagi yang memulai pembicaraan.

"Al-sama, apakah anda menyukai seseorang? Setidaknya sedang senang dengan seseorang?"

Nafas Alphonse tercekat. Tanpa pikir panjang, ia meraih kepala May lembut. Al menyingkap poni May yyang agak menutup mukanya, lalu mencium keningnya.

"Dari dulu aku menyukaimu."

Muka May memerah. Ia memegang kemeja santai yang dipakai Al. Alphonse melepaskan wajah May, lalu membuat wajah mereka segaris.

"Aku akan memberikan apapun untukmu, May. Sungguh!"

"Sungguh?"

Alphonse memeluk May. Jari-jari May membelai rambut Alphonse yang...lembut. May tidak dapat memungkiri hal itu. Rambutnya begitu lembut.

"Jadi, kita jadi sepasang kekasih?" kata May.

Alphonse yang membenamkan wajahnya dalam pelukan May mengangguk pelan.

"Mulai detik ini hingga seterusnya, hanya kau yang dapat memanggilku dengan cara istimewa."

May tertawa. "Dasar, Alphonse."

~oOo~

A/N : Gaje. OOC. Demi apapun deh! Ancur nya!

Finally, this fic gonna be COMPLETED. Fiuh...silahkan membaca chapter berikutnya!

:)

Nagisa