Saranghae Sunbae

Genre : Romance, Friendship (sisanya tentukan sendiri kkk^^)

Rate : T sewaktu – waktu bisa berubah

Pairing : KyuMin, EunHae, dll

Part : 11/?

Updated : 16 Oct 2012

Warning : Genderswitch, GJ, Tidak sesuai EYD, TYPO kapan pun di mana pun.

Disclaimer : KyuMin belong to each other.

.

.


"Sungmin?"

"Kyuhyun?"

Victoria memandang Sungmin dan Kyuhyun secara bergantian, dia terkejut, bagaimana bisa Kyuhyun dan Sungmin ke rumahnya. Dan kenapa bisa mereka datang bersama. Bukannya mereka sudah putus?

Pertanyaan itu menggelayuti pikiran Victoria.

"Selamat sore noona." Sapa Kyuhyun dengan memamerkan senyum lebarnya. "Kau tidak mempersilahkan tamumu masuk noona?"

Pertanyaan Kyuhyun membuat Victoria sadar dari keterkejutannya. "Ah, ne mianhae. Silahkan masuk Kyu, Min." ujarnya masih dengan berbagai pertanyaan bergelayut di pikirannya.

Sungmin pun terus memandang heran ke arah Kyuhyun, dia sama sekali tidak mengerti kenapa mantan kekasihnya itu membawa dia ke rumah Victoria. Karena malas berdebat dan mempertanyakan soal hal ini, Sungmin hanya memilih diam.

"Silahkan duduk Kyu, Min. Aku buatkan minuman dulu." Ujar Victoria masih dengan nada canggung.

"Tidak perlu noona. Aku hanya ingin membicarakan beberapa hal." Terang Kyuhyun saat sudah duduk nyaman di sofa Victoria. "Lebih baik noona duduk saja." Tambahnya. Dan itu membuat makin membuat Sungmin dan Victoria bertanya – tanya.

"Ah, begitukah? Baiklah.;" Jawab Victoria lalu duduk di sofa di depan Kyuhyun yang terpisahkan oleh meja.

"Hm, begini noona, saat perkemahan OSIS kermarin,"

DEG!

Entah kenapa Victoria memiliki firasat buruk saat mendengar kalimat itu. Sedangkan Sungmin, seketika hatinya menjadi perih, teringat akan foto Kyuhyun yang sedang memeluk Victoria.

"Bukankah saat itu noona mengatakan akan melepaskan aku untuk Sungmin."

'Kyu, apa yang sebenarnya akan kau lakukan?' Victoria membatin.

Sedangkan Sungmin semakin bingung. Jujur dia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan Kyuhyun. 'Apa aku tidak salah dengar? Victoria eonni? Melepas Kyuhyun oppa untukku? Tapi foto itu?' Pertanyaan demi pertanyaan muncul di pikiran Sungmin.

"Hm, noona bilang noona akan melepasku untuk Sungmin." Kyuhyun mengulang ucapannya tadi. "Dan noona tentu masih ingat kan saat itu noona bilang, noona ingin aku memeluk noona sekali saja?" Kyuhyun mengangkat satu alisnya. "Lalu aku menurutinya bukan?" lanjutnya.

Telinga, mata dan hati Victoria memanas mendengar hal itu. Perasaannya campur aduk saat ini. Dia tidak menyangka Kyuhyun akan melakukan hal ini padanya. Dia seperti pencuri yang sedang tertangkap basah saat ini.

"I-iya." Victoria hanya bisa mengiyakan ucapan Kyuhyun tadi.

Kyuhyun tersenyum evil, lalu dengan tiba – tiba tangan kirinya menyambar tangan Sungmin dan menautkan jari – jarinya di sana. Sungmin terkejut namun dia tidak ada niatan untuk menolak tindakan Kyuhyun itu. "Kau tahu, saat itu aku memberimu sebuah pelukan, karena aku benar – benar ingin kau melepasku untuk Sungmin." Ujar Kyuhyun sambil mengeratkan tautan jarinya di jari milik Sungmin.

"Kau tahu noona, aku sangat mencintai gadis ini." Lanjut Kyuhyun sambil menoleh dan tersenyum ke arah Sungmin. Sedangkan Sungmin hanya bisa membalas tatapan Kyuhyun dengan raut wajahnya yang masih bingung.

"Bahkan saat aku memelukmu, hanya gadis ini yang ada di pikiran dan hatiku. Jadi, aku ingin memohon padamu. Benar - benar memohon. Tolong biarkan aku dan Sungmin bahagia." Lanjutnya lagi.

Hati Sungmin bergemuruh mendapati perkataan dan perlakuan Kyuhyun. Perasaan bahagia membuncah seketika di hatinya. "Oppa?" Sungmin memanggil Kyuhyun lirih.

Kyuhyun melihat ke arah gadis manisnya itu. "Hmm? Aku mencintaimu Ming. Dan aku hanya ingin menjelaskan itu kepada Victoria noona." Kyuhyun tersenyum lembut ke arah Sungmin sebelum memandang serius kea rah Victoria yang sedang membelalakkan matanya.

Sedikit demi sedikit air bening itu mulai terkumpul di ujung mata Victoria, namun dengan sigap dia segera mengusapnya. Dia tidak ingin terlihat bodoh dengan menangis di sini. Di depan Kyuhyun dan Sungmin. Dia tidak tahu harus berbicara apa, pikirannya kosong seketika.

Sebenarnya Kyuhyun sedikit tidak tega melihat Victoria hampir menangis seperti itu. Namun, dia juga sudah jera dengan perbuatan licik yang dilakukan oleh sunbaenya itu.

"Hanya itu yang ingin aku bicarakan padamu noona. Maaf jika aku sudah mengganggu waktumu." Kyuhyun segera berdiri, , membiarkan tangannya masih bergandengan dengan Sungmin. Sungmin pun hanya menuruti perlakuan Kyuhyun. Jujur dia tidak tahu harus berkata dan berbuat apa saat ini.

Victoria tidak menjawab. Dia masih terlalau syock dengan apa yang baru saja Kyuhyun lakukan padanya. Dia hanya duduk mematung dan masih mencoba menahan air mata yang sedari tadi sudah ingin tumpah.

Kyuhyun sudah berjalan selangkah saat dia teringat akan sesuatu. "Ah noona." Victoria menoleh kea rah Kyuhyun dengan ragu.

"Ini. Aku rasa lebih baik kau menyimpan foto ini. Tidak buruk juga untuk kau jadikan sebagai kenang – kenangan." Ujar Kyuhyun dengan senyum di wajahnya dan menaruh selembar foto yang dia dapat dari Hyukjae tadi siang.

Tanpa menoleh untuk kedua kali. Kyuhyun segera keluar dari rumah Victoria. Dia menggandeng tangan Sungmin dengan erat, lalu membawa gadis itu masuk ke mobilnya.

Sedangkan Vitoria, dia menangis sepeninggal Kyuhyun dan Sungmin. Dia tidak bisa lagi menahan air mata yang sedari tadi sudah menumpuk dan ingin meleleh. Dia meluapkan segala perasaannya yang campur aduk.

"Hiksss, Kyu. Kenapa kau melakukan ini padaku. Hiks. Kau jahat Kyu." Rancaunya di sela – sela tangisannya. Dia mengambil ponsel yang ada di saku celananya. Dengan sedikit ragu dia menghubungi seseorang.

Tidak butuh waktu lama untuk mendengar suara orang di seberang sana. "Yeoboseo Vicky-ah?" seru suara itu.

"Hiks. Nickhun, Hiks."

*************KyuMin*************

.

.


"Minimi?" Kyuhyun memanggil atau lebih tepatnya merengek kepada Sungmin.

"Hm?" Sungmin hanya berdehem tanpa menoleh ke arah Kyuhyun yang duduk di sampingnya. Mereka berdua saat ini sedang ada di ruang tamu apartmen Sungmin.

"Minimi, sudahlah jangan bersikap dingin lagi padaku. Bukannya tadi kau sudah memaafkan aku." Ujar Kyuhyun.

"Kapan aku bilang aku memaafkanmu hm?" Sungmin menoleh kea rah Kyuhyun.

"Tapi, Minimi. Bukannya kau tadi sudah dengar sendiri kan. Ini bukan salahku, aku di sini juga jadi korban. Sudah aku jelaskan semuanya padamu. Kenapa kau malah marah padaku, seharusnya kau marah saja pada Victoria noona." Ujar Kyuhyun membela diri.

"Sekarang bukan pelukan itu yang aku permasalahkan. Tapi, aku marah karena oppa tidak menceritakan hal ini padaku. Seharusnya aku tidak perlu salah paham jika kau menceritakan hal ini padaku sebelum foto itu sampai di tanganku." Sungmin tidak mau kalah.

"Ming, mana aku tahu Victoria memiliki rencana seperti itu. Dan lagi pula, sejak baru pertama kita bertemu sepulang dari kemah, kau kan sudah bersikap dingin padaku. Bagaimana aku bisa menceritakan hal ini padamu." Lagi – lagi Kyuhyun membela diri.

"Apa oppa tidak ingat kalau oppa punya ponsel? Apa susahnya menghubungiku sebentar dan menceritakan soal hal itu. Hm?" Sungmin menoleh ke arah Kyuhyun sambil mengangkat satu alisnya.

"Aishhh. Arraseo arraseo. Baiklah, aku salah. Dan aku minta maaf." Ucap Kyuhyun dengan nada kesal.

"Apa begitu caranya meminta maaf? Ck. Sebaiknya oppa pulang saja. Ini sudah jam 5 sore." Sungmin segera meraih tangan Kyuhyun dan membawa lelaki berambut coklat caramel itu menuju pintu.

"Yaaa, Minimi! Kau mengusirku eoh?"

"Aku bukan mengusirmu. Ini sudah hampir petang dan kau memang harus segera pulang." Sungmin melepas cekalannya di tangan Kyuhyun saat mereka sudah sampai di depan pintu, lalu Sungmin segera melesakkan dirinya masuk ke apartmennya.

"Selamat sore. Hati – hati di jalan."

"Ya! Lee Sungm-" Belum saja Kyuhyun menyelesaikan kalimatnya, Sungmin sudah menutup pintu apartmennya.

"Aishhh, Ming. Kau tega sekali." Kyuhyun menggerutu sambil mengacak rambutnya frustasi.

"Kkkk. Mianhae oppa, aku hanya ingin sedikit memberimu hukuman." Sungmin terkikik geli di dalam apartmennya.

***************KyuMin************

.

.


Pagi ini Kyuhyun kembali mengemudikan mobilnya menuju apartmen Sungmin. Dia ingin menjemput gadis manis itu, meskipun semalam Sungmin tidak membalas pesannya.

"Hm? Mobil itu, sepertinya aku pernah melihatnya." Kyuhyun bermonolog saat melihat mobil sedan berwarna hitam terparkir di depan gedung apartmen Sungmin.

Pertanyaan Kyuhyun segera terjawab saat melihat Hyukjae dan Sungmin yang berjalan mendekati mobil itu. Kyuhyun pun segera keluar dari mobilnya dan menghampiri mereka berdua.

"Minimi." Panggilnya sambil berlari kecil.

"Eh? Oppa, ada apa kemari?" Tanya Sungmin dengan polos.

"Ya! Apa kau semalam tidak menerima pesan dariku? Bukankah sudah kubilang aku akan menjemputmu Minimi." Terang Kyuhyun dengan sedikit menggebu.

"Ahhh." Sungmin mengangguk - anggukkan kepalanya. "Tapi, bukankah aku belum mengiyakan ajakanmu? Dan sayang sekali Hyukjae sudah menjemputku. Jadi, sepertinya aku tidak bisa pergi bersamamu pagi ini." Ujar Sungmin dengan memberikan senyuman lebar yang dibuat - buat pada Kyuhyun. Dia sengaja mengerjai Kyuhyun rupanya.

"Aishh. Minimi. Kau pergi saja denganku. Biarkan Hyukjae berangkat duluan saja." Hyukjae hanya tersenyum kecil melihat kelakuan Kyuhyun dan Sungmin.

"Mana bisa seperti itu, kalau begitu aku berangkat dulu ne? Bye oppa." Seru Sungmin dengan enteng lalu masuk ke mobil sedan itu bersama dengan Hyukjae.

"Tapi, yaaa! minimi!" Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi saat melihat mobil sedan itu lambat laun mulai menjauhinya.

"Ishhh! Menyebalkan!" Geramnya sambiil berjalan menuju mobiilnya sendiri.

"Kkkk. Ming, kasian juga Kyuhyun sunbae." Kikik Hyukjae sambil memandang ke belakang.

"Kkk. Biarkan saja Hyukie. Aku hanya ingin memberinya sedikit hukuman. Dan juga, aku ingin melihat seberapa gigihnya dia untuk mendapatkan hatiku lagi." Sungmin menyunggingkan sebuah senyum dari bibir M miliknya.

"Hahaa, yasudah, terserah kau saja."

.

.

.

"Eh Hyuk, ada apa itu banyak siswa yang mengerumuni mading di depan ruang OSIS?" Tanya Sungmin penasaran.

"Eummm. Aku juga tidak tahu Ming. Ayo coba kita ke sana." Ajak Hyukjae lalu mereka berdua menuju tempat itu.

Karena masih banyak siswa yang berjubel, Hyukjae dan Sungmin pun menunggu kerumunan itu sedikit menipis. Saat satu per satu siswa meninggalkan kerumunan itu, Sungmin dan Hyukjae pun mendekat ke arah mading untuk melihat pengumuman yang tertempel di sana.

"Ini acara ulang tahun SM High School." Hyukjae memberi tahu Sungmin.

"Ahh, hmm. Akan ada banyak acara ya. Lihat saja itu. Ada lomba - lomba, ada acara bazar, ada pemilihan putra putri sekolah dan akan ada acara Prom Night di malam puncak peringatan ulang tahun SM High School tahun ini." Ujar Sungmin sambil menelusuri tulisan yang terpampang di mading yang berbentuk menyerupai poster itu.

'Eh, sebentar, prom night?' Sungmin membatin. "Aish. Kenapa harus ada acara dansa sih." Protes Sungmin saat mulai berjalan meninggalkan mading.

"Memangnya kenapa Ming?" Hyukjae mengernyitkan dahi.

"Aku tidak begitu pandai dalam berdansa Hyukie." Sungmin mempoutkan bibirnya.

"Itu wajar Ming. Tidak semua orang bisa berdansa. Namun ini kan acara sekolah. Yang penting berkumpul bersama teman - teman pasti akan sangat menyenangkan." Tutur Hyukjae.

"Iyasih. Tapi Hyukie. Aku pergi dengan siapa?"

"Babo. Ya dengan Kyuhyun sunbae. Memangnya dengan siapa lagi?" Hyukjae menjitak kepala Sungmin pelan.

"Ishh. Kau tahu sendiri kan aku masih mau memberi hukuman padanya." Sungmin menggembungkan pipinya lucu.

"Jangan bodoh Lee Sungmin. Acara prom masih 2 minggu lagi. Apa kau mau menghukum Kyuhyun sunbae selama itu? Jangan terlalu lama, kasihan dia."

"Eumm. Akan ku pikirkan soal itu. Hehee."

Pletak!

Satu jitakan lagi mendarat di kepala Sungmin. "Dasar keras kepala." Ujar Hyukjae lalu segera berlari menjauhi Sungmin.

"Yaaaaa! Lee Hyukjae!"

*************KyuMin************

.

.


Bruuuk!

Lee Sungmin menghempaskan tubuhnya di kasur bersprei pink motif polkadot miliknya.

"Huahh. Hari ini melelahkan." Keluhnya. Pelajaran hari ini memang sedikit membuatnya kewalahan. Biologi, kimia dan fisika. Dan semua pelajaran itu sedang ada praktik hari ini. itulah yang membuat Sungmin begitu lelah.

Ting tong, ting tong.

Sungmin merutuki bunyi bel yang membuatnya harus menahan keinginannya untuk tidur.

Ting tong, ting tong.

"Neee, sebentaaar." Dia sedikit berteriak dari dalam sambil berjalan malas ke arah pintu.

'Eung?' Sungmin mengernyitkan dahi melihat seorang laki - laki membawa seikat bunga mawar merah di depannya.

"Nuguiseo?" Tanyanya dengan sopan.

"Ah nona. Kami dari JOY florist. Ada kiriman bunga untuk anda." Pria yang tergolong masih muda itu tersenyum.

"Ini bunganya dan tolong tanda tangan di sini." Seru lelaki itu sambil menyerahkan bunga dan juga selembar kertas tanda terima pada Sungmin.

"Terimakasih nona." Ucap lelaki itu lalu memasukkan kertas tanda terima ke dalam tas yang ia bawa. "Saya permisi dulu. Selamat siang." Serunya.

"Ne. Gamsahamnida." Jawab Sungmin lalu masuk ke dalam apartmennya.

"Bunga dan rangkaian yang indah." gumamnya sambil memperhatikan seikat bunga mawar yang terbungkus kertas berwarna soft pink itu.

Karena penasaran dengan pengirimnya, Sungmin segera membaca tulisan yang ada di secarik kertas yang tergantung pada tali pengikat bunga itu.

Minimi, mianhae~

Saranghae~

Senyuman tipis tergambar dari bibir Sungmin. Sudah bisa dipastikan siapa pengirim bunga itu. Ya, siapa lagi yang memanggil Sungmin dengan sebutan Minimi, kalau bukan Kyuhyun.

Drrtt Drttt Drtt Drrrt

Sungmin segera merogoh ponsel yang ada di saku roknya. Seulas senyum kembali terukir saat dia melihat nama yang muncul di layar ponselnya. Dengan segera dia mengangkat panggilan masuk itu.

"Yeoboseo."

"Yeoboseo Minimi." jawab Kyuhyun.

Sungmin meletakkan bunga itu di atas nakas yang terletak di samping tempat tidurnya, lalu mendudukkan dirinya di atas kasur bersprei pink miliknya.

"Kau sedang apa?" tanya Kyuhyun basa - basi.

"Eum, hanya bersantai saja." jawab Sungmin dengan nada datar. Rupanya gadis itu masih ingat akan misinya untuk menghukum Kyuhyun.

"Eum, aku ingin menanyakan satu hal." ujar suara di seberang.

"Silahkan saja."

"Apa, kau sudah menerima bunganya? Apa kau suka?" lagi - lagi Sungmin tersenyum. Lalu dia berfikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan Kyuhyun itu.

"Eum. Suka sih. Tapi..." Sungmin menggantungkan kalimatnya yang belum selesai.

"Tapi kenapa Minimi?" tanya Kyuhyun khawatir.

"Sebenarnya aku lebih menyukai mawar putih."

"Ah, jinjayo? eum, mianhae Minimi. Aku akan membelikannya besok." ujar Kyuhyun dengan tegas.

"Ah, tidak perlu kok. Tidak usah. Aku juga suka dengan mawar merah." Sebenarnya Sungmin tidak mempermasalahkan bunga apa atau warna apa. Ini hanya karena dia ingin melihat bagaimana usaha Kyuhyun untuk mendapatkan hatinya lagi.

"Lihat saja besok. Aku tutup dulu ne? annyeong."

"eh? ne ne annyeong." Sungmin mempoutkan bibirnya.

"Kenapa tergesah begitu sih, aku kan masih merindukan suaramu oppa." Dia bermonolog. Ya, mendiamkan Kyuhyun ternyata membawa dampak yang tidak menguntungkan untuk dirinya sendiri. Dia jadi merindukan lelaki bertubuh jangkung itu.

Sungmin merebahkan tubuhnya, memandang ke arah bunga yang tergeletak indah di atas meja nakasnya. "Gomawo oppa~ itu bunga yang sangat indah." Serunya lalu mencoba melanjutkan hal yang tadi sempat tertunda, dia memmejamkan matanya lalu segera menemui alam mimpinya.

*************KyuMin************

.

.


Keesokan harinya...

Sungmin sedang menonton televisi saat bel apartmennya berbunyi. Dengan segera dia menuju pintu dan membukanya.

Dia sedikit terkejut, namun mengembangkan senyum manisnya saat melihat siapa yang datang.

"Sore nona. Bertemu lagi." Pengantar bunga dari JOY florist itu menyapa Sungmin dengan sumringah.

"Hehee, ne, selamat sore. Kiriman bunga lagi?" tanya Sungmin basa basi.

"Kau benar. Ini." Seru lelaki itu sambil menyerahkan seikat bunga mawar putih denga pembungkus kertas warnah merah maroon. "Dan tanda tangan di sini lagi." tambahnya sambil menyerahkan kertas tanda terima.

Sungmin tersenyum, lalu meraih bunga itu dan segera menandatangani surat terimanya.

"Gomawo nona, saya pamit dulu. Selamat sore."

"Ne, gomawo, selamat sore." Jawab Sungmin sambil tersenyum lalu menutup kembali pintu apartmennya.

'as your wish Minimi. White rose.'

Sungmin terkikih kecil sambil menggelengkan kepalanya pelan saat membaca tulisan itu.

"Kau benar - benar mengirimiku bunga mawar putih oppa? Gomawoyo." Sungmin berbicara sendiri sambil menghirup wangi yang menyeruak dari bunga mawar putih itu.

Sungmin berjalan menuju kamarnya. Mendudukkan dirinya di pinggiran kasur dekat nakasnya. Mengambil satu per satu tangkai bunga mawar itu lalu menatanya bersama dengan mawar merah yang sudah ia tata kemarin.

"Mawar yang cantik." gumamnya setelah selesai menata bunga mawar putihnya.

Baby baby baby baby baby uri jeoltae he-eojiji malja,

oh my lady lady lady lady, naega jeongmal neoreul saranghanda.

Sungmin segera meraih ponselnya yang kebetulan ia letakkan di atas nakasnya.

"Haha, kenapa kau selalu menelpon sesaat setelah bunga ini sampai oppa, apa kau sudah membuat kesepakatan dengan pengirim bunganya, kkkk." kekeh Sungmin lalu mengangkat telpon dari Kyuhyun.

"Yeoboseo Minimi."

"Yeoboseo. Mawar putihnya sudah aku terima oppa." ujae Sungmin bahkan saat Kyuhyun belum bertanya.

"Aku tahu." Jawab Kyuhyun sambil tertawa kecil. "Lalu? Kau menyukainya kan? Kalau begitu kau sudah memaafkanku kan? Besok aku sudah boleh menjemputmu lagi kan Minimi?"

"Banyak sekali yang kau tanyakan. Tidak sabaran sekali." ujar Sungmin pura - pura sebal.

"Mianhae Ming. Aku hanya tidak tahan diperlakukan dingin olehmu. Sudahlah chagiya~ Maafkan aku ne?" Kyuhyun memohon.

"Eum, tapi, eumm... Oppa kau tahu kan kalau aku begitu menyukai warna pink? Aku tiba - tiba menginginkannya." Ternyata Sungmin belum puas dengan aksinya memberi hukuman pada Kyuhyun.

"Maksudmu? Menginginkan bunga mawar berwarna pink?"

"Eumm neee~" Jawab Sungmin dengan nada manja seperti anak kecil.

"Ahhh~~ nee~~ arraseooo tuan puteriii~~~~." Jawab Kyuhyun dengan menekankan dan memanjangankan suaranya di setiap kata yang ia ucapkan. "Aku tutup dulu kalau begitu. Annyeong." tambahnya.

Belum sempat Sungmin menjawab, tapi smabungan telpon itu sudah diputus oleh Kyuhyun.

"Ishhh. Selalu saja semaunya sendiri." Sungmin menggerutu. "Emm.. apa aku sudah keterlaluan padanya ya? Tapi, ah sudahlah, aku masih ingin tahu seberapa besar kegigihan seorang Cho Kyuhyun."

*************KyuMin*************

.

.


Ting tong ting tong ting tong...

Suara bel apartmen Sungmin kembali terdengar di sore keesokan harinya.

"Pasti dari JOY florist lagi." Ujar Sungmin seraya berjalan ke pintu apartmennya.

"Eh? sunbae?" Ternyata dugaan Sungmin salah. Yang datang bukan pengantar bunga dari JOY florist, namun kekasih Lee Hyukjaelah yang kini sedang berdiri di depan pintu apartmennya.

'Hoshh.. Hoshh...' Sungmin mengernyit heran mendapati Donghae yang sedang terengah.

"Sunbae? Kau kenapa begitu terengah? Seperti habis lari marathon saja." Ledek Sungmin.

"Ini bukan saatnya bercanda Min. Hosh. Kyuhyun Min, Kyuhyun."

DEG!

'Kyuhyun oppa? Apa yang terjadi padanya.' Sungmin membatin, seketika hatinya gelisah.

"Ada apa dengan Kyuhyun oppa, sunbae? Cepat katakan!" ujar Sungmin dengan nada yang cukup tinggi.

Donghae mengambil nafas panjang lalu menghembuskannya begitu saja. "Kyuhyun, Kyuhyun kecelakaan Min." Jelasnya sambil menatap sedih ke arah Sungmin.

"Mwoooooo?"

.

.

.


.

.

TBC

haii haii haii readersdeul hehehee

Akhirnya cerita ini udah nyampe chap 11

Pokoknya tetep keep read and review yaaaa *maksa kkk

SPECIAL THANKS AND WARM HUGS TO (who always support and review this FF) :

kyunny, nannaa, Hyugi Lee, jewElfishy, Siti azzahra muayanah, JoBel13ve, FiungAsmara, Hyo Bin KyuminShipperShawol, Choi Hyo Joon, Hyukfa, rositakyuhyun, Princess kyumin, Sparkyu-Min, ImSFS, AIDASUNGJIN, GaemAziKyu, SSungMine, KuyuPuyuh137, Tania3424, desi2121, is0live89, IfaGaemKyuKyungie369, Super Girl, cha, MINGswife, BbuingBbuing137, Super Girl, RenaYeppeo, Gst Irma Yhantye, amal, ibchoco, iinxartie1, cherrizka980826, kyumin forever, Day KyuMin's Fujoshi, wenyjung, aeyraaKMS, ANAKNYADONGHAE, bunyming, aey raa KMS, Anami Hime, Just Fullmoon, Cho Kyuri Mappanyukki, adindasungmin, namikazeuzumakikushina, hyuknie, Annie Pumpkin, Ary MinMin, MinnieGalz, Chubymin, ELLE HANA, sitara1083, KMS kyuminshiper, kyurin minnie, Han Ji Kyo, rositakyuhyun, Chikyumin, indahpus96, jiwoo park, Guest, nhaELF, MINGswife, Shofiy Nurlatief, leeminad, vicsparkyu4ever, Fariny, rainy hearT, kyuminalways89, indahpus96, Riyu, takarahoshi, kyuminalways89, sha, HeeYeon, kyurin minnie, Iam ELF and JOYer, didotming, AngeLseLf1323, chabluebilubilu, Yuara Tirania, Cho Miku, triple3r, Saki90, Lee SunMi, anggisujuelf, Shofiy Nurlatief, Shywona489, Chizumi, KimMinJi, Haruu 'Ruu' Kim, min190196, 1307 kms, youngie poppo, mitade13, KyuMin21, JoBel13ve, d a f, LovelyMin, audrey musaena, kim haera, Kim Hyunmin, amandhharu0522, Lee Vhe Min, Qniee love nest, nuyee, elly lyana75, minyu, evilMinMin, song min ah, KimMinJi, MyPumpkinsLABU, MinNeomuKyeopta, unnieeee Kyuhyuniverse, EviL KyuMin Pink Bunny, Freychullie, HyunMing joo, Nekyo Cloudsomnia, 137Line, aniimin, nuyee, U, pargyuchi, Asta KyuMin, thiafumings, clouds1489, JeongSangHwaTS , KimShippo, MO ELF, Hyunchan, Ghea ELF, Freychullie, AegyoAutis, widyaokta, Rio, ollalezzaolsen, Kyuminyeeunhae 968, amandhharu0522, HyunMinChan, EllyzasparKELF, olla lezzaolsen, Edelweiz, cho kyuri, Chubymin, Kim Soo Hyun, BabyChaByCho, sitara1083, Sparkyu-Min, Shywona489, minyu, stephanie choi, Kyumin, Chikyumin, HyunMinChan, MinMin21, Rissna26, dirakyu, Kimimaki, kyuqiemin, Monnom, HANA, HyoPetals, Yenilina, kyeoptaegyo, Rieke Ilma

Kalo ada yang belum kesebut mianhaeeeee ya

okay, see you all at next chapter^^

THANK YOU SO MUCH

Regards,

Pinkvirgaelf

^.^