Title : Vampire
Author : Raichi Lee SangJin ELF
Rated : M.
Pairing : KrisTao/TaoRis
Genre : Romance and Mystery..maybe?
DISC : para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy saya menjadi terwujud di FF ini.
Summary : sebuah penelitian seorang peneliti telah berhasil membangunkan vampire yang telah lama tertidur. IT'S KRISTAO/TAORIS! YAOI!
Let's check it out, Chingudeul and Yeorebeun~!
Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual, EYD yang ngasal. I told you before, if you hate YAOI or IF You HATE me, better if you don't read my fanfic, okay?
.
.
.
Author's note : Annyeong ^^. Kembali lagi dengan saya, Rai. Maafkan Rai karena
Saya terharu~ ternyata banyak yg review. Untuk readers yang nanya mata Rai kenapa, Rai baru saja melakukan operasi mata yang Alhamdulillah berhasil ^^
Jadi gini, di mata kanan Rai ada semacam tahi lalat. Tahi lalat itu akan membesar semakin bertambahnya umur Rai. Nah, kata dokter, kalau gak di angkat segera, bisa masuk ke lensa matanya. Dan udah diangkat. Nah, pas selse operasi itulah Rai sebenarnya gak boleh main di depan laptop, tapi karena inget utang fic, jdi pngen ngetik.
Alhumdulillah skrng udh membaik, tinggal ngilangin merah2 bekas operasi aja ^^
Oke, jgn banyak bacot, silahkan baca :D
Rai ucapan terima kasih sebesar-besarnya buat yang udah nge-review, buat yang udah baca.
Jeongmal khamsahamnida.
*Kissu atu2**dibakar
Nah, mari kita langsung saja mulai FFnya ^^
tolong tetap beri saya review anda *bow*
.
.
Oke, tanpa banyak bacot, mari kita langsung saja.
DON'T LIKE, DON'T READ!
.
.
I TOLD YOU BEFORE!
.
.
IF YOU HATE YAOI, BETTER IF U NOT READ MY FIC!
.
.
RAICHI
.
.
.
.
.
"Hum, aku disini untuk menolong kalian. Saat Ratu Neraka bertemu dengan Chanyeol di gerbang buatannya, aku langsung menjadikan diriku dalam bentung cahaya kecil dan keluar. Aku benci disana berlama-lama. Aku ingin bergabung saja dengan kalian." Ucap sang Dark Voice. Kai menyeringai.
"Baiklah, tetapi setidaknya, kau harus memiliki nama didunia manusia ini." Ucap Kai dan berpikir. Tak lama, Kai menjentikan jarinya. "Aku tahu nama yang pantas untuk suaramu." Ucap Kai. Namja itu menatap Kai seolah meminta jawaban.
"Apa?"
"Kim JongDae. Kau akan di panggil Chen." Ucap Kai.
"Hum, tidak buruk. Kau tahu, aku membawa hadiah ini untukmu." Dark Voice atau Chen ini menatap tangannya dan tiba-tiba muncullah sebuah buku hitam dengan ukiran rumit.
"No way! What a nice! Kau hebat! Bagaimana kau mencurinya dari Penjaga Neraka? Kau gila! Hahaha!" Kai tertawa menatap buku ini. Sebuah buku yang bukan sembarangan buku. Buku ini hanya dimiliki oleh penjaga Neraka. Buku ini memiliki kekuatan luar biasa.
Buku ini bisa menjadi sumber informasi terlengkap. Cukup tuliskan nama lengkapnya saja, dan riwayat awalnya hingga kelemahan dan kelebihan akan diketahui. Kita bisa menambahkan kekuatan kita sesuka hati kita. Cukup teteskan darah kita sedikit dan tuliskan kekuatan apa yang diinginkan.
Namun, ada sedikit kesusahannya dan resiko. Makhluk neraka pasti memiliki ketertarikan memiliki seseorang dibumi. Orang itu harus tahu kalau kita adalah makhluk neraka dan rela juga mencintai makhluk neraka. Lalu, darah orang itu harus kita teteskan pada buku itu agar dia juga menjadi penghuni neraka nantinya. Tidak disiksa, namun rohnya akan bersama kita menemanis dineraka.
"Teman-teman kita akan menyukai ini." Ucap Kai. "Oh, ayo kita pergi. Kau harus mengenal dunia baru disini. Aku merindukan nyanyianmu, Dark Voice." Ucap Kai pada Chen dan Chen mengangguk.
.
.
.
Malam yang gelap dan dingin. Luhan terlihat berjalan-jalan malam ini. Dia hanya ingin menyegarkan pikirannya. Sang Black Aragon terlihat menikmati suasana malam ini. Luhan bakan terlihat beristirahat sebentar disebuah atap gedung.
"Malam yang indah. Dark Voice, kau akan menyanyi? Sial, tak bilang-bilang padaku! Padahal aku merindukan suaramu!" ucap Luhan. Luhan bersiap mengirimkan telepatinya untuk Dark Voice, namun sebuah belati datang dan lewat didekat tangannya. Untungnya tidak mengenai tubuhnya karena Luhan langsung mengelak cepat.
Luhan menatap garang. Belati putih itu, itu milik Lord Min! sial, apa Lord Min bersamanya. Luhan langsung berubah menjadi bentuk yang menyeramkan. Memang tidak sepenuhnya, namun cukup mengerikan.
Tanduk berwarna darah keluar dari rambut golden brown milik Luhan, matanya berwarna hitam sepenuhnya dengan pupil merah darah. Kulinya menjadi berwarna merah agak hitam. Kuku jarinya memanjang dan berwarna hitam. Tubuhnya menjadi lebih besar. Telinga Luhan memanjang dan taring muncul dimulutnya.
Luhan berbeda sekali. Dari Luhan versi manusia yang imut dan menggemaskan, berubah menjadi seorang Black Aragon yang mengerikan. Dia kembali mirip sebagai anak dewa kematian bernama Lau.
Tak lama, seorang pria melompat dengan topi yang nyaris menutupi sebagian wajahnya.
"Wah wah..wah.. anak dewa kematian ternyata, kenapa berubah menjadi Black Aragon? Oh! Apa kau tak menjadi anak dewa kematian lagi, Lau Luhan?" tanya namja itu. Luhan menyeringai.
"Aku tak lagi menjadi anak dewa kematian yang harus menjaga sesuatu lagi. aku adalah Black Aragon! Dan darimana kau tahu kalau aku salah satu dari teman-temanku?!" tanya Luhan. Topi pria itu dilepaskan dan menampakan seringai wajah jahatnya.
"Aku tahu karena margamu, dan kau tahu, auramu berbeda dengan manusia kebanyakan. Ayahku, Lord Min lah yang mengajariku tentang kekuatan dan cara membedakan manusia dan makhluk neraka." Ucapnya dengan seringaiannya. Luhan berdecih sebal.
"Sialan, kau sombong sekali! Apa karena sudah berhasil membunuh 23 iblis sekaligus digerbang neraka membuatmu sombong, huh?! itu sudah cukup lama, sialan!" pekik sang Black Aragon. Namja itu menyiapkan sebuah tongkat yang dilapisi perak yang diukir dengan ukiran rumit.
"Aku tak sombong, tapi itu memang ke-specialanku." Ucapnya. Tongkat panjang lapis perak miliknya itu disemproti sebuah cairan yang aromanya sangat Luhan benci.
Itu adalah air suci. Air dari pegunungan kuil Himalaya yang sangat sangat Luhan benci karena bisa merubah wujudnya dari Black Aragon yang kuat menjadi manusia lagi. Dan akan menyerap setengah kekuatannya sekaligus hingga lemah.
Memang kekuatan Black Aragon begitu luar biasa, tetapi dia akan lemah ketika berhadapan dengan air itu. Air itu akan membuatnya lemah sementara saja, mungkin hanya 3 hari. Setelah itu dia akan kuat kembali.
"Kau tak akan pernah bisa membunuhku dengan air suci yang hanya melemahkanku 3 hari saja, sialan!" pekik Luhan yang langsung membuka mulutnya. Dia harus menyerap jiwa namja ini, dan mengirimkannya ke kantung hitam neraka.
Namja itu langsung melompat.
"Satu yang harus kau ketahui." Ucapnya yang berhasil lolos dari sinar hitam dari mulut Luhan.
Sat!
Namja itu tiba-tiba berdiri dibelakang Luhan dengan cepat. Membuat Luhan kaget dan membelakkkan matanya.
"Aku sudah dilatih oleh Lord Min sendiri. Jadi mudah untukku membunuh kalian dan membersihkan iblis didunia."
BUAK!
Satu hantaman pukulan yang mengenai kepala Luhan. Luhan terpental agak jauh. Kepalanya berdarah. Dan seketika, sosoknya kembali perlahan berubah menjadi manusia.
Darah mengucur dikepalanya. Sial, air itu bekerja secepat ini? Bukankah akan ada tenggang waktu sejam? Apa karena tongkat yang dilapisi dengan perak dan ukiran rumit itu? sialan..tubuh Luhan melemah.
"Black Aragon, aku tak akan membunuhmu. Aku masih baik hati menyisihkan kekuatanmu." Ucapnya yang berdiri didepan Luhan yang masih dibawah kakinya. Mengaduh kesakitan. "Dengarkan ini, Lord Min sudah meninggal dan aku, akan menjadi pemberantas kalian. Sampaikan ucapanku pada musuh bebuyutanku, Wu Yi Fan." Ucap namja itu lalu berbalik dan pergi.
"Tunggu!" teriak Luhan. Namja itu melihat Luhan lagi. "Siapa namamu?!" tanya Luhan. Darah masih mengalir hingga kelehernya.
"Namaku, Jung Yunho. Aku keturunan asli Lord Min." ucapnya lalu melompat dari gedung itu dan langsung pergi.
Luhan masih mengaduh kesakitan.
Luhan memfokuskan kekuatannya dikepalanya untuk segera memulai telepati.
.
.
Kris terlihat sedang tidur lelap diatas tempat tidurnya. Matanya terbuka tiba-tiba.
"Luhan, kau kemana saja? Hei, kenapa kekuatanmu lemah?!" tanya Kris dipikirannya.
"Tolong aku Kris..Lord Min..ah..keturunannya..ugh.."
Kris kaget. Tidak mungkin, dia sudah mulai menyerang?! Kapan?!
"Sial! Kau dimana?!" tanya Kris dipikirannya.
"Di atas gedung berwarna merah dekat Namsan Tower…aku sudah lemah Kris. Aku butuh istirahat. Tolong bawa aku kerumah." Ucap Luhan dan langsung mengakhiri telepatinya.
Kris langsung berdiri dan langsung melompat.
.
.
.
Pagi ini, fans Luhan harus menelan kabar kalau Luhan harus absen karena dia sedang sakit. Sehun terlihat yang paling sibuk. Sepertinya couple HunHan karangan fans akan jadi kenyataan.
Kris terlihat sedang rapat bersama teman-temannya, kecuali Luhan yang harus istirahat total.
"Pertama, aku senang Dark Voice ada disini untuk menolong. Kedua, kalian sudah pasti tahu keturunan lord Min yang menjadi musuh bebuyutanku juga kalian sudah menyerang Luhan. Sepertinya kita benar-benar harus latihan." Ucap Kris.
"Chanyeol, kau gila sudah memberitahukan dirimu kalau kau Vampire pada Baekhyun, tapi baguslah dia mau tutup mulut." Sambung Kris lagi. Chanyeol hanya tersenyum kecil.
"Aku tidak bisa berbohong pada namja seimut dia." Ucapnya. Kris menatap teman-temannya lagi.
"Aku dan Chanyeol sudah memiliki kalung neraka dari sang Ratu. Kai, Chen, kalian juga harus memiliki pegangan, kau tahu?" tanya Kris. Kai tersenyum.
Kai berdiri dan bersmirk ria.
"Ingat apa yang dilakukan dengan kakek buyutku dulu untuk mendapatkan kekuatan luar biasa?" tanya Kai. Kai melangkah menuju pintu. Chanyeol bersmirk ria.
"Kau gila. Siapa yang akan kau jadikan sumber kekuatanmu?" tanya Chanyeol. Kai membuka pintu itu dan cahaya ungu hitam tipis mengelilingi tubuhnya.
"Do Kyungsoo." Ucapnya dan langsung menghilang.
Kris menatap Chen.
"Hanya kau, Dark Voice. Kau membawa buku berharga itu, tetapi kau butuh orang yang harus kau cintai dan rela menjadi pendampingmu dineraka." Ucap kris. Chen mengangkat bahunya.
"Aku bisa mencarinya. Kalian fokus saja." Ucap Chen. Kris menatap jendela dengan sinar mentari terang yang dia benci.
"Ini aura keturunan Lord Min, dan dia benar-benar ingin menantang kita." Bisik Kris. Chanyeol mengangguk.
.
.
.
.
Tao terlihat sedang menikmati pudding. Hujan tiba-tiba mengguyur Seoul. Ibu dan ayahnya sedang pergi. Mungkin malam nanti akan kembali.
Tao menatap tv dan menonton film anak-anak. Otaknya masih polos untuk film remaja atau film dewasa, dan dia memilih film Kung fu Panda untuk melupakan penatnya.
Dan Kungfu panda adalah salah satu favoritnya.
Tubuhnya agak sakit, entahlah tengkuknya lebih pegal. Apa posisi tidurnya salah? Ingatannya memutar ketika sarapan pagi bersama ibunya.
.
.
FLASHBACK
.
"Chagi, semalam kau pingsan, loh." Ucap ibunya. Tao diam.
"Aku? Pingsan?"
"Ya, untunglah Kris menolongmu. Dia membawamu kesini. Bahkan dia menggendongmu ke kamarmu." Ucap ibunya yang tak bisa menyembunyikan nada bahagianya.
"Tapi…"
"Ibu tahu, udara malam itu memang dingin. Lain kali, pakailah mantelmu." Tao terlihat berpikir.
Ingatannya mengatakan, dia keluar dari gedung tempat pemotretan Sehun untuk beli minuman dan..gelap.
Dia tidak ingat apapun. Perasaannya mengatakan, dia tak kedinginan, dia biasa saja. Dia juga tak punya alergi dingin atau apapun itu.
"Tapi.."
"Oh iya, kami akan pergi. Ada urusan mendadak. Jaga rumah sampai nanti malam, ne?" ucap ibunya. Meninggalkan Tao yang diam diruang makan dengan sejuta pertanyaan disudut benak hingga memenuhi ruangan ini.
.
.
END OF FLASHBACK
.
.
"Aku yakin aku tidak kedinginan saat itu. Ya tuhan, kenapa aku benar-benar bisa lupa?" tanya Tao.
Hujan semakin deras, angin dan petir bahkan menyambar. Tao memutuskan mematikan tv dan berjalan menuju kamarnya. Ini baru jam 11:16 AM. Sepertinya mempersiapkan untuk tes Universitas 2 bulan lagi bukan masalah.
PRANG!
Tao melirik dapurnya. Suara piring pecah itu datang dari dapurnya. Perasaan takut menyelimutinya. Hiii! Kenapa suasanya seperti film horror?!
"Bukankah aku sudah menutup jendelanya? Apa lepas?" bisik Tao takut-takut.
Tao memutuskan untuk mengambil stik golf dan berjalan menuju dapur. Setidaknya, kalau pencuri, dia akan menghajar dengan stik golf dan wushu miliknya.
Tao mendekati dapur dan menatap sekitar. Perasaan lega langsung saja datang dan menghinggapinya. Kucing yang kelaparan. Pikirnya.
Tao mengambilkan susu di kulkas, dan langsung menyiapannya untuk si kucing. Saat susu itu sudah diletakkan untuk si kucing, kucing itu mendesis tajam dan langsung keluar dari dapur itu. Tao kaget.
Tao berdiri dari posisi jongkok dan menghadap.
Betapa kagetnya dia menemukan sepasang tangan menyentuh bahunya.
"Hello, panda." Ucapnya dengan seringai wajahnya. dia tahu, siapa ini. Ini..
"Kris…ge..?"
.
.
.
TBC
.
.
Yak! Chapter 11 akhirnya XD
Okelah, just review. No bash, no flame, no siders, no plagiat :D
