Disclaimer: All character belong to Tite Kubo. But this story purely mine. I don't take any profit from this work. It's just because I love it.
Warning: AU, miss-typo, ficlet collections, for #NulisRandom2015
.
Frühling;
.
.
—Spring
.
.
Chapter 11: Conversation
.
.
"Hei, Rukia, pernah jatuh cinta pada pria selain Byakuya?"
"Hm?"
"Sebelum kepada Byakuya, siapa pria beruntung itu?"
"You think it's kinda your business, huh?"
Suara tawa.
"Just curious."
Helaan napas.
"Aku pernah menjalin hubungan dengan beberapa pria sebelumnya. Tapi, aku tak tahu itu cinta atau bukan."
"Kau tak tahu bagaimana rasanya jatuh cinta dan kau berani memastikan kalau kau jatuh cinta dengan kakakmu itu?"
Kekehan kecil. Embusan angin.
"Rasanya … berbeda, Ichigo."
Gemersik angin mendominasi. Embusannya membawa serta harum kelopak sakura yang khas.
"How that feel?"
Hening.
Suara tawa di ujung kursi kantin mendominasi.
"It feels so good."
And that's how I feel when I see your eyes, Rukia.
Ichigo berbisik dalam hati
.
.
tbc
a/n: sebenarnya, saya punya kesan tersendiri dengan chapter ini. Meskipun minim deskrip dan full conversations, entah kenapa ada yang berkesan aja waktu nulisnya wkwk ;p btw, silakan klik tombol next and … review :p
