Chapter 11
Tittle : Are You A Vampire?
Author : Yue m00nlight
Cast : Hunhan and the other
Genre : Romance, Drama & Fantasy
Rate : M
Lenght : 11/14
Disclaimber : Semua cast milik orang tua mereka masing-masing, SM Entertainment, dan pastinya milik EXO L, hehehehe. Sedangkan ceritanya asli dua kelinci dan murni keluar dari otak Yue, setelah bertapa dan berpuasa di EXO Planet.
Warning : Yaoi! BoyxBoy, typo(s) berserakan, OOC, cerita gaje plus abal.
A/N : Annyeong^^
Melihat respon dan juga pertanyaan dari para readers, jadi tangan Yue udah gatel pengen cepat update ff ini. Ff ini udah Yue rancang sedemikian rupa, hingga fokus cerita lebih ke arah HunHan untuk yang minta moment couple lain. Mian, Yue belum bisa ngabulinnya ya jadi harap jangan kecewa.
.
.
.
.
.
.
.
This is Yaoi, if you dont like this story, cast or me
please close the tab now!
.
.
.
NO BASH, FLAME, PLAGIARISME
AND NO SIDERS
.
.
.
.
.
.
.
Happy Reading ^^
Sepulang sekolah, sembilan orang namja itu datang ke rumah sakit tempat Yixing di rawat. Kasus tersebut sudah di tangani pihak sekolah dan macaroni itu memang beracun seperti dugaan kris.
Sehun dan Chen juga sudah mendatangi toko kue yang menjual macarons, namun mereka tidak menemukan namja pengantar kue tersebut. Bahkan pemiliknya menegaskan jika toko mereka, tidak menerima delivery.
Yixing tertidur setelah meminum obatnya, dan Suho berada disebelah kanan Yixing sambil menggenggam tangan namja yang dia cintai.
"Sepertinya orang tersebut sengaja meracuni Yixing, namun apa motifnya?" Kris menatap satu-persatu wajah mereka. Tapi tentu saja mereka semua bungkam, mereka juga tidak tahu jawaban dari pertanyaan Kris.
Isi kepala mereka semua sama. Kenapa yixing di racuni? Apa motif nya dan yang paling penting siapa dalangnya.
Selama ini Yixing di kenal sebagai namja yang paling lembut dan kalem di antara mereka semua. Jadi mustahil dia memiliki musuh bukan, "Mungkin ini kerjaan fans mu Suho hyung?" tebak Chen sambil menatap Suho.
Suho menggeleng, "Aku rasa tidak, karena tidak mungkin mereka melakukan hal sampai segila ini jika cemburu melihat ku dan juga Yixing" apalagi meracuni seseorang dan bisa berurusan dengan nyawa manusia. "Bagaimana dengan sasaeng fans? Bisa saja bukan?" Kai mengutarakan pendapatnya.
Beberapa dari mereka bergumam menyetujui ucapan Kai. "Tapi kita bukan idol, Kai" Chanyeol ikut menjawab. "Lagipula mereka juga tidak mungkin mau berurusan dengan polisi jika ketahuan" lanjutnya lagi membuat Kai bungkam.
"Perkataan Chanyeol hyung tadi benar. Seandainya mereka cemburu karena kedekatan Suho dan Yixing ge, mereka tidak akan berani melakukan hal nekat yang bisa berurusan dengan polisi" kali ini Tao ikut andil.
Mereka menghela napas lelah tanpa sadar, ini sangat aneh dan memusingkan.
"Kalian pulang lah, ini sudah sore. Biar aku yang menjaga Yixing disini" Suho mengulas senyum di bibirnya. Keluarga Yixing tidak ada disini, mereka ada di China sekarang.
Xiumin menggelengkan kepalanya protes, "Tidak, aku juga mau menjaganya" yang lain juga ikut menyetujui ucapan Xiumin.
Perasaan senang menghampiri Suho, dia tahu kalau unicorn kesayangannya ini memiliki orang-orang yang perduli padanya. "Pulang saja dulu, nanti malam baru kemari dan kita bicarakan lagi"
Xiumin hendak membantah ucapan Suho, namun Chen menyentuh pundaknya pelan. "Kita pulang dulu sayang, nanti malam baru kita kemari lagi" akhirnya mau tidak mau, Xiumin menyetujui ucapan kekasihnya yang bersuara merdu itu.
"Kami pamit dulu Suho, jika terjadi sesuatu segera hubungi kami" Ujar Kris sebelum keluar kamar di ikuti yang lain.
.
.
.
.
Kepala Luhan menunduk lesu, dia tidak habis pikir dengan kejadian hari ini. Padahal baru saja tadi siang mereka makan di kantin dan saling bercanda, namun sekarang Yixing sudah di rawat karena keracunan makanan dari seseorang yang masih menjadi misteri.
"Jangan terlalu dipikirkan baby lu, semua pasti akan segera membaik" Luhan tahu Sehun sedang mencoba menghibur dirinya saat ini.
Luhan hanya tersenyum lemah, "Hm, Sehunnie keberatan tidak jika kita menunda dulu rencana kita malam ini?"
Jadi itu yang mengganggu pikiran Luhan, "Tentu saja tidak" di belakang mereka Kai dan Kyungsoo juga mendesah mendengar percakapan Luhan. "Kita juga tidak usah berkencan malam ini ya, Kai?"
Sebenarnya Kai ingin protes, namun mengingat situasi sekarang dia hanya bisa kecewa. "Tentu Soo baby" dalam hati dia terus merutuki orang yang mencelakai Yixing, karena dia batal kencan dengan Kyungsoo.
Dalam perjalanan pulang, Luhan terus bungkam. Sehun juga, sepertinya mereka sedang memikirkan sesuatu yang serius. Semenjak mereka berpacaran, mereka pulang dan pergi diantar namjachingu masing-masing.
Ponsel Luhan bergetar sebentar, sebuah pesan dari nomor asing yang tidak dia kenal.
.
From : +621309xxxxxx
To : SweetVampire
Hai vampire manis,
Suka dengan kejutan dari ku untuk temanmu?
Aku harap iya karena masih banyak kejutan
Lainnya untuk mu.
.
Mata Luhan membulat, astaga siapa orang ini dan kejutan katanya. Apa mungkin dia adalah orang yang meracuni Yixing. Dan dia tahu identitas Luhan.
.
From: SweetVampire
Siapa kau sebenarnya? Apa kau yang meracuni temanku?
Apa mau mu?
Apa kau seorang Hunter?
.
Luhan mulai gelisah, jangan bilang kalau mereka Hunter. Di sebelahnya Sehun hanya memperhatikan dengan bingung. Tidak lama sebuah pesan dari nomor yang sama masuk.
.
To: SweetVampire
Nde, kau benar. Aku adalah Hunter.
Yang aku mau adalah, kematian mu dan vampire lainnya.
.
Gila, Luhan berurusan dengan seorang Hunter sekarang. Astaga mereka adalah manusia berbahaya dan terlatih untuk melawan vampire. Bagaimana ini apa yang harus Luhan lakukan, dirinya dan Kyungsoo dalam bahaya. Tidak hanya itu, orang-orang terdekat mereka juga dalam bahaya.
.
From: SweetVampire
Aku tidak akan menyerahkan diriku.
Dan jauhi teman-temanku, sebelum kau menyesal.
.
Sepertinya mulai sekarang, Luhan harus memperhatikan keadaan sekeliling mereka. Dia juga harus memperingatkan Kyungsoo tentang ini, karena Hunter akan mengancam keselamatan mereka mulai sekarang. Ponsel Luhan kembali bergetar, dengan cepat Luhan membaca pesan tersebut.
.
To: SweetVampire
Kau mengancam kami? Tidak salah?
Sebaiknya kau harus berhati-hati mulai sekarang,
Karena jika kau lengah tau sendiri akibatnya.
.
Luhan menggertakkan giginya kesal, sepertinya dia harus menghubungi Yunho dan meminta solusi untuk masalah gawat kali ini. Luhan mendongak saat merasakan tangan Sehun mengusap rambutnya. "Kita sudah sampai baby" benar saja, mereka sudah sampai.
Sehun melepas seat belt yang Luhan kenakan, sepertinya hari ini dia tidak mampir. "Tidak turun?" tanya Luhan dan Sehun tersenyum tipis. "Mian, tapi aku mau pulang saja sekarang dan beristirahat. Nanti malam aku jemput jam tujum malam, hm?" Luhan mengangguk.
Sehun mengecup dahi dan bibir Luhan sebentar, sebelum Luhan turun dan Sehun pulang ke apartemennya.
Dia butuh istirahat sore ini, sebelum nanti malam kembali ke rumah sakit bersama Luhan.
.
.
.
.
~ Are You A Vampire? ~
.
.
.
.
Tiga hari berlalu sejak peristiwa itu, dan Yixing juga sudah kembali bersekolah seperti biasa. Namja itu keluar kemarin sore, untunglah dia mendapat pertolongan cepat dari rumah sakit hingga kondisinya tidak terlalu mengkhawatirkan.
Luhan dan Kyungsoo juga mulai mengawasi keadaan sekitar mereka, sejak Luhan memberi tahukan tentang Hunter pada Kyungsoo, mereka jadi lebih waspada.
Yunho juga sudah dihubungi, namja itu berkata agar mereka berdua terus mengawasi orang-orang di sekitar mereka. Dan juga Yunho mulai melacak para Hunter yang ada di Korea, sekarang namja itu ada amerika untuk menemui dewan vampire dan membicarakan masalah Luhan.
Saat ini dua belas namja itu kembali duduk di kantin seperti sebelumnya, mereka sepakat untuk tidak menerima apapun lagi sembarangan.
Kejadian itu, cukup menghantui mereka. Apalagi sampai sekarang, polisi belum juga menemukan petunjuk atau pelakunya. "Jujur saja aku masih bingung, kenapa dia meracuni ku. Padahhal aku tidak pernah merasa punya musuh" Yixing terlihat berpikir keras untuk menemukan jawabannya.
"Polisi pun belum menemukan petunjuk yang mengarah ke pelaku" timpal Suho sambil menyedot jus jeruknya.
Baekhyun menelan makanannya, "Sudahlah kita tunggu saja perkembangannya dari polisi, lebih baik kita harus waspada mulai sekarang agar kejadian seperti kemarin tidak terulang kembali" ujar Baekhyun bijak.
Kai dan Chanyeol melongo mendengarnya, bagaimana mungkin namja berisik ini bisa berbicara bijak seperti itu. "Tumben kau bicara bijak hari ini Baekki" Baekhyun memukul lengan Chanyeol, tidak terima karena diremehkan.
"Kau meremehkan ku Park Dobi?"
Chanyeol menelan salivanya gugup, dia tidak mau Baekhyun merajuk. "E-eh.. tentu saja tidak Baekki, kapan aku meremehkanmu?"
"Lalu yang tadi itu apa?"
"Aku hanya bertanya Baekki chagi~" Chanyeol tersenyum lebar.
Baekhyun mengerucutkan bibirnya imut, "Terserah, yang jelas jangan datang dan mengajak ku berkencan akhir minggu ini" putus Baekhyun membuat Chanyeol panik. Tuh kan, ini yang terjadi kalau Chanyeol sudah salah bicara.
"Andwee, jangan marah donk Baekki. Nanti aku kencan dengan siapa? Masa dengan tiang listrik" Chanyeol terus mencoba membujuk Baekhyun dengan aegyo gagalnya.
Tanpa menghiraukan Chanyeol, Baekhyun meneruskan makannya. "Kencan saja dengan tiang listrik, toh kalian satu spesies" jawab Baekhyun santai.
Mendengar itu, mereka semua tertawa minus Baekhyun. Chanyeol dan juga Sehun. Kenapa Sehun tidak tertawa, tentu saja karena dia sibuk dengan dunianya sendiri sejak tadi. Dunia mencium aroma Luhan sambil sesekali menjilat leher putih mulus itu. kenapa tidak ada yang protes? Untuk apa, karena pasti hanya di tanggapi dengan datar dan santai dari Sehun 'urus saja urusanmu sendiri hyung'.
.
.
.
.
Chen sesekali ikut bernyanyi lagu yang terputar di dalam mobilnya, namja bersuara merdu itu baru saja mengantar Xiumin pulang dan dalam perjalanan kembali ke rumahnya.
Mata Chen melirik spion samping mobil sportnya, terlihat sebuah mobil hitam terus mengikuti dia sejak tadi keluar sekolah. Awalnya dia berpikir mungkin mobil itu searah dengannya, namun mobil itu terus mengikuti dia sampai sekarang.
Lama kelamaan, Chen jadi curiga. Jangan-jangan mobil ini sengaja mengikuti dia.
Kaki Chen menginjak pedal gas mobil, menambah kecepatan mobilnya meninggalkan mobil penguntit itu jauh di belakang. Tapi tidak bertahan lama, karena mobil itu mulai mengejarnya. Merasa ada yang tidak beres, Chen terus melajukan mobilnya di jalanan sambil sesekali mengecoh mobil di belakangnya.
Tapi setelah dua puluh menit aksi kejar-kejaran dengan mobil itu. si penguntit tetap tidak menyerah dan berhasil mengejar mobil Chen.
Mata Chen terus mengawasi mobil hitam di belakangnya, namun karena kurang berhati-hati Chen tidak melihat ada seorang anak kecil hampir menyebrang jalan, dan dengan sekuat tenaga Chen menghindari anak tersebut membanting stir mobilnya ke arah lain.
BRAAAKK
Mobil sport Chen terhenti, bagian depan kap mobilnya hancur karena menabrak mobil lain dengan keras dan Chen pun tak sadarkan diri.
.
.
.
.
Di waktu yang sama, namun di tempat yang berbeda. Luhan dan Kyungsoo sedang berada di lift menuju lantai apartemen mereka. Ponsel Luhan bergetar dan sebuah pesan masuk, membuat mata Luhan terbelalak kaget.
.
To: SweetVampire
Aku baru saja memberimu kejutan lain,
Sekarang temanmu di bawa ke rumah sakit.
Aku harap kau menyukai kejutan untuk mu kali ini.
.
Luhan menunjukkan pesan tersebut kepada Kyungsoo, reaksinya tak jauh berbeda dari luhan. Namun belum sempat mencerna semuanya dengan baik, Kai menelpon dia dan membawa berita buruk. 'Chen hyung mengalami kecelakaan, sekarang dia di rawat di rumah sakit. Cepat datang kemari bersama Luhan hyung'
Sekarang mereka berdua tahu, apa kejutan yang di maksud si Hunter.
.
.
.
.
~ Are You A Vampire? ~
.
.
.
.
Teror dari si Hunter terus berlanjut untuk Luhan.
Seminggu setelah Chen kecelakaan, namja itu sudah kembali bersekolah karena peristiwa kecelakaan itu tidak terlalu berakibat fatal padanya. Hanya beberapa memar dan juga tangan kanan nya terkilir hingga harus di rawat cukup lama.
Untuk mobil yang di tabrak Chen, mereka semua patut bersyukur karena pemilik mobil itu baik-baik saja. Dia tidak terluka parah hanya beberapa jahitan saja di kaki, dan setelah keluarga Chen ganti rugi mobilnya dia tidak mempermasalahkan lagi perihal kecelakaan yang dia alami.
Hari ini kelas Luhan di hebohkan dengan sebuah paket tanpa nama pengirim untuk Luhan. Namja rusa itu heran sekaligus waspada, kenapa bisa ada paket untuk nya yang dikirim ke sekolah. Saat tangan nya membuka paket tersebut, semua orang sontak terkejut.
Isi paket tersebut sangat menakutkan.
Paket tanpa nama dan alamat pengirim itu berisi, empat kepala kucing dan dua puluh kepala burung merpati. Di dalamnya juga ada tulisan dari darah, yang berisi tanggal lahir Luhan dua puluh April tanpa tahun.
Luhan terlalu kaget dan juga geram, dia tahu ini ulah para Hunter.
Kris mengambil paket itu dari meja Luhan, dan membuangnya jauh-jauh. Sementara yang lain terlihat bersimpati dan menggumamkan kalimat penenang untuk Luhan.
Sepuluh menit kemudian, Kris masuk kelas bersama dengan Ahn seonsaengnim yang memulai pelajarannya. Membuat semua siswa yang mengerumuni Luhan, kembali ke tempat duduk masing-masing.
Tidak lama ponsel Luhan kembali bergetar dan menampilkan sebuah pesan.
.
To: SweetVampire
Suka hadiahku untuk mu sayang?
Aku harap iya, karena aku membuatnya susah payah.
Lebih baik kau menyerah sekarang bersama sepupu mu itu,
Maka tidak akan ada lagi yang terluka.
.
.
.
.
.
.
.
Sepulang sekolah Baekhyun mampir di taman sendirian, duduk menikmati suasana taman yang sepi. Chanyeol tidak bersamanya, karena ada urusan mendadak katanya.
Hampir dua minggu ini mereka mengalami teror dari orang yang tidak di ketahui.
Mulai dari Yixing yang keracunan makanan, Chen yang mengalami tabrakan karena di kejar-kejar dan juga terakhir tadi Luhan yang mendapat paket mengerikan berisi kepala binatang sesuai tanggal lahirnya.
Hanya satu kesimpulan yang bisa mereka tarik, yaitu peneror itu adalah orang yang sama.
Dilihat dari cara kerja nya yang tidak meninggalkan jejak, sepertinya dia seorang yang profesional.
Tanpa Baekhyun sadari, ada dua orang namja berjubah hitam mendekati dia dari belakang. Setelah cukup dekat, salah seorang dari mereka membekap hidung Baekhyun dengan sapu tangan hingga namja itu pingsan.
Tubuh Baekhun mereka bawa ke dalam mobil hitam yang terparkir tidak jauh dari sana. Mobil yang sama dengan mobil yang mengikuti Chen tempo hari.
.
.
.
.
.
.
.
Luhan kembali mendapat pesan dari nomor yang sama di apartemen. Namun bukan itu yang membuat tubuh Luhan tegang seketika melainkan foto yang dikirim itu lah penyebabnya.
Kyungsoo menyadari perubahan pada Luhan, mendekat dan ikut menegang saat melihat foto di ponsel Luhan. Foto seorang namja manis, bersuara melengking dan beryeliner tebal. Byun Baekhyun, di ikat di sebuah kursi dan matanya ditutup kain hitam.
.
To: SweetVampire
Bukan kah dia sangat manis?
Jika ingin menyelamatkannya, datanglah ke alamat yang kukirim tadi.
Tenang saja, aku tidak akan membunuh kalian sekarang.
Aku masih menunggu saat yang tepat.
.
Kedua nya langsung melesat ke turun kebawah, mengambil mobil dan menuju ke alamat yang di kirim si Hunter. Mereka bahkan melupakan fakta, mungkin saja ini sebuah jebakan yang di persiapkan para Hunter.
Tiga puluh lima menit berlalu, mereka sampai disebuah area sepi dan gelap. Terdapat sebuah gudang yang tak terawat di sana. Kedua nya turun dari mobil dan melesat cepat hingga sudah berdiri di depan pintu, mata dan telinga mereka mengawasi keadaan sekitar.
Nihil, tidak ada siapa pun disana. Sepertinya Hunter itu tidak berbohong saat mengatakan tidak akan membunuh mereka sekarang.
Pintu gudang yang tak terkunci terbuka, di dalamnya nampak Baekhyun yang masih dalam kondisi sama dengan di foto tadi. Dia pingsan dan terikat di kursi. Kedua nya melepas ikatan tali di tubuh Baekhyun dan membawa tubuh itu ke mobil mereka. Setelahnya meninggalkan tempat tersebut dengan cepat.
Mata bulat Kyungsoo menemukan sepucuk surat yang sengaja di letakkan di saku celana Baekhyun. Luhan hanya melihat Kyungsoo sekilas membaca isi surat tersebut, "Apa isinya?
Kyungsoo menatap Luhan sebentar dari bangku belakang, kepala Baekhyun berada di pahanya. "Hunter tersebut menyuruh kita pergi secepatnya dari sini, jika ingin melindungi teman-teman kita. Dan ini adalah kesempatan terakhir yang dia berikan pada kita".
Luhan terdiam sesaat untuk berpikir. "Kurasa itu bukan ide yang buruk, bagaimana dengan mu Kyungie?"
Mata bulat Kyungsoo memperhatikan jalanan di luar lewat jendela mobil, entah kenapa dia merasa berat untuk menjawab pertanyaan Luhan. "Sepertinya, memang tidak masalah hyung" tapi namja itu tahu pasti akan ada masalah dengan hati nya, entah kenapa dia merasa berat untuk meninggalkan orang yang dia cintai.
Dan mereka mulai mempertimbangkan pesan tersebut dalam diam.
.
.
.
.
~ Are You A Vampire? ~
.
.
.
.
Pagi itu Baekhyun berjalan gontai ke kelas, tadi dia di antar oleh supir pribadinya karena Chanyeol tidak bisa menjemputnya seperti biasa. Tadi pagi eomma berkata dirinya diantar pulang oleh Luhan dan Kyungsoo, mereka mengatakan pada eommanya jika Baekhyun ketiduran di apartemen mereka.
Baekhyun tentu ingat kalau dia di culik orang sore itu di taman.
Dan saat sadar paginya, dia sudah berbaring nyaman di ranjang empuknya. Tapi bagaimana mungkin semua itu terjadi, karena itu Baekhyun semakin mempercepat langkahnya menuju kelas.
Dia akan bertanya apa yang sebenarnya terjadi pada Kyungsoo ataupun Luhan.
Kenapa dia bisa pulang di antar mereka? Lalu siapa yang menculik dirinya dan apa motif si penculik? Yang paling penting adalah, apa mungkin Luhan dan Kyungsoo terlibat dalam penculikkan tersebut.
Baekhyun menggelengkan kepalanya heboh, mana mungkin mereka terlibat. Kalau mereka berdua terlibat, seharusnya dia masih di sandera sekarang bukannya di antar pulang.
Begitu Baekhyun msuk ke dalam kelas, dia mencari sosok Kyungsoo namun nihil. Bangku dia masih kosong, sementara Kai sudah duduk di tempat nya bersama Sehun dan Chanyeol. "Kai, mana Kyungsoo?" mereka bertig segera memandang Baekhyun.
Kai terlihat bingung, "Entahlah Baek, aku juga tidak tahu. Dari tadi ponsel mereka tidak bisa di hubungi dan juga apartemen mereka kosong. Karena itu aku dan Sehun berpikir mereka sudah datang ke sekolah duluan, namun hasilnya bisa kau lihat sendirikan?"
Tangan Baekhyun segera mencari kontak Kyungsoo dan juga Luhan di ponselnya. Namun seperti yang dikatakan Kai, nomor mereka tidak bisa di hubungi.
Terpaksa Baekhyun kembali ke bangkunya dengan kecewa.
Dia sudah berniat menginterogasi Kyungsoo, tapi malam namja bermata owl itu belum datang dan tidak bisa di hubungi.
Bel masuk berbunyi, Kim seonsaengnim mulai mengabsen siswa nya setelah masuk ke kelas. Saat menyebut nama Do Kyungsoo, ketua kelas mereka menjawab. "Ssaem, maaf tapi Kyungsoo hari ini tidak masuk tanpa keterangan" Kim seonsaengnim melihat siswa nya sebentar.
"Apa kalian tidak ada yang tahu, kenapa Do Kyungsoo tidak masuk"
"Aniii Ssaeemm" jawab mereka kompak.
Kim seonsaengnim berdehem sejenak. "Kalian ini bagaimana, masa kabar teman sekelasnya sendiri tidak tahu"
Di tempat duduknya Kai mulai gelisah, sebenar nya kemana Kyungsoo pergi dan kenapa tidak ada kabar. Entah kenapa firasatnya mulai tidak enak.
"Baiklah karena sepertinya kalina memang tidak tahu, saya akan mengatakannya pada kalian. Mulai hari ini Do Kyungsoo dan juga sepupunya Xi Luhan sudah tidak bersekolah disini lagi"
Bagai di sambar petir di siang bolong, mereka semua kaget karena berita mendadak tersebut. Terutaman untuk Kai dan Sehun, mereka namjachingu-nya tapi malah tidak tahu apapun.
"MWO ?! Ssaem jangan bercanda!" teriak Baekhyun dan Tao kaget.
Kim seonsaengnim pun memukul meja nya keras, "Siapa yang bercanda? Tadi pagi kepala sekolah sendiri yang mengatakannya pada staff guru. Mereka pindah sekolah tadi malam, karena ada urusan mendadak sehingga berkas-berkas mereka di transfer pagi ini"
Baekhyun terperangah, jelas ini sangat mengejutkan baginya. "Memangnya mereka berdua pindah kemana, sampai tidak bisa mengurus berkas nya dan harus di transfer hari ini Ssaem?" Tao bertanya tanpa emosi dan terlihat tenang.
"Itu juga yang di tanyakan guru lainnya, kepala sekolah tidak bilang mereka berdua pindah kemana. Yang jelas mereka pindah karena keinginan orang tuanya, dan mereka berangkat tadi malam meninggalkan Korea" jelas Kim seonsaengnim.
Seseorang tolong katakan pada mereka bahwa ini semua hanya lelucon.
.
.
.
Other Side
Luhan dan Kyungsoo duduk manis di bangku yang tersedia, mereka baru saja check-in. Tadi malam setelah mengantar Baekhyun pulang, mereka langsung berkemas dan menghubungi Yunho yang berada di negara Inggris saat ini.
Luhan juga sudah menghubungi kepala sekolah dan mengatakan alasan –palsu nya pindah sekolah secara mendadak. Walau awalnya kepala sekolah keberatan dengan kepindahan mereka berdua, namun tidak ada yang bisa di lakukannya untuk menahan mereka tetap bersekolah disana.
Luhan juga sudah meminta kepala sekolahnya, untuk mentransfer berkas kepindahannya dengan Kyungsoo ke alamat yang di kirim Yunho.
Mereka sengaja mengambil penerbangan pagi ke Inggris, agar lebih cepat sampai sana. tadi malam tidak ada jadwal penerbangan ke negara tersebut. Mereka masih harus menunggu sekitar dua puluh menit lagi untuk berangkat.
"Hyung" Luhan menoleh, memandang Kyungsoo.
"Ada apa Kyungie?"
Mata bulat itu menatap Luhan, bisa Luhan lihat jika Kyungsoo merasa tidak rela meninggalkan Korea. "Kenapa semua nya terasa begitu cepat?"
Badan Luhan menyandar di kursi, berusaha merilekskan badannya. "Bukankah kita sudah biasa berpindah-pindah mendadak seperti ini. Jadi kenapa sekarang kau mengeluh Kyungie?" mata Luhan terpejam saat menanyakannya.
Kyungsoo memandang manusia yang sibuk berlalu lalang di sekitar mereka. "Itu benar hyung, ini sudah sering kita lakukan" Kyungsoo menjeda ucapannya, tangannya masuk ke kantung jaket warna hitam miliknya. Mata nya terlihat menerawang, tak fokus. "Tapi sekarang berbeda, karena sebagian hatiku tertinggal disini ketika kita naik pesawat nanti"
Mata Luhan terbuka, dia tahu hal itu karena dia juga merasakannya. Perasaan bahwa separuh jiwa nya tertinggal disini, tepatnya tertinggal pada seorang namja tampan bernama Oh Sehun."Aku juga merasakannya, sama seperti mu"
Bahkan saat mengucapkan kata tersebut, kepala Luhan di penuhi sosok nya.
"Dan aku juga belum sempat mengucapkan kalimat itu padanya" gumam Luhan pelan. Sungguh, dia sangat menyesal. Seandainya saja dia segera mengatakan 'Saranghae Oh Sehun' setidaknya perasaannya tidak akan seberat ini.
Lihatkan, sudah ku bilang jangan menunda-nunda ungkapan cintamu Luhan. Karena jika kau kehabisan waktu, maka kau akan menyesal.
Telinga Kyungsoo dapat mendengar gumaman Luhan dengan baik, berterima kasihlah dengan kelebihan vampire yang mereka miliki. "Jadi sampai sekarang, hyung belum mengatakan perasaan hyung pada Sehun?"
Bibir Luhan tersenyum tipis, dia berpikir apa yang akan di katakan Sehun tentang kepindahannya yang mendadak dan tanpa memberitahuan. "Belum" jawab Luhan singkat.
Kyungsoo mengelus bahu Luhan pelan, dia tahu pasti Luhan yang merasa lebih berat untuk meninggalkan Korea di banding dirinya. "Bagaimana perasaan hyung yang sebenarnya pada Sehun? Apa hyung sudah mulai menyukainya?" dia penasaran dengan jawaban Luhan, karena sebelumnya Luhan hanya memanfaatkan Sehun.
"Ani... aku tidak menyukainya" jawab Luhan sambil melihat Kyungsoo yang terkejut denan jawaban Luhan.
Bagaimana bisa Luhan belum membuka hatinya pada Sehun? Apa Luhan masih mengharapkan Yunho kembali padanya. Itu hal yang mustahil, kau tahu. "Tapi hyung, Sehun sangat men-"
Jari telunjuk Luhan berada dibibir heartlips Kyungsoo, membuat dia terdiam begitu saja. "Kyungie, aku tahu Sehun sangat mencintaiku". Luhan menjauhkan jarinya dari bibir Kyungsoo. "Dan aku juga mencintainya, walau kemungkinan dia belum mengetahui perasaanku karena aku belum sempat mengungkapkan nya".
Kyungsoo paham maksud Luhan. "kau tidak menyukainya, tapi kau mencintainya. Itu yang hyung maksud bukan?"
Luhan menegakkan tubuhnya dan tersenyum manis. "Kau benar" kyungsoo memeluk tubuh Luhan erat dari kiri, Luhan hanya terkekeh melihatnya. "Aku harap masalah Hunter ini segera di atasi, dan kita bisa segera kembali ke Korea jadi hyung bisa mengungkapkan perasaan hyung padanya!"
Mereka berpandangan sejenak, kemudian tertawa pelan. "Ku harap juga begitu, jadi uri Kyungie bisa bertemu kembali dengan si seksi Kai" goda Luhan sambil mencolek dagu Kyungsoo.
Wajah Kyungsoo pasti merona jika mereka manusia. "Berhenti menggodaku hyung!" seru Kyungsoo sambil mempoutkan bibir nya lucu.
"Aigoo... uri Kyungie marah, eoh? Ottokhae? Haruskah kita minta bantuan pada Kai untuk membujuknya?" Luhan kembali menggoda Kyungsoo dan berlari begitu melihat Kyngsoo bersiap untuk memukulnya.
Kyungsoo mengejar Luhan yang berlari menuju pesawat, karena panggilan untuk pesawat mereka baru saja terdengar. "Yak, rusa jelek kembali kemari!"
Luhan menoleh ke belakang tanpa menghentikan lari –ala manusia nya. "Tangkap aku kalau bisa nyonya Kim" lidah nya terjulur keluar, mengejek Kyungsoo.
"Tutup mulut mu nyonya Oh!" teriak Kyungsoo tak terima karena di panggil dengan marga Kai. Penumpang lain yang berada di sekitar mereka hanya bisa geleng-geleng kepala, karena tingkah dua namja imut yang masih setia kejar-kejaran.
Begitu mereka berada di dalam pesawat dan duduk di bangku masing-masing. Pesawat mulai lepas landas, meninggalkan Korea.
Jika dulu Luhan pasti phobia dengan ketinggian, namun tidak sekarang setelah menjadi vampire. Dia duduk dekat jendela dan di sebelahnya duduk Kyungsoo yang membaca novel dengan serius.
Mata rusa itu terlihat nanar, menatap ke bawah melihat Korea semakin mengecil dari jendela. "Selamat tinggal Korea dan selamat tinggal Oh Sehun, aku harap kita bisa bertemu secepatnya dan kita bisa kembali bersama".
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
.
.
.
Huahahahhahaha... EXO di teror ma Hunter. Dan apa itu? Luhan dan Kyungsoo ninggalin Korea sesuai keinginan para Hunter? Astaga! Apa ini? Apa ini? Apa ini? Andweeeee! /Yue stres /Plakk /Abaikan.
Dari pada Yue di bakar readers, mending balas review nya aja. Yuk cekidot!
~Junia angel 58: Sayangnya Sehun masih manusia ya, kapan jadi Vampire? Kapan aja boleh /Plaakk
~Oh HunHan Zelus: Gak donk, entar klo papa Hun nya Ly mati, siapa yang sama mama Han? Eonni kn HunHan Hard Shipper jadi sampai kapanpun mereka bakalan tetap bersama.
~Imafujoshifaghag: Sehun masih hidup, karena dia pingsan dan Luhan gak isap darah nya ampe habis. Jadi tenang aja ya.
~Ariviavina6: Jinjja? Gak, tuh masih hidup kn kkk~
~Byun bebekyun: Karena Sehun Cuma pingsan, Yehet!
~Babyxing: Hah, belum masih manusia kok si Sehun. Yah emang ada yang mati dan bakalan sad ending tapi tetap... ahahahha tunggu aja ya.
~Lieya El: Ini udah lanjut ya^^
~Luludeer2009: Yah, akhirnya Yue sadar bahwa ff ini ga boleh berhenti. Walau HunHan moment ga bakalan ada lagi, tapi HunHan masih tetap ada di dunia FFN.
~Choiharin: Ahahahaha... iya si Cadel mank masih hidup. Tenang aja, Luhan udah ada rasa kok, malah terasa banget. Anggap aja semua cerita di FFN tentang HunHan adalah HunHan moment^^.
~HUNsayHAN: Yehet! Makasih supportnya, dan Yue tetap bakalan lanjut nulis ff tentang My First Cuople Bias, HunHan.
~Oh Sehan: Wah, ada anak nya HunHan disini. Tenang aja Sehun masih manusia nak XD.
~Juniel Is A Vampire Hybrid: Ahahahaha... bisa di atur, Sehun jadi Hunter berarti bakalan bunuh Luhan donk?
~Yilay: Darah Sehun gak di hisap sampai habis, untuk NC kenapa Sehun masih bisa karena setelah darah Sehun cukup banyak di hisap, dia dapat sedikit kekuatan Vampire tapi tetap manusia.
~Guest: Luhan mank rada tegaan disini, tapi tenang aja entar lagi Luhan bakalan jatuh cinta ma Sehun kok. Ya, Yue tetap HunHan shipper kok^^ karena mereka bakalan terus ada di hati Yue selamanya.
~Ia: Ahahahaha,,, gapapa, Yue ngerti kok. Tapi lain x jangan di ulangi lagi.
~Luluhan12: Sehun tetap hidup dan masih manusia, karena Luhan ga isap darah nya sampe kering.
~Lulurara: Karena Luhan gak hisap darah Sehun ampe kering.
~Junia angel 58: Ahahahaha, maaf mengecewakan. Wow, kalo iya berarti ntar camer buru calon mantu donk XD. Maklum Yixing kn namja yag polos dan juga berhati lembut jadi ga curiga. Sehun jadi korban lagi kaya nya nih.
~Ariviavina6: tetap lanjut dan pasti ada endingnya lh, malah udah buat sequel nya... ups ketahuan.
~Ditstysandra: Okeh, suara udah mantap. Anyyeong^^ Wah, makasih udah mau mampir di ff ini ya. Ga cape baca merathon? Tenang dosen nya udah Yue ajak keliling kompleks makanya dia ga masuk.
~Oh SeHan: Iya, Luhan terlalu semangat gigit nya. Udah terjawab ya siapa yang meracuni Yixing.
~Oh Zhiyulu Fujoshi: Wah, Yue juga suka kaya es batu soalnya si Sehun. Sehun mank sok jula mahal mulu dari dulu malah. Ahahahaha... ada donk. Jinjja? Lebih hot mana sama lahar gunung sinabung? Geregetan, aku jadi geregetan /nyanyi. Huhuhuhu... Luhan klo Khilaf mank gtu suka lupa tempat XD. Ahahahahha... makanya jangan ampe jadi kaya Sehun ya, soalnya sakit nya tu disini /Tunjuk jidad /Plakk. Cewenya adalah dua paling fenomenal Luhan dan Kyungsoo, untuk dua orang namja itu adalah Yunho dan Jaejoong yang ngawasi Luhan. Ahahahaha... maaf klo ga elit soalnya eonni adalah orang yang biasa-biasa saja /Plaak /Abaikan. Yang mati... ada deh! HunHan tetap bersatu? Bisa di atur kok, karena Luhan terlalu sering minum darah Sehun jadi racun pada taring vampire nya Luhan mulai nyatu ma Sehun makanya Sehun jadi dapat sedikit kekuatan vampire yaitu gak mudah lelah. Tenang walau lama kn Luhan udah cinta ma Sehun, cinta mati malah. Namanya juga Oh Pervert Sehun XD.
~Yilay: udah terjawab ya siapa yang ngeracuni Yixing, maaf Yue ga bisa buat SuLay moment karena ini fokus ke HunHan.
~Jujujus: Hm, kasih tahu ga ya? Ahahahahaha... maaf, tetap ada cast yang mati di ff ini. Ini udah cepat belum?
~Oh HunHan Zelus: Belum, Sehun masih manusia kok sayang. Gomawooo Ly :*
~Faw: Gomawo, ini udah di lanjut ya.
~Ia: Itu hanya sebentuk teror dari para Hunter agar Luhan dan Kyungsoo nuruti keinginan mereka.
~EXO88: H itu adalah Hunter, tenang ga hanya Lay yang kena kok. Klo itu hanya Luhan dan Yue yang tahu, ini udah kilat belum^^
.
.
.
.
Sekali lagi,
Reviewnya chinguuu~
~Yue m00nlight~
