Playboy Papa

...

Jongin terus melangkah tanpa mempedulikan rengekan manja Sehun yang mencoba meminta maaf padanya.

"Ayolah, sayang" ujarnya

Tapi Jongin tidak peduli. Ia terus berjalan menuju kamar mereka untuk membangunkan 'putra kecil' mereka, mengingat sudah saatnya baby Lu minum susu.

"Sayang~"

Baby Lu sudah bangun. Bayi itu kini sudah duduk sambil mengulum binky baby-nya. Seolah ia paham jika saat ini waktunya minum susu.

"Ma~"

"Hey, baby"

Jongin menggendong tubuh mungil itu dan keluar dari kamar. Begitupula dengan kekasih tampannya itu.

Sehun mengekori langkah Jongin hanya demi kata maaf yang harus ia ucapkan pada namja manisnya itu. Lah ya bisa gawat kalau Jongin ngambeknya lama.

...

Clpks..

Clpks..

Baby Lu mengulum dada sang mama dengan sedikit tergesa-gesa.

Merasakan kelezatan asi sang mama yang masuk ke dalam rongga mulutnya kemudian masuk ke perutnya dan membuat perutnya kenyang.

Bayi manis itu menghentikan kuluman di puting sang mama ketika mendengar suara helaan napas mamanya.

"Ma?"

"Tidak apa-apa, baby" kata Jongin, seraya mengusap lembut pucuk rambut hitam putra kecilnya itu.

Sehun memutuskan keluar dari rumah dengan tampang masamnya. Namja itu sepertinya lelah menghadapi ngambeknya Jongin yang sudah melancarkan acara ngambeknya dari dua hari yang lalu.

Tepatnya saat mengikuti ajang perlombaan ayah dan anak. Saat itu Sehun tak sengaja melihat seorang yeoja yang hendak di perkosa oleh beberapa kawanan pemuda.

Sehun memutuskan untuk menolongnya. Mengabaikan Jongin dan Baby Lu yang sedang kelimpungan mencarinya.

Tapi yang terjadi setelahnya Jongin datang ketika yeoja cantik itu mengucapkan terimakasih dan mengecup Sehun tepat di bibir.

Lantas Jongin marah, dan mengira Sehun ada main dengan yeoja cantik itu.

Baby Lu mengoceh dengan bahasa bayinya. Seraya menepuk pelan dada sang mama.

"Ada apa, hm?"

"Pa, asdfgjkl"

Jongin nampak berpikir. Sedangkan bayi manisnya itu terus mengucapkan kata 'Pa' sambil menepuk-nepuk dadanya yang agak menegang.

"Baby, rindu papa?"

"Anyi" menggeleng lucu, dan kembali mengulum puting sang mama.

"Pa, ni..Yuyu"

Jongin mengartikan kalimat itu seperti ini : Papa suka susu, ma. Dan membuatnya mendapatkan ide yang sedikit gila dan errrr, nakal.

selama ini kan Sehun punya banyak mantan yang binal dan sexy. Pasti Sehun mulai bosan dengannya yang pasif dan membosankan. begitulah pikirnya.

Jongin ingin menjadi sedikit nakal. Tapi dia tidak tahu bagaimana caranya.

"Lu, mau main ke rumah Min?"

"Min? Ma, Min"

Bayi mungil itu mengangguk lucu.

.

.

.

"Junmyeon mana?"

Kyungsoo yang sedang mengganti pampres si kecil menoleh. Hanya untuk melihat sosok Chanyeol yang baru saja bangun dari tidur siang tampannya.

"Keluar sebentar" sahutnya. "Dia bilang dia butuh refreshing. Mungkin dia bosan"

Chanyeol berdehem pelan. Ia mulai merebahkan tubuhnya di atas karpet bulu domba tebal di samping putra manisnya itu.

"Hey, baby" sapanya.

Bayi mungil yang sudah mengganti pampersnya itu mengubah posisinya jadi tengkurap.

"Eits, jangan masukan tanganmu ke mulut, nak" kata sang papa.

Ting..Tong..

Kyungsoo menoleh ke arah pintu. "Jaga sebentar ya, Yeol" pinta Kyungsoo.

Chanyeol mengangguk pelan. Ia mulai meletakan bayi mungil itu di dadanya. Membiarkan baby Min merebahkan kepalanya di dada bidangnya dengan nyaman.

...

"Hallo, noona"

Kyungsoo tersenyum ramah. Ia mempersilahkan ibu muda di hadapannya itu untuk masuk ke dalam apartemennya.

"Min~" Baby Lu bersorak riang.

Baby Min mulai merengek. Ayahnya yang mengerti pun menurunkan bayi manis itu dan tersenyum saat baby Min bersorak senang melihat kedatangan teman bermainnya.

.

.

"Eoh?"

Jongin mengangguk pelan ketika Kyungsoo noona memberikan tatapan seperti 'Kau serius?' ke arahnya.

Harusnya ini jadi rahasia. Tetapi Jongin tidak tahu bagaimana memulainya. Dan ia butuh seseorang yang lebih berpengalaman dibandingkan dirinya.

Maka Kyungsoo lah yang ia pilih. Kyungsoo kan sudah menikah *pikirnya* pasti dia tahu hal-hal apa saja yang harus dilakukan seorang istri pada suaminya.

"Yang seperti itu tidak bisa diajarkan" Kyungsoo berkata. Dia sendiri juga belum pernah melakukan hal itu. Kalau Chanyeol ya sudah pasti pernah.

"Ayolah, noona" pinta Jongin. Wajahnya mulai memancarkan raut wajah ala puppy kecil yang membuat Kyungsoo makin bingung saja dibuatnya.

Dalam hitungan detik Kyungsoo menarik napas pelan dan berkata, "Coba pakai pakaian sexy di malam hari"

Seperti lingerie gitu? Hmm..Cari dimana yang begituan ya? Harganya pasti mahal. Jongin tidak mungkin menggunakan uangnya untuk beli hal hal dewasa seperti itu. Bagaimana kalau kakek Kim tahu? Bisa kecewa sekali nanti.

"Ya, tidak pakai lingerie mahal juga kan" ujar Kyungsoo, seolah bisa membaca isi pikirannya.

"Pakai kemeja besar Sehun saja" ia memberi saran.

"Apa noona pernah memakai kemeja besar punya Chanyeol hyung juga?"

*Blush

"T..Tentu saja tidak" sahutnya.

"Tapi mengapa noona memberi saran seperti itu?"

Kyungsoo membuang muka ke arah lain. Dimana Park Chanyeol tengah bermain dengan kedua bayi menggemaskan itu dan bertingkah sepertu seorang ayah yang bertanggung jawab.

"Kau hanya harus percaya jika Sehun menyukaimu apa adanya" ia berkata pelan.

.

.

.

.

Seseorang mendorong Oh Sehun sambil berteriak sehingga Sehun terjatuh di atas jalanan beraspal.

Sebuah kuusunagi melayang begitu cepat dan berakhir menghantam tembok dan menancap begitu kokoh.

Sehun menoleh ke arah namja bertubuh pendek yang baru saja menolongnya dari tikaman kuusunagi yang entah orang jahil mana yang berniat menghabisi nyawanya.

"Nyaris saja" gumam namja itu.

"Anda menyelamatkan saya"

Namja itu mengangguk pelan. Kim Junmyeon bersyukur dalam hati jika ia mampu bergerak jauh lebih cepat dibandingkan kuusunagi itu.

Junmyeon menarik kuusunagi itu dan memperhatikannya sungguh-sungguh. Pasti salah satu bangsa demons tengah memperhatikan gerak-gerik Oh Sehun seperti yang saat ini ia lakukan.

Sehun tak tahu apa yang akan terjadi jika namja itu tidak menolongnya. Pasti ia akan mati dan tidak bisa mengasuh dan menjaga Baby Lu bersama kekasih cantiknya itu lagi. Hal gila yang selalu terjadi sejak baby Lu hadir ke dalam hidupnya.

"Tuan" Sehun berseru.

Namja yang hendak melangkah pergi itu pun menghentikan langkahnya.

"You aint human, right?"

Junmyeon tersenyum simpul tanpa menoleh ke arah Sehun.

"Kau menyimpulkannya dengan baik"

Bak seorang Sherlock holmes dan mantel besar yang membalut tubuhnya. Kim Junmyeon melangkah begitu saja meninggalkan Sehun seorang diri.

Jika Junmyeon manusia bisa. Mengapa ia bisa berlari begitu cepat mengalahkan cepatnya angin? Bahkan Sehun yakin gerakan Junmyeon bisa jauh lebih cepat dari ia kira.

.

.

.

"Bagaimana, eonnie?" Krystal menatap Victoria dengan tatapan mengejek.

Victoria terlihat menahan kesal.

"Kau hanya akan membuang tenagamu untuk menghancurkan Oh Sehun" Kata Krystal.

Krystal pikir Victoria terlalu bodoh untuk menghancurkan hubungan Oh Sehun dan Kim Jongin. Aneh saja. Padahal missi mereka hanya untuk mendapatkan baby Lu, bukan yang lain.

"Kau tak bisa menghancurkan kekuatan cinta, eonnie"

Yeoja berambut lurus itu berdecih pelan. "Kita ini demons, Jung! tak ada cinta dalam hidup kita"

"Berpura-pura menjadi seorang wanita yang hendak di perkosa? lalu sekarang ingin membunuh seseorang hanya karena ia tidak tertarik dengan pesonamu?" Krystal masih menatapnya mengejek. "Kau gila, Nona Song!"

"Kita hanya perlu mendapatkan baby Lu hidup atau mati. Atau kalau perlu menghancurkan bayi itu. Bukan untuk jatuh cinta pada makluk bumi, eonnie" ia berkata lagi.

.

.

.

.

"Aku pulang"

Jongin segera berdiri dari sofa dan menyambut kekasihnya dengan tingkah yang begitu manis.

"Selamat datang"

Oh Sehun terpaku di depan pintu saat melihat kekasih cantiknya tengah berdiri dengan memakai kemeja putih miliknya tanpa bawahan lagi.

Ia meneguk ludah kasar. Ya Tuhan, apa lagi ini? Setan binal mana yang merasuki tubuh sexy itu?

"Sehun darimana saja? Mengapa baru pulang?"

*Kedip

*Kedip

*Kedip

"Sehunie?" Memiringkan kepalanya seimut mungkin.

Ku makan kau, Jongin...Rawrrr

"J..Jongin"

"Iya?"

Sehun melangkah dan menempelkan tangannya di kening Jongin. "Kau sakit ya?"

Namja manis itu menggeleng pelan.

Tanpa aba-aba ia menubruk tubuh Sehun. Hingga terjatuh, dan lagi...Apa itu?Jonginnya malah duduk di atas perut Sehun menggerakan bokongnya seliar mungkin.

"S..Sayang"

Jongin memundurkan posisi duduknya tepat di selangkangan Sehun yang menggembung.

Ia mendesah pelan saat merasan gembungan itu menyentuh bokong nakednya.

"A..aku"

Oh...Ibu yang polos sudah kembali rupanya.

Sehun menyeringai mesum. Ia menyentuh bahu Jongin dan membalik posisi mereka dengan begitu mudah.

"Apa yang kau lakukan?" Sehun menatapnya tajam.

Glup..

Jongin jadi gugup. Ia takut jika Sehun marah padanya dan melontarkan ajakan putus malam ini.

"A..aku"

Raba..

Sehun mulai meraba selangkangan Jongin. Makin senang pula saat tak ada sehelai benang pun dikenakan Jongin dibagian itu.

...

Jongin mengangkang? Tepat!

Dengan Oh Sehun yang berada tepat di selangkangannya sambil membelah pipi chubby pantat Jongin. Ia terkekeh pelan melihat penis mungil Jongin yang mengacuh lucu.

"H..Hunie, sudah~" rengeknya.

Tapi Sehun tak peduli. Ia makin melebarkan kaki Jongin. Sehingga lubang virgin dan mungil itu terpampang jelas di depannya.

Sehun merunduk dan membaui aroma lubang Jongin yang khas. Menjilatnya dan mengecup-kecup kecil lubang surga itu.

"Hmmp" Jongin menahan desahannya.

"S..Sehunie, hiks"

Sehun terkejut dan baru saja tersadar dengan apa yang ia lakukan. Hasrat bercintanya hilang begitu saja ketika mendengar suara isakan kekasihnya.

"Mian, chagi..Mian" ucapnya. dengan nada bersalah.

Jongin menggeleng, dan berkata ia tidak marah dengan perlakuan Sehun. Melainkan ia hanya belum siap untuk sex perdana mereka malam ini.

"A..aku hanya ingin Sehun tetap bersamaku dan tidak berpaling. Makanya aku melakukan ini" Ia berkata pelan.

"Me..Meskipun aku ragu..Aku..A..aku mau melakukannya a..agar Sehun tetap memandangku"

Saat ini posisinya tengah berada di bawah Sehun yang mengukungnya di atas sofa besar.

Namja tampan di atasnya menarik napas pelan. Ia memang mesum, dan selalu melakukan hal-hal NC bersama mantan-mantannya. Tapi spesial untuk Jongin, Sehun tidak akan sanggup memaksa namja manis itu untuk melakukan sex di usia dini.

"Jongin" sebutnya. Ia menatap sang kekasih dengan tatapan cinta dan ketulusan luar biasa. "Aku akan selalu mencintaimu meski tak ada sex diantara kita"

Ia ingin Jongin tahu jika ia sangat mencintai namja bermarga Kim itu.

"B..Benarkah?"

Sehun mengangguk.

"T..tapi mantan-mantan Sehun melakukannya dengan Sehun. M..mereka sexy dan cantik s..sementara aku"

"Sssst" Sehun meletakan telunjuknya di bibir Jongin.

"Kau lebih cantik dari mereka semua" ucapnya, seraya mengecup bibir Jongin.

"S..Sehun"

Si tampan tersenyum tipis. "Ayo tidur! Kasihan baby Lu sendirian di kamar"

Jongin terkekeh pelan. "Ano..Aku menitipkan Baby Lu di rumah Kyung noona"

"Kenapa?"

"A..aku takut baby Lu terganggu aktivitas kita"

Sehun mencubit pelan hidung mungil Jongin.

"Aaa, Sehun"

"Jadi sekarang apa?"

"Hm?"

"Langsung tidur saja?"

Jongin menggeleng. Perlahan ia membuka kemeja yang ia kenakan. Sehingga memperlihatkan dadanya yang kenyal dengan puting yang merah.

"Tegang lagi?"

"Iya" jawabnya, disertai anggukan pelan.

"Tapi aku ngantuk sekali, sayang" canda Sehun.

"Eoh?"

Jongin hendak mengancingi kemejanya kembali. Tapi Sehun menahannya. "Tapi melihat dada montokmu, ngantukku hilang"

.

.

.

.

Malam sabtu, besok artinya libur. Namjoon masih sibuk dengan buku-buku lama milik neneknya hanya untuk menguak kehidupan bangsa Moores dan para demons.

Tak ada rasa jenuh sama sekali. Ia semakin tertarik mendalami kasus sahabatnya yang nyaris tak pernah dialami oleh orang-orang di dunia ini.

Siapa itu Bangsa Moores? Dan apa yang mereka inginkan dengan mengirimkan pangeran Moores ke negeri manusia?

"Kau masih penasaran rupanya"

Namjoon menoleh. Neneknya agak kepayahan menuruni anak tangga ruang bawah tanah mereka.

"Ah, nenek"

Yeoja paruh baya itu mengulum senyuman.

"Bangsa Moores dan Bangsa Demons memang musuh abadi"

Namjoon membantu sang nenek duduk di salah satu kursi. "Bagaimana bisa nenek tahu?"

"Kau tidak akan percaya jika aku menceritakan semuanya padamu"

"Apa?"

Nenek Kim menyentuh tangan sang cucu. Lalu berkata, "Bangsa Moores punya banyak utusan di bumi ini"

"Dan aku salah satunya"

"Nenek?"

"Tapi aku jatuh cinta pada kakekmu. Dan memutuskan untuk tinggal di sini selamanya"

Sang cucu terkejut, seolah tak percaya dengan ucapan neneknya.

"Kau pasti tidak percaya ya" sambil tertawa.

Namjoon tidak tahu harus bagaimana. Tapi mengingat bagaimana neneknya yang selalu bertingkah seperti ahli nujum itu bisa jadi apa yang dikatakan neneknya memang benar adanya kan.

"Apa yang akan dilakukan Bangsa demons untuk saat ini, Nek?"

"Mereka ada dalam ancaman besar. Temanmu dan pangeran Moores bisa menjadi perpaduan yang baik untuk mengalahkan mereka"

"Maksud nenek?"

"Tentu saja mereka akan melakukan cara untuk menghentikan ramalan itu"

"Ramalan?"

"Kau tak perlu tahu lebih banyak lagi, nak" ujar sang nenek.

Yeoja paruh baya itu melepas kalung dengan pendant berbentuk naga derta ujung runcing seperti kunci dari lehernya.

"Simpan ini" sang nenek memberikannya pada sang cucu.

"Kau dan teman-temanmu akan membutuhkan ini suatu hari nanti"

.

.

"Kira-kira apa yang dilakukan Jongin dan Sehun ya malam ini?"

Chanyeol yang baru saja selesai mandi menoleh. Kyungsoo tengah duduk menghadap jendela kamar, menatapi gedung di depan gedung apartemen mereka dengan seksama.

Tangannya menopang kepalanya dengan ekpresi penasarannya.

"Menurutmu apa yang mereka lakukan, Yeol?"

Namja yang hanya mengenakan celana piyama itu berpikir dalam diam. Dan menjawab, "Tidur?"

"Hanya tidur?"

Kyungsoo berbalik badan, masih dalam posisi duduknya.

Chanyeol mengangguk pelan.

"Memangnya apalagi?"

"Membuat bayi?"

Namja jangkung itu tertawa. Kyungsoo memang polos, tapi terkadang jiwa evilnya kerap kali muncul dan sering membuat Chanyeol muak sekali.

"Kau pikir semudah membuat kue. Tentu saja ada prosesnya"

"Eoh? Hmm...Kau pasti jauh lebih handal dibanding Sehun"

"Siapa yang tahu" Chanyeol merebahkan tubuhnya di atas kasur.

Kyungsoo ikut merebahkan tubuh mungilnya di sana.

"Memangnya enak ya, Yeol?"

Kyungsoo menatap punggung lebar Chanyeol.

"Gimana ya? Kau mau aku jawab jujur?"

"Tentu saja!"

Chanyeol terkekeh. Ia berbalik badan dan berkata "Tentu saja enak. Aku dan Jongdae saja sering melakukannya setiap malam jumat"

"Kalian?"

Namja Park itu mengangguk pelan. "Tapi aku heran, mengapa Jongdae dan Seohyun noona tidak hamil ya? Padahal kami sering melakukannya"

Kyungsoo membulatkan kedua matanya.

"Kau melakukannya dengan istri orang juga, Yeol?"

Chanyeol menutup mulut Kyungsoo supaya yeoja *namja* imut itu tidak mengatakannya keras-keras.

"Ssst, jangan keras-keras!"

"Kau brengsek sekali" Kyungsoo berkata pelan. Ibunya baby Min itu segera berbalik badan memunggungi Chanyeol.

"Apa yang akan dikatakan istrimu kalau ia tahu betapa brengseknya dirimu?"

Greb..

Kyungsoo terkejut ketika merasakan tangan Chanyeol melingkar di pinggangnya.

"Menurutmu, apa yang akan kau katakan setelah tahu brengseknya aku?"

"Y..Yeol"

"Kau kan sekarang berperan jadi istriku"

Kyungsoo kembali berbalik menghadap Chanyeol. "Dasar Mesum, mesin pheromone, playboy, bastard, heartbreaker, an asshole, tapi mengapa kau yang harus jadi ayah dari anak manisku sih" Kyungsoo merutuki Chanyeol dengan kata-kata banmal.

Chanyeol terkekeh pelan.

"Mengapa bukan Junmyeon saja yang jadi partnerku"

Ck...Nama itu lagi. Entah mengapa Chanyeol sering kesal kalau Kyungsoo mulai membicarakan namja itu. Iyasih Junmyeon tampan, tapi sorry saja! Aku lebih tampan, pikirnya.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

A/n

Hallo thx for review. gak bisa nyebutin satu satu ya. Intinya makasih udh ikutin cerita gaje ini sampe 11 chaptie. Soal alur yg gak nyambung atau alur lombanya. well, aku nyaris gak inget kapan terakhir kali ikut lomba agustusan. Kayaknya pas usiaku 6 tahunan deh. jd aku gak bisa deskripsiin alurnya kayak gimana. aku harap kalian suka ya sama FF gaje ini. kalo byk typos maaf bgt. Aku agak males buat re-edit lagi. hahaha ini telat update ya? Iya, ku lg sibuk bgt dan sempat jatuh sakit jadi gak bisa update. aku jg ilang semangat buat lanjut ff ini*uppss haha..makanya mau bikin ff baru. Aku terinspirasi bgt bikin ff Zombie train to busan deh. Ada yg udh nonton? Ok fix..yg jadi appa nya caem kewl mirip Sehun. Atau mungkin remake Ano hana? kalo yg ini bener bener mau aku remake sih. alurnya aku buat agak berbeda aja tapi. Hmm..so, gmn? Setuju?

Lanjut? Review 20 dilanjut ya^^