~ Cross The Devil ~
EPILOG: Cross The Devil
Naruto is always belongs to Masashi Kishimoto
A/N:
Maaf karena menelantarkan fic ini. Author sedang dalam proses menghadapi UN 2013. Gomennasai ^^
Chapter ini merupakan request dari beberapa readers yang merasa bahwa ending sebelumnya terlalu 'menggantung'.
Ah, author mulai merasa panik dan maaf, tapi author akan meng-skip banyak waktu di cerita ini agar langsung ke kejadian intinya.
Akhir kata. Arigatou Gozaimasu…
Sakura terus menerus membolak-balik posisi tidurnya, dari kanan lalu ke kiri sembari mengelus-elus perutnya. Beberapa saat kemudian ia menyerah akan usahanya untuk terlelap dan perlahan-lahan menggoyang-goyang bahu suaminya. "Suke." Bisiknya.
Sasuke menggosok-gosok matanya. "Sakura? Mengapa kau tidak tidur?" tanyanya dengan suara parau.
"Ia lapar lagi, Sasuke."
Sasuke mengacak-acak rambutnya sendiri dan menatap Sakura. "Ayolah Sakura. Kau tahu aku harus bekerja besok."
Sakura menghela napas lalu mengelus-elus perutnya dengan ujung jari telunjuknya. "Aku tahu Sasuke, tapi bayinya jelas tidak mengetahuinya."
Saat kata 'bayi' disebut, Sasuke langsung berpindah ke bawah agar ia bertatapan langsung dengan … err … perut Sakura. Sasuke mengelus perut Sakura perlahan dan menciumnya. "Sasura, Tou-san harus bekerja besok. Sekarang ayo kita tidur dan Tou-san dan Kaa-san akan memberimu makan besok pagi, oke?"
Sasuke menunggu beberapa saat sebelum ia merasakan sendiri anaknya menendang. Sasuke menghela napas lagi dan Sakura berkata, "Makan, Sasuke. Sekarang! Bayinya lapar."
Sasuke duduk dan mengacak rambutnya lagi, menambah kekusutan rambutnya. "Sakura, aku capek."
Sakura lalu mencibir, "Suke, ayolah. Kau hanya perlu menemaniku ke bawah dan menyiapkan sesuatu untuk dimakan."
Sasuke berdiri lalu meregangkan badannya. Ia menatap bantalnya dengan nanar sebelum menawarkan tangannya kepada Sakura yang dengan senang hati meraihnya. "Baiklah, karena aku adalah suami yang baik."
Sakura bertepuk tangan dengan riang dan memeluk lengan Sasuke sembari mereka berjalan bersama menuju dapur.
~OO~
Sasuke menyalakan lampu dapur dan Sakura duduk di salah satu kursi. "Baiklah Ny. Uchiha, apa yang kau inginkan malam ini?"
Sakura tertawa kecil. "Aku suka mendengarnya," katanya perlahan. Sasuke juga tertawa kecil, mengerti akan apa yang dikatakan Sakura. Ia lalu mencium Sakura singkat sebelum menanyakan lagi pesanan Sakura. "Baiklah, aku ingin es krim coklat." Pesannya.
Sasuke mengangguk dan dengan cepat membuka freezer lalu mengambil dua mangkuk yang diisinya dengan masing-masing satu scoop es krim coklat, milik sakura sedikit lebih banyak daripada milik Sasuke karena Sasuke menambahkan sedikit potongan strawberry di atasnya.
Begitu Sasuke meletakkan mangkuk es krimnya di atas meja, Sakura langsung melahapnya dengan cepat. Sasuke tertawa dan mulai memakan es krim miliknya sendiri dan berkata, "Baiklah Sasura, nikmati es krimmu." Sakura mengangguk dan mengacungkan kedua jempolnya.
Sasuke bahkan belum mencapai setengah dari mangkuk es krimnya ketika Sakura meletakkan mangkuk kosongnya di hadapan Sasuke.
Sasuke menatap shock dengan sesendok penuh es krim miliknya menggantung di udara ketika Sakura melihatnya dengan mata penuh pengharapan. Pandangan Sasuke berpindah dari mata Sakura menuju mangkuk es krim miliknya yang masih utuh, kemudia ke mangkuk es krim kosong Sakura dan terakhgir kembali ke mata istrinya lagi. Sasuke mengerti apa yang Sakura inginkan.
Sasuke menghela napas, pura-pura kecewa. "Pertama kau membangunkan di pagi buta dan sekarang kau berusaha mengambil makanan milikku?"
Sakura tersenyum lebar dan mengambil kesempatan ini untuk mengambil sendok yang dipegang Sasuke lalu menarik mangkuk es krim Sasuke ke arahnya. Sasuke menggeleng-gelengkan kepalanya lalu menyandarkan kepalanya di lengan bawahnya. "Untung saja aku mencintaimu, Sakura."
Sakura tertawa dan menyendok penuh es krim lalu menyodorkannya di depan mulut suaminya. Sasuke lalu melahap isi sendok itu dan berkata, "Aturan baru: Jika salah satu dari kalian berdua membangunkanku sebelum waktunya aku bangun, kalian tidak akan mendapatkan jatah es krim milikku."
Sakura hanya mengeluarkan tawanya yang begitu hangat dan menyodorkan sesendok penuh es krim lainnya ke mulut suaminya. "Makan saja es krimmu itu, Sasuke."
They both still the devil
Still the same person when they first met
But in the end
After they crossed each other's path
They become the devil who love each other
Selfish, childish, but in love.
So let's….
Cross The Devil
~ THE END ~
