Chapter 11: Amedachi
"Roronoa-san..!", teriak Kitsune bersiap untuk berlari menghampiri Zoro.
"Tunggu Kitsune!, ini sudah terlambat, Roronoa itu sudah berubah menjadi iblis hitam", kata Kepala Desa Amedachi. "Di tahap seperti itu akan membahayakan dirimu sendiri."
Crew Topi Jerami mengalihkan pandangannya ke arah Kitsune. "Apa maksud kalian?", tanya Robin ke arah Kitsune dan Kepala Desa namun tidak dihiraukan.
"Bukan kah tugas kita jika ada seorang Roronoa lepas kendali..?!", ucap Kitsune.
"Iya, tapi kita sudah lama tidak mempelajari teknik itu lagi, karena kita mengira Roronoa sudah musnah. Jadi jika kau ingin menghentikan dia semua sudah terlambat", kata Kepala Desa meyakinkan Kitsune.
"Bukan kah ada seseorang yang masih hidup dari clan kita Amedachi di saat clan Roronoa di habisi sampai sekarang?"
"Tidak mereka tidak bisa melakukan teknik itu karena tidak ada kedekatan dengan seorang Roronoa disana itu", tegas Kepala desa. "Lagipula mereka yang bisa menggunakan teknik itu tinggal bersama clan Roronoa dan mereka ikut dihabisi..."
"Jadi yang kubaca di poneglyph itu tentang clan Roronoa?", tanya Robin kembali.
"Apa?, kau bisa membaca benda itu?, berarti kau sudah masuk kedalam reruntuhan desa Roronoa?", tanya Kepala Desa penasaran.
"Ya, tentang kekuatan iblis hitam yang keluar dari raga kekuatan menakutkan akan membuat tidak terkendali", jawab Robin.
Kepala desa menatap kosong menunduk dan memikirkan sesuatu. Wajahnya lebih serius, butir-butir keringat terlihat di dahinya.
"Ya Roronoa adalah clan yang cukup tua di negeri ini, mereka terkenal dengan kekuatan mereka namun jika mereka terlena akan kekuatan mereka akan sangat berbahaya dan seperti yang dikatakan seorang Mifune itu, jika Roronoa lepas kendali atas kekuatannya, kami clan Amedachi menggunakan kekuatan kami untuk menekan semua amarah, rasa benci, dan kesedihan yang digunakan clan Roronoa untuk berubah menjadi iblis hitam seperti itu", jelas Kepala Desa.
"Mm?, Tapi bagaimana?", tanya Robin kembali.
"Dengan memunculkan rasa kasih sayang yang ada dalam hati clan Roronoa, maka dari itu dulu kala clan Amedachi dijadikan keluarga dengan clan Roronoa melalui pernikahan. Dengan begitu jika seorang Roronoa lepas kendali maka pasangannya akan memunculkan memori-memori indah yang pernah dilalui, dan menggunakan teknik clan Amedachi untuk menekan aura hitam itu", jelas Kepala Desa.
"Tapi bukankah itu hanya Busoshoku Haki?", tanya Robin kembali.
"Ya, kalau Busoshoku yang biasa digunakan itu muncul karena tekad si pengguna tapi, yang digunakan seorang Roronoa disana itu terbentuk dari tekad untuk menghancurkan dari si pengguna, jadi jika dia tidak bisa mengendalikannya...", ucap Kepala desa Amedachi menatap Zoro yang tidak terlalu jauh.
"Lalu bagaimana dengan Marimo itu sekarang?", tanya Sanji.
"Zoro sangat menakutkan~", kata Usopp mulutnya bergetar.
"Kami tidak tau...", jawab Kepala desa.
"Eehh...semua...lebih baik kita menjauh dari sini", kata Nami yang melihat Zoro. "Kalian tau kan apa yang terjadi kalau Zoro bertarung?"
"Yaa~, kau benar Nami, semua MENJAUH DARI SINIIII...!", teriak Usopp.
Seluruh warga desa clan Amedachi menjauh, namun crew Straw Hat di hadang oleh prajurit yang tersisa.
"Sial, kalian masih ingin melawan Kami hah?", ucap Sanji merapihkan jas-nya bersiap bertarung dengan pasukan Kaidou yang tersisa.
"Usopp, kau dibelakang saja dan jaga Nami dan Robin, aku akan maju", lanjut Sanji yang mulai berlari ketempat pasukan Kaidou berkumpul.
"Heh kalau masalah jarak jauh, serahkan saja pada KAPTEN USOPP...!"
XXXXX
Di tempat Zoro bertarung...
XXXXX
Hanzo masih mencoba melawan ketakutan yang tiba-tiba menyerang tubuhnya, rasa dingin yang dia rasakan setelah Zoro berubah sepenuhnya menjadi Kuro Asura, mengelilingi tubuhnya. "Aku bisa mengalahkannya... Ya aku bisa...", ucap Hanzo meyakinkan diri.
"Jadi itu adalah Busoshoku Haki", ucap Hanzo yang sudah bisa menghilangkan sedikit rasa ketakutannya. "Baiklah kita lihat Haki siapa yang akan menang, haaahhh...!", teriak Hanzo. "Sajin Arashi...!"
Hanzo menghilang kembali di tengah debu yang berterbangan, dia meninggkatkan kecepatannya dan melapisi kedua katana-nya dengan Haki, dia dengan cepat mengitari Zoro kembali untuk mencari titik terlemah dan membuat pendekar pedang yang terlihat mengerikan itu binggung.
"Rasakan ini...!", teriak Hanzo yang menebaskan katana-nya dari berbagai arah mencoba melukai Zoro yang ada di tengah badai debu, aura Hanzo menjadi terlihat menjadi banyak karena kecepatannya di pengelihatan Zoro.
*tsingg tsingg tsingg*
*tsingg tsingg tsingg*
"Sial sial sial...!, sekarang dia tidak memiliki titik lemah...", ucap Hanzo yang terus mencoba menebaskan dua katana yang di lapisi Haki ke Zoro.
*tsingg tsingg tsingg*
*tsingg tsingg tsingg*
*TRAKKK*
Zoro menangkis seluruh serangan Hanzo dengan mudah karena tangan dan kepala serta katana yang menjadi banyak dan dia berhasil mematahkan salah satu pedang Hanzo karena Busoshoku Haki-nya yang lebih kuat dari Hanzo.
"Apa..?!"
"Kau akan kuhancurkan...!", kata Zoro yang terdengar seperti gema karena terdengar dari ketiga kepalanya. Zoro mulai menyerang Hanzo yang masih mematung tak percaya.
*swing*
"Apa?, kecepatannya meningkat", kata Hanzo tak percaya.
"Kuro Asura..."
Tiba-tiba Zoro muncul di depan Hanzo yang tidak bergerak terpaku masih tidak percaya dengan perubahan drastis pengguna santoryu yang menjadi pengguna kyutoryu sekarang.
"Makyuusen..!"
Zoro menebaskan sembilan katana-nya dari bawah keatas berniat melontarkan Hanzo ke udara.
*ttssiiinnggg*
*trek trek*
*TRAKKK*
Hanzo mencoba menahan dengan katana-nya yang satu lagi, namun sia-sia. Katana yang sudah dilapisi Haki itupun terbelah juga.
"Tidak mungkin...", ucap Hanzo tidak percaya.
*slash*
"Gggaaahh"
Tebasan Zoro mementalkan Hanzo ke udara dengan sembilan luka sayatan di tubuhnya. Zoro melompat sangat tinggi ke arah Hanzo yang tengah melayang di udara, dan melewati tubuh Hanzo. Sekarang posisi Zoro tepat berada di atas Hanzo yang terpental ke udara.
"Kuro Asura..."
"Hhh..., tidak mungkin...ini tidak mungkin...aku telah... kalah...", ucap Hanzo dalam hati, mengintip Zoro dari matanya yang setengah terpejam yang berada tepat diatasnya. "Maaf tuan Kaidou...aku belum cukup kuat..."
"Sanzen...Roppyaku Pound Hou..!"
Zoro berputar tiga ratus enam puluh derajat dan sembilan cahaya keluar dari sembilan katana Zoro, melepaskan tembakan energi dan berkumpul menjadi satu energi besar, mendorong dan mencabik tubuh Hanzo yang melayang di udara. Hanzo yang terkena serangan itu meluncur jatuh menghantam tanah keras di bawahnya.
*DUUMMM..!*
Benturan keras terdengar, tembakan energi masih terlihat mendesak tanah dimana Hanzo menghujam, semua yang ada di area pertempuran menjauh dari tempat itu.
"Apa yang terjadi...?", tanya penduduk desa dekat area pertempuran. "Apa yang dilakukan Roronoa yang berubah menjadi iblis hitam itu...?"
"Kekuatan yang mengerikan", kata Kitsune menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
A/N: tadinya author pengen buat versi barunya Ichibugin (Ichibu-kin) tapi kerena di anime nya ngga terlalu jelas gerakanya susah untuk ngedeskripsiin, ngga jadi deh -_-
Busoshoku Haki Zoro disini terinspirasi dari One piece Chapter 787 soalnya Zoro melapisi haki ke Kitetsu-nya beda sama Luffy atau yang lain.
Next chapter: Luffy vs Kaidou. Thx buat semua review-nya^^
