Unforgiven Hero

Remake

gyumingracle present

Cast; Kyuhyun, Sungmin, Victoria, etc.

Pair; Kyumin.

Rate; M

Genre; Romance, Drama.

Disclaimer; Semua alur milik cerita ini adalah milik Shanty Agatha. Saya hanya mengubah nama tokoh.

Summary; Awalnya rasa ini adalah rasa tanggung jawab, namun semakin lama rasa ini malah menjadi rasa obsesi.

Warning; Genderswitch. Typo(s). D l l.

...

...

...

DLDR. RNR.

...

WARNING NC!

"Guixian Sajangnim, ada tamu untuk Anda." Grace masih memanggilnya dengan nama GuiXian. Tidak masalah untuknya. Kyuhyun tersenyum, ternyata namanya bukan masalah buat Sungmin.

"Aku dengar kau pulang dari bulan madumu, jadi aku mengajak Yunho kemari." Siwon melangkah masuk, seperti biasanya tanpa permisi langsung duduk di sofa besar di ruangan itu. Seorang laki-laki berbadan ramping, berpakaian serba hitam mengikuti masuk, pandangannya mengawasi seluruh ruangan dengan tajam, sampai kemudian bertatapan dengan Kyuhyun.

Jung Yunho. Kyuhyun membatin. Ini adalah pertemuan kedua mereka setelah pertemuan singkat di sebuah pesta waktu itu. Kyuhyun memilih datang sendirian ke pesta Yunho waktu itu dan membuat Siwon sibuk mencemoohnya. Siwon sempat mengenalkannya dengan Yunho, tetapi mereka tidak bisa berbicara lebih, karena Kyuhyun buru-buru pergi untuk urusan lain.

"Yunho juga baru pulang dari bulan madunya." Siwon bergumam ketika Kyuhyun dan Yunho hanya berpandangan dengan kaku, saling mengawasi.

"Bulan madu? Bukankah kau sudah menikah lama, Yunho?" Dan sepengetahuan Kyuhyun, Yunho sudah memperoleh satu putera dari isterinya. Dia melangkah mendekati sofa dan duduk di sana, mempersilahkan Yunho untuk duduk.

"Bulan madu kedua." Yunho menyahut dengan suaranya yang dalam. Entah kenapa kata 'bulan madu' itu membuat ekspresi dingin dan kejam di wajahnya melembut. Mungkin benar kata Siwon, lelaki ini benar-benar mencintai isterinya. Kalau begitu, lelaki ini tidak sejahat yang dikatakan orang. Seorang lelaki yang bisa mencintai seorang perempuan sepenuh hati, adalah lelaki yang baik, jauh di dalam hatinya. Kyuhyun merasa prasangka buruknya terhadap Yunho memudar.

"Bagaimana bulan madumu?" Siwon bergumam lagi, menatap Kyuhyun sambil tersenyum. "Semua berjalan sesuai rencana?"

"Sesuai rencana." Senyum Kyuhyun melebar, lupa kalau di depannya ada Jung Yunho, sosok yang tidak dikenalnya seakrab Siwon. "Dia mengatakan mencintaiku."

Siwon terkekeh. "Dasar bajingan yang beruntung." Diliriknya Yunho. "Kyuhyun lebih beruntung dari kita, dia bisa dengan cepat mendapatkan cinta isterinya. Sementara kita harus jungkir balik mencoba segala cara."

Yunho ikut tersenyum mendengar kata-kata Siwon itu. Dan suasana kaku di antara mereka menjadi cair. Mereka lalu membicarakan masalah pekerjaan dan proyek kerjasama mereka, dan pembicaraan mengalir lancar seolah mereka sudah sering berkumpul dan bercakap-cakap dengan akrab sebelumnya.

"Aku harus pulang." Yunho melirik jam tangannya. "Aku sudah berjanji mengantarkan Jaejoong ke dokter."

"Jaejoong sakit?" Siwon yang sedari tadi sibuk membaca berkas catatan pengajuan proyek yang mereka bahas mengangkat kepalanya.

Yunho menggelengkan kepalanya, senyumnya melebar, tak tertahankan.

"Bukan. Dia mual dan muntah di pagi hari. Sepertinya kami membawa oleh-oleh hasil bulan madu kedua kami."

"Wah. Kau mengejarku rupanya." Mata Siwon melembut ketika mengingat kedua malaikat kecilnya dan ibu mereka yang sangat dicintainya. "Sampaikan salamku untuk Jaejoong. Aku akan mempelajari berkas ini dulu, nanti aku diskusikan hasilnya denganmu."

"Oke." Yunho beranjak berdiri, dan Kyuhyun mengikutinya. Lelaki itu tersenyum dan mengulurkan tangannya kepada Kyuhyun yang segera disambut Kyuhyun, mereka bersalaman.

"Semoga kerjasama kita baik ke depannya."

Setelah itu Yunho berpamitan dan pergi meninggalkan ruangan.

"Dia baik, kan? Tidak sekejam yang dikatakan orang. Apakah kau masih tidak menyukainya?" Siwon bergumam, matanya tidak lepas dari berkas-berkas di tangannya.

Kyuhyun menatap ke arah kepergian Yunho dan mengangkat bahu. "Well, aku tidak salah kalau dulu aku tidak menyukainya. Rumor yang beredar begitu kental kalau dia sangat kejam dan pemarah. Semua orang takut kepadanya. Tapi dia berubah setelah menikah, ya?"

"Yah dia berubah setelah menemukan Jaejoong istrinya. Kekejamannya memang tiada tara, sampai mambuat Kibum istriku mencemaskan Jaejoong. Kau tahu, mereka bersahabat. Tetapi lelaki itu sungguh-sungguh memperjuangkan cintanya. Dan ketika dia mendapatkannya dia menghargainya." Siwon tersenyum ke arah Kyuhyun dan meletakkan berkas-berkasnya. "Dan dari kata-katamu tadi, aku pikir pernikahanmu juga berjalan semakin baik. Kau bisa sesegera mungkin membuat isterimu hamil, lalu membangun keluarga kecil yang bahagia, seperti aku dan Yunho."

Kyuhyun menghela napas. Bayangan akan perut Sungmin yang membuncit mengandung anaknya, ataupun bayangan dia akan menggendong buah cintanya dengan Sungmin membuat dadanya hangat. Tetapi ketakutan itu tetap ada, ketakutan yang membuatnya bermimpi buruk akhir-akhir ini. Ketakutan akan terkuaknya sebuah rahasia yang akan menyakiti Sungmin.

"Aku belum pernah bercerita kepadamu tentang istriku ini, dan kenapa aku sangat mencintainya."

"Kupikir kau ingin menyimpannya untuk dirimu sendiri." Siwon tersenyum. "Kau tampak letih, Kyu. Bukankah pernikahan ini seharusnya membuatmu bahagia?"

"Aku bahagia." Kyuhyun menggumam pelan. "Tetapi aku lelah menyimpan rahasia."

"Rahasia apa?"

"Rahasia masa laluku yang terkait dengan Sungmin istriku." Kyuhyun menghela napas. "Sungmin tidak menyadari bahwa aku adalah orang yang sama. Dia mencintai aku yang sekarang. Tetapi kalau dia tahu siapa aku sebenarnya..."

Siwon menumpukan tangannya di dagu. "Apa maksudmu, Kyu? Coba ceritakan kepadaku supaya aku bisa mengerti."

Dan cerita itupun mengalir. Tentang masa lalu Kyuhyun, tentang kecelakaan itu dan pengusiran yang dilakukan Sungmin dengan penuh kemarahan, yang menyadarkan Kyuhyun setelahnya. Tentang semua usaha Kyuhyun untuk menebus dosanya. Semua yang dia lakukan untuk membuat hidup Sungmin mudah, hanya untuk menyadari bahwa dia sebenarnya amat sangat mencintai Sungmin dan ingin memilikinya. Akhirnya Kyuhyun mengambil resiko memiliki Sungmin, menikahinya. Dengan tetap merahasiakan masa lalu itu. Kyuhyun menceritakan ketakutan-ketakutannya. Mimpi-mimpi buruknya akhir-akhir ini yang sangat mengganggu kepada Siwon.

Sahabatnya itu hanya menatapnya tajam beberapa lama, lalu menarik napas panjang. "Wow." Gumamnya kemudian. "Aku pikir kisah cintaku adalah kisah paling rumit di antara semua pasangan. Punyamu lebih rumit dan penuh rahasia." Siwon menyandarkan tubuhnya di sofa. "Tetapi sebuah pernikahan harus didasarkan pada kejujuran utuh kedua pasangan, Kyu. Kalau tidak pernikahan itu tidak punya landasan."

Siwon menatap Kyuhyun yang hanya terdiam. "Aku menikahi Kibum waktu itu setelah kami sama-sama menyatakan cinta, setelah tidak ada ganjalan dan rahasia di antara kami berdua. Karena itulah kami bisa melalui semuanya dengan baik sampai sekarang. Saling mendukung dan mencintai." Siwon mengangkat bahu. "Kalau mengambil contoh pernikahan Yunho, hampir sama dengan yang kau lakukan, dia dan pasangannya sama-sama keras dan tidak mau mengakui kalau mereka saling mencintai. Awal pernikahan mereka dipenuhi gejolak dan salah paham, tetapi itu akhirnya mendorong mereka untuk mengungkapkan isi hati masing-masing dan pada akhirnya mengakui kalau saling mencintai."

"Aku dan Sungmin sudah mengakui saling mencintai ." Kyuhyun bergumam. "Tetapi hatiku tetap tidak tenang."

"Karena kau seperti berjalan di atas bom yang akan meledak entah kapan. Itu membuatmu selalu waspada dan mengalami mimpi buruk." Siwon menatap Kyuhyun dengan serius. "Kau harus menceritakan semuanya kepada Sungmin."

Wajah Kyuhyun dipenuhi kesakitan. "Aku tidak bisa, Bagaimana kalau dia meninggalkanku?"

"Katamu dia mencintaimu. Dia mungkin akan mengamuk dan marah besar kepadamu. Tetapi aku yakin dia akan menghargai kejujuranmu. Pada akhirnya dia akan kembali kepadamu." Siwon menghela napas panjang. "Kau harus melakukannya, Kyu. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, sebuah rahasia tidak akan pernah bisa disimpan selamanya, kau bisa membayangkan kan betapa buruknya kalau sampai Sungmin tahu dari orang lain?"

Kyuhyun tercenung. Menyadari kebenaran dari kata-kata Siwon. Betul juga. Dia tidak boleh menyimpan rahasia ini terlalu lama dari Sungmin. Dia harus menjelaskan semuanya. Sungmin mencintainya, dan Kyuhyun yakin semarah apapun Sungmin. Perempuan itu pasti akan memaafkannya pada akhirnya nanti, dan menghargai kejujuran Kyuhyun
Ya. Kyuhyun akan mengungkapkan semuanya kepada Sungmin.

-oOo-

"Bayi Eunhyuk sangat lucu dan cantik." Sungmin bercerita sambil menyiapkan air mandi di bathtub besar di kamar mandi mereka untuk Kyuhyun yang baru pulang dari kerja.

"Oh, ya? Kau sudah menyampaikan salamku untuknya?" Kyuhyun melepaskan dasinya dan menyampirkan jasnya di kursi. Lalu melangkah menuju kamar mandi besar itu dan bersandar di pintu. Sungmin sedang memeriksa suhu air di kamar mandi itu, kemudian mengambil handuk-handuk putih dan melipatnya lalu meletakkannya di rak handuk di dekat bathtub.

"Sudah kusampaikan. Eunhyuk mengucapkan selamat untuk pernikahan kita." Sungmin berdiri dan menatap Kyuhyun. "Aku berpikir untuk mengunjungi Eomma. Kita kemarin hanya sempat mengabarkan pernikahan kita melalui telepon, dia sudah seperti ibuku jadi rasanya tidak sopan kalau kita tidak segera menemuinya."

"Akhir pekan nanti aku akan mengantarmu ke Asrama untuk bertemu Leeteuk Ahjumma." Kyuhyun tersenyum, mengagumi kecantikan isterinya di bawah sinar lampu kamar mandi yang temaram.

Kamar mandi itu luas, dengan bathtub-nya yang sangat besar, muat untuk dua orang. Tetapi Kyuhyun dan Sungmin belum pernah mencoba melakukannya, berendam berdua karena mereka terlalu sibuk setelah kepulangan mereka. Nuansanya hitam dan putih. Di dominasi oleh marmer hitam dengan semburat abstark keputihan di seluruh ruangan, selain itu semua perabotnya berwarna putih bersih, menciptakan kekontrasan sendiri yang sangat indah. Tetapi Kyuhyun tidak peduli dengan suasana kamar mandinya, baginya yang paling indah adalah istrinya. Istrinya yang cantik, Sungminnya yang luar biasa. Yang sekarang berdiri dengan gaun putih sederhana yang melambai di betisnya, membuatnya tampak seperti dewi yang turun dari langit dan mempunyai kekuatan untuk menghilangkan semua kelelahan Kyuhyun.

"Kemarilah." Kyuhyun mengulurkan tangannya. "Aku merindukanmu."

Sungmin tersenyum dan menerima uluran tangan Kyuhyun, membiarkan dirinya dihela masuk ke dalam pelukan lelaki itu. Kyuhyun memeluknya dengan erat kemudian mengangkat dagu Sungmin dan mengecupnya lembut.

"Apakah kau merindukanku, Sungmin?"

"Sangat." Sungmin tersenyum. "Aku terbiasa melihatmu setiap saat." Jemarinya menelusuri wajah Kyuhyun yang tampan dengan lembut. "Rasanya berbeda kalau kau tidak ada."

Kyuhyun meraih jemari Sungmin dan mengecupnya lembut. "Mungkin kau bisa masuk ke kantor lagi dan menjadi asistenku."

Sungmin tersenyum. "Ide bagus."

"Dan perusahaanku akan bangkrut dalam sekejap, karena sang pemiliknya terlalu sibuk menyetubuhi asistennya di kantor."

"Kyuhyun." Sungmin berseru, mencela kata-kata Kyuhyun yang vulgar. Membuat Kyuhyun terkekeh, dikecupnya pucuk hidung Sungmin dan dihelanya masuk ke kamar mandi. Lelaki itu menatap bathtub dengan air hangat yang tampak menggoda.

"Ayo, ikut mandi bersamaku."

"Tetapi aku sudah mandi."

Tatapan Kyuhyun kepada Sungmin sangatlah sensual, melumerkan Sungmin sampai meleleh.

"Mandi bersamaku akan lebih bersih. Aku akan membantu menggosok punggungmu, dan membersihkan tempat manapun yang susah kau jangkau sendirian." Dengan menggoda lelaki itu melepaskan kemejanya, membuangnya ke lantai kamar mandi, celananya menyusul kemudian. Membuatnya telanjang bulat dengan tubuh kokoh dan otot yang keras di tempat-tempat yang pas, dibalut warna kulit putih pucat yang indah.

Sungmin menelan ludahnya, terpesona oleh sihir sensual yang dipancarkan suaminya.

"Ikut?" Kyuhyun mengulurkan tangannya lagi dan Sungmin menerimanya, membiarkan Kyuhyun menelanjanginya dan mengajaknya masuk ke bathtub.

Lelaki itu bersandar di kepala bathtub dan menarik Sungmin ke pangkuannya. Sungmin bersandar dengan nyaman di dada Kyuhyun yang bidang. Seluruh punggung dan bagian belakang tubuhnya menempel dengan seluruh bagian depan tubuh Kyuhyun, mereka berendam dengan nyaman, aroma minyak aromaterapi mawar mulai memenuhi ruangan, bercampur dengan air hangat yang merendam tubuh mereka.

Jemari Kyuhyun bergerak nakal dan mengusap buah dada Sungmin. Buah dada itu licin terkena minyak mawar yang bercampur air hangat dengan puting yang tegak karena terkena angin. Kyuhyun memainkannya dengan lembut membuat Sungmin mengerang dan menggerakkan pinggulnya. Merasakan kerasnya kejantanan Kyuhyun yang menekan-nekannya dari belakang.

"Angkat sedikit pinggulmu, sayang." Kyuhyun membantu Sungmin bergerak, dan dengan mudah memasukkan kejantanannya yang sudah begitu keras, menyatukan dirinya dengan kewanitaan Sungmin yang sudah begitu siap menerimanya. Mereka mengerang bersama-sama, menikmati penyatuan yang begitu erotis. Kemudian Kyuhyun menggerakkan pinggulnya pelan, menggoda Sungmin, membuat istrinya menggeliat penuh gairah, jemarinya menyentuh titik sensitif di antara kedua paha isterinya dan memainkannya sambil terus bergerak dengan ritme yang teratur, menciptakan riak pelan di air mandi mereka.

"Aku mencintaimu, Sungmin." Suara Kyuhyun parau, lelaki itu menunduk dan melumat telinga Sungmin dengan sensual, bibirnya lalu menjelajahi leher dan pundak Sungmin dari belakang, menjilatnya dengan erotis, sementara di bawah sana, pinggulnya bergerak dengan teratur bersama dengan pinggul Sungmin, membawa mereka berdua bersama-sama mendekati puncak kenikmatan.

Gerakan Kyuhyun makin cepat dan makin bergairah dan air di sekitar mereka beriak, mengikuti gerakan mereka.

"Sungminhh." Kyuhyun mengangkat pinggulnya, menekankan dirinya dengan begitu kuat, menyatu jauh di kedalaman pusat diri Sungmin, dan menyemburkan ledakan kenikmatannya di dalam sana. Membawa Sungmin bersama-sama mencapai orgasme bersamanya.

Mereka lalu terengah bersama dalam diam yang syahdu. Sungmin menyandarkan kepalanya di dada Kyuhyun, menikmati debar jantung Kyuhyun yang berpacu cepat setelah orgasmenya dan gerakan naik turun dadanya yang tersengal. Setelah tubuh mereka tenang, Sungmin merasa mengantuk, tetapi Kyuhyun menegakkan tubuhnya,

"Hei cantik, kau tidak boleh tertidur di bathtub. Berbahaya, kau bisa tenggelam." Dengan lembut dia mengajak Sungmin berdiri melangkah keluar dari bathtub dan mengarahkannya ke shower. "Ayo, aku akan menggosok punggungmu." Lelaki itu menyalakan pancuran air panas yang langsung menyiram mereka dari atas.

Dan mereka bercinta sekali lagi di bawah shower.

-oOo-

"Apa kabarmu?" Kyuhyun langsung bertanya begitu mendengar suara Victoria menyahut teleponnya.

Suara diseberang sana terdengar mendengus kasar. "Oh. Oppa, tak kusangka kau masih ingat menelepon adikmu yang kau biarkan terjebak dengan seekor ular di sebuah pulau terpencil."

Kyuhyun tertawa mendengar nada sarkatis di suara Victoria.

"Mendengar suaramu, aku berkesimpulan kalau kau baik-baik saja."

"Aku baik-baik saja, hanya sedang bosan setengah mati."

"Bagaimana dengan Seohyun?"

Victoria mendesah. "Seohyun baik-baik saja. Dia sudah hampir sembuh dan sangat menyebalkan, kami saling membenci satu sama lain dan tidak tahan seruangan, kurasa itu juga yang memberi motiviasi kepadanya untuk sembuh lebih cepat. Dia akan pulang lusa. Aku juga."

Kyuhyun mengerutkan keningnya. "Menurutmu apakah dia punya rencana untuk mengganggu lagi?"

"Siapa yang bisa tahu apa yang ada di balik kepala cantiknya itu." Victoria tertawa. "Kau harus waspad, Oppa. Dia sepertinya menyerah sekarang. Aku berusaha menunjukkan kepadanya bahwa dia sama sekali tidak punya harapan."

"Yah semoga dia melangkah mundur. Aku sudah terlalu sibuk untuk direpotkan dengannya." Kyuhyun mengehela napas dalam-dalam. "Aku akan mengungkapkan semua kepada Sungmin.

"Kau yakin?" Suara Victoria merendah. "Menurutmu Sungmin akan mengerti?"

"Aku tidak tahu." Kyuhyun mendesah. "Tetapi dia mencintaiku. Dan tidak adil kalau aku terus merahasiakan kenyataan ini dari dirinya. Lagipula aku takut kalau suatu waktu dia mendengar kenyataan itu dari orang lain. Kepercayaannya padaku akan hancur total kalau itu terjadi."

Victoria terdiam, tidak bisa membantah kebenaran yang ada di dalam kata-kata Kyuhyun. Memang benar. Rahasia tidak akan bisa selamanya tersimpan. Lagipula paling baik kalau Sungmin mendengarnya langsung dari Kyuhyun daripada dia mendengarnya dari orang lain lalu merasa bahwa Kyuhyun telah membohongi dan menipunya selama ini.

"Kapan kau akan mengatakannya?"

"Dalam waktu dekat." Kyuhyun mengerang dan mengacak rambutnya frustrasi. "Kurasa aku harus menyiapkan diri dan keberanian dulu, dan menunggu waktu yang tepat."

"Semoga semuanya lancar, Oppa." Victoria ikut merasakan kegelisahan Kyuhyun. "Kabari aku, ya."

"Pasti. Doakan aku, Vict."

"Pasti. Aku menyayangimu, Oppa."

"Nado saranghae, chagi."

"Menjijikkan, Oppa!"

Kyuhyun terkekeh sebentar. Lalu telepon ditutup. Menyisakan kegelisahan di dalam diri Kyuhyun. Kegelisahan yang mulai melingkupinya, bercampur dengan ketakutannya. Takut Sungmin akan meninggalkannya.

-oOo-

Jungmo mengawasi rumah Kyuhyun dari kejauhan, dan mengetahui bahwa setiap hari Kyuhyun berangkat kerja dan Sungmin dirumah bersama para pelayan. Dia tidak bisa bertamu begitu saja ke rumah Kyuhyun. Para pelayan itu mungkin ada yang menjadi mata-mata Kyuhyun yang mengawasi dan langsung melaporkan kalau Jungmo datang ke sana, dan Kyuhyun akan langsung pulang dan menggagalkan semuanya.

Jungmo harus bertindak hati-hati, dia harus menggiring Sungmin supaya berada di luar rumah dan bertemu dengannya, ditempat mereka tidak akan diganggu, di tempat di mana dia bisa leluasa membeberkan semua rahasia busuk Kyuhyun. Dan setelah itu Sungmin pasti akan sangat membenci Kyuhyun.

Jungmo tersenyum, menikmati saat-saat kemenangannya yang akan segera tiba. Tidak lama lagi.

-oOo-

"Aku akan keluar sebentar untuk membeli kue." Sungmin berpamitan kepada pelayan di rumahnya, dia hendak membeli kue untuk di bawa ke asrama tempat Leeteuk ahjumma berada esok hari. Supir pribadinya sudah menunggu dan Sungmin masuk ke dalam mobil, menuju ke sebuah cafe bakery yang cukup elegan di pusat kota. Di sana ada kue brownies panggang yang sangat enak, Sungmin akan membeli beberapa sebagai buah tangan untuk dibawa besok.

Ketika mobil mencapai parkiran Bakery itu, ponselnya berdering, dia melihat nama Jungmo di layar ponselnya dan menghela napas. Kebetulan. Pikirnya. Dia sudah berpikir untuk menghubungi Jungmo dan berbicara, menyelesaikan salah paham di antara mereka dan berharap mereka bisa berbicara baik-baik, lalu berpisah tanpa ada ganjalan lagi di antara mereka. Dia meminta supir menunggu dan melangkah keluar, memasuki bakery itu lalu mengangkat teleponnya.

"Yoboseo." Sungmin menyapa Jungmo, dengan suara ramah.

"Sungmin. Apa kabar?" suara Jungmo terdengar kaku.

"Kabarku baik, Jungmo. Kuharap kau juga sehat-sehat saja." Sungmin menjawab. Terbawa oleh suasana kaku dan formal yang dibawa Jungmo.

Sejenak suara Jungmo di seberang sana hening, lalu lelaki itu berucap dengan nada datar.

"Aku mendengar tentang pernikahanmu." Napas Jungmo agak tercekat. "Selamat, ya."

Sungmin tersenyum, setidaknya Jungmo mau memberinya selamat, itu pertanda lelaki itu mempunyai niat baik kepadanya.

"Terima kasih, Jungmo. Maafkan aku tidak sempat mengabari. Semuanya begitu terburu-buru dan tiba-tiba saja aku sudah menikah."

Jungmo terkekeh pahit di seberang sana. "Apakah kau mencintainya, Min?"

Sungmin menganggukkan kepalanya tanpa sadar. "Ya, aku mencintai Kyuhyun."

Hening lagi.
"Aku ingin bertemu." Gumam Jungmo akhirnya.

Sungmin menghela napas. "Kebetulan aku juga berpikiran sama, kurasa kita harus bercakap-cakap untuk menyelesaikan beberapa hal yang mengganjal di antara kita."

"Kapan kau bisa?"

"Aku harus menanyakannya kepada Kyuhyun dulu." Sungmin tentu saja tidak bermaksud bertemu diam-diam dengan Jungmo, dia akan meminta izin pada Kyuhyun dulu, dia yakin Kyuhyun akan mengijinkannya kalau Sungmin bisa menjelaskan alasannya dengan tepat.

"Tidak! Jangan!" Jungmo menyela dengan cepat, membuat Sungmin mengernyitkan keningnya.

"Jangan apa, Jungmo?"

Jungmo berdehem di seberang sana. "Kau tahu, aku kan masih bekerja di perusahaan GuiXian.. Eh.. Kyuhyun." Suaranya merendah. "Akan sangat tidak mengenakkan bagiku kalau sampai Kyuhyun tahu aku mencoba menemui istrinya, mengingat aku dulu pernah dekat dengan istrinya."

"Tetapi aku tidak bisa bertemu diam-diam denganmu, kalau Kyuhyun tahu..."

"Kyuhyun tidak akan tahu. Aku mohon, Min. Aku tidak akan menyita lama waktumu, aku hanya butuh beberapa lama di tempat umum yang kau pilih, sehingga tidak akan memicu salah paham dan fitnah terhadap kita." Jungmo menghela napas panjang "Aku mohon, Sungmin. Hanya satu kali pertemuan untuk menjelaskan semuanya dan setelah itu kalau kau mau, aku tidak akan mengganggu hidupmu lagi."

Sungmin termenung memikirkan kata-kata Jungmo, dia menarik napas panjang.

"Baiklah, kapan dan dimana?"

"Hari ini bisa?"

Sungmin melirik jam tangannya. Masih jam dua siang. Dia punya waktu panjang sebelum pulang ke rumah dan menanti suaminya pulang dari pekerjaannya.

"Aku sedang membeli kue di bakery" Sungmin menyebut nama Cafe dan Bakery tempat dia berada. "Kalau mau kau bisa datang kemari."

"Oke, kedengarannya bagus. Aku akan kesana beberapa saat lagi. Saat ini aku masih di kantor, aku akan mencari alasan untuk keluar."

Setelah itu Jungmo menutup teleponnya.

Sungmin lalu memilih beberapa kue dan membayarnya, dia menuju ke mobil dan meminta supir membawa kue-kue itu pulang dulu, dan menjemput Sungmin nanti. Sungmin akan menelepon ke rumah minta dijemput. Karena dia akan bertemu dengan seorang teman dulu selama mungkin satu atau dua jam.

Supir itu mengikuti instruksinya dan membawa mobil pulang ke rumah. Dengan langkah pelan Sungmin memasuki cafe dan bakery yang cukup ramai itu lalu memilih tempat duduk dan memesan cokelat panas untuk dirinya, dan menunggu.

-oOo-

Jungmo datang hampir satu jam kemudian. Lelaki itu masih tampan dengan senyumnya yang luar biasa menawan. Meskipun senyuman itu tidak bisa menggetarkan hati Sungmin lagi, dia telah tertawan oleh suaminya. Cho Kyuhyun yang tiada duanya, dan tidak ada laki-laki manapun yang bisa mengalahkannya.

Jungmo menyalami Sungmin dan tersenyum meminta maaf lalu duduk di depan Sungmin.

"Maafkan aku terlambat, aku tadi melarikan dari kantor." Lelaki itu tersenyum dan mengamati Sungmin. "Kau tampak makin cantik, Min."

Seperti biasa Jungmo sangat pandai merayu, Sungmin membatin sambil tersenyum.

"Terima kasih."

Jungmo menghela napas panjang, seolah bingung ingin berkata apa, kemudian setelah lama, dia mengangkat kepalanya dan menatap Sungmin dalam-dalam.

"Sungmin, kau tahu aku mencintai dan menyayangimu, dan aku ingin kau bahagia." Suaranya lembut. "Tetapi kemudian aku mencemaskanmu ketika mengetahui bahwa kau ditipu."

"Ditipu?" Sungmin mengerutkan keningnya bingung.

"Ya ditipu. Pernikahanmu ini terjadi atas dasar kebohongan, kau ditipu mentah-mentah Sungmin. Dan aku tidak rela kau diperlakukan seperti itu."

"Apa maksudmu, Jungmo?" Suara Sungmin berubah tajam, apakah Jungmo bermaksud memfitnah Kyuhyun lagi?

"Jangan marah dulu, dengarkan aku dulu baru kau boleh memutuskan akan berbuat apa." Jungmo menatap Sungmin dengan kejam ketika melemparkan bom itu.

"Selama ini kau dibohongi, Sungmin. Cho Kyuhyun, adalah orang yang membunuh ayahmu dalam kecelakaan sepuluh tahun yang lalu."

...

...

...

TBC

lalala. Chap 10 datang(?)

Ada yg tau, gak. Cerita Siwon-Kibum disini yg dimaksud itu kisah Damian-Serena di novel A Romantic Story About Serena. Novel itu juga di remake jadi Kyumin vers. judulnya A Romantic Story About Lee Sungmin. Kisah cinta Siwon-Kibum aslinya rumit (dlm novel) tp Siwon gak nyangka kisah cinta Kyu lbh rumit #tsah

#HanyaInfo btw._.

Jangan timpuk saya karna tempat TBC nya yg terlalu pas (?) XD

Oke segitu dulu, waktu mepet. Abis update langsung ke rumah temen #sebenernyamales-_-

Untuk nama2 yg mereview chapter depan saja, ya.

Bye. Review please.